Jumat, 17 Mei 2013

.SURIAH-IRAQ-USA-ISRAEL-IRAN DAN HEZBULLAH.LEBANON..??? >> BENARKAH MEREKA SEDANG PERANG ELEKTRONIK..?? ..>> BABAK BARU PERANG MENUJU PD III... SEDANG DIMULAI...DI KAWASAN REGIONAL TIMUR TENGAH...?? DAN SAUDI-TURKI DAN NEGARA2 GCC...IKUT MEMBELA AS DAN ISRAEL..SECARA TERSELUBUNG.. ATAU TERANG2-AN..?? ADA APA DENGAN ARAB-TURKI-DAN GCC..KOK BERFIHAK KEPADA USA..DAN ISRAEL..?? >> AGAK MENGHERANKAN...ARAB SAUDI ITU...SETELAH TOPENGNYA DIBUKA...MENJADI MEMIHAK ISRAEL..?? ...... ADA APA DENGAN SEJARAH BERDIRINYA..ISRAEL DAN JUGA KELOMPOK IBNU SAUD... YANG SELAMA INI... MEMBINGUNGKAN UMMAT ISLAM DUNIA..?? KENAPA SURIAH JADI BATU TRIGER PERANG BESAR... YANG MELIBATKAN USA-NATO-ISRAEL-ARAB SAUDI-TURKI.?? . DAN MEREKA INGIN MENJAJAH SURIAH..DAN IRAN..?? ADA APA...??? ..DAN TUJUAN APA..??.....ISSUE HOLOCAUST...YAHUDI DI EROPA... YANG JADI KORBAN ADALAH PALESTINA...?? ANEH KAN..?? JUGA ISSUE 911WTC... YANG DILAKUKAN CIA DAN MOSSAD... KORBANNYA ADALAH IRAQ DAN AFGHANISTAN..?? ... SEKARANG DENGAN ISSUE ARAB SPRINGS ...YANG DILAKUKAN AS-CIA-NATO.... KORBANNYA LIBYA DAN TERUS INGINNYA KE SURIAH..?? ...SEDANG ARAB SAUDI-BAHRAIN DILINDUNGI..WALAUPUN DISITU SANGAT OTORITER..>> .....Erdogan Buat Perang di Suriah? Posted on Mei 13, 2013 by A Nizami Erdogan dan Suriah Harusnya Erdogan (Ikhwanul Mulimin yg jadi PM Turki) mendamaikan. Bukan justru menyulut api peperangan. Korban antara pihak pemerintah dan pemberontak hampir seimbang. Masing2 tewas sekitar 16 ribu orang. Harusnya Erdogan tegas menutup Kedubes Israel, Pangkalan Militer NATO di Turki, dan tidak memberi akses pipa gas dari Rusia ke Israel. Harusnya Muslim menyayangi sesama dan keras thd orang2 kafir. Bukan justru menyayangi orang2 kafir seperti NATO dan Israel dan keras thd sesama Muslim. Touch Down di Suriah “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” [Al Fath 29] “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” [Al Maa-idah 54] Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim..>> .....AS dan Rusia juga sepakat untuk mendorong kedua pihak yang bertikai dalam konflik Suriah untuk menemukan penyelesaian melalui perundingan dan untuk menyelenggarakan konferensi internasional yang mencari perdamaian. Kerry mengusulkan penyelenggaraan konferensi internasional mengenai Suriah paling lambat pada akhir Mesir. Konferensi tersebut, menurut Kerry, akan dihadiri oleh wakil dari pemerintah dan oposisi. Lavrov menambahkan mereka sepakat mengenai perlunya untuk "sesegera mungkin" mengadakan konferensi internasional mengenai Suriah untuk meyakinkan oposisi dan pemerintah agar menerima ketentuan kesepakatan Jenewa yang disetujui oleh kekuatan-kekuatan dunia pada Juni lalu...>> ... ementerian Luar Negeri Turki telah membantah laporan dari Harian Inggris, Sunday Times, bahwa Turki sedang berusaha mewujudkan kesepakatan kerja sama pertahanan anti-Iran dengan Israel dan tiga negara Arab. "Ini adalah laporan manipulatif yang tak memiliki hubungan dengan kenyataan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Turki Levent Umrukcu sebagaimana dilaporkan Xinhua Senin (6/5) pagi. Surat kabar Inggris, Sunday Times, melaporkan Israel sedang mempersiapkan upaya bersama dengan Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Jordania guna membentuk sistem peringatan untuk mempertahankan diri dari rudal balistik Iran...>> Iran telah mengancam menyerang Israel dan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan itu jika diserang dan juga akan memblokade Selat Hormuz tempat 40 persen ekspor minyak dunia melintas. "Kementerian Pertahanan telah mampu menguji satu peluru kendali baru di Teluk Persia yang memiliki kemampuan untuk menyerang sasaran," kata Wakil Menteri Pertahanan Iran, Jenderal Majid Bokaei, seperti dikutip kantor berita Iran IRNA, yang melukiskan senjata baru itu rudal balistik...>> Tentang drone ini, pembuatnya mengklaim, "Drone yang diberi nama Heron 1 (Shoval) ini akan membantu meningkatkan kemampuan AL dan AU Israel dalam mengidentifikasi pesawat-pesawat dan kapal-kapal asing, bahkan pada jarak 300 km, dengan radar yang bisa menjangkau Turki, Siprus dan Mesir." “Sistem yang dimiliki memungkinkannya melacak dan mengidentifikasi setiap obyek dalam hitungan menit," papar seorang pejabat militer Israel kepada "Ynetnews" sesaat setelah menunjukkan bagaimana kamera yang terpasang pada drone tersebut menangkap detil sebuah kapal yang tengah berlayar di Laut Mediterania. “Shoval memiliki kemampuan komunikasi satelit yang berarti setiap gambar yang diambilnya akan disiarkan secara online ke tempat-tempat yang sangat jauh, seperti Paris,” tambahnya...>> Keberhasilan Hizbollah mengacak-acak sistem komunikasi Israel tidak berhenti sampai di situ. Dengan kemampuan tersebut Hizbollah bahkan berhasil membuktikan bahwa pesawat-pesawat drone Israel terlibat dalam pembunuhan mantan PM Rafiq Hariri tahun 2005. Dalam peristiwa Perang Libanon II tahun 2006 Hizbollah juga berhasil mengalahkan tentara Israel berkat kemampuan mereka menyadap komunikasi Israel...>> perang Iran-Irak antara tahun 1980-1988, para jendral Irak kebingungan karena rudal-rudal Exocet canggih yang mereka tembakkan ke kapal-kapal perang Iran selalu meleset. Iran seperti memiliki kemampuan "sihir" untuk mengambil alih kendali rudal tersebut dan meledakkannya di udara. Kala itu para jendral Irak tentu belum pernah berfikir para insinyur Iran telah memiliki kemampuan "membajak" rudal musuh. Bingung oleh kondisi tersebut Irak akhirnya memutuskan mencoba kemampuan rudal tersebut terhadap kapal perang Amerika yang tidak lain adalah sekutunya sendiri yang banyak mendukung Irak selama perang. ..>> Kapal frigat Amerika USS Stark yang memiliki sistem pertahanan canggih "Aegis" pun menjadi pilihan saat berlayar di Teluk Parsia. Sebuah pesawat tempur Irak menembakkan 2 rudal Exocet ke arah kapal malang tersebut, dan mengena dengan tepat. Satu rudal gagal meledak, namun satu rudal yang lain menerobos ruang kabin, meledak dan menewaskan 37 pelaut Amerika dan melukai puluhan lainnya...>> "Dua reporter kami melihat pertama kali video tersebut pada bulan April di antara para pendukung dan anak buah Abu Sakkar, termasuk seorang saudaranya. Mereka semua memastikan bahwa video tersebut otentik. Kami kemudian mendapatkan kopi video tersebut. Sejak saat itu kami berusaha meyakinkan bahwa gambar video tersebut bukan manipulasi yang hanya menguntungkan pemerintah, yang menggambarkan pemberontak sebagai teroris. Dan sampai saat ini kami belum bisa mengkonfirmasi kebenaran video tersebut." Itulah penjelasan dari salah satu media terbesar di dunia, The Times tgl 14 Mei lalu mengenai beredarnya video kanibalisme yang dilakukan oleh seorang komandan pemberontak Syria bernama Abu Sakkar. Seandainya saja Abu Sakkar adalah seorang pendukung regim Bashar al Assar, The Times tentu tidak akan membutuhkan waktu lama untuk membuktikan keotentikan video tersebut sebelum memberitakannya. Bahkan mungkin mereka tidak membutuhkan lagi ferivikasi selama yang disiarkan menguntungkan kepentingan mereka untuk menumbangkan pemerintahan Bashar al Assad...>> Video ini tentu saja membuat rencana Amerika Cs. untuk menambah dukungan mereka bagi para pemberontak, menjadi sangat tidak populer. Bagaimana mungkin masyarakat barat yang berbudaya tinggi dan terhormat bisa bersekutu dengan manusia-manusia paling biadab di jaman modern ini? Namun tindakan Sakkar hanyalah satu dari ribuan tindakan-tindakan keji lainnya yang telah dilakukan para pemberontak. Anda mungkin pernah mendengar kisah tentang pemberontak Syria yang memaksa seorang anak kecil untuk memotong kepala prajurit Syria yang tertangkap. Atau kisah pemberontak yang menyeret-nyeret tubuh seorang ulama di jalan-jalan dan kemudian memenggal kepalanya untuk kemudian digantungkan di atas menara masjid. Atau video tentang pemberontak yang melemparkan tubuh tawanannya dari bangunan tinggi. Atau video-video pemberontak yang dengan riang gembira menembaki tawanan-tawanannya yang tidak berdaya. Dan tentu saja serangan-serangan bom yang tidak terhitung jumlahnya yang menewaskan orang-orang sipil di jalanan, sekolah, pasar bahkan masjid. Seorang ulama besar yang dihormati kaum muslim Sunni Arab bahkan Indonesia, al-Bouti, juga tewas akibat bom para pemberontak. Padahal kala itu al Bouti tengah memberikan pelajaran agama kepada anak-anak muda....>> “Tidak cukup bagi oposisi Syria untuk mengutuk aksi tersebut atau malah menyalahkan pemerintah Syria. Mereka harus melakukan tindakan tegas untuk menghentikan aksi-aksi seperti itu," kata Nadim Houry, Wakil Ketua HRW untuk kawasan Timur Tengah kepada "The Times". Apa yang dilakukan Sakkar mengingatkan kembali pada fatwa seorang ulama wahabi kelahiran Syria yang kini menetap di Saudi. Ia pernah mengancam pada para pendukung pemerintah Syria dengan hukuman mutilasi dan melemparkan potongan-potongan tubuhnya menjadi makanan anjing. Sakkar hanya memenuhi fatwa ulama panutannya...>> ..pertemuan Putin dengan Netanyahu, menlu Inggris dan Amerika telah terlebih dahulu menemui Putin untuk membicarakan masalah Syria. Selain membujuk Putin untuk tidak menolak opsi yang ditawarkan Amerika Cs., mereka juga meminta Putin untuk membatalkan rencana penjualan senjata pertahanan udara canggih S-300 Rusia kepada Syria...>> "Pada masa-masa yang krusial ini sangat penting untuk menghindarkan setiap langkah yang bisa mengganggu situasi di Syria," kata Putin usai bertemu Netanyahu di Resort Sochi yang terletak di kawasan Laut Hitam. Meski Putin tidak memberikan penjelasan lebih lanjut tentang pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ia menentang rencana intervensi militer NATO atau pengiriman tambahan senjata kepada para pemberontak yang saat ini tengah berada pada posisi terdesak...>>

Menlu Rusia: Saatnya Ubah Kata-Kata Jadi Perbuatan di Suriah

 
http://kabarperang.blogspot.com/2013/05/menlu-rusia-saatnya-ubah-kata-kata-jadi.html
Moskow: Penerapan Komunike Jenewa mengenai Suriah telah berlarut-larut karena bermacam alasan, dan sudah tiba waktunya untuk mengubah kata-kata menjadi tindakan nyata, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Lavrov mengatakan setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry bahwa Moskow dan Washington  sejak dulu telah mendukung penyelesaian politik, tidak dapat diterimanya pemecahah Suriah ... Ini ditetapkan di Jenewa.

Menteri Luar Negeri Rusia tersebut mengatakan Amerika Serikat dan Rusia tidak terlalu berbeda jauh  mengenai masalah itu.

"Kami percaya penerapan penuh Komunike Jenewa menetapkan lebih awal pembentukan lembaga pemerintah peralihan. Kami bergerak dari pendapat bahwa lembaga tersebut akan melaksanakan wewenang eksekutif penuh," kata Lavrov sebagaimana dilaporkan Xinhua.

Ditambahkannya, "Kami yakin itu akan menjadi cara terbaik dan tercepat untuk menyelesaikan krisis Suriah."

Lavrov juga memperingatkan bencana kemanusiaan yang berlanjut dan rusaknya kestabilan regional yang mungkin terjadi, kalau Pemerintah Suriah digulingkan dengan kekerasan, terutama dengan bantuan campur tangan asing.

Sementara itu, Kerry mengatakan Komunike Jenewa tidak boleh diperlakukan semata-mata sebagai sepotong kertas, tapi sebagai peta jalan bagi Suriah baru tanpa kekerasan.

AS dan Rusia juga sepakat untuk mendorong kedua pihak yang bertikai dalam konflik Suriah untuk menemukan penyelesaian melalui perundingan dan untuk menyelenggarakan konferensi internasional yang mencari perdamaian.

Kerry mengusulkan penyelenggaraan konferensi internasional mengenai Suriah paling lambat pada akhir Mesir. Konferensi tersebut, menurut Kerry, akan dihadiri oleh wakil dari pemerintah dan oposisi.

Lavrov menambahkan mereka sepakat mengenai perlunya untuk "sesegera mungkin" mengadakan konferensi internasional mengenai  Suriah untuk meyakinkan oposisi dan pemerintah agar menerima ketentuan kesepakatan Jenewa yang disetujui oleh kekuatan-kekuatan dunia pada Juni lalu.

Erdogan Buat Perang di Suriah?

Erdogan dan Suriah


Harusnya Erdogan (Ikhwanul Mulimin yg jadi PM Turki) mendamaikan. Bukan justru menyulut api peperangan.

Korban antara pihak pemerintah dan pemberontak hampir seimbang. Masing2 tewas sekitar 16 ribu orang.

Harusnya Erdogan tegas menutup Kedubes Israel, Pangkalan Militer NATO di Turki, dan tidak memberi akses pipa gas dari Rusia ke Israel.

Harusnya Muslim menyayangi sesama dan keras thd orang2 kafir.

Bukan justru menyayangi orang2 kafir seperti NATO dan Israel dan keras thd sesama Muslim.
 
Touch Down di Suriah

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” [Al Fath 29]

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” [Al Maa-idah 54]
About these ads

Turki Bantah Bentuk Kerja Sama Pertahanan Anti-Iran

Ankara: Kementerian Luar Negeri Turki telah membantah laporan dari Harian Inggris, Sunday Times, bahwa Turki sedang berusaha mewujudkan kesepakatan kerja sama pertahanan anti-Iran dengan Israel dan tiga negara Arab.

"Ini adalah laporan manipulatif yang tak memiliki hubungan dengan kenyataan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Turki Levent Umrukcu sebagaimana dilaporkan Xinhua Senin (6/5) pagi.

Surat kabar Inggris, Sunday Times, melaporkan Israel sedang mempersiapkan upaya bersama dengan Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Jordania guna membentuk sistem peringatan untuk mempertahankan diri dari rudal balistik Iran.

"Berdasarkan rencana itu, kelima negara tersebut akan membangun pusat komando-dan-kendali gabungan guna berbagi data mengenai sistem pertahanan radar anti-rudal," tulis Sunday Times.

Laporan tersebut menambahkan, kerja sama tersebut akan menciptakan "bulan sabit moderat" di wilayah tersebut sebagai untuk menanggulangi "bulan sabit fundamental" --yang terdiri atas Iran, Irak, Suriah dan Hizbullah.

Iran Akui Uji Rudal Baru di Teluk 

http://kabarperang.blogspot.com/2013/04/iran-akui-uji-rudal-baru-di-teluk.html

 
Dubai: Iran melakukan uji peluru kendali balistik darat-ke-laut di Teluk, kata seorang pejabat senior pada Selasa (16/4), beberapa hari sebelum perayaan tahunan yang bertujuan untuk menunjukkan kekuatan militernya.
   
Israel telah memperingatkan kemungkinan serangan-serangan udara atas fasilitas-fasilitas nuklir Iran jika Teheran tidak memberikan jawaban memuaskan atas kecurigaan Barat bahwa Iran mengembangkan program senjata-senjata nuklir.

Teheran membantah tuduhan tersebut dengan menyatakan pihaknya mengembangkan program energi atom untuk maksud-maksud sipil.
   
Iran telah mengancam menyerang Israel dan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan itu jika diserang dan juga akan memblokade Selat Hormuz tempat 40 persen ekspor minyak dunia melintas.
   
"Kementerian Pertahanan telah mampu menguji satu peluru kendali baru di Teluk Persia yang memiliki kemampuan untuk menyerang sasaran," kata Wakil Menteri Pertahanan Iran, Jenderal Majid Bokaei, seperti dikutip kantor berita Iran IRNA, yang melukiskan senjata baru itu rudal balistik.

   
"Ini rudal baru yang telah dilengkapi dengan sistem rudal permukaan-ke-permukaan...dan mampu menghancurkan target berupa kapal atau kapal perang yang menjadi sasaran."
   
Bokaei tidak mengatakan kapan rudal itu diuji atau memberi indikasi spesifik jangkauannya. "Kapan misil ini dijui, semua destroyers dan kapal musuh mundur dari dekat perbatasan-perbatasan kami," katanya, menurut IRNA.
   
Iran akan menandai Hari Angkatan Darat Nasionalnya pada 18 April, satu acara untuk merayakan pasukan angkatan bersenjatanya dan mungkin mengungkap kemajuan-kemajuan militer.
   
Iran sering mengumumkan pencapaian senjata-senjata walaupun sulit untuk memverifikasi secara independen.

Sedangkan Kepala Staf AD Israel Benny Gantz mengatakan kepada radio publik mengenai ulang tahun ke-65 pendirian negara Yahudi itu bahwa AD Israel mampu menyerang Iran di wilayahnya tanpa bantuan asing.
   
Ditanya dalam satu wawancara apakah jika militer Israel dapat berperang sendirian -- tanpa dukungan negara-negara lain seperti Amerika Serikat -- terhadap Iran, Gantz menjawab,"Ya jelas."
   
"Kami mempunyai rencana dan prakiraan... jika saatnya tiba kami akan memutuskan apakah akan mengambil aksi militer terhadap Teheran, katanya.

 

PUTIN: JANGAN GANGGU SYRIA

 
 
 
 

Meski mendapat terkanan bertubi-tubi dari Israel dan negara-negara barat, Rusia tetap kukuh pada sikapnya untuk menolak campur tangan militer atas Syria. Hal itu ditegaskan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin usai menerima kunjungan PM Israel Benjamin Netanyahu, Selasa (14/5).

"Pada masa-masa yang krusial ini sangat penting untuk menghindarkan setiap langkah yang bisa mengganggu situasi di Syria," kata Putin usai bertemu Netanyahu di Resort Sochi yang terletak di kawasan Laut Hitam.

Meski Putin tidak memberikan penjelasan lebih lanjut tentang pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ia menentang rencana intervensi militer NATO atau pengiriman tambahan senjata kepada para pemberontak yang saat ini tengah berada pada posisi terdesak.

Sebelum pertemuan Putin dengan Netanyahu, menlu Inggris dan Amerika telah terlebih dahulu menemui Putin untuk membicarakan masalah Syria. Selain membujuk Putin untuk tidak menolak opsi yang ditawarkan Amerika Cs., mereka juga meminta Putin untuk membatalkan rencana penjualan senjata pertahanan udara canggih S-300 Rusia kepada Syria.

Di luar senjata S-300 yang menurut beberapa analis militer sebagian telah dikirim ke Syria, Rusia diyakini kuat telah menempatkan sistem pertahanan udara yang cukup kuat di Syria yang sebagian besar diantaranya dioperasikan langsung oleh personil militer Rusia. Itulah sebabnya saat melakukan serangan udara ke Syria baru-baru ini, Israel melakukannya di atas udara Lebanon untuk menghindari senjata-senjata Rusia tersebut.

Dengan sikap tegas Rusia tersebut serta keunggulan militer Syria di medan perang telah membuat sikap politik Amerika Cs. dan pemberontak yang didukungnya, berubah. Aspirasi untuk kembali ke meja perundingan berdasarkan Kesepakatan Genewa yang dibuat tahun lalu kembali mengemuka. Dalam kesepakatan tersebut disebutkan bahwa untuk menyelesaikan krisis di Syria perlu dibentuk pemerintahan sementara untuk mempersiapkan jalannya demokrasi yang lebih baik. Dalam pemerintahan sementara itu regim Bashar al Assad tetap mendapatkan posisinya, berbeda dengan tuntutan awal pemberontak yang meminta Assad harus mengundurkan diri terlebih dahulu.

Konperensi para pendukung pemberontak yang diberi nama "Friends of Syria" akan bertemu di Jordania minggu depan guna menyatukan pandangan kelompok-kelompok pemberontak yang tidak pernah akur, sebelum diadakannya konperensi internasional tentang Syria yang kemungkinan bakal diadakan bulan Juni mendatang. Demikian keterangan pejabat Jordania kepada kantor berita Inggris "Reuters" baru-baru ini.


PESAWAT TEMPUR TURKI JATUH DEKAT PERBATASAN SYRIA

Turki kembali mengalami musibah berupa jatuhnya pesawat tempur mereka di dekat perbatasan Syria. Kali ini adalah pesawat pembom tempur F-16 yang jatuh di wilayah pegunungan Amano di Tenggara Turki yang berbatasan wilayah Syria. Namun belum ada keterangan apakah pesawat tersebut jatuh karena serangan rudal Syria sebagimana dialami pesawat F-5 Turki tahun lalu.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan AB Turki menyebutkan bahwa dalam insiden tersebut sang pilot berhasil terjun dengan selamat sebelum pesawat jatuh.

"Komunikasi radio dengan pesawat terputus sekitar jam 14:15 saat menjalankan misi di pegunungan Amanos, tidak lama setelah pilot memberitahu hendak melakukan tindakan penyelamatan diri," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Gubernur provinsi Osminaye, Celalettin Cerrah, mengkonfirmasi jatuhnya pesawat tersebut di kota Yarpuz, sekitar 40 kilometer dari perbatasan Syria. Namun hingga saat ini penyebab kecelakaan belum ditemukan.



REF:
"Putin warns against actions fueling crisis in Syria"; Press TV; 14 Mei 2013
"Turkish Fighter Jet Crashes near Syria Border"; almanar.com.lb; 13 Mei 2013

 

KANIBALISME PEMBERONTAK SYRIA

 
 
 http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/05/kanibalisme-pemberontak-syria.html#.UZZPAFIxVkg
"Dua reporter kami melihat pertama kali video tersebut pada bulan April di antara para pendukung dan anak buah Abu Sakkar, termasuk seorang saudaranya. Mereka semua memastikan bahwa video tersebut otentik. Kami kemudian mendapatkan kopi video tersebut. Sejak saat itu kami berusaha meyakinkan bahwa gambar video tersebut bukan manipulasi yang hanya menguntungkan pemerintah, yang menggambarkan pemberontak sebagai teroris. Dan sampai saat ini kami belum bisa mengkonfirmasi kebenaran video tersebut."

Itulah penjelasan dari salah satu media terbesar di dunia, The Times tgl 14 Mei lalu mengenai beredarnya video kanibalisme yang dilakukan oleh seorang komandan pemberontak Syria bernama Abu Sakkar. Seandainya saja Abu Sakkar adalah seorang pendukung regim Bashar al Assar, The Times tentu tidak akan membutuhkan waktu lama untuk membuktikan keotentikan video tersebut sebelum memberitakannya. Bahkan mungkin mereka tidak membutuhkan lagi ferivikasi selama yang disiarkan menguntungkan kepentingan mereka untuk menumbangkan pemerintahan Bashar al Assad.


Namun begitulah standar ganda The Times dan media-media massa barat lainnya. Media barat lainnya, France 24 pun akhirnya memberitakan peristiwa sadis tersebut meski seperti The Times terlambat dibandingkan media-media independen. Mereka menyebut tindakan pemberontak Syria tersebut sebagai "horror yang mengejutkan". Namun demi menutupi dampak negatif dari propaganda yang selama ini dijalankan mereka, France 24 menolak me-link-kan video tersebut supaya bisa dilihat pembacanya. Padahal France 24 dikenal aktif menyebarkan video-video "kekejaman" aparat keamanan regim Bashar al Assad baik itu sudah terkonfirmasi kebenarannya atau sekedar video propaganda. Bahkan demi tetap menyalahkan pemerintahan Bashar al Assad yang sama sekali tidak terlibat dalam ulah barbar Abu Sakkar, France 24 menyebut tindakan tersebut sebagai "akibat penindasan regim yang mengakibatkan orang-orang menjadi brutal".

Video terbaru yang mengguncangkan dunia maya sebagaimana tersebut di atas menggambarkan bagaimana seorang komandan pemberontak Syria bernama Abu Sakkar membelah dada seorang mayat prajurit Syria, mengambil jantungnya dan kemudian memakannya mentah-mentah. Video ini sangat mengguncang orang-orang yang melihatnya, membuka sejelas-jelasnya kekejian pemberontak Syria dan menimbulkan kemarahan masyarakat internasional terhadap mereka serta regim-regim barat, Turki dan Arab yang selama ini mendukungnya.

Video ini tentu saja membuat rencana Amerika Cs. untuk menambah dukungan mereka bagi para pemberontak, menjadi sangat tidak populer. Bagaimana mungkin masyarakat barat yang berbudaya tinggi dan terhormat bisa bersekutu dengan manusia-manusia paling biadab di jaman modern ini?

Namun tindakan Sakkar hanyalah satu dari ribuan tindakan-tindakan keji lainnya yang telah dilakukan para pemberontak. Anda mungkin pernah mendengar kisah tentang pemberontak Syria yang memaksa seorang anak kecil untuk memotong kepala prajurit Syria yang tertangkap. Atau kisah pemberontak yang menyeret-nyeret tubuh seorang ulama di jalan-jalan dan kemudian memenggal kepalanya untuk kemudian digantungkan di atas menara masjid. Atau video tentang pemberontak yang melemparkan tubuh tawanannya dari bangunan tinggi. 
 
Atau video-video pemberontak yang dengan riang gembira menembaki tawanan-tawanannya yang tidak berdaya. Dan tentu saja serangan-serangan bom yang tidak terhitung jumlahnya yang menewaskan orang-orang sipil di jalanan, sekolah, pasar bahkan masjid. Seorang ulama besar yang dihormati kaum muslim Sunni Arab bahkan Indonesia, al-Bouti, juga tewas akibat bom para pemberontak. Padahal kala itu al Bouti tengah memberikan pelajaran agama kepada anak-anak muda.

Kejahatan tidak mungkin bisa disembunyikan selamanya, meski pemerintah negara-negara barat bungkam dan media-media massanya berusaha menyembunyikannya dan baru mempublikasikannya setelah media-media independen agar mereka tidak tampak terlalu idiot. Abu Sakkar adalah seorang komandan pemberontak dari satuan Farouq Brigade yang berbasis di kota Homs.


REAKSI KERAS


Meski masyarakat dunia "shock" dengan aksi biadab Khalid Hamad aka Abu Sakkar, yang bersangkutan sama sekali tidak menyesal dengan apa yang telah dilakukannya. Ia bahkan berjanji akan merilis video lainnya yang lebih "mengerikan".

"Saya berhadap bisa membantai semua orang Alawi (sekte Islam yang memuja Ali bin Abu Thalib, dekat dengan keyakinan Shiah). Saya masih memiliki video lain yang akan saya kirimkan. Dalam video itu saya memotong-motong seorang milisi sabiha (milisi pro-pemerintah) dengn gergaji mesin. Gergaji yang biasa digunakan untuk memotong kayu saya gunakan untuk memotong-motong tubuhnya menjadi bagian-bagian kecil," kata Sakkar kepada "The Times".

Bahkan kelompok payung pemberontak Syria, Free Syrian Army, merasa terpojok dengan beredarnya video yang pertama kali muncul di publik sejak bulan April tersebut.

"Setiap tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai rakyat Syria tidak akan mendapat toleransi, pelakunya akan mendapat hukuman berat meski ia adalah anggota Free Syrian Army," demikian pernyataan kelompok tersebut sembari menyebutkan bahwa para komandan lapangan mereka telah mendapat perintah untuk menangkap Abu Sakkar.

Namun sayang, organisasi ini tidak memiliki kekuatan apapun di hadapan pemberontak Syria yang didominasi kelompok-kelompok teroris yang berafiliasi dengan kelompok teroris bentukan CIA-Mossad, yaitu Al Qaida. Harapan untuk menangkap dan menghukum berat Sakkar mungkin hanya bisa disematkan kepada pemerintah Syria dan kelompok-kelompok pendukungnya.

Dewan Tertinggi Militer Syria sendiri telah menyebarkan foto Abu Sakkar dan perintah penangkapan terhadapnya dengan tulisan: "Dicari hidup atau mati!"

"Aksi-aksi keji seperti ini telah terjadi sejak Syria mengalami krisis. Namun masyarakat internasional selalu menolak untuk mengakuinya," kata Ali Haider, menteri rekonsiliasi Syria kepada media Inggris "The Telegraph" baru-baru ini, mengomentari aksi keji Abu Sakkar. Haider mengaku pihaknya memiliki banyak dokumen tentang aksi-aksi kekejian pemberontak yang tidak kalah mengerikan.

"Kami telah melihat seorang pilot kami yang dipenggal kepalanya dan kemudian dipanggang di atas pemanggangan. Kami telah melihat para pemberontak yang merayakan keberhasilan mereka dengan meminum darah korban-korbannya," tambah Haider.

Aksi keji Sakkar juga mendapat kutukan internasional. Pada hari Senin (13/5) Human Rights Watch (HRW) mengeluarkan laporan bahwa Sakkar juga terlibat dalam aksi serangan bom lintas perbatasan terhadap sebuah desa di Lebanon yang menewaskan 2 orang beberapa waktu lalu.

“Tidak cukup bagi oposisi Syria untuk mengutuk aksi tersebut atau malah menyalahkan pemerintah Syria. Mereka harus melakukan tindakan tegas untuk menghentikan aksi-aksi seperti itu," kata Nadim Houry, Wakil Ketua HRW untuk kawasan Timur Tengah kepada "The Times".

Apa yang dilakukan Sakkar mengingatkan kembali pada fatwa seorang ulama wahabi kelahiran Syria yang kini menetap di Saudi. Ia pernah mengancam pada para pendukung pemerintah Syria dengan hukuman mutilasi dan melemparkan potongan-potongan tubuhnya menjadi makanan anjing. Sakkar hanya memenuhi fatwa ulama panutannya.


REF:
"Cannibalizing Syria: The West to blame"; Finian Cunningham; Press TV; 15 Mei 2013
"Militiamen Atrocity in Syria: No Regret, No Apology, More Clips Promised"; almanar.com.lb; 15 Mei 2013

DRONE TERCANGGIH ISRAEL DIBAJAK  HIZBOLLAH?

http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/05/drone-tercanggih-israel-dibajak.html#more 

 

Ini cerita lama yang sangat menarik. Selama perang Iran-Irak antara tahun 1980-1988, para jendral Irak kebingungan karena rudal-rudal Exocet canggih yang mereka tembakkan ke kapal-kapal perang Iran selalu meleset. Iran seperti memiliki kemampuan "sihir" untuk mengambil alih kendali rudal tersebut dan meledakkannya di udara. Kala itu para jendral Irak tentu belum pernah berfikir para insinyur Iran telah memiliki kemampuan "membajak" rudal musuh. Bingung oleh kondisi tersebut Irak akhirnya memutuskan mencoba kemampuan rudal tersebut terhadap kapal perang Amerika yang tidak lain adalah sekutunya sendiri yang banyak mendukung Irak selama perang.

Kapal frigat Amerika USS Stark yang memiliki sistem pertahanan canggih "Aegis" pun menjadi pilihan saat berlayar di Teluk Parsia. Sebuah pesawat tempur Irak menembakkan 2 rudal Exocet ke arah kapal malang tersebut, dan mengena dengan tepat. Satu rudal gagal meledak, namun satu rudal yang lain menerobos ruang kabin, meledak dan menewaskan 37 pelaut Amerika dan melukai puluhan lainnya.

Amerika tentu saja marah kepada Irak meski tidak sampai pada tahap menghentikan bantuannya pada Irak. Irak sendiri berdalih insiden tersebut disebabkan kesalahan manusia dan berjanji memenuhi tuntutan Amerika untuk menghukum mati sang pilot. Namun hukuman itu tidak pernah dipenuhi Irak yang saat itu tengah mengalami kekurangan pilot tempur karena banyak di antara mereka yang menjadi korban kelihaian pilot-pilot tempur Iran.

Pada tahun 1997 Hizbollah, milisi Shiah Lebanon "didikan" Iran berhasil menyadap komunikasi militer Israel yang berujung pada keberhasilan organisasi tersebut melakukan sergapan terhadap satu regu komando AL Israel dan menewaskan 12 orang tentara Israel. Israel langsung mengklaim bahwa serangan tersebut terjadi secara kebetulan belaka. Namun setelah Hizbollah menunjukkan ke publik rekaman komunikasi dan gambar satelit pergerakan pasukan Israel, Israel pun menjadi salah tingkah.

Keberhasilan Hizbollah mengacak-acak sistem komunikasi Israel tidak berhenti sampai di situ. Dengan kemampuan tersebut Hizbollah bahkan berhasil membuktikan bahwa pesawat-pesawat drone Israel terlibat dalam pembunuhan mantan PM Rafiq Hariri tahun 2005. Dalam peristiwa Perang Libanon II tahun 2006 Hizbollah juga berhasil mengalahkan tentara Israel berkat kemampuan mereka menyadap komunikasi Israel.

Lalu dunia pun dikejutkan dengan keberhasilan Iran membajak pesawat drone siluman paling canggih Amerika, RQ 170 Santinel serta keberhasilan Hizbollah mengirimkan drone siluman menembus pertahanan udara Israel hingga mendekati sarana paling vital Israel, reaktor nuklir Dimona. Maka ketika baru-baru ini media-media massa internasioal memberitakan pesawat drone Israel yang diledakkan sendiri oleh Israel karena mengalami gangguan di udara, spekulasi pun beredar bahwa Hizbollah berhasil membajak drone tersebut sehingga memaksa Israel meledakkannya di udara sebelum melakukan hal-hal yang membahayakan.

Berita meledaknya drone (pesawat tanpa awak) tersebut awalnya berasal dari media-media Israel sendiri. "Ynetnews" misalnya, Minggu (12/5) lalu melaporkan bahwa Israel telah meledakkan drone canggih "Shoval" (“Heron”) saat dalam misi pengintaian antara Tel Aviv dan Netanya.

Tentang drone ini, pembuatnya mengklaim, "Drone yang diberi nama Heron 1 (Shoval) ini akan membantu meningkatkan kemampuan AL dan AU Israel dalam mengidentifikasi pesawat-pesawat dan kapal-kapal asing, bahkan pada jarak 300 km, dengan radar yang bisa menjangkau Turki, Siprus dan Mesir."

“Sistem yang dimiliki memungkinkannya melacak dan mengidentifikasi setiap obyek dalam hitungan menit," papar seorang pejabat militer Israel kepada "Ynetnews" sesaat setelah menunjukkan bagaimana kamera yang terpasang pada drone tersebut menangkap detil sebuah kapal yang tengah berlayar di Laut Mediterania.


“Shoval memiliki kemampuan komunikasi satelit yang berarti setiap gambar yang diambilnya akan disiarkan secara online ke tempat-tempat yang sangat jauh, seperti Paris,” tambahnya.


Dengan kecanggihannya tentu saja sangat sulit diterima pesawat tersebut mengalami kesalahan teknis, kecuali jika ternyata pesawat tersebut dibajak oleh musuh-musuh Israel seperti Hizbollah dan atau Iran. Dan jika hal ini yang terjadi, maka mau tidak mau Israel harus meng"grounded"-kan seluruh armada Shoval untuk mengganti semua program penerbangan yang dibawanya. Karena sekali musuh bisa meretasnya, maka selamanya drone tersebut tidak lagi berguna dan bahkan bisa menjadi senjata makan tuan.



REF:
"Advanced Israeli Drone Hijacked by Iran or Hezbollah, Then Destroyed by Israel"; Richard Silverstein; Tikum Olam, 11 Mei 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar