Jumat, 26 April 2013

Simpati Mengalir Kepada Dzhokhar Agar Dapat Dibebaskan...>>

FBI larang dokter paparkan kondisi Tsarnayev





FBI larang dokter paparkan kondisi Tsarnayev

arrisalah13.blogspot.com - BOSTON  – Seorang dokter yang terlibat dalam penanganan Tamerlan Tsarnayev, pemuda Muslim yang dituduh sebagai tersangka peledakan bom Boston dan tewas ditembak polisi AS, mengatakan bahwa Tamerlan mengalami luka dari kepala sampai kaki ketika ia tiba di rumah sakit, lansir HuffPost pada Sabtu (20/4/2013).

Dr David Schoenfeld mengatakan kondisi Tamerlan Tsarnayev (26) sangat kritis, kehilangan banyak darah, dan mengalami begitu banyak luka yang menembus ketika ia tiba di Beth Israel Deaconess Medical Center pada Jumat (19/4) pagi.
Ia tak mampu bertahan dan akhirnya dikabarkan meninggal dunia. Dengan banyaknya luka, belum dapat dipastikan luka mana yang membuatnya terbunuh, dan pemeriksaan medis dilakukan untuk menentukan penyebab kematiannya.
Sementara adik Tamerlan, Dzhokhar Tsarnayev (19), yang juga dituduh sebagai pelaku pemboman, saat ini  berada dalam kondisi kritis di rumah sakit yang sama setelah dikejar dan ditangkap polisi AS pada Jumat (19/4) malamnya. FBI tidak mengizinkan petugas rumah sakit untuk memaparkan tentang luka atau kondisinya secara rinci.
Dzhokhar Tsarnaev tertangkap

Dr Schoenfeld tinggal di pinggiran kota Boston Watertown dan mendengar ledakan dari baku tembak yang terjadi pada Jumat pagi. Dia menelepon rumah sakit untuk mengingatkan para staf bahwa mungkin akan ada orang yang terluka akibat tembakan, kemudian bergegas ke rumah sakit untuk mengkoordinasikan persiapan.
“Kami memiliki tiga atau empat tim ahli trauma di ruangan berbeda yang diatur dan disiapkan,” katanya saat belum tahu apakah mereka akan menangani “tersangka” pengeboman, polisi yang terluka atau saksi, kata Schoenfeld.
Pakaian Tamerlan Tsarnayev telah dipotong oleh responden darurat di tempat kejadian, jadi pada saat ia tiba di rumah sakit tidak bisa dipastikan apakah ia memakai rompi dengan bahan peledak seperti yang telah dikabarkan sebelumnya atau tidak, kata dokter itu.
“Dari kepala sampai kaki, setiap bagian tubuhnya mengalami luka,” katanya. “Kaki dan tangannya masih utuh – tapi ia kehilangan satu nadi dan mengalami perhentian detak jantung, dalam artian jantung dan sirkulasinya berhenti, sehingga dilakukan CPR, atau resusitasi kardio-paru.”
Dr Schoenfeld tidak membahas klaim polisi bahwa Tamerlan Tsarnayev sempat tertabrak mobil yang dikendarai oleh adiknya saat ia lari dari kejaran dan tembakan polisi.
Dokter itu mengatakan dia tidak bisa memaparkan perawatan spesifik dalam kasus ini selain mengatakan apa yang biasanya dilakukan kepada pasien dalam kondisi seperti itu.
sumber : arrahmah


Simpati Mengalir Kepada Dzhokhar Agar Dapat Dibebaskan

Redaksi – Jumat, 26 April 2013 08:48 WIB  
http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/simpati-mengalir-kepada-dzhokhar-agar-dapat-dibebaskan.htm#.UXo4n0oyqSo
 
Ternyata tidak semua warga Boston membenci Dzhokhar Tsarnaev. Mereka merasa pemuda berumur 19 tahun itu  berada pada situasi dan tempat yang salah.

Dzhokhar dan Tamerlan merupakan tersangka pelaku serangan bom Boston yang terjadi pekan lalu. Serangan bom tersebut menimbulkan tiga korban jiwa dan ratusan orang lainnya luka-luka.
Tamerlan kini telah tewas dalam aksi pengejaran polisi Jumat 19 April lalu. Sedangkan Dzhokhar berada dalam tahanan pihak berwajib dan terancam menerima hukuman mati.

“Dzhokhar yang saya ingat adalah seorang teman yang bersedia mencari ponsel saya yang hilang semalaman. Tidak ada yang pernah memiliki masalah dengannnya, namun sepertinya semuanya sudah berubah,” ujar mantan teman sekolah Dzhokhar, Zolan Kanno-Youngs, seperti dikutip Boston, Kamis (25/4/2013).
Simpati terhadap Dzhokhar juga muncul di dunia maya. Beberapa warga yang memiliki akun twitter menjalankan kampanye agar Dzhokhar dapat dibebaskan. (Boston/okz/Dz)


Lelaki Ukraina ditangkap bawa bom sebelum Bom Boston

Reporter : Vincent Asido PanggabeanJumat, 26 April 2013 14:03:00
Lelaki Ukraina ditangkap bawa bom sebelum Bom Boston

Mykyta Panasenko. dailymail.co.uk
1
 


Mykyta Panasenko, lelaki asal Ukraina ini ditangkap setelah ketahuan membawa dua bom rakitan di Negara Bagian New Jersey, Amerika Serikat, delapan hari sebelum insiden ledakan bom saat lomba lari marathon di Kota Boston, Negara Bagian Massachusetts. Pemuda 27 tahun itu merupakan mahasiswa Universitas Rutgers, di New Jersey.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Jumat (26/4), polisi mengatakan Panasenko ditahan di Kota Hoboken, New Jersey, pada 7 April lalu saat ingin menggunakan kereta menuju Kota Suffern, Negara Bagian New York. Saat itu, dia membawa dua bom rakitan.

Wakil Kepala Polisi New Jersey, Peter Nalbach, kemarin mengatakan polisi juga menemukan bahan peledak di rumah Panasenko yang kemungkinan telah dia gunakan untuk membuat sebuah bom.

Menurut laporan, Panasenko didakwa atas kepemilikan dua alat peledak, terutama bahan peledak improvisasi (IEDs) yang dibuat dengan menggunakan sebuah silinder dan diisir Pyrodex (bubuk hitam) pada 5 April lalu.

Dia juga dituntut atas tuduhan secara sengaja menciptakan risiko yang dapat menyebabkan kecelakaan atau kerusakan bangunan yang biasanya terdiri dari 25 orang atau lebih malalui alat peledak itu.

Tuntutan itu diajukan oleh Biro Penyelidik Federal (FBI) dan Departemen Kepolisian Pelabuhan New York dan New Jersey (PPAD).

Dari keterangan yang tertera pada laman akun Facebook milik Panasenko diketahui dia berasal dari Ibu Kota Kiev, Ukraina, dan tinggal di New Jersey.

Sementara dari laman media sosial LinkedIn, Panasenko merupakan mahasiswa dari Universitas Rutgers dan bekerja sebagai ahli matematika di perusahaan permainan industri kasino, di Kota Mahwah, New Jersey.

Polisi memang tidak mempublikasikan penangkapan Panasenko pada 7 April. Namun, kasus ini akhirnya dipublikasikan setelah dirinya muncul di persidangan di Pengadilan Wilayah Hudson dua hari lalu.

Berita tentang penangkapan Panasenko ini muncul setelah pengakuan dari tersangka Bom Boston yang berhasil ditangkap dalam keadaan hidup, Dzhokhar Tsarnaev, yang menyebut bahwa dia dan abangnya, Tamerlan Tsarnaev, juga merencanakan untuk menaruh bom di Manhattan, New York.
[fas]


 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar