Selasa, 23 April 2013

.......Jejak Intel Militer AS dalam Bom Boston..>>..Sedikitnya ada lima intel militer swasta AS yang beroperasi di tempat kejadian ledakan bom di maraton Boston. Mereka semua membawa ransel hitam yang terlihat sangat mirip dengan ransel yang membawa bom pressure cooker, seperti dikonfirmasi NaturalNews pada Kamis (18/4/2013). ..>> Media mainstream AS kabarnya benar-benar menyensor penyebutan intel “Craft”, berpura-pura seakan mereka bahkan tidak ada. Hanya media alternatif yang melakukan jurnalisme investigatif nyata pada berita pengeboman tersebut...>> ..Dengan posting peneliti di 4Chan, ditambah analisis NaturalNews, ditemukan sebuah titik terang baru seperti yang bisa dilihat dalam foto-foto di bawah ini. Siapa orang ini dan apa yang dia pegang di tangannya?..>>.....Sebuah screenshot dari halaman facebook telah diposting online dan kemudian dihapus oleh administrasi Facebook. Dzhokhar Tsarnaev menulis kepada ayahnya : “Ini akan menjadi pesan terakhir sebelum polisi mendapatkan saya. Saya tidak pernah melakukannya. Mereka menjebakku. Ayah, maafkan saya. Saya minta maaf untuk hal ini.” ..>> ...Al-Arabiya mengatakan terkait hal ini, bahwa ibu kandung dari dua bersaudara Tsarnaev mengatakan kepada wartawan bahwa anak sulungnya, Tamerlan, telah dimata-matai oleh FBI selama lebih dari 5 tahun. Mereka tahu tentang semua gerakannya dan memantau website yang ia kunjungi. >> ...Ayah dan ibu Tsarnaev bersaksi bahwa putra-putra mereka telah dijebak, dan seluruh cerita telah dibuat. Mereka menuduh badan intelijen menyembunyikan aksi mata-mata mereka terhadap Tamerlan dari publik. ..>> ..Sementara itu kisah insiden Boston dan pengejaran keduanya yang disajikan media arus utama Amerika dalam gaya klasik Hollywood, terus mengeluarkan pernyataan baru...>> Sebagai contoh, sebuah video penangkapan Tamerlan Tsarnaev yang baru-baru ini muncul. Dia dalam keadaan hidup dan sehat. Polisi menelanjanginya dan tampaknya mereka takut Tsarnaev mengenakan bom rompi. Mereka memborgolnya dan menggiringnya ke dalam mobil...>> ..Kemudian, polisi mengklaim Tamerlan melepaskan tembakan dan bahkan melemparkan beberapa granat ke arah mereka. Dan FBI Hollywood ini mengklaim bahwa Dzhokhar konon melindas tubuh saudaranya sendiri untuk melarikan diri dari pengepungan polisi...>>> INI PERMAINAN ALA DENSUS88 DI INDONESIA..?? SATU MODEL.. KARENA SATU GURU...??? AMERIKA SERIKAT SELALU MEMBUAT KEDUSTAAN..?? INGAT 911WTC.... DEMIKIAN HEBATNYA PROPAGANDA PRESIDEN BUSH..DKK DAN MEDIA MAINSTREAM.. UNTUK MENGOBARKAN TERROSR... DAN MENUDUH UMAT ISLAM..PELAKUKANYA... BAHKAN LANGSUNG MENYERBU AFGHANISTAN..DAN KEMUDIAN IRAQ..?? ...DAN DISANA MEREKA MEMBUNUH UMAT ISLAM RATUSAN RIBU...DAN MENGHANCURKAN INFRA STRUKTUR...DAN MERAMPAS MINYAK DAN HARTA DI IRAN DAN AFGHANISTAN..?? ... SUNGGUH JAHAT DAN TERKUTUK...ZIONIS AMERIKA DAN KAUM NEO KONSERVATIF JAHAT.LAKNATULLAH....?? ....INILAH DUSTA...DAN SEKALI LAGI DUSTA..??? >> KINI ADA ISSUE BARU..UNTUK MENUDUH KEJAHATAN BARU KEPADA UMMAT ISLAM DENGAN MEMBUAT BOM BOSTON...??? INI KRIMINAL INTERNASIONAL...YANG DI DESIGN OLEH AHLI2....CIA-FBI-MOSSAD..DAN ZIONIST INTERNASIONAL...??? ...MEREKA SEDANG MERENCANAKAN ..FITNAH TERBARU..?? ..>> KELIHATANNYA ..TUAN OBAMA RAGU2... TIDAK SEPERTI BUSH..YANG SANGAT...PINTAR DALAM BERPERAN SEPERTI LAYAKNYA AKTOR..HOLLYWOOD..?? INILAH DUSTA...YANG JAHAT DARI PARA INTELIGENT AMERIKA SERIKAT...TERMASUK PARA PETINGGI MILITER AMERIKA SERIKAT..YANG MERENCANAKAN MENYERANG IRAN.. YANG DIBOCORKAN OLEH SEORANG STAFF WANITA..YANG MENGHEBOHKAN...DEPLU AS..?? TAHUN 2007-2008.. ??? ..>>..... Ibu Terduga Bom Boston Sebut Putranya Tak Bersalah dan Yakin FBI Jebak & Kendalikan Keduanya..>>..... Ibunda kedua tersangka bom ‘panci’ Boston meyakini kedua anaknya dijebak dan dikendalikan FBI. Adalah Wanita bernama Zuibenat Tsnayeva yang meyakini kedua anaknya tersebut tidak bersalah. “Sangat tidak mungkin–tidak mungkin–mereka berdua melakukan hal semacam ini,” ucap Zuibenat Tsnayeva dalam wawancara dengan Russian TV yang dilansir hlntv.com, dan dikutip detik.com, Sabtu (20/4/2013). Zuibenat yakin bahwa kedua putranya, Tamerlan (26) dan Dzhokhar Tsarnaev (19), tidak pernah menyimpan rahasia darinya....>> ...Menurut Zuibenat, dirinya pasti tahu jika kedua putranya merencanakan sesuatu, termasuk rencana pengeboman di Boston. Maka dari, dia sangat yakin kedua anaknya tidak bersalah. Ketika ditanya kembali soal rekaman pengejaran kedua anaknya yang disiarkan di sejumlah televisi AS, Zuibenat menyebut semua itu rekayasa aparat setempat. “Saya yakin 100 persen bahwa ini semua adalah jebakan,” ucapnya kepada Russia Today (RT). “Kedua putra saya tidak bersalah dan tidak ada satu pun dari mereka yang pernah membicarakan hal ini kepada saya,”imbuh Zuibenat...>>>FBI mengklaim Dzhokhar bersembunyi di perahu, melepaskan tembakan balasan dan akhirnya mencoba bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri di dalam mulut. Oleh karena itu, mereka mengatakan ia tidak lagi mampu berbicara dan tidak bisa diinterogasi. Namun gambar ini jelas menunjukkan bahwa Dzhokhar Tsarnaev meninggalkan perahu sendiri dan menyerah. Jika seseorang menembak mulut dan lehernya tidak mungkin ia dapat bergerak tanpa bantuan dari luar...>> ..Tamerlan Tsarnayev merupakan mahasiswa akuntansi paruh waktu di Bunker Hill Community College di Boston selama tiga semester pada tahun 2006-2008. Ia telah menikah dan memiliki seorang putri. Sedangkan adikya, Dzhokhar Tsarnayev adalah seorang mahasiswa kedokteran di University of Massachusetts Dartmouth. Pada Sabtu (20/4/2013), dua sumber petugas “penegak hukum” menyatakan bahwa pada tahun 2011, intelijen pemerintah asing mengklaim kepada FBI bahwa Tamerlan Tsarnayev adalah pengikut Islam “radikal”. FBI tidak menyebutkan nama pemerintah asing yang dimaksud, tetapi dua petugas yang tidak mau disebut namanya itu mengatakan bahwa pemerintah asing itu adalah Rusia...>> Namun FBI pernah menyatakan bahwa dalam hasil wawancara terhadap Tamerlan Tsarnayev dan kerabatnya, tidak ditemukan aktivitas “terorisme” baik domestik maupun asing. FBI mengatakan telah menyelidikinya melalui beberapa hal seperti telepon, aktivitas online, perjalanan dan hubungannya dengan orang lain. (arrahmah.com), salam-online..>> ...“Setelah peristiwa di Boston, AS menyebarkan informasi di media mereka yang mengatakan bahwa salah satu dari Tsarnaev bersaudara telah menghabiskan waktu selama enam bulan di Dagestan pada tahun 2012. Atas dasar ini, terdapat spekulasi asumsi bahwa ia mungkin telah berhubungan dengan Mujahidin Imarah Kaukasus, khususnya Mujahidin Dagestan. Komandan Mujahidin Dagestan mengindikasikan dalam hal ini bahwa Mujahidin Kaukasus tidak berperang melawan Amerika Serikat. Mereka menyatakan berperang melawan Rusia yang tidak hanya bertanggung jawab untuk pendudukan di Kaukasus tapi juga untuk kejahatan keji terhadap umat Islam. Juga perlu diingat, bahkan dalam hal Rusia sebagai negara musuh yang memerangi Imarah Kaukasus, Amir Imarah Kaukasus, Dokka Umarov pernah melarang melakukan serangan pada sasaran sipil. Terkait hal ini, Komando Mujahidin Dagestan mendesak media, terutama media-media AS untuk menghentikan spekulasi dan promosi proganda Rusia...>>

 

Ibu Terduga Bom Boston Sebut Putranya Tak Bersalah dan Yakin FBI Jebak & Kendalikan Keduanya


AS-2 terduga bom boston-jpeg.image 

BOSTON (SALAM-ONLINE): 

Ibunda kedua tersangka bom ‘panci’ Boston meyakini kedua anaknya dijebak dan dikendalikan FBI.
Adalah Wanita bernama Zuibenat Tsnayeva yang meyakini kedua anaknya tersebut tidak bersalah.

“Sangat tidak mungkin–tidak mungkin–mereka berdua melakukan hal semacam ini,” ucap Zuibenat Tsnayeva dalam wawancara dengan Russian TV yang dilansir hlntv.com, dan dikutip detik.com, Sabtu (20/4/2013).
Zuibenat yakin bahwa kedua putranya, Tamerlan (26) dan Dzhokhar Tsarnaev (19), tidak pernah menyimpan rahasia darinya.

Menurut Zuibenat, dirinya pasti tahu jika kedua putranya merencanakan sesuatu, termasuk rencana pengeboman di Boston. Maka dari, dia sangat yakin kedua anaknya tidak bersalah.

Ketika ditanya kembali soal rekaman pengejaran kedua anaknya yang disiarkan di sejumlah televisi AS, Zuibenat menyebut semua itu rekayasa aparat setempat.

“Saya yakin 100 persen bahwa ini semua adalah jebakan,” ucapnya kepada Russia Today (RT).

“Kedua putra saya tidak bersalah dan tidak ada satu pun dari mereka yang pernah membicarakan hal ini kepada saya,”imbuh Zuibenat.

Menariknya, Zuibenat mengklaim, dirinya pernah dihubungi oleh FBI sebelum ledakan di Boston terjadi. Dalam sambungan telepon tersebut, FBI mengaku khawatir dengan gerak-gerik Tamerlan.

“Dia (Tamerlan) dikontrol oleh FBI selama 5 tahun. Mereka tahu apa yang putra saya lakukan, mereka tahu situs apa saja yang dibukanya di internet, mereka datang…dan berbicara kepada saya…mereka memberitahu saya bahwa dia pemimpin yang tangguh dan mereka khawatir dengannya,” terang Zuibenat.

Keluarga Tsarnaev bermigrasi ke AS lebih dari satu dekade lalu. Selain Tamerlan dan Dzhokhar, masih ada dua anak perempuan yang tinggal di Boston.

Sebelumnya, ayah kandung kedua tersangka, Anzor Tsarnaev dan bibi mereka, Maret Tsarnaev juga meyakini Tamerlan dan Dzhokhar tidak bersalah.

