Rabu, 29 Mei 2013

PERDAMAIAN DAN SOLUSI DI SURIAH...?? >>> SIAPA YANG MEMULAI DAN SIAPA YANG MENGAKHIRI..??>> ADA YANG JUJUR..??>> SURIAH-HIZBULLAH-vs- AS-PERANCIS-ISRAEL-ARAB SAUDI-TURKI-CIA-MI6-PASUKAN KRIMINAL INTERNASIONAL....>>....... Dinas intelijen Perancis meyakini, ada sekitar 4.000 pejuang Hizbullah yang berperang di Suriah. Ribuan anggota Hizbullah ini bahu membahu dengan pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad untuk menumpas perlawanan kaum pemberontak. “Sejauh ini, militan Hizbullah yang berada di medan perang berkisar pada angka 3.000 hingga 10 ribu. Perkiraan kami sendiri ada sekitar 3.000 hingga 4.000,” ujar Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius, Rabu (29/5/2013), seperti dikutip dari Reuters...>> Oposisi Suriah sejauh ini gagal menentukan sikap bersama, apakah mereka akan menghadiri konfensi internasional di Jenewa yang diprakarsai oleh Rusia dan Amerika Serikat (AS). Sejauh ini baru tiga kelompok oposisi yang menyatakan setuju untuk menghadiri pertemuan tersebut. "Pembicaraan kami mengenai pertemuan Jenewa dua masih berada pada tahap yang sangat awal. Kami telah melakukan pertukaran pendapat, tapi kami belum membuat keputusan dan kami masih berada pada tahap awal perundingan," ungkap Khalid Saleh, juru bicara Koalisi Nasional Suriah, Sabtu (25/5/2013). "Hari ini kami akan memperluas masalah pebahasan. Saya cukup senang mengabarkan, saat ini sudah ada tiga kelompok yang telah bergabung dengan kami. Menurut saya, hal ini adalah sebuah langkah besar, untuk pertama kalinya mereka bergabung dengan kami," imbuh Saleh...>> Menurut Nasrallah pertikaian bersenjata yang terjadi di Tripoli, juga di Sidon, terkait dengan konflik Syria adalah memalukan. "Siapapun yang mendukung pemerintah (Bashar al Assad) atau yang menentangnya, biarlah semuanya pergi ke Syria dan membiarkan Tripoli tetap netral," tambah Nasrallah. Sebagaimana diketahui keterlibatan Hizbollah dalam pertempuran di Al Qusayr, Syria, telah menimbulkan reaksi hebat dari kelompok-kelompok anti-Syria di Lebanon hingga memicu pertikaian bersenjata yang hingga kini telah menewaskan sekitar 25 orang. Padahal kelompok-kelompok anti-Syria Lebanon telah berlibat dalam pemberontakan di Syria sejak mula konflik Syria bermula bulan Maret 2011 lalu, dan Hizbollah yang merupakan sekutu Bashar al Assad dan Iran dalam poros-anti Israel selama itu menahan diri untuk tidak terseret dalam konflik di Syria...>> Sehari sebelumnya, tulis AP pada Sabtu (12/1/2013), pasukan oposisi mengambil alih penguasaan di bandara militer Taftanas di Provinsi Idlib. Di Aleppo, sementara itu, militer pemerintah menguasai kawasan Masjid Ummayad, Khan al-Wazir, dan kawasan dalam kota. Sumber pemerintah mengatakan kalau kelompok oposisi kini bertahan di Bandara Kshaish, di luar Aleppo. "Kami menewaskan banyak pemberontak dan menghancurkan artileri antiserangan udara mereka,"kata pihak militer Suriah. Pertempuran antara kedua kubu juga terjadi Provinsi Homs. Pemerintah mengklaim menewaskan banyak anggota pasukan oposisi. Sementara, dari pihak pemerintah, cuma satu serdadu yang tewas dalam baku tembak...>>

Tentara Suriah Kembali Rengkuh Aleppo


KOMPAS.com - http://internasional.kompas.com/read/2013/01/13/01202454/Tentara.Suriah.Kembali.Rengkuh.Aleppo
Perlahan tapi pasti, pasukan Suriah menguasai kembali beberapa kawasan di Aleppo, sebuah provinsi penting di Utara Suriah. Dalam kecamuk perang, pasukan tersebut memukul balik kekuatan oposisi hingga ke pinggir kota tersebut.

Sehari sebelumnya, tulis AP pada Sabtu (12/1/2013), pasukan oposisi mengambil alih penguasaan di bandara militer Taftanas di Provinsi Idlib.

Di Aleppo, sementara itu, militer pemerintah menguasai kawasan Masjid Ummayad, Khan al-Wazir, dan kawasan dalam kota. Sumber pemerintah mengatakan kalau kelompok oposisi kini bertahan di Bandara Kshaish, di luar Aleppo. "Kami menewaskan banyak pemberontak dan menghancurkan artileri antiserangan udara mereka,"kata pihak militer Suriah.

Pertempuran antara kedua kubu juga terjadi Provinsi Homs. Pemerintah mengklaim menewaskan banyak anggota pasukan oposisi. Sementara, dari pihak pemerintah, cuma satu serdadu yang tewas dalam baku tembak.

Lalu, di Damaskus, pasukan Suriah masih melakukan serangan terhadap kelompok oposisi di kawasan Barat ibu kota Suriah tersebut. Lantaran perang itu, banyak warga sipil mencari tempat perlindungan.
Editor : Josephus Primus

 

HIZBOLLAH MENANTANG PERANG DI SYRIA

 
 
 
Pemimpin Hizbollah Sayyed Hasan Nasrallah menantang lawan-lawannya untuk berperang di medan perang Syria dan menjauhi Lebanon sebagai ajang perang. Tantangan tersebut dilakukan terkait terjadinya pertikaian bersenjata di kota Tripoli yang telah menewaskan sejumlah besar orang. Pertikaian terjadi antara kelompok-kelompok anti-Syria melawan pro-Syria dimana Hizbollah termasuk di dalamnya.

"Kami ulangi lagi seruan untuk menjaga Lebanon bebas dari pertikaian. Kami bertempur di Syria dan Anda juga demikian (menunjuk kelompok-kelompok pemberontak Syria yang berada di Lebanon). Maka biarlah kita tetap bertempur di Syria," kata Nasrallah dalam pidato yang disiarkan secara langsung melalui layar lebar di Imad Moughniyeh City, Mashgara, Bekaa Barat. Pidato hari Sabtu itu (25/5) dilakukan dalam peringatan ke 13 Hari Pembebasan dan Perlawanan yang dirayakan untuk memperingati pembebasan Lebanon Selatan dari pendudukan Israel tahun 2000.

Menurut Nasrallah pertikaian bersenjata yang terjadi di Tripoli, juga di Sidon, terkait dengan konflik Syria adalah memalukan.

"Siapapun yang mendukung pemerintah (Bashar al Assad) atau yang menentangnya, biarlah semuanya pergi ke Syria dan membiarkan Tripoli tetap netral," tambah Nasrallah.

Sebagaimana diketahui keterlibatan Hizbollah dalam pertempuran di Al Qusayr, Syria, telah menimbulkan reaksi hebat dari kelompok-kelompok anti-Syria di Lebanon hingga memicu pertikaian bersenjata yang hingga kini telah menewaskan sekitar 25 orang. Padahal kelompok-kelompok anti-Syria Lebanon telah berlibat dalam pemberontakan di Syria sejak mula konflik Syria bermula bulan Maret 2011 lalu, dan Hizbollah yang merupakan sekutu Bashar al Assad dan Iran dalam poros-anti Israel selama itu menahan diri untuk tidak terseret dalam konflik di Syria.


Menyinggung tentang konflik di Syria, Sayyed Nasrallah mengatakan bahwa pemerintah Syria telah berusaha memenuhi tuntutan rakyat dengan melakukan berbagai langkah reformasi. Namun pemberontak menolak langkah tersebut dan tetap melakukan kerusuhan.

"Berbagai peristiwa akhir-akhir ini membuktikan bahwa terdapat satu kubu yang dipimpin oleh Amerika. Semua orang tahu bahwa kubu ini didukung oleh Israel sementara al Qaida dan kelompok-kelompok takfiri dari seluruh dunia dibayar untuk bergabung. Apa yang disebut konperensi "Friends of Syria" tidak pernah menyinggung-nyinggung keterlibatan berbagai kelompok militan dari seluruh dunia, namun meributkan keberadaan beberapa anggota Hizbollah yang baru melibatkan diri di Syria hanya beberapa bulan lalu," kata Nasrallah.

Menurut Sayyed Nasrallah Al Qaida dan kelompok-kelompok tafkiri merupakan kekuatan paling menonjol di antara pemberontak Syria. Tentang keberadaan mereka, Nasrallah mengingatkan:

"Apa yang terjadi di perbatasan Syria merupakan ancaman bagi Lebanon persatuannya. Kini semua penduduk Lebanon terancam, terutama kaum Sunni, jika kelompok-kelompok takfiri itu menguasai perbatasan. Faham takfiri ini telah membunuh lebih banyak orang Sunni daripada sekte-sekte yang lain," kata Nasrallah seraya menambahkan bahwa jika pemberontak Syria menang, maka masa depan Lebanon, Syria, Palestina dan seluruh kawasan akan dipenuhi awan gelap.

"Israel akan menyerang Lebanon jika Syria jatuh ke tangan mereka."

Nasrallah juga mengingatkan bahwa sejak dari awal, para pemberontak telah menjadikan Hizbollah sebagai sasaran.

"Beberapa tokoh pemberontak mengatakan: "regim Bashar akan tumbang dan kami akan mengejar Hizbollah di Lebanon!" Maka kami tidak mungkin membiarkan Syria jatuh ke tangan mereka," tambah Nasrallah.

Menurut Nasrallah saat ini Hizbollah telah memasuki fase baru sejak beberapa minggu lalu, yaitu fase "memperkuat pertahanan dan melindungi tulang punggungnya".

"Kami tidak akan menggantungkan diri pada siapapun. Seperti pertempuran-pertempuran sebelumnya, kami akan menjadi rakyat, orang-orang, dan kami akan menjadi orang yang memberikan kemenangan. Kami akan memanggul tanggungjawab ni dan menanggung segala pengorbanan dan segala konsekuensinya."

"Kami telah kehilangan ribuan syuhada dan kami menganggap bahwa dengan sikap kami ini kami telah mempertahankan Lebanon, Palestina dan Syria. Anda boleh memilih pihak manapun di Syria, namun kami tidak akan pernah berpihak kepada Amerika ataupun pihak-pihak yang telah melakukan pembunuhan-pembunuhan keji dan menghancurkan tempat-tempat suci," kata Nasrallah merujuk pada aksi perusakan makam sahabat Nabi Muhammad, Hujr bin Adi, oleh para pemberontak Syria.

Mengomentari langkah Uni Eropa untuk memasukkan Hizbollah ke dalam daftar kelompok teroris, Sayyed Nasrallah mengejeknya sebagai "berita lama" dan sekedar "tinta di atas kertas". Katanya, "Kami akan meneruskan tanggungjawab kami sebagai pejuang walaupun banyak tekanan dan kampanye hitam media massa. Kami telah berada dalam daftar teroris sejak lama. Ini tidak mengubah apapun. Selama lebih dari 30 tahun, kami telah hidup tidak hanya di medan perang, namun juga menghadapi perang politik dan psikologi, namun itu semua tidak mempengaruhi keinginan dan tekad kami. Untuk itulah saya katakan kepada rakyat yang percaya kepada perjuangan kami dan menaruh harapan padanya bahwa perjuangan kami akan bersama Anda untuk melindungi Anda, dan Anda akan tetap bangga dan menjadi pemenang, Insya Allah."

"Saya katakan kepada rakyat yang penuh harga diri, kepada para mujahidin, kepada para pahlawan, saya telah menjanjikan Anda dengan kemenangan dan saya kini menjanjikan kemenangan yang lain," kata Nasrallah.

Dan seperti biasa dalam pidato-pidatonya, Nasrallah tidak pernah melupakan rakyat Palestina.

"Hari kemenangan adalah salah satu harinya Allah dimana kemuliaan dan dukungan-Nya menjelma sebagai rakyat pejuang kita, dan dimana kemarahan-Nya menimpa para penjajah. Ini harus selalu diingat dan diturunan dari generasi ke generasi karena mewakili pengalaman yang sangat mendalam dari satu bangsa dan menjadi pintu gerbang kemenangan di masa depan."

"Kita tidak boleh melupakan hari-hari kesedihan rakyat Palestina Nakba dan Naksa dan mengimbanginya dengan kemenangan-kemenangan perjuangan. Hari Nakba (pengusiran Palestina oleh Israel tahun 1948) dan Naksa (pengusiran lanjutan tahun 1967) adalah bencana besar bagi seluruh bangsa Arab, dan seluruh orang Arab menanggung konsekuensinya."



REF:
"Sayyed Nasrallah: As I Promised You Victory in July, I Renew My Promise Today"; Batoul Wehbe; ALMANAR.COM.LB; 25 Mei 2013

 

Oposisi gagal sepakati keputusan hadiri konvensi internasional Suriah

Yesi Syelvia
Minggu,  26 Mei 2013  −  16:38 WIB 
 http://international.sindonews.com/read/2013/05/26/43/731891/oposisi-gagal-sepakati-keputusan-hadiri-konvensi-internasional-suriah
Oposisi gagal sepakati keputusan hadiri konvensi internasional Suriah
Ilustrasi (istimewa)
Sindonews.com - Oposisi Suriah sejauh ini gagal menentukan sikap bersama, apakah mereka akan menghadiri konfensi internasional di Jenewa yang diprakarsai oleh Rusia dan Amerika Serikat (AS). Sejauh ini baru tiga kelompok oposisi yang menyatakan setuju untuk menghadiri pertemuan tersebut.

"Pembicaraan kami mengenai pertemuan Jenewa dua masih berada pada tahap yang sangat awal. Kami telah melakukan pertukaran pendapat, tapi kami belum membuat keputusan dan kami masih berada pada tahap awal perundingan," ungkap Khalid Saleh, juru bicara Koalisi Nasional Suriah, Sabtu (25/5/2013).

"Hari ini kami akan memperluas masalah pebahasan. Saya cukup senang mengabarkan, saat ini sudah ada tiga kelompok yang telah bergabung dengan kami. Menurut saya, hal ini adalah sebuah langkah besar, untuk pertama kalinya mereka bergabung dengan kami," imbuh Saleh.

Pada awal Mei ini, AS dan Rusia kembali menegaskan komitmen mereka untuk menyelesaikan krisis Suriah lewat jalur perundingan. Akhir Mei ini, kedua belah pihak berencana menggelar sebuah konferensi internasional untuk mendorong terbentuknya solusi politik antara pemerintah dan pemberontak Suriah.

Tapi, rencana ini belum pasti terealisasi, sebab kelompok oposisi belum satu suara. Pihak oposisi mencurigai kesungguhan niat presiden Assad, sementara itu sejumlah tokoh oposisi senior menolak menghadiri konferensi tersebut, kecuali perundingan tersebut mengagendakan kejatuhan Assad.

(esn)

Perancis: 4.000 pejuang Hizbullah berperang di Suriah

Esnoe Faqih Wardhana
Rabu,  29 Mei 2013  −  23:32 WIB 
http://international.sindonews.com/read/2013/05/29/43/744108/perancis-4-000-pejuang-hizbullah-berperang-di-suriah
Perancis: 4.000 pejuang Hizbullah berperang di Suriah
Ilustrasi
Sindonews.com – 

Dinas intelijen Perancis meyakini, ada sekitar 4.000 pejuang Hizbullah yang berperang di Suriah. Ribuan anggota Hizbullah ini bahu membahu dengan pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad untuk menumpas perlawanan kaum pemberontak.

“Sejauh ini, militan Hizbullah yang berada di medan perang berkisar pada angka 3.000 hingga 10 ribu. Perkiraan kami sendiri ada sekitar 3.000 hingga 4.000,” ujar Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius, Rabu (29/5/2013), seperti dikutip dari Reuters.

Kehadiran militan Hizbullah di medan perang Suriah kian memperumit dan memperluas dampak perang saudara di Suriah yang sudah berlangsung selama dua tahun lebih itu. Kepala HAM PBB, Navi Pillay mengatakan, bahwa peningkatan dramatis Hizbullah dalam mendukung pasukan Pemerintah Suriah telah kian menyulut ketegangan regional di kawasan itu.

Hadirnya pejuang Hizbullah di sisi pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad telah menimbulkan petaka tersendiri bagi kondisi dalam negeri Libanon. Pemberontak Suriah dilaporkan telah menembakan sejumlah roket ke wilayah Hizbullah di Kota Beirut, Libanon.

Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Hassan Nasrallah, Pemimpin Hizbullah menjanjikan kemenangan untuk melawan kelompok Salafi di Suriah. "Suriah adalah pelindung belakang perlawanan Hizbullah melawan Israel, pihak yang melakukan perlawanan tidak dapat tinggal diam saat penjaga belakang mereka terkena serangan," ungkap Nasrallah.


"Bodoh jika kami tidak bertindak," ungkap Nasrallah. "Saya katakan kepada semua orang, untuk para mujahid, untuk pahlawan, Saya menjanjikan kemenangan dan saya menjanjikan sesuatu yang baru di Suriah. Kami akan terus bertanggung jawab dan melakukan pengorbanan. Pertempuran ini adalah milik kita dan saya menjanjikan kemenangan," imbuh Nasrallah.

(esn)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar