Kamis, 10 Oktober 2013

....Obama 'Ngambek' pada Reporter TV..>>> ...biasanya wakil dari NBC, CBS, ABC, CNN, atau Fox News selalu hadir saat Obama perlu menyampaikan sesuatu pada kalangan pewarta. Mereka juga kerap mengajukan pertanyaan kritis, yang disiarkan langsung di televisi masing-masing....>>> ..jurnalis Michael Calderone melalui akun Twitter-nya, @mlcalderone. "Sejauh ini Obama hanya memanggil AP, Bloomberg, HuffPost, Reuters, NPR, NYT, FT, Roll Call dan tak satu pun wartawan televisi yang diundang,"..>> ..Desas-desus pun beredar di kalangan jurnalis. kabar yang tersebar, Obama tak nyaman dengan serangan media televisi atas Obamacare dan kaitannya dengan shutdown pemerintah AS. ..>>> ...Revolusi yang diawali dengan demonstrasi penggulingan kekuasaan di Arab, dikenal sebagai Arab Spring, menyebabkan kerugian ekonomi sekitar US$ 800 miliar. Angka ini, menurut analisis raksasa perbankan dunia HSBC, dihitung berdasar hilangnya potensi pendapatan hingga akhir tahun depan karena negara berjuang untuk memulihkan stabilitas....>>> ...Dampak penutupan AS Departemen Luar Negeri beroperasi secara terbatas Departmen Pertahanan tetap melanjutkan operasi militer Departmen Pendidikan tetap bisa mendistribusikan anggaran US$22 miliar untuk sekolah negeri, tetapi jajaran staf akan terkena imbas 12.700 pekerja Departmen Energi dipulangkan, 1.113 tetap bekerja mengawasi gudang senjata nuklir Departmen Kesehatan dan Layanan Publik akan memulangkan lebih dari setengah pekerjanya Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Departemen Keadilan hanya akan sedikit terkena pengaruh penutupan Layanan Pos AS berjalan normal Institusi Smithsonian, museum, kebun binatang dan banyak taman nasional akan ditutup Dampak pertama yang terlihat setelah penutupan ini adalah akun Twitter resmi gedung Capitol AS. “Karena perubahan dalam pendanaan pemerintah, akun ini tidak akan aktif sampai pemberitahuan lebih lanjut,” demikian isi tulisan akun resmi gedung Kongres AS tersebut....>>> ...Beijing has come forward, urging he U.S. to do what it can to avoid the pending default. China holds nearly $1.3 trillion in U.S. Treasury debt. And the Treasuries aren't even the biggest concern; if this default does come to fruition, major economies like China are more concerned about the negative impact on their products and exports. Other export-dependent Asian countries like Japan, Taiwan, and Korea (all of whom also hold Treasuries) would also experience hardship in the midst of a U.S. default. The issue, of course, is much more complex than these creditors "not getting paid on time." It's the fact that the calamity associated with a U.S. default will have a damaging ripple effect throughout the entire global economy....>>> The United States' power and influence in the global market comes with great responsibility. Failing to maintain this responsibility will be met with consequences. As Charles Murray put it, responsibility is that part of a free society that can be "harsh, Darwinian, unforgiving of human frailty." And "everybody, sooner or later, sits down to a banquet of consequences," according to Robert Louis Stevenson. Right now, the U.S. government is playing the blame game in an attempt to skirt the whole responsibility thing....>>> ...The Wall Street Journal recently ran a piece in which William Galston draws on a lesson learned during the Cuban missile crisis: Stand down before it's too late. Otherwise, Galston says, this gridlock will reign — and the U.S. government will run out of money on October 17. Meanwhile, both parties are sitting back and collecting paychecks as they gear up for day ten of finger-pointing. Although Boehner has allegedly assured fellow Republicans that he will not let the U.S. default on its debt for the first time in history, a deal has yet to be made. Until an official plan is in place, the potential for default is still on the table. Even if we don't default, this playground spat has already drawn quite a bit of unflattering global attention... Uncle Sam's reputation and credibility are on the line, regardless of whether a concise debt ceiling plan is formulated by October 17 or not....>>> As Obama and Boehner carry on like old high school rivals, the rest of the nation has grown weary of this dog and pony show... With the threat of default looming and no compromise in sight, the American public is anxiously awaiting actual news, not just a confirmation of the lingering stalemate that has been going on for the better part of two weeks now....>>


Ketika Obama 'Ngambek' pada Reporter TV

Ketika Obama 'Ngambek' pada Reporter TV
Barack Obama. REUTERS/Yuri Gripas
TEMPO.CO, Washington -

Jumpa pers di Gedung Putih kemarin masih digunjingkan kalangan jurnalis Amerika Serikat hari ini. Beda dari biasanya, staf Gedung Putih selektif memilih wartawan untuk bertanya-jawab dengan orang nomor satu AS ini. Hampir tak ada wartawan televisi di ruangan jumpa pers itu.

Padahal, biasanya wakil dari NBC, CBS, ABC, CNN, atau Fox News selalu hadir saat Obama perlu menyampaikan sesuatu pada kalangan pewarta. Mereka juga kerap mengajukan pertanyaan kritis, yang disiarkan langsung di televisi masing-masing.

Kabar ini pertama bocor saat jurnalis Michael Calderone melalui akun Twitter-nya, @mlcalderone. "Sejauh ini Obama hanya memanggil AP, Bloomberg, HuffPost, Reuters, NPR, NYT, FT, Roll Call dan tak satu pun wartawan televisi yang diundang," katanya.

Desas-desus pun beredar di kalangan jurnalis. kabar yang tersebar, Obama tak nyaman dengan serangan media televisi atas Obamacare dan kaitannya dengan shutdown pemerintah AS.

Obama, yang ditanya mengenai absennya media televisi dalam jumpa pers itu, tak memberi jawaban tuntas. Ia secara diplomatis menyatakan bukan dia yang memilih siapa yang harus diundang atau tidak dalam konferensi pers itu. "Tanyalah pada Jay (Jay Carney, pejabat pers Gedung Putih)," ujarnya.

Ini Dampak Penolakan Anggaran Pemerintahan Obama

1 October 2013 | Jam 18:16 WIB 
http://citraindonesia.com/ini-dampak-penolakan-anggaran-pemerintahan-obama/
Dolar AS
Dolar AS
AS, CITRAINDONESIA.COM- Pemerintah AS mulai melakukan penutupan sebagian setelah Parlemen yang dipimpin oleh Partai Republik menolak untuk menyetujui anggaran tahun depan.

Tenggat waktu tengah malam dilalui tanpa ada kesepakatan meski ada upaya jangka pendek  yang dilakukan Presiden Barack Obama.

Dengan anggaran yang tidak disetujui maka lebih dari 700.000 pekerja pemerintahan AS akan menjalani cuti tanpa dibayar dan tidak ada garansi pembayaran gaji kembali saat kebuntuan berakhir.

Hingga saat ini Partai Republik bersikeras untuk menunda UU reformasi kesehatan yang diusung Presiden Obama sebagai bagian dari persyaratan untuk meloloskan anggaran.

Ini merupakan penutupan sebagian pertama yang dialami pemerintah AS dalam 17 tahun terakhir.

Satu jam menjelang tengah malam, Parlemen yang dipimpin Republikan menggelar sebuah konferensi yang terdiri dari komite bipartisan dengan Senat untuk mencapai kesepakatan, tetapi Demokrat menyatakan sudah terlambat untuk menghindari penutupan.

Kantor anggaran Gedung Putih mulai memberitahu badan federal untuk mulai melakukan “penutupan secara tertib” menjelang tengah malam.
“perpecahan politik AS”

Dampak penutupan AS
  • Departemen Luar Negeri beroperasi secara terbatas
  • Departmen Pertahanan tetap melanjutkan operasi militer
  • Departmen Pendidikan tetap bisa mendistribusikan anggaran US$22 miliar untuk sekolah negeri, tetapi jajaran staf akan terkena imbas
  • 12.700 pekerja Departmen Energi dipulangkan, 1.113 tetap bekerja mengawasi gudang senjata nuklir
  • Departmen Kesehatan dan Layanan Publik akan memulangkan lebih dari setengah pekerjanya
  • Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Departemen Keadilan hanya akan sedikit terkena pengaruh penutupan
  • Layanan Pos AS berjalan normal
  • Institusi Smithsonian, museum, kebun binatang dan banyak taman nasional akan ditutup
Dampak pertama yang terlihat setelah penutupan ini adalah akun Twitter resmi gedung Capitol AS.
“Karena perubahan dalam pendanaan pemerintah, akun ini tidak akan aktif sampai pemberitahuan lebih lanjut,” demikian isi tulisan akun resmi gedung Kongres AS tersebut.

Sebelumnya mereka juga telah memperingatkan bahwa pusat informasi Capitol akan tutup, dan semua tur ditangguhkan.

Sesaat setelah tengah malam, Presiden Obama menulis di Twitter: “Mereka melakukannya. Sekelompok Republikan di Parlemen memaksa penutupan pemerintah karena Obamacare ketimbang meloloskan anggaran yang sesungguhnya.”

Juru bicara Parlemen John Boehner kepada wartawan mengatakan dia berharap Senat akan menerima tawaran konferensi dengan Parlemen “jadi kita bisa menyelesaikan masalah ini bagi rakyat Amerika.”
“Parlemen memilih untuk pemerintah tetap buka namun kami juga ingin keadilan mendasar bagi seluruh warga Amerika di bawah Obamacare,” katanya.

Senat akan bertemu lagi pada pukul 09:30 waktu setempat, Selasa (01/10/2013).
Wartawan BBC di Washington melaporkan perpecahan politik AS telah berkembang begitu pahit sehingga pemerintah sendiri tidak bisa berfungsi. (BBC/ling)

Arab Spring Telan 'Biaya' US$ 800 Miliar

http://www.tempo.co/read/news/2013/10/10/115520600/Arab-Spring-Telan-Biaya-US-800-Miliar

Arab Spring Telan 'Biaya' US$ 800 Miliar
Sejumlah demonstran yang menentang Presiden Mesir Mohamed Mursi melambaikan bendera negara di alun-alun Tahrir, Kairo, Rabu (3/7). REUTERS/Suhaib Salem
TEMPO.CO, Mesir
Revolusi yang diawali dengan demonstrasi penggulingan kekuasaan di Arab, dikenal sebagai Arab Spring, menyebabkan kerugian ekonomi sekitar US$ 800 miliar. Angka ini, menurut analisis raksasa perbankan dunia HSBC, dihitung berdasar hilangnya potensi pendapatan hingga akhir tahun depan karena negara berjuang untuk memulihkan stabilitas.

Dalam laporannya, HSBC memperkirakan bahwa pada akhir 2014, produk domestik bruto di tujuh negara paling terdampak - Mesir, Tunisia , Libya, Suriah, Yordania, Lebanon, dan Bahrain - akan menjadi 35 persen lebih rendah daripada seandainya tahun 2011 pemberontakan itu tidak terjadi. "Kombinasi dari kerusakan parah di ranah fiskal dan penurunan efektivitas pemerintahan, keamanan, dan penegakan hukum akan memperberat upaya pembuatan kebijakan, bahkan untuk membuka lapangan pekerjaan kembali ke tingkat sebelum revolusi," kata laporan itu.

HSBC memperkirakan pertumbuhan PDB di Timur Tengah dan Afrika Utara akan melambat menjadi 4,0 persen tahun ini, naik menjadi 4,2 persen tahun depan. Angka ini jauh dibawah kenaikan tahun lalu sebesar 4,5 persen dan 4,9 persen pada 2011 .

Mesir diperkirakan tumbuh hanya 2,2 persen tahun ini dan 3,0 persen tahun depan karena menghadapi tekanan berat pada anggaran negara. Angka pengangguran di negara ini juga masih akan tetap tinggi.

Sebagian, karena Arab Spring mengangkat harga minyak dan mendorong pemerintah untuk meningkatkan pengeluaran bagi kesejahteraan sosial untuk 'membeli' keamanan. Padahal negara-negara Teluk sebagian besar dalam kondisi makmur sejak 2011. HSBC menmprediksi Arab Saudi untuk tumbuh 4,3 persen tahun ini, turun sedikit menjadi 4,0 persen pada tahun 2014.

HSBC mengatakan Spring Arab telah merusak perekonomian di Teluk, dengan hanya menggantungkan pada minyak dan menghalangi reformasi kebijakan politik yang sensitif.

Lehman Brothers, Round II

Default or No Default, We're in a Crisis 23x Worse than Lehman

By Brittany Stepniak   

As Obama and Boehner carry on like old high school rivals, the rest of the nation has grown weary of this dog and pony show...

With the threat of default looming and no compromise in sight, the American public is anxiously awaiting actual news, not just a confirmation of the lingering stalemate that has been going on for the better part of two weeks now.

The U.S. government has made a fool of itself, and it's going to take a miracle (or perhaps personal responsibility and/or maturity on the part of our leaders, which seems like a lofty requirement these days) to get out of this pickle — before the government runs out of money in seven days.

Talk is Cheap
The Wall Street Journal recently ran a piece in which William Galston draws on a lesson learned during the Cuban missile crisis: Stand down before it's too late. Otherwise, Galston says, this gridlock will reign — and the U.S. government will run out of money on October 17.

Meanwhile, both parties are sitting back and collecting paychecks as they gear up for day ten of finger-pointing.

Although Boehner has allegedly assured fellow Republicans that he will not let the U.S. default on its debt for the first time in history, a deal has yet to be made.

Until an official plan is in place, the potential for default is still on the table.

Even if we don't default, this playground spat has already drawn quite a bit of unflattering global attention... Uncle Sam's reputation and credibility are on the line, regardless of whether a concise debt ceiling plan is formulated by October 17 or not.

The shutdown has been seen from all views of the world stage, and no one's quite sure just how badly this has already damaged our credibility. Surely, it will only continue to chip away at what we have left.
Default or no default, we've still got a big fat crisis on our hands — one that could have serious ramifications for the entire global economy.

It's Hurting Emerging Markets
The United States' power and influence in the global market comes with great responsibility. Failing to maintain this responsibility will be met with consequences.

As Charles Murray put it, responsibility is that part of a free society that can be "harsh, Darwinian, unforgiving of human frailty."

And "everybody, sooner or later, sits down to a banquet of consequences," according to Robert Louis Stevenson.

Right now, the U.S. government is playing the blame game in an attempt to skirt the whole responsibility thing.

No one wants to go down in history for being responsible for our nation's first period of default... but nobody is taking the initiative to avoid it, either.

Our political leaders must put aside their delusional, narcissistic tendencies, or else they're going to destroy the very system they all claim they're trying to salvage.

Unless they start considering the big-picture consequences of their self-serving actions, emerging economies like Brazil, India, and Russia are also going to be up a creek without a paddle.

Beijing has come forward, urging he U.S. to do what it can to avoid the pending default. China holds nearly $1.3 trillion in U.S. Treasury debt.

And the Treasuries aren't even the biggest concern; if this default does come to fruition, major economies like China are more concerned about the negative impact on their products and exports. Other export-dependent Asian countries like Japan, Taiwan, and Korea (all of whom also hold Treasuries) would also experience hardship in the midst of a U.S. default.

The issue, of course, is much more complex than these creditors "not getting paid on time." It's the fact that the calamity associated with a U.S. default will have a damaging ripple effect throughout the entire global economy.

Our tentacles are everywhere.



Lehman Brothers, Round II
Because we are such a key player in the global economy, this ripple effect would mimic the chain of events that occurred in the aftermath of the Lehman Brothers' collapse...
Yes, dear reader, it seems as though we've circled right back to where we started.
**Newsflash: We're still in a crisis. With a default inacted, this one will be 23 times worse, because our debt is 23 times higher than it was in September 2008!**
This time, interest rates will skyrocket to historic levels. The dollar will consequently plummet.
If the U.S. stops paying its bills on time, creditors will jack up interest rates and inflation will skyrocket across the board as a result.
These super-spikes will have extremely adverse effects on American families trying to put food on their tables and gas in their cars... and as a result, both the U.S. government and its people would no longer be able to pay their bills on time.
Investor Reaction
Surprisingly, gold prices have remained flat in lieu of these threats.
Then again, this makes sense, since most Americans can't even fathom an actual default. Indeed it'd be ludicrous if we actually do default. I'd be lying if I said I think we will.
The bigger concern here is the fact that our politicians are turning our government into a mockery, and even if we are able to pay our bills on time, that colossal debt will still be there to haunt us for decades.

If we do default, I think the anticipated investor reaction is obvious: Central banks and individuals alike would immediately flood the gold and silver markets. Gold would stand a real chance of regaining its position as the reserve currency. Long-term gold bugs would relish in it, finally reaping the rewards for their patience in holding in lieu of current sluggishness.
Cut the Crap, Reduce the Waste
No matter what happens, everyone needs to buck up and buckle down.
It's time for our nation's leaders to actually lead the country in a positive direction, instead of acting like this situation is akin to an elementary squabble.
We must limit spending and cut out exorbitant luxuries granted to those in cushy government jobs.
And we must crack down on big bank fraud and corruption at large.
These things are costing us more than those pretty pennies we're borrowing from China...
They've already cost us our reputation as the greatest nation in the world. If we want that title back, we're going to have to earn it — without cutting corners.
To become what we once were, our national character must refocus its vision of "life, liberty, and the pursuit of happiness" via individual responsibility, hard work, and an understanding of the big picture consequences of every single action.
Default or no default, we've got a lot of shaping up to do to prevent impending doom.
Farewell for now,
Brittany Stepniak Signature
Brittany Stepniak
 

follow basic@AngelPubGirl on Twitter

Related Articles

Ron Paul on the Gov't Shutdown
"We need to reduce overseas militarism and begin an orderly drawdown of the welfare state before a crisis occurs..."

The Dollar Dies in Nine Days
The impending U.S. default will decimate national and global economies, destroy the U.S. dollar, and return gold as the only global reserve currency.

Shutdown Advances Stock Volatility
Fear is high in the markets as the government approaches the debt ceiling with no sign of movement in the shutdown. But you shouldn't be scared...

Will the 14th Amendment Void the Debt Ceiling?
A number of people are claiming President Obama could invoke the 14th Amendment to bypass the debt ceiling...

1 komentar:

  1. Hari ini saya ingin mengunkapkan tentang perjalanan hidup saya,karna masalah ekonomi saya selalu dililit hutang bahkan perusahaan yang dulunya saya pernah bagun kini semuanya akan disitah oleh pihak bank,saya sudah berusaha kesana kemari untuk mencari uang agar perusahaan saya tidak jadi disitah oleh pihak bank dan akhirnya saya nekat untuk mendatangi paranormal yang terkenal bahkan saya pernah mengikuti penggandaan uang dimaskanjeng dan itupun juga tidak ada hasil yang memuaskan dan saya hampir putus asa,,akhirnya ketidak segajaan saya mendengar cerita orang orang bahwa ada paranormal yang terkenal bisa mengeluarkan uang ghaib atau sejenisnya pesugihan putih yang namanya Mbah Rawa Gumpala,,,akhirnya saya mencoba menhubungi beliau dan alhamdulillah dengan senan hati beliau mau membantu saya untuk mengeluarkan pesugihan uang ghaibnya sebesar 10 M saya sangat bersyukur dan berterimakasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala berkat bantuannya semua masalah saya bisa teratasi dan semua hutang2 saya juga sudah pada lunas semua,,bagi anda yang ingin seperti saya dan ingin dibabtu sama Mbah silahkan hubungi 085 316 106 111 saya sengaja menulis pesan ini dan mempostin di semua tempat agar anda semua tau kalau ada paranormal yang bisah dipercaya dan bisa diandalkan.untuk lebih lengkapnya buka saja blok Mbah karna didalam bloknya semuanya sudah dijelaskan PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

    BalasHapus