Tamerlan dan adiknya, Dzhokhar dinyatakan sebagai tersangka pelaku ledakan bom saat event Boston Marathon, pada Senin (15/4/2013) lalu. Keduanya yang disebut berasal dari Chechnya, diketahui merupakan permanent resident di AS dan tinggal di wilayah Cambridge.

FBI Pernah Menyatakan, Tidak Ditemukan Aktivitas ‘Terorisme’ pada Tamerlan & Dzhokhar


dzokhar-jpeg.image 

BOSTON (SALAM-ONLINE): Dzhokhar Tsarnayev (19), pemuda Muslim yang dituduh AS sebagai tersangka Bom Boston kini terbaring di rumah sakit dalam kondisi kritis dan di bawah penjagaan ketat FBI, seperti dilansir HuffPost pada Ahad (21/4/2013).

Dzhokhar ditangkap dengan luka-luka di tubuhnya pada Jumat (19/4/2013), saat ia berlindung di sebuah speedboat yang tertutup terpal di halaman belakang rumah seorang warga Watertown.

hide2 
Pemilik rumah di Watertown itu menghubungi polisi AS setelah melihat darah di dekat kapalnya dan melihat Dzhokhar Tsarnayev yang berdarah bersembunyi di dalam kapal itu.

swat mengepung  Dzhokhar Tsarnaev 

Penangkapan itu mengakhiri pengejaran polisi AS terhadap ia dan kakaknya, Tamerlan Tsarnayev (26), yang telah meninggal ditembak polisi pada Jumat paginya. Polisi mengklaim telah terjadi tembak-menembak sebelum akhirnya Dzhokhar ditangkap dan dibawa ke rumah sakit dengan ambulans.
Dzhokhar Tsarnaev tertangkap 

Sementara itu, seakan sudah membuktikan bahwa Tsarnayev bersaudara benar-benar pelaku Bom Boston, Obama meminta masyarakat AS untuk tidak terburu-buru menilai motif mereka dalam melakukan pengeboman.

Sedangkan The American Civil Liberties Union menyatakan keprihatinan mereka tentang kemungkinan Dzhokhar akan kehilangan hak membela dirinya dan hak untuk didampingi pengacara dalam proses hukum.

Direktur Eksekutif Anthony Romero menjelaskan bahwa pencabutan hak “tersangka” hanya berlaku jika ada ancaman berkelanjutan Dzhokhar terhadap keselamatan publik.

Tanpa landasan yang jelas, penyidik ​​bahkan menggambarkan Tamerlan Tsarnayev sebagai seorang Muslim “garis keras” yang mempengaruhi Dzhokhar, adiknya.

Tamerlan Tsarnayev merupakan mahasiswa akuntansi paruh waktu di Bunker Hill Community College di Boston selama tiga semester pada tahun 2006-2008. Ia telah menikah dan memiliki seorang putri.

Sedangkan adikya, Dzhokhar Tsarnayev adalah seorang mahasiswa kedokteran di University of Massachusetts Dartmouth.

Pada Sabtu (20/4/2013), dua sumber petugas “penegak hukum” menyatakan bahwa pada tahun 2011, intelijen pemerintah asing mengklaim kepada FBI bahwa Tamerlan Tsarnayev adalah pengikut Islam “radikal”.

FBI tidak menyebutkan nama pemerintah asing yang dimaksud, tetapi dua petugas yang tidak mau disebut namanya itu mengatakan bahwa pemerintah asing itu adalah Rusia.

Namun FBI pernah menyatakan bahwa dalam hasil wawancara terhadap Tamerlan Tsarnayev dan kerabatnya, tidak ditemukan aktivitas “terorisme” baik domestik maupun asing. FBI mengatakan telah menyelidikinya melalui beberapa hal seperti telepon, aktivitas online, perjalanan dan hubungannya dengan orang lain. (arrahmah.com), salam-online

Dzhokhar Tsarnaev Berhasil Bersaksi di Facebooknya Bahwa Ia Tak Terkait dengan Bom Boston


AS-Bom Boston-Dzokhar tak terkait bom boston-jpeg.image 
BOSTON (SALAM-ONLINE): Saluran televisi Al Arabiya melaporkan bahwa Dzhokhar Tsarnaev, yang dituduh oleh otoritas kafir AS telah melakukan serangan bom kembar di Boston pada 15 April lalu, berhasil, hanya beberapa jam sebelum penangkapannya, melakukan laporan di halaman facebooknya yang menyatakan bahwa ia tidak ada hubungannya dengan insiden itu dan semuanya telah disetting, demikian dilansir Kavkaz Center.

Sebuah screenshot dari halaman facebook telah diposting online dan kemudian dihapus oleh administrasi Facebook.  Dzhokhar Tsarnaev menulis kepada ayahnya :

“Ini akan menjadi pesan terakhir sebelum polisi mendapatkan saya.  Saya tidak pernah melakukannya.  Mereka menjebakku.  Ayah, maafkan saya.  Saya minta maaf untuk hal ini.”

Dia menulis pesan ini saat ribuan polisi memburunya di seluruh Boston.

Al-Arabiya mengatakan terkait hal ini, bahwa ibu kandung dari dua bersaudara Tsarnaev mengatakan kepada wartawan bahwa anak sulungnya, Tamerlan, telah dimata-matai oleh FBI selama lebih dari 5 tahun.  Mereka tahu tentang semua gerakannya dan memantau website yang ia kunjungi.

Ayah dan ibu Tsarnaev bersaksi bahwa putra-putra mereka telah dijebak, dan seluruh cerita telah dibuat.  Mereka  menuduh badan intelijen menyembunyikan aksi mata-mata mereka terhadap Tamerlan dari publik.

Sementara itu kisah insiden Boston dan pengejaran keduanya yang disajikan media arus utama Amerika dalam gaya klasik Hollywood, terus mengeluarkan pernyataan baru.

Sebagai contoh, sebuah video penangkapan Tamerlan Tsarnaev yang baru-baru ini muncul.  Dia dalam keadaan hidup dan sehat.  Polisi menelanjanginya dan tampaknya mereka takut Tsarnaev mengenakan bom rompi.  Mereka memborgolnya dan menggiringnya ke dalam mobil.

Kemudian, polisi mengklaim Tamerlan melepaskan tembakan dan bahkan melemparkan beberapa granat ke arah mereka.  Dan FBI Hollywood ini mengklaim bahwa Dzhokhar konon melindas tubuh saudaranya sendiri untuk melarikan diri dari pengepungan polisi.

Ada pertanyaan yang harus dijawab :


FBI mengklaim Dzhokhar bersembunyi di perahu, melepaskan tembakan balasan dan akhirnya mencoba bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri di dalam mulut.  Oleh karena itu, mereka mengatakan ia tidak lagi mampu berbicara dan tidak bisa diinterogasi.

Namun gambar ini jelas menunjukkan bahwa Dzhokhar Tsarnaev meninggalkan perahu sendiri dan menyerah.  Jika seseorang menembak mulut dan lehernya tidak mungkin ia dapat bergerak tanpa bantuan dari luar.

Ada Jejak Intel Militer AS dalam Bom Boston


AS-Bom Boston-jejak intel militer AS-1-jpeg.image 
SALAM-ONLINE: 

Sedikitnya ada lima intel militer swasta AS yang beroperasi di tempat kejadian ledakan bom di maraton Boston. Mereka semua membawa ransel hitam yang terlihat sangat mirip dengan ransel yang membawa bom pressure cooker, seperti dikonfirmasi NaturalNews pada Kamis (18/4/2013).

Media mainstream AS kabarnya benar-benar menyensor penyebutan intel “Craft”, berpura-pura seakan mereka bahkan tidak ada. Hanya media alternatif yang melakukan jurnalisme investigatif nyata pada berita pengeboman tersebut.

Dengan posting peneliti di 4Chan, ditambah analisis NaturalNews, ditemukan sebuah titik terang baru seperti yang bisa dilihat dalam foto-foto di bawah ini.

Siapa orang ini dan apa yang dia pegang di tangannya?

Berikut foto setelah ledakan bom pertama. Banyak orang bertanya, “Siapa orang ini?” dan mengapa ia mengenakan sepatu tempur dan celana militer? Lebih penting lagi, apa yang dia bawa di tangannya?

b1 
Close-up benda di tangan pria itu:
b2 

Dengan sedikit riset, NaturalNews mengonfirmasi benda ini adalah sebuah perangkat “Inspector Radiation Alert” yang dapat mendeteksi jenis radiasi yang akan diproduksi dalam serangan bom kotor atau serangan nuklir:
b3 

Segala macam pertanyaan segera bermunculan, seperti: Siapa yang mempekerjakan orang ini? Berada di pihak siapakah dia? Kenapa dia mengantisipasi kebutuhan untuk detektor radiasi nuklir? Jenis operasi militer swasta apa yang secara rutin membawa gadget mahal seperti itu?

Empat intel lainnya dengan seragam yang sama persis
Melalui foto-foto berikut, didapati ada 4 intel militer swasta lainnya dengan pakaian yang sama: sepatu tempur berwarna cokelat, celana militer cokelat, jaket hitam, ransel hitam dan alat komunikasi taktis.
Berikut adalah gambar tiga orang di antaranya yang bereaksi terhadap ledakan. Yang di tengah adalah orang yang sama dalam foto dengan detektor radiasi, di atas:

b4 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam gambar ini:

1) Ketiga orang itu tampak terkejut, bahkan terguncang oleh ledakan bom. Ini mungkin menunjukkan sesuatu yang bertentangan dengan pengetahuan mereka tentang pengeboman.

2) Benda di tangan kanan pria yang di tengah mungkin menyerupai pistol kecil, tapi tidak ada operasi militer swasta yang sangat terlatih yang akan membawa pistol dengan “menjepit” pegangan seperti yang ditampilkan dalam foto itu. Sebuah pegangan yang benar pada pistol jauh lebih dalam ke telapak tangan. Benda ini kemungkinan besar merupakan detektor radiasi yang sama yang ditunjukkan seperti gambar di atas, hanya saja diambil dari sudut yang berbeda.

3) Pria di sebelah kiri, seorang pria yang lebih tua, tampaknya memegang benda di tangan kanannya yang sepertinya bisa digerakkan dengan ibu jarinya.

4) Orang di sebelah kanan mengenakan logo tengkorak “Craft” di kemejanya karena jaketnya kebetulan terbuka di foto di bawah ini.

Berikut perbandingan foto logo “Craft” pada kemejanya:

b5 

Berikut adalah dua intel lainnya di tempat kejadian, mengenakan seragam yang sama persis:

b6 

Jika dilihat, topi yang sama dari orang-orang ini dengan jelas memperlihatkan logo tengkorak “Craft” pada topi:
b7 

Penembak jitu angkatan laut SEAL, Chris Kyle, juga anggota dari “Craft”. Dia dibunuh oleh salah satu teman dekatnya beberapa bulan yang lalu. Munculnya intel “Craft” saat bom maraton Boston menimbulkan pertanyaan baru tentang kematian Chris Kyle.

Berikut Chris Kyle di TV nasional AS yang mengenakan topi “Craft”:

b8 
Berikut moto Craft, yang mengatakan “Kekerasan memecahkan masalah.”

b9 

Tas bom Boston menyerupai ransel hitam yang dikenakan oleh intel “Craft”
Di sini, ransel yang membawa bom pressure cooker terlihat sangat mirip dengan ransel hitam yang dikenakan oleh intel-intel Craft:
b10 

Berikut tampilan lain logo tengkorak “Craft” pada kemeja pelatihan yang diambil dari situs mereka sendiri:

b11 

Foto ini menunjukkan para intel dalam sebuah pameran. Semua orang memakai sepatu tempur dan celana coklat:
b12 

Apa artinya semua ini?

Mungkinkah foto orang-orang pada acara tersebut hanyalah sebuah teori konspirasi?

Jika iya, dalam pekerjaan polisi, ini akan disebut sebagai “bukti”, dan orang-orang dalam foto ini harusnya menarik perhatian.

Namun media mainstream dan seluruh aparat penegak hukum AS saat ini seakan berpura-pura bahwa orang-orang ini tidak ada. Mungkin juga itu konspirasinya.

Bagaimanapun, masyarakat AS mengetahui bahwa intel “Craft” tidak bekerja secara gratis. Mereka bukan kelompok relawan. Mungkin ada yang membayar mereka untuk berada di acara tersebut. Namun, ini juga bukan pertama kalinya “Craft” muncul di acara besar AS.

Siapa yang membayar “Craft” untuk berada di sana? Dan apa misi mereka?

Mengapa keberadaan mereka di acara maraton Boston seakan disembunyikan? Mengapa mereka bukan “orang yang berkepentingan” dalam penyelidikan?

Mengapa mereka membawa detektor radiasi? Apa yang ada di ransel mereka?

Apa motif pembom dalam menggunakan bom pressure cooker

Yang instruksi pembuatannya banyak tersebar di google dan juga tampil dalam edisi pertama majalah Al-Qaeda berbahasa Inggris “Inspire”  tahun 2010.

Faktanya, banyak media AS yang seakan menolak mengakui keberadaan intel militer swasta itu dalam ledakan bom Boston.

Dan di tengah banyaknya spekulasi mengenai bom Boston, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Scot Marcel, telah menyatakan bahwa peristiwa bom Boston adalah murni tindakan kriminal (dan bukan “terorisme”).

“Ini (bom Boston) adalah tindakan kriminal. Ini tidak ada hubungannya dengan agama,” ujar Scot Marciel di rumah Kedutaan AS, Jalan Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2013), kepada detikcom.

Mengutip pernyataan salah seorang pejabat AS, salah satu tersangka pelaku peledakan Boston telah ditangkap, ujar surat kabar Boston Globe, seperti dilansir Al Jazeera.

Tersangka tersebut berada di dalam tahanan, ujar media lokal.  Sejauh ini pihak kepolisian AS belum mengungkapkan identitas tersangka yang telah berada dalam tahanan mereka itu.

Sementara tersangka lainnya masih dalam pengejaran, lapor Boston Globe pada Jum’at (19/4/2013). (arrahmah.com), salam-online

Mujahidin Dagestan Tegaskan Tak Terkait dengan Bom Boston


AS-Bom Boston-pernyataan komandan mujahidin dagestan terkait bom boston-jpeg.image 
DAGESTAN (SALAM-ONLINE):  

Media resmi Mujahidin Imarah Kaukasus provinsi Dagestan, VDagestan, mengeluarkan pernyataan komandan Mujahidin Dagestan sehubungan dengan peristiwa baru-baru ini di Boston, Amerika Serikat.

Inilah pernyataannya, sebagaimana dilansir Kavkaz Center (21/4/2013):

“Setelah peristiwa di Boston, AS menyebarkan informasi di media mereka yang mengatakan bahwa salah satu dari Tsarnaev bersaudara telah menghabiskan waktu selama enam bulan di Dagestan pada tahun 2012.

Atas dasar ini, terdapat spekulasi asumsi bahwa ia mungkin telah berhubungan dengan Mujahidin Imarah Kaukasus, khususnya Mujahidin Dagestan.

Komandan Mujahidin Dagestan mengindikasikan dalam hal ini bahwa Mujahidin Kaukasus tidak berperang melawan Amerika Serikat.  Mereka menyatakan berperang melawan Rusia yang tidak hanya bertanggung jawab untuk pendudukan di Kaukasus tapi juga untuk kejahatan keji terhadap umat Islam.

Juga perlu diingat, bahkan dalam hal Rusia sebagai negara musuh yang memerangi Imarah Kaukasus, Amir Imarah Kaukasus, Dokka Umarov pernah melarang melakukan serangan pada sasaran sipil.

Terkait hal ini, Komando Mujahidin Dagestan mendesak media, terutama media-media AS untuk menghentikan spekulasi dan promosi proganda Rusia.

Jika pemerintah AS benar-benar tertarik untuk mencari tahu pelaku peledakan Boston dan tidak mencampurkannya dengan kepentingan Rusia, maka mereka juga harus fokus terhadap jejak badan keamanan rahasia Rusia dalam ledakan itu.” (arrahmah.com), salam-online

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar