Kamis, 06 Juni 2013

.KOTA STRATEGIS SYRIA - AL QUSAYR - DIKUASAI PEMERINTAH ASSAD..??>> ..apakah ini menguatkan posisi Assad..dan rakyat Syria...??..APAKAH SAUDI-KUWAIT-ISRAEL-TURKI-AS DAN NATO SENANG DENGAN KEMENANGAN ASSAD...??? DIMANA PEMBERONTAK DAN KAUM OPOSISI...SERTA JARINGAN...AGEN2 ASING INTERNASIONAL TERLIBAT...DIDALAM KEKACAUAN DI SYRIA..SEJAK 2011...SELAMA LEBIH DARI 2 TAHUN..?? INI BISA JADI AKAN ADA PERSIAPAN ISSUE POLITIK BARU....DAN CARA LAIN .... YANG AKAN DITIMBULKAN OLEH AS-ISRAEL-.NATO-DAN AGEN2 TIMUR TENGAH..DALAM MENGHADAPI SYRIA-IRAN-IRAQ-LEBANON-DAN AZERBAIJAN-AFGHANISTAN..??? >>> WASPADALAH UMAT ISLAM DIKAWASAN TIMUR TENGAH..DAN KAWASAN LAIN...??? KARENA....AS-ISRAEL-NATO..DAN AGEN2 LAINNYA SEDANG DEMAM PANAS..... DAN MARAH MENDIDIH.. DENGAN SITUASI SYRIA... YANG BARU... ?? >>> BISA JADI PERANG BARU SEDANG DIRANCANG DI KAWASAN LAIN..?? ATAWKAH SYRIA BERTAMBAH MENDIDIH....??...>> PERSIAPAN PD III YANG BARU SEDANG MENGALAMI PEMATANGAN TOTAL.. ?? >> ATAUKAH AS PASCA OBAMA....SEDANG DIRANCANG OLEH PARA NEOLIBS-NEOKONS-ZIONIST INTERNASIONAL..DAN PARA AHLI INDUSTRI DAN BIZ PERANG....AGAR TETAP MENGUNTUNGKAN...?? APAPUN YANG TERJADI....PARA KAPITALIS DAN BANKIR2 SERTA INDUSTRI MEREKA TETAP JAYA.. DAN SEMAKIN KAYA... ??>> DAN RAKYAT AS-EROPA-DAN KAWASAN2 LAIN YANG TERLIBAT.. PERANG KRIMINAL.INTERNASIONAL DENGAN..TANPA TUJUAN JELAS ITU. .AKAN MENGALAMI PERGANTIAN JENDRAL2 LAPANGAN BARU..?? .DAN BUDGET..SEDANG DIRANCANG..DENGAN TUJUAN AKHIR...ATAU TUJUAN DAN SASARAN MEDIA..??>> .... KENYATAAN DAN FAKTA SEJARAH... NAPOLEON BOLEH KALAH DAN PERANCIS CARUT MARUT... DAN INGGRIS -JENDRAL NELSON MENANG PERANG DAN INGGRIS SEPERTI BERJAYA... PADAHAL EKONOMI MEREKA JUGA CARUT MARUT...??? .... TETAPI KELOMPOK GROUP ROTCHSHILD DKK.... TETAP JAYA DAN SEMAKIN BERKIBAR...MENGUASAI PEMTAHAN DAN PERPOLITIKAN INGGRIS DAN PERANCIS ....??? >> INILAH HAKEKAT PERANG .... BAGI PENGATUR...BIZ.. KAPITALIST .INTERNASIONAL..??? NEOKONS-NEOLIBS....FAHAM YANG TAK DIMENGERTI OLEH AWAM...JUGA OLEH PARA PROFESOR...??? >> KARENA KEKUASAAN UANG DAN JALUR MEDIA DAN PERDAGANGAN SERTA PERMAINAN POLITIK DAN PEPERANGAN ADALAH DALAM SATU KOMANDO... KEKUASAAN...???>> DITANGAN SIAPAKAH ITU..?? BUKAN DITANGAN PRESIDEN AS-ATAU JENDRAL PENTAGON ATAW KETUA KONGRES DAN PIMPINAN PARTAI....???>> TETAPI.... DITANGAN KEKUASAAN KOMANDO.... TERSELUBUNG...DENGAN KOMANDO DAN LOBY KEKUASAAN DAN UANG..SUAP DAN SOGOKAN...YANG TAK TERSENTUH HUKUM ATAU UU ....?? ...SILAHKAN SIMAK .... SEJARAH DUNIA..??>> ...3 Organisasi yang Menakutkan...BAHKAN SEMUA PRESIDEN AS DAN KEPALA NEGARA EROPA -RAJA2-PM-DAN PRESIDEN... TERMASUK PIMPINAN . DAN JENDRAL2 NATO - SEMUANYA SANGAT TAKUT DAN TELAH ...OTOMATIS... MENYERAH KEPADA KETIGA ORGANISASI INI. ???>>> 1 ROTHSCHILD .... Organisasi yang bernama Rothschild ini adalah organisasi rahasia yang dimiliki Jerman dan diklaim mempunyai agen-agen yang berperan dalam sektor-sektor vital dunia. Saya pertama kali mengenal istilah ini ketika sedang mencari tahu seputar Holocaust dan Hitler. ..>> 2. Opus Dei..kekuatan terhebat Vatikan yang senantiasa melindungi Vatikan dari kekuatan musuh manapun. Saya menganggap kelompok ini sebagai saingan berat dari kelompok Organisasi Freemason. Opus Dei secara harafiah dapat diartikan sebagai ‘Pekerjaan Tuhan’.....>> 3.....Freemasonry adalah organisasi Yahudi Internasional, sekaligus merupakan gerakan rahasia paling besar dan palling berpengaruh di seluruh dunia. Freemasonry terdiri dari dua kata yang di satukan. Free artinya bebas atau merdeka, sedangkan Mason adalah juru bangun atau pembangun. Tujuan akhir dari gerakan Freemason ini adalah membangun kembali cita-cita khayalan mereka, yakni mendirikan Haikal Sulaiman atau Solomon Temple. Tentang Bait Salomo ini sendiri banyak sumber yang mendefinisikan berlainan. Salah satu tafsir yang paling populer adalah, bahwa Bait Salomo berada di tanah yang kini di atasnya berdiri Masjid Il Aqsha...>> ... Kepada para mahasiswa, Panetta menyinggung krisis anggaran di tubuh pemerintah yang kini turut mengancam keamanan nasional AS. Bila tidak segera diatasi, lanjut Panetta, Pentagon harus memotong anggaran belanja sebesar US$46 miliar dalam tujuh bulan ke depan. Pemangkasan itu bakal berlaku mulai 1 Maret 2013 bila tidak ada keputusan berarti dari Kongres. Selain menunda sejumlah misi, Pentagon harus mengurangi personel dalam menghadapi pemangkasan anggaran itu. "Sulit untuk dipercaya, jujur saja, bahwa Kongres berdiam diri membiarkan pertahanan, ekonomi, dan kualitas hidup Amerika menjadi rusak," kata Panetta. ...>>. ...Kapal induk USS Harry S.Truman dan kapal penjelajah peluru kendali USS Gettysburg tadinya akan berangkat ke Timur Tengah pekan ini, tetapi kedua kapal tersebut tidak jadi berangkat dan akan tetap berlabuh di Norfolk, Virginia. Pentagon mengatakan pengerahan itu “ditangguhkan” bukan dibatalkan, dan mengatakan kedua kapal perang itu dapat diberangkatkan ke laut dalam keadaan darurat, apabila diperlukan...>> ....."Benar kawan, ini adalah putaran dimana kami mengalami kekalahan," demikian pernyataan resmi kelompok pemberontak General Commission of the Syrian Revolution di akun Facebook mereka. Namun mereka bertekad akan meneruskan perlawanan melawan "ribuan tentara bayaran dari Lebanon", merujuk pada milisi-milisi Hizbollah yang kini menguasai Al Qusayr bersama pasukan pemerintah Syria...>> ...Menurut kantor berita Rusia Interfax baru-baru ini, kapal induk Rusia “Admiral Kuznetsov” akan melakukan sejumlah misi di kawasan Laut Tengah sebagai bagian dari armada Laut Tengah yang baru diaktifkan kembali. Sebelumnya "Admiral Kuznetsov" bertugas dalam kesatuan Armada Utara yang beroperasi di Laut Baltik. “Para pilot dari Armada Utara akan melaksanakan sejumlah misi di atas kapal ini dan misi jarak jauhnya," kata kastaf AL Rusia Admiral Viktor Chirkov kepada Interfax. "Admiral Kuznetsov" dilengkapi dengan sejumlah pesawat dan helikopter tempur dan pengangkut, rudal-rudal, sistem anti-kapal selam dan sistem pertahanan udara. Kapal ini akan diawaki oleh sekitar 2.000 pelaut...>> Quotes of The Week Sooner or later you can only come to one conclusion. That it’s time to fight the criminal traitors who pretend to be our leaders, but who only steal our money, our property and our lives. There is only one answer. Be who you always dreamed you’d be, who you always wanted to be: defender of hope, arbiter of truth, rescuer of the oppressed, and guilt-free preacher of all that is right and true. Do not accept the lies that ruin your life. If you’re going to die anyway, you might as well check out being the principled hero you always hoped to be, fighting the greatest evil civilization has ever known — the United States government. (John Kaminsky; "Surviving the Avalanche")...>> ....para pendemo menolak permintaan ma'af pemerintah dan terus menggalang aksi-aksi demonstrasi yang semakin meluas ke berbagai kota. Pada hari Rabu (5/6) polisi terlibat bentrokan hebat dengan ratusan demonstran yang menyerang kantor perdana menteri Recep Tayyip Erdogan di Istanbul dan Ankara. Polisi khusus anti-huru-hara harus menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan aksi demonstrasi yang kini berubah menjadi aksi menuntut pengunduran diri Erdogan yang saat ini tengah mengadakan lawatan ke luar negeri. "Para perusuh ada di sini! Dimana Tayyip?" teriak para demonstran merujuk pada tuduhan Tayyid Erdogan bahwa para demonstran hanyalah para perusuh...>> Pada tgl 2 Juni, ribuan orang mengepung kantor Erdogan di Ankara sembari meneriakkan kecaman-kecaman terhadap Erdogan, "Diktator, mundurlah!” dan “Kami akan melawan hingga menang!” Di kota pantai Izmir juga terjadi aksi rusuh setelah demonstran membakar kantor Partai AKP. Sehari kemudian demonstrasi pun menyebar ke kota-kota lain dengan satu tuntutan: pengunduran diri Erdogan. Mendagri Muammer Guler menyebutkan pada hari itu aksi-aksi demonstrasi terjadi di 67 kota...>> Kerusuhan di Turki pun berkembang menjadi isu internasional setelah Amnesty International mengecam tindakan berlebihan yang dilakukan polisi. Sementara Amerika dan negara-negara barat sekutu Turki pun mendesak pemerintah untuk menahan diri. Aksi-aksi demonstrasi mendukung para demonstran di Turki dikabarkan terjadi di Amerika dan beberapa tempat di Eropa. Sebenarnya aksi-aksi demonstrasi di Turki merupakan penolakan terhadap pemerintahan yang saat ini dianggap lebih banyak menguntungkan Partai AKP dan kroni-kroni bisnisnya. Praktik-praktik neo-liberalisme yang diterapkan pemerintah pada awalnya mampu membawa kemajuan ekonomi yang signifikan sehingga Turki pun mendapat julukan "Macan Timur Tengah" dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 9%. Namun tahun lalu angka pertumbuhan tersebut melorot ke angka 3%, dan tahun ini tampaknya akan terus melorot. ..>> Harus diingat bahwa sekitar 20% penduduk Turki adalah penganut sekte Alawi, sekte yang sama yang diikuti oleh regim Bashar al Assad dan pendukung-pendukung utamanya. Maka permusuhan yang dilakukan Erdogan terhadap Syria secara langsung membuat mereka kecewa. Erdogan juga mengecewakan orang-orang Kurdi yang kini wilayah teritorial mereka menjadi ajang perang antara pemberontak dan gerilyawan Kurdi. Adalah menarik bahwa sebagian demonstran di beberapa kota di Turki menyindir Erdogan sebagai "Erdogan Kimia” terkait dengan penggunaan gas air mata polisi terhadap demonstran, namun juga terkait dengan tuduhan-tuduhan yang dilakukan Erdogan terhadap Syria sebagai pengguna senjata kimia demi mencari alasan dilakukannya serangan militer NATO terhadap Syria....>> AS akan kirim satu kapal induk dan satu kapal rudal ??? >>> Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, terpaksa menunda pengerahan suatu gugus tugas tempur berbasis kapal induk ke Timur Tengah pada Rabu setempat karena masalah anggaran. Penundaan ini keluar beberapa jam setelah muncul peringatan bahwa masalah keuangan kini juga menjadi ancaman keamanan AS. ..>>

DUNIA 
 

TURKI MENDIDIH, PEMDEMO TOLAK PERMINTAAN MAAF PEMERINTAH

 
Turki semakin memanas setelah para pendemo menolak permintaan ma'af pemerintah dan terus menggalang aksi-aksi demonstrasi yang semakin meluas ke berbagai kota.

Pada hari Rabu (5/6) polisi terlibat bentrokan hebat dengan ratusan demonstran yang menyerang kantor perdana menteri Recep Tayyip Erdogan di Istanbul dan Ankara. Polisi khusus anti-huru-hara harus menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan aksi demonstrasi yang kini berubah menjadi aksi menuntut pengunduran diri Erdogan yang saat ini tengah mengadakan lawatan ke luar negeri.

"Para perusuh ada di sini! Dimana Tayyip?" teriak para demonstran merujuk pada tuduhan Tayyid Erdogan bahwa para demonstran hanyalah para perusuh.

Pada hari Selasa (4/6) Deputi Perdana Menteri Bulent Arinc berusaha menurunkan ketegangan dengan menyatakan permintaan ma'af kepada para demonstran atas aksi-aksi kekerasan yang dilakukan polisi.

"Kekerasan berlebihan yang digunakan terhadap aksi demonstrasi pertama membela lingkungan adalah salah dan tidak adil. Saya meminta ma'af kepada masyarakat," kata Bulent Arinc dalam konperensi pers di Ankara. Sebagaimana diketahui, aksi-aksi demonstrasi yang kini meluas di Turki berawal dari aksi kekerasan polisi terhadap para demonstran yang melakukan aksi damai menolak panataan kawasan Taman Gezi di Istanbul menjadi pusat perbelanjaan modern. Padahal selama ini Taman Gezi yang terletak di kawasan Lapangan Taksim merupakan satu-satunya kawasan hijau di kota itu dengan pepohonannya yang telah berumur puluhan tahun.

Pernyataan ma'af tersebut tidak mendapat sambutan para pendemo. Selasa malam aksi demonstrasi kembali memanas dan meluas ke berbagai kota di seluruh Turki. Dan aksi yang sebelumnya hanya menuntut pembatalan penataan Lapangan Taksim berubah menjadi tuntutan mundur Tayyip Erdogan.

"JIka pemerintah membatalkan keputusannya, jika mereka melakukan satu perubahan di Turki, konservatisme serta hal-hal lain yang telah dilakukan, maka mungkin saja kami akan pulang ke rumah," kata Didem Kul, seorang mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di Lapangan Taksim.

"Namun kami tidak akan pulang tanpa melakukan aksi demonstrasi. Dan jikapun kami pulang, persahaan kami tidak akan berubah," tambahnya.

Sebelumnya pada hari yang sama serikat pekerja Turki, Turkish Confederation of Public Workers' Unions (KESK), yang beranggotakan 240.000 pekerja mengumumkan aksi mogok kerja salam 2 hari sebagai bentuk solidaritas terhadap para demonstran. Jubir KESK Baki Cinar juga menolak permintaan ma'af pemerintah.

"Permintaan maaf itu hanyalah upaya pengendalian kerusakan setelah pemerintah merasa terpojok," kata Cinar.

Sejak hari Jum'at (31/5) puluhan ribu demonstran menggelar aksi-aksi demo anti pemerintah di kota-kota utama Turki seperti Istanbul, Ankara, Izmir, Mugla, Antalya, dan kota-kota lainnya. Menurut laporan LSM Human Rights Association Turki, selama belangsungnya aksi-aksi demo sebanyak 2 demonstran dilaporkan meninggal dan sekitar 2,800 demonstran mengalami luka-luka. Selain itu hampir 800 demonstran telah ditangkap. Laporan-laporan lain menyebutkan jumlah korban meninggal jauh lebih besar lagi setelah polisi dikabarkan menembakkan peluru tajam dan menabrakkan kendaraan lapis bajanya ke arah demonstran.

Amnesty International telah mengecam aksi-aksi kekerasan yang dilakukan polisi pemerintah. Negara-negara barat sekutu Turki, termasuk Amerika bahkan turut memberikan tekanan terhadap pemerintah Turki untuk menghentikan aksi kekerasan polisi terhadap demonstran.


FAKTOR ERDOGAN

Aksi-aksi demonstrasi yang awalnya hanya menuntut pemerintah membatalkan pembangunan Taman Gezi pun berubah dengan cepat menjadi tuntutan pengunduran diri perdana menteri dan pemerintahannya. Pada tgl 3 Mei, misalnya, ribuan orang memenuhi Lapangan Taksim di Istanbul hanya untuk menyerukan pengunduran diri Erdogan.

Kerusuhan-kerusuhan itu sendiri sebenarnya dipicu oleh faktor Erdogan dari semula, meski awalnya suara pengunduran diri Erdogan tidak terdengar. Penataan ulang Taman Gezi menjadi pusat perbelanjaan tidak terlepas dari peran Erdogan. Walikota Istanbul yang merupakan pendukung partai Justice and Development Party (AKP), yang tidak lain adalah partai berkuasa, merupakan keponakan Erdogan. Ia adalah pemilik jaringan mall yang dipastikan bakal mendapat keuntungan besar dengan proyek tersebut. Tidak mengherankan bila aksi demonstrasi dengan cepat menyebar luas.

Pada malam hari setelah kerusuhan di Lapangan Taksim hari Jum'at (31/5), ribuan demonstran mengalir ke jalanan. Puluhan ribu demonstran berkumpul di Lapangan Taksim dan ribuan lainnya juga melakukan aksi yang sama di Ankara dan kota-kota lain mengecam aksi kekerasan polisi. Dalam bentrokan yang terjadi 2 orang anggota parlemen dari kubu oposisi mengalami luka-luka.

Pada tgl 2 Juni, ribuan orang mengepung kantor Erdogan di Ankara sembari meneriakkan kecaman-kecaman terhadap Erdogan, "Diktator, mundurlah!” dan “Kami akan melawan hingga menang!” Di kota pantai Izmir juga terjadi aksi rusuh setelah demonstran membakar kantor Partai AKP. Sehari kemudian demonstrasi pun menyebar ke kota-kota lain dengan satu tuntutan: pengunduran diri Erdogan. Mendagri Muammer Guler menyebutkan pada hari itu aksi-aksi demonstrasi terjadi di 67 kota.

“Perdana menteri kami adalah seorang faksis. Ia mengambil semuanya untuk dirinya, maka kami melawan. Dan kami senang, karena dengan ini pemerintahan AKP akan segera tumbang," kata seorang demonstran sebagaimana dikutip CS Monitor.

Kerusuhan di Turki pun berkembang menjadi isu internasional setelah Amnesty International mengecam tindakan berlebihan yang dilakukan polisi. Sementara Amerika dan negara-negara barat sekutu Turki pun mendesak pemerintah untuk menahan diri. Aksi-aksi demonstrasi mendukung para demonstran di Turki dikabarkan terjadi di Amerika dan beberapa tempat di Eropa.

Sebenarnya aksi-aksi demonstrasi di Turki merupakan penolakan terhadap pemerintahan yang saat ini dianggap lebih banyak menguntungkan Partai AKP dan kroni-kroni bisnisnya. Praktik-praktik neo-liberalisme yang diterapkan pemerintah pada awalnya mampu membawa kemajuan ekonomi yang signifikan sehingga Turki pun mendapat julukan "Macan Timur Tengah" dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 9%. Namun tahun lalu angka pertumbuhan tersebut melorot ke angka 3%, dan tahun ini tampaknya akan terus melorot.

Para pengamat memperkirakan pertumbuhan ekonomi yang selama ini terjadi adalah akibat effek "ekonomi busa", yaitu ekonomi yang digerakkan oleh berkembangnya sektor keuangan dan moneter namun tidak diimbangi dengan pertumbuhan riel. Pada satu saat kondisi itu akan pecah menjadi krisis. Pertumbuhan ekonomi selama ini juga diiringi fenomena "negara teror" sebagaimana terjadi pada regim-regim diktator di masa lalu. Turki adalah salah negara tertinggi dalam hal memenjarakan para jurnalis. Para wartawan kritis dengan gampang dicap sebagai "pendukung teroris", "pembuat onar" dan "pemecah belah". Di samping negara-negara Eropa yang sudah maju, kondisi seperti ini tentu sangat tidak nyaman bagi sebagian besar rakyat Turki.

Aksi-aksi demonstrasi saat ini dipastikan membuat kondisi ekonomi semakin runyam. Baru beberapa hari saja aksi-aksi tersebut telah membuat bursa saham dan keuangan mengalami kemerosotan tajam. Angka Indeks saham di Borsa Istanbul merosot mendekati 10,5 poin pada tgl 2 Juni. Ini adalah kemerosotan terbesar sejak bulan Maret 2003. Mata uang Lira Turki juga anjlok sebesar 1.889 terhadap dollar, alias terendah selama 16 bulan terakhir.

Dan faktor terakhir namun tidak kalah menentukan adalah Syria. Dukungan terang-terangan pemerintahan Erdogan terhadap para pemberontak Syria mendapat kritikan tajam dari rakyat Turki yang tentu saja tidak ingin kekacauan di negara tetangga itu merembes ke wilayah Turki. Alih-alih berusaha memadamkan kekacauan, Erdogan justru menyiramkan bensin ke dalam bara api di Syria. Namun api itu juga membakar Turki sendiri.

Menjadikan perbatasan Turki-Syria sebagai basis pemberontakan di Syria, dengan sebagian besar unsur pemberontak adalah teroris, secara otomatis menjadikan Turki sebagai wilayah yang tidak lagi aman. Beberapa serangan bom pun terjadi di Turki, tidak saja dari bom-bom yang ditembakkan pasukan Syria yang berusaha mengejar pemberontak, namun juga bom-bom yang diledakkan para teroris.

Harus diingat bahwa sekitar 20% penduduk Turki adalah penganut sekte Alawi, sekte yang sama yang diikuti oleh regim Bashar al Assad dan pendukung-pendukung utamanya. Maka permusuhan yang dilakukan Erdogan terhadap Syria secara langsung membuat mereka kecewa. Erdogan juga mengecewakan orang-orang Kurdi yang kini wilayah teritorial mereka menjadi ajang perang antara pemberontak dan gerilyawan Kurdi.

Adalah menarik bahwa sebagian demonstran di beberapa kota di Turki menyindir Erdogan sebagai "Erdogan Kimia” terkait dengan penggunaan gas air mata polisi terhadap demonstran, namun juga terkait dengan tuduhan-tuduhan yang dilakukan Erdogan terhadap Syria sebagai pengguna senjata kimia demi mencari alasan dilakukannya serangan militer NATO terhadap Syria.

Tidak lama setelah terjadinya aksi terorisme di kota perbatasan Reyhanli yang menewaskan puluhan warga sipil Turki beberapa waktu lalu, aksi-aksi demonstrasi langsung merebak. Para demonstran menganggap serangan tersebut sebagai tanggungjawab Erdogan yang telah melindungi para teroris di wilayah Turki. Turki langsung menuduh serangan tersebut dilakukan oleh inteligen Syria, namun terbukti kemudian tuduhan tersebut bohong setelah sekelompok "hacker" bernama "RedHack" mempublikasikan laporan yang menyebut keterlibatan inteligen Turki dan kelompok pemberontak Syria dalam serangan itu.

Masih panjang untuk menentukan nasib kekuasaan Erdogan dan partai AKP-nya. Namun jika Erdogan tidak cukup bijaksana mendengarkan aspirasi rakyatnya, sangat boleh jadi aksi-aksi demonstrasi tersebut akan berubah menjadi revolusi "Turki Spring" dan Erdogan senasib dengan pendahulunya di Mesir, Hoesni Mubarak.


REF:
"Turkish protesters reject government apology, continue demos"; Press TV; 4 Juni 2013
"Police fire tear gas at protesters in Istanbul, Ankara" Press TV; 4 Juni 2013
"Turkey´s uprising shakes Erdogan´s power"; Yusuf Fernandez; Press TV; 4 Juni 2013
 

Krisis Anggaran, AS Batal Kirim Kapal Induk ke Timur Tengah

Tadinya, pekan ini AS akan kirim satu kapal induk dan satu kapal rudal

Kamis, 7 Februari 2013, 06:32 Renne R.A Kawilarang
Kapal induk AS USS Ronald Reagan
Kapal induk AS USS Ronald Reagan (Reuters/US Navy/Mass Communication Specialist 3rd Class Dylan McCord/Handout)
VIVAnews - http://dunia.news.viva.co.id/news/read/388341-krisis-anggaran--as-batal-kirim-kapal-induk-ke-timur-tengah
Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, terpaksa menunda pengerahan suatu gugus tugas tempur berbasis kapal induk ke Timur Tengah pada Rabu setempat karena masalah anggaran. Penundaan ini keluar beberapa jam setelah muncul peringatan bahwa masalah keuangan kini juga menjadi ancaman keamanan AS.

Menurut kantor berita Reuters, tadinya militer AS bersiap mengirim gugus tugas tempur maritim, yang terdiri dari kapal induk USS Harry S. Truman dan kapal peluncur rudal USS Gettysburg pekan ini ke Timur Tengah untuk menanggapi gejolak keamanan di kawasan itu. Namun pengerahan itu tidak bisa terlaksana karena terganjal anggaran yang belum menentu, ungkap juru bicara Departemen Pertahanan AS (Pentagon), George Little.

"Menghadapi ketidakpastian anggaran, Angkatan Laut AS terpaksa membuat keputusan demikian dan ini disetujui Bapak Menteri," kata Little. "Keputusan yang bijaksana ini membuat Angkatan Laut AS bisa menyiapkan kapal-kapalnya untuk dikerahkan sesegera mungkin bilamana diperlukan untuk menanggapi gangguan keamanan nasional yang bersifat genting," lanjut Little.

Situasi itu membuat AS kini hanya bisa menempatkan satu kapal induk di perairan Timur Tengah, yang tengah bergejolak. Pengiriman gugus tugas tempur baru itu terpaksa diambil Panetta - yang bakal segera pensiun sebagai menteri paling cepat pekan ini - beberapa jam setelah dia berpidato di Universitas Georgetown, Washington DC.

Kepada para mahasiswa, Panetta menyinggung krisis anggaran di tubuh pemerintah yang kini turut mengancam keamanan nasional AS. Bila tidak segera diatasi, lanjut Panetta, Pentagon harus memotong anggaran belanja sebesar US$46 miliar dalam tujuh bulan ke depan.

Pemangkasan itu bakal berlaku mulai 1 Maret 2013 bila tidak ada keputusan berarti dari Kongres. Selain menunda sejumlah misi, Pentagon harus mengurangi personel dalam menghadapi pemangkasan anggaran itu.

"Sulit untuk dipercaya, jujur saja, bahwa Kongres berdiam diri membiarkan pertahanan, ekonomi, dan kualitas hidup Amerika menjadi rusak," kata Panetta.

Berita / AS

AS Tangguhkan Keberangkatan 2 Kapal Perang ke 

Teluk Persia

Pentagon akan menangguhkan pengerahan dua kapal perang ke Teluk Persia karena kemungkinan pemotongan anggaran, sehingga hanya satu kapal induk Amerika yang berada di kawasan Timur Tengah.
http://www.voaindonesia.com/content/as-tangguhkan-keberangkatan-2-kapal-perang-ke-teluk-persia/1598897.html
Kapal Induk Amerika USS Harry S.Truman (Foto: dok). Pentagon menangguhkan keberangkatan dua kapal perang ke Teluk Persia, USS Harry S.Truman dan USS Gettysburg karena kemungkinan pemotongan anggaran.
Kapal Induk Amerika USS Harry S.Truman (Foto: dok). Pentagon menangguhkan keberangkatan dua kapal perang ke Teluk Persia, USS Harry S.Truman dan USS Gettysburg karena kemungkinan pemotongan anggaran.
UKURAN HURUF
Kapal induk USS Harry S.Truman dan kapal penjelajah peluru kendali USS Gettysburg tadinya  akan berangkat ke Timur Tengah pekan ini, tetapi kedua kapal tersebut tidak jadi berangkat dan akan tetap berlabuh di Norfolk, Virginia.

Pentagon mengatakan pengerahan itu “ditangguhkan” bukan dibatalkan, dan mengatakan kedua kapal perang itu dapat diberangkatkan ke laut dalam keadaan darurat, apabila diperlukan.

USS John C. Stennis akan menjadi satu-satunya kapal induk Amerika di Teluk. Dua kapal induk selalu ditempatkan disana sejak tahun 2010, ketika Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz, rute penting bagi kapal-kapal tanker minyak.

Pentagon, seperti hampir setiap badan pemerintah Amerika, menghadapi pemotongan mendalam anggaran yang akan otomatis dilaksanakan tanggal 1 Maret, kecuali apabila Kongres meluluskan anggaran federal atau mengambil tindakan lain untuk memenuhi batas waktu fiskal.

 

RUSIA KIRIM KAPAL INDUK KE SYRIA

 http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/06/rusia-kirim-kapal-induk-ke-syria.html#.UbFlFdiN6So
 
 
Rusia benar-benar serius membela sekutu strategis satu-satunya di kawasan Laut Tengah, Syria dengan terus memberi signal kepada Amerika Cs. untuk tidak turut campur dalam konflik Syria. Setelah berkomitmen mengirimkan rudal-rudal canggih ke Syria dan mengaktifkan kembali armada Laut Tengah (Mediterania), Rusia kini memutuskan untuk mengirimkan satu-satunya kapal induk yang dimilikinya ke Laut Tengah.

Menurut kantor berita Rusia Interfax baru-baru ini, kapal induk Rusia  “Admiral Kuznetsov” akan melakukan sejumlah misi di kawasan Laut Tengah sebagai bagian dari armada Laut Tengah yang baru diaktifkan kembali. Sebelumnya "Admiral Kuznetsov" bertugas dalam kesatuan Armada Utara yang beroperasi di Laut Baltik.

“Para pilot dari Armada Utara akan melaksanakan sejumlah misi di atas kapal ini dan misi jarak jauhnya," kata kastaf AL Rusia Admiral Viktor Chirkov kepada Interfax.

"Admiral Kuznetsov" dilengkapi dengan sejumlah pesawat dan helikopter tempur dan pengangkut, rudal-rudal, sistem anti-kapal selam dan sistem pertahanan udara. Kapal ini akan diawaki oleh sekitar 2.000 pelaut.


Meski memberikan signal yang sangat tegas tentang sikap Rusia dalam konflik Syria, Admiral Chirkov berusaha untuk tidak membesar-besarkan implikasi keberadaan kapal induk tersebut di Laut Tengah.

"Bagaimana pun kapal-kapal dari Armada Utara, Laut Hitam, Laut Baltik juga berpartisipasi dalam gugus tugas (Laut Tengah) ini. Jadi apa masalahnya?" katanya.

Paska runtuhnya Uni Sovyet saat ini Rusia hanya memiliki satu pangkalan laut di Laut Tengah, yaitu di Tartus, Syria. Keberadaannya menjadi simbol dekatnya hubungan antara Syria dengan Rusia selain menjadi simbol masih adanya pengaruh Rusia di Timur Tengah. Tidak heran jika Rusia sangat serius mempertahankan regim Syria. Pada bulan November lalu kapal-kapal perang dari Armada Laut Hitam Rusia bergerak ke Laut Tengah merespons perkembangan serangan Israel atas Gaza. Pada saat yang hampir sama Amerika juga meningkatkan jumlah kekuatan lautnya di Laut Tengah.

Pada bulan Mei satu kelompok kapal perang dari Armada Pasifik Rusia untuk pertama kalinya tiba di Laut Tengah sebagai bagian dari rencana pengaktifan kembali Armada Laut Tengah Rusia yang dibubarkan paska runtuhnya Uni Sovyet.

Sejauh ini Rusia telah banyak membantu persenjataan Syria selama konflik yang telah berjalan selama 2 tahun lebih, termasuk meriam, granat, sukucadang tank, jet-jet tempur, rudal anti kapal dan rudal pertahanan udara. Selain itu banyak terdapat personil militer Rusia yang bertindak sebagai penasihat militer. Akhir-akhir ini muncul rumor tentang senjata "pengubah permainan" rudal-rudal S-300 yang dikirimkan Rusia ke Syria setelah terjadinya serangan udara Israel atas Syria. Meski masih menjadi keraguan tentang kebenaran keberadaan senjata tersebut, Presiden Bashar al Assad telah memastikan bahwa Syria telah memiliki senjata tersebut dan akan menerima pengiriman-pengiriman rudal sejenis selanjutnya.


SALING ANCAM BARAT-RUSIA

Sementara itu seiring dengan perkembangan pertempuran di al Qusayr yang tidak menguntungkan pemberontak, Amerika dan sekutu-sekutunya berusaha meningkatkan wacana intervensi militer terhadap Syria dengan berbagai pernyataan yang menyudutkan pemerintah Syria.

Dalam wawancara dengan televisi Perancis Channel 2 menlu Laurent Fabius mengulangi ancaman intervensi militer dengan menyebutkan bahwa "semua pilihan masih berada di atas meja". Pernyataan ini sejalan dengan pernyataan jubir kepresidenan Amerika Jay Carney, pada konperensi pers hari Selasa (4/6) yang mendesak pemerintah Syria untuk menghentikan serangan terhadap al Qusayr.

"Kami sangat konsern dengan pertempuran yang berlangsung di Qusayr," kata Carney seraya menyebutkan bahwa situasi di Qusayr telah menciptakan kondisi kemanusiaan yang sangat mengkhawatirkan.

Di sisi lain dua negara utama Eropa Inggris dan Perancis kembali menuduh regim Syria telah menggunakan senjata kimia yang dilarang, meski pemerintah Syria telah berulangkali pula membantah tuduhan tersebut. Sebalinya pemerintah Syria justru balik menuduh pemberontak sebagai pengguna senjata kimia.

Sebaliknya Presiden Rusia Vladimir Putin mengingatkan bahwa setiap intervensi terhadap Syria akan mengalami kegagalan dan hanya membuat situasi semakin memburuk. Pernyataan tersebut dikeluarkan dalam konperensi pers pertemuan puncak bersama para pemimpin Uni Eropa di Yekaterinburg, Selasa (4/6).

"Kami menekankan sekali lagi bahwa setiap upaya untuk mempengaruhi situasi melalui kekerasan dan intervensi militer langsung akan mengalami kegagalan," kata Putin. Putin juga mengkritik Uni Eropa karena mencabut embargo senjata kepada para pemberontak. Selain itu Putin juga membela keputusannya mengirimkan senjata S-300 ke Syria dengan menyebut bahwa hal itu tidak bertentangan dengan peraturan internasional.

"Itu mungkin adalah senjata terbaik di dunia. Benar-benar senjata yang serius. Kami tidak ingin keseimbangan kekuatan tidak terjaga," kata Putin.


REF:
"Russia Is Upping The Ante By Sending Its Only Aircraft Carrier To The Mediterranean"; Geoffrey Ingersoll and Michael Kelley, Business Insider; 2 Juni 2013
"US and its Western allies threatens of military action against Syria"; Press TV; 5 Juni 2013
"Putin warns against foreign military intervention in Syria"; Press TV; 5 Juni 2013

AKHIRNYA AL QUSAYR DIKUASAI PENUH PEMERINTAH 

http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/06/akhirnya-al-qusayr-dikuasai-penuh.html#more

 
Pemberontak Syria akhirnya mengakui telah mengalami kekalahan di medan perang al Qusayr menyusul pernyataan resmi militer Syria bahwa mereka berhasil menguasai sepenuhnya kota Al Qusayr dan wilayah-wilayah sekitarnya. Kejatuhan tempat ini diperkirakan akan menimbulkan efek domino jatuhnya seluruh kekuatan pemberontak di provinsi Homs.

Sejak menguasai kota ini pada bulan Februari tahun lalu, pemberontak mendapatkan keuntungan strategis berupa jalur logistik yang berasal dari perbatasan Lebanon yang hanya berjarak 10 km di sebelah barat kota ini. Sebaliknya kota ini juga sangat strategis bagi pemerintah karena menghubungkan Damaskus dengan kawasan pantai Laut Tengah dimana terletak wilayah yang mayoritas dihuni oleh penduduk pengikut sekte Alawi pendukung kuat Presiden Bashar al Assad.

"Benar kawan, ini adalah putaran dimana kami mengalami kekalahan," demikian pernyataan resmi kelompok pemberontak General Commission of the Syrian Revolution di akun Facebook mereka. Namun mereka bertekad akan meneruskan perlawanan melawan "ribuan tentara bayaran dari Lebanon", merujuk pada milisi-milisi Hizbollah yang kini menguasai Al Qusayr bersama pasukan pemerintah Syria.

Sebelumnya pada hari Rabu (5/6) televisi Syria mengumumkan bahwa tentara Syria berhasil "menguasai penuh" kawasan strategis al Qusayr setelah melakukan offensif hebat selama hampir 3 minggu bersama milisi-milisi Hizbollah.

"Tentara Syria menguasai penuh wilayah al-Qusayr di Provinsi Homs setelah membunuh sejumlah besar teroris dan menawan sejumlah besar lainnya," demikian laporan televisi Syria.

LSM bentukan inteligen Inggris yang selama ini menjadi corong pemberontakan Syria, "Observatory", juga mengkonfirmasi kejatuhan Al Qusayr.

"Tentara pemerintah dan Hezbollah telah berhasil mengambil alih Qusayr setelah melakukan pemboman hebat atas kota itu semalaman. Para pemberontak telah menarik diri ke wilayah lain karena kekurangan amunisi," tulis "Observatory".

Kantor berita resmi Syria SANA menyatakan bahwa "tentara pemerintah telah memulihkan kembali keamanan di kota Qusayr". Sedangkan media resmi Hizbollah televisi Al-Manar, menyebutkan para pemberontak melarikan diri ke utara di sekitar desa Dabaa dan Buweida Al-Sharqiya. "Observatory" menyebutkan bahwa pertempuran masih berlangsung di desa Dabaa dan Buweida Al-Sharqiya, yang kini menjadi wilayah terakhir pemberontak di wilayah al Qusayr.

SANA melaporkan bahwa tentara pemerintah berhasil menemukan sejumlah besar terowongan bawah tanah yang selama ini digunakan pemberontak sebagai tempat persembunyian. "Mereka melakukan penyerahan diri secara besar-besaran," tulis SANA.

SANA juga menyebutkan bahwa tentara terus melakukan pembersihan atas kota al Qusayr dimana mereka berhasil menjinakkan sejumlah besar bom yang dipasang para teroris di rumah-rumah dan jalan-jalan untuk menghambat kemajuan pasukan pemerintah.



REF:
"UPDATE: Syria rebels say they have lost battle for Qusayr"; Dow Jones Newswires; 5 Juni 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar