Selasa, 25 Juni 2013

.....15 TENTARA LEBANON TEWAS DI SIDON??..... SERANGAN DARI MANA...??? KOK TENTARA LEBANON SELATAN...??>> ....Sebanyak 15 personil militer dikabarkan tewas dalam pertempuran tersebut setelah para pendukung Al-Assir dengan menggunakan roket dan mortir melakukan serangan dadakan terhadap pos penjagaan militer di kota itu.Militer bertekad untuk membalas serangan tersebut dan menangkap Al-Assir.....>>> SIAPA ....DAN DARI MANA PASUKAN AL ASSIR...?? ....Sumber-sumber militer menyebutkan pos militer di dekat masjid Bilal bin Rabah dimana Assir menjadi imam-nya tiba-tiba saja diserang dengan senjata RPG (granat yang diluncurkan dengan roket) oleh pendukung-pendukung Assir. Satu buah kendaraan pengangkut lapis baja hancur akibat serangan tersebut...>> Dia sebelumnya telah menuduh Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) mendukung Hizbullah dan mengabaikan fakta bahwa kelompok militan tersebut diduga kuat dalam kepemilikan senjata dan telah mengirimkan milisi ke Suriah untuk berperang dengan pasukan Assad melawan oposisi pembebasan Suriah, yang kebanyakan adalah Muslim Sunni...>>

Syeikh Al Assir merilis pesan video untuk para pendukungnya setelah bentrokan mematikan di Sidon

Selasa, 16 Sya'ban 1434 H / 25 Juni 2013 07:35
Syeikh Al Assir merilis pesan video untuk para pendukungnya setelah bentrokan mematikan di Sidon
SIDON (Arrahmah.com) – Sedikitnya 20 pendukung seorang ulama Sunni di Libanon, Syeikh Ahmad al-Assir, ditemukan telah tak bernyawa di kompleks Masjid di selatan Sidon setelah bentrokan mematikan dengan tentara Libanon.
Tentara mengklaim bahwa mereka telah mengambil alih kompleks Masjid dan mengatakan mereka telah kehilangan 12 tentara dalam waktu kurang dari 24 jam.  Para pendukung Syeikh al Assir yang berada di dalam Masjid dikepung oleh tentara Libanon.
Syeikh Al Assir dalam khutbahnya menyeru pendukungnya untuk menyerang apartemen di Abra yang merupakan basis “Hizbullah”.  Para pendukungnya bentrok dengan milisi syiah “Hizbullah” di abra pekan lalu yang menewaskan satu orang.  Sejak saat itu ketegangan meningkat di wilayah tersebut.  Pasukan Libanon dikerahkan di sana dan menargetkan para pendukung Syeikh al Assir.
Perang Suriah merebak ke Libanon sejak Syiah “Hizbullah” secara terang-terangan mendukung rezim brutal Assad dan mengirimkan pasukannya untuk membantu pasukan rezim Assad.
Selama bentrokan pada Ahad (23/6/2013), Syeikh al Assir mendistribusikan pesan video melalu ponsel yang ditujukan kepada para pendukungnya.
“Kami sedang diserang oleh tentara Libanon,” ujar Syeikh al Assir yang mengatakan militer Libanon sektarian dan mendukung pemimpin “Hizbullah”, Hassan Nasrallah.
“Saya menyeru semua orang untuk memotong jalan dan untuk semua pejuang terhormat, untuk mengusir tentara segera,” ujarnya dalam pesan video itu.
Dia menyeru pendukungnya di seluruh Libanon untuk berduyun-duyun ke Abra untuk membantu “mempertahankan agama kita, kehormatan kita dan para Muslimah.”  (haninmazaya/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/06/25/syeikh-al-assir-merilis-pesan-video-untuk-para-pendukungnya-setelah-bentrokan-mematikan-di-sidon.html#sthash.X8tAphpq.dpuf

Syeikh Al Assir merilis pesan video untuk para pendukungnya setelah bentrokan mematikan di Sidon

Selasa, 16 Sya'ban 1434 H / 25 Juni 2013 07:35
Syeikh Al Assir merilis pesan video untuk para pendukungnya setelah bentrokan mematikan di Sidon
SIDON (Arrahmah.com) – Sedikitnya 20 pendukung seorang ulama Sunni di Libanon, Syeikh Ahmad al-Assir, ditemukan telah tak bernyawa di kompleks Masjid di selatan Sidon setelah bentrokan mematikan dengan tentara Libanon.
Tentara mengklaim bahwa mereka telah mengambil alih kompleks Masjid dan mengatakan mereka telah kehilangan 12 tentara dalam waktu kurang dari 24 jam.  Para pendukung Syeikh al Assir yang berada di dalam Masjid dikepung oleh tentara Libanon.
Syeikh Al Assir dalam khutbahnya menyeru pendukungnya untuk menyerang apartemen di Abra yang merupakan basis “Hizbullah”.  Para pendukungnya bentrok dengan milisi syiah “Hizbullah” di abra pekan lalu yang menewaskan satu orang.  Sejak saat itu ketegangan meningkat di wilayah tersebut.  Pasukan Libanon dikerahkan di sana dan menargetkan para pendukung Syeikh al Assir.
Perang Suriah merebak ke Libanon sejak Syiah “Hizbullah” secara terang-terangan mendukung rezim brutal Assad dan mengirimkan pasukannya untuk membantu pasukan rezim Assad.
Selama bentrokan pada Ahad (23/6/2013), Syeikh al Assir mendistribusikan pesan video melalu ponsel yang ditujukan kepada para pendukungnya.
“Kami sedang diserang oleh tentara Libanon,” ujar Syeikh al Assir yang mengatakan militer Libanon sektarian dan mendukung pemimpin “Hizbullah”, Hassan Nasrallah.
“Saya menyeru semua orang untuk memotong jalan dan untuk semua pejuang terhormat, untuk mengusir tentara segera,” ujarnya dalam pesan video itu.
Dia menyeru pendukungnya di seluruh Libanon untuk berduyun-duyun ke Abra untuk membantu “mempertahankan agama kita, kehormatan kita dan para Muslimah.”  (haninmazaya/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/06/25/syeikh-al-assir-merilis-pesan-video-untuk-para-pendukungnya-setelah-bentrokan-mematikan-di-sidon.html#sthash.X8tAphpq.dpuf
SIDON (Arrahmah.com) – Sedikitnya 20 pendukung seorang ulama Sunni di Libanon, Syeikh Ahmad al-Assir, ditemukan telah tak bernyawa di kompleks Masjid di selatan Sidon setelah bentrokan mematikan dengan tentara Libanon.
Tentara mengklaim bahwa mereka telah mengambil alih kompleks Masjid dan mengatakan mereka telah kehilangan 12 tentara dalam waktu kurang dari 24 jam.  Para pendukung Syeikh al Assir yang berada di dalam Masjid dikepung oleh tentara Libanon.
Syeikh Al Assir dalam khutbahnya menyeru pendukungnya untuk menyerang apartemen di Abra yang merupakan basis “Hizbullah”.  Para pendukungnya bentrok dengan milisi syiah “Hizbullah” di abra pekan lalu yang menewaskan satu orang.  Sejak saat itu ketegangan meningkat di wilayah tersebut.  Pasukan Libanon dikerahkan di sana dan menargetkan para pendukung Syeikh al Assir.
Perang Suriah merebak ke Libanon sejak Syiah “Hizbullah” secara terang-terangan mendukung rezim brutal Assad dan mengirimkan pasukannya untuk membantu pasukan rezim Assad.
Selama bentrokan pada Ahad (23/6/2013), Syeikh al Assir mendistribusikan pesan video melalu ponsel yang ditujukan kepada para pendukungnya.
“Kami sedang diserang oleh tentara Libanon,” ujar Syeikh al Assir yang mengatakan militer Libanon sektarian dan mendukung pemimpin “Hizbullah”, Hassan Nasrallah.
“Saya menyeru semua orang untuk memotong jalan dan untuk semua pejuang terhormat, untuk mengusir tentara segera,” ujarnya dalam pesan video itu.
Dia menyeru pendukungnya di seluruh Libanon untuk berduyun-duyun ke Abra untuk membantu “mempertahankan agama kita, kehormatan kita dan para Muslimah.”  (haninmazaya/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/06/25/syeikh-al-assir-merilis-pesan-video-untuk-para-pendukungnya-setelah-bentrokan-mematikan-di-sidon.html#sthash.X8tAphpq.dpuf

Siapa Ahmad Al Asir? Penentang Hizbullah di Libanon

Redaksi – Selasa, 16 Sya'ban 1434 H / 25 Juni 2013 07:27 WIB
http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/siapa-ahmad-al-asir-penentang-hizbullah-di-libanon.htm#.UclPvtiN6So
al assir 

Ahmad al-Asir, seorang Ulama Muslim Lebanon, hampir tidak dikenal dua tahun lalu sebelum konflik meletus di Suriah. Pernyataannya penentangan terhadap Bashar al-Assad dan sekutu-sekutunya, termasuk Syiah Lebanon Hizbullah, menempatkan dia pada spektrum utama politik.

Dia adalah salah satu ulama yang pertama di Lebanon yang menggelar demonstrasi menentang rezim Damaskus, yang mengendalikan Libanon selama hampir 30 tahun.

Assir kembali menjadi berita utama pada hari Minggu ketika pendukungnya menembak sebuah pos pemeriksaan tentara Lebanon di selatan kota Sidon.

Dia sebelumnya telah menuduh Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) mendukung Hizbullah dan mengabaikan fakta bahwa kelompok militan tersebut diduga kuat dalam kepemilikan senjata dan telah mengirimkan milisi ke  Suriah untuk berperang dengan pasukan Assad melawan oposisi pembebasan Suriah, yang kebanyakan adalah Muslim Sunni.

Sebagai responnya , ulama al Asir menyerukan pengikutnya untuk berangkat berjihad ke Suriah dan mengambil bagian dalam pertempuran melawan Assad.

Percikan terbaru kekerasan antara pendukung Assir dan LAF terjadi di tengah meningkatnya ketegangan sektarian di Lebanon antara pendukung Syiah rezim Assad dan Muslim yang bersimpati dengan pemberontak Suriah.

Siapa Ahmad al-Assir?

al asir2 

Asir, anak tertua dari lima bersaudara, lahir pada tahun 1968 dari seorang ibu Syiah dan ayahnya Muslim Sunni.

Ayahnya seorang musisi dan memainkan instrumen musik , termasuk Oud dan Derbakeh. Namun, menurut AFP, Assir meyakinkan ayahnya untuk berhenti bernyanyi dan beralih ke Islam.

Agama tidak memainkan peran besar dalam masa kecil Asir, yang saat  ini menjadi imam Masjid Bilal bin Rabah di Sidon, yang terletak sekitar 40 kilometer dari ibukota Libanon, Beirut.

“Aku dibesarkan di sebuah rumah artistik … tidak ada ruang untuk agama,” kata Assir.

Namun, ia mengatakan ada “titik balik” ketika Israel menginvasi Lebanon selatan pada 1982, waktu itu ia berusia 15 tahun.

“Saya mulai berpikir tentang kehidupan dan banyak mengingat mati, dan saya ingin belajar tentang agama,” katanya. “Tentu saja, aku harus berjuang dengan prinsip orang tua. Mereka menolak gagasan bukan karena mereka melawan agama tetapi karena mereka takut dari segala sesuatu yang disebut ‘milisi’, radikal”

al asir3 

Nohad, adik Assir, mengatakan kepada AFP bahwa kakaknya pernah mendukung perlawanan Hizbullah terhadap negara Yahudi, “tapi ia meninggalkan Hizbullah ketika ia melihat fakta” apa itu kelompok Syiah.
Assir memiliki satu saudara, Amjad, dan tiga saudara perempuan, Nohad, Waseela dan Nagham. Ia  memiliki dua isteri , dan memiliki tiga anak dari istri pertama.(Arby/Dz)

Syeikh Al Assir Maju di Front Terdepan Melawan Tentara dan Hizbullah Lebanon

Redaksi – Senin, 15 Sya'ban 1434 H / 24 Juni 2013 16:03 WIB
al assir 

Setidaknya 15 tentara Libanon kini diketahui telah tewas dalam bentrokan antara pasukan pemerintah Lebanon dan pengikut seorang syekh Sunni, yang menentang gerakan Hizbullah Syiah yang terlibat dalam perang di negara tetangga Suriah.

Bentrokan yang meletus pada hari Minggu antara tentara dan pendukung Ahmad al-Assir terus berlanjut semalam, lapor Al Jazeera Nour Samaha pada hari Senin.

Pertempuran berkobar di sekitar Abra dan el Halwah kamp pengungsi Palestina Ain, katanya.
Anggota kelompok  Jund al Syam dan al Fatah,  kelompok bersenjata Islam telah bergabung dalam pertempuran,  melaporkan dari sebuah desa beberapa kilometer jauhnya dari Saida.

Dia mengatakan bentrokan sangat intensif di kedua daerah tersebut di atas, dengan persenjataan berat yang digunakan”.

“Suara ledakan dan tembakan dapat didengar beberapa kilometer di luar Saida. Tentara pemerintah  mencegah orang meninggalkan kamp Palestina yang terletak di Saida,” katanya.

“Jalan diblokir masuk ke Saida dari selatan, mencegah orang  mencapai Beirut, pemblokiran dilakukan oleh massa pro partai Hizbullah.

Pendukung ulama Muslim Al Assir telah mengepung sebuah pos pemeriksaan militer di Abra, di pinggiran Sidon, kata seorang sumber keamanan.

Saling baku tembak terjadi,  pertempuran intens meluas , dan memaksa warga mengungsi bersama  dengan anak-anak mereka.

Pekan lalu, syekh Al Assir mengimbau semua pendukungnya untuk menyerang  sebuah apartemen di daerah Abra karena apartemen itu digunakan sebagai markas anggota Hizbullah.

Abra adalah lokasi  bagi jamaah Muslim  di mana Syekh Al Assir memimpin sebagai Imam Masjidnya. Syekh al Assir yakin Hizbullah menggunakan apartemen Abra untuk mengawasi aktifitas syekh Assir beserta para jamaahnya.

Ketegangan Suriah  telah meluaskan pengaruhnya  di Lebanon, memperdalam perpecahan sektarian antara Muslim  dan Syiah. (Aljazeera/KH)

Syeikh Al Assir merilis pesan video untuk para pendukungnya setelah bentrokan mematikan di Sidon

Selasa, 16 Sya'ban 1434 H / 25 Juni 2013 07:35

Syeikh Al Assir merilis pesan video untuk para pendukungnya setelah bentrokan mematikan di Sidon

- http://www.arrahmah.com/news/2013/06/25/syeikh-al-assir-merilis-pesan-video-untuk-para pendukungnya- setelah-bentrokan-mematikan-di-sidon.html

SIDON (Arrahmah.com) – Sedikitnya 20 pendukung seorang ulama Sunni di Libanon, Syeikh Ahmad al-Assir, ditemukan telah tak bernyawa di kompleks Masjid di selatan Sidon setelah bentrokan mematikan dengan tentara Libanon.

Tentara mengklaim bahwa mereka telah mengambil alih kompleks Masjid dan mengatakan mereka telah kehilangan 12 tentara dalam waktu kurang dari 24 jam.  Para pendukung Syeikh al Assir yang berada di dalam Masjid dikepung oleh tentara Libanon.

Syeikh Al Assir dalam khutbahnya menyeru pendukungnya untuk menyerang apartemen di Abra yang merupakan basis “Hizbullah”.  Para pendukungnya bentrok dengan milisi syiah “Hizbullah” di abra pekan lalu yang menewaskan satu orang.  Sejak saat itu ketegangan meningkat di wilayah tersebut.  Pasukan Libanon dikerahkan di sana dan menargetkan para pendukung Syeikh al Assir.

Perang Suriah merebak ke Libanon sejak Syiah “Hizbullah” secara terang-terangan mendukung rezim brutal Assad dan mengirimkan pasukannya untuk membantu pasukan rezim Assad.

Selama bentrokan pada Ahad (23/6/2013), Syeikh al Assir mendistribusikan pesan video melalu ponsel yang ditujukan kepada para pendukungnya.

“Kami sedang diserang oleh tentara Libanon,” ujar Syeikh al Assir yang mengatakan militer Libanon sektarian dan mendukung pemimpin “Hizbullah”, Hassan Nasrallah.

“Saya menyeru semua orang untuk memotong jalan dan untuk semua pejuang terhormat, untuk mengusir tentara segera,” ujarnya dalam pesan video itu.

Dia menyeru pendukungnya di seluruh Libanon untuk berduyun-duyun ke Abra untuk membantu “mempertahankan agama kita, kehormatan kita dan para Muslimah.” 

 (haninmazaya/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/06/25/syeikh-al-assir-merilis-pesan-video-untuk-para-pendukungnya-setelah-bentrokan-mematikan-di-sidon.html#sthash.X8tAphpq.dpuf

 

PERANG PECAH DI SIDON, 15 TENTARA TEWAS




Pertempuran sengit terjadi di kota Sidon (Saida), Lebanon Selatan, Minggu kemarin antara tentara Lebanon melawan milisi pendukung ulama wahabi Amad Al-Assir.  Sebanyak 15 personil militer dikabarkan tewas dalam pertempuran tersebut setelah para pendukung Al-Assir dengan menggunakan roket dan mortir melakukan serangan dadakan terhadap pos penjagaan militer di kota itu.Militer bertekad untuk membalas serangan tersebut dan menangkap Al-Assir.

Pertempuran yang disebut militer sebagai "mengingatkan" era Perang Sipil Lebanon tahun 1970an sampai 1990-an itu juga mengakibatkan 38 tentara mengalami luka-luka. Belum didapat keterangan tentang korban di pihak Al Assir.
.
Sumber-sumber militer menyebutkan pos militer di dekat masjid Bilal bin Rabah dimana Assir menjadi imam-nya tiba-tiba saja diserang dengan senjata RPG (granat yang diluncurkan dengan roket) oleh pendukung-pendukung Assir. Satu buah kendaraan pengangkut lapis baja hancur akibat serangan tersebut.

Pertempuran sengit terjadi juga di kamp Ain al-Hilweh hari ini dengan militer mengerahkan kendaraan lapis bajanya. Tank-tank menerobos pertahanan di sekeliling masjid Bilal bin Rabah dalam upaya militer menangkap Al Assir. Sejumlah pendukung terjebak di sekitar masjid dalam pertempuran tersebut dan militer berusaha menyelamatkannya.


Sumber:  
Almanar.com.lb "Fighting Rages in Sidon: 15 Soldiers Killed, Army Vows Retaliation", 24 Juni 2013
Local

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar