Selasa, 16 April 2013

.....Berhasil Bongkar File Mossad, dan Temukan Rahasia…..???>>..Indonesia dalam ancaman besar agenda Zionist. hati2…ROMA (SuaraMedia News) – Mantan Presiden Italia Francesco Cossiga, yang menyatakan keberadaan Operasi Gladio, mengatakan kepada surat kabar Italia tertua dan paling banyak dibaca bahwa peristiwa 9/11 didalangi oleh dua lembaga intelijen CIA dan Mossad, dan bahwa ini adalah hal yang sudah diketahui secara luas di antara badan-badan intelijen global. ..>>..Setelah pembokaran itu, Tel Aviv rezim terpaksa mengakui bahwa Zygier dipenjara dengan identitas palsu "untuk alasan keamanan." Menurut sebuah laporan yang dikleuarkan oleh The New York Times pada tanggal 14 Februari lalu, Zygier merupakan salah satu dari 26 agen yang tersangka dalam plot pembunuhan yang menargetkan Mahmoud al-Mabhouh seorang pejabat teras Hamas. Pembunuhan itu teridentifikasi dan pejabat itu dibunuh di kamar hotel setelah kedatangannya di Dubai, Uni Emirat Arab, pada bulan Januari 2010.[IT/On]..>>Awalnya, Syekh Buthi Membuat “Gerah” Salafi-Wahabi Syekh Said Ramadhan Al-Buthi adalah tokoh utama kelas dunia dari kalangan Sunni atau Ahlussunnah wal Jama’ah. Beliau tidak hanya dikenal sebagai seorang sufi, namun juga ahli syariat sekaligus ahli hakikat, dan argumentator Sunni terhadap serangan-serangan non-Sunni. Ini diakui baik di Suriah maupun di dunia Muslim lainnya. Salah satu dari kehebatan Syekh Buthi adalah kemampuannya berargumentasi terhadap serangan-serangan kelompok takfiriyah yang suka mengkafirkan kelompok Asy’ari (Sunni), juga suka mengkafirkan amalan-amalan fadhilah dan lain sebagainya. Syekh Buthi ini paling gigih dan paling jitu untuk melawan mereka. Ada dua karya Syekh Buthi yang membuat “gerah” kelompok Wahabi dan Salafi yang ada di Suriah dan di dunia muslim pada umumnya. Pertama bukunya yang berjudul al-La Mazhabiyyah:.....>.....Awalnya, Syekh Buthi Membuat “Gerah” Salafi-Wahabi Syekh Said Ramadhan Al-Buthi adalah tokoh utama kelas dunia dari kalangan Sunni atau Ahlussunnah wal Jama’ah. Beliau tidak hanya dikenal sebagai seorang sufi, namun juga ahli syariat sekaligus ahli hakikat, dan argumentator Sunni terhadap serangan-serangan non-Sunni. Ini diakui baik di Suriah maupun di dunia Muslim lainnya. Salah satu dari kehebatan Syekh Buthi adalah kemampuannya berargumentasi terhadap serangan-serangan kelompok takfiriyah yang suka mengkafirkan kelompok Asy’ari (Sunni), juga suka mengkafirkan amalan-amalan fadhilah dan lain sebagainya. Syekh Buthi ini paling gigih dan paling jitu untuk melawan mereka. Ada dua karya Syekh Buthi yang membuat “gerah” kelompok Wahabi dan Salafi yang ada di Suriah dan di dunia muslim pada umumnya. Pertama bukunya yang berjudul al-La Mazhabiyyah:

Almarhum Syek Buthi telah membuat Gerah Kaum Wahabiyun


KH HASYIM MUZADI (Mantan Ketua NU)
Senin, 01 April
2013 07:02

Awalnya, Syekh Buthi Membuat “Gerah” Salafi-Wahabi Syekh Said Ramadhan Al-Buthi adalah tokoh utama kelas dunia dari kalangan Sunni atau Ahlussunnah wal Jama’ah. Beliau tidak hanya dikenal sebagai seorang sufi, namun juga ahli syariat sekaligus ahli hakikat, dan argumentator Sunni terhadap serangan-serangan non-Sunni. Ini diakui baik di Suriah maupun di dunia Muslim lainnya.

Salah satu dari kehebatan Syekh Buthi adalah kemampuannya berargumentasi terhadap serangan-serangan kelompok takfiriyah yang suka mengkafirkan kelompok Asy’ari (Sunni), juga suka mengkafirkan amalan-amalan fadhilah dan lain sebagainya. Syekh Buthi ini paling gigih dan paling jitu untuk melawan mereka. Ada dua karya Syekh Buthi yang membuat “gerah” kelompok Wahabi dan Salafi yang ada di Suriah dan di dunia muslim pada umumnya. Pertama bukunya yang berjudul al-La Mazhabiyyah:


Akhtoru Bid’atin Tuhaddidus Syariah Islamiyyah, yang artinya bahwa pemikