Rabu, 03 April 2013

...Sultan mensinyalir berbagai aksi kekerasan yang kerap melibatkan mahasiswa dan pemuda dari suku tertentu di Yogyakarta terjadi antara lain karena keengganan mereka untuk bergaul dan berbaur dengan lingkungan setempat. Akhirnya, yang muncul malahan solidaritas dan arogansi etnis yang berlebihan di antara mereka. ..>>.... "Mantan anggota polisi yang terlibat pengeroyokan adalah YD alias Juan. Baru sekitar tiga bulan lalu dia menghirup udara bebas dalam kasus narkoba," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Komisaris Besar Pol. Kris Erlangga, Selasa. Di dunia hitam Yogyakarta, nama Dicky Ambon sudah tak asing lagi. Dia dikenal merupakan gembong kelompok preman yang amat ditakuti dan kerap membuat onar. Wilayah kekuasaannya antara lain membentang di sepanjang Jalan Solo, Yogyakarta. ..>>.."Saya imbau kepada para bupati dan walikota di Yogya untuk mempersulit izin pembangunan asrama yang hanya untuk menampung etnis tertentu, karena asrama etnis telah menjadi salah satu sumber terjadinya konflik." Sultan pun berpesan, "Mahasiswa dari Kalimantan, Batak, Papua, NTT, dan pulau lain, janganlah menjadi orang Jawa, karena memang bukan orang Jawa. Tapi jadilah mahasiswa Batak yang baik, mahasiswa NTT yang baik..>>



Mereka Tewas di Lapas Cebongan Preman Bukan Pahlawan

Jakarta (voa-islam.com)  http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/03/28/23776/mereka-tewas-di-lapas-cebongan-preman-bukan-pahlawan/
Diantara empat tahanan yang tewas diberondong tembakan di Lapas Cebongan itu, adalah Hendrik Benyamin Sahetapy Engel alias Dicky Ambon (31 tahun). Hendrik, tak  lain, gembong preman di Yogyakarta. Hendrik Benyamin bukan pahlawan yang memiliki jasa bagi negara.

Selanjutnya, empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, tewas diberondong timah panas. Insiden bak di film action itu terjadi Sabtu pekan lalu, 23 Maret 2013.
 
Di antara sekian narapidana, para penyerang--sebuah kelompok misterius bersenjata laras panjang yang tampaknya amat terlatih--hanya mengincar empat tahanan ini.

Meraka gergerak dengan taktis, dalam tempo kurang dari 10 menit, kelompok itu mendobrak penjara dan tanpa kesulitan langsung menemukan target mereka. Dan keempat narapidana itu pun langsung tewas mereka eksekusi, di dalam sel mereka sendiri.

Rupanya, mereka berempat adalah tersangka kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang prajurit TNI anggota Detasemen Pelaksana Intelijen Kodam IV Diponegoro, Sersan Kepala Heru Santosa. Mereka adalah Hendrik Benyamin Sahetapy Engel alias Dicky Ambon (31 tahun), Yohanes Juan Mambait alias Juan (38 tahun), Gameliel Yermianto Rohi Riwu alias Adi (29 tahun), dan Adrianus Candra Galaja alias Dedi (33 tahun).

Dua di antara mereka, Dicky dan Juan, bukan kaum rahib. Mereka punya banyak catatan kriminal di wilayah Yogyakarta. Bahkan, Dicky--lelaki kelahiran Kupang, Nusa Tenggara Timur--tertera pada data Polresta Yogyakarta pernah ditahan dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan.

Yang lebih "hebat" lagi, saat ditangkap dalam kasus pemerkosaan, dia baru saja bebas bersyarat dengan sisa masa tahanan 2,5 tahun akibat kasus pembunuhan di Jalan Solo pada tahun 2002.

"Jadi, tersangka itu (Dicky Ambon) dalam masa bebas bersyarat," kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Komisaris Pol. Dodo Hendro Kusuma, Rabu 27 Maret 2013.

Dalam kasus pemerkosaan, Dicky diganjar hukuman penjara selama 3,5 tahun oleh Pengadilan Negeri Yogyakarta. Perbuatan laknat itu dinyatakan terbukti dia lakukan pada 19 Agustus 2007.

Saat itu, dia bersama Viktor Ndoen alias Ito, dengan mengendarai mobil milik pacar korban menjemput korban di pondokannya di kawasan Seturan, Yogyakarta. Dijemput pakai mobil pacarnya dan dibohongi bahwa dia telah ditunggu pacarnya di sebuah kafe, korban pun mau diajak pergi. Ternyata, di tengah jalan dia diperkosa Dicky.

"Korban ditelanjangi dan diperkosa di dalam mobil. Setelah itu, dibawa ke asrama tersangka (Dicky) dan diperkosa lagi bersama Ito. Keesokan harinya, korban diantar pulang oleh Ito menggunakan sepeda motor," Kompol Dodo menjelaskan.

Dicky tinggal di Asrama NTT di kawasan Lempuyangan, Yogyakarta.

Korban lalu melapor ke polisi. Tahu diburu aparat, Dicky dan Ito lari ke Kupang. Polresta Yogyakarta langsung menetapkan mereka sebagai buronan dan memasukkan nama mereka dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Berkat bantuan dari Polda NTT, dua begundal itu berhasil ditangkap.

Riwayat Yohanes Juan Mambait alias Juan tak kurang hitamnya. Dia adalah mantan anggota Polresta Yogyakarta. Pria kelahiran Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur itu lalu dipecat dengan tidak hormat dari Polri karena terlibat kasus narkoba. 

"Mantan anggota polisi yang terlibat pengeroyokan adalah YD alias Juan. Baru sekitar tiga bulan lalu dia menghirup udara bebas dalam kasus narkoba," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Komisaris Besar Pol. Kris Erlangga, Selasa.

Di dunia hitam Yogyakarta, nama Dicky Ambon sudah tak asing lagi. Dia dikenal merupakan gembong kelompok preman yang amat ditakuti dan kerap membuat onar. Wilayah kekuasaannya antara lain membentang di sepanjang Jalan Solo, Yogyakarta.  

Sultan mensinyalir berbagai aksi kekerasan yang kerap melibatkan mahasiswa dan pemuda dari suku tertentu di Yogyakarta terjadi antara lain karena keengganan mereka untuk bergaul dan berbaur dengan lingkungan setempat. Akhirnya, yang muncul malahan solidaritas dan arogansi etnis yang berlebihan di antara mereka.

Untuk mengatasi masalah ini, Sultan menyatakan akan mempersulit pemberian izin pembangunan asrama berbau kesukuan di Yogyakarta.

"Saya imbau kepada para bupati dan walikota di Yogya untuk mempersulit izin pembangunan asrama yang hanya untuk menampung etnis tertentu, karena asrama etnis telah menjadi salah satu sumber terjadinya konflik."

Sultan pun berpesan, "Mahasiswa dari Kalimantan, Batak, Papua, NTT, dan pulau lain, janganlah menjadi orang Jawa, karena memang bukan orang Jawa. Tapi jadilah mahasiswa Batak yang baik, mahasiswa NTT yang baik." hh/vvn.

  • Indra Emc 6 days ago

    Cuma media sekuler aja yang koar-koar mereka itu "pahlawan", wong jelas-jelas mereka adalah PEMBUNUH anggota TNI, kalau dalam hukum Islam, sudah jelas NYAWA DIBALAS NYAWA alias Qisash, mereka memang pantas terbunuh biar adil.

  • Surahman Al-Mahdi 6 days ago

    Saya salut dengan tindakan "para penembak terlatih itu" seharusnya begitu karena kalau ngandelin proses hukum negeri ini akan bertele-tele lebih baik diqisas saja!!dan itu balasan setimpal buat para preman!!

  • Aqse Syahid 6 days ago

    Mereka Yg Tewas di Lapas Cebongan itu Preman, Bukan Pahlawan. Statement ini tentu saja sangat sulit difahami oleh orang-orang yg meletakkan isi kepalanya di dengkul kerbau Bule.

  • Rusli Harahap 6 days ago
    setujuu pak Sultan....ada memang orang yang terikat dengan sukunya berlandaskan agamanya.../daerahnya menyatu...

  • Paoel Patty 4 days ago

    17. Ada Upaya Pihak Polda Jogja menutupi kasus
    yang sebenarnya dengan mengalihkan isu penyerangan terhadap LP. Sleman.
    teorinya sangat Gampang :
    - Yang menyidik 4 Korban adalah Polisi
    - Yang mengantar Korban ke LP adalah Polisi
    -
    yang memasukkan tahanan ke ruang Tahanan adalah Polisi. dari sini mulai
    terbukti bahwa, sebelum di eksekusi, Adi dan Dedy sempar berbaur
    dengan 11 tahanan Narkoba lainnya, kemudian ketahuan oleh Polda dan
    dikembalikan ke ruang Tahanan A-5
    - Yang mengetahui lingkunagn LP adalah Polisi
    - yang sering ke LP adalah Polisi.
    - yang tahu letak CCTV adalah Polisi.

  • jay 2 days ago

    Selamat datang empat orang yang biadab di neraka.

  • Fajar Wisanggeni 3 days ago
    Kasihan ye mereka sudah terlahir bukan sebagai muslim, jadi preman, pemerkosa, pembunuh dan mereka mati dibunuh dalam keadaan jauh dari syahid


  • Marven Aires 3 days ago
    Sudah pantas dilakukan hukum qishas, krn sdh banyak melakukan kezaliman dan kekejian

  • Eddy Sugiarto 5 days ago

    situasi penyerangan persis seperti menyerang teroris.... berarti pelakunya sama
  • lemonbars 5 days ago

    oh iya.. satu lagi,kasus pernyebuan LP itu ada indikasi perubatan jatah preman , sehingga preman2 tsb perlu dibungkam agar tidak ada lagi yang 'bersuara' karena bisa menyeret kebusukan oknum2 polisi di dalamnya, yang ngedor dan didor sama busuknya.
    jangan percaya apa yang diberitakan oleh media. waspadalah! waspadalah!

  • Karna Suanda 16 hours ago

    "Mahasiswa dari Kalimantan, Batak, Papua, NTT, dan pulau lain,
    janganlah menjadi orang Jawa, karena memang bukan orang Jawa. Tapi
    jadilah mahasiswa Batak yang baik, mahasiswa NTT yang baik." >> keren nih kata2nya

  • Sang Bhayu a day ago

    HAM milik semua orang termasuk yang menegakkan Kedaulatan NKRI dengan mengangkat senjata n teken kontrak siap mati utk negara bukan krn dibunuh oleh preman KECUALI orang2 yang sdh menganiaya (memperkosa n membunuh) serta menjadi sampah masyarakat menjadi preman,, HAM hrs Adil n Jeli pd intinya


  • ahmad soehendar 2 days ago

    mereka layak mati.karena telah merusak tatanan jogya yang yang santun dan toleran

  • lemonbars 5 days ago

    VOA muslim standar janda,
    kenapa yang hampir mampus dipukulin dan heboh videonya oleh densus 88 tidak diklarifikasi juga, penjegal kepala 3 anak cewe di bela.


  • Tuppak Saut 6 days ago

    Mungkin keluarganyapun merasa lebih nyaman sekarang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar