Kamis, 13 Juni 2013

ADA APA IRAN-HEZBULLAH-SYRIA-SUNNY + SYIAH vs AS-ISRAEL-SAUDI-TURKI-WAHABI SALAFI-ALQAIDA-OPOSISI-GEORGE SABRA [CIA..??]......??? ... MENGAPA ....DAN ADA PERPEEACAHAN MUSLIM DAN PERMUSUHAN APA SESAMA MUSLIM..?? BUKANKAH TENTARA DAN RAKYAT SURIAH ITU 70% ADALAH SUNNY...DAN HANYA SEKITA 10-15% SYIAH...?? SEDANG SISANYA NON MUSLIM..?? >> MENGAPA SAUDI-DAN ALQAIDA HARUS MEMERANGI SURIAH...?? ADA APA...DAN UNTUK SIAPA MEREKA MEMUSUSHI ASSAD...YANG HANYA 15% DARI RAKYAT SURIAH...??>> KENAPA TURKI TIDAK MENJADI PENDAMAI...DAN MALAHAN IKUT MEMUSUHI SURIAH..DAN AL ASSAD..??..>> INI SUATU YANG TAK MASUK AKAL SEHAT...DAN BAHKAN KON ALQARDAWI..SANG ULAMA BESAR ITU... MEMUSUHI...RAKYAT SURIAH..DAN SYIAH..??>> ADA APA DENGAN SYEIKH... AL QARDAWI??>> KENAPA SYEIKH ALQARDAWI YANG KONO SANGAT BER ILMU ITU MEMUSUSHI ASSAD..DAN PENGIKUT ASSAD...??>> MENGAPA ULAMA2 BESAR ..YANG KONON IKHWANUL MUSLIMIN..DAN JUGA WAHABI SALAFI INI MEMUSUHI ASAD..??>> MENGAPA WAHABI HARUS MEMUSUHI...SYIAH...?? ADA APA DENGAN WAHABI SALAFI..?? >> BUKANKAH KONON RAJA ARAB SAUDI ITU... KHADAMULHARAMAIN.... SEBAGAIMANA SEMUA UMAT ISLAM ADALAH KHADAMUL HARAMAIN... BAHKAN SEMUA PARA PENGUASA ISLAM DAN PARA PENGUASA DAERAH HEJZ..ITU ADALAH KHADAMULHARAMAIN...?? KENAPA HARUS MEMUSUSHI ASSAD..DAN SYIAH...?? >> BENARKAH BERITA2 ITU SEPERTI ITU...?? ATAUKAH INI PERMAINAN MASMEDIA DAN JURNALIS2..ANTI ISLAM ANTI AJARAN ISLAM..DAN ANTI UMMAT ISLAM...DAN ANTI PERSATUAN ISLAM...??? LALU SIAPAKAH SEBENARNYA MEREKA YANG JAHAT TERHADAP ISLAM..DAN UMMAT ISLAM..ITU...?? >> MENGAPA PARA MUSUH ASSAD DAN YANG MEMUSUHI ASSAD... MSLSH..BERSAHABAT DENGAN ISRAEL...YANG MENINDAS DAN MENJAJAH... BANGSA PLESTINA.. >> ..DAN SEMUA MASYARAKAT SADAR... BAHWA ISRAEL SELALU MENGGANDENG AS..DAN EROPA...KEMANAPUN MEREKA MELANGKAH..?? MENGAPA ARAB SAUDI LEBIH SUKA BERSAHABAT DENGAN ISRAEL YANG JELAS MENINDAS DAN MENJAJAH PALESTINA..??>> .. AWAM SEBAGAI UMMAT..SANGAT SEDIH..DAN SEMAKIN TAK FAHAM..AKAN SIKAP ARAB SAUDI..YANG KONON MENGAKU SABAGAI KAHADMULHARAMAIN..?? BENARKAN ARAB SAUDI IKHLAS SEBAGAI KHADAMULHARAMAIN...?? ATAUKAH HANYA TIPU MUSLIHAT..DAN PERMAINAN PROPAGANDA...UNTUK INGIN MENJADI PEMIMPIN UMMAT ISLAMM..?? >> ..LALU KEMANA ERDOGAN..?? KEMANA SAJA BELIAU INGIN BERJALAN...??>>... WAHAI UMMAT ISLAM..HAYYOOO BERSATU..DAN SEGERA BEBASKAN PALESTINA SELURUHNYA DAN SEUTUHNYA DARI PENJAJAHAN ISRAEL YANG DIREKAYASA OLEH INGGRIS-AMERIKA DAN KELOMPOK2 ZIONIS DAN GOLONGAN2 ANTI ISLAM DAN ANTI SYARIAH ISLAM..??>> MAERDEKA...!!! ... >> .... Menurut Obaid, kemenangan Iran di Syria yang ditandai dengan tetap bertahannya regim Bashar al Assad akan menjamin kontrol Iran atas kawasan yang luas yang mencakup Lebanon, Syria, Irak dan Iran yang menjadi ancaman serius bagi eksistensi negara Israel. Obaid menilai Iran telah berusaha untuk tidak tampak terlalu terlibat dalam konflik di Syria dengan tidak mengirimkan personil militernya secara langsung dan hanya memberikan bantuan logistik dan senjata kepada regim Bashar al Assad. Hal ini demi mengurangi risiko munculnya konflik sektarianisme antara penganut Shiah dan Sunni. Namun dengan perhitungan yang tepat, Iran berhasil memanfaatkan asetnya yang berharga, Hizbollah, untuk mengalahkan musuh-musuhnya di Syria.....>> ...pengamat hubungan strategis Suriah, Salim Harba, juga mengungkap dimensi lain dari makar rezim Zionis Israel dan negara-negara Barat. Ditambahkannya bahwa oknum-oknum teroris dari negara-negara Teluk Persia, Irak, Lebanon, Afghanistan, Turki, dan Perancis, yang dibekuk dalam operasi militer Suriah di wilayah Baba Amr, mereka semua diatur oleh Barat dan Israel. Harba menegaskan bahwa dibentuk kantor khusus di Qatar yang mengurusi operasi kelompok-kelompok teroris di Suriah yang koordinasinya ditangani langsung para agen-agen Dinas Rahasia Amerika Serikat (CIA) dan Israel (Mossad). Di sisi lain, Qatar juga menandatangani kontrak pembelian senjata dengan perusahaan-perusahaan senjata Amerika Serikat dan Israel untuk melengkapi senjata para perusuh di Suriah...>> 15 Juni 2011 melihat unjuk rasa pro-pemerintah besar-besaran di Damaskus. Para demonstran membentangkan bendera Suriah sepanjang 2,4 km, mengutuk campur tangan asing dalam urusan negara mereka dan menyerukan persatuan nasional di bawah kepemimpinan Bashar al-Assad … Media Swedia tidak memperhatikan sama sekali demonstarasi atau manifestasi pro-pemerintah di Suriah. Sebaliknya mereka telah mencoba untuk menggambarkan pemberontakan bersenjata berdarah di negara itu sebagai “gerakan pro-demokrasi” . Di kota Jisr al-Shaghour setidaknya 120 tentara Suriah tewas oleh kelompok bersenjata dari Wahabi fanatik. Polisi dan pos-pos keamanan diserang. Kelompok-kelompok ini mempertimbangkan bentuk demokrasi menjadi sesat dan murtad. Masalah mereka dengan pemerintah Suriah tidak ada hubungannya dengan “kurangnya demokrasi”, tetapi dengan keinginan untuk melaksanakan visi dan misi Saudi yang didukung ideologi Wahhabi, yang mereka anggap sebagai interpretasi Islam . . Warga sipil yang terjebak dalam baku tembak telah melarikan diri ke perbatasan Turki. Penderitaan mereka telah disebabkan, bukan oleh pemerintah Suriah, tetapi oleh para pemberontak Wahabi yang meneror dengan kekerasan. Bagi mereka penderitaan orang yang tidak bersalah tidak ada artinya. Wahabisme menyerupai Zionisme yang menganggap hanya Wahhabi menjadi manusia dan “yang lain” sebagai binatang...>> Wahhabi menyebut diri mereka “Salafi” karena mereka mengaku pengikut “Salaf”, generasi saleh awal umat Islam, namun klaim ini tidak memiliki substansi apa pun, karena Wahabisme adalah sebuah sekte baru yang didirikan pada abad ke-18 oleh seorang ulama bernama Muhammad bin Abdul -Wahhab, dan dengan demikian tidak ada hubungannya dengan salaf kecuali nama. Sangat penting untuk membedakan antara Salafisme, sebuah ideologi modern, dan salaf . Beberapa kuburan massal telah ditemukan di Suriah berisi mayat tentara dan polisi, yang dibunuh dengan darah dingin oleh kelompok perlawanan Wahhabi. Sama seperti kelompok Wahabi terkenal di Irak mereka anggap orang bekerja untuk pemerintah non-Wahhabi menjadi murtad...>> Salah satu tujuan dari Shiaphobia adalah untuk mengutuk Iran dalam rangka untuk mengekang pengaruh mereka dan memajukan kepentingan blok Zionis, yang pemain utamanya adalah Arab Saudi dan Israhell. Strategi Saudi-Israhell adalah untuk menggambarkan pemberontakan bersenjata di Suriah dalam satu dari dua cara tergantung pada penonton. Untuk masyarakat Barat itu adalah perjuangan antara “demokrasi dan kediktatoran” dan kepada masyarakat Sunni itu adalah perjuangan antara “Sunni” dan yang disebut rezim “Alawi-Syiah”. Apa yang mereka tidak memberitahu penonton Sunni adalah bahwa tidak Syiah saja, tetapi juga semua Sunni non-Wahhabi, dianggap sesat dan murtad oleh kaum Wahhabi..>> "Bahkan IMF yang berpusat di Amerika, telah menawarkan kepada saya kesepakatan "baik hati" berupa pinjaman lunak senilai $21 miliar ," kata Assad. Menurut Assad tawaran tersebut ditolaknya mentah-mentah. Menurutnya, proyek-proyek rekonstruksi Syria paska perang akan diberikan kepada sekutu-sekutu Syria termasuk Cina dan Rusia. Sebagai perbandingan, Presiden Mesir yang juga tokoh Ikhwanul Muslimin, Mohammad Moersi, tidak kuasa untuk menolak "bantuan" IMF senilai $3 miliar sekaligus mengkhianati keyakinannya sendiri tentang riba. Sementara para pemimpin Hamas seperti Khaled Meshal dan Ismail Haniyeh berharap mendapat bagian dari Moersi hingga rela mengkhianati Bashar al Assad. ..>>

Arab Saudi dan Israel yang hancurkan Suriah, jadi bukan syi’ah imamiyah

Teroris berbaju tentara Suriah :

Siapa Sebenarnya Penjahat di Suriah, Pemerintah Assad atau Oposisi?

Minggu, 2012 Maret 04 12:48
http://syiahali.wordpress.com/2012/03/29/arab-saudi-dan-israel-yang-hancurkan-suriah-jadi-bukan-syiah-imamiyah/
 
 
 
Berbagai laporan mengkonfirmasikan peran luas rezim Zionis Israel dalam instabilitas di Suriah sejak Maret 2011. Dalam hal ini, Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman mengatakan, “Israel siap untuk mengirim bantuan kepada kelompok-kelompok pemberontak di Suriah.”
 
Juru bicara Menlu Zionis, Tzachi Moshe mengatakan, “Israel dapat menyalurkan bantuan kepada kelompok-kelompok bersenjata di Suriah melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa atau lembaga-lembaga internasional lain.”
.
Para perusuh dan kelompok teroris bersenjata Suriah beraksi sejak Maret 2011 dengan dukungan sejumlah negara Barat, Arab, dan Israel. Hingga kini ribuan orang tewas termasuk aparat keamanan negara ini.
.
Kesiapan Israel untuk menyalurkan bantuan lebih banyak kepada kelompok teroris Suriah dikemukakan di saat sebuah kelompok yang menamakan diri (Dewan Transisi Nasional Suriah), telah menyatakan kesiapannya untuk menjalin hubungan persahabatan dengan Israel jika pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad terguling.
.
Isaac Hertzog, seorang anggota parlemen dari Partai Buruh, juga mendesak Tel Aviv menyalurkan dukungan dan bantuan lebih banyak kepada kelompok-kelompok pemberontak Suriah. Hertzog juga mengungkap hubungan Israel dengan seorang pemimpin oposisi Burhan Ghalyoun dan menegaskan bahwa sejumlah tokoh oposisi Dewan Transisi Nasional Suriah bahkan menyatakan untuk berdamai dengan rezim Zionis. Nama-nama tokoh oposisi yang menginginkan perdamaian dengan Israel itu menurut Hertzog, tidak mungkin dipublikasikan karena alasan keamanan.
.
Publikasi berita tentang hubungan kelompok oposisi dengan rezim yang bahkan memusuhi dan menjajah sebagian wilayah Suriah itu, semakin mengungkap esensi dan identitas kelompok oposisi Suriah yang menjadi boneka pihak-pihak asing.
.
Seorang pengamat hubungan strategis Suriah, Salim Harba, juga mengungkap dimensi lain dari makar rezim Zionis Israel dan negara-negara Barat. Ditambahkannya bahwa oknum-oknum teroris dari negara-negara Teluk Persia, Irak, Lebanon, Afghanistan, Turki, dan Perancis, yang dibekuk dalam operasi militer Suriah di wilayah Baba Amr, mereka semua diatur oleh Barat dan Israel.
 
Harba menegaskan bahwa dibentuk kantor khusus di Qatar yang mengurusi operasi kelompok-kelompok teroris di Suriah yang koordinasinya ditangani langsung para agen-agen Dinas Rahasia Amerika Serikat (CIA) dan Israel (Mossad).
 
Di sisi lain, Qatar juga menandatangani kontrak pembelian senjata dengan perusahaan-perusahaan senjata Amerika Serikat dan Israel untuk melengkapi senjata para perusuh di Suriah.
.
Masalah-masalah tersebut mengindikasikan fakta bahwa Suriah saat ini memang menghadapi gelombang makar dari Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel, yang juga dibantu oleh negara-negara Arab.
.
Upaya Israel mengobarkan instabilitas di Suriah dan bahkan menyulut perang sipil di negeri itu adalah dalam rangka menyimpangkan perhatian rakyat dan pejabat Suriah dari penjajahan rezim Zionis atas wilayah-wilayah Suriah serta untuk mematenkan aksi ilegal mereka itu.
 
Strategi “Sumbu Saudi-Zionis” untuk mengacaukan Suriah
.
15 Juni 2011 melihat unjuk rasa pro-pemerintah besar-besaran di Damaskus. Para demonstran membentangkan bendera Suriah sepanjang 2,4 km, mengutuk campur tangan asing dalam urusan negara mereka dan menyerukan persatuan nasional di bawah kepemimpinan Bashar al-Assad …

Media Swedia tidak memperhatikan sama sekali demonstarasi atau manifestasi pro-pemerintah di Suriah. Sebaliknya mereka telah mencoba untuk menggambarkan pemberontakan bersenjata berdarah di negara itu sebagai “gerakan pro-demokrasi”
.
Di kota Jisr al-Shaghour setidaknya 120 tentara Suriah tewas oleh kelompok bersenjata dari Wahabi fanatik. Polisi dan pos-pos keamanan diserang. Kelompok-kelompok ini mempertimbangkan bentuk demokrasi menjadi sesat dan murtad. Masalah mereka dengan pemerintah Suriah tidak ada hubungannya dengan “kurangnya demokrasi”, tetapi dengan keinginan untuk melaksanakan visi dan misi Saudi yang didukung ideologi Wahhabi, yang mereka anggap sebagai interpretasi Islam
.
Warga sipil yang terjebak dalam baku tembak telah melarikan diri ke perbatasan Turki. Penderitaan mereka telah disebabkan, bukan oleh pemerintah Suriah, tetapi oleh para pemberontak Wahabi yang meneror dengan kekerasan. Bagi mereka penderitaan orang yang tidak bersalah tidak ada artinya. Wahabisme menyerupai Zionisme yang menganggap hanya Wahhabi menjadi manusia dan “yang lain” sebagai binatang.

Wahhabi menyebut diri mereka “Salafi” karena mereka mengaku pengikut “Salaf”, generasi saleh awal umat Islam, namun klaim ini tidak memiliki substansi apa pun, karena Wahabisme adalah sebuah sekte baru yang didirikan pada abad ke-18 oleh seorang ulama bernama Muhammad bin Abdul -Wahhab, dan dengan demikian tidak ada hubungannya dengan salaf kecuali nama. Sangat penting untuk membedakan antara Salafisme, sebuah ideologi modern, dan salaf
.
Beberapa kuburan massal telah ditemukan di Suriah berisi mayat tentara dan polisi, yang dibunuh dengan darah dingin oleh kelompok perlawanan Wahhabi. Sama seperti kelompok Wahabi terkenal di Irak mereka anggap orang bekerja untuk pemerintah non-Wahhabi menjadi murtad.

Kerusuhan di Suriah jelas diatur dari luar negeri. Arab Saudi, rezim Wahabi dan sekutunya Amerika Serikat, telah bertahun-tahun mendukung kelompok-kelompok Wahhabi di Suriah dalam upaya untuk mengacaukan negara dan penyebaran pengaruh Saudi di wilayah tersebut. Shiaphobia, kebencian irasional dan buta terhadap Syiah, adalah komponen utama dari propaganda Wahabi
.
Salah satu tujuan dari Shiaphobia adalah untuk mengutuk Iran dalam rangka untuk mengekang pengaruh mereka dan memajukan kepentingan blok Zionis, yang pemain utamanya adalah Arab Saudi dan Israhell. Strategi Saudi-Israhell adalah untuk menggambarkan pemberontakan bersenjata di Suriah dalam satu dari dua cara tergantung pada penonton. Untuk masyarakat Barat itu adalah perjuangan antara “demokrasi dan kediktatoran” dan kepada masyarakat Sunni itu adalah perjuangan antara “Sunni” dan yang disebut rezim “Alawi-Syiah”. Apa yang mereka tidak memberitahu penonton Sunni adalah bahwa tidak Syiah saja, tetapi juga semua Sunni non-Wahhabi, dianggap sesat dan murtad oleh kaum Wahhabi
.
Bagian dari narasi “Sunni melawan Syiah” adalah rumor konyol bahwa Republik Islam Iran memberikan peralatan dan dukungan logistik kepada pemerintah Suriah untuk memadamkan kerusuhan. Tidak ada bukti yang dapat disajikan selain wawancara yang tidak kritis dengan bias yang disebut “saksi mata”. Meskipun tidak ada bukti keterlibatan Iran di sisi pemerintah, ada banyak bukti keterlibatan Amerika, Saudi dan Israel di sisi kelompok Wahabi bersenjata
.
Tabloid terbesar kedua di Swedia, Expressen Zionis, baru-baru ini menerbitkan sebuah artikel yang sama sekali tak berdasar yang mengklaim bahwa pasukan khusus Iran membantu “diktator” Suriah. (“Iransk elitstyrka hjälper diktatorn”, Expressen, 28/5 2011). Dan ini bukan kasus yang unik. Kedua televisi negara Swedia dan radio pemerintah telah bermain ke tangan skema Saudi Zionis
.
Sumbu Saudi Zionis ingin sekali mempercepat laju pemberontakan untuk mencegah reformasi demokrasi oleh pemerintah Suriah. Target, nyata langsung dari pemberontakan adalah perlawanan Islam dan Arab menentang Zionisme. Apa yang terjadi di Suriah tidak memiliki hubungan dengan pemberontakan yang disebut ” Arab Spring”. Suriah bukanlah sekutu Amerika Serikat dan merupakan pendukung perlawanan. Bashar al-Assad adalah pemimpin populer. Sumbu Saudi Zionis menginginkan rezim Wahhabi di Suriah yang akan memutuskan hubungan dengan Iran dan berdamai dengan Israel
.
Turki membuat kesalahan besar jika mengabaikan ancaman Wahabi atau mencoba untuk menggunakan kelompok-kelompok ini untuk keuntungan duniawi. Sebuah Wahhabisasi masyarakat Suriah akhirnya akan meluas ke Turki dan mengancam keamanan internal. Gerakan-gerakan Islam Turki adalah seimbang, tercerahkan dan progresif dengan elemen yang kuat dari sufisme, dan dengan demikian memiliki lebih banyak kesamaan dengan budaya Islam Iran dibandingkan dengan ekstremisme Wahabi. Bahkan secara tradisional, Sunni dan Syiah berbagi musuh yang sama tentang Wahhabisme. Kaum Sunni harus menyadari ini sebelum terlambat. Erdogans melakukan kunjungan ke Makam Suci Imam Ali di Najaf merupakan langkah ke arah yang benar
.
Perjuangan di Suriah tidak antara pasukan pro-demokrasi dan anti-demokratis, tetapi antara sumbu Saudi-Israhell dan pasukan anti-Zionis. Tentu saja, beberapa demonstran mungkin berpikir bahwa apa yang mereka lakukan adalah demi demokrasi, tetapi sebenarnya tindakan mereka hanya akan melayani kepentingan Wahabisme dan Zionisme, yang merupakan dua ideologi yang sama, bekerja sama untuk menghentikan gerakan kebangkitan Islam
.
Kita tidak bisa menerima pernyataan Wahhabi ketika mereka mengklaim pemerintah Suriah adalah tidak Islami. Bagi mereka, hanya Wahhabi adalah Muslim. Itu berarti bahwa pemerintahan non-Wahhabi, terlepas dari kebijakan, adalah tidak Islami
.
Penggambaran Saudi-Israhell dari situasi di Suriah sebagai konflik sektarian antara Syiah-Alawi dan Sunni juga mudah diberhentikan. Pemerintah Suriah bukan Alawi maupun Sunni, ini adalah pemerintah nasional Suriah dengan perwakilan dari Syiah dan Sunni, serta komunitas Kristen
.
Seperti telah saya menyinggung salah satu tujuan istilah yang lebih implisit dan panjang sumbu Saudi-Zionis – terutama dari sudut pandang Zionis – adalah untuk menghancurkan semua gerakan kebangkitan Islam dan menggantinya dengan isu sektarian dan fanatik kelompok Wahhabi yang akan mendiskreditkan politik Islam dan membuka jalan bagi sekularisme. Penyebaran Wahhabisme, sebuah sekte yang dibenci oleh Muslim, akan membuat para elit intelektual mencari alternatif sekuler. Karena Islam dan gerakan Islam merupakan ancaman terhadap Zionisme dan hegemoni Israhell dengan demikian gerakan-gerakan ini harus dirusak, dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dari dalam, melalui Wahhabisme
.
Munafik Arab Saudi berpura-pura menjadi “pembela Sunni”. Ironisnya, masalah ini adalah bahwa Sunni jauh lebih bebas untuk mengekspresikan keyakinan mereka di Iran daripada di Arab Saudi, di mana Wahhabisme yang hanya diperbolehkan , Sunni tradisional dicap sebagai “inovator”, “murtad” dan “penyembah kuburan “. Non-Wahhabi Sunni, yang merupakan mayoritas dunia, sama sekali tidak memiliki kebebasan beragama di Arab Saudi, dan bahkan dianiaya
.

Konspirasi Baru Aliansi Saudi-Qatar Hantam Suriah

Selasa, 2012 Maret 06 16:08
 
 
Di saat pemerintah Damaskus secara bertahap berhasil mengendalikan stabilitas di Suriah, sejumlah negara asing justru melancarkan manuver baru untuk mengobarkan kerusuhan lebih luas di negara Arab itu.
 
Setelah gagal melakukan berbagai cara dari arena diplomatis di Liga Arab dan PBB hingga dukungan finansial dan militer terhadap oposisi bersenjata di Suriah, Arab Saudi dan Qatar semakin kompak melancarkan konspirasi babak baru untuk menggulingkan pemerintahan Assad.
.
Untuk melicinkan tujuan tersebut, Amir Qatar, Sheikh Hamad Bin Khalifa Al-Thani bertemu dengan sejawatnya dari Saudi, Raja Abdullah bin Abdul Aziz Senin (5/3) di Riyadh. Kedua pemimpin negara Arab itu menekankan peningkatan sanksi lebih keras terhadap Suriah yang merugikan rakyat negara itu. Setelah gagal melakukan berbagai cara, kini Riyadh dan Doha berupaya menyulut perang saudara di Suriah.
.
Televisi OTV Lebanon  memberitakan terbongkarnya kasus baru pengiriman senjata selundupan menuju Suriah yang melibatkan aliansi dua negara Arab itu. Setelah setahun aktivitas kelompok-kelompok bersenjata dan berbagai kasus penyelundupan senjata ke Suriah dari perbatasan Lebanon, Yordania, dan Turki, pada hari Senin (5/3) kembali terungkap kasus baru upaya penyelundupan senjata dengan tujuan Suriah.
.
Sebelumnya, Militer Suriah berhasil menangkap lebih dari 137 perwira intelijen dan instruktur asing. Pasukan keamanan Suriah menangkap sekitar 700 orang di Baba Amr, Homs. Televisi al-Manar, Lebanon mengutip sumber-sumber diplomatik Barat dan Eropa melaporkan lebih dari 137 mereka yang ditangkap militer Suriah adalah para perwira intelijen dan instruktur dari berbagai negara.
Selama beberapa bulan terakhir, Arab Saudi dan Qatar menjadi pusat konspirasi menyerang Suriah. Tidak hanya itu, kedua negara Arab itu juga sebelumnya terbukti melakukan intervensi besar-besaran di Yaman, Bahrain dan Libya.
.
Gencarnya dukungan finansial dan militer pemerintahan Riyadh dan Doha terhadap milisi bersenjata di Suriah memuluskan jalan bagi CIA dan Mossad menyulut kekacauan lebih parah di Suriah.
.
Di level diplomasi internasional, Arab Saudi dan Qatar berupaya menyeret masalah dalam negeri Suriah menjadi problem internasional. Riyadh dan Doha berupaya menarik dukungan Cina dan Rusia supaya mengamini kebijakannya menggulingkan pemerintahan legal di Suriah, dan kemudian menempatkan kabinet boneka demi kepentingan Israel dan Barat.
.
Manuver Arab Saudi dan Qatar atas Suriah menunjukkan wajah brutal kebijakan luar negeri negara Arab itu terhadap tetangga sebahasanya sendiri di kawasan. Padahal, krisis Suriah merupakan masalah dalam negeri yang hanya bisa diselesaikan melalui diplomasi internal tanpa campur tangan kekuatan asing yang justru memperkeruh masalah.
.

Wahabi dan Salafi Meresahkan Masyarakat Mesir

Minggu, 2012 Maret 04 21:34
 
 
 
Serikat Pasukan Ahlul Bait Mesir yang dipimpin al-Taher al-Hashemi dalam statemennya menyatakan, “Kelompok salafi dan wahabi, khususnya Qaradawi, sedang berusaha memecah belah umat Islam.”
.
Fars News (4/3) melaporkan, al-Hashemi mengatakan, “Kelompok salafi yang dipimpin oleh Yusuf Qaradawi, Ketua Ulama Islam Sedunia, di Qatar tengah merusak kerukunan dan persatuan umat Islam.”
.
Lembaga Syiah Mesir itu menyingung standar ganda Syeikh Qaradawi dalam menyikapi krisis Suriah dan Bahrain dan menilainya sebagai faktor utama munculnya benturan-benturan antarmazhab di Mesir, dunia, Islam dan Arab.
.
Al-Taher al-Hashemi  dalam statemennya mengatakan, “Kelompok wahabi dan salafi sangat meresahkan dalam masyarakat Mesir dan mereka menyulut fitnah. Aksi-aksi tersebut termasuk program intelijen yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam.”
.

Militer Suriah Tangkap 137 Intelijen dan Instruktur Asing

Senin, 2012 Maret 05 02:37
 
 
 
Militer Suriah berhasil menangkap lebih dari 137 perwira intelijen dan instruktur asing.
.
Pasukan keamanan Suriah mampu menangkap sekitar 700 orang di Baba Amr, Homs. Demikian dilaporkan al-Alam Ahad (4/3).
.
Televisi al-Manar, Lebanon mengutip sumber-sumber diplomatik Barat dan Eropa melaporkan lebih dari 137 mereka yang ditangkap militer Suriah adalah para perwira intelijen dan instruktur dari berbagai negara.
.
Militer Suriah baru-baru ini juga mampu menembus wilayah Baba Amr dan membersihkan kawasan ini dari anasir pasukan pemberontak.
.
Instabilitas Suriah meletus sejak pertengahan Maret 2011 dan berbagai kelompok teroris dengan dukungan sejumlah negara Arab dan Barat memanfaatkan krisis ini untuk menggulingkan pemerintah Damaskus.

IRAN, PEMENANG SEBENARNYA DALAM KONFLIK SYRIA 

http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/06/iran-pemenang-sebenarnya-dalam-konflik.html#more


PENGANTAR:

Saya (blogger) sebenarnya tertarik untuk lebih banyak menulis tentang kondisi politik di Indonesia yang diwarnai dengan fenomena semakin menguatnya pengaruh zionis internasional di negeri ini: "kriminalisasi" PKS oleh KPK, kenaikan harga BBM, kunjungan politisi Golkar ke parlemen Israel, larangan Polwan berjilbab, pembunuhan para "teroris" tanpa proses pengadilan, pengaturan bunyi adzan di masjid-masjid, dll. Namun saya lebih tertarik lagi untuk mengamati fenomena dimana zionis internasional mulai "patah kakinya", yaitu di Syria.


***

Lagi-lagi Iran berhasil mempecundangi zionis internasional. Setelah Irak, yang dahulunya adalah musuh Iran, jatuh ke dalam pengaruh Iran paska penarikan pasukan Amerika, kini pengaruh Iran semakin kuat di Syria dan seluruh kawasan setelah regim Syria semakin menunjukkan tanda-tanda kemenangan.

Ketika milisi-milisi Hizbollah berhasil memainkan perannya sebagai "pengubah permainan" di medan perang Syria, negara patronnya, Iran, muncul sebagai pemenang terbesar dalam persaingan regional memperebutkan pengaruh antara Iran dan blok perlawanan anti-zionis melawan musuh-musuhnya.

“Ini merupakan kemenangan bagi kelompok Iran, Syria, Irak dan Hezbollah atas kelompok yang didukung Amerika.” Demikian pernyataan Mohammad Obaid, analis politik Lebanon, mengomentari kemenangan pasukan Syria di medan perang.

Sedangkan Mustafa Alani, Direktur lembaga kajian yang berpusat di Dubai, Gulf Research Council, menganggap saat ini medan perang di Syria telah berubah menjadi medan perangnya Iran. Bila Iran menang di Syria, maka ia juga bakal memenangkan peperangan yang lebih luas, yaitu perebutan pengaruh di kawasan Timur Tengah melawan Amerika dan sekutu-sekutu regionalnya.

“Ini adalah tentang hegemoni kekuasaan di kawasan," kata Alani.

Menurut Obaid, kemenangan Iran di Syria yang ditandai dengan tetap bertahannya regim Bashar al Assad akan menjamin kontrol Iran atas kawasan yang luas yang mencakup Lebanon, Syria, Irak dan Iran yang menjadi ancaman serius bagi eksistensi negara Israel.

Obaid menilai Iran telah berusaha untuk tidak tampak terlalu terlibat dalam konflik di Syria dengan tidak mengirimkan personil militernya secara langsung dan hanya memberikan bantuan logistik dan senjata kepada regim Bashar al Assad. Hal ini demi mengurangi risiko munculnya konflik sektarianisme antara penganut Shiah dan Sunni. Namun dengan perhitungan yang tepat, Iran berhasil memanfaatkan asetnya yang berharga, Hizbollah, untuk mengalahkan musuh-musuhnya di Syria.


"Hizbollah merupakan bagian dari strategi Iran," kata Obaid.

Kekecewaan atas perkembangan di Syria juga diungkapkan oleh Amr al-Azm, gurubesar sejarah Shawnee State University di Ohio, Amerika, yang juga seorang keturunan Syria yang menjadi aktifis pendukung oposisi Syria. Amr mengibarkan apa yang dilakukan Amerika atas Syria dan apa yang dilakukan Iran sebagai orang yang hanya bicara (Amerika) dan orang yang berjalan (Iran).

Paska kegagalan "proyek" pengamanan Irak dan Afghanistan untuk kepentingan zionis internasional, Amerika memang menjadi lebih berhati-hati untuk melibatkan diri secara langsung dalam konflik di Timur Tengah. Apalagi dengan risiko yang jauh lebih berat lagi mengingat Amerika harus berhadapan muka dengan muka dengan Iran, Rusia dan Cina.


ASSAD TIRU HIZBOLLAH UNTUK BEBASKAN GOLAN, TOLAK IMING-IMING BARAT

Sementara itu dalam wawanca dengan media Lebanon "Al Akhbar" baru-baru ini Presiden Syria Bashar al-Assad menekankan bahwa "permainan" telah hampir selesai, merujuk pada kemenagan strategis tentara Syria di al Qusayr, dan kini pasukannya tengah berkonsentrasi untuk membersihkan kantong pertahanan terakhir pemberontak di Aleppo.

Assad juga mengungkapkan bahwa baru-baru ini negara-negara barat telah memberikan tawaran "menggiurkan" berupa kerjasama pembangunan kembali Syria serta kerjasama pengolahan sumber-sumber migas yang baru-baru ini ditemukan dalam jumlah besar di sepanjang pantai Syria.

"Bahkan IMF yang berpusat di Amerika, telah menawarkan kepada saya kesepakatan "baik hati" berupa pinjaman lunak senilai $21 miliar ," kata Assad.

Menurut Assad tawaran tersebut ditolaknya mentah-mentah. Menurutnya, proyek-proyek rekonstruksi Syria paska perang akan diberikan kepada sekutu-sekutu Syria termasuk Cina dan Rusia. Sebagai perbandingan, Presiden Mesir yang juga tokoh Ikhwanul Muslimin, Mohammad Moersi, tidak kuasa untuk menolak "bantuan" IMF senilai $3 miliar sekaligus mengkhianati keyakinannya sendiri tentang riba. Sementara para pemimpin Hamas seperti Khaled Meshal dan Ismail Haniyeh berharap mendapat bagian dari Moersi hingga rela mengkhianati Bashar al Assad.

(Seperti kita ketahui, Bashar al Assad adalah pendukung kuat gerakan Hamas dan pelindung bagi para pemimpin Hamas di luar negeri pada saat semua negara Arab menolak mereka karena tekanan Amerika-Israel. Selama bertahun-tahun Hamas membuka markas perwakilan luar negerinya di Damaskus. Namun ketika terjadi konflik, Hamas memilih mengkhianati Bashar dan bergabung dengan pemberontak. Untuk selengkapnya bisa dilihat disini: http://cahyono-adi.blogspot.com/2012/09/sadat-khianati-syria-dalam-perang-yom.html#.UbligqBaftk).

Assad juga menyinggung tentang pembebasan Dataran Golan yang menurutnya adalah masalah yang sangat serius. Dalam hal ini ia menyatakan bahwa Syria akan mencontoh model perlawanan Hizbollah yang mampu mengusir Israel dari Lebanon selatan tahun 2000 setelah diduduki sejak tahun 1982. Syria sebenarnya berhasil merebut kembali Dataran Golan dalam Perang Yom Kippur tahun 1973. Namun karena pengkhianatan Presiden Mesir Anwar Sadat serta bantuan tak terbatas Amerika, Israel menduduki kembali wilayah yang diduduki Israel dalam Perang 6 Hari tahun 1967.


REF:
"Iran emerging as victor in Syrian conflict"; Liz Sly; Washington Post; 12 Juni 2013
"Al-Assad: Game Over...We Seek Hizbullah Model for Resistance in Golan"; almanar.com.lb; 10 Juni 2013


3 komentar:

nur kholiq mengatakan...
pemikiran anda sangat membuka mata saya akan aksi yang belakangan sering di alami kaum muslimin yang begitu mudah di adu domba
ngaran-ku mengatakan...
salam persatuan gan...
Pencinta Ahlul Bait mengatakan...
entah ya kalau baca berita tentang indonesia langsng sumpek maaf agak muak bukan taK CINTA indoneia ya saya rasa BANYAKsakit hatinya .biarlah pasti ada UJUNGNYA.kalau berrita iran atau syria apa lagi ada kemajuan kemenangan pihak tentara asaad wihhh senangnya .diajak berundng sombongnya para teroris seolah olah mereka paling hebat paling jagoan ternyata bala bantuan majikan mereka tak ada yang berani zone larangan terbang tak bisa .intervensi nato dan amerika tak kunjung datang.saya yakin takut dengan s300 rusia saya yakin kapal perang dan kapal induk rusia siap dengan kemungkinan paling terburuk jika nanti amerika nato terlibat senjata canggih sudah siap diopersikan maupun logistik sudah siap dikapal kapal rusia sekaLIpun turki terlibat s400 siap dioperasikan dari wilayah rusia posisi turki jadi tak menguntungkan jelas perang dg suriah sama dengan perang dengan rusia .cuma cara airdogan sama seperti pecundang cara yang tak layak sebagai seorang pemimpin sungguh nyata nyata munafik dan tukang pitnah kini kekalahan teroris di suriah tak sempat di fikirkannya karena sibuk ngurusi masalah internalnya.saya yakin dia akan jatuh sebagai pecundang .bravo untuk rakyat suriah dan tentaranya juga presiden basyar asad yang lembut dan santun semoga ini batu ujian yang akan membuat suriah tambah kuat dan tegar tanpa INI mereka ak akan berbenah diri ini momen yang tepat asad berbenah diri seperti iran dan hisbullah

4 komentar:

  1. semua taqiyah saya tdk akn pernah toleran dgn syiah titik...apapun alasannya
    BEGINILAH CARA SYIAH MENCARI SIMPATISAN di negara yg bermayoritas suni coba lihat sejarah k belakang kebengisan syiah terhadap umat muslim bagaimana abu lulu'ah sang pembunuh khalifah umar bin khatab d eluk elukan oleh mereka
    saya curiga apa jgn2 anda ini bkan org suni tetapi syiah
    byk kitab ulama salaf terdahulu menyatakan ttg kesesatan syiah rofidoh..
    knp antum tdk ikut menyesatkannya
    hati2 kaum muslimin terhadap ulama2 syiah demi allah..

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. saya katakan. siapa saja yang mengaku ALLAH itu tuhannya. Muhammad itu nabi dan rasulnya. Al-qur'an itu kitab sucinya ( jalan penuntun hidupnya) maka dia itu islam.
    mahzab itu tidak ada dalam al-qur'an dan hadist nabi. siapa saja yang menjalankan Al-qur'an dengan benar. maka dia itu ummat nabi dan Allah pasti ridho padanya. saya bukan sunni, bukan syiah, bukan pula salafi wahabi. tapi saya hanya berpedoman kepada AL-QURAN AL-KARIM dan sunnah Nabi. Imam saya hanya Nabi Muhammad SAW. bukan safi'i, maliki, hanafi, dan bukan pula hambali. mereka ( safi'i, hanafi, maliki, hambali ) adalah orang yang soleh (amin)

    BalasHapus
  4. saya setuju scr prinsip dgn pk harahap... namun krn sy awam mk sy perlu bimbingan para ahli agama... yng sdh tentu shahih..n ulama haq.. krn sy sangat awam dg bhs arab dan tentang dasar2 aqidah-fiqh-adab-sufi-dan pemahaman2 yg lebih dalam lg .. shg sy tetap pada jalan shirathal mustaqiem.. aamiin..
    terima kasih semua info dan responnya

    BalasHapus