Jumat, 28 Juni 2013

........ Ini adalah akhir yang buruk bagi seorang "ulama" yang dipuja-puji ribuan pendukungnya dan dilindungi oleh beberapa politisi Lebanon dan para pemimpin Arab. Ketika pertempuran al Qusayr tengah berkecamuk, Al Assir membuat berita heboh dengan mempublikasikan keterlibatannya langsung di medan perang melawan tentara Syria yang didukung Hizbollah, meski kemudian terbukti ia tidak cukup berani untuk berhadapan muka dengan Hizbollah. Ia pun lari dari medan perang setelah melihat para pemberontak Syria kocar-kacir meninggalkan mayat-mayat anak buahnya, sebagaimana ia meninggalkan mayat-mayat pendukungnya di Sidon. Meski setiap hari pekerjaannya adalah memprovokasi para pendukungnya untuk "mati syahid" di medan perang Syria, ia sendiri ternyata takut mati...>> ....Tidak lama setelah militer berhasil menguasai keadaan, panglima tentara Lebanon Jendral Jean Qahwaji melakukan inspeksi di Sidon dan kemudian meninggalkan Sidon dengan tanpa memberikan keterangan apapun...>>

RUSIA AKAN PERSENJATAI SYRIA DENGAN "SENJATA YANG TIDAK PERNAH TERLIHAT"

http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/06/rusia-akan-persenjatai-syria-dengan.html#.UcvxZNiN6So

Rusia akan mempersenjatai Syria dengan senjata-senjata yang tidak pernah ada di Timur Tengah sebagai respons atas keputusan negara-negara barat mempersenjatai pemberontak. Konflik Syria terancam semakin membesar.

Minggu lalu Presiden Amerika Barack Obama memutuskan untuk mempersenjatai para pemberontak Syria. Dengan berbagai retorika tentang penerapan "zona larangan terbang" di Syria serta keberadaan pasukannya di perbatasan Yordania, Amerika tampak serius untuk melibatkan diri secara langsung dalam konflik di Syria. Namun di sisi lain Rusia di bawah kepemimpinan PM Vladimir Putin tetap berkukuh untuk membela sekutunya, Syria, bahkan jika hal itu bakal mengantarkan kepada kondisi terburuk: bertikai langsung melawan Amerika dan sekutu-sekutunya. Rusia dikabarkan siap mempersenjatai Syria dengan senjata-senjata paling canggih di dunia yang tidak pernah terlihat di seluruh kawasan Timur Tengah.

Menurut sumber-sumber inteligen Inggris, Vladimir Putin baru-baru ini telah mengirim pesan kepada Barack Obama dan Presiden Perancis Hollande melalui PM Inggris David Cameron. Pesan itu adalah bahwa Rusia akan mempersenjatai Syria dengan senjata-senjata tercanggih di dunia. Demikian informasi yang dilaporkan media Syria Dam Press dan Dyar Newspaper baru-baru ini.

Dengan senjata-senjata itu, operasi militer Amerika dan sekutu-sekutunya akan berbeda jauh dengan apa yang mereka alami di Irak atau Libya dimana angkatan udara Amerika dan NATO tidak mengalami hambatan berarti untuk menghancurkan kekuatan musuh. Di Syria, kodisinya jauh lebih serius.

Presiden Syaia Bashar al Assad beberapa waktu lalu membuat pengkuan publik bahwa Syria telah memiliki rudal-rudal S-300. Meski tidak menyebutkan apakah rudal tersebut merupakan kiriman dari Rusia sebagaimana kontrak yang telah disetujui kedua negara, atau didapatkan dari pasar gelap, serta tidak ada keterangan berapa jumlah S-300 yang telah dimiliki Syria, kehadiran senjata tersebut bisa menjadi penangkal ampuh terhadap serangan udara Amerika. Rudal ini memiliki kemampuan mendeteksi lebih dari 100 sasaran sekaligus dan menembak 12 sasaran seketika dari jarak hingga 200 km. Dengan kecepatan hipersonik dan dikendalikan oleh satelit atau program komputer, senjata ini tahan terhadap setiap upaya perang elektronik dan memiliki tingkat akurasi hampir 100%.

Rusia sendiri menyatakan pengiriman senjata sejenis baru akan dimulai beberapa waktu mendatang. Namun perkembangan yang dinamis dapat mempercepat pengiriman tersebut.

Menurut "Global Research Institute", selain S-300, Rusia juga akan mengirimkan versi lebih modern dari S-300, yaitu S-400, serta senjata peluncur roket 24-Barrel yang dianggap sebagai senjata artileri terbaik di dunia. Dengan daya jangkau 60 km senjata ini bisa menghancurkan semua sasaran di sepanjang perbatasan Syria. Rusia dikabarkan siap mengirimkan 400 set peluncur rudal ini.

Lembaga kajian inteligen berbasis di Inggris itu menyatakan bahwa Rusia juga akan mengirimi Syria dengan rudal anti-kapal "Skean 5", versi yang lebih mutakhir dari "Yakhount", yang mampu menghancurkan kapal perang musuh dari jarak 250 km dari pantai Syria. Putin telah menjamin tidak akan menggunakan senjata-senjata tersebut untuk melawan Israel sepanjang Israel tidak melibatkan diri dalam konflik di Syria dan negara-negara tetangga lain seperti Lebanon dan Jordania.

Dalam film dokumenter Strategic Relocation Joel Skousen menyebutkan bahwa ancaman terbesar dunia saat ini adalah "perang nuklir" antara Amerika melawan Rusia. Dengan senjata-senjata canggih yang mengalir ke Syria, baik dari Rusia maupun Amerika, peluang kedua negara untuk terlibat dalam konfrontari langsung semakin besar saja.

Perlu diketahui bahwa sebagian senjata-senjata canggih buatan Rusia yang terpasang di Syria selama ini masih dioperasikan oleh personil-personil militer Rusia. Serangan Amerika yang mengakibatkan tewasnya personil Rusia kemungkinan akan memaksa Rusia melakukan tindakan balasan dengan kekuatan penuh, termasuk melalui beberapa pangkalan dan fasilitas militer yang ada di Syria dan di kawasan. Sebagai peringatan seriusnya Rusia membela Syria, Rusia telah mengaktifkan kembali satuan Armada AL Laut Tengah yang dilengkapi kapal induk dan kapal selam bertenaga nuklir. Pesawat-pesawat pembom strategis Rusia juga bisa menjangkau seluruh kawasan Timur Tengah.

Namun tidak hanya Putin yang serius membela kepentingan strategis Rusia di kawasan, Barack Obama juga memiliki motif untuk melibatkan Amerika secara langsung dalam konflik di Syria. Perang bisa mengalihkan perhatian publik pada kredibilitasnya yang semakin merosot terutama karena masalah sosial-ekonomi.


Sumber:
http://www.secretsofthefed.com/russiasyria-will-be-armed-with-weapons-that-have-never-been-seen-before-in-the-middle-east/#hVYyda2xaXTCXbq4.99

PETUALANGAN ASSIR BERAKHIR SEBAGAI BURONAN

http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/06/petualangan-assir-berakhir-sebagai.html#more
Berbulan-bulan menjadi aktor utama ketidakstabilan sosial dan politik di kota Sidon khususnya dan seluruh Lebanon umumnya, ulama wahabi-salafi garis keras, Ahmad Al Assir, berakhir nasibnya menjadi buronan. Tidak lama setelah tentara berhasil memporak-porandakan markas besarnya di Masjid Bilal Sidon dan membunuh serta menangkapi para pendukungnya, pengadilan Lebanon mengeluarkan perintah penangkapan terhadap dirinya. Kini ia menjadi buronan paling dicari di Lebanon.

"Beberapa orang menyebut ia menyamar sebagai wanita dan bersembunyi di Tripoli (Lebanon Utara, Sidon di Lebanon Selatan). Sumber-sumber lain menyebut ia telah menyelinap ke Syria," kata sumber militer Lebanon kepada kantor berita Perancis AFP, Selasa (25/6).

Ini adalah akhir yang buruk bagi seorang "ulama" yang dipuja-puji ribuan pendukungnya dan dilindungi oleh beberapa politisi Lebanon dan para pemimpin Arab. Ketika pertempuran al Qusayr tengah berkecamuk, Al Assir membuat berita heboh dengan mempublikasikan keterlibatannya langsung di medan perang melawan tentara Syria yang didukung Hizbollah, meski kemudian terbukti ia tidak cukup berani untuk berhadapan muka dengan Hizbollah. Ia pun lari dari medan perang setelah melihat para pemberontak Syria kocar-kacir meninggalkan mayat-mayat anak buahnya, sebagaimana ia meninggalkan mayat-mayat pendukungnya di Sidon. Meski setiap hari pekerjaannya adalah memprovokasi para pendukungnya untuk "mati syahid" di medan perang Syria, ia sendiri ternyata takut mati.

Militer Lebanon menyebut telah menangkap sejumlah besar pengikut al Assir setelah berhasil menguasai kompleks Masjid Bilal yang dijadikan sebagai markas gerakan Al Assir. Di dalam kompleks tersebut ditemukan sejumlah besar perlengkapan militer termasuk berkilo-kilo bahan peledak. Militer juga meledakkan sejumlah ranjau dan bom jalanan yang dipasang pendukung al Assir di kompleks tersebut.

Sejauh ini belum ada informasi resmi tentang jumlah korban yang tewas dalam insiden di Sidon tersebut. Namun berbagai sumber menyatakan sebanyak 17 tentara dan lusinan pendukung al Assir tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Pada hari Selasa (25/6) untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan dilanda aksi-aksi kekerasan antara pendukung Al Assir dan masyarakat Sidon yang anti terhadapnya, kota Sidon tampak tenang. Padahal selama 2 hari terakhir, hari Minggu (23/6) dan Senin (24/6) Sidon menjadi medan perang antara tentara melawan para pendukung al Assir. Pertempuran terjadi setelah pada hari Minggu para pendukung Al Assir melakukan serangan tiba-tiba terhadap pos militer yang berada tidak jauh dari Masjid Bilal dan menewaskan 15 personil militer yang memancing tindakan balasan dari militer.

Tidak lama setelah militer berhasil menguasai keadaan, panglima tentara Lebanon Jendral Jean Qahwaji melakukan inspeksi di Sidon dan kemudian meninggalkan Sidon dengan tanpa memberikan keterangan apapun.


DUKUNGAN UNTUK MILITER

Selain dukungan dari para pemimpin dan rakyat Lebanon terhadap langkah tentara terhadap Ahmad Al Assir dan pendukung-pendukungnya, dukungan juga ditunjukkan oleh organisasi bangsa-bangsa Arab, Liga Arab. Sekjen Liga Arab, Nabil Al-Arabi dalam pernyataan resminya hari Senin mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan Al Assir dan menyerukan rakyat Lebanon untuk menjauhi perpecahan. Nabil menyebut aksi yang dilakukan Al Assir sebagai "membahayakan" dan berhadap aparat keamanan Lebanon bisa menangkapnya dan membawanya ke pengadilan.

“Dukungan terhadap tentara akan membantunya melaksanakan tugas negara, mengingat bahwa tentara merupakan simbol dari persatuan Lebanon, keamanan dan kestabilan," kata Arabi.

Namun paling menarik tentunya adalah pernyataan Hizbollah, kelompok yang terus-menerus menjadi sasaran "serangan" Al Assir dan para pendukungnya selain tentara. Selama ini, jika militer selalu membalas setiap aksi provokasi terhadapnya dengan tindakan tegas, termasuk menembak mati seorang ulama pendukung Al Assir, Hizbollah terkesan berusaha menghindari konflik bersenjata. Bahkan ketika para pendukung Al Assir berusaha menduduki sebuah kompleks apartemen milik Hizbollah di Sidon serta ketika para pendukung Al Assir melakukan aksi blokade jalan raya seraya mengajukan tuntutan perlucutan senjata Hizbollah.

Terkait insiden kekerasan antara militer dengan kelompok Al Assir, Hizbollah mengecam aksi para pendukung Al Assir dan menyebutnya sebagai "aksi kejahatan yang mengerikan".

"Kejahatan ini ditujukan terhadap institusi utama Lebanon yang menjaga keamanan, stabilitas dan melindungi seluruh warga Lebanon," demikian bunyi pernyataan resmi Hizobollah.

Hizbollah menyatakan solidaritas penuh terhadap Tentara Lebanon dan menganggap aksi-aksi provokasi terhadap tentara merupakan tindakan yang sangat berbahaya karena menimbulkan dampak terhadap wibawa negara dan keamanan nasional.

"Seluruh rakyat Lebanon dari berbagai posisi, tanggungjawab dan afiliasi yang berbeda-beda, harus mendukung dan mengekspresikan solidaritasnya terhadap tentara."

REF:
"Arab League Warns of Severity of Targeting Lebanese Army"; almanar.com.lb; 25 Juni 2013
"Baabda Meeting: Full Support for Army to Restore Stability, Detain Militants"; almanar.com.lb; 24 Juni 2013
"Hezbollah Condemns Assir’s Crimes, Expresses Solidarity with Army"; almanar.com.lb; 24 Juni 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar