Rabu, 23 Oktober 2013

OBAMA DAN DEKRIT "BENCANA NASIONAL"....??? DAN KEKUASAAN MUTLAK PRESIDEN...??>> >> DALAM SITUASI TERBURUK..DALAM MASALAH BUDGET DAN PERTENTANGAN DENGAN KONGRES... MAKA OBAMA BISA SAJA MENYATAKAN DEKRIT...BAHWA NEGARA DALAM BENCANA NASIONAL..??>> MAKA HAL INI MUTLAK KEKUASAAN DITANGAN PRESIDEN... DAN DAPAT MEMUTUSKAN APAPUN ... SEJALAN DENGAN KEBIJAKAN DAN UU NEGARA. AS..??>> .... Federal Reserve AS bangkrut dan memiliki kewajiban lebih US $ 3,2 triliun dan hanya memiliki kapital sebesar $ 60 miliar. Hutang nasional pemerintah AS sedang bergerak dengan cepat menjadi $17 triliun dan kewajiban off balance sheet sekarang diperkirakan oleh para ekonom ternama di antara $100 triliun dan $ 200 triliun...>> ..Keuangan nasional Inggris, Jepang dan banyak negara Eropa yang mirip dengan orang-orang dari Amerika Serikat dan mereka juga baik bangkrut atau mendekati kebangkrutan. Oleh karena itu, US Dollar dan semua mata uang akan terus ter-devaluasi dan turun terhadap emas yang memiliki stock terbatas dan langka di bulan dan tahun mendatang. Investasi emas sekarang juga untuk menjaga basic portfolio anda...>>....ketiadaan sama sekali nilai-nilai moral dan etika. Kami berada dalam tahap akhir era dekadensi ekstrim, era yang sayangnya tidak dapat dan tidak akan memiliki akhir yang bahagia....>> ..... Harga saham bisa melejit dalam satu malam ketika the Fed memutuskan untuk melanjutkan program Quantitative Easing-nya, apakah kinerja harga saham yang demikian ini cerminan kemajuan ekonomi ? tentu tidak. Sebaliknya juga demikian, harga saham bisa langsung anjlok seketika ketika the Fed memutuskan untuk menghentikan program QE-nya, apakah ini cerminan runtuhnya ekonomi ?, mestinya juga tidak. Lha kalau jatuh bangunnya harga saham yang dipicu oleh rapat-rapat bulanan the Fed – bukan merupakan ukuran kinerja ekonomi kita, mengapa para pelaku ekonomi kita rela pontang-panting dibuat pusing oleh setiap kebijakan the Fed ?..>>> ..... Dunia Berdasarkan Hutang, Eropa Tanpa Harapan, ...>>> ..pertama Federal Reserve , atas inisiatif sendiri, dengan mudah akan meminjamkan US Treasury berapapun uang yang akan membutuhkan. Anda harus ingat bahwa Federal Reserve meminjamkan kepada bank-bank AS dan Eropa lebih dari $16 triliun untuk memungkinkan mereka menghindari default, atau kegagalan sekaligus . Pinjaman dari Federal Reserve yang melebihi $ 16 triliun inilah yang membuat sistem ekonomi tidak tenggelam.....?? kedua adalah bahwa Presiden Obama, karena undang-undang yang ada, akan memiliki kekuatan untuk menyatakan ‘bencana nasional’ (National Catastrophe) dan akan menjadikannya pemimpin penuh pemerintahan. Ini mendapat Kongres dan Pengadilan keluar kekuasaan. Pada saat itu tidak ada batasan pada kekuasaan presiden jika ia menyerukan ‘bencana nasional.’....>> . Keempat kaki menyokong, pencetakan Bank sentral, leverage Bank, pinjaman Pemerintah dan manufaktur Derivatif telah menciptakan dunia dengan delusi kekayaan dan ilusi kemakmuran. ...>>> ..Kita telah mengalami satu abad kemakmuran palsu berdasarkan pada uang dicetak dan hutang. Dalam 100 tahun terakhir kita telah melihat penciptaan Fed di AS (bank sentral yang dimiliki, dibuat dan dikendalikan oleh bankir swasta) dikombinasikan dengan perbankan fractional reserve (yang memungkinkan bank untuk leverage 10 sampai 50 kali), meledaknya hutang pemerintah dan pasar derivatif sebesar $1,4+ kuadriliun. Ini adalah alasan utama mengapa perekonomian dunia berkembang pada abad terakhir dan khususnya dalam 40 tahun terakhir. ...>>>

Pertanyaan Mendasar, Apakah Emas Adalah Uang ?


Pada tahun 2011 , anggota Kongres AS Ron Paul bertanya kepada Ketua Federal Reserve Ben Bernanke dalam sebuah pertemuan U.S. House Financial Services Committee dengan pertanyaan sederhana yang seharusnya mendapatkan jawaban yang sederhana pula, apakah emas adalah uang ? Bernanke tampak tidak nyaman dengan pertanyaan Ron, tetapi intinya ia menyimpulkan bahwa emas bukanlah uang, dan berakibat membuat ekonom dan sejarawan di seluruh dunia mengeluarkan pendapat yang sama sekali berbeda tentang masalah tersebut.
Jadi apakah sejatinya emas adalah uang ? Untuk dapat menjawab pertanyaan itu – pertama-tama kita harus menjelaskan apa ‘ uang’ itu dan mungkin lebih penting, bagaimana kebutuhan akan ‘uang’ diturunkan pertama kali.

Sebelum Adanya Uang

Pada hari ini, sangat mudah untuk menjelaskan apa itu uang, yaitu potongan kertas yang diciptakan pemerintah yang memungkinkan Anda untuk menukarnya dengan barang atau jasa yang ingin Anda membeli. Namun uang dalam bentuk kertas digunakan secara luas baru beberapa abad saja. Kebutuhan untuk uang berkembang bersamaan dengan orang-orang mulai hidup di masyarakat dan ingin memiliki berbagai barang yang tidak bisa mereka buat sendiri. Konsep barter lahir, dimana dua pihak dapat bertukar barang yang mereka miliki, dan bernilai relatif sama. Temuan sejarah lainnya telah menunjukkan keberadaan gift economies (ekonomi hadiah), dimana orang yang saling kenal saling memberi hadiah dengan tidak langsung mengharapkan imbalan balik. Maka metode yang lebih jelas dan lebih konsisten diperlukan untuk memastikan nilai barang yang dipertukarkan, atau nilai timbal balik yang diperlukan untuk diberikan ketika membalas hadiah dengan hadiah.

Sejarah dan Kelahiran Uang

Masalah terbesar dengan sistem barter adalah diperlukannnya “kebetulan untuk saling membutuhkan” yang sangat sulit terjadi, karena Anda bisa bayangkan, jaman pra – internet dulu tidak ada yang namanya Email, Twitter atau Facebook. Oleh karena itu orang tertarik untuk memperdagangkan kelebihan produksi mereka dengan “komoditas menengah” yang mereka rasa memiliki kesempatan lebih besar untuk diperdagangkan lagi agar dapat memenuhi kebutuhan lainnya. Sifat komoditas menengah memiliki beberapa karakteristik seperti uang : permintaan tinggi dan bersifat tahan lama. Komoditas ini antara adalah jenis pertama uang dan sekarang disebut sebagai uang komoditas. Faktor sosial, geologi dan budaya yang berbeda menghasilkan berbagai jenis uang komoditas di masyarakat yang berbeda. Ternak, tanaman, kerang, beras dan logam-logam semua merupakan jenis uang komoditas pada satu titik dalam sejarah yang membentang panjang di masyarakat yang berbeda. Bahkan hari ini, kita dapat melihat barang-barang yang tidak lazim digunakan sebagai uang seperti rokok di fasilitas penahanan atau munculnya kode komputer (Bitcoins) untuk merepresentasikan uang.

Apa Arti Uang ?

Banyak jenis uang datang dan pergi dan umumnya hal ini ada hubungannya dengan evolusi uang untuk mencari alternatif yang lebih baik. Jadi apa itu uang dan apa atribut tertentu yang harus dimiliki uang ? Tiga sifat utama dari uang adalah:
  1. Harus bisa menjadi penyimpan nilai
  2. Harus berfungsi sebagai alat tukar
  3. Harus diterima sebagai pembayaran untuk barang dan jasa

Emas sebagai Penyimpan Nilai

Uang sebagai penyimpan nilai kehilangan identitasnya dengan cepat dalam sistem uang fiat saat ini, dengan kemampuan pemerintah menciptakan uang sesuai kehendaknya dan mengakibatkan inflasi dan mendevaluasi uang yang bersangkutan. Emas di sisi lain lebih sulit berdeflasi (meskipun banyak aturan dalam sejarah telah mencobanya), karena perlu memaksa rakyat untuk menyerahkan kembali emas milik mereka karena emas memang tidak bisa dibuat, emas harus ditambang. Melihat kembali seratus tahun terakhir, emas telah melakukan pekerjaan yang baik mempertahankan nilainya (jika tidak disita tentu saja) sedangkan Dolar AS telah kehilangan lebih dari 97% dari nilainya selama ini dalam waktu yang sama. Jadi persyaratan pertama dari emas sebagai uang terpenuhi jauh dari keraguan.

Emas sebagai Alat Tukar

Kita dapat mengidentifikasi jika emas memenuhi persyaratan kedua dengan mengukur berdasarkan 8 karakteristik kunci dari media pertukaran :
  1. Valuing Commong Assets – Emas mampu menilai semua jenis aset dengan cara yang sangat handal berkat elemen ilmiahnya yang langka, murni dan berat.
  2. Constant Utility – Emas telah digunakan selama ribuan tahun menjadi perhiasan dan memiliki kualitas yang unik yang juga membuatnya berguna dalam bidang-bidang seperti industri, kedokteran, komputer dan elektronik.
  3. Low Cost of Preservation - Emas tidak dapat dimusnahkan karena tidak teroksidasi, tidak merusak, tidak berkarat – artinya tidak ada yang lebih baik ketahanannya daripada emas.
  4. Transportability – Emas bisa dibawa dalam saku, dompet, tas atau bahkan dikenakan – dan nilainya yang tinggi artinya Anda tidak perlu membawa banyak-banyak.
  5. Divisibility - Emas adalah logam yang paling mudah dibentuk dan ulet dan dapat dengan mudah dicairkan dan dibentuk menjadi koin dengan nilai yang berbeda.
  6. High Value / Weight Rasio – Bersama dengan platinum, emas adalah logam yang paling berharga.
  7. Recognisability – Dengan warnanya yang unik dan bersinar, emas adalah salah satu item yang paling dikenal di seluruh dunia.
  8. Resistance to Counterfeiting - Sama seperti jenis-jenis uang lainnya, emas juga rentan terhadap pemalsuan. Logam lain yang lebih murah dapat digunakan untuk meniru emas sampai batas tertentu, tetapi banyak tes yang tersedia agar individu waspada untuk menguji keaslian emas termasuk tes asam, pengamatan visual, uji berat, uji cincin, tes gigitan , dan resmi penilaian.
Dengan ini dapat dipastikan emas melewati tes kedua sebagai jenis mata uang.

Emas sebagai Metode Pembayaran

Dan di sini terletak inti dari masalah. Emas, di banyak bagian penting dunia, tidak diterima secara luas sebagai bentuk pembayaran. Khususnya di Amerika Serikat, aturan khusus telah diatur untuk menghambat penggunaan emas sebagai metode pembayaran. Jadi apa hambatan hukum emas sebagai uang ?
  1. Hukum Legal tender mengharuskan penggunaan Dolar AS dan melarang kontrak dengan emas
  2. Pemerintah AS mewajibkan pembayaran pajak dalam Dolar AS
  3. Pajak capital gain diterapkan ketika menggunakan emas untuk barter atau bila ditukar ke dolar.
Pembatasan ini, terutama pajak capital gain, mencegah emas dari sirkulasi dan oleh karena itu bertindak sebagai bentuk uang di AS. Fakta bahwa emas tidak mampu untuk bermain dengan aturan yang sama mata dengan uang pesaing lainnya seperti Euro, Yen atau Sterling sangat membatasi kemampuannya dan karena itu membuat emas sebagai mata uang yang sangat praktis. Bahkan jika emas diizinkan untuk bersaing dengan alasan yang sama sebagai bentuk lain dari mata uang, tidak ada insentif nyata untuk pemilik emas (yang sudah menghargai nilai emas lebih dari uang kertas) untuk menggunakannya sebagai mata uang karena sesuatu yang disebut Hukum Gresham yang menyatakan : “Bad money drives good money out of circulation”. Dengan kata lain, mengapa menggunakan emas sebagai uang berharga ketika Anda dapat menggunakan uang kertas yang Anda dibayar dengannya, meski Anda tahu bahwa pada dasarnya uang kertas itu adalah bom waktu dalam hal kehilangan nilai.

Emas adalah Uang

 
Emas digunakan sebagai uang di lokasi geografis tertentu. Misalnya di Turki, emas fisik dapat dimasukkan ke dalam bank, dinilai dan kemudian diubah menjadi rekening emas yang dapat berfungsi sebagai alat pembayaran. Di India juga bank menerima deposit emas untuk mendapatkan pinjaman. Bahkan di Amerika Serikat, negara-negara bagian seperti Utah mulai membuat emas sebagai mata uang legal lagi dan memfasilitasi penggunaan sehari-hari dalam transaksi. Dalam perdagangan internasional, kurangnya kepercayaan dalam Dolar AS sebagai mata uang cadangan cepat menyebar dan ini membuka pintu bagi emas untuk mengambil alih lagi tempatnya, seperti Iran mulai menjual minyak dan dibayar dengan emas. Bank-bank sentral sekali lagi berubah menjadi pembeli bersih emas dan ini adalah sinyal bahwa emas sebagai uang hanya tumbuh semakin besar.
Jadi secara teoritis emas telah cukup memenuhi persyaratan untuk bisa disebut sebagai uang, meski bukan uang dalam arti luas dan global. Dengan tren emas sebagai uang tumbuh setia hari, jawaban atas pertanyaan awal apakah emas adalah uang seharus menjadi lebih jelas, tapi dengan artikel panjang ini seharusnya memberikan informasi yang cukup untuk mengevaluasi dalam pikiran Anda sendiri, jika emas memang benar adalah uang.
Resource : 

 

Keputusan The Fed, Ekonomi Kertas Dan Sikap Kita


Pencetakan Uang Dari Ketiadaan, Image Credit : Wikipedia
Pencetakan Uang Dari Ketiadaan, Image Credit : Wikipedia

Bagi yang tidak asing dengan peran The Fed (bank sentral Amerika) selama ini dalam mengatur keuangan dunia (khususnya terhadap US Dollar) tentu mengetahui juga bagaimana perannya dalam kelesuan ekonomi, jatuhnya harga sahan-saham, kacaunya nilai tukar mata uang termasuk anjloknya harga emas dunia beberapa bulan yang lalu.

Begitulah “ekonomi kertas” istilah ini menggambarkan kinerja perekonomian yang tidak diukur dari kemampuan riil dalam memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat suatu negara, kemampuan produksi bahan-bahan kebutuhan pokok, kemampuan menjawab masalah utama dunia terkait air, energi, udara. Ekonomi kertas adalah ekonomi yang diukur dari kertas saham, pasar modal termasuk pencetakan uang dari kenihilan (uang kertas).

Sehingga semua resource baik sumberdaya alam, sumberdaya manusia, devisa negara difokuskan untuk memperbaiki makro ekonomi ini,  istilahnya mempercantik bursa saham, nilai tukar mata uang, suku bunga agar investor berdatangan dan melupakan kebutuhan rakyat yang sebenarnya (ekonomi mikro).
Muhaimin Iqbal menyatakan sebuah analisa dalam tulisannya :
Harga saham bisa melejit dalam satu malam ketika the Fed memutuskan untuk melanjutkan program Quantitative Easing-nya, apakah kinerja harga saham yang demikian ini cerminan kemajuan ekonomi  ?  tentu tidak.  Sebaliknya juga demikian, harga saham bisa langsung anjlok seketika ketika  the Fed memutuskan untuk menghentikan program QE-nya, apakah ini cerminan runtuhnya ekonomi ?, mestinya juga tidak. Lha kalau jatuh bangunnya harga saham yang dipicu oleh rapat-rapat bulanan the Fed – bukan merupakan ukuran kinerja ekonomi kita, mengapa para pelaku ekonomi kita rela pontang-panting dibuat pusing oleh setiap kebijakan the Fed ?
Disinilah kita harus cermat, jika kinerja ekonomi didominasi oleh ukuran harga saham, nilai tukar mata uang, dan berbasis pada mata uang fiat yang bisa dicetak dari ketiadaan, maka selalu bersiaplah terhadap kebijakan-kebijakan the Fed yang tidak akan pernah memberi ketenangan selamanya, selalu akan ada gonjang-ganjing ekonomi dunia.

Sikap Kita

Setelah kita memahami bagaimana eknomi dunia diukur dan dipengaruhi oleh segelintir orang, lantas bagaimana sikap kita ? Apakah kita masih mau berada dalam kondisi mengekor atau pasrah ? Tidak. Jawabannya adalah bekerja di sektor riil . Banyak mulai dari industri rumah tangga, pertanian, jasa dll. Jika kinerja sawah ditentukan oleh banyaknya ton padi yang dihasilkan oleh sekian hektar lahan, maka seharusnya keputusan the Fed tidak akan bisa mempengaruhinya. Jika kreativitas dalam inovasi teknologi dapat menghasilkan efisiensi dan manfaat pada masyarakat, seharusnya kreativitas tersebut tidak boleh dipengaruhi oleh keputusan The Fed.
Saat krisis eknomi terjadi, yang bisa menjadi pengangan kita bukan lagi eknomi kertas, tapi ekonomi riil yang nyata, termasuk aset riil yang nyata seperti lahan produktif, investasi emas dll. Apalagi jika fokus kita pada sektor ekonomi riil dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
Dalam berinvestasi emas, kita juga harus memiliki sikap dan cara yang benar, antara lain dengan membeli emas bukan untuk berspekulasi atau mendapatkan keuntungan jangka pendek. Karena hal ini pasti akan terpengaruh oleh kebijakan the Fed. Mengapa ? Karena harga emas dunia tidak sepenuhnya dikontrol oleh pasar dalam arti jual beli fisik, tetapi dominan dipengaruhi oleh perdagangan emas berbasis kertas (ETF). Sehingga manipulasi harga sangat mudah dilakukan.
Investasi emas secara fisik harus menjadi bagian dari  strategi keluarga atau pribadi untuk membangun ketahanan ekonomi, karena kita berada dalam pusaran ekonomi kertas. Juga mempertahankan daya beli jangka panjang atas hasil kerja keras kita, karena kita berada dalam ekonomi yang berbasiskan uang kertas.
Tekniknya belilah emas saat kita memiliki kelebihan uang kertas, dan menjualnya saat membutuhkan untuk modal usaha di sektor riil atua membeli kebutuhan pokok yang bersifat jangka panjang. Dengan sikap kita seperti ini, harapannya kita terhindar dari pengaruh kebijakan the Fed yang merugikan ekonomi. Jika setiap rakyat suatu negara memiliki sikap benar ini, maka seharusnya ekonomi negara tersebut tidak akan mudah untuk diaduk-aduk oleh segelintir orang yang memiliki kekuasaan dan kepentingan yang duduk di kursi the Fed.  Kerja keras kita di sektor riil dan sikap kita terhadap ketahanan ekonomi antara lain yang  akan membebaskan kita dari pengaruh buruk the Fed.
Disusun dari artikel The Fed : Kambing Hitamkah ? Oleh : Muhaimin Iqbal

The Fed : Kambing Hitamkah ?

Bila ada satu institusi yang akhir-akhir ini paling banyak dikambing hitamkan di seluruh dunia untuk  kelesuan ekonomi, jatuhnya harga saham, jatuhnya nilai tukar mata uang dan juga bahkan jatuhnya harga emas dunia – maka institusi itu pastilah the Fed – bank sentralnya Amerika. Anda bisa baca di seluruh media ekonomi dunia, maka seolah the Fed adalah aktor tunggal dari gonjang-ganjing bursa saham, pasar modal dan pasar uang itu. Seandainya toh benar bahwa the Fed itu adalah kambing hitam ekonomi dunia, pertanyaannya adalah lha kok mau kita dipermainkan oleh mereka ?

Inilah ekonomi kertas itu, ketika kinerja ekonomi bukan diukur oleh kemampuan riil suatu negara dalam memberikan kemakmuran rakyatnya, kemampuan riil dalam memproduksi bahan-bahan kebutuhan pokok, kemampuan riil menjawab problema yang nyata di masyarakat – tentang air, energy, udara dlsb., maka kinerjanya seolah hanya tercermin pada pasar modal, pasar uang dan sejenisnya.

Ketika kinerja ekonomi seolah hanya terwakiki oleh naik turunnya harga saham, naik turunnya nilai tukar , suku bunga dan cadangan devisa, maka begitu banyak waktu dan resources negeri-negeri terkuras untuk mempercantik penampilan di bursa sahamnya, nilai tukar dan suku bunganya.  Penampilan di atas kertas inikah yang kita butuhkan ?

Harga saham bisa melejit dalam satu malam ketika the Fed memutuskan untuk melanjutkan program Quantitative Easing-nya, apakah kinerja harga saham yang demikian ini cerminan kemajuan ekonomi  ?  tentu tidak.  Sebaliknya juga demikian, harga saham bisa langsung anjlok seketika ketika  the Fed memutuskan untuk menghentikan program QE-nya, apakah ini cerminan runtuhnya ekonomi ?, mestinya juga tidak.

Lha kalau jatuh bangunnya harga saham yang dipicu oleh rapat-rapat bulanan the Fed – bukan merupakan ukuran kinerja ekonomi kita, mengapa para pelaku ekonomi kita rela pontang-panting dibuat pusing oleh setiap kebijakan the Fed ?

Di situlah masalahnya, selama kinerja kita didominasi oleh ukuran yang bernama harga saham, nilai tukar mata uang dlsb. maka kebijakan-kebijakan the Fed tetap akan bisa membuat gonjang-ganjing ekonomi sejagat.

Lantas bagaimana kita bisa melepaskan diri dari gonjang-ganjing tersebut ? Fokus pada kinerja sektor riil adalah salah satu jawabannya. Bila kinerja sawah  ditentukan oleh berapa ton padi bisa dihasilkan oleh per hektar lahan, maka kebijakan the Fed tidak berpengaruh pada kinerja petani.

Si petani-pun tidak akan pusing memikirkan apa yang akan diputuskan the Fed dalam rapat bulanannya, petani akan focus berinovasi pada bagaimana meningkatkan hasil panennya. Tidak ada resources terbuang hanya untuk merespon kebijakan the Fed. Dan si petani tidak perlu mengkambing hitamkan the Fed atau siapapun ketika hasil panenannya turun.

Maka seperti si petani itulah cara kita menghindarkan diri dari pengaruh buruk si kambing hitam global yang bernama the Fed tersebut. Fokuslah kita pada bagaimana  menggarap sektor riil khususnya yang sumber dayanya ada di negeri ini  sendiri. Lebih khusus lagi pada upaya-upaya memenuhi kebutuhan dasar rakyat seperti FEW (Food, Energy and Water).

Lantas bagaimana Dinar dan Emas yang harganya juga ikut di-gonjang-ganjing-kan oleh kebijakan the Fed ? sama dengan sektor riil tersebut solusinya. Ketika membeli Dinar atau emas dengan harapan untuk memperoleh gain jangka pendek – maka kita akan selalu dipusingkan oleh hasil rapat-rapat the Fed.

Tetapi bila kita membeli Dinar atau emas sebagai bagian dari strategi untuk membangun ketahanan ekonomi, mempertahankan daya beli jangka panjang atas hasil jerih payah kita bekerja – maka kebijakan bulanan the Fed tidak akan berpengaruh pada strategi ketahanan ekonomi kita tersebut.

Konkritnya seperti apa strategi ketahanan ekonomi atau mempertahankan daya beli dengan Dinar atau emas ini ? sederhananya adalah membeli Dinar atau emas pada saat kita memiliki kelebihan uang kertas, dan menjualnya saat kita membutuhkan Dinar/emas tersebut untuk modal usaha sektor riil, membeli kebutuhan pokok dan kebutuhan-kebutuhan lain yang bersifat jangka panjang.

Bila lawan (penggunaan) Dinar atau emas kita adalah benda riil atau kebutuhan riil, tidak harus berarti kita membayar dengan Dinar atau emas – tetapi menggunakan dana pencairan emas/Dinar – segera setelah pencairannya – untuk membayar benda atau kebutuhan riil ini , maka insyaAllah kita akan terbebas dari pengaruh gonjang-ganjing-nya the Fed.

Sebaliknya dengan Dinar atau emas-pun kita bisa menjadi korban kambing hitam – manakala kita berspekulasi jangka pendek dan sekedar mempertukarkan Dinar atau emas kita dengan uang kertas tanpa didasari suatu keperluan yang riil.

Kambing hitam itu begitu perkasanya sehingga mampu mengaduk-aduk ekonomi negeri-negeri sejagat, tetapi kita bisa menghindari pengaruhnya – baik secara pribadi maupun sebagai negeri. Kerja keras kita di sektor riil dan sikap kita terhadap ketahanan ekonomi antara lain yang  akan membebaskan kita dari pengaruh buruk kambing hitam ini.

Namanya juga kambing hitam – dia sendiri belum tentu bersalah, bisa jadi dia juga hanya dikambing hitamkan saja. Maka cara terbaik melawan kambing hitam ya mulai dari diri kita sendiri, dan dari negeri ini sendiri.  Mulai dengan kerja keras dan jawablah tantangan jaman dengan kerja nyata. InsyaAllah


Grafik Harga Emas

http://investasiemas-id.com/grafik-harga-emas-internasional/

Grafik Harga Emas 1 Hari

Gold Chart

Grafik Harga Emas 1 Bulan

Gold Chart

Grafik Harga Emas 1 Tahun

Gold Chart


Grafik Harga Emas 5 Tahun

Gold Chart

Grafik Harga Emas 10 Tahun

Gold Chart

Grafik Harga Emas 20 Tahun

Gold Chart

Pengetahuan Dan Pertimbangan Dasar Investasi Emas


Sebelum melakukan investasi emas, penting untuk mengetahui dasar-dasar investasi emas itu sendiri. Paling mudah adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan mendasar, jangan sampai kita hanya ikut-ikutan trend sesaat saja.
  • Apa yg kita pikirkan mengenai emas ?
  • Mengapa sebagian besar orang sangat tertarik untuk berinvestasi di emas ?
  • Bagaimana harga emas ditentukan ?
  • Apakah harga emas akan selalu naik dan memberikan penghasilan yg tinggi
Nilai Emas
Nilai emas konon tidak akan pernah berubah dari masa ke masa. Hal ini didapat dari pengamatan (mungkin tidak secara ilmiah) atau perbandingan terhadap harga-harga komoditi dibandingkan dengan emas selama ratusan atau ribuan tahun. Contoh jika satu dinar emas bisa dipakai untuk membeli 1 ekor kambing pada 1400 tahun yg lalu, maka 1 dinar saat ini pun dapat membeli 1 ekor kambing terbaik di kelasnya. Ini menunjukkan tidak terdapat perubahan yg signifikan terhadap nilai emas ini dalam kurun waktu 1400 tahun.

Dari pengamatan ini dapat disimpulkan bahwa nilai emas cenderung stabil terhadap inflasi, karena kelangkaan emas yg tidak dapat di produksi begitu saja seperti halnya uang kerta yang kita gunakan sehari-hari. Semakin bernilai ketika barang tersebut langka. Manusia atau negara dalam otoritasnya bisa dengna mudah mencetak uang kertas, tapi jelas mereka tidak akan mudah mencetak emas karena sumber dayanya terbatas.

Harga (price) dan nilai (value) adalah dua hal yg berbeda meski berkaitan. Harga (price) tidak saja ditentukan oleh nilai (value), tetapi juga oleh 2 faktor lainnya yaitu inflasi dan permintaan pasar (demand supply).

Inflasi Menentukan Harga Emas Bukan Nilai
Menurut Wikpidia :
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu
Misal nilai uang sebesar 1 juta 10 tahun yg lalu, tentu berbeda dengan uang 1 juta pada saat ini. Nominal-nya tetap 1 juta (yang tertulis), tapi nilai-nya turun, tergantung tingkat inflasinya. Jika pertahun rata-rata inflasi adalah 3%, berarti nilainya secara keseluruhan turun sejumlah 30% dalam 10 tahun.

Terlihat kan perbedaannya dengan nilai emas. Emas sangat “kuat” melawan inflasi, sedangkan uang kertas tidak. Dan ini berkorelasi dengan naiknya harga emas, karena setiap kali terjadi inflasi, cepat atau lambat harga emas pasti akan naik. Ini harus menjadi basic pengetahuan bahwa emas meski sering disebut sebagai salah instrumen investasi tetapi pada dasarnya ia adalah instrumen untuk menjaga nilai harga kita, untuk melawan inflasi mata uang kertas.

Hukum permintaan (Demand Supply) 
Hukum permintaan secara umum adalah meningkatnya harga suatu komoditi atau barang disebabkan karena meningkatnya permintaan. Biasanya terjadi di pasar saham dimana ketika banyak investor “tertarik” membeli sebuah saham, maka harga saham tersebut cenderung naik karena meningkatnya permintaan. Ketika tidak ada peminat, sebaliknya harganya cenderung turun karena banyaknya orang yg menjual. Prinsip dasar ekonomi ini juga mempengaruhi harga emas.
Contoh kasus adalah ketika harga emas meningkat dipicu oleh inflasi yang dibuat oleh Amerika dimana terjadi penambahan cetakan uang kertas besar-besaran. Hal ini kemudian “tercium” oleh para investor yang memprediksi “harga emas meningkat akan meningkat tajam”. Akhirnya beberapa investor turun untuk berinvestasi di emas, meningkatkan demand (permintaan) emas dan hargapun naik.

Pertimbangan dasar untuk investasi emas
Investasi emas tidak sama seperti investasi pada sebuah perusahaan. Perusahaan normal seharusnya cenderung berkembang karena menghasilkan profit karena mampu meningkatkan nilai (value) sebuah barang atau jasa. Artinya, dengan keuntungan yang didapat nilai perusahaan tersebut akan meningkat. Tapi berbeda dengan emas. Nilai emas seperti yang dijelaskan diatas tetap dari dulu hingga sekarang. Emas adalah emas, tidak beranak atau berkembang biak.
Jadi apa tujuan investasi emas kita ? Ketika kita bertujuan untuk mendapatkan profit keuntungan, maka tidaklah tepat menjadikan emas sebagai instrumen investasi. Tetapi ketika tujuan kita adalah untuk menyimpan harta kita dengan harapan mempertahankan nilai dari inflasi, maka kita bisa menggunakan emas. Karena jika kita menabung menggunakan uang kertas yang ada, maka 5 tahun lagi nilainya akan berkurang meski nominalnya sama. Jadi sejak dari awal, kita harus tahu tujuan kita untuk berinvestasi. Apakah untuk mempertahankan nilai, atau meningkatkan nilai harta yang kita miliki.
Referensi :

Analisa Jatuhnya Harga Emas Saat US Shutdown


Pemerintah Amerika Serikat Tutup, Image Credit : Wikipedia
Pemerintah Amerika Serikat Tutup, Image Credit : Wikipedia
Barat mengambil keuntungan dalam satu minggu ini ketika China sedang libur, untuk menghancurkan harga emas, bersamaan juga dengan tutupnya Pemerintah AS untuk beberapa waktu (US Shutdown). Liburan Cina satu minggu ini baru saja dimulai. Namun, penurunan harga emas ini langsung akan disambut sejumlah besar pembeli, antara lain orang-orang Asia membeli emas fisik gila-gilaan saat harga jatuh.
Penting juga untuk dicatat, bahwa agen dari China tidak menggunakan semua liburan selama satu minggu, mereka tetap berada di pasar ketika terjadi penurunan dalam harga emas. Karena sebenarnya pa yang kita lihat sekarang adalah intervensi The Fed atas pasar emas. Tapi, sekali lagi, meskipun China sedang berlibur, People’s Bank of China (Bank Rakyat Chin ) tidak. Artinya, mereka berada di sini dan agresif membeli emas fisik pada saat harga turun drastis.
Ingat, harga fix yang dipermainkan Fed (di London) mengakibatkan pembelian fisik besar-besaran bukan hanya melalui London, tetapi juga langsung dari produsen ke Bank Sentral. Jadi bukan hanya orang-orang China yang membeli, Bank Sentral lain juga membelinya (baca juga: China Longgarkan Aturan Perdagangan dan Investasi Emas).
Meskipun short traders (pemain jangka pendek) menargetkan posisi emas yang lebih rendah dari sebelumnya, mereka akan menemukan kesulitan untuk memenuhi target tersebut berdasarkan jumlah besar pembelian fisik yang sedang berlangsung. Siapapun yang ingin membeli emas fisik dan perak harus melakukan apa yang China dan lainnya lakukan, secara agresif membeli pada harga yang “dijatuhkan” ini. Untuk investor jangka panjang, ini adalah waktu untuk mengumpulkan emas fisik, jangan takut terhadap aksi penjatuhan harga karena tidak ada hubungannya dengan tren jangka panjang untuk emas.
Apa yang kita lihat hari ini adalah murni didorong oleh transaksi kertas (ETF). Jadi short sellers (penjual jangka pendek) berperan menjatuhkan harga pasar emas, melalui penjualan bukan secara fisik, tetapi menjual melalui kertas (ETF) – itulah kuncinya. Bila Anda mengetahui banyak terjadi short selling, maka itu saatnya untuk membeli. Sementara harga memang dapat terus lebih rendah dalam jangka pendek, ini akan menjadi salah satu peluang besar terakhir bagi mereka yang berinvestasi emas dan perak secara fisik .”
Penjualan besar-besaran ini sepertinya dipicu oleh US Shutdown yang menyebabkan semakin furstasinya para investor kelas kakap, dan berusaha menaikkan cash mereka dengan menjual emas. Selain itu juga US Shutdown meningkatkan kemungkinan disepakatinya debt-ceiling pada 17 Oktober ini, yang artinya negatif untuk harga emas. Tapi hal ini menggambarkan bahwa emas menjadi salah satu faktor psikologis bagi para investor untuk menentukan langkah, yang secara tidak langsung membuat harga emas tidak pernah stabil di saat krisis. (kwn)
Reference: KWN

Investasi Emas Bukan Safe Haven ? Katakan Itu Kepada Orang Di Indonesia


Emas beringsut naik dari performa lima pekan yang rendah, karena melemahnya dollar AS ditambah meningkatnya permintaan sebelum diadakannya pertemuan kebijakan Fed AS (FOMC) yang diadakan 17-18 September 2013. Dan hasil pertemuan adalah bahwa Fed tidak akan melakukan pengetatan QE, dan harga emas langsung naik tajam.

Emas Dalam Rupiah Indonesia , 2000 hingga hari ini – ( GoldCore )


Goldman Sachs memiliki kebiasaan membuat market calls (transaksi dalam waktu terbatas) yang besar dan keras seperti yang mereka lakukan untuk minyak hingga naik ke $200 per barel ketika minyak telah melonjak sebelumnya dari $50 per barel pada bulan Maret 2007 menjadi $140 per barel pada bulan September 2008. Segera setelah market calls tersebut, minyak turun dari US $140 per barrel ke $ 32,40 per barel pada akhir tahun 2008.

Grafik di atas menunjukkan bagaimana performa mata uang Rupiah Indonesia, seperti semua mata uang lainnya, telah terdevaluasi secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir dan mendekati rekor tertinggi nominal dalam komoditi emas. Ada kekhawatiran terhadap defisit transaksi berjalan dari Indonesia dan defisit besar dalam perdagangan secara konsisten dapat menghambat investor asing dan menambah tekanan terhadap IDR (Rupiah), mata uang yang dianggap berkinerja terburuk di Asia dalam beberapa bulan terakhir .
Rupiah telah melemah hampir 15% terhadap dolar sejak awal Juni dan 20% terhadap emas sejak 28 Juni – dari 12.235.000 rupiah per ounce ke 14.728.000 rupiah per ons. Hal ini sebanding dengan penurunan 10 % di India atas mata uang Rupee bersama Rupiah menjadi yang terburuk di Asia selama periode tersebut.
Kerugian-kerugian ini hanyalah kelanjutan dari devaluasi yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Sejak tahun 2000, Rupiah telah menurun hampir 600% terhadap emas dari 2.174.000 rupiah per ounce di tahun 2000 menjadi lebih dari 14.755.000 rupiah per ounce hari ini. Jadi apakah masih mau mengatakan, bahwa investasi emas bukan merupakan Safe Haven (tempat yang aman) lagi ?
Bank Indonesia telah memulai pengetatan paling agresif sejak tahun 2005, bergabung dengan Brazil dan India dalam mengambil langkah untuk mendukung mata uang mereka. Prospek berkurangnya stimulus moneter AS dan QE dapat mendorong investor untuk menjual obligasi pemerintah internasional.
Hutang pemerintah terus didukung oleh Federal Reserve,  program monetisasi hutang yang sangat radikal – yaitu penciptaan uang elektrik untuk membeli hutang pemerintah. Cadangan devisa Indonesia telah menurun karena BI mempertahankan rupiah, namun Bank Indonesia ( BI ) masih memiliki $ 92,6 milliar cadangan devisa mata uang asing.
Tidak seperti banyak negara-negara debitur besar seperti AS yang memiliki cadangan devisa kecil atau bahkan tidak ada sama sekali, Bank Indonesia ( BI ) mengatakan pada bulan Agustus bahwa  92,6 milliar akan cukup untuk melindungi Rupiah dari devaluasi lebih lanjut dan konsekuensi dari devaluasi itu.
Pemegang obligasi menuntut hasil yang lebih tinggi untuk menahan utang. Menurut Bloomberg, Indonesia dijual US $ 1,5 miliar obligasi syariah dalam mata uang dolar bulan ini pada yield tertinggi sejak 2009, cadangan berada di dekat level terendah dalam hampir tiga tahun dan asing telah menarik US $ 2,66 milliar dari ekuitas setempat sejak awal Juni. Namun, Indonesia diperkirakan masih memungkinkan untuk dapat membayar hutangnya, tidak seperti pemerintah AS dan The Fed .

Hutang Amerika Serikat Dari 1972 Hingga 1 Januari 2013 – (Bloomberg)


Federal Reserve AS bangkrut dan memiliki kewajiban lebih US $ 3,2 triliun dan hanya memiliki kapital sebesar $ 60 miliar.  Hutang nasional pemerintah AS sedang bergerak dengan cepat menjadi $17 triliun dan kewajiban off balance sheet sekarang diperkirakan oleh para ekonom ternama di antara $100 triliun dan $ 200 triliun.

Keuangan nasional Inggris, Jepang dan banyak negara Eropa yang mirip dengan orang-orang dari Amerika Serikat dan mereka juga baik bangkrut atau mendekati kebangkrutan. Oleh karena itu, US Dollar dan semua mata uang akan terus ter-devaluasi dan turun terhadap emas yang memiliki stock terbatas dan langka di bulan dan tahun mendatang. Investasi emas sekarang juga untuk menjaga basic portfolio anda.


Harga Emas Jatuh Dan Pemerintah Amerika Serikat Masih Menimbun Emas


Emas Cadangan AS di Fort Knox, Image Credit reddogreport.com
Emas Cadangan AS di Fort Knox, Image Credit reddogreport.com

Hari Jumat kemarin (11/10) kita melihat kejatuhan emas jatuh $50 dalam 2 menit bersamaan dengan telah disepakatinya kenaikan plafon hutang AS untuk membayar hutang (tentu saja). Terlepas dari apakah ini adalah “orkestra” untuk menaikkan kepercayaan terhadap dollar atau terjadi secara alami, kita perlu mengetahui satu hal berikut ini.

Grafik Emas Per Jumat 11 Oktober 2013, harga emas turun tajam dalam waktu singkat, Source: Kitco.com
Grafik Emas Per Jumat 11 Oktober 2013, harga emas turun tajam dalam waktu singkat, Source: Kitco.com

Datangi setiap Wall Street trader, atau manajer portofolio di kantornya dan dia pasti akan memberitahu Anda emas tamat. Mereka akan menganggap emas konyol, tidak lebih dari logam mengkilap, zat dengan sedikit penggunaan dan nilai riil kecil, “peninggalan barbar” dan hal-hal yang tidak lebih dari takhayul. Hanya orang bodoh yang menimbun emas dalam portofolionya.

Benarkah pendapat ini ?
Memang emas nilainya telah jatuh $500 per ounce dari beberapa tahun lalu yang mencapai $1700 dan jatuh $100 hanya dalam satu bulan terakhir ini. Emas bahkan belum rally selama krisis anggaran. Terlalu berat untuk statusnya sebagai safe haven. Hanya ada satu hal yang mengganggu dalam cerita ini. Satu kelompok orang tidak setuju. Dan ini tidak berbicara tentang penimbun emas di Arizona.

Tetapi tentang orang-orang yang menjalankan Departemen Keuangan Amerika Serikat (US Treasury). Mereka tetap berpegang kuat pada emas, mereka masih menimbun emas. Kejutan bukan ?!.
Minggu ini Brett Arends bertanya apakah mereka akan mempertimbangkan menjual beberapa cadangan emas negara untuk membayar hutang jika terjadi krisis anggaran akhir bulan ini. Tanggapan mereka ? Tidak mungkin !.

Departemen Keuangan telah mempertimbangkan opsi itu, seperti juga kebanyakan orang lain dan menolaknya.
“Menjual emas akan melemahkan kepercayaan di AS baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dan akan mengganggu stabilitas bagi sistem keuangan dunia.” kata seorang juru bicara. Dia mengutip seorang pejabat tahun lalu dalam sebuah surat kepada Senator Orrin Hatch, tapi sejauh tampaknya tidak begitu diperhatikan oleh Wall Street.
Mengingat posisi Departemen Keuangan maka ini sangat luar biasa. Kita mendengar semua skeptisisme di hari ini tentang emas. Namun Departemen Keuangan sendiri menganggap kepemilikan emas AS adalah elemen kunci dalam menjaga kepercayaan negara – kesehatan dan stabilitas sistem keuangan internasional.

Jika emas adalah lelucon dan benar-benar tamat, seharusnya tidak ada yang peduli tentang emas. Tetapi mengapa pemerintah AS tidak membuang kepemilikan emas dan mendapatkan apa pun yang lebih baik.

Untuk mendapatkan ukuran dari pernyataan itu, perlu untuk mengingatkan diri di mana mereka berada sekarang. Pemerintah AS sedang shutdown dan ada risiko tidak sepele yang hanya dalam waktu dua minggu mungkin akan terjadi default (gagal bayar) pada hutangnya. Mungkin banyak yang mengatakan tidak mungkin, tetapi resiko itu nyata ada. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Kongres, yang bahkan tidak bisa setuju untuk tetap membuka Bunker Hill Monument bagi wisatawan harus setuju untuk menaikkan plafon hutang. Jika tidak, pemerintah federal akan cepat kehabisan uang dan default.

Departemen Keuangan telah mempertimbangkan berbagai skenario dan rencana cadangan, kata para pejabat. Mereka telah menyimpulkan bahwa menunda pembayaran pemerintah di seluruh bagian – dari jaminan sosial hingga bunga hutang – akan menjadi pendekatan yang paling sedikit efek merusaknya.
Dengan kata lain, sesuai dengan posisi resmi Departemen Keuangan AS, janji-janji dan komitmen dari pemerintah dan full faith and credit sebenarnya bernilai kurang dari emas. Mereka lebih suka default gagal bayar daripada kehilangan timbunan emas mereka.

Pemerintah federal memiliki sekitar 8100 metrik ton emas, yang disimpan di tempat-tempat seperti Fort Knox. Pada harga saat ini bernilai sekitar US$ 340 miliar. Itu hanya akan membuat pemerintah berjalan untuk sekitar satu bulan, yang berarti betapa sedikit emas yang mereka punya terkait dengan komitmen mereka terhadap hutang.

Pemerintah di Eropa, termasuk di Inggris dan Swiss, telah menjual sebagain emas mereka di masa lalu.
Josh Strauss, co-manager dari reksadana Appleseed (dan penimbun emas), mengatakan “Dengan emas di ujung tanduk tahun ini, investor semakin mempertanyakan nilai intrinsik emas. Tetapi mengingat kegilaan di Washington DC selama ini, tampaknya bagi saya bahwa investor harus benar-benar mempertanyakan nilai intrinsik kertas dolar yang didukung oleh janji lemah.”
Dan komentar Departemen Keuangan di atas benar-benar luar biasa. Departemen Keuangan takut bahwa jika pemerintah menjual emas mereka, maka orang-orang yang skeptik terhadap emas, yang menjalankan pasar keuangan saat ini, akan panik.
Reference : Marketwatch oleh Brett Arends

Atasi Amerika Serikat Default, Presiden Obama Akan Gunakan Seluruh Kekuatan


Presiden Obama, Image Credit Wikimedia
Presiden Obama, Image Credit Wikimedia

Hari ini mantan official dari US Treasury, Dr Paul Craig Roberts,  memperingatkan bahwa Presiden Amerika Serikat akan mendeklarasikan “Bencana Nasional,” dan merebut kekuasaan total, jika hal tersebut dipandang perlu untuk menghindari Amerika Serikat default (gagal bayar hutang). Dia juga berbicara tentang langkah-langkah darurat drastis lain yang juga akan dilaksanakan untuk menghindari AS default. Berikut penuturan Roberts yang dikutip melalui KWN.

Jika Amerika Serikat default, maka itu akan menjadi akhir dari AS sebagai negara adidaya . Tak seorang pun di Washington ingin kehilangan kekuatan semacam itu, jadi mereka benar-benar berharap bahwa pada menit terakhir kesepakatan akan tercapai . Sekarang, dalam hal kedua belah pihak bermain ‘chicken’ sampai akhir, ketakutan default meningkat secara dramatis , saya pikir salah satu dari dua hal akan terjadi.

Yang pertama Federal Reserve , atas inisiatif sendiri, dengan mudah akan meminjamkan US Treasury berapapun uang yang akan membutuhkan. Anda harus ingat bahwa Federal Reserve meminjamkan kepada bank-bank AS dan Eropa lebih dari $16 triliun untuk memungkinkan mereka menghindari default, atau kegagalan sekaligus . Pinjaman dari Federal Reserve  yang melebihi $ 16 triliun inilah yang membuat sistem ekonomi tidak tenggelam.

Kemungkinan kedua adalah bahwa Presiden Obama, karena undang-undang yang ada, akan memiliki kekuatan untuk menyatakan ‘bencana nasional’ (National Catastrophe) dan akan menjadikannya pemimpin penuh pemerintahan. Ini mendapat Kongres dan Pengadilan keluar kekuasaan. Pada saat itu tidak ada batasan pada kekuasaan presiden jika ia menyerukan ‘bencana nasional.’

Ini berarti bahwa Presiden, dengan otoritasnya sendiri, bisa menaikkan plafon hutang. Jadi, salah satu dari dua peristiwa di atas yang akan terjadi jika tidak ada deal dengan Konggres . Bisa jadi Presiden Obama, atau orang lain dalam Eksekutif , berencana untuk menggunakan krisis ini untuk menajalankan Executive Order. Dengan kata lain Presiden akan menjadi seorang “Kaisar” dengan kekuasaan penuh yang secara independen terpisah dari Konggres dan Pengadilan.


Dunia Berdasarkan Hutang, Eropa Tanpa Harapan, Hutang AS Akan Tenggelamkan Dunia

Image Credit : Wikimedia.org
Image Credit : Wikimedia.org
Kita sekarang kembali ke “green evil” (baca: dolar) era harapan palsu dan sejumlah kesalahpahaman dari keadaan riil ekonomi dunia. Ada sedikit kabar baik yang dikombinasikan dengan angka-angka ekonomi, dimanipulasi dan disesuaikan secara musiman untuk memberikan alasan bagi politisi di seluruh dunia untuk menyebarkan optimisme pemulihan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Sebuah Dunia Yang Berdasarkan Hutang
Bagaimana bisa sebuah dunia dengan hutang $250 triliun dan lebih dari $1 kuadriliun derivatif tak berharga bisa sembuh? Tentu saja tidak akan bisa, terutama karena ini adalah dunia yang didukung oleh kaki berupa uang kertas cetak tak berharga – kaki yang hanya semakin panjang dan tidak stabil dari hari ke hari karena triliunan ditambahkan ke hutang setiap tahun.

Di mana pun kita berpaling, ke Eropa, Amerika Serikat, Jepang dan banyak negara lain, situasi ini benar-benar diluar jangakauan untuk bisa diperbaiki. Tidak hanya tidak bisa diperbaiki tetapi kita sepertinya berada pada akhir siklus ekonomi utama yang dimulai pada akhir Abad Kegelapan. Siklus ekonomi utama membutuhkan waktu lama untuk berkembang dan jika kita sekarang pada awal penurunan besar dalam perekonomian dunia, orang yang hidup saat ini hanya akan mengalami awal dari penurunan. Tapi sayangnya di awal akan menjadi pergolakan besar dan hampir tak seorang pun akan melarikan diri.

Kita telah mengalami satu abad kemakmuran palsu berdasarkan pada uang dicetak dan hutang. Dalam 100 tahun terakhir kita telah melihat penciptaan Fed di AS (bank sentral yang dimiliki, dibuat dan dikendalikan oleh bankir swasta) dikombinasikan dengan perbankan fractional reserve (yang memungkinkan bank untuk leverage 10 sampai 50 kali), meledaknya hutang pemerintah dan pasar derivatif sebesar $1,4+ kuadriliun. Ini adalah alasan utama mengapa perekonomian dunia berkembang pada abad terakhir dan khususnya dalam 40 tahun terakhir. 

Keempat kaki menyokong, pencetakan Bank sentral, leverage Bank, pinjaman Pemerintah dan manufaktur Derivatif telah menciptakan dunia dengan delusi kekayaan dan ilusi kemakmuran. 

Juga, ketiadaan sama sekali nilai-nilai moral dan etika. Kami berada dalam tahap akhir era dekadensi ekstrim, era yang sayangnya tidak dapat dan tidak akan memiliki akhir yang bahagia.

Krisis Eropa Tanpa Harapan
Tapi tetap saja, pemerintah dan media terus memberi kita dengan kabar baik yang tidak memiliki sedikitpun kemiripan dengan kondisi riil perekonomian dunia. Di Eropa, negara-negara Mediterania memperluas hutang mereka pada tingkat eksponensial. Hutang pemerintah terhadap GDP dari Spanyol, Portugal, Italia dan Yunani berkisar antara 100% sampai 180%. Ada upaya sia-sia pada penghematan tapi ini hanya mengarah ke pertumbuhan yang lebih rendah dan hutang yang lebih tinggi. Tidak ada! Sayangnya tidak ada jalan keluar bagi negara-negara yang populasinya sangat menderita. Solusi terbaik adalah meninggalkan Uni Eropa dan Euro, mengingkari hutang dan devaluasi mata uang. Tapi Eurocrats tidak mungkin menerima solusi ini dan lebih suka menambah hutang dan mencetak lebih banyak uang, membuat situasi lebih buruk.

Hutang AS Akan Menenggelamkan Dunia

Total Hutang AS, Image Credit : Wikipedia
Total Hutang AS, Image Credit : Wikipedia
Situasi di AS tidak lebih baik. Hampir tidak ada satu faktor ekonomi yang diterbitkan ada hubungannya dengan kenyataan. Pengangguran sebenarnya adalah 23% dan bukan 7% seperti yang diterbitkan. GDP menggunakan angka inflasi riil telah menurun selama bertahun-tahun, dan upah riil telah menurun selama 40 tahun. Peningkatan standar hidup yang dirasakan hanya dicapai dengan peningkatan besar dalam utang. Htang pemerintah AS adalah $1 triliun pada tahun 1980, $8 triliun pada tahun 2006 ketika Bernanke menjadi Ketua Fed dan sekarang $17 trliun dan naik setidaknya satu triliun per tahun. Jadi Bernanke telah berhasil menciptakan $9 trliun hutang dengan singkat 7 tahun sebagai Ketua The Fed. Butuh waktu 230 tahun 1776-2006 untuk AS mencapai $8 triliun dan Bernanke telah mengalahkan rekor tersebut menjadi dalam 7 tahun. Sebuah prestasi yang mengagumkan. Dan hutang ini tidak termasuk kewajiban liability pemerintah sekitar $22 triliun. Siapa orang waras yang percaya bahwa AS bisa keluar dari lubang ini!
Ya, AS dan seluruh dunia akan mencetak jumlah uang yang tak terbatas. Tapi uang dicetak dari potongan kertas tak berharga dan sebuah pena, tidak ada hubungannya sama sekali dengan penciptaan kekayaan yang sesungguhnya. Pencetakan di seluruh dunia hanya akan menambah hutang dan tidak membuat satu sen kemakmuran bertambah. Sebaliknya, kita akan melihat depresi dan hyperinflasi di banyak negara.
Untuk beberapa yang memiliki aset keuangan untuk dilindungi, emas fisik disimpan di luar sistem perbankan cenderung menjadi cara terbaik untuk menjaga kekayaan dan daya beli.
Referensi :

2 komentar:

  1. Apakah Anda tidak stabil secara finansial? yang Anda menolak pinjaman dari bank? di sini adalah kesempatan Anda untuk mendapatkan pinjaman dan booming bisnis menabrak Anda seperti yang kita Queen Anita memberikan pinjaman kepada pelamar kami dengan tingkat bunga 2% jadi jika Anda intrested dalam memperoleh pinjaman dari kami hubungi kami di (queenanitaloanfirm@gmail.com )

    BalasHapus
  2. Hari ini saya ingin mengunkapkan tentang perjalanan hidup saya,karna masalah ekonomi saya selalu dililit hutang bahkan perusahaan yang dulunya saya pernah bagun kini semuanya akan disitah oleh pihak bank,saya sudah berusaha kesana kemari untuk mencari uang agar perusahaan saya tidak jadi disitah oleh pihak bank dan akhirnya saya nekat untuk mendatangi paranormal yang terkenal bahkan saya pernah mengikuti penggandaan uang dimaskanjeng dan itupun juga tidak ada hasil yang memuaskan dan saya hampir putus asa,,akhirnya ketidak segajaan saya mendengar cerita orang orang bahwa ada paranormal yang terkenal bisa mengeluarkan uang ghaib atau sejenisnya pesugihan putih yang namanya Mbah Rawa Gumpala,,,akhirnya saya mencoba menhubungi beliau dan alhamdulillah dengan senan hati beliau mau membantu saya untuk mengeluarkan pesugihan uang ghaibnya sebesar 10 M saya sangat bersyukur dan berterimakasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala berkat bantuannya semua masalah saya bisa teratasi dan semua hutang2 saya juga sudah pada lunas semua,,bagi anda yang ingin seperti saya dan ingin dibabtu sama Mbah silahkan hubungi 085 316 106 111 saya sengaja menulis pesan ini dan mempostin di semua tempat agar anda semua tau kalau ada paranormal yang bisah dipercaya dan bisa diandalkan.untuk lebih lengkapnya buka saja blok Mbah karna didalam bloknya semuanya sudah dijelaskan PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

    BalasHapus