Minggu, 21 April 2013

.......kebencian salafi wahabi terhadap syekh M. Said Ramadhan al-Bouthiy ...>> ...Siapa Bunuh Syekh Buthy..>> BANYAK PROPAGANDA PALSU DAN JAHAT...TERMASUK Propaganda Jahat Atas Syria...>>.....Masih ingat kasus Nariyah? Itu adalah seorang wanita yang mengaku sebagai perawat Kuwait yang bersaksi bahwa tentara Irak melempar keluar 312 bayi dari inkubatornya hingga tewas setelah pasukan Irak menginvasi Kuwait tahun 1991...>> ...Media massa Amerika menayangkan kesaksian tersebut selama berbulan-bulan, mengakibatkan publik Amerika marah kepada pemerintahan Saddam Hussein di Irak dan merestui tentara Amerika melakukan serangan terhadap Irak hingga berkobar Perang Teluk I yang menewaskan puluhan ribu warga Irak...>> .....Namun kemudian terbongkar kebenaran bahwa Nariyah adalah seorang perawat palsu. Ia tidak pernah berada di Kuwait saat terjadi serangan Irak. Ia bukan perawat dan ia adalah putri dari dubes Kuwait di Amerika, Saud bin Nasir Al-Sabah. Saat kebenaran itu terkuak, kehancuran telah terjadi di Irak.....>> kini propaganda palsu yang sama tengah dilancarkan Amerika dan sekutu-sekutunya atas Syria...>>>....Pertama kasus anak-anak Daraa. Pada awal terjadinya kerusuhan di Syria bulan Maret 2011, media massa barat dan “underbow”-nya di berbagai belahan bumi termasuk di Indonesia, gencar memberitakan kisah tentang beberapa pelajar dari kota Daraa yang menulis di tembok bangunan tulisan yang berbunyi “Rakyat menginginkan pemerintahan jatuh”. Akibat tulisan tersebut mereka ditangkap oleh aparat keamanan dan disiksa dengan berbagai cara, termasuk dengan mencabut kuku-kuku mereka. ..>> Setelah dua tahun, tidak pernah diketahui di mana anak-anak itu sekarang, termasuk wajah dan identitas mereka, termasuk tidak diketahui siapa yang pertama kali menuliskan cerita ini. Anak-anak itu bagaikan cerita hantu...>> ..Kedua kasus kematian Hamza Alkhatib, seorang remaja yang tewas dimutilasi di Daraa pada awal kerusuhan. Cerita yang beredar adalah bahwa ketika mulai terjadi kerusuhan, tentara membunuhnya dan menyembunyikan mayatnya selama beberapa hari. Kemudian mereka menyerahkan mayat yang telah termutilasi ini kepada keluarganya sehingga menimbulkan kemarahan warga yang berakibat kerusuhan yang semakin meluas. ..>> Cerita ini tentu saja sangat tidak rasional. Kalau tentara benar-benar membunuhnya, mengapa mereka harus memutilasinya dan menyembunyikan mayatnya selama beberapa hari dan kemudian menyerahkan kepada keluarganya saat kondisi tengah rusuh? Cerita tersebut juga tidak sejalan dengan fakta bahwa orang tua Hamza telah bertemu dengan Presiden Bashar al Assad dan kemudian berkata, “Saya tidak akan mengijinkan siapapun memanfaatkan kematian anak saya. Saya tidak percaya tentara telah membunuhnya, dan Presiden telah menjanjikan penyidikan atas kasus ini.”..>> Ketiga kasus kematian bayi dalam inkubator di Hama. Ceritanya berbeda sedikit saja dengan kasus Nariyah, yaitu tentara Syria memasuki rumah sakit kemudian mematikan lampu penghangat inkubator sehingga menewaskan bayi-bayi di dalamnya. Cerita ini beredar seiring beredarnya sebuah foto di dunia maya yang ternyata diambil dari Alexandria, Mesir. Tidak ada seorang saksi pun yang membenarkan kebenaran foto tersebut dan tidak ada satu keluarga pun di Syria yang mengakui bayinya meninggal di dalam inkubator. Setidaknya dalam kasus Nariyah terdapat seorang saksi, meski kemudian terbukti sebagai saksi palsu, yaitu Nariyah si putri duta besar...>> Keempat adalah kasus blogger lesbian bernama Amina Arraf. Cerita yang beredar adalah seorang blogger lesbian Syria bernama Amina Arraff ditangkap polisi Syria karena memposting tulisan-tulisan anti pemerintah. Ia disiksa dalam penjara dan ceritanya beredar di Facebook hingga menarik pengikut lebih dari 220 ribu orang “facebooker” di seluruh dunia. Cerita tersebut bahkan mendapat tempat di media-media mapan seperti BBC, CNN, The Guardians, FOX dan lain-lain. Namun ternyata cerita tersebut hanya ilusi seorang laki-laki Amerika yang bosan dengan hidupnya dan berusaha mendapatkan kesenangan instan melalui media sosial...>> Kelima adalah pembantaian Zainab Al-Hosni, seorang wanita dari kota Homs. Cerita yang beredar bersama video yang diunggah di YouTube adalah mayat Zainab yang ditemukan dengan tubuhnya yang telah dimutilasi. Pengambil gambar video terdengar meneriakkan kata-kata sumpah serapah kepada satu golongan etnis tertentu yang dianggapnya sebagai pembantai Zainab. Namun kemudian terungkap bahwa Zainab masih hidup. Dengan KTP yang sama dengan identitas Zainab Al-Hosni yang dinyatakan sebagai korban pembantaian, Zainab asli mengaku dalam wawancara dengan televisi Syria bahwa dirinya telah lari dari keluarganya karena alasan pribadi. Hingga saat ini tidak diketahui identitas sebenarnya dari mayat termutilasi yang beredar di YouTube serta orang yang mengambil gambar dan meng-up-load-nya ke YouTube. ..>> Catatan: kisah Hamza Al Khatib pernah dijadikan ‘dalil’ dalam tulisan jmantan Pimred Republika, Ikhwanul Kiram Mashuri, dan membuatnya mengambil simpulan bahwa musuh umat Islam bukan hanya Zionis, tetapi juga Assad. Tulisan saya yang membantah analisis Ikhwanul bisa dibaca di sini...>>

 

5 Propaganda Jahat Atas Syria

http://dinasulaeman.wordpress.com/2013/04/09/5-propaganda-jahat-atas-syria/


Oleh: Cahyono Adi

Masih ingat kasus Nariyah? Itu adalah seorang wanita yang mengaku sebagai perawat Kuwait yang bersaksi bahwa tentara Irak melempar keluar 312 bayi dari inkubatornya hingga tewas setelah pasukan Irak menginvasi Kuwait tahun 1991.

Media massa Amerika menayangkan kesaksian tersebut selama berbulan-bulan, mengakibatkan publik Amerika marah kepada pemerintahan Saddam Hussein di Irak dan merestui tentara Amerika melakukan serangan terhadap Irak hingga berkobar Perang Teluk I yang menewaskan puluhan ribu warga Irak.

Namun kemudian terbongkar kebenaran bahwa Nariyah adalah seorang perawat palsu. Ia tidak pernah berada di Kuwait saat terjadi serangan Irak. Ia bukan perawat dan ia adalah putri dari dubes Kuwait di Amerika, Saud bin Nasir Al-Sabah. Saat kebenaran itu terkuak, kehancuran telah terjadi di Irak. 

Dan kini propaganda palsu yang sama tengah dilancarkan Amerika dan sekutu-sekutunya atas Syria.

Pertama kasus anak-anak Daraa. Pada awal terjadinya kerusuhan di Syria bulan Maret 2011, media massa barat dan “underbow”-nya di berbagai belahan bumi termasuk di Indonesia, gencar memberitakan kisah tentang beberapa pelajar dari kota Daraa yang menulis di tembok bangunan tulisan yang berbunyi “Rakyat menginginkan pemerintahan jatuh”. Akibat tulisan tersebut mereka ditangkap oleh aparat keamanan dan disiksa dengan berbagai cara, termasuk dengan mencabut kuku-kuku mereka. 

Setelah dua tahun, tidak pernah diketahui di mana anak-anak itu sekarang, termasuk wajah dan identitas mereka, termasuk tidak diketahui siapa yang pertama kali menuliskan cerita ini. Anak-anak itu bagaikan cerita hantu.

Kedua kasus kematian Hamza Alkhatib, seorang remaja yang tewas dimutilasi di Daraa pada awal kerusuhan. Cerita yang beredar adalah bahwa ketika mulai terjadi kerusuhan, tentara membunuhnya dan menyembunyikan mayatnya selama beberapa hari. Kemudian mereka menyerahkan mayat yang telah termutilasi ini kepada keluarganya sehingga menimbulkan kemarahan warga yang berakibat kerusuhan yang semakin meluas. 

Cerita ini tentu saja sangat tidak rasional. Kalau tentara benar-benar membunuhnya, mengapa mereka harus memutilasinya dan menyembunyikan mayatnya selama beberapa hari dan kemudian menyerahkan kepada keluarganya saat kondisi tengah rusuh? Cerita tersebut juga tidak sejalan dengan fakta bahwa orang tua Hamza telah bertemu dengan Presiden Bashar al Assad dan kemudian berkata, “Saya tidak akan mengijinkan siapapun memanfaatkan kematian anak saya. Saya tidak percaya tentara telah membunuhnya, dan Presiden telah menjanjikan penyidikan atas kasus ini.”

Ketiga kasus kematian bayi dalam inkubator di Hama. Ceritanya  berbeda sedikit saja dengan kasus Nariyah, yaitu tentara Syria memasuki rumah sakit kemudian mematikan lampu penghangat inkubator sehingga menewaskan bayi-bayi di dalamnya. Cerita ini beredar seiring beredarnya sebuah foto di dunia maya yang ternyata diambil dari Alexandria, Mesir. Tidak ada seorang saksi pun yang membenarkan kebenaran foto tersebut dan tidak ada satu keluarga pun di Syria yang mengakui bayinya meninggal di dalam inkubator. Setidaknya dalam kasus Nariyah terdapat seorang saksi, meski kemudian terbukti sebagai saksi palsu, yaitu Nariyah si putri duta besar.

Keempat adalah kasus blogger lesbian bernama Amina Arraf. Cerita yang beredar adalah seorang blogger lesbian Syria bernama Amina Arraff ditangkap polisi Syria karena memposting tulisan-tulisan anti pemerintah. Ia disiksa dalam penjara dan ceritanya beredar di Facebook hingga menarik pengikut lebih dari 220 ribu orang “facebooker” di seluruh dunia. Cerita tersebut bahkan mendapat tempat di media-media mapan seperti BBC, CNN, The Guardians, FOX dan lain-lain. Namun ternyata cerita tersebut hanya ilusi seorang laki-laki Amerika yang bosan dengan hidupnya dan berusaha mendapatkan kesenangan instan melalui media sosial.

Kelima adalah pembantaian Zainab Al-Hosni, seorang wanita dari kota Homs. Cerita yang beredar bersama video yang diunggah di YouTube adalah mayat Zainab yang ditemukan dengan tubuhnya yang telah dimutilasi. Pengambil gambar video terdengar meneriakkan kata-kata sumpah serapah kepada satu golongan etnis tertentu yang dianggapnya sebagai pembantai Zainab. Namun kemudian terungkap bahwa Zainab masih hidup. Dengan KTP yang sama dengan identitas Zainab Al-Hosni yang dinyatakan sebagai korban pembantaian, Zainab asli mengaku dalam wawancara dengan televisi Syria bahwa dirinya telah lari dari keluarganya karena alasan pribadi. Hingga saat ini tidak diketahui identitas sebenarnya dari mayat termutilasi yang beredar di YouTube serta orang yang mengambil gambar dan meng-up-load-nya ke YouTube.

REF:
“Syria: Top Five Propoganda Stories”; thetruthseeker.co.uk; 6 April 2013
Catatan: kisah Hamza Al Khatib pernah dijadikan ‘dalil’ dalam tulisan jmantan Pimred Republika, Ikhwanul Kiram Mashuri, dan membuatnya mengambil simpulan bahwa musuh umat Islam bukan hanya Zionis, tetapi juga Assad. Tulisan saya yang membantah analisis Ikhwanul bisa dibaca di sini.

Syria di Republika
http://dinasulaeman.wordpress.com/2013/02/14/syria-di-republika/

Dina Y. Sulaeman*
Pada 11 Februari lalu, kolom Resonansi  harian Republika menurunkan sebuah artikel yang menurut saya sangat menyedihkan. Bagaimana mungkin seorang jurnalis senior, mantan Pemimpin Redaksi harian besar di Indonesia itu, sedemikian awamnya dalam memahami konflik Syria dan konstelasi politik global? Sang jurnalis yang bernama Ikhwanul Kiram Mashuri (IKM) itu menyandarkan analisisnya dari sebuah video yang  belum diverifikasi kebenarannya, lalu menyimpulkan bahwa “musuh umat Islam tidak hanya Zionis, melainkan juga rezim brutal seperti Assad.”

Bagaimana mungkin seorang jurnalis senior sampai tidak tahu bahwa perang Syria sangat diwarnai perang propaganda dan bahkan disebut-sebut sebagai “A Photoshoped Revolution” saking banyaknya rekayasa informasi foto yang diunggah melalui internet untuk memprovokasi opini publik. Berkali-kali pihak oposisi mengunggah foto berdarah-darah di internet dan menyebutnya sebagai ‘korban Assad’. Lalu, biasanya para blogger-lah (sayang sekali, mengapa bukan jurnalis?) yang berjasa  menemukan bukti bahwa foto-foto itu mengabadikan kejadian berdarah di tempat lain (umumnya di Gaza).  Bahkan kantor berita sekelas BBC ketahuan menggunakan foto korban perang Irak dan menyebutnya itu korban pembantaian tentara Assad.

Kaum oposisi Syria pun membuat sangat banyak rekaman video amatir lalu diunggah di  internet. Video dari pihak oposisi ini dengan sangat cepat disebarluaskan ke seluruh dunia, bahkan direlay dan disiarkan ulang oleh media massa mainstream. Video-video itu terbagi ke dalam beberapa jenis: pembantaian sadis yang disebut sebagai korban kebrutalan Assad, pembantaian sadis yang diiringi takbir (dilakukan oleh pasukan oposisi), dan video berisi propaganda relijius, yang sepertinya dibuat utk membangkitkan semangat jihad Islam. Video seperti ini biasanya memperlihatkan para pemberontak sedang menembakkan senjata dengan diiringi takbir, tayangan para pemberontak sedang sholat berjamaah, atau (konon) demo sejumlah massa yang menginginkan khilafah di Syria.

Bila IKM menyodorkan video tentang Hamzah Al Khatib yang (konon) dibunuh oleh tentara Assad (IKM tidak memberi bukti apakah secara jurnalistik video itu sudah terverifikasi), bagaimana bila dia menonton salah satu video sangat brutal yang diunggah oleh kaum oposisi? Video itu sudah terverifikasi (The Guardian memverifikasinya kepada Mustafa al-Sheikh, Ketua Dewan Tinggi Militer FSA) dan bisa diliat di you tube dengan kata kunci ‘syrian+rebel+execute+Aleppo [1]. Dalam video itu, sejumlah pria tak berbaju diseret keluar oleh sejumlah orang besenjata lalu dijejerkan ke dinding, dan kemudian ditembaki (bukan ditembak satu persatu, melainkan dibombardir peluru secara terus-menerus selama 43 detik). Setelah itu hening sekejap lalu diikuti teriakan takbir. Dipastikan, pelakunya bukan tentara Assad. Mustafa al-Sheikh, Ketua Dewan Tinggi Militer FSA, menyebut korban pembantaian adalah klan Al Berri, dan menyebutnya sebagai shabiha. Dalam logika Sheikh, mereka sah-sah saja membantai Berri dengan alasan: Berri adalah shabiha.

Shabiha (yang bermakna ‘hantu’) memang strategis untuk dimunculkan sebagai sosok antagonis. Ketika terjadi pembantaian massal terhadap warga Syria, yang tidak bisa dituduhkan kepada tentara Syria (karena tidak ada bukti), juga FSA menolak mengaku bertanggung jawab, maka muncullah shabiha, yaitu milisi sipil pendukung Assad yang konon melakukan pembunuhan brutal di mana-nama. Shabiha adalah kambing hitam nomer wahid di Syria.  Dalam Tragedi di Houla, misalnya (Mei 2012), yang sedemikian brutalnya sampai-sampai Kofi Annan menyebut situasi di Syria saat itu sebagai ‘tipping point’. Tanpa menunggu investigasi PBB, hanya berdasarkan laporan telepon dari aktivis oposisi, media mainstream menyebut pembantaian itu dilakukan oleh Assad dengan cara dibombardir senjata berat. Ketika tim investigasi PBB datang keesokan paginya dan menemukan bukti yang sangat jelas bahwa pembantaian itu dilakukan dengan cara-cara nonmiliter: ditusuk, digorok, dan ditembak jarak dekat, serta tidak ada bukti kehadiran militer di sana, dimunculkanlah shabiha sebagai pelaku.

Sebagai seorang jurnalis, IKM seharusnya jeli membaca laporan-laporan media massa itu. Mereka umumnya mendasarkan informasinya dari  saksi dari pihak oposisi yang tidak bisa diverifikasi seara independen.  Contohnya, laporan Associated Press  terkait Tragedi Houla. AP melakukan wawancara dengan Ali Al Seyyed, bocah 11 tahun, korban tragedi Houla. Wawancara itu dilakukan jarak jauh melalui internet (Skype) dan Ali dihadirkan oleh aktivis oposisi. Associated Press berterus-terang mengakui ‘sulit untuk memverifikasi cerita Ali secara independen’, tetapi, dalam laporannya itu AP tetap menyebut rezim Assad sebagai pelaku. Berbagai laporan dari media massa mainstream banyak yang mencantumkan frasa itu: kesaksian ini tidak bisa kami verifikasi secara independen. Seorang jurnalis yang jujur dan independen pastilah akan kritis dalam membaca laporan seperti ini.

Yang menggelikan, IKM membawa-bawa Taliban dalam tulisannya. Dia menyayangkan, mengapa ketika Taliban membunuh Malala Yousafzai reaksi dunia sangat keras, sementara untuk korban Syria, dunia internasional bereaksi biasa-biasa saja. Ada dua hal yang ingin saya komentari dari pernyataannya ini.

Pertama, terkait Taliban/Al Qaida. 

Bagaimana mungkin, seorang  jurnalis sekelas IKM tidak tahu bahwa sebenarnya pelaku teror di Syria adalah Al Qaida (meski dengan berbagai nama lain). Bagaimana mungkin dia tidak membaca laporan-laporan dari berbagai media mainstream yang menyebutkan bahwa pasukan jihad dari Libya dan berbagai negara Arab datang ke Syria?  Bahkan Mustafa al-Sheikh (Ketua Dewan Tinggi Militer FSA) saat diwawancarai Mona Mahmoud (The Guardian) mengakui hal ini, “Al-Qaida saat ini ada di berbagai penjuru Syria.”

Dan seorang jurnalis yang cerdas seharusnya akan dibuat heran oleh situasi ini: bagaimana mungkin AS yang di Afghanistan memburu Al Qaida dan Taliban, tetapi di Syria malah mendukung dan memfasilitasi kehadiran mereka (laporan-laporan bahwa CIA terlibat dalam pengiriman senjata dan pasukan jihad dari Libya dan negara-negara Arab sudah banyak diungkapkan oleh media-media mainstream). Apalagi, bukankah Republika juga merilis berita bahwa Israel pun kini sudah mulai terjun ke medan perang di Syria? Tidakkah fakta ini membuat IKM curiga: ada kelompok jihad Islam, tapi kok malah didukung Barat dan Israel? Mungkin IKM perlu sedikit browsing, mencari tahu siapa itu Bernard Levy dan apa peran tokoh Zionis ini dalam mendesain perang di Libya dan Syria?
Baru akhir-akhir ini saja, ketika kelompok garis keras di Syria terlihat sulit dikendalikan (apalagi malah nekad mendeklarasikan berdirinya khilafah di Syria), barulah AS ingin cuci tangan dan menyatakan ‘kiriman senjata untuk pihak oposisi ternyata jatuh ke pihak yang salah’, dan menaruh Front Al Nousra (salah satu kelompok oposisi yang sangat banyak melakukan peledakan bom di fasilitas publik) ke dalam list organisasi teroris.

Selain itu, seharusnya IKM menggali lebih dalam, tidak hanya membaca Syarq Al Awsat, tetapi mau membaca laporan-laporan PBB (dalam informasi yang simpang-siur dari dua pihak yang bertikai, laporan PBB bisa dianggap lebih valid, terutama dari sisi riset akademis). Menarik untuk dicermati bahwa Sekjen PBB dalam suratnya kepada Dewan Keamanan (Mei 2012) tidak secara tegas menyebutkan bahwa militer Syria membunuhi para demonstran.

“Ada laporan terus-menerus mengenai bertambahnya tindakan pengamanan yang keras yang dilakukan pemerintah, yang membawa ke arah pelanggaran HAM secara massif oleh tentara pemerintah dan milisi pro-pemerintah, termasuk penahanan secara semena-mena, penyiksaan, penghilangan paksa, dan pembunuhan terhadap aktivis, [yaitu] oposan dan pembelot [militer].”

Perhatikan bahwa Sekjen PBB menggunakan kalimat ‘ada laporan’ dan sama sekali tidak memberikan konfirmasi mengenai hal itu. Padahal, ada tim khusus PBB di Syria, yaitu UNSMIS, meski sekarang sudah dibubarkan. Sebaliknya dalam laporan itu disebutkan dengan tegas bahwa sangat banyak aksi teror yang menimpa warga sipil, tentara, dan termasuk anggota misi PBB sendiri (UNSMIS).  Bahkan laporan Sekjen PBB itu terang-terangan menyebut ada kelompok teroris mapan yang terlibat di Syria.

Ada peningkatan jumlah pengeboman, yang paling banyak di Damaskus, Hama, Aleppo, Idlib, dan Deir ez-Zor. Ini termasuk pengeboman ganda di Damaskus pada 10 Mei 2012, ketika dua kendaraan yang membawa bom rakitan yang diperkirakan beratnya masing-masing 1000 kilogram, diledakkan di dekat gedung pemerintah. Ukuran bom ini menunjukkan bahwa bom ini dirakit oleh ahli tingkat tinggi, yang bisa mengindikasikan keterlibatan kelompok teroris yang mapan (established terrorist groups). Pemerintah telah menegaskan adanya kelompok-kelompok seperti ini di dalam negeri, demikian pula dinyatakan oleh beberapa kelompok oposisi. Front Al-Nusra telah mengklaim bertanggung jawab atas minimalnya enam pengeboman terakhir.”[2]

Kedua, terkait reaksi internasional. 

IKM pastilah sudah tahu dunia internasional sangat keras reaksinya terhadap Syria. Karakter Assad sudah habis-habisan dihancurkan oleh media-media mainstream dan media lokal yang merujuknya (antara lain, Republika sendiri). Jadi, apalagikah yang diharapkan IKM? Agaknya IKM mengharapkan intervensi militer, sebagaimana NATO menggulingkan Qaddafi. Tidakkah IKM curiga sedikit saja: mengapa Mubarak atau dulu, Shah Iran, bisa tumbang tanpa intervensi militer dari asing, sedang Qaddafi harus digulingkan melalui intervensi militer asing? Jawabannya: karena dukungan rakyat Libya terhadap perjuangan oposisi tidak cukup kuat. Itulah sebabnya mereka (oposisi di Libya) meminta bantuan asing.

Lalu, apa yang terjadi setelah pasukan asing masuk ke Libya? Apakah Libya kini aman dan makmur? Tidak. Libya, yang dulu negara makmur tanpa hutang, pendidikan dan kesehatan gratis, kini menjadi negara yang hancur lebur akibat bombardir NATO. Pemerintah baru Libya menyerah pada jeratan hutang kepada lembaga-lembaga keuangan internasional, terutama IMF, dan rekonstruksinya diserahkan kepada perusahaan-perusahaan Barat. Seandainya IKM pernah membaca buku John Perkins, dia akan melihat polanya dengan sangat jelas. Perangi sebuah negara yang independen (setidak-tidaknya, ‘sulit diatur Barat’) dengan kedok ‘humanitarian intervention’, lalu setelah negara itu hancur, sodori hutang, dan rampaslah minyak dan emasnya.

Dan bila dilacak ke belakang: siapa pemilik kontraktor-kontraktor AS, pemilik perusahaan-perusahaan senjata, pemilik saham dari lembaga keuangan yang bagi-bagi hutang itu;  yang semuanya mengeruk keuntungan dari perang? Tak lain adalah orang-orang Zionis. Ini bukan teori konspirasi. Segalanya sangat jelas dan terang-benderang, hanya dibutuhkan kejelian membaca data yang berserakan di internet.

Dan skenario di Libya inilah yang sedang terulang di Syria. Sayangnya, hanya karena Assad seorang Alawy yang menjadi musuh bersama segolongan umat Islam garis keras, reaksi kaum muslimin terhadap Syria menjadi jauh berbeda. Media-media Islam yang dulunya berseberangan dengan media mainstream, kini justru bahu-membahu dalam perang propaganda melawan rezim Assad.

Apa boleh buat, hanya satu simpulan saya atas artikel IKM di Republika yang menanyakan “Apakah Musuh itu Hanya Zionis Israel”? : naif.
________
Dimuat di IRIB dan The Global Review
*Magister Hubungan Internasional Unpad, Research Associate of Global Future Institute
[1] salah satu link nya: http://youtu.be/KggxTWkZJmU
[2]Surat Sekjen PBB bisa diunduh di http://www.securitycouncilreport.org/atf/…/Syria%20S2012%20363.pdf

Siapa Bunuh Syekh Buthy (2)

Dina Y. Sulaeman
http://dinasulaeman.wordpress.com/2013/04/10/siapa-bunuh-syekh-buthy-2/
 
mimbar masjid Al Iman pasca ledakan yang menewaskan Syekh Buthy
mimbar masjid Al Iman pasca ledakan yang menewaskan Syekh Buthy

Sekitar 20 hari setelah syahidnya ulama Sunni terkemuka, Syekh Al Buthy, tiba-tiba jejaring sosial diramaikan oleh postingan video “detik-detik terbunuhnya Syekh Buthy”.[1] Kata pengantar dan komentar untuk video itu, sangat bergantung kepada siapa yang upload. 

Bila yang meng-upload atau memberi komen adalah para simpatisan ‘mujahidin’ Syria, video ini mereka jadikan dalil, “Inilah bukti bahwa Syekh Buthy tidak tewas karena ledakan bom, melainkan karena ditembak oleh agennya Assad.” Sepertinya, mereka selama ini malu dan kebingungan, bagaimana mungkin ulama Sunni sekaliber Buthy dibunuh ‘mujahidin’? (Aksi bom bunuh diri atau pengeboman di tempat umum sudah jadi trade mark para ‘mujahidin’, mereka pun telah menyatakan bertanggung jawab atas ratusan aksi pengeboman; tim investigasi PBB juga menyatakan demikian.) Kini para simpatisan jihad Indonesia seolah lega mendapati video ini.

Sebaliknya, bila yang menyebarluaskan video itu adalah orang-orang yang antiperang Syria (bisa jadi dia itu memang fans Assad; atau bukan fans Assad tapi mampu melihat peta konflik dengan jernih dan mampu melihat bahwa perang di Syria sesungguhnya hanya menguntungkan Israel), akan mengatakan, inilah buktinya bahwa MEMANG ada terorisme. Syekh Buthy syahid, baik itu karena bom atau ditembak, keduanya adalah aksi terorisme yang sangat keji. Apa ada dalil yang membolehkan membunuh ulama yang sedang berceramah (apalagi ceramahnya itu soal akhlak, bukan politik)?

Oh ya, saya lupa. Ada kok dalilnya, yaitu “fatwa” dari Yusuf Qardhawi, yang dalam wawancara khusus terkait Syria di televisi Al-Jazeera mengatakan, “Orang-orang yang bekerja sama dengan penguasa, wajib bagi kita untuk memerangi/membunuh mereka semua (yajib an nuqaatilahum jamii’an), baik itu dari kalangan militer, orang sipil, ulama…” [2]

Baiklah, kembali kepada video yang menghebohkan itu. Setelah saya berusaha menguatkan hati melihatnya, ada dua kemungkinan yang bisa saya ambil.

1. Video itu mungkin asli. 
Menurut analisis seorang FB-er, Mohamed Hatem, dalam video ini memang terbukti argumen yang sejak lama sudah disuarakan oleh para simpatisan mujahidin: Syekh Buthy tidak tewas karena bom melainkan karena ditembak. Tapi, pengeboman di masjid Al Iman benar adanya (dibuktikan oleh video-video lain yang menunjukkan suasana masjid pasca ledakan; serta potongan mayat ‘si pengantin’/pelaku bom bunuh diri). Pertanyaannya, mengapa Syekh Buthy akhirnya tewas karena ditembak? Menurut analisis Hatem, ini artinya ada anggota tim ‘mujahidin’ lain –selain si peledak bom- yang bertugas memastikan bahwa Syeikh Buthi benar-benar wafat.

Mungkin akan muncul pertanyaan, “Siapa yang bisa memastikan bahwa si penembak adalah ‘tim lain’ itu? Bisa saja kan, itu memang anteknya Assad?” Jawabannya terletak pada, siapa yang merekam kejadian itu? Kalau pihak Assad, tentu sepertinya mengada-ada dari sisi operasi intelijen. Untuk apa? Untuk semakin merusak nama baiknya dirinya sendiri? Atau pihak ‘mujahidin’ yang sengaja merekam? Untuk apa? Atau mungkin itu kamera televisi yang memang biasa dipasang di masjid untuk merekam ceramah Syekh Buthy? Lalu video itu bocor dan disebarluaskan oleh mujahidin untuk ‘membersihkan’ nama mereka? Rasanya tidak mungkin, karena kualitasnya sangat buruk dan buram; ini jelas bukan kamera televisi.

2. Video itu mungkin palsu. 
Mungkin saja, rekaman Syekh Buthi saat ceramah di-“potong” lalu dilekatkan pada video lain. Argumennya: kamera yang merekam kejadian itu adalah kamera yang stabil (bukan kamera handphone, misalnya), sehingga rekaman suara pun seharusnya stabil. Di awal rekaman, suara Syekh Buthy terdengar jelas. Setelah terdengar suara ledakan, layar terlihat gelap, lalu, tampak Syekh Buthy bangun lagi (seolah-olah saat ledakan beliau menundukkan kepala), tapi sambil memegang sapu tangan putih yang menutupi wajahnya. Lalu ada seorang laki-laki yang mendekati Syekh Buthy, dan sepertinya menembaknya dari dekat; lalu terlihat beliau terkulai dan orang-orang mendekat. Anehnya, pasca ledakan, tidak ada suara lagi yang terekam. Harusnya, ada teriakan (atau minimalnya, ada suara rintihan dari Syekh Buthy sendiri—kan tadi di awal rekaman suaranya terdengar jelas?).

Oke, bisa jadi jawabannya: ada kerusakan di sound-recordernya. Wallahu a’lam. Tapi: siapa yang bisa memastikan bahwa setelah layar sempat gelap, orang itu adalah Syekh Buthy—karena gambarnya sangat buram, tidak seperti di awal video? Dan bagaimana bisa memastikan bahwa lelaki yang (sepertinya) menembak itu PASTI anteknya Assad (atau sebaliknya, PASTI mujahidin)?

Mungkin banyak lagi ‘analisis’ yang bisa dilakukan. 
Saya tidak akan berpanjang-panjang lagi di sini. Yang ingin saya sampaikan hanya satu: apapun analisisnya, video itu tidak bisa dijadikan barang bukti untuk menentukan pembunuh Syekh Buthy, anteknya Assad atau mujahidin. Jadi SIAPA? Untuk menjawabnya, tentu saja, perlu dirunut lagi semuanya, baca lagi analisis-analisis yang sudah banyak ditulis orang. Bandingkan argumen-argumennya dengan akal, bukan taklid pada apa kata ustadz/ah. Lalu simpulkan dengan jernih.

Bagi saya, syahidnya Syekh Buthy adalah bukti nyata adanya terorisme di Syria. Syekh Buthy (alm), Syekh Hassoun (Mufti Besar Syria, yang anaknya juga tewas dibunuh teroris), serta Syekh Hassan Seifeddin (ulama Aleppo yang syahid dibunuh teroris, kepalanya dipenggal, jasadnya diarak di jalanan) adalah ulama-ulama Sunni. Tapi ternyata mereka menolak untuk mendukung ‘mujahidin’. Artinya, ini bukan Sunni lawan Syiah.

Apakah dengan menolak mendukung ‘mujahidin’, artinya para ulama itu anteknya Assad? Dan apakah orang yang menentang perilaku para ‘mujahidin’ itu pasti Syiah? Tentu saja itu simpulan yang naif. Ini sama saja seperti Bush saat mendeklarasikan Perang Melawan Terorisme: you’re either with us or against us (mau gabung bersama kami, atau melawan kami). Apa kita yang menolak mendukung Bush mengebomi rakyat Afganistan dan Pakistan bisa disebut pendukung teroris?!

Memangnya, buat rakyat Syria pilihan hanya dua: antek Assad atau anti Assad? Tidak, masih ada pilihan ketiga: perubahan rezim tapi tanpa terorisme. Cara-cara berjuang ala teroris itulah yang ditentang oleh para Syekh Sunni itu; juga oleh kelompok-kelompok oposisi Syria yang tergabung dalam National Coalition Body. Bilapun benar rezim Assad adalah rezim terjahat sedunia; tidak bisa dijadikan pembenaran bagi muslimin untuk melakukan aksi-aksi ala teroris. Islam sudah memberikan aturan yang jelas; terorisme bukanlah etika perang Islam.

Dan kita, bangsa Indonesia, perlu berhati-hati agar cara-cara berjuang ala teroris tidak menular ke negeri kita tercinta.

528196_537610752958282_1622416586_n

kiri: mimbar masjid Al Iman (tempat terbunuhnya Syekh Buthy), 
kanan: mimbar masjid, di video pendek.
Tulisan ini dimuat di IRIB dan The Global Review dengan judul “Heboh Video Syahidnya Syekh Buthy”
—-
[1] http://www.youtube.com/watch?v=nM8QF5-hD_Q&feature=youtu.be
[2] http://www.youtube.com/watch?v=O71tJN8D_Yk

Siapa Bunuh Syekh Buthy? (1)

Sebuah video pendek sejak kemarin banyak diposting ulang friends FB saya yang simpatisan mujahidin, dengan komentar, “Inilah bukti bahwa Syekh Buthy tidak tewas karena ledakan bom, melainkan karena ditembak oleh agennya Assad.” Seolah, mereka ‘lega’, akhirnya punya bukti untuk menunjukkan bahwa Assad-lah yang membunuh ulama sekaliber Syekh Buthy; bukan mujahidin.

Sebelumnya, HizbutTahrir Syria sudah merilis pula statemen, yang menuduh Assad pelakunya, dengan alasan antara lain: ruang dalam masjid tdk berantakan (katanya dibom?!), ada sepatu berserakan di masjid (kok bisa?!).

Nah, buat yang ngerti bahasa Arab, meski sedikit, baik sekali bila melihat film dokumenter satu ini. Di bagian awal, muncul seorang pengamat yg mengemukakan argumen2 mirip yang disampaikan HT Syria itu. Lalu, argumen itu ditelaah satu-satu dgn memperlihatkan berbagai sudut masjid pasca ledakan. Bahkan dibuatkan simulasi komputer ledakan itu, dan disertakan pula rekaman CCTV di masjid lain di Irak yang juga pernah terjadi ledakan (dan membuktikan tidak aneh kalau kerusakan dalam masjid adalah kerusakan minor, ini bergantung jenis bomnya); dan juga dianalisis keanehan dari video pendek yang baru tersebar itu. Perhatikan, kursi dan back ground mimbar di video pendek, beda dengan kursi dan background mimbar di masjid ‘asli’.
Ini video pendek yg saya maksud di awal tulisan:
foto kiri: mimbar masjid AL Iman (tempat terbunuhnya Syekh Buthy), foto kanan: mimbar masjid, di video pendek.


Sekedar info, di menit ke 20:06, ada rekaman wawancara Yusuf Qardhawi terkait Syria di televisi Al-Jazeera; Qardhawi mengatakan, “Orang-orang yang bekerja sama dengan penguasa, wajib bagi kita untuk memerangi/membunuh mereka semua (yajib an nuqaatilahum jamii’an), baik itu dari kalangan militer, orang sipil, ulama…”
Di menit 10:04, dijawab argumen HT Syria soal sepatu di dalam masjid; ternyata di sana org bisa bawa sepatu ke dalam masjid tapi dimasukkan ke kantong khusus.
Ini video pendek yg saya maksud di awal tulisan:
foto kiri: mimbar masjid AL Iman (tempat terbunuhnya Syekh Buthy), foto kanan: mimbar masjid, di video pendek.

528196_537610752958282_1622416586_n
About these ads

kebencian salafi wahabi terhadap syekh M. Said Ramadhan al-Bouthiy

1 Komentar
http://temonsoejadi.com/2013/03/23/kebencian-salafi-wahabi-terhadap-syekh-m-said-ramadhan-al-bouthiy/

petuah al-bouti 
bismillahirahmanirahim.
sahabatku yang dirahmati Allah, sedih rasanya ditinggal alim ulama, sedih rasanya ilmu-ilmu serta kesholehan mereka belum sempurna kita serap, Allah sudah memanggil mereka, Allah memanggil para kekasihnya didunia untuk menghdap kehadiratnya, kemaren kita kehilangan  ULAMA BESAR ASWAJA ABAD INI, dia SOLEH serta ZUHUD, siapa yang tak kenal dengan Al-Buthi Asy-Syafi’i Al-Asy’ari, namun sayang kelompok-kelompok radikal islam yang membenci ASWAJA, kelompok salafi wahabi begitu senangnya dengan kabar berita tersebut, hingga di media-media online yang berbau islam namun berpaham wahabi, buru-buru membuat artikel menghina atas kematian Al-Buthi yang dimuliakan Allah ini.

kenapa kaum salafi wahabi sangat membenci beliau ?
Syekh Dr. M.Said Ramadhan al-Bouthiy dikenal sebagai ulama yang memegang teguh faham Ahlussunnah wal Jama’ah. Selain itu juga Syekh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy termasuk salah satu ulama yang gencar mengkritisi cara dakwah kaum Salafi-Wahabi yang cenderung menggunakan kekerasan akibat pola fikir mereka yang jumud terhadap ilmu agama Islam.


Beliau menulis sebuah kitab yang berjudul “Al-La Madzhabiyyah Akhtaru Bid’atin Tuhaddidu asy- Syari’ah al-Islamiyyah (Tidak Bermadzhab adalah Sebesar-besar Bid’ah yang Mengancam Syari’ah Islamiyah)”, sebagai pukulan keras terhadap kaum Salafi-Wahabi yang tidak mau bermadzhab. Dalam salah satu kitab karyanyayang paling populer “Al-Jihad fi al-Islam (Jihad dalam Islam), Syekh Dr.M. Said Ramadhan al-Bouthiy menunjukkan bagaimana pemahaman yang buruk tentang istilah jihad telah menyebabkan pelecehan terhadap Muslim maupun non-Muslim. Mereka telah memanipulasi ide jihad untuk keuntungan mereka sendiri, dengan kedok bahwa jihad harus dilakukan sesuai dengan dasar fiqh Islam.

Nah, melalui konflik Suriah inilah kelompok Salafi-Wahabi seperti punya amunisi untuk menyerang dan menghabisi beliau, dengan harapan ummat (awam) akan menghindar dan menjauh dari karya-karya, buku-buku dan peninggalan ilmu-ilmu beliau yang berbasis Ahlussunnah wal Jama’ah, sehingga faham Wahabi semakin bebas melenggang membodohi awam.

Petuah Syekh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy
Cukuplah bagi kita kaum Ahlussunnah wal Jama’ah untuk menangkis pandangan dan tudingan negatif mereka terhadap Syekh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy, bahwa di belakang Syekh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy ada para ulama yang berkaliber dunia.
Mereka diantaranya adalah :

al-Habib Abubakar Masyhural-‘Adniy, al-Habib Salim asy-Syathiriy, al-Habib Ali Masyhur bin Hafidz, al-Habib Umar bin Hafidz, al-Habib Ali al-Jufriy, al-Habib Musa Kadzim Assegaf, al-Habib Zaid bin Yahya, al-Habib Abdullah Baharun dan ulama-ulama lainnya yang sangat banyak.

Perlu direnungkan petuah Syekh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy berikut ini: “Wahai anakku, jika saja Allah meletakkan kemuliaan dan keagungan pada tukang sapu, niscaya aku pasti menyuruhmu menjadi tukang sampah. Akan tetapi Allah Swt. Meletakkan kemuliaan dan keagungan dalam ilmu, maka carilah sekuat tenagamu, karena ilmu menolongmu di saat dunia meremukkanmu dan ilmu melindungimu di saat dunia mencelakaimu.”

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Tahukah kamu siapakah orang yang muflis ? Sahabat menjawab, “Orang yang muflis ialah orang yang tidak memiliki uang dan juga tiada memiliki harta.” Lalu Rasulullah menjawab, “Sebenarnya orang yang muflis di kalangan umatku ialah seorang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala sembahyang, puasa dan zakat tetapi dahulunya waktu di dunia dia pernah mencaci maki seseorang (bagaimana kalau mencaci maki ulama yg sholeh), menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpahkan darah seseorang dan pernah memukul seseorang. Maka akan diberikan kepada orang yang teraniaya itu daripada pahala kebaikan orang tadi dan begitu pula seterusnya terhadap orang yang pernah teraniaya, dia akan diberikan pula daripada pahala kebaikan orang tadi, apabila telah habis pahalanya sedangkan bebanan dosa penganiayaannya belum lagi dibayar semuanya, maka akan diambil daripada kesalahan orang yang teraniaya itu lalu dibebankan kepada orang tersebut, maka selanjutnya orang itu akan dicampakkan ke dalam api neraka.”

~ HR Muslim ~
Al Habib Ali Al Jufri mengabarkan keadaan beliau sebelumnya, “Aku telah meneleponnya dua minggu lalu dan beliau (Syaikh Al Buthi) berkata pada akhir perkataannya: ‘Tidak tinggal lagi umur bagiku melainkan beberapa hari yang boleh dihitung. Sesungguhnya aku sedang mencium bau surga dari belakangnya. Jangan lupa, wahai Saudaraku, untuk mendoakanku”.Beberapa hari sebelum kewafatannya, beliau juga berkata, “Setiap apa yang berlaku padaku atau yang menuduhku atas ijtihadku, maka aku harap ia tidak terlepas dari ganjaran ijtihad.” Maksud Syaikh Al Buthi adalah bahwa dalam ijtihad yang betul mendapat dua ganjaran dan yang tidak mendapat satu ganjaran, sebagaimana hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dan kami nyatakan pada kesempatan kali ini bahwa: “Kami adalah kelompok Ahlussunnah wal Jama’ah yang bermadzhabkan pada salah satu madzhab yang empat dalam bidang fiqih, dan beraqidahkan Asy’ariyyah dan Maturidiyyah serta berkiblat pada Imam Juneid al-Baghdadi dan Imam al-Ghozali dalam bidang tasawwuf. Kami bukan Syi’ah ataupun Wahabi.” dan kami akan meluruskan wahabi.

ingatlah kawan :
Anda suka merendahkan orang lain.. berarti anda ingin direndahkan orang lain.
Anda suka menertawakan orang lain, berarti diri anda itu pantas ditertawakan…
Anda suka menghina orang lain, berarti anda itu memang sangat pantas dihinakan…
Orang lain itu cerminan diri anda sendiri,..

sungguh banyak sekali penggiringan opini dimedia-media yang tidak baik tentang syekh ramadhan Al buti

Selama ini beredar informasi bahwa Syekh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy mendukung pembunuhan terhadap rakyat Suriah oleh tentaranya, hingga ada kabar ada pihak yang mengekspresikan kegembiraan setelah mendengar terbunuhnya Syekh Dr. M. Said Ramadhan al- Bouthiy saat menyampaikan ceramah di hadapan para murid beliau di masjid al-Iman Damaskus. Bagaimana sebenarnya posisiSyekh Dr. M. Said Ramadhan al- Bouthiy terhadap kedzaliman yang terjadi di Suriah? Hal ini bisa lebih terjelaskan dengan melihat fatwa-fatwa beliau yang ditujukan kepada tentara Suriah berikut ini:

Nasim Syam, situs resmi Masjid Umawi Damaskus yang mana Syekh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy menjadi khatibnya, melalui akun Facebook resminya melansir beberapa fatwa beliau yang ditujukan kepada beberapatentara Suriah. Pada 13 Maret 2013 akun itu melansir jawaban Syekh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy terhadap pertanyaan seorang anggota wajib militer Suriah yang masuk pengabdian pada (09/01/2012) yang mengaku kabur dari tugaskarena takut melakukan pembunuhan ketika ia terus berada dalam militer. Pemuda itu pun bertanya apa hukum syar’i atas keputusannya itu.

Maka Syekh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy pun menjawab: “Kalau engkau tahu dengan perkiraanmu bahwa engkau akan dibebani membunuh jiwa yang tidak bersalah tanpa hak selama keberadaanmu di militer, maka pelarianmu disyariatkan. Namun jika engkau mengetahui bahwa engkau akan ditugaskan untuk mempertahankan dari penjahat yang bertujuan untuk mengancam nyawa tidak bersalah ataumenghancurkan bangunan atau merampasnya dari para pemiliknya maka menerima hal itu wajib.”

Sebelumnya pada (05/06/2011)
Nashim Syam melansir fatwanomor 13060 yang menjawab pertanyaan tentara Suriah yang menyebutkan bahwa dia dan rekannya di militer berselisih mengenai keadaan dimana petinggi memerintahkan mereka menembak demonstran denganpeluru hidup, apakah perintah itu boleh ditaati atau tidak? Penanya juga menyampaikan bahwa jika iatidak menembak demonstranmaka ia akan dibunuh petingginya.

Syeikh Syekh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy pun menjawab: “Para fuqaha menyatakan bahwa orang yang dipaksa untuk membunuhtanpa hak, maka ia tidak bolehmenuruti siapa yang memaksanya untuk melakukan perbuatan itu,meskipun dia tahu dia akan dibunuh ketika tidak menurutinya.Hal itu dikarenakan dua pelanggaran itu (pemimpin membunuh tentara dan tentara membunuh demonstran-) memiliki derajat bahaya yang sama, maka tidak boleh orang yang dipaksa untuk membunuh mengutamakan kehidupannya daripada nyawa semisalnya yang tak berdosa.”

Dari jawaban-jawaban yang diberikan Syekh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy tersebut bisa dinilai bahwa beliau menentang pembunuhan rakyat tak bersalah oleh tentara Suriah.

Berikut adalah hasil perbincangan antara Ustadzah Syarifah Fatimah bin Yahya dengan salah seorang pelajar di Damaskus:

“Pada awalnya saya juga merasa gusar seperti anda, karena beliau Syeikh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy adalah diantara ulama yang saya hormati dan kagumi. Sangat mengiris hati ini ketika Syeikh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy mengambil tindakan demikian dan sedih pula saat banyak orang mencemooh atas tindakan beliau.

Lantas saya bertanya kepada salah seorang pelajar di sana apa yang sebenarnya terjadi. Barulah lega hati ini mendengarnya, walaupun saya tidak sama dengan cara beliau namun saya tetap menghormati ijtihad beliau. Berikut adalah jawaban salah seorang pelajar di sana:

• Nuansa politik Syria adalah yang paling rumit dalam sejarah kali ini karena Syria dikuasai oleh golongan kecil Syiah Nusiriah yang menganggap halal darahnya kaum Ahlussunnah wal Jama’ah untuk ditumpahkan.

• Maka Syeikh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy telah mengambil langkah politik yang berbeda dari ulama lain dengan cara tahalluf siasi bersama Syiah Nusairiah yang diketuai keluarga al-Asad demi menjaga eksistensi Ahlussunnah wal Jama’ah, yang mana sebelumnya telah terjadi pembunuhan besar-besaran oleh kaum Syiah kepada kaum Ahlussunnah wal Jama’ah di bandar Hamah.

• Dari usaha Syeikh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy ini maka telah dicapai beberapa keberhasilan di dalam menjaga eksistenssi Ahlussunnah wal Jama’ah. Diantaranya adalah:

1. Banyak dari kalangan ulama yang akhirnya dibebaskan dari penjara.
2. Kembalinya para ulama yang lari keluar negara, ke kampung halaman masing-masing seperti Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah.
3. Masuknya ulama luar negara ke Syria untuk menyampaikan dakwah seperti Syaikh Yusuf al-Qaradawi.

Jika seseorang tidak teliti dengan apa yang dilakukan Syeikh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy maka dia akan mengatakan Syeikh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy adalah seorang munafiq dan telah gegabah dalam melakukan apa yang diperbuatnya. Tapi hakikatnya beliau adalah seorang ulama yang sangat cemerlang, sehingga apa yang beliau lakukan pun mendapat dukungan para ulama Syria.

• Kita tidak akan menyaksikan seorang pun dari kalangan ulama Syria yang mencemooh atas tindakan beliau tersebut, karena mereka tahu pribadi Syeikh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy yang tidak mungkin menyalahi Sunnah.

• Lihatlah kepada penduduk Kurdi yang gencar melawan kerajaan Asad tetapi mereka tidak sampai mencemooh Syeikh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy, bukan karena Syeikh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy adalah seorang Kurdi tapi karena berkat beliau lah kerajaan Asad mau membantu kaum Kurdi di Syria.

• Saya ada satu cerita bagaimana anak Syeikh Dr. M. Said Ramadhan al-Bouthiy yakni Dr. Taufiq pernah berpesan kepada salah seorang pelajar Syria yang hendak pulang ke Malaysia semasa revolusi dilakukan dengan berkata: “Apabila kamu pulang ke Malaysia, pertahankanlah ayahku karena sebenarnya ia bukan ingin bersekongkol dengan kerajaan Asad tapi karena beliau ingin berjihad membantu Ahlussunnah semampu dia.”

sahabatku semua yang dirahmati Allah.
Habib.Rizieq Syihab utk kelompok yg menghina AL-BUTHI : Ingat Hadits : “Udzkuruu Mahaasina Mautaakum” Jadi, tidak pantas kata HINAAN dilontarkan buat saudara muslim yg telah wafat, apalagi yg wafat adalah SYAHID spt Al-Buthi. Al-Buthi Asy-Syafi’i Al-Asy’ari adalah ULAMA BESAR ASWAJA ABAD INI, dia SOLEH serta ZUHUD. Siapa anda yg mau menghina Al-Buthi ??

Soal Al-Buthi tdk bergabung dg MUJAHIDIN SURIA, dia punya alasan :
Pertama, usia yg sdh lanjut. Kedua, dia sibuk habiskan usia buat ilmu, belajar dan mengajar serta mangarang kitab. Ketiga, Mujahidin masih bergabung dg barisan KAFIR dan LIBERAL. Keempat, Al-Buthi bukan satu-satunya Ulama Aswaja Suria yg tdk bergabung dg Mujahidin. Kelima, Dia ulama berhak Ijtihad.

Kami FPI membela MUJAHIDIN SURIA melawan BASYAR AL-ASAD yg ZOLIM, tp kami tetap harus jaga AKHLAQ thd ULAMA ASWAJA SURIAH yg tdk gabung dg Mujahidin. Itu persoalan IJTIHAD POLITIK, mereka lebih tahu situasi negeri mereka daripada kita. Siapa pun PELAKU BOM BUNUH DIRI yg menggugurkan Al-Buthi dan 23 muridnya di DALAM MASJID dan apa pun alasannya, maka tidak bisa dibenarkan. ANDAIKATA MUJAHIDIN SURIAH yg lakukan itu, maka mereka yg salah jalan, bukan Al-Buthi. Semoga pelakunya bukan dari kalangan Mujahidin. Camkan !

Jaga sikap Ya Akhii, disini Al-Buthi punya banyak murid dan pengikut. Jangan lagi undang polemik dan perpecahan !!! Wallaahul Musta’aan.
begitulah perkatan al habib rizieq

sahabatku yang dirahmati Allah
Anda suka merendahkan orang lain.. berarti anda ingin direndahkan orang lain.
Anda suka menertawakan orang lain, berarti diri anda itu pantas ditertawakan…
Anda suka menghina orang lain, berarti anda itu memang sangat pantas dihinakan…
Orang lain itu cerminan diri anda sendiri,..

Oh Tuhan, aku bukanlah ahli surga  Juga tak mampu menahan siksa neraka
Kabulkan taubat ampuni dosa-dosaku Hanyalah Engkau pengampun dosa hamba-Mu
Dosa-dosaku tak terhitung bagai debu Ya Illahi terimalah amal taubatku
Sisa umurku berkurang setiap hari Dosa-dosaku makin bertambah Yaa Illahi
Hamba yang berdosa datang bersimpuh Menyembah-Mu Mengaku menyeru dan memohon ampunan-Mu
Subhanallah. . . Betapa beruntungnya engkau wahai syaikh al bouthy . .
Lautan manusia memenuhi masjid umawi dan sakitarnya untuk menghantarkan dan mensholati janazahmu. . .
Meninggal syahid, didalam masjid, hari jum’at, ketika di evakuasi di temukan dalam keadaan sujud, mendekap alquran, trus di makamin di samping makam pahlawan islam Sayyidina Sholahuddin al ayyubi . .subhanaallah, begitu mulianya dirimu.


selamat jalan wahai syech muhamamad said ramadhan al-bouty, tidurlah senyaman pengantin, ilmu-ilmu yang engkau telah curahkan begitu bermanfaat bagi kami, tidurlah dalam kasih sayang dan belaian Allah, semoga Allah merahmatimu….semoga jannah tempat kembalimu
amien.

semoga bermanfaat
disarikan dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar