Rabu, 05 Juni 2013

BERITA SURIAH DAN SEKITAR TETANGGANYA..???>>> ..PLOT ZIONIS-TERORIS DI IRAQ SEDANG DIGULUNG DAN DIPERANGI OLEH RAKYAT DAN PEMERINTAH ??? >> ADA HAL YANG SANGAT TIDAK BISA DIPERCAYA..DI ARAB SAUDI NEGERI YANG KONON SANGAT KUAT TRADISI DAN HUKUM YANG BERDASARKAN AGAMA...??? >> TETAPI ENTAHLAH.. BERITA INI SANGATLAH MEMALUKAN UMAT ISLAM DISELURUH DUNIA..?? ADA APA DENGAN ULAMA SAUDI..YANG KONON BERALIRAN SANGAT KONSERVATIF...YAKNI BERALIRAN "WAHABIYAH-SALAFIYAH"...??? ..... LALU KENAPA TUAN... ERDOGAN .... TURKI.....??? KENAPA ADA FRIKSI DENGAN RAKYAT...??? ADA APA LAGI DENGAN TURKI...YANG KONON SUDAH STABIL DAN MEMBAIK..ITU..?? >> SEHARUSNYA MASYARAKAT DENGAN PIMPINAN YANG ISLAMI DAN LEBIH MENGAYOMI....>> TIDAK AMBISIUS..DAN PAMER KEKUASAAN DAN KEKAYAAN...>>> YANG UTAMA ADALAH KENYAMANAN DAN KEADILAN BAGI MASYARAKAT UMUM....>>> SADARLAH WAHAI PARA PEMIMPIN ISLAM... BUKAN KEPOPULERAN DAN BERBANGGA-DIRI..>> TETAPI KESEJAHTERAAN DAN PERLINDUNGAN RAKYAT..UMUM... .>>> ....Aksi demonstrasi tersebut mencerminkan ketidak puasan rakyat Turki terhadap gaya kepemimpinan PM Recep Tayyep Erdogan dengan partai "Islamis" AKP yang dipimpinnya. Sebelum kerusuhan terakhir ini pada tgl 1 Mei lalu juga terjadi kerusuhan saat para buruh memperingati "May Day". Selanjutnya demonstrasi menentang Erdogan juga terjadi menyusul terjadinya serangan teroris yang menewaskan 47 orang di perbatasan Syria beberapa waktu lalu. Para demonstran menuduh pemboman tersebut akibat sikap politik Erdogan yang mencampuri urusan Syria. "Kami tidak mempunyai pemerintah, kami hanya mempunyai Tayyip Erdogan.... Bahkan para pendukung AKP mengatakan mereka telah kehilangan akal, mereka tidak mau mendengarkan kita," kata Koray Caliskan, seorang akademisi Bosphorus University yang turut serta dalam aksi demonstrasi hari Jumat (31/5)...>> Amnesti Internasional mengecam aksi brutal polisi yang disebutnya sebagai "penggunaan kekuatan yang berlebihan". Ria Oomen-Ruijten, anggota pengawas parlemen Eropa untuk Turki juga menyatakan penyesalannya atas aksi brutal polisi. Menanggapi kecaman-kecaman tersebut mendagri Muammer Guler berjanji akan mengadakan penyidikan. Erdogan berhasil membawa Turki ke masa kegemilangan ekonomi yang membuat pendapatan per-kapita rakyat Turki melonjak hingga 300%. Sejauh ini ia masih dianggap oleh sebagian rakyat Turki sebagai pemimpin paling populer. Namun di sisi lain ia juga mengundang banyak kontroversi. "Islamisasi" yang dilakukannya, meski hanya sekedar "kulit luar", mengundang kebencian orang-orang liberal dan sekuler. Selain rencana kudeta kalangan militer beberapa tahun lalu, larangan orang berciuman di tempat umum yang dikeluarkan Erdogan baru-baru ini juga mengundang kemarahan kalangan muda liberal dan sekuler...>>>>....Ulama selebriti bernama Fayhan Ghamdi yang sering muncul di layar TV Saudi, mengaku menggunakan kabel dan tongkat untuk menyiksa putrinya yang masih berumur 5 tahun. Tidak hanya itu, ia juga mengaku telah memperkosa putrinya hanya untuk membuktikan apakah ia masih perawan atau tidak. Akibat siksaan-siksaan tersebut pada akhir tahun 2012 lalu sang putri yang bernama Lama itu harus menjalani perawatan medis di rumah sakit dengan beberapa luka-luka di tubuhnya, termasuk tengkorak kepala yang retak, tulang rusuk dan lengan kiri yang patah, serta luka memar dan luka bakar yang meluas. Petugas Rumah Sakit Randa Kaleeb yang merawat gadis kecil tersebut bahkan menyebutkan bahwa tulang belakang gadis kecil itu telah patah, dan dia telah "diperkosa di mana-mana."..>>.... Seluruh rakyat dan penguasa Saudi Arabia patut merasa malu pada kasus ini. Seorang ulama wahabi yang terkenal di negeri ini terbukti melakukan aksi biadab menyiksa hingga tewas serta membunuh putrinya sendiri yang masih berumur 5 tahun. Bertambah memalukan lalu karena sistem hukum di negeri ini memungkinkan manusia biadab ini bebas dari hukuman dengan hanya membayarkan "ganti rugi" kepada ibu kandung korban yang tak lain adalah istrinya sendiri...>>>> ..... Sejak kegagalan tahun 2010, Iraqiya List menjadi terpecah-belah. Beberapa pemimpinnya seperti al-Nujaifi dan deputi perdana menteri Saleh al-Mutlaq meninggalkan partai dan membentuk partai baru. Di sisi lain, rakyat Irak yang semakin sadar dengan adanya konspirasi asing atas Irak, semakin menjauhkan diri dari Iraqiya List...>> Partai terakhir ini dipimpin oleh ulama mudah Shiah yang dikenal sangat anti-Amerika, yaitu Muqtada al Sadr. Partai Shiah lain yang menjadi sekutu Maliki, Supreme Iraqi Islamic Council juga mendapatkan hasil cukup baik dengan menguasai mayoritas di Provinsi Wasit. Sementara Al Ahrar meraih kemenangan mayoritas di Provinsi Maysan...>> Secara meyakinkan koalisi yang dipimpin Nour Maliki, yaitu koalisi "Negara Hukum", berhasil meraih kemenangan cukup gemilang, yaitu menang mutlak di 7 provinsi. Di provinsi Baghdad misalnya, Maliki meraih 20 kursi dari 58 kursi yang tersedia, disusul oleh sekutu Maliki Partai Al Ahrar yang meraih 11 kursi. ..>> ..Hayes membentuk kelompok politik baru dan bergabung dengan koalisi pemerintahan Nour Maliki. Saudara Hayes, Muhammed al-Hayes, kini memimpin lebih dari 3.000 milisi bersenjata Sunni di Ramadi yang diberi nama "Milisi Putra-putra Irak" yang bekerja di bawah komando pemerintah. Sementara itu Hardan juga membentuk kelompok politik lainnya bernama Iraqi Awakening yang juga menjadi pendukung pemerintah..>> Di sisi lain para pemimpin oposisi Irak, sebagaimana Sheikh Ahmed Abu Risha justru berubah orientasi menjadi aktifis ekstremisme. Di antara mereka adalah Iyad Allawi, seorang politisi senior sejak jaman Saddam Hussein yang dikenal sebagai agen CIA agent. Ia juga memiliki hubungan dekat dengan Saudi dan Turki. Allawi, seorang Shiah berpandangan sekuler memimpin kelompok oposisi bernama al-Iraqiya List, baru-baru ini menyatakan bahwa aksi-aksi kekerasan tidak akan berhenti sebelum Maliki mundur dari kekuasaan...>>

IRAK PERANGI PLOT ZIONIS-TERORIS (2)

  http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/06/irak-perangi-plot-zionis-teroris-2_3.html#more
Al Jazeera dan Al Arabiya serta media-media terafiliasi zionis termasuk media-media massa di Indonesia terus-menerus menyerukan bahwa seluruh orang Sunni di Irak mendukung agenda tuntutan kaum Sunni Irak seperti pengunduran diri Nuri al Maliki. Mungkin awalnya klaim tersebut beralasan. Namun seiring berjalannya waktu, kaum Sunni Irak menyadari agenda buruk di balik aksi-aksi anti pemerintah. Selain pengunduran pemerintahan yang dipilih secara demokratis yang mengancam kestabilan politik, oposisi Irak juga mengajukan tuntutan-tuntutan tidak rasional lainnya seperti pencabutan undang-undang anti-teroris dan pembebasan para tersangka teroris. Maka pelan namun pasti aksi-aksi demonstrasi anti-pemerintah telah ditinggalkan pendukungnya dan sebagai gantinya kelompok-kelompok teroris pun melakukan aksinya.

Fakta yang terjadi saat ini adalah sebagian besar kaum Sunni Irak telah menjadi pendukung pemerintah. Sebagai contoh adalah pemuka Sunni di Provinsi Anbar, Sheikh Hamid al-Hayes. Ia adalah wakil ketua kelompok Awakening Council yang dibentuk tahun 2006 untuk melawan Al Qaida di Iraq. Kelompok ini selanjutnya diambil alih oleh saudara sang pendiri Abdul Sattar Abu Risha yang tewas akibat serangan bom di Ramadi tahun 2007. Oleh sang pemimpin yang baru, Sheikh Ahmed Abu Risha, Awakening Council berubah menjadi kelompok ekstremis, mengakibatkan Hayes dan pendiri lainnya Wisam al-Hardan, memisahkan diri.

Hayes membentuk kelompok politik baru dan bergabung dengan koalisi pemerintahan Nour Maliki. Saudara Hayes, Muhammed al-Hayes, kini memimpin lebih dari 3.000 milisi bersenjata Sunni di Ramadi yang diberi nama "Milisi Putra-putra Irak" yang bekerja di bawah komando pemerintah. Sementara itu Hardan juga membentuk kelompok politik lainnya bernama Iraqi Awakening yang juga menjadi pendukung pemerintah.

Di sisi lain para pemimpin oposisi Irak, sebagaimana Sheikh Ahmed Abu Risha justru berubah orientasi menjadi aktifis ekstremisme. Di antara mereka adalah Iyad Allawi, seorang politisi senior sejak jaman Saddam Hussein yang dikenal sebagai agen CIA agent. Ia juga memiliki hubungan dekat dengan Saudi dan Turki. Allawi, seorang Shiah berpandangan sekuler memimpin kelompok oposisi bernama al-Iraqiya List, baru-baru ini menyatakan bahwa aksi-aksi kekerasan tidak akan berhenti sebelum Maliki mundur dari kekuasaan.

Menanggapi situasi ini Perdana Menteri Nour Maliki mengatakan, "Beberapa politisi bertanggungjawab atas eskalasi kerusuhan sektarian karena pernyataan-pernyataan, seruan-seruan dan sikap sektarianisme mereka. Sedangkan orang-orang awam terpengaruh dan mengangkat senjata untuk berperang."

"Pidato-pidato sektarian yang dilakukan di tengah-tengah aksi demonstrasi memberi alasan para ekstremis untuk melakukan pembunuhan," tambahnya.


KEMENANGAN POLITIK MALIKI

Serangan-serangan teror mengalami peningkatan tajam seusai dilaksanakannya pemilu legislatif di 12 provinsi mengindikasikan adanya motif politik di balik aksi-aksi tersebut. 
Secara meyakinkan koalisi yang dipimpin Nour Maliki, yaitu koalisi "Negara Hukum", berhasil meraih kemenangan cukup gemilang, yaitu menang mutlak di 7 provinsi. Di provinsi Baghdad misalnya, Maliki meraih 20 kursi dari 58 kursi yang tersedia, disusul oleh sekutu Maliki Partai Al Ahrar yang meraih 11 kursi. 
Partai terakhir ini dipimpin oleh ulama mudah Shiah yang dikenal sangat anti-Amerika, yaitu Muqtada al Sadr. Partai Shiah lain yang menjadi sekutu Maliki, Supreme Iraqi Islamic Council juga mendapatkan hasil cukup baik dengan menguasai mayoritas di Provinsi Wasit. Sementara Al Ahrar meraih kemenangan mayoritas di Provinsi Maysan.

Hasil buruk justru diterima kubu Iraqiya List yang kehilangan banyak kursi di seluruh provinsi dan hanya bisa meraih kurang dari 3 kursi di seluruh provinisi. Padahal dalam pemilu tahun 2010, Iraqiya List menjadi pemenang dengan selisih 2 suara lebih tinggi dibandingkan kubu Nour Maliki. Namun karena Maliki bisa meraih dukungan koalisi lebih banyak, ialah yang berhak menjadi perdana menteri.

Sejak kegagalan tahun 2010, Iraqiya List menjadi terpecah-belah. Beberapa pemimpinnya seperti al-Nujaifi dan deputi perdana menteri Saleh al-Mutlaq meninggalkan partai dan membentuk partai baru. Di sisi lain, rakyat Irak yang semakin sadar dengan adanya konspirasi asing atas Irak, semakin menjauhkan diri dari Iraqiya List.
Dalam kondisi internal yang semakin lemah, mayoritas rakyat yang mendukung pemerintah, serta letak geografis yang tidak mendukung dilakukannya pemberontakan (Irak diapit oleh Syria dan Iran, 2 negara yang sangat anti zionis) kita akan menyaksikan dalam waktu dekat ini  janji Nour Maliki menghancurkan kekuatan para teroris.

REF:
"Iraq to Hunt down Terrorists behind Deadly Attacks"; almanar.com.lb; 29 Mei 2013
"Sectarian, terrorist plots fail in Iraq"; Yusuf Fernandez; Press TV; 25 Mei 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar