Selasa, 08 Oktober 2013

NEGARA DENGAN UTANG BESAR2 CENDERUNG PENERINTAHANNNYA ..DIKENDALIKAN ASING ATAU OLEH PARA INVESTOR .....??? >> BIASANYA RAKYAT DIBEBANI MACAM2 BURDENS...?? ADA PAJAK INI ITU-PUNGUTAN-DAERAH PUSAT-DAN MACAM2 PAJAK ATAU RETRIBUSI ATAU APAPUN YANG RESMI DAN TIDAK... KARENA PARA PEJABATNYA PINGIN LEBIH KAYA DAN CEPAT DAPAT INCOME BESAR....MAKA MARAK KORUPSI DLL....>> KALAUPUN TIDAK KORUPSI... RAKYAT TETAP DIKENAKAN BEBAN PAJAK DALAM SEGALA SEKTOR...??>> KENAPA DEMIKIAN...??? KARENA BEBAN NEGARA ITU BESAR.. SEHINGGA DANA2 RESMI SANGAT DI KONTROL AGAR BISA MEMBAYAR UTANGAN DAN KEWAJIBAN2NYA..TEPAT WAKTU...??>> ..... NEGARA-NEGARA....YANG MENGIKUTI POLA PEMERINTAHAN DAN SISTEM KEUANGAN NEGARA SESUAI ANJURAN BANK DUNIA-IMF-ADB...DLL ...YANG PADA DASARNYA.. MENGGADAIKAN ASET2 NEGARA KEPADA INVESTOR DAN UTANGAN2 BANK2 DENGAN REKOMENDASI BANK DUNIA..ATAU IMF-..ATAU ASIAN DEVELOPMENT BANK.. KONON MENJADI NEGARA DAN BANGSA SERTA RAKYATNYA DI SANDERA..OLEH PARA INVESTOR..DAN PARA PEMILIK UANG...YAKNI PARA ORANG2 SUPERKAYA DUNIA.. ATAU DENGAN SELUBUNG KORPORASI..MILIK2 MEREKA...??>> SEYOGIANYA NEGARA DENGAN PEMERINTAHAN INDEPENDEN.. BISA MEMBANGUN SISTEM KEUANGAN SENDIRI... DAN DENGAN ASET NEGARANYA.. MEMBANGUN EKONOMI DENGAN KEKUATAN SENDIRI...DAN TENTU TIDAK DENGAN TIBA2.. MENJADI KAYA RAYA..>> SEMUA DENGAN KERJA NYATA DARI PIMPINAN YANG PALING TINGGI.. RAJA2-PANGERAN2-ATAU PERDANA MENTERI-PRESIDEN-MENTERI DAN SEMUA JAJARANNYA HARUS JUJUR-SEDERHANA--TIDAK FOYA2... DAN HIDUP MERAKYAT.. DAN TIDAK INGIN IMPOR BARANG2 MEWAH.. DAN HANYA UNTUK KEPERLUAN MEMBANGUN KEMANDIRIAN BANGSA DAN RAKYAT ..SECARA RIIL...>> MEMBANGUN PERTANIAN...DENGAN UU AGRARIA YANG BENAR..YAKNI PARA PETANI MEMILIKI TANAH PERTANIAN YANG DISUBSIDI OLEH PEMERINTAH.. UU BAGI HASIL-- UNTUK PARA PENGGARAP DAN BURUH TANI YANG BELUM MEMPUNYAI TANAH DAL LADANG TETAPI BENAR2 AHLI BERTANI... >> TANAH2 SUBUR-SUMBER2 AIR TAWAR-SUNGAI-WADUK-DANAU-SITU-RAWA-KALI-DAN BERBAGAI.. LOKASI AREA TANAH SUBUR LAINNYA... DIPELIHARA..DAN TIDAK DIJADIKAN TANAH INDUSTRI ATAU PERUMAHAN..ATAU.. PERKOTAAN..>> HUTAN2 LINDUNG UNTUK MENJAGA DEBIT AIR..DAN ALIRAN SUMBER2 AIR TAWAR UNTUK KEHIDUPAN DAN PERTANIAN DIPELIHARA..DARI HULU HINGGA HILIR DENGAN KEPERSIHAN PRIMA..DAN DIJAUHKAN SUMBER2 PENYAKIT DAN KONTAMINASI..KIMIA..ATAU ZAT2 YANG MENGURANGI KWALITAS AIR DAN KESUBURAN TANAH.. HINGGA BENAR2 AMAN DAN BERKEMBANG DENGAN BAIK.. SECARA ALAMI DAN BENTUAN TEKNOLOGI PERTANIAN..SERTA KEILMUAN TANI..>> DEMIKIAN JUGA UNTUK NELAYAN-DAN SUMBER2 BUDI DAYA KELAUTAN SERTA DAERAH2 SUMBER PARA NELAYAN ALAM-DAN TRADISIONIL.. DEBERIKAN HAK2..ULAYAT..DAN BANTUAN KEUANGAN DAN PERALATAN..SERTA PERLINDUNGAN HUKUM UNTUK HAK2..RAKYAT SEMESTA...>> MAKA KELESTARIAN ALAM HARUS TERPELIHARA.. SERTA ALAM MENJADI BAGIAN SUMBER KEHUSPAN SEMUA MAKHLUK BAIK MANUSIA -TUMBUHAN DAN FAUNANYA..MENYATU DLAM KONTEK YANG AMAN-HARMONI..DAN SALING MEMBERIKAN KEBAIKAN..>> PERDAGANAGN DIATUR SECARA BAIK DENGAN UU ANTI RIBAWI-YANG MELINDUNGI DARI MULAI-PENDANAAN-PROSES PRODUKSI-DISTRIBUSI-DAN RETAIL: MEMBERANTAS ... LINTAH DARAT-PENIPUAN-PENGURANGAN KWALITAS-PERBUATAN2 YANG MENGKONTAMINASI KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN ... DLL >> PERBANKAN -INDUSTRI-DAN PERTAHANAN KEAMANAN NEGARA-BANGSA-RAKYAT SEMESTA..SECARA TERINTEGRASI..>> PARA POLTISI-ULAMA-KAUM CENDEKIAWAN-AHLI2-DAN PARA PROFESIONAL DAN PEKERJA--SERTA GURU2-MAHASISWA-DAN PEMUDA.. MEMILIKI PROGRAM2..YANG TERARAH UNTUK MEMBANGUN JIWA2..YANG KUAT DAN MANDIRI.. SERTA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA..YANG SOLID..>> ...Dunia kini tengah dihebohkan dengan berita tentang "bangkrut"-nya pemerintah Amerika yang tidak memiliki dana untuk menjalankan pemerintahan setelah rencana anggaran yang diajukan pemerintah ditolak para legislator. Dengan berpura-pura bodoh atau memang benar-benar bodoh, media-media massa pun ramai-ramai menyebutkan program jaminan sosial "Obamacare" sebagai penyebab kebangkrutan tersebut. Mereka tidak pernah menyebut bahwa pemerintah Amerika memiliki hutang sebesar $16 triliun dan separohnya lebih "dihasilkan" oleh Presiden Obama, dan untuk membayar bunganya saja pemerintah harus mengeluarkan ratusan miliar dollar per-tahun. Ini belum termasuk "perang melawan terorisme" yang menguras ratusan miliar dolar Amerika dana publik Amerika setiap tahun. Itulah yang mengakibatkan Amerika bangkrut, bukan "Obamacare"....>>>..... Ketika sebuah negara yang memiliki rasio utang terhadap GDP di atas 100% tidak sanggup membayar, apa yang akan terjadi? Seperti Belize dan Yunani, mereka mengancam para pemberi pinjaman untuk memangkas utangnya. Jika tidak, maka para investor di negara ini akan sama-sama menanggung kehancuran akibat gagal bayar utang. Menurut IMF, ada 10 negara yang memiliki persentase utang terhadap GDP di atas 100%. Beberapa negara pengutang di daftar ini merupakan pemain besar di panggung global. Mereka cukup besar dan penting hingga ada kemungkinan mayoritas saham Anda diinvestasikan pada utang mereka atau Anda melakukan bisnis di sana....>>>


MENGAPA NEGARA-NEGARA BANGKRUT?

http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/10/mengapa-negara-negara-bangkrut.html#.UlOmqFON6So

Sebelumnya saya mohon ma'af kepada para pengunjung setia blok ini yang melihat akhir-akhir ini produktifitas tulisan saya menurun tajam. Selama sebulan terakhir ini Kota Medan dan wilayah-wilayah lain di seluruh Sumatera Utara tengah mengalami krisis listrik yang sangat parah. Hari ini saja warga sekeliling rumah saya mengalami pamadaman aliran listrik selama lebih dari 6 jam non-stop. Parahnya lagi Telkom, BUMN prestisius yang bertanggungjawab atas layanan telekomunikasi seperti turut berkonspirasi menghancurkan layanan publik dengan tidak menyediakan genset untuk mendukung operasionalnya. Maka ketika alisran listrik mati, jaringan internet pun lumpuh. Akibatnya masyarakat pun semakin sulit untuk bisa mengakses internet, khususnya yang selama ini mengandalkan produk "Speedy" milik Telkom.
Gubernur Sumut yang sudah tidak tahan dengan tingkah PLN, terutama dengan kebohongan-kebohongan publik yang terlalu sering diumbar para pejabat PLN, telah melaporkan masalah ini kepada Presiden SBY. Namun seperti sudah saya duga, hal ini tidak merubah apapun karena SBY juga bagian dari masalah ini, bahkan mungkin yang paling besar. Alih-alih menanggapi serius permasalahan krisis listrik di Indonesia dan khususnya di Sumut, hari ini saya mendengar pernyataan aneh SBY yang meminta pimpinan TNI untuk memikirkan kesejahterakan personilnya. Bukankah yang harus memikirkan kesejahteraan aparat TNI adalah pemerintah? TNI adalah institusi profesional yang personilnya tidak boleh dibebani dengan "urusan perut" karena bisa sangat berbahaya. Apakah para jendral itu harus "ngobyek" untuk menambah uang saku anak buahnya?

Sejak SBY berpidato menyambut kemenangannya dalam pemilu tahun 2009 lalu, saya sudah meramalkan, Indonesia akan mengalami hal-hal yang sangat buruk. Dan krisis listrik di Sumut dan beberapa kejanggalan lainnya seperti melonjaknya harga barang-barang kebutuhan pokok, baru "pemanasan" saja. Saya sudah bisa membayangkan yang lebih buruk: pemadaman listrik total di ibukota, mesin-mesin ATM yang mogok massal, dan pengenaan pajak progressif pada tabungan masyarakat yang tidak berbeda dengan perampokan dana-dana masyarakat secara besar-besaran oleh negara (sudah terjadi di Yunani).

Dan hal-hal seperti itu pulalah yang bisa mengakibatkan sebuah negara menjadi bangkrut, seperti Amerika misalnya.

Dunia kini tengah dihebohkan dengan berita tentang "bangkrut"-nya pemerintah Amerika yang tidak memiliki dana untuk menjalankan pemerintahan setelah rencana anggaran yang diajukan pemerintah ditolak para legislator. Dengan berpura-pura bodoh atau memang benar-benar bodoh, media-media massa pun ramai-ramai menyebutkan program jaminan sosial "Obamacare" sebagai penyebab kebangkrutan tersebut. Mereka tidak pernah menyebut bahwa pemerintah Amerika memiliki hutang sebesar $16 triliun dan separohnya lebih "dihasilkan" oleh Presiden Obama, dan untuk membayar bunganya saja pemerintah harus mengeluarkan ratusan miliar dollar per-tahun. Ini belum termasuk "perang melawan terorisme" yang menguras ratusan miliar dolar Amerika dana publik Amerika setiap tahun. Itulah yang mengakibatkan Amerika bangkrut, bukan "Obamacare".

Namun hanya sedikit orang yang memahani ekonomi negara. Bahkan saya berani menjamin hanya sedikit sekali orang yang telah belajar Ekonomi Makro yang memahami tentang bagaimana perekonomian sebuah negara dijalankan.

Tuhan telah menganugerahkan bumi dengan kekayaan dan sumber daya yang tidak terkira. Hukum alam telah mengatur mahluk hidup untuk berkembang biak. Sebulir padi yang bisa menghasilkan ribuan butir padi dan sepasang ayam yang bisa menghasilkan ratusan ayam dan ribuan telor. Dikombinasikan dengan otak manusia yang luar biasa cerdas yang bisa merekayasa tanaman pangan untuk tumbuh di atas tanah gersang, plus peradaban manusia yang telah berkembang ribuan tahun, semestinya dunia ini dilimpahi dengan kemakmuran.

Namun mengapa banyak negara bisa hancur ekonominya dan umat manusia pun dilanda kelaparan dan kemiskinan? Bagaimana mungkin sebuah negara yang pemerintahnya memiliki sumber pendapatan mencapai Rp 40.000 triliun per-tahun seperti Amerika, bisa bangkrut? Tidak lain karena negara tersebut telah diatur dengan cara yang salah. Namun kesalahan ini tragisnya bukan karena "kebodohan", melainkan karena "kejahatan sistematis".

Setahun lebih yang lalu saya sempat berdiskusi dengan seorang teman tentang kondisi ekonomi negeri ini, khususnya terkait dengan minimnya anggaran pendidikan dikucurkan pemerintah pada perguruan tinggi negeri. Ketika saya mencoba memancingnya tentang "kejahatan sistematis" pengelolaan keuangan negara oleh pemerintah, teman saya yang menyandang gelar doktor dari Amerika itu menjawab tegas bahwa tidak mungkin pemerintah melakukan kejahatan seperti itu. Sayangnya prasangka baik tentang mitos "pemerintah selalu baik" yang dimiliki sebagian besar masyarakat itulah yang mengakibatkan negara seperti Amerika bisa bangkrut.


(bersambung)

3 komentar:

yufanz bellamy mengatakan...
distroyed america
Agus Susanto mengatakan...
BRI (Bank Rakyat Indonesia) sarang yahudi. tolong mas yon di tulis untuk kebobrokan BRI kita. kenapa saya meminta ini mas yon, karena saya sebagai pegawai rendah di pemerintahan sangat kecewa oleh ulah BRI. saya berhutang di BRI 20 juta dan akan di bayar selama 3 tahun dengan memotong gaji saya, bila pemotongan gaji sudah berjalan 1 tahun dan saya ingin melunasi yg sisa dua tahun maka saya harus membayar seluruh bunga nya. sementara perjanjian dari pihak BRI sebelumnya jika saya ingin melunasi hutang saya maka hanya membayar pokok nya saja ditambah bunga 6 bulan. sekarang aturan tersebut berubah dengan merugikan saya sebagai peminjam. mereka merubahnya tanpa mengkaji lebih dulu. ternyata Bank BRI yang kita banggakan adalah salah satu tangan kapitalis.
cahyono adi mengatakan...
Mas agus, perbankan Indonesia dan mayoritas negara-negara lainnya adalah sistemnya yahudi, bahkan kepemilikannya juga yahudi.

Saya berpendapat perbankan adalah sektor yang menguasai hajat hidup orang banyak, maka harus dikuasai oleh pemerintah. Perbankan mestinya hanya berfungsi menjaga likuiditas, bukan untuk mencari keuntungan. Namun negara yang menjalankan sistem perbankan seperti ini (Libya) justru dihancurkan.

Bayangkan saja, para banker yang tidak pernah membuat apapun justru mendapat untung paling besar. Gaji para eksksutifnya yang melebihi menteri dan presiden, sementara para petani dan pekerja yang benar-benar menciptakan nilaia tambah justru terpinggirkan. Ini mestinya tidak boleh terjadi.
Metta Pranata - detikfinance
Jumat, 24/08/2012 09:58 WIB
Index Artikel Ini   Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 2 dari 11 Next »

1. Jepang

http://images.detik.com/content/2012/08/24/4/100454_jepang.jpg 
Foto: Reuters
Negara berekonomi terbesar ketiga di dunia (berdasarkan GDP) ini kembali menduduki posisi puncak dengan rasio utang 230%. Tahun lalu, IMF mencatat rasio utang Jepang sebesar 229,77% dengan GDP US$ 5,869 triliun (Rp 55.700 triliun).

Menurut pendiri Daily Trading Report, Bran McFadden kepada CNBC, masalah besar Jepang adalah mereka kecanduan berutang dan lebih parah dari Eropa. Separuh pemasukan negara saat ini digunakan untuk membayar bunga pinjaman.

2. Yunani

http://images.detik.com/content/2012/08/24/4/100428_yunana.jpg 
Foto: Reuters
Tidak mengejutkan melihat nama Yunani bertengger di posisi dua dengan rasio utang terhadap GDP sebesar 161%. Awal tahun ini, Yunani mengambil langkah berani dengan meminta pemberi pinjaman untuk memangkas utangnya sebanyak 46,5%. Kalau tidak, Yunani akan mengumumkan kebangkrutan. Sepanjang tahun 2011 Athens Stock Exchange Index sudah terpuruk sebanyak 63%.

3. Jamaika

http://images.detik.com/content/2012/08/24/4/100358_jamaica.jpeg 
Foto: Reuters
Hingga Juli 2012, rasio utang Jamaika mencapai 139%. Tingginya utang Jamaika selalu disebut-sebut sebagai penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi dan membebani anggaran pemerintah setiap tahunnya. Pada 4 Februari 2010, Jamaika berhasil mendapat pinjaman dari IMF sebesar US$ 1,27 miliar untuk periode tiga tahun.

4. Libanon

http://images.detik.com/content/2012/08/24/4/100329_libanon.jpg 
Foto: Reuters
Negara Timur Tengah ini menanggung rasio utang terhadap GDP 136%. Akibat konflik yang berkecamuk di Syria, pertumbuhan GDP Libanon turut anjlok menjadi hanya 1,5% saja sepanjang tahun 2011. Keputusan pemerintah Libanon untuk menaikkan minimum gaji sebanyak 35% Januari lalu setelah ditekan serikat buruh membuat IMF kesal.

Menurut Deputy Managing Director IMF, Nemat Shafik yang dikutip dari The Daily Star (24/8/2012), anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk menciptakan lapangan kerja baru jadi terpakai untuk menaikkan gaji orang-orang yang sudah punya pekerjaan.

 5. Italia

http://images.detik.com/content/2012/08/24/4/100256_italia.jpg 
Foto: Reuters
Italia merupakan negara Uni Eropa kedua yang masuk daftar ini dengan rasio utang 120%. Kebutuhan pinjaman tahunan Italia untuk periode 2012 – 2013 diperkirakan mencapai 415 miliar euro. Stabilitas ekonomi Italia rentan pengaruh Yunani dan Spanyol, ditambah menurunnya minat investor luar negeri. Juli lalu Moody's memangkas peringkat obligasi Italia dua notch menjadi A3 atau mendekati status junk.

6. Barbados

http://images.detik.com/content/2012/08/24/4/100222_barbados.jpg 
Foto: Reuters
Negara Kepulauan Karibia ini menanggung rasio utang 117% dari GDP-nya dan menjalani program penghematan dalam 2 tahun terakhir untuk memenuhi target pengurangan defisit anggaran dari IMF. Pada Juli 2012, Standard & Poors memangkas peringkat utang Barbados dari investment grade menjadi 'junk' di BB+.

7. Portugal

http://images.detik.com/content/2012/08/24/4/100157_portugal.jpg 
Foto: Reuters
Satu lagi negara Uni Eropa yang terlilit utang masuk ke daftar ini. Portugal dengan rasio utangnya yang mencapai 107% dari GDP US$ 248,98 miliar. Menurut Bank of Portugal, sekitar 31 miliar euro utang perusahaan jatuh tempo tahun ini. Jumlah tersebut setara dengan 40% dana bailout 3 tahun dari IMF dan Uni Eropa. Hampir semua sektor terlilit tumpukan utang, namun yang paling terpukul adalah sektor konstruksi. Pemerintah Portugal memperkirakan pertumbuhan GDP tahun ini 3,5%

8. Irlandia

http://images.detik.com/content/2012/08/24/4/100129_irlandia.jpg 
Foto: Reuters

Negara anggota Uni Eropa ini termasuk salah satu yang lebih dulu terpuruk akibat lilitan utang. Dengan rasio utang 105%, pemerintah Irlandia berusaha mati-matian mengurangi defisit anggaran publik. Pada April 2012, lagi-lagi pemerintah Irlandia merevisi prediksi kenaikan GDP dari yang malah menurun. Dari tadinya 1,3% menjadi 0,7%.

9. Amerika Serikat

http://images.detik.com/content/2012/08/24/4/100059_usa.jpg 
Foto: Reuters
Negara ekonomi nomor satu di dunia (berdasarkan GDP) ini masuk daftar dengan rasio utang 103%. Demi mengimbangi pertumbuhan utang negara, AS harus mempertahankan pertumbuhan ekonomi minimal 6%. Presiden Barack Obama mempertimbangkan beberapa opsi, salah satunya menaikkan pajak golongan kaya untuk menambah pemasukan negara.

10. Singapura


http://images.detik.com/content/2012/08/24/4/100040_merlionsingapore.jpg 
Foto: Reuters
Negara tetangga kita ini merupakan satu-satunya anggota ASEAN yang masuk daftar dengan rasio utang mencapai 101%. Di paruh pertama 2012, perusahaan-perusahaan Singapura mencatat kenaikan pinjaman sebesar 7%. Di Singapura, utang publik sebagian besar terdiri dari terbitan Singapore Government Securities untuk mendanai anggaran pensiun. Sejak 1980an, pemerintah Singapura tidak pernah mengajukan pinjaman untuk menutup defisit belanja anggaran.

1 komentar:

  1. Hari ini saya ingin mengunkapkan tentang perjalanan hidup saya,karna masalah ekonomi saya selalu dililit hutang bahkan perusahaan yang dulunya saya pernah bagun kini semuanya akan disitah oleh pihak bank,saya sudah berusaha kesana kemari untuk mencari uang agar perusahaan saya tidak jadi disitah oleh pihak bank dan akhirnya saya nekat untuk mendatangi paranormal yang terkenal bahkan saya pernah mengikuti penggandaan uang dimaskanjeng dan itupun juga tidak ada hasil yang memuaskan dan saya hampir putus asa,,akhirnya ketidak segajaan saya mendengar cerita orang orang bahwa ada paranormal yang terkenal bisa mengeluarkan uang ghaib atau sejenisnya pesugihan putih yang namanya Mbah Rawa Gumpala,,,akhirnya saya mencoba menhubungi beliau dan alhamdulillah dengan senan hati beliau mau membantu saya untuk mengeluarkan pesugihan uang ghaibnya sebesar 10 M saya sangat bersyukur dan berterimakasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala berkat bantuannya semua masalah saya bisa teratasi dan semua hutang2 saya juga sudah pada lunas semua,,bagi anda yang ingin seperti saya dan ingin dibabtu sama Mbah silahkan hubungi 085 316 106 111 saya sengaja menulis pesan ini dan mempostin di semua tempat agar anda semua tau kalau ada paranormal yang bisah dipercaya dan bisa diandalkan.untuk lebih lengkapnya buka saja blok Mbah karna didalam bloknya semuanya sudah dijelaskan PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

    BalasHapus