Rabu, 26 Juni 2013

IRAN-CINA-INDONESIA.....BISA SALING BELAJAR DAN KERJASAMA...?? ...DALAM SEJARAH MASING2...MEMILIKI CIRI2 DAN LATAR BELAKANG YANG HAMPIR SAMA...ATAU ADA PRINSIP YANG BISA DIPELAJARI DAN BISA DIPELAJARI???>>..CINA BEREVOLUSI DAN MERDEKA...DAN KINI SANGAT...MAJU...>> JUGA REPUBLIK ISLAM IRAN .YANG BELUM LAMA BEREVOLUSI...KINI SUDAH MENATA SEBAGAI NEGARA NUKLIR DAN MODERN...>> INDONESIA ...YANG SEHARUSNYA...BISA SEJAJAR CINA-INDIA-IRAN...KINI TERPURUK..KARENA BANYAK MENINGGALKAN CITA2 PERJUANGAN RAKYAT SEMESTA..DAN REVOLUSI 1945...??>> KITA HARUS BELAJAR LAGI...DAN KEMBALIKAN SPIRIT REVOLUSI DAN PROKLAMASI 1945..KEPADA RAKYAT...>>..Naskah Piagam Jakarta ditulis dengan menggunakan ejaan Republik dan ditandatangani oleh Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, A.A. Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, H.A. Salim, Achmad Subardjo, Wahid Hasjim, dan Muhammad Yamin....>>.....Bahwa sesoenggoehnja kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka pendjadjahan di atas doenia haroes dihapoeskan, karena tidak sesoeai dengan peri-kemanoesiaan dan peri-keadilan. Dan perdjoeangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat jang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan Rakjat Indonesia ke-depan pintoe-gerbang Negara Indonesia, jang merdeka, bersatoe, berdaoelat, adil dan makmoer. Atas berkat Rahmat Allah Jang Maha Koeasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan jang loehoer, soepaja berkehidoepan kebangsaan jang bebas, maka Rakjat Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaannja. Kemudian daripada itoe, oentoek membentoek suatoe Pemerintah Negara Indonesia jang melindoengi segenap Bangsa Indonesia dan seloeroeh toempah darah Indonesia, dan untuk memadjoekan kesedjahteraan oemoem, mentjerdaskan kehidoepan bangsa, dan ikoet melaksanakan ketertiban doenia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disoesoenlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itoe dalam suatu Hoekoem Dasar Negara Indonesia, jang terbentoek dalam suatu susunan negara Repoeblik Indonesia jang berkedaoelatan Rakjat, dengan berdasar kepada: Ketoehanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjari'at Islam bagi pemeloek2-nja* Kemanoesiaan jang adil dan beradab Persatoean Indonesia Kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat, kebidjaksanaan dalam permoesjarawaratan/perwakilan Keadilan sosial bagi seloeroeh Rakjat Indonesia. Djakarta, 22-6-2605 Panitia Sembilan Ir. Soekarno Mohammad Hatta Sir A.A. Maramis Abikusno Tjokrosujoso Abdul Kahar Muzakir H. Agus Salim Sir Achmad Subardjo Wahid Hasyim Sir Muhammad Yamin..>>. ... PROKLAMASI Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia. Soekarno/Hatta...>>.Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei hari ini (14/7) dalam pertemuan dengan ribuan komandan, perwira tinggi dan anggota Pasukan Garda Revolusi Islam (Sepah-e Pasdaran-e Enqelab-e Islami) menyebut unsur spiritual Pasdaran sebagai faktor utama elastisitas dan perilaku mengagumkan lembaga kerakyatan dan revolusioner ini di berbagai medan dan kondisi selama tiga dekade terakhir...>>....Rahbar menjelaskan kondisi negara dan transformasi dunia..>>........pernyataan para petinggi Amerika Serikat (AS) tentang upaya AS mengubah perilaku Iran, Ayatollah al-Udzma Khamenei menandaskan, “Arti sebenarnya dari kata-kata itu adalah bahwa AS sedang berupaya mengubah arah tujuan gerakan revolusi Islam.”..>> ....Beliau menyebut kalbu bangsa Iran yang mukmin sebagai jelmaan dari kekuatan Allah, seraya mengatakan, “Faktor yang memungkinkan gerakan revolusi ini tetap eksis di jalurnya yang benar adalah kecintaan bangsa Iran kepada Islam. Cinta inilah yang menjadi bekal pembentukan basis pertahanan revolusi Islam yang tak bisa ditembus. Jika jalurnya berubah dan Islam tersisihkan, maka basis pertahanan inipun akan sirna. Saat itu, para arogan dan agresor akan kembali menguasai negeri ini.”..>> JINAN-Sekitar 90 personel Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) telah tiba di Jinan, Ibukota Provinsi Shandong, China, untuk melakukan latihan bersama dengan pasukan khusus China....>> ....Pada sore hari, 30 Oktober 1945, Brigjen Mallaby berkeliling ke berbagai pos pasukan Inggris di Surabaya untuk memberitahukan soal persetujuan tersebut. Saat mendekati pos pasukan Inggris di gedung Internatio, dekat Jembatan merah, mobil Brigjen Mallaby dikepung oleh milisi yang sebelumnya telah mengepung gedung Internatio...>> Karena mengira komandannya akan diserang oleh milisi, pasukan Inggris kompi D yang dipimpin Mayor Venu K. Gopal melepaskan tembakan ke atas untuk membubarkan para milisi. Para milisi mengira mereka diserang / ditembaki tentara Inggris dari dalam gedung Internatio dan balas menembak. Seorang perwira Inggris, Kapten R.C. Smith melemparkan granat ke arah milisi Indonesia, tetapi meleset dan malah jatuh tepat di mobil Brigjen Mallaby. Granat meledak dan mobil terbakar. Akibatnya Brigjen Mallaby dan sopirnya tewas. Laporan awal yang diberikan pasukan Inggris di Surabaya ke markas besar pasukan Inggris di Jakarta menyebutkan Brigjen Mallaby tewas ditembak oleh milisi Indonesia. Letjen Sir Philip Christison marah besar mendengar kabar kematian Brigjen Mallaby dan mengerahkan 24000 pasukan tambahan untuk menguasai Surabaya...>> 9 November 1945, Inggris menyebarkan ultimatum agar semua senjata tentara Indonesia dan milisi segera diserahkan ke tentara Inggris, tetapi ultimatum ini tidak diindahkan. 10 November 1945, Inggris mulai membom Surabaya dan perang sengit berlangsung terus menerus selama 10 hari. Dua pesawat Inggris ditembak jatuh pasukan RI dan salah seorang penumpang Brigadir Jendral Robert Guy Loder-Symonds terluka parah dan meninggal keesokan harinya. 20 November 1945, Inggris berhasil menguasai Surabaya dengan korban ribuan orang prajurit tewas. Lebih dari 20000 tentara Indonesia, milisi dan penduduk Surabaya tewas. Seluruh kota Surabaya hancur lebur. Pertempuran ini merupakan salah satu pertempuran paling berdarah yang dialami pasukan Inggris pada dekade 1940an. Pertempuran ini menunjukkan kesungguhan Bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dan mengusir penjajah...>> bagaimana Cina dengan banyak falsafah perang......3 Strategi Perang yang Ampuh Dari China ....>> Imperialisme telah menghisap rakyat Cina selama lebih dari satu abad, awal mulanya melalui kapal-kapal dagang yang memperjual-belikan barang-barang dan kemudian dengan merampas bagian-bagian bangsa Cina. Inggris, kekuatan imperialis terkuat di waktu itu, mengambil kepemimpinan, berperang melawan Cina tahun 1839-1842 setelah Kaisar Qing menolak pasokan besar opium dari Inggris. Cina ,mengalami kekalahan dan menyerahkan Hongkong sebagai koloni Inggris. Kekuatan imperialis lainnya, seperti AS dan Perancis, secara cepat mengikuti langkah Inggris dengan mulai mengajukan tuntutan. Cina dipaksa untuk membuka lima pelabuhannya bagi barang-barang imperialis dan menyerahkan teritorinya untuk dikontrol imperialis. Menggunakan opium sebagai alasan, Inggris bekerja sama dengan Perancis berperang melawan Cina tahun 1856-1860, dan keluar dari peperangan dengan segudang harta rampasan (dari Cina). Perang itu terjadi ketika Tsar Rusia berusaha merebut bagian sumber kekayaan Cina di daerah kaya Timur Laut. Tahun 1885, Perancis berperang lagi dengan Cina, yang memaksa Kaisar Cina untuk membuat konsesi baru bagi Perancis dan Jepang. ..>> Partai Komunis Cina didirikan oleh pemimpin gerakan ini di tahun 1921. Mengikuti contoh yang diberikan Bolshevik Rusia, PKC menyusun program untuk memimpin kaum buruh dan tani untuk menuntaskan revolusi demokratik sebagai langkah awal bagi penghancuran kapitalisme. Bulan Juni 1923, PKC menjalin sebuah front persatuan anti-imperialis dengan KMT untuk melawan para pendekar/panglima perang dan dominasi imperialis di Cina. Pada waktu itu PKC mempunyai anggota sebnayak 432 orang dan KMT sebanyak 300.000 orang. Sebagai bagian kebijakan Front Persatuan, anggota PKC juga bergabung di KMT. Kebijakan ini berdampak cepat dan besar. Pada kongres pertama KMT di Januari 1924, 40 dari 200 delegasi yang hadir adalah anggota PKC, dan awal 1926 PKC anggotanya berkembang menjadi 30.000. Selama periode ini terdapat begunung-gunung gelombang pemogokan buruh. Menurut data yang ada, antara tahun 1918 dan 1922, pemogokan meningkat dari 25 menjadi 91, jumlah pekerja yang terlibat meningkat lima belas kali lipat atau sebesar 150.000 orang. Konferensi buruh nasional pertama yang diselenggarakan di tahun 1922, merepresentasikan 300.000 anggota. Tahun 1925 keanggotaan meningkat menjadi 570.000 dan tahun 1927 menjadi 3 juta orang. Peeingatan hari buruh Internasional (may day) tahun 1924 di Shanghai melibatkan 100.000 buruh dan di Guangzhou (Canton) 200.000 buruh. Tahun 1927, di propinsi Hubei dan Hunan masing-masing melaporkan keterlibatan sekitar 400.000 buruh. ..>>

PERTEMPURAN AREK AREK SUROBOYO

Setelah Perang Dunia II usai, pada 25 Oktober 1945, 6000 pasukan Inggris-India yaitu Brigade 49, Divisi 23 yang dipimpin Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby mendarat di Surabaya dengan perintah utama melucuti tentara Jepang, tentara dan milisi Indonesia. Mereka juga bertugas mengurus bekas tawanan perang dan memulangkan tentara Jepang. Pasukan Jepang menyerahkan semua senjata mereka, tetapi milisi dan lebih dari 20000 pasukan Indonesia menolak.


  • 26 Oktober 1945, tercapai persetujuan antara Bapak Suryo, Gubernur Jawa Timur dengan Brigjen Mallaby bahwa pasukan Indonesia dan milisi tidak harus menyerahkan senjata mereka. Sayangnya terjadi salah pengertian antara pasukan Inggris di Surabaya dengan markas tentara Inggris di Jakarta yang dipimpin Letnan Jenderal Sir Philip Christison.

  •  
  • 27 Oktober 1945, jam 11.00 siang, pesawat Dakota AU Inggris dari Jakarta menjatuhkan selebaran di Surabaya yang memerintahkan semua tentara Indonesia dan milisi untuk menyerahkan senjata. Para pimpinan tentara dan milisi Indonesia marah waktu membaca selebaran ini dan menganggap Brigjen Mallaby tidak menepati perjanjian tanggal 26 Oktober 1945.
  • 28 Oktober 1945, pasukan Indonesia dan milisi menggempur pasukan Inggris di Surabaya. Untuk menghindari kekalahan di Surabaya, Brigjen Mallaby meminta agar Presiden RI Soekarno dan panglima pasukan Inggris Divisi 23, Mayor Jenderal Douglas Cyril Hawthorn untuk pergi ke Surabaya dan mengusahakan perdamaian.
  • 29 Oktober 1945, Presiden Soekarno, Wapres Mohammad Hatta dan Menteri Penerangan Amir Syarifuddin Harahap bersama Mayjen Hawthorn pergi ke Surabaya untuk berunding.
  • Pada siang hari, 30 Oktober 1945, dicapai persetujuan yang ditanda-tangani oleh Presiden RI Soekarno dan Panglima Divisi 23 Mayjen Hawthorn. Isi perjanjian tersebut adalah diadakan perhentian tembak menembak dan pasukan Inggris akan ditarik mundur dari Surabaya secepatnya. Mayjen Hawthorn dan ke 3 pimpinan RI meninggalkan Surabaya dan kembali ke Jakarta.

     
  • Pada sore hari, 30 Oktober 1945, Brigjen Mallaby berkeliling ke berbagai pos pasukan Inggris di Surabaya untuk memberitahukan soal persetujuan tersebut. Saat mendekati pos pasukan Inggris di gedung Internatio, dekat Jembatan merah, mobil Brigjen Mallaby dikepung oleh milisi yang sebelumnya telah mengepung gedung Internatio.


Karena mengira komandannya akan diserang oleh milisi, pasukan Inggris kompi D yang dipimpin Mayor Venu K. Gopal melepaskan tembakan ke atas untuk membubarkan para milisi. Para milisi mengira mereka diserang / ditembaki tentara Inggris dari dalam gedung Internatio dan balas menembak. Seorang perwira Inggris, Kapten R.C. Smith melemparkan granat ke arah milisi Indonesia, tetapi meleset dan malah jatuh tepat di mobil Brigjen Mallaby.

Granat meledak dan mobil terbakar. Akibatnya Brigjen Mallaby dan sopirnya tewas. Laporan awal yang diberikan pasukan Inggris di Surabaya ke markas besar pasukan Inggris di Jakarta menyebutkan Brigjen Mallaby tewas ditembak oleh milisi Indonesia.

Letjen Sir Philip Christison marah besar mendengar kabar kematian Brigjen Mallaby dan mengerahkan 24000 pasukan tambahan untuk menguasai Surabaya.
  • 9 November 1945, Inggris menyebarkan ultimatum agar semua senjata tentara Indonesia dan milisi segera diserahkan ke tentara Inggris, tetapi ultimatum ini tidak diindahkan.
  • 10 November 1945, Inggris mulai membom Surabaya dan perang sengit berlangsung terus menerus selama 10 hari. Dua pesawat Inggris ditembak jatuh pasukan RI dan salah seorang penumpang Brigadir Jendral Robert Guy Loder-Symonds terluka parah dan meninggal keesokan harinya.
  • 20 November 1945, Inggris berhasil menguasai Surabaya dengan korban ribuan orang prajurit tewas. Lebih dari 20000 tentara Indonesia, milisi dan penduduk Surabaya tewas. Seluruh kota Surabaya hancur lebur.
Pertempuran ini merupakan salah satu pertempuran paling berdarah yang dialami pasukan Inggris pada dekade 1940an. Pertempuran ini menunjukkan kesungguhan Bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dan mengusir penjajah.


Karena sengitnya pertempuran dan besarnya korban jiwa, setelah pertempuran ini, jumlah pasukan Inggris di Indonesia mulai dikurangi secara bertahap dan digantikan oleh pasukan Belanda. Pertempuran tanggal 10 November 1945 tersebut hingga sekarang dikenang dan diperingati sebagai Hari Pahlawan.


90 Anggota Kopassus Latihan deengan Tentara China
Senin, 2 Juli 2012 | 9:03
http://www.investor.co.id/home/90-anggota-kopassus-latihan-deengan-tentara-china/39508

Kopassus.

 Kopassus.


JINAN-Sekitar 90 personel Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) telah tiba di Jinan, Ibukota Provinsi Shandong, China, untuk melakukan latihan bersama dengan pasukan khusus China.

Ke-90 personel korps baret merah itu tiba di Jinan Internasional Aiport dengan menggunakan pesawat Hercules 9-130 dari Skadron Udara 32 TNI Angkatan Udara.

Atase Pertahanan Kedubes RI di China Kolonel (Lek) Surya Margono di Jinan, Senin (2/7) mengatakan latihan bersama Kopassus dengan Komando Pasukan Khusus China akan dibuka resmi pada Selasa (3/7).

"Ini merupakan latihan bersama yang kedua kali yang digelar oleh Kopassus dan Komando Pasukan Khusus China," kata Kolonel Surya Margono menjelaskan.

Latihan bersama pasukan khusus dua negara kali pertama digelar pada Juni 2011 di Pusat Pendididkan Kopassus Batujajar, Jawa Barat.

Kegiatan yang bersandikan "Sharp Knife II/2012" itu bertujuan meningkatkan kemampuan, keterampilan dan profesionalisme dari para prajurit pasukan khusus militer kedua negara.

"Prajurit pasukan khusus kedua negara dapat saling bertukar pengalaman, dan keterampilan, kemampuannya, sehingga didapat sebuah bentuk kerja sama pasukan khusus kedua negara yang lebih komprehensif, baik dari segi teknik dan taktik operasional," kata Surya.

Selain personel, maka Korps Baret Merah TNI Angkatan Darat juga membawa sejumlah persenjataan dan perlengkapan penanggulangan antiteror.

"Sebagian persenjataan dan perlengkapan yang dibawa, selain digunakan untuk latihan bersama juga akan dipamerkan dalam kegiatan itu," ungkap Surya.

Latihan bersama Kopassus dan Komando Pasukan China akan berlangsung hingga Minggu (15/7) di Pangkalan Latihan Terpadu Kodam Jinan, China.(ant/hrb)

Rahasia Dibalik Invasi Jerman Atas Rusia

Oleh : Permadi "Sturmmann" Aryawirasmara
http://barboek.blogspot.com/2012/08/rahasia-dibalik-invasi-jerman-atas-rusia.html

Berdasarkan sejarah Perang Dunia II menurut versi BBC, Nat Geo, Wikipedia, dan media mainstream pada umumnya, kita telah diperkenalkan kepada cerita tentang Hitler dan ambisi Lebensraum (ruang hidup)-nya, bahwa Operasi Barbarosa dan seluruh kampanye militer di front timur adalah murni invasi untuk mengeksploitir kekayaan alam Rusia. Serta tak asing lagi bagi kita, cerita-cerita tentang serangan kejutan Jerman yang membuat Stalin kebakaran jenggot, dan membuat kocar-kacir Tentara Merah. Dan bagaimana kita bisa lupa dengan cerita musim dingin kejam yang menyelamatkan Rusia dari kehancuran! Tapi benarkah seperti itu kejadiannya?

Terlalu mudah bagi siapa saja yang memperhatikan sejarah PDII untuk sadar bahwa versi "resmi" ini terlalu sempurna menangkap kekurangan, bahkan "ketololan" kedua belah pihak (Jerman dan Rusia). Seolah Perang Dunia II adalah kisah tentang Jerman "si sembrono", dan Rusia "si bodoh beruntung".

Sebelum saya melanjutkan dengan memaparkan fakta-fakta sejarah Perang Dunia II berikut ini, perlu diketahui bahwa seluruh data-data baik yang berupa kronologis, tanggal kejadian, ilustrasi kejadian, dokumen, maupun kesaksian dari pelaku sejarah adalah berdasarkan kejadian yang sebenarnya, dan hampir semuanya telah disembunyikan dengan baik dan diedit dari versi sejarah umum PDII yang telah disajikan kepada kita. Sekali lagi membuat kita bertanya, untuk tujuan apa? Dan karena motif apa?

Pada prinsipnya, ada dua macam sejarawan di planet bumi ini. Pertama, adalah sejarawan jujur yang kemudian dilabelisasi "Revisionis" yang biasanya nasibnya berakhir di penjara. Kedua, adalah sejarawan "kurang jujur" yang mendukung sejarah PDII versi mainstream yang nasibnya sangat kontras, sangat makmur dan biasanya dipercaya memimpin yayasan-yayasan mengenang Holocaust.

BERSAMA INI ADALAH FAKTA & PERISTIWA SEJARAH PERANG DUNIA II YANG DI-EDIT, DAN DISEMBUNYIKAN DARI KITA

Pada tanggal 23 Agustus 1939, Jerman dan Uni Soviet sepakat membuat Pakta Perjanjian Non-Agresi untuk tidak saling menyerang. Pakta yang ditanda-tangani oleh menteri luar negeri dari kedua belah pihak, Joachim Von Ribbentrop (Jerman) dan Vyacheslav Molotov (Rusia), juga mengatur agar kedua belah pihak tetap netral dalam situasi apabila salah satu pihak penanda-tangan Pakta diserang dan harus berperang dengan elemen asing.

Berdasarkan versi resmi sejarah PDII yang kita kenal, diceritakan bahwa Jerman melanggar Pakta Non-Agresi dengan melancarkan Operasi Barbarosa pada tanggal 21 Juni 1941 untuk menginvasi Rusia dan merampok sumber daya alamnya yang kaya. Apakah benar demikian faktanya?

ARTIKEL PERTAMA PADA PAKTA PERJANJIAN NON AGRESI JERMAN-UNI SOVIET, BERBUNYI, "Sehubungan dengan masalah teritorial dan pengaturan politik di daerah Balkan (termasuk diantaranya: Finlandia, Estonia, Latvia dan Lithuania), kedua belah pihak (Jerman dan Uni Soviet) bersama ini sepakat untuk menghormati batas wilayah yang telah ditetapkan, yakni pada batas utara perbatasan negara Lithuania, dimana kedua belah pihak mengakui batas tersebut, dan serta-merta menghormati kedaulatan negara Lithuania sampai dengan daerah Vilna."

Pada tanggal 12 Juni 1940, Uni Soviet melayangkan klaim teritorial kepada negara-negara daerah Balkan (termasuk Finlandia), yang merupakan tuntutan aneksasi terbuka terhadap wilayah negara-negara berkedaulatan yang diakui dalam Pakta Non-Agresi. Lalu pada 16 Juni 1940, militer Uni Soviet menduduki wilayah Kaunas dan Vilna, dengan ini secara resmi menganeksasi Lithuania dan melanggar Artikel Pertama Pakta Perjanjian Non-Agresi dengan Jerman.

ARTIKEL LAIN DARI PAKTA PERJANJIAN NON AGRESI JERMAN-UNI SOVIET, "..sehubungan dengan wilayah selatan Eropa Timur, Pihak Kedua (Uni Soviet) dengan ini menyatakan ketertarikannya atas wilayah Bessarabia, Rumania Timur."

Pada tanggal 26 Juni 1940, Uni Soviet melayangkan ultimatum kepada pemerintah negara kedaulatan Rumania untuk menyerahkan wilayah Bessarabia dan Bukovina Utara. Lalu pada tanggal 10 Juli 1940, militer Uni Soviet menduduki selatan Dardanella dan kawasan delta sungai Danube, sadar tidak hanya ini merupakan pelanggaran lagi terhadap klausul Pakta Perjanjian Non-Agresi dengan Jerman, tapi juga sepenuhnya sadar bahwa manuver militer tersebut secara langsung mengancam stabilitas keamanan dan politik dari daerah yang merupakan salah satu akses utama minyak yang sangat vital bagi Jerman.

SEBUAH JURNAL DEPARTEMEN ANGKATAN BERSENJATA AMERIKA SERIKAT NO.20-225 TAHUN 1956, yang berisikan studi dan analisa eskalasi situasi politik dan militer antara Jerman dan Uni Soviet di wilayah Rumania pra-PDII berbunyi, "..banyak bukti-bukti yang menguatkan indikasi bahwa pihak Rusia lebih tertarik ke wilayah Dardanelles dan daerah delta sungai Danube, dimana kepentingan politik dan militer Rusia secara langsung konflik dengan kepentingan ekonomi Jerman. Niat tidak baik ditunjukan Rusia saat memutuskan untuk menganeksasi wilayah-wilayah di negara-negara daerah Balkan, dan menuntut Rumania untuk menyerahkan wilayah Bessarabia dan Bukovina Utara.........Keputusan Hitler (untuk melancarkan Operasi Barbarossa) sedikit banyak dapat dijustifikasi dengan manuver Uni Soviet yang meningkatkan tekanan militer dan politik di wilayah Balkan (termasuk Bulgaria), terutama saat pasukan Rusia menduduki wilayah mulut sungai Danube, yang merupakan jalur utama logistik strategis Jerman."

Hubungan politik yang telah memburuk akibat aneksasi daerah Balkan, yang secara tidak langsung telah menciptakan ancaman cukup substansial terhadap kemanan jalur suplai Batu Besi (Iron Ore) dari Swedia ke Jerman, menjadi lebih buruk lagi ketika pada tanggal 23 Juni 1940, Moskow melayangkan lagi klaim teritorial (kali ini ke Finlandia), dan menuntut Finlandia untuk menyerahkan wilayah pertambangan Petsamo yang merupakan sumber pengadaan Nikel terutama bagi Jerman.

Tekanan militer dan politik yang ditebar Uni Soviet di negara-negara daerah Balkan, memicu bergabungnya Hungaria kedalam aliansi "Axis" bersama Jerman dan Italia pada tanggal 20 November 1940, diikuti oleh Rumania pada tanggal 23 November 1940, lalu Bulgaria yang belakangan ikut bergabung pada tanggal 1 Maret 1940.

Ini adalah titik balik krusial dalam hubungan politik Jerman-Uni Soviet, setelah Uni Soviet secara sistematis menebar disharmoni dan kekacauan di negara-negara daerah Balkan dan Rumania yang terang-terangan dilindungi oleh Pakta Non-Agresi, sepenuhnya sadar bahwa tak hanya itu merupakan pelanggaran atas Perjanjian, namun juga merupakan ancaman tidak langsung terhadap kedaulatan negara Jerman.

SEBUAH PARAGRAF DARI DEKLARASI PERANG JERMAN TERHADAP UNI SOVIET BERBUNYI, "..berdasarkan aktivitas Rusia di wilayah-wilayah Eropa yang berada diluar kedaulatan Jerman, yang mencakup negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik baik dengan Jerman, dan/atau diduduki oleh Jerman. Seperti di Rumania, dimana telah ditemukan pamflet-pamflet propaganda komunis yang berasal dari Rusia, dengan konten penyesatan publik yang mengkambing-hitamkan Jerman sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kekacauan-kekacauan domestik yang terjadi, untuk menciptakan atmosfer anti-Jerman.........Bahkan seluruh wilayah selatan Eropa Timur (dari Slovakia sampai Bulgaria) telah terang-terangan diklaim sebagai wilayah protektorat Rusia yang akan direalisasikan secepatnya setelah militer Jerman tidak lagi menjadi ancaman."

Restu dari Churcill

Jadi benarkah Operasi Barbarossa lahir karena desakan kebutuhan perluasan wilayah Jerman (Lebensraum)? Dan benarkah itu merupakan upaya penjarahan sistematis terhadap sumber daya mineral Rusia yang kaya?

Satu-satunya wacana resmi mengenai keuntungan ekonomi dari front timur yang diketahui pernah dibicarakan oleh para petinggi Jerman, adalah dilakukan pada November 1940 ketika Hermann Göring dengan kapasitasnya sebagai Kepala Program Pembangunan Empat Tahunan Jerman (VIERJAHRPLAN) mengadakan rapat dengan Adolf Hitler, dimana dalam rapat tersebut Göring menunjukan kepada Hitler sebuah rekomendasi komprehensif yang dibuat oleh Jendral-Infantri Georg Thomas.

Rekomendasi yang dalam penyusunannya dibantu oleh Direktorat Ekonomi Wilayah Timur (WIRTSCHAFTSFUHRUNGSSTAB OST)) atau "WiStO", juga menghadirkan studi komprehensif dan mendetail mengenai aspek strategis ekonomi Rusia termasuk didalamnya: perindustrian, pertambangan, dan infrastruktur, yang diusulkan sebagai sumber potensial untuk pendanaan kampanye militer Jerman pada tahun ketiga di front timur, sebagai antisipasi kemungkinan perang panjang.

Rekomendasi ini secara jelas dan gamblang mencanangkan kemungkinan ekploitasi ekonomi Rusia yang sepenuhnnya diprioritaskan demi kelangsungan hidup militer Jerman di Rusia, dan hanya bila ada surplus, baru kelebihannya akan dikirim ke Jerman sebagai jarahan perang.

Eksploitasi ekonomi Rusia hanyalah disiapkan dalam kondisi pemenuhan kebutuhan logistik pada tahun ketiga di front timur sebagai antisipasi kemungkinan perang panjang, dan BUKAN berupa rencana penjarahan sistematis seperti yang diceritakan versi resmi sejarah PDII yang umum kita ketahui.

"Apabila harus ada perang di Eropa.. Saya berharap Jerman dan Rusia yang melakukannya..", (WINSTON CHURCHILL)

Pada permulaan tahun 1941, seorang bangsawan Inggris yang bernama Lord Charles Bedstone memprakarsai pertemuan antara dirinya dengan Hermann Göring. Dalam pertemuan yang dirahasiakan tempat dan waktunya dari pers ini, Lord Charles yang mengaku telah mendapat restu dari Churchill, menawarkan Göring akses ke pengadaan mineral strategis "TUNGSTEN" untuk Jerman (Tungsten adalah bahan baku penting untuk campuran metal dalam produksi proyektil penembus baja), dengan syarat Jerman harus membuka front timur (berperang dengan Uni Soviet) dan menjatuhkan Komunis.

SEBUAH DIARI DARI KOLONEL-JENDRAL FRANZ HALDER, yang kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku, menulis tentang Operasi Barbarossa: "Kampanye militer di Rusia ini adalah murni operasi militer, dimana dua angkatan bersenjata akan bertemu di garis depan, yang akan dieksekusi dalam rencana presisi untuk mengepung pasukan lawan menggunakan kendaraan lapis baja, didudukung oleh infantry yang datang dari belakang melindungi barisan depan dengan menyapu bersih kantong-kantong perlawanan yang terlewati oleh serangan cepat."

KESIMPULAN: Apakah kita masih bisa dengan jujur percaya bahwa Stalin tidak tahu menahu tentang serangan Jerman sampai semua hampir terlambat? Apa kita masih bisa menikmati versi cerita tentang Rusia yang kebakaran jenggot dan kocar-kacir oleh hadiah kejutan dari Jerman?

Operasi Barbarosa sama sekali BUKAN dilatar-belakangi oleh kebutuhan perluasan wilayah Jerman (Lebensraum) yang mendesak, dan sama sekali bukan karena sifat barbarisme bangsa Jerman yang menginginkan penjarahan sistematis terhadap sumber daya mineral Rusia yang kaya. Operasi Barbarosa adalah keputusan taktis yang diambil dalam keadaan genting sebagai reaksi cepat mengantisipasi eskalasi politik yang memanas disebabkan oleh aktivitas militer Uni Soviet yang mengancam tak hanya stabilitas politik dan keamanan Eropa Timur dan Balkan, tapi juga seluruh Eropa (termasuk Inggris).

Namun kenapa fakta-fakta ini disembunyikan dari kita? Mengapa mereka harus membuat sebuah cerita baru yang sama sekali menyimpang dari apa yang sebenarnya terjadi, lalu mensahkannya menjadi versi "resmi" sejarah yang kemudian disajikan kepada kita?

Kenapa tidak berkata jujur? Dan menulis apa adanya, bahwa Operasi Barbarosa adalah perang yang dikobarkan Jerman didukung penuh oleh "Koalisi Kapitalisme" (yang terdiri dari konglomerasi Amerika dan kerajaan Inggris) untuk menumbangkan setan komunis yang mengancam bukan saja negara kedaulatan Jerman, tapi juga kedaulatan kerajaan bisnis para raksasa konglomerat dunia. Salahkah bila sejarah ditulis seperti ini?

Sumber :
- "Nazi Conspiracy and Aggression Vol. VI", Seekriegsleitung Report C-170: a file on Russo-German Relations Found in the files of High Command of the Navy (US Government Printing Office, 1946)
- "Department of Army Pamphlet No.20-225" (Washington DC, 1956)
- "Tagliche Aufzeichnungen des Chefs des Generalstabes des Heeres 1939-1942", Diary of General Franz Halder (Kohlhammer Verlag, 1962), by Hans-Adolf Jacobsen
- "Operation Barbarossa: Strategy and Tactics on the Eastern Front, 1941" (Presidio Press 1984), by Bryan Fugate
- "Churchill's War" (Avon Books, 1987), David Irving
- "David Rockefeller: Memoirs" (Random House NY), David Rockafeller

Berguru Pada 3 Strategi Perang yang Ampuh Dari China 

http://barboek.blogspot.com/2012/08/berguru-pada-3-strategi-perang-yang.html

Negara China mempunyai sejarah yang panjang dalam hal peperangan antar kerajaannya. Sehingga banyak orang pintar yang menjadi penasehat perang atau para jendral harus mengadu strategi untuk memenangkan sebuah peperangan. Di antaranya yang paling terkenal adalah Sun Tzu, Sun Bing, Qin Shi Huang, Liu Bang, Cao-Cao, Zhuge Liang , dll. Nah tulisan kali ini kita hanya akan membahas 3 strategi perang China jaman dulu yang dikembangkan dan dipraktekkan di jaman modern ini terutama di Indonesia. Kenapa cuma tiga ? Karena ada ribuan atau mungkin ratusan ribu strategi perang yang mereka terapkan jaman dulu yang tidak mungkin kita bahas satu persatu. Nah apa-apa saja strategi perangnya itu ? Mari kita bahas satu persatu.
1. Untuk menaklukan dunia saya tidak perlu memiliki seribu pasukan tetapi saya hanya butuh satu anak perempuan yang paling cantik di negeri ini. (Sun Tzu)
Maksud dari tulisan ini adalah :
Pada jaman dahulu di negeri China seorang Kaisar dapat memiliki selir hingga mencapai 200 orang. Bagi yang memiliki anak perempuan yang cantik dapat di ajukan ke Kaisar untuk dipersunting sebagai selir. Nah kalau kita memiliki seorang anak perempuan yang cantik bahkan paling cantik di negeri itu maka otomatis pasti akan dijadikan selir oleh Kaisar. Dan dengan menjadi yang tercantik dari semua selir yang di miliki Kaisar maka tentunya akan menjadi selir kesayangan Kaisar yang mana akan dipenuhi semua permintaannya oleh Kaisar. Jadi dengan begitu kita bisa memerintah kerajaan melalui sang anak.
Jadi inti dari seni perang ini adalah mempergunakan daya tarik wanita atau di negeri China dikenal dengan strategi " JEBAKAN WANITA CANTIK "
Bagaimana hal ini dipraktekan di jaman modern ?
Teori ini dikembangkan dengan baik di bidang pemasaran dan politik. Kita bisa lihat bagaimana tenaga-tenaga wanita dijadikan Sales Promotion Girls untuk menarik pembeli atau pengunjung suatu event dan bagaimana tenaga wanita juga dijadikan Lady Escourt yang kerjanya melakukan lobby kepada klien guna memenangkan sebuah tender. Selain dari pada itu kita juga mendengar wanita dimanfaatkan untuk menghancurkan karir seseorang dengan memakai jasa mereka sebagai pembuat scandal kepada lawan bisnis atau politik.
2. Setelah sampai didaerah musuh bakar kapal dan buang persediaan makan. (Xiang Yu)
Maksud dari teori ini adalah :
Ketika seorang Jendral kejam yang bernama Xiang Yu ingin memaksa anak buahnya berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan maka cara yang ditempuhnya adalah dengan mengancam kelangsungan hidup dari para tentaranya dengan membakar kapal untuk mereka pulang serta membuang semua perbekalan untuk makan mereka. Sehingga kalau mereka tetap ingin hidup jalan satu-satunya adalah memenangkan perang. Karena kalau mereka dapat memenangkan peperangan berarti mereka dapat merampas semua kebutuhan yang mereka butuhkan dari pihak musuh yang kalah.
Di jaman modern strategi ini dipraktekan di bidang perdagangan atau lebih tepatnya di bidang Ketenaga kerjaan. Cara yang dilakukan pengusaha atau perusahaan adalah dengan memberikan gaji yang kecil dan pas-pasan kepada karyawan agar mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka dan baru bisa mencukupi kebutuhan mereka kalau mereka mencapai target yang ditentukan perusahaan dengan imbalan bonus dari pencapaian target. Jadi dengan gaji yang pas-pasan atau malah kurang, maka tanpa disuruhpun para pegawai mereka akan bekerja mati-matian untuk mencapai target yang ditentukan agar menerima bonus yang dijanjikan perusahaan untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.
3. Tempat yang paling aman adalah tempat yang paling berbahaya. ( Sam Kok )
Apa maksud dari tulisan diatas ?
Maksudnya adalah ketika melakukan pencurian di istana kaisar maka tempat yang paling aman bersembunyi adalah di istana itu sendiri. Kenapa ??? Karena kebiasaan orang mencuri di istana kaisar pasti sudah lari terbirit-birit dengan memakai jurus langkah sejuta. Karena kalau ketahuan mencuri akan langsung di hukum pancung atau disiksa sampai mati . Maka dengan tetap di istana bahkan berteriak maling dan ikut serta dalam pencarian pencuri itu maka pasti orang tidak akan menyangka bahwa dialah yang melakukan pencurian karena semua orang tidak akan mempuyai nyali seperti itu.
Dijaman sekarang ini strategi perang ini malah lebih sering kita temukan di Indonesia. Para pejabat atau pemilik kekuasaan yang melakukan korupsi akan lebih dulu teriak maling kepada orang lain dan bertindak seakan-akan ingin memberantas korupsi agar orang menyangka dirinya bersih dari korupsi. Orang sudah pasti akan berpaling kepada orang yang diteriakan dari pada kepada dirinya yang pura-pura bersih bahkan orang akan mendukungnya atas usahanya memberantas korupsi padahal dialah biang dari korupsi itu.
Dari tulisan diatas kita dapat melihat bahwa strategi perang China jaman dahulu tersebut telah dimodif sedemikian rupa agar dapat dipergunakan di abad modern ini . Tetapi yang sangat disayangkan mereka menggunakannya untuk kepentingan dan keperluan yang negatif.
Sumber: http://www.eocommunity.com/showthread.php?tid=23203


Eva Cheng

http://indomarxist.tripod.com/00000042.htm

Revolusi Cina 1949 : Apa Pelajaran Yang Bisa Kita Petik ?

Banyak orang yang menjadi aktivis kiri di 1990-an, sejak Partai Komunis Cina (PKC) memulai restorasi kapitalisme, merasa sulit untuk menghubungkan atau mengapresiasikan keberhasilan yang didapat oleh rakyat Cina pada kemenangan komunis di 1949. Para penentu kebijakan di Beijing sacara gradual mencampakkan properti dan sistem sosialis untuk digantikan dengan sebuah sistem kapitalisme, ketika mempertahankan retorika-retorika radikal, diperkuat dengan keraguan-keraguan yang timbul dalam revolusi selama tiga dekade kegagalan Stalinis yang dipimpin oleh Mao Tse Tung.
Republik Rakyat Cina dideklarasikan tanggal 1 Oktober 1949. Hal itu adalah sebuah peristiwa sangat signifikan untuk umat manusia, sebuah testimoni tentang kegigihan, keberanian dan perlawanan massa rakyat yang terorganisir, meskipun di sebuah negeri yang terbelakang, yang dapat mengalahkan, secara politis dan militer, kekuatan imperialis terkuat.

Meskipun terjadi perdebatan (dan belum tersimpulkan) tentang strategi-strategi revolusioner, beberapa akan membantah dampak revolusi tersebut bagi pejuang kelas di dunia—ada yang mengatakan revolusi tersebut merupakan sumber  insipirasi bagi kekuatan-kekuatan rakyat dan yang lainnnya mengatakan revolusi itu hanya sebuah model (maksudnya model/tradisi/garis revolusioner). 

Negeri Impian bagi Imperialisme 

Imperialisme telah menghisap rakyat Cina selama lebih dari satu abad, awal mulanya melalui kapal-kapal dagang yang memperjual-belikan barang-barang dan kemudian dengan merampas bagian-bagian bangsa Cina. Inggris, kekuatan imperialis terkuat di waktu itu, mengambil kepemimpinan, berperang melawan Cina tahun 1839-1842 setelah Kaisar Qing menolak pasokan besar opium dari Inggris. Cina ,mengalami kekalahan dan menyerahkan Hongkong sebagai koloni Inggris.
Kekuatan imperialis lainnya, seperti AS dan Perancis, secara cepat mengikuti langkah Inggris dengan mulai mengajukan tuntutan. Cina dipaksa untuk membuka lima pelabuhannya bagi barang-barang imperialis dan menyerahkan teritorinya untuk dikontrol imperialis.
Menggunakan opium sebagai alasan, Inggris bekerja sama dengan Perancis berperang melawan Cina tahun 1856-1860, dan keluar dari peperangan dengan segudang harta rampasan (dari Cina). Perang itu terjadi ketika Tsar Rusia berusaha merebut bagian sumber kekayaan Cina di daerah kaya Timur Laut. Tahun 1885, Perancis berperang lagi dengan Cina, yang memaksa Kaisar Cina untuk membuat konsesi baru bagi Perancis dan Jepang.
Tahun 1895 setelah beberapa kekalahan, Cina menyerah, dan memberikan Korea kepada Jepang, dan menyerahkan Taiwan dan Kepulauan Penhu (Pescadores) kepada Jepang sebagai koloni.
Perluasan daerah kekuasaan imperialis, hasilnya tahun 1900, seperti Jerman, AS, Inggris, Perancis, Rusia, Jepang, dan Portugal masing-masing memiliki daerah kekuasaan di Cina. Kondisi ini menyiapkan untuk tindakan yang lebih jauh bagi dominasi ekonomi imperialisme di Cina.
Kemudian diikuti dengan intervensi militer, meningkatnya penetrasi kapitalis, peningkatan sektor-sektor industri terbatas, dan formasi borjuasi Cina yang kecil dan lemah. Semua kejadian ini terjadi ketika Kekaisaran Cina sedang mendekati ajalnya.
Kekaisaran Cina diruntuhkan oleh sebuah pemberontakan di tahun 1911, yang diorganisir oleh borjuasi, bangsawan, dan panglima-panglima perang. Ketika mereka (para pemberontak) kemudian berjuang untuk sebuah kekuasaan nasional, Imperialis memperkuat kontrol mereka dan para panglima perang lokal mengkonsolidasi kekuatan mereka.
Melalui pendanaan rezim yang terpecah-pecah itu, bank-bank imperialis, sebagai efeknya, menyerbu Cina, mengkontrol operasi-operasi pemerintahan yang vital, termasuk pemungutan pajak dan anggaran nasional. Beberapa partai borjuis didirikan, tetapi KMT (Kuomintang- sebuah partai nasionalis), yang awalnya dipimpin oleh Dr. Sun Yat-sen dan kemudian oleh Chiang Kai-sek, adalah kekuatan yang tampil sebagai pemimpin.
Ketika Jerman mengalami kekalahan dalam PD I, semua priveleges dan aset-aset mereka di Cina, tidak di kembalikan kembali ke pemerintahan Cina, namun dialihkan ke kekuatan Imperialis pemenang, yaitu Jepang. Hal ini memicu luapan kemarahan rakyat Cina.
Para pelajar dan mahasiswa memimpin demonstrasi selama sebulan yang kota-kota di Cina mulai 4 mei 1949. Aksi ini, meskipun direpresif, memimpin untuk pertama kali-nya mobilisasi massa anti-imperialis di Cina yang Moderen.
Para buruh turut memeberikan solidaritas, 60.000 buruh ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini d Shanghai, borjuasi Cina juga menunjukkan dukungannya dengan pemboikotan terhadap barang-barang asing. Demonstrasi ini berkembang pada penolakan struktur masyarakat lam/tua, dimana kelas penguasa memonopoli penggunaan bahasa tulis dan subordinasi perempuan.

 Perjuangan yang dikhianati 

Partai Komunis Cina didirikan oleh pemimpin gerakan ini di tahun 1921. Mengikuti contoh yang diberikan Bolshevik Rusia, PKC menyusun program untuk memimpin kaum buruh dan tani untuk menuntaskan revolusi demokratik sebagai langkah awal bagi penghancuran kapitalisme.
Bulan Juni 1923, PKC menjalin sebuah front persatuan anti-imperialis dengan KMT  untuk melawan para pendekar/panglima perang dan dominasi imperialis di Cina. Pada waktu itu PKC mempunyai anggota sebnayak 432 orang dan KMT sebanyak 300.000 orang.
Sebagai bagian kebijakan Front Persatuan, anggota PKC juga bergabung di KMT. Kebijakan ini berdampak cepat dan besar. Pada kongres pertama KMT di Januari 1924, 40 dari 200 delegasi yang hadir adalah anggota PKC, dan awal 1926 PKC anggotanya berkembang menjadi 30.000.
Selama periode ini terdapat begunung-gunung gelombang pemogokan buruh. Menurut data yang ada, antara tahun 1918 dan 1922, pemogokan meningkat dari 25 menjadi 91, jumlah pekerja yang terlibat meningkat lima belas kali lipat atau sebesar 150.000 orang.
Konferensi buruh nasional pertama yang diselenggarakan di tahun 1922, merepresentasikan 300.000 anggota. Tahun 1925 keanggotaan meningkat menjadi 570.000 dan tahun 1927 menjadi 3 juta orang. Peeingatan hari buruh Internasional (may day) tahun 1924 di Shanghai melibatkan 100.000 buruh dan di Guangzhou (Canton) 200.000 buruh. Tahun 1927, di propinsi Hubei dan Hunan masing-masing melaporkan keterlibatan sekitar 400.000 buruh.
Pemberontakan buruh meledak di pertengahan tahun 1925. Jutaan orang di seluruh Cina untuk menyatakan solidaritas. Pemogokan umum selama tiga bulan di Shanghai, yang dipicu oleh polisi Inggris yang menembaki para demonstran, didukung oleh sedikitnya 135 aksi solidaritas di Cina yang melibatkan 400 ribuan orang.
Penembakan yang sama juga terjadi di Guangzhou yang direspon dengan pemogokan umum dan pemboikotan barang-barang Inggris di Hongkong dan Cina Selatan, melibatkan 250.000 buruh, Hal itu sangat efektif, di bulan-bulan terakhir.
Sebagai reaksi atas maraknya gelombang perlawanan kaum buruh, KMT mulai bergerak ke Kanan. Bulan Maret 1926, Chiang Kai-sek, komandan tentara KMT, mengumumkan keadaan darurat perang di Guanhzhou. membubarkan komite-komite pemogokan Guanzhou dan menangkan para pemimpin PKC.
Bulan Mei, Chiang menawarkan agar PKC dibawah kontrol politi KMT. mengehntikan penyebara issu dalam media internal dan merombak dafta semua anggota yang bekerja dalam KMT. Instruksi dari Komintern (Perkumpulan Komunis Internasional) di Moskow, yang di dominasi birokrat Stalinis, menyatakan bahwa PKC harus menerima tuntutan itu.
Sebagai pembenaran kebijakan ini, Birokrasi Stalin mengedapankan sebuah teori  kasar dari Mensvik tentang revolusi demokratik yang harus dituntaskan dengan aliansi bersama borjuis “demokratik”.
Alexander Martinov, yang dulunya adalah pemimpin Menshevik dan sekarang menjadi pemipin pejabat Stalinis dalam Departemen Daerah Timur Komintern, memformulasikan teori Neo-Mensevik, menurut dia, kemenangan revolusi demokratik anti-imperialis di Cina membutuhkan sebuah blok pemerintahan  yang terdiri dari empat kelas sosial (borjuasi nasionalis, buruh, kaum menengah perkotaan,dan petani). Para pemimpin Komintern menyatakan bahwa pemerintahan KMT hanyalah sebuah pemerintahan biasa dan seharusnya di dudukung oleh kubu Komunis.
Chiang meningkatkan represifitas atas kaum komunnis di tahun 1927, memaksa para pemimpin PKC untuk mundur ke daerah-daerah yang tidak mudah di akses dan menguatkan kekuatan bersenajata. Dia memperhebat kampanye pemusnahan daerah-daerak komunis di selatan tahun1930-1934, memaksa para pejuang komunis untuk mundur ke utara, via jalan barat.
Meskipun tentara merah di binasakan—dari 300.000 menjadi 30.000 selama 13 bulan, 10.000 km long march—dan sisanya terpaksa harus disatukan kembali. Dalam perjalanan, dimana mereka jauh dari kontrpl Stalinis, terjadi perdebatan yang intensif tentang strategi yang sudah dijalankan dan menyatukan kembali kekuatan-kekuatan yang terpecah dari CCP. Meskipun memakai garis Stalinis, Mao tidak siap untuk mengikuti semua perintah Stalinis.  

Mobilisasi Massa 

Jepang menyiapkan sebuah invasi habis-habisan ke Cina tahun 1937, memaksa PKC dan KMT untuk berkolaborasi kembali dalam perlawanan. Tapi Mao tidak menyiapkan untuk mensub-ordinasikan kembali PKC dan saat di dalam aliansi melawan Jepang tersebut, dia tidak berhenti untuk memblejeti KMT, dan menentang instruksi dari Komintern.
Selama aliansi di tahun 1937-1945, Mao tetap mengontrol  Tentara Merah dan daerah-daerah yang sudah dibebaskan, penduduku yang dibawah komando tentara merah jumlahnya meningkat dari 2juta menjadi 95 juta, begitu juga dengan pasukan merah, jumlahnya meningkat dari 30.000 menjadi mendekati angka 1 juta orang.
Saat periode awal aliansi dengan KMT, PKC menikmati membesarnya ruang untuk beroperasi di kota-kota dan banyak aktiis yng mendekam dalam penjara dibebaskan. Tapi kemudian Chiang Kai-sek mulai bermanuver untuk menggoyang PKC. untuk meningkatkan likuidasi bagi simpatisan merah yang ditahun 1941 berjumlah 10.000 orang dengan bantuan Jepang. Setelah kejadian tersebut, anggota yang mendukung garis komintern tentang aliansi penuh dengan KMT menjadi menurun tajam.
Para petani juga memainkan peranan kunci dalam revolusi China. Serikat petani nasional mengadakan pertemuan mereka pertama di tahun 1926, merepresentasikan anggotanya sebesar lebih dari satu juta orang.
Dua pertiga berasal dari propinsi Guangdong, tapi segera pergerakannya meluas ke utara. mengikuti jalur-dan dalam beberapa kasus pra petani membuka jalan bagi-tentara merah. Awal tahun 1927, serikat petani propinsi Hunan melaporkan mempunyai anggota sebesar 1,3 juta orang.
Usaha untuk mengorganisir para petani meningkat secara terus-menerus hanya di tahun 1930-an, ketika PKC harus mundur dari daerah perkotaan. Dalam daerah-pedesaan-merah yang begitu luas, pemerintahan di pegang oleh PKC.
Secara nasional, otoritas PKC sebagai partai pelopor di peroleh pada tahun 1930-an saat kemunduran rezim Chiang. Kekuatannya (KMT) dicurahkan sepenuhnya untuk menghadapi kaum komunis Cina daripada melawan invasi Jepang (bahkan KMT meminta bantuan jepang untuk menghadapi PKC). Chiang menganggap para penyerbu dari Jepang bagai sebuah penyakit kulit ringan, sedangkan kaum Komunis adalah penyakit kanker hati yang ganas.
PKC menjadi partai panutan bagi para pejuang. Hanya sedikit yang tidak bersimpati kepada PKC.
Ketika Jepang menyerah di tahun 1945, PKC menguasai 19 daerah yang sudah dibebaskan yang berpenduduk 95 juta orang, mengorganisir tentara yang berkekuatan 910.000 orang, sebuah milisi yang beranggotakan 2,22 juta orang dan SDU (Self Defence Unit semacam laskar untuk pertahanan) yang mempunyai anggota sebesar 10 juta orang.
Kemuakan atas perang dan dominasi Imperialis, mayoritas rakyat berharap agar PKC dan KMT bisa bekerja sama untuk perdamaian. Tapi, dengan bekingan imperialis, terutama AS, KMT tetaap berpendirian agar PKC berada dibawah komandonya. (Kekuatan Sekutu memerintahkan Jepang untuk menyerah hanya pada KMT, yang kemudian KMT mendapatakan bantuan militer dan dana dari AS yang jumlahnya menggunung )
Sebuah perjanjian damai antara PKC dan KMT terjadi di tahun 1946, yang beberapa bulan kemudian di langgar oleh KMT, dengan antuan militer AS, dan membawa Cina pada perang sipil (Civil War) yang habis-habisan. AS tidak merahasiakan sikapnya “yang membantu kubu nasionalis (KMT) untuk menegakkan kekuasaannya di wilayang luas yang memungkinkan”. Walaupun KMT sendiri agak malu-malu dengan tujuan strategis mereka “ untuk menghancurkan para bandit-bandit komunis”.
Tapi hati dan pikiran jutaan orang Cina telah tertambat pada “para bandit komunis” ini. Tahun 1946, semua wilayah yang terbebaskan meluas, satu program reformasi agraria di laksanakan, sewa tanah dan pembagian keuntungan bagi tuan tanah di reduksi (dihilangkan),tanah dibagi-bagikan kepada para petani miskin, pajak bagi tuan tanah di perbesar.
Pada berbagai daerah yang dibawah kontrol KMT, ketika orang-orang kaya sedang mengeruk keuntuk dari praktek-praktek yang gila-gilaan, mayoritas rakyat sedang mengalami penderitaan yang sangat berat dikarekan inflasi yang menggila yang merupakan efek dari kebijakan pajak baru pemerintahan Chiang, dan hal itu menyebakan meningkatnya represi dan wajib militer terhadap rakyat.
Protes-protes massa menjalar di daerah-daerak kekuasaan KMT di akir 1946-an, pada bulan terakhir 500.000 pemuda di Beijing memprotes pemerkosaan terhadap seorang pelajar yang dilakukan oleh serdadu AS. Para pelajar dan mahasiswa di Shanghai memprotes perang sipil, harga yang melambung tinggi dan tindakan para spekulan, kemudian aksi-aksi ini meluas ke kota-kota lain seperti Beijing, Nanjin dan Moukden.
Chiang kemudian bereaksi keras dengan menangkapi para pelajar dan mahasiswa sebanyak 13.000 orang dalam waktu dua bulan, tetapi gelombang protes lainnya menyusul untuk meledak di tahun 1947. Para buruh juga ikut serta di banyak kota, terutama di Shanghai, dimana terjadi pemogokan dn kerusuhan yang disebabkan melambungnya biaya hidup dan adanya bencana kelaparan.
AS tetap setia untuk mengguyurkan pinjaman,bantuan militer dan bantuan lainnya pada rezi yang dibenci ini. Para penasehat dari AS mempunyai kontrol yang sangat penting terhadap tentara KMT, polisi, dan angkatan laut, dan juga ekonomi dan finansial di seluruh negeri. Tahu 1946, AS mencatat  51% ekspor dari Cina dan impor  Cina dari AS sebesar 57 %.
Kekuatan bersenjata AS sangat kuat, tapi mereka tidak mampu menahan pembusukan politis dan moral rezim Chiang. Sebaliknya, support moral dan politis terhadap PKC menguat.
Selama 1946-1947, PKC menghancurkan 25% dari tentara KMT, dan secara bersamaan kekuatan bersenjata PKC berkembang sampai mendekati angka 2 juta. Bulan Juni 1948, tentara merah jumlah anggotanya mendekati angka 3 juta orang dan PKC menugasai wilayah yang berpenduduk 168 juta orang. Banyak orang yang meninggalkan wilayah KMT untuk masuk ke wilayah merah atau biasa disebut “Cina Baru”.
Chiang mengadakan serangan militernya yang terakhir pada Januari 1949, dan kemudian mereka mengungsikan modalnya pertamanya dari Nanjing ke Guangzhou, kemudian ke Chongqing, Chengdu dan terakhir ke Taiwan. Mereka melarikan diri di bawah perlindungan AS, membawa lari banyak harta rampasan, persediaan emas dan benda-benda bersejarah Cina.
Pertanyaan mengenai kepemimpinan adalah kritik penting dalam sebuah revolusi, sebagaimana kekalahan tragis di tahin 1926-1927. Strategi dan taktik PKC, terutama mengenai perhatian mereka terhadap peranan dan pentingnya buruh dan tani, masih dalam perdebatan. Penilaian di komplikasikan dengan tindak-tanduk rezim Mao setelah tahun 1949-an—dimana terjadi birokratisasi, penyembahan terhadap Mao, ketiadaan demokrasi kelas pekerja, dan pembersihan yang dilakukan dengan brutal.
Bagaimanapun, ada sedikit keraguan tentang mobilisasi rakyat Cina yang luas dan perjuangan mereka yang heroik. Dan itulah elemen yang diperlukan bagi kemenang revolusi 1949. Revolusi Cina adalah satu pengakuan dan ekspresi yang membanggakan dari kekuasaan rakyat. Inilah kunci untuk kita pelajar dan pelajari kembali saat ini.
 
Diterjemahkan dari tulisan China’s 1949 revolution : what lessons for today ? by Eva Cheng yang diambil dari http://www.greenleft.org.au


Rahbar: Pasukan Pasdaran Muncul dari Tengah Masyarakat

 ALQOIMKALTIM.COM –  http://www.alqoimkaltim.com/?p=3667
Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei hari ini (14/7) dalam pertemuan dengan ribuan komandan, perwira tinggi dan anggota Pasukan Garda Revolusi Islam (Sepah-e Pasdaran-e Enqelab-e Islami) menyebut unsur spiritual Pasdaran sebagai faktor utama elastisitas dan perilaku mengagumkan lembaga kerakyatan dan revolusioner ini di berbagai medan dan kondisi selama tiga dekade terakhir.


Seraya menjelaskan fenomena penting yang ada di dalam negeri dan di tingkat dunia, beliau mengatakan, “Semua pejabat negara harus melaksanakan tugas yang diembannya di berbagai bidang dan selalu siap berhadapan dengan kondisi apapun seperti yang selama 31 tahun ini mereka perlihatkan. Tanpa ada keraguan sedikitpun -seperti biasa- bangsa Iran yang besar dan Republik Islam akan memenangi medan pertarungan ini.”

Ayatollah al-Udzma Khamenei dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa bulan Sya’ban adalah bulan dzikir, tawassul dan penyucian diri. Beliau menyampaikan ucapan selamat atas tibanya bulan Sya’ban dan kelahiran Imam Abu Abdillah al-Husain bin Ali (as), Imam Sajjad (as) dan Abul Fadhl Abbas (as), seraya menyebut pasukan Pasdaran sebagai pengikut setia, pencinta jalan Allah dan ajaran para Imam.

Menurut beliau, para komandan dan pasukan Pasdaran adalah penerus jalan para syuhada yang mulia semisal Syahid Bakeri, Syahid Hemmat, Syahid Borujerdi dan syuhada-syuhada lainnya. Mengenai unsur spiritual pembentuk Pasdaran, Rahbar mengatakan, “Hati yang cinta kepada perjuangan di jalan Allah (fi sabilillah) di semua kancah dan medan, lisan yang jujur, dan pandangan yang benar dan berlandaskan kebenaran adalah tiga unsur utama yang membentuk hakikat Pasukan Pasdaran.”

Seraya membawakan beberapa penggal ungkapan doa Munajat Sya’baniyah, Ayatollah al-Udzma Khamenei menjelaskan, “Unsur spiritual pembentuk Pasdaran mendekatkan diri setiap personil korps ini kepada Allah Swt. Kejujuran dan loyalitas mereka dalam niat, ucapan dan tindakan tak ubahnya bagai kalimah tayyibah yang naik menuju ke sisi Allah Swt.”

Mengenai pandangan yang benar dan pengetahuan akan kebenaran, beliau mengungkapkan, “Pandangan yang benar ini akan membantu mengenal kebenaran di saat terjadinya peristiwa yang penuh kekaburan sehingga orang akan mengetahui tugasnya dan cara yang benar untuk melaksanakan kewajibannya.”

Panglima Tertinggi Seluruh Korps Angkatan Bersenjata menyinggung proses pembentukan Pasukan Garda Revolusi Islam seraya menyebut Pasdaran sebagai lembaga pertahanan yang memancar dari dalam masjid, sekolah, universitas, rumah-rumah masyarakat dan kalbu insan-insan yang mukmin. Beliau menandaskan, “Tidak ada orang yang membentuk Pasdaran. Sebab, korps ini terbentuk di saat kondisi dan zaman memerlukannya, dan akan terbentuk dimana saja ketika diperlukan oleh revolusi Islam dan negara.”

Seraya menyeru kepada seluruh anggota korps Pasdaran untuk menjaga unsur pembentukan korps pertahanan ini dan menjalankan tugas sesuai tuntutan zaman dan kondisi, beliau mengingatkan, “Di tahun-tahun pertama revolusi, Pasdaran menjaga bentuk dan jatidirinya dalam menghadapi kelompok kontra revolusi di jalan-jalan kota Tehran, pemberontakan di sejumlah provinsi di perbatasan, terlibat dalam Perang Pertahanan Suci selama delapan tahun dan berbagai medan lainnya. Namun berkat kelenturannya yang memang diperlukan, Pasdaran menyesuaikan diri dengan kondisi zaman sehingga bisa melaksanakan tugas dengan baik.”

Pemimpin Besar Revolusi Islam menjelaskan usulan pemerintah pasca berakhirnya perang kepada korps Pasdaran untuk terlibat di bidang pembangunan negara. “Di medan pembangunan pun, Pasdaran melaksanakan pekerjaan yang terbaik. Ini menunjukkan bahwa lembaga yang lahir dari rakyat ini punya kelenturan yang istimewa berkat komitmennya dengan unsur spiritual yang mendasari pembentukannya. Unsur ini terus berkembang dan kian sempurna sejalan dengan tuntutan zaman,” imbuh beliau.

Menurut beliau, salah satu keistimewaan revolusi adalah terbentuknya lembaga-lembaga seperti Pasdaran dan Jihad Pembangunan di dalamnya. “Lembaga-lembaga seperti ini memiliki konstruksi yang sesuai disertai dengan sisi spiritual yang kuat. Seiring dengan keteraturan dan kepatuhan kepada undang-undang, lembaga-lembaga ini tidak terpasung dalam kesulitan yang biasa dialami oleh lembaga-lembaga konvensional,” jelas beliau.

Ayatollah al-Udzma Khamenei mengimbau Pasdaran untuk menjaga identitas kelembangaannya. Beliau menyebut Pasdaran sebagai pohon yang baik (syajarah thayyibah) yang dalam al-Qur’an dikatakan menghasilkan buah istimewa yang berkelanjutan berkat kinerja dan karakternya yang mengagumkan. Beliau menyeru para komandan dan seluruh anggota korps Pasdaran untuk mengenal kondisi zaman sehingga bisa merumuskan program masa depan dengan benar.

Di bagian lain pembicaraannya Rahbar menjelaskan kondisi negara dan transformasi dunia. Menurut beliau salah satu fakta yang tak terbantahkan adalah stabilitas revolusi. Untuk memahami fakta dengan lebih baik, beliau membandingkan revolusi Islam Iran dengan revolusi Prancis dalam berbagai periodenya dari proses pembentukan sampai kemenangan.

Beliau mengatakan, “Berbeda dengan gerakan-gerakan sosial – politik lainnya di abad-abad terakhir, setelah berlalunya 31 tahun dengan berbagai hambatan dan gangguannya, revolusi Islam terus berjalan di jalur yang telah digariskan Islam dan rel yang telah dibuat oleh Imam Khomeini. Fakta yang sangat penting ini membuktikan bahwa Allah melindungi revolusi ini.”

Seraya menyinggung pernyataan para petinggi Amerika Serikat (AS) tentang upaya AS mengubah perilaku Iran, Ayatollah al-Udzma Khamenei menandaskan, “Arti sebenarnya dari kata-kata itu adalah bahwa AS sedang berupaya mengubah arah tujuan gerakan revolusi Islam.”

Beliau menyebut kalbu bangsa Iran yang mukmin sebagai jelmaan dari kekuatan Allah, seraya mengatakan, “Faktor yang memungkinkan gerakan revolusi ini tetap eksis di jalurnya yang benar adalah kecintaan bangsa Iran kepada Islam. Cinta inilah yang menjadi bekal pembentukan basis pertahanan revolusi Islam yang tak bisa ditembus. Jika jalurnya berubah dan Islam tersisihkan, maka basis pertahanan inipun akan sirna. Saat itu, para arogan dan agresor akan kembali menguasai negeri ini.”

Rahbar menyinggung kemajuan pesat yang dicapai Iran dan menyebutnya sebagai fakta lain yang ada di negara ini. Namun beliau menggarisbawahi, “Data yang diterbitkan di dunia menunjukkan kemajuan dan perkembangan pesat sains di Iran yang berkali libat lebih cepat dibanding rata-rata kemajuan negara-negara lain di dunia. Tentunya, masih ada jarak yang terbentang luas untuk mengejar kafilah ilmu. Namun demikian, kemajuan yang sudah dicapai juga jangan sampai dilupakan.”

Fakta lain yang disinggung beliau adalah kematangan dan pengalaman rakyat Iran dalam berpolitik. Beliau menegaskan, “Masyarakat, para pemuda bahkan kalangan remaja punya pengalaman segudang berkat terjadinya beragam peristiwa yang datang silih berganti. Dan syukur, mereka sangat baik dalam memahami permasalahan yang muncul. Sehingga, ketika muncul masalah yang terkadang kabur dan menarik hati, rakyat akan segera mengubah jalur ketika memahami fakta yang sebenarnya. Kondisi ini nampak jelas ketika fitnah terjadi tahun lalu.”

Pemimpin Besar Revolusi Islam lebih lanjut mengangkat masalah pemuda dan menjelaskan bahwa agama telah menjadi bagian dari kehidupan generasi muda bangsa ini. Fenomana yang signifikan tersebut dapat disaksikan di negara ini. Beliau membawakan contoh partisipasi luas para pemuda dalam acara i’tikaf, shalat jamaah di kampus-kampus dan tempat-tempat lain serta keikutsertaan mereka secara antusias dalam acara-acara keagamaan yang lain. “Semua itu menunjukkan bahwa agama menjadi bagian dari kehidupan mereka,” tegas beliau.

Mengenai transformasi dunia beliau menjelaskan soal ekspor revolusi Islam yang berarti pemaparan pemikiran dan cita-cita revolusi Islam kepada masyarakat dunia. Beliau menyinggung sambutan hangat rakyat di berbagai negara kepada para petinggi Republik Islam Iran. “Meski ada tipu daya dan makar musuh, namun aroma Islam dan revolusi Islam semakin menyegarkan hati bangsa-bangsa di dunia, dan ini adalah fakta yang tak terbantahkan,” kata beliau.

Fakta berikutnya menurut Rahbar adalah aktivitas front kontra revolusi Islam yang tak pernah berhenti. Beliau mengungkapkan upaya Rezim Zionis Israel dan AS yang berkesinambungan untuk memukul gerakan besar bangsa Iran yang muslim meski setiap usaha mereka selalu membentur kegagalan. Beliau mengatakan, “Revolusi Islam telah membebaskan Iran dengan posisinya yang strategis dan kepentingannya yang besar dari cengkraman AS sekaligus membentangkan kehinaan di hadapan arogansi dunia. Karena itu, selama ini kaum arogan sangat memusuhi bangsa Iran dan terus menebar makar terhadap bangsa ini.”

Ayatollah al-Udzma Khamenei menyamakan AS dengan pemeras tingkat dunia yang terus melakukan pemerasan namun kondisinya semakin hari semakin terjepit.

Beliau menambahkan, “Sebagian pihak mau menuruti kemauan pemeras ini demi menjaga interesnya sendiri. Sebagian yang lain meski relatif punya kekuatan, namun menghindari konfrontasi dengan AS. Mereka memilih menjadi mitra politik dan militer AS. Akan tetapi, ada kalangan yang gigih melawan pemeras yang arogan ini. Berkat resistensi rakyat dan para pemimpinnya, Republik Islam Iran berada di barisan ini.”

Mengenai kebencian masyarakat dunia terhadap AS pasca keruntuhan blok timur dan hancurnya Uni Soviet, yang semakin meningkat dari hari ke hari, Pemimpin Besar Revolusi Islam mengungkapkan, “Pemerintah AS ketika itu mengklaim lahirnya tatanan dunia baru yang dipimpin oleh Gedung Putih. Namun kini, para pejabat negara itu tak pernah luput dari kecaman dan selalu didemo oleh masyarakat dunia. Sudah banyak hal yang dilakukan, namun mereka tetap tak bisa mengurangi rasa benci masyarakat dunia terhadap mereka.”

Rahbar mengingatkan kegagalan AS di Irak, Afghanistan, Lebanon dan Palestina seraya mengatakan, “Dengan segala klaimnya, AS dan rezim zionis Israel gagal dalam upayanya menumbangkan pemerintahan Hamas di Jalur Gaza. Fakta ini membuktikan satu hal yang tak terpungkiri bahwa AS semakin lemah.”

Mengenai resolusi anti Iran yang dirilis Dewan Keamanan PBB, beliau menyinggung pula soal bujuk rayu AS sekaligus ancaman serangan militernya terhadap Iran, dan menegaskan, “Mereka berbicara dengan berbagai cara sehingga kita mengira ada bahaya besar di balik ancaman itu. Mengenai ancaman itu, terlepas dari apakah itu sekedar gertak sambal atau memang nyata, kita harus selalu siaga untuk mempertahankan dan membela revolusi Islam, bangsa Iran yang mulia, dan negara Iran yang penuh kebanggaan ini.”

Beliau selanjutnya menjelaskan bahwa fokus agenda AS ada pada sisi politik. “Dalam peristiwa fitnah yang terjadi tahun lalu, AS dengan cepat melibatkan diri di tengah medan dan dengan tergesa-gesa dan terbuka menyatakan dukungannya kepada para tokoh pelaku fitnah dan mereka yang bertanggung jawab atas munculnya fitnah di negara ini. Akan tetapi Allah Swt dan kearifan serta resistensi bangsa Iran telah mengalahkan mereka.”

Ayatollah al-Udzma Khamenei menyatakan bahwa semua pejabat negara di bidang budaya, politik, ekonomi maupun sosial harus selalu memerhatikan fakta internal dan ekternal negara dan tanggap terhadap hasil yang dicapai musuh dalam menjalankan agenda di dalam negeri. “Tak diragukan bahwa seperti biasa bangsa Iran, revolusi Islam dan Republik Islam akan memenangi medan pertarungan ini. Sebab Allah Swt dengan jelas telah menjanjikan kemenangan final bagi kaum yang bertaqwa. Janji Allah tidak akan meleset sedikitpun dan pasti akan terwujud,” tegas beliau.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut imam, taqwa, dan amal salih sebagai langkah awal untuk meraih kemenangan yang pasti dalam pertarungan melawan musuh-musuh Islam dan musuh revolusi Islam. Beliau menambahkan, “Unsur-unsur itulah yang selama ini menjamin kemenangan dan kestabiltas revolusi menghadapi segala bentuk tipu daya dan gangguan. Ke depan pun kondisinya akan demikian.”

Panglima Tertinggi Seluruh Korps Angkatan Bersenjata di bagian lain pembicaraannya menjelaskan propaganda miring yang dengan gencar dilancarkan corong-corong media musuh dan kaki tangannya di dalam negeri terhadap Pasdaran. Beliau menyebut propaganda itu sebagai bukti bahwa Pasdaran punya pengaruh besar dalam kesinambungan gerakan bangsa Iran yang terhormat dan kuat. Beliau mengimbau Pasdaran yang penuh kebanggaan ini untuk selalu meningkatkan pengawasan atas kondisi internal dan rasa tanggung jawabnya terhadap tugas besar yang diembannya.

Di awal pertemuan, Wakil Wali Faqih di Pasukan Garda Revolusi Islam, Hojjatul Islam wal Muslimin Saidi menjelaskan kinerja korps Pasdaran di dalam lingkup hukum dan syariat Islam.

Sementara itu, Komandan Tertinggi Pasdaran Mayor Jenderal Ja’fari dalam laporannya menjelaskan pelaksanaan kongres nasional para komandan Pasdaran seraya mengatakan, “Kongres ini membahas sejumlah topik diantaranya, kesiapan penuh pasukan Pasdaran, peran Pasdaran di dekade keempat revolusi Islam yakni dekade kemajuan dan keadilan, reformasi dan pengembangan Pasdaran dan metode menghadapi perang lunak. Kongres juga sudah membahas solusi praktis untuk mencapai hasil yang ideal dan diinginkan.”

Red : Enoz Trapfosi
Sumber : Khamenei.ir

Piagam Jakarta adalah dokumen historis berupa kompromi antara pihak Islam dan pihak kebangsaan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) untuk menjembatani perbedaan dalam agama dan negara. Disebut juga "Jakarta Charter". Merupakan piagam atau naskah yang disusun dalam rapat Panitia Sembilan atau 9 tokoh Indonesia pada tanggal 22 Juni 1945. Piagam ini disusun karena wilayah Jakarta yang besar, meliputi 5 kota dan satu kabupaten, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Kepulauan Seribu. Oleh karena itu, provinsi DKI Jakarta dibentuk dengan piagam tersebut dan menetapkan Soewirjo sebagai gubernur DKI Jakarta yang pertama sampai 1947.
Sembilan tokoh tersebut adalah Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Sir A.A. Maramis, Abikusno Tjokrosujoso, Abdul Kahar Muzakir, H. Agus Salim, Sir Achmad Subardjo, Wahid Hasyim, dan Sir Muhammad Yamin. BPUPKI dibentuk 29 April 1945 sebagai realisasi janji Jepang untuk memberi kemerdekaan pada Indonesia. Anggotanya dilantik 28 Mei 1945 dan persidangan pertama dilakukan keesokan harinya sampai dengan 1 Juni 1945. Sesudah itu dibentuk panitia kecil (8 orang) untuk merumuskan gagasan-gagasan tentang dasar-dasar negara yang dilontarkan oleh 3 pembicara pada persidangan pertama. Dalam masa reses terbentuk Panitia Sembilan. Panitia ini menyusun naskah yang semula dimaksudkan sebagai teks proklamasi kemerdekaan, namun akhirnya dijadikan Pembukaan atau Mukadimah dalam UUD 1945. Naskah inilah yang disebut Piagam Jakarta.
Piagam Jakarta berisi garis-garis pemberontakan melawan imperialisme-kapitalisme dan fasisme, serta memulai dasar pembentukan Negara Republik Indonesia. Piagam Jakarta yang lebih tua dari Piagam Perdamaian San Francisco (26 Juni 1945) dan Kapitulasi Tokyo (15 Agustus 1945) itu merupakan sumber berdaulat yang memancarkan Proklamasi Kemerdekaan dan Konstitusi Republik Indonesia.
Berikut ini butiran-butirannya yang sampai saat ini menjadi teks pembukaan UUD 1945.
Bahwa sesoenggoehnja kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka pendjadjahan di atas doenia haroes dihapoeskan, karena tidak sesoeai dengan peri-kemanoesiaan dan peri-keadilan.

Dan perdjoeangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat jang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan Rakjat Indonesia ke-depan pintoe-gerbang Negara Indonesia, jang merdeka, bersatoe, berdaoelat, adil dan makmoer.

Atas berkat Rahmat Allah Jang Maha Koeasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan jang loehoer, soepaja berkehidoepan kebangsaan jang bebas, maka Rakjat Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaannja.

Kemudian daripada itoe, oentoek membentoek suatoe Pemerintah Negara Indonesia jang melindoengi segenap Bangsa Indonesia dan seloeroeh toempah darah Indonesia, dan untuk memadjoekan kesedjahteraan oemoem, mentjerdaskan kehidoepan bangsa, dan ikoet melaksanakan ketertiban doenia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disoesoenlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itoe dalam suatu Hoekoem Dasar Negara Indonesia, jang terbentoek dalam suatu susunan negara Repoeblik Indonesia jang berkedaoelatan Rakjat, dengan berdasar kepada:

  1. Ketoehanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjari'at Islam bagi pemeloek2-nja*
  2. Kemanoesiaan jang adil dan beradab
  3. Persatoean Indonesia
  4. Kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat, kebidjaksanaan dalam permoesjarawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seloeroeh Rakjat Indonesia.

Djakarta, 22-6-2605

Panitia Sembilan

  1. Ir. Soekarno
  2. Mohammad Hatta
  3. Sir A.A. Maramis
  4. Abikusno Tjokrosujoso
  5. Abdul Kahar Muzakir
  6. H. Agus Salim
  7. Sir Achmad Subardjo
  8. Wahid Hasyim
  9. Sir Muhammad Yamin.
(Keterangan : * Kalimat tebal pada teks ideologi yang pertama menunjukkan perdebatan, terutama masyarakat Indonesia yang beragama di luar Islam. Mereka menentang kalimat tersebut, dan jika kalimat itu digunakan maka mereka akan keluar dari Indonesia, sehingga diganti dengan kalimat : "Ketuhanan Yang Maha Esa")
Pada saat penyusunan UUD pada Sidang Kedua BPUPKI, Piagam Jakarta dijadikan Muqaddimah (preambule). Selanjutnya pada pengesahan UUD 45 18 Agustus 1945 oleh PPKI, istilah Muqaddimah diubah menjadi Pembukaan UUD. Butir pertama yang berisi kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluknya, diganti menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa oleh Drs. M. Hatta atas usul A.A. Maramis setelah berkonsultasi dengan Teuku Muhammad Hassan, Kasman Singodimedjo dan Ki Bagus Hadikusumo.
Naskah Piagam Jakarta ditulis dengan menggunakan ejaan Republik dan ditandatangani oleh Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, A.A. Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, H.A. Salim, Achmad Subardjo, Wahid Hasjim, dan Muhammad Yamin.
http://id.wikipedia.org/wiki/Piagam_Jakarta

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.
 
Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih secara aklamasi oleh PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.
 
Isi Teks Proklamasi
Isi teks proklamasi kemerdekaan yang singkat ini adalah:
PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
 
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
 
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
 
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

 
Di sini ditulis tahun 05 karena ini sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605.
Naskah otentik di atas merupakan hasil ketikan dari Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah
seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.
 
 
Sementara naskah yang sebenarnya (atau naskah ) hasil gubahan Muh.Hatta, A.Soebardjo, dan dibantu oleh
Ir.Soekarno sebagai pencatat. Adapun bunyi teks naskah otentik itu sebagai berikut:

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
 
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
 
Djakarta, 17 – 8 – ‘45
 
Wakil2 bangsa Indonesia.



Dan berikut adalah NASKAH ASLI PROKLAMASI:
 
Naskah Proklamasi
NASKAH ASLI PROKLAMASI INDONESIA
 
 
Naskah Proklamasi
 http://muzayyinarifin.wordpress.com/2012/05/26/naskah-asliotentik-proklamasi-17-agustus-1945/

 NOTE:
membentoek suatoe Pemerintah Negara Indonesia jang : 
1] melindoengi segenap Bangsa Indonesia dan seloeroeh toempah darah Indonesia
[i. melindungi, menjaga, memelihara seutuhnya hak2, martabat, milik dan kehormatan,  hukum , zhahir dan batin bagi segenap warganegara dan rakyat Indonesia dan semua keturunannya dimanapun dan dalam situasi apapun.
ii. melindungi, menjaga, memelihara seutuhnya tanah air udara Negara Kesatuan Republik Indonesia keseluruhannya dengan segala daya upaya apapun dari seganap ancaman dan perpecahan-provikasi-subversi-tipu muslihat-politik-ekonomi-perjanjian internasional-budaya-tekanan dan segala rupa penjajahan dan invasi]
2] dan untuk memadjoekan kesedjahteraan oemoem, mentjerdaskan kehidoepan bangsa, 
[i. bertanggung jawab, komit dan malaksanakan mewujudkan dengan sebenarnya untuk menyelenggarakan kecukupan perlindungan, pembangunan, pengembangan pelayanan umum, kesehatan, sandang, pangan, papan, pendidikan, akhlak-agama-akalbudi-ilmu -teknologi-pelatihan-lapangan pekerjaan-perdagangan-perindustian-pertambangan-kerjasama bilateral dan multilateral
ii. bertanggung jawab, komit dan malaksanakan mewujudkan dengan sebenarnya untuk menyelenggarakan kecukupan perlindungan, pembangunan, pengembangan pelayanan umum; segala bentuk karya-karsa-cipta-cita-daya-seni budaya...yang berdasarkan nilai2 luhur-akhlak-agama-akalbudi kemanusiaan-susila mulia-dan citra rasa kemuliaan-kemanusiaan yang sehat zhahir batin-masyarakat-bangsa-dan rakyat semesta..
iii.  bertanggung jawab, komit dan malaksanakan mewujudkan dengan sebenarnya untuk menyelenggarakan kecukupan perlindungan, pembangunan, pengembangan pelayanan umum dan melindungi kemaslahatan-keserasian-kebersamaan-keamanan rakyat semesta..dari perbuatan2 tipu muslihat kekuasaan-propaganda-hasutan-agenda2 terselubung-sistem perbudakan-penistaan-provokasi-perbuatan2 melanggar susila-pelanggaran aset umum-perilaku ribawi/ merusak kwalitas barang umum/ merusak kesehatan umum/ lintah darat/ meruasak kadar dan timbangan/ mengganggu kebutuhan masyarakat umum-perbuatan maksiat-molimo dan budaya2 atau ajaran sesat yang merusak moral masyarakat dan generasi bangsa-dan merusak ataw memanipulasi ajaran agama dan menipu msyarakat]
3] dan ikoet melaksanakan ketertiban doenia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, 
[i. melakukan hubungan persahabatan dan hubungan internasional-regional-bilateral-multilateral dengan bangsa dan negara lain untuk saling respek-sederajat- kesetaraan-dan membangun untuk kerjasama yang positif-bermanfaat bagi kepentingan masyarakat umum-dan saling memberikan perlindungan-memelihara  masing2 hak dan kehormatan dan kedaulatan negara-bangsa-budaya-moral dan agama-dan bersama-sama mewujudkan ketertiban dunia-yang bebas dari penindasan-tipu muslihat-tekanan-ancaman-penjajahan-dan penguasaan ketidak adilan.
ii. bersama-sama dengan segenap negara2 dan bangsa2 didunia..membangun suatu tatanan dunia yang merdeka-damai-adil-makmur-dan merata sejahtera..bagi segenap umat manusia..seutuhnya]
 
maka disoesoenlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itoe dalam suatu Hoekoem Dasar Negara Indonesia, jang terbentoek dalam suatu susunan negara Repoeblik Indonesia jang berkedaoelatan Rakjat, dengan berdasar kepada:

  1. Ketoehanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjari'at Islam bagi pemeloek2-nja*
  2. Kemanoesiaan jang adil dan beradab
  3. Persatoean Indonesia
  4. Kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat, kebidjaksanaan dalam permoesjarawaratan/perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seloeroeh Rakjat Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar