Sabtu, 22 Juni 2013

NUKLIR IRAN-AS- SURIAH DAN PRESIDEN BARU IRAN YANG MODERAT...??>> ................. "Setiap pembicaraan dengan Amerika Serikat mesti dilandasi atas kepentingan dan saling menghormati, serta landasan yang sejajar," kata Rouhani sebagaimana dilaporkan Xinhua. Dilanjutkannya perundingan dengan Amerika Serikat harus memiliki "sejumlah syarat: para pejabat AS tak boleh mencampuri urusan dalam negeri Iran; mereka mesti mengakui semua hak Iran termasuk hak nuklir; dan Amerika Serikat mesti menghentikan tindakan sepihak terhadap Iran", katanya. "Setiap orang mesti lebih mengetahui bahwa Pemerintah Iran selanjutnya takkan pernah mengendurkan hak Iran yang tak bisa dibantah," katanya. Ia menegaskan, "Jika kami melihat i`tikad baik (dari Amerika Serikat), kami akan melakukan tindakan membangun kepercayaan di dalam kepentingan rakyat kami."...>> Pengumuman yang disampaikan oleh Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, Selasa (28/5/2013) waktu setempat kepada para wartawan itu hanya berselang tiga hari setelah Uni Eropa memutuskan mencabut embargo senjata mereka terhadap Suriah. Seperti apa kecanggihan rudal S-300 antiserangan udara buatan Rusia itu? Mengutip data dari Royal United Services Institute, BBC memaparkan spesifikasi sistem peluru kendali mobil dari darat ke udara yang oleh para pengamat militer disejajarkan dengan Rudal Patriot Amerika Serikat itu. Rudal S-300 mampu menembak pesawat tempur, kapal perang, dan rudal balistik lawan....>> Dalam beberapa tahun terakhir Iran telah berhasil mencapai kemajuan luar biasa di bidang persenjataan. Terima kasih pada sanksi yang diterapkan Amerika dan negara-negara barat pada Iran yang membuat Iran terpacu untuk mengembangkan sistem persenjataannya secara swasembada dengan mengandalkan sumberdaya lokal. Keberhasilan tersebut tergambar jelas dalam latihan militer bersandi "the Great Prophet 7" yang digelar di Provinsi Semnan, Iran Tengah, bulan Juli 2012 lalu. Dalam latihan tersebut berbagai senjata canggih terbaru Iran berhasil menunjukkan kemampuannya seperti rudal-rudal Shahab (Meteor) 1, 2, 3, Tondar (Lightning), Fateh (Victor), Zelzal (Quake) dan Qiam (Uprising). Namun keberhasilan rudal Khalij Fars (Persian Gulf) menenggelamkan sasaran (kapal tua yang sudah tidak dioperasikan) menjadi bagian paling mengesankan dalam latihan tersebut....>> Sebagai figur "moderat" Rouhani "diharapkan" akan membawa kebijakan politik Iran ke arah rekonsiliasi dengan Amerika dan "masyarakat internasional" dan menghentikan kebijakan-kebijakan yang selama ini dianggap bertentangan dengan aspirasi "masyarakat internasional" seperti menghentikan program nuklir dan menghentikan bantuan bagi kelompok-kelompok anti-Israel. Selain itu Rouhani diharapkan akan menghentikan dukungannya terhadap regim Bashar al Assad. ..>> Tentang program nuklir Iran, Rouhani dengan tegas menyatakan bahwa Iran akan tetap melanjutkannya. Selain itu Rouhani juga menegaskan dukungan Iran terhadap Bashar al Assad hingga pemilu mendatang yang akan diselenggarakan Syria tahun 2014...>>

DEMOKRASI IRAN YANG TERBAIK

http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/06/demokrasi-iran-yang-terbaik.html#.UcWlqFIxVkg

 
(ROUHANI, FIGUR IDEAL UNTUK IRAN)

Pada saat yang nyaris bersamaan 3 negara yang bertentangan secara politik di kawasan Timur Tengah menunjukkan wajahnya yang bertolak belakang dalam perspektif demokrasi. Yang pertama, Qatar, kepala negara dan perdana menterinya bakal mundur dari jabatannya karena "perintah" Amerika. Yang kedua Saudi, rajanya yang tengah "sekarat" memerintahkan penangkapan kerabatnya sendiri yang juga mantan menteri pertahanan karena merencanakaan kudeta. Dan yang ketiga adalah Iran, 73% rakyatnya berpartisipasi dalam proses pemilu yang demokratis (termasuk angka partisipasi tertinggi dalam proses pemilu di seluruh dunia) dan damai dan menghasilkan pemimpin baru yang paling ideal: Dr. Sheikh Hassan Rouhani yang merupakan perpaduan antara ulama, ilmuwan dan diplomat-politisi (ketua tim negosiasi Iran dalam masalah nuklir).

"Demokrasi disini jauh lebih baik daripada Amerika dan kami sangat yakin dengan hal ini. Tanyakan sendiri pada rakyat Iran di jalanan. Mereka akan mengatakan hal yang sama," kata Foad Izadi, seorang profesor di Universitas Teheran dalam wawancaranya dengan kantor berita Iran Press TV baru-baru ini tentang pemilu di Iran.

Beberapa waktu sebelum pemilu, rakyat Iran mendengar berbagai seruan boikot pemilu yang disuarakan oleh media-media barat. Dengan tingkat partisipasi pemilu yang rendah, barat berhadap bisa menjadikannya sebagai "senjata" untuk menekan Iran dengan dalih pemerintahan Iran tidak didukung rakyat. Namun rakyat Iran menjawab seruan itu dengan berdondong-bondong ke tempat pemungutan suara.

"Menurut saya, hal yang perlu diingat dari pemilu kali ini adalah bahwa rakyat Iran menerima sistem pemerintahan negeri ini. Selama berminggu-minggu semua media massa yang terkait dengan pemerintahan Amerika dan Inggris menyerukan rakyat Iran untuk tidak berpartisipasi dalam pemilu. Namun apa yang kita lihat adalah rakyat mengatakan "tidak" pada mereka," tambah Izadi.

Izadi juga membantah rumor yang disebarkan media massa tentang kecurangan selama pemilu. Menurutnya, jika pemerintah mau, bisa saja hasil penghitungan suara untuk Rouhani bisa saja diturunkan menjadi 35% sesuai hasil jajak-jajak pendapat sebelum pemilu, dan tidak akan ada yang protes. Dengan perolehan itu setidaknya pemilu harus diperpanjang sekaligus menghambat kemenangan Rouhani.

"Jadi, menurut saya inilah saatnya para "ahli" dari barat untuk mengakui bahwa demokrasi di Iran demokrasi yang asli. Dan selanjutnya mereka bisa berbicara kepada pemimpin mereka untuk menghentikan sanksi-sanksi ilegal yang diterapkan atas rakyat Iran," tambahnya.

Selanjutnya Izadi dengan tegas menyebutkan bahwa demokrasi di Iran jauh lebih baik daripada Amerika dengan beberapa indikator.

"Tidak hanya ada 2 kandidat sebagaimana di Amerika, kami memiliki 8 kandidat," kata Izadi.

Selanjutnya Izadi menyebutkan bahwa seluruh kandidat tidak perlu mengharapkan bantuan dari para elit kaya untuk membiayai kampanye sebagaimana di Amerika karena media massa Iran memberikan akses bebas bagi seluruh kandidat untuk berkampanye tanpa bayaran.


ROUHANI FIGUR MODERAT?

Selama ini media menggambarkan presiden Iran terpilih Hassan Rouhani sebagai figur "moderat" sebagai antitesa bagi figur-figur konservatif para "mullah" atau ulama yang memegang kendali tertinggi negara Iran. 
 
Sebagai figur "moderat" Rouhani "diharapkan" akan membawa kebijakan politik Iran ke arah rekonsiliasi dengan Amerika dan "masyarakat internasional" dan menghentikan kebijakan-kebijakan yang selama ini dianggap bertentangan dengan aspirasi "masyarakat internasional" seperti menghentikan program nuklir dan menghentikan bantuan bagi kelompok-kelompok anti-Israel. Selain itu Rouhani diharapkan akan menghentikan dukungannya terhadap regim Bashar al Assad.

Namun belum apa-apa ternyata Rouhani telah menunjukkan sikap yang berbeda dengan harapan tersebut. Tentang program nuklir Iran, Rouhani dengan tegas menyatakan bahwa Iran akan tetap melanjutkannya. Selain itu Rouhani juga menegaskan dukungan Iran terhadap Bashar al Assad hingga pemilu mendatang yang akan diselenggarakan Syria tahun 2014.

"Krisis Syria harus diselesaikan oleh rakyat Syria sendiri. Kami menentang terorisme, perang saudara dan intervensi asing. Semoga saja dengan bantuan semua negara di kawasan dan dunia, perdamaian dan ketenangan akan kembali ke Syria. Pemerintah Syria (Bashar al Assad) harus dihormati oleh negara lain hingga pemilihan presiden mendatang, selanjutnya terserah rakyat Syria yang menentukan," kata Rouhani pada kesempatan pertama konperensi pers yang diselenggarakannya usai pemilu, Senin (17/6).

Mengenai sanksi ekonomi yang dikenakan terhadap Iran oleh negara-negara barat terkait program nuklir Iran, Rouhani menegaskan bahwa hal itu tidak tepat dan hanya menguntungkan zionis Israel selain merugikan negara-negara barat sendiri. Rouhani menjanjikan transparansi yang lebih besar atas program nuklir Iran, namun bertekad tidak akan menghentikannya.

REF:
"Iran democracy much better than that of US: Foad Izadi"; Press TV; 16 Juni 2013
"Who is Iran’s new president?"; Daniel Arkin; NBC; 17 Juni 2013
"Rouhani: Nuclear Program Will Keep on, Syria Gov’t Will Stay till 2014"; almanar.com.lb; 17 Juni 2013

 

Inilah Mesin Perang Rusia Yang Dipasok ke Suriah

Nur - Internasional

Kamis, 30 Mei 2013 07:00 WIB

http://wartaekonomi.co.id/berita11197/inilah-mesin-perang-rusia-yang-dipasok-ke-suriah.html


gambar berita warta ekonomi - inilah mesin perang rusia yang dipasok ke suriah

WE.CO.ID – 
Rusia mengumumkan akan mengirimkan sistem persenjataan peluru kendali (rudal) canggih S-300 ke Suriah yang mereka katakan kontrak pembeliannya telah beberapa tahun lalu diteken.

Pengumuman yang disampaikan oleh Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, Selasa (28/5/2013) waktu setempat kepada para wartawan itu hanya berselang tiga hari setelah Uni Eropa memutuskan mencabut embargo senjata mereka terhadap Suriah. Seperti apa kecanggihan rudal S-300 antiserangan udara buatan Rusia itu?

Mengutip data dari Royal United Services Institute, BBC memaparkan spesifikasi sistem peluru kendali mobil dari darat ke udara yang oleh para pengamat militer disejajarkan dengan Rudal Patriot Amerika Serikat itu. Rudal S-300 mampu menembak pesawat tempur, kapal perang, dan rudal balistik lawan.

Sistem persenjataan ini mampu meluncurkan dua rudal sekaligus dalam sekali tembakan. Posisinya yang vertikal memungkin rudal ini bisa diarahkan fleksibel dengan tingkat akurasi yang tinggi. Rudal berbasis mobil ini juga bisa dipindah-pindahkan di berbagai medan yang berbeda. 

Versi Rudal ini ialah S-300P yang dikembangkan pada 1960an. Versi tercanggih saat ini yang dibuat untuk pasokan luar negeri ialah S-300PMU-1 dan 2 yang mulai dikembangkan pada awal 1990an

Sistem peluncur peluru kendali buatan Almaz-Antey ini harganya sekitar US$900 juta per unit lengkap. Belum diketahui apakah paket rudal dengan harga sebesar itu yang dipasok ke Suriah.

Untuk paket lengkap, satu kendaraan pengangkut sekaligus peluncur sistem persenjataan ini dilengkapi empat rudal. Satu batalion biasanya diperkuat enam kendaraan peluncur dengan total jumlah rudal yang diangkut sebanyak 24 unit. Batalion tersebut juga didukung kendaraan yang menjadi pusat komando dan kendali serta kendaraan radar  pendeteksi berdaya jangkau jauh.

Peluru kendali untuk peluncur S-300PMU yang standar ialah 48N6 buatan Rusia. Daya jelajah rudal ini mencapai 5-150km dengan ketinggian mencapai 30km. Untuk menembakkan rudal tersebut, diperlukan sekitar 5 menit persiapan mulai kendaraan pengakutnya berhenti hingga penembakan ke target yang dituju.

Selain sistem persenjataan rudal mobil tersebut, Rusia juga memasok persenjataan lainnya ke Suriah. Mengutip data dari IISS, BBC memaparkan Rusia memasok hampir 5.000 tank, 2.500 kendaraan tempur pasukan infantri, dan 2.500 unit senjata artileri.

Selain itu, pasokan Rusia untuk angkatan bersenjata Rusia berupa 325 pesawat taktis, 143 helikopter, dan hampir 2.000 unit sistem pertahanan udara. Berbagai peralatan tempur buatan Rusia itu dioperasikan oleh sekitar 295.000 tentara aktif  dan 314.000 tentara cadangan.

nurcholish@wartaekonomi.com
Foto: Ist

IRAN SUKSES TINGKATKAN AKURASI RUDAL BALLISTIK

 cahyono-adi.blogspot.com/2013/06/iran-sukses-tingkatkan-akurasi-rudal.html#more
 
 
 
Di luar Cina, Iran adalah satu-satunya negara yang berhasil mengembangkan rudal ballistik (rudal yang ditembakkan ke angkasa dan jatuh ke sasaran dengan kekuatan gravitasi) anti-kapal. Bahkan negara-negara maju seperti Amerika dan Rusia pun belum mengembangkan senjata jenis ini.

Rudal jenis ini yang dikembangkan Iran adalah Khalij Fars (Teluk Parsi) yang memiliki daya jangkau hingga sejauh 300 km dan bergerak dengan kecepatan supersonik. Dengan dilengkapi oleh 650 kg hululedak ditambah kekuatan kecepatan yang tinggi, rudal ini mampu menenggelamkan kapal-kapal ukuran besar. Dilengkapi dengan kombinasi beberapa sistem pengendali (laser dan TV program) rudal ini mampu melakukan manuver-manuver canggih untuk mengelakkan sergapan lawan.

Komandan Divisi Ruangangkasa Tentara Pengawal Republik Iran (IRGC) Brigjen Amir-Ali Hajizadeh  baru-baru ini mengatakan bahwa para ahli Iran telah berhasil meningkatkan tingkat keakurasian rudal Khalij Fars dari dari sebelumnya 30 meter (penyimpangan maksimal dari titik sasaran sebenarnya) menjadi hanya 8,5 meter. Tingkat akurasi 30 meter tercatat dalam ujicoba yang dilakukan bulan Juli tahun lalu.

Hajizadeh membanggakan keberadaan rudal-rudal ini di jajaran IRGC telah membuat musuh-musuh Iran mempertimbangkan ulang rencana serangan militer terhadap Iran.

Sementara kebanyakan rudal anti-kapal adalah rudal jelajah dengan kecepatan subsonik (di bawah kecepatan suara) yang relatif mudah dideteksi dan dihentikan oleh sistem pertahanan udara musuh, rudal ballistik yang terbang tinggi dan jatuh nyaris vertikal dengan kecepatan tinggi, membuatnya sulit untuk diantisipasi.



SWASEMBADA SENJATA-SENJATA CANGGIH

Dalam beberapa tahun terakhir Iran telah berhasil mencapai kemajuan luar biasa di bidang persenjataan. Terima kasih pada sanksi yang diterapkan Amerika dan negara-negara barat pada Iran yang membuat Iran terpacu untuk mengembangkan sistem persenjataannya secara swasembada dengan mengandalkan sumberdaya lokal.

Keberhasilan tersebut tergambar jelas dalam latihan militer bersandi "the Great Prophet 7" yang digelar di Provinsi Semnan, Iran Tengah, bulan Juli 2012 lalu. Dalam latihan tersebut berbagai senjata canggih terbaru Iran berhasil menunjukkan kemampuannya seperti rudal-rudal Shahab (Meteor) 1, 2, 3, Tondar (Lightning), Fateh (Victor), Zelzal (Quake) dan Qiam (Uprising). Namun keberhasilan rudal Khalij Fars (Persian Gulf) menenggelamkan sasaran (kapal tua yang sudah tidak dioperasikan) menjadi bagian paling mengesankan dalam latihan tersebut.

Latihan tersebut juga memperlihatkan kecanggihan pesawat-pesawat pembom tanpa awak Iran menghancurkan sasaran-sasarannya.

Wartawan senior dan kolumnis terkenal Iran, Nader Mokhtari, dalam wawancaranya dengan Press TV usai penyelenggaraan latihan "The Great Prophet 7" mengatakan:

"Tahap-tahap akhir latihan tersebut memperlihatkan kemampuan senjata-senjata tercanggih Iran. Kami memiliki rudal-rudal anti-kapal yang diluncurkan dari darat, Khalij Fars, dikendalikan oleh laser dan TV, sangat akurat dan didisain khusus untuk lingkungan Teluk Parsi. Tidak ada senjata seperti ini di negara-negara lain.

Kita mungkin juga akan menyaksikan peluncuran rudal-rudal yang lebih besar baik berbahan bakar cair maupun padat seperti Qiam, Sajil dan rudal-rudal Shahab. Hal signifikan dari latihan ini adalah latihan penembakan sesungguhnya.

Iran tidak tergantung pada siapapun untuk mengembangkan peralatan pertahanannya, khususnya di bidang rudal dan ruangangkasa karena Iran berhasil mengembangkan sendiri perangkat kerasnya dan hal inilah yang membuat Iran berbeda dengan negara lain di kawasan.

Iran berupaya memastikan segala persenjataan yang dimilikinya bisa bekerja dengan baik dan telah mengujicoba beberapa senjata rancangan sendiri serperti Karrar, pesawat tempur tanpa awak yang dilengkapi dengan program komputer canggih yang memungkinkannya beroperasi secara independen, menembak sasaran sendiri dan tanpa pengendali jarak jauh."


REF:
"Iran increases precision of indigenous missile"; Press TV; 18 Juni 2013
"Iran not dependant on foreign powers in missile technology: Analyst"; Press TV; 4 Juli 2012


Presiden Iran sampaikan pesan untuk Amerika Serikat

Senin, 17 Juni 2013 23:14 WIB | 4487 Views
http://www.antaranews.com/berita/380600/presiden-iran-sampaikan-pesan-untuk-amerika-serikat

Hassan Rouhani saat menggunakan hak pilihnya Juni 2013. (REUTERS/Yalda Moayeri)
Berita Terkait
Teheran (ANTARA News) - 
 
Presiden terpilih Iran Hassan Rouhani, Senin, mengatakan Amerika Serikat mesti "mengakui hak nuklir Iran" agar Republik Islam tersebut memasuki perundingan dengan Washington.

Masalah "hubungan Iran dengan Amerika Serikat adalah persoalan rumit dan sulit," kata Rouhani.  "Namun, kami takkan melanjutkan ketegangan yang meningkat."

"Setiap pembicaraan dengan Amerika Serikat mesti dilandasi atas kepentingan dan saling menghormati, serta landasan yang sejajar," kata Rouhani sebagaimana dilaporkan Xinhua.

Dilanjutkannya perundingan dengan Amerika Serikat harus memiliki "sejumlah syarat: para pejabat AS tak boleh mencampuri urusan dalam negeri Iran; mereka mesti mengakui semua hak Iran termasuk hak nuklir; dan Amerika Serikat mesti menghentikan tindakan sepihak terhadap Iran", katanya.

"Setiap orang mesti lebih mengetahui bahwa Pemerintah Iran selanjutnya takkan pernah mengendurkan hak Iran yang tak bisa dibantah," katanya. Ia menegaskan, "Jika kami melihat i`tikad baik (dari Amerika Serikat), kami akan melakukan tindakan membangun kepercayaan di dalam kepentingan rakyat kami."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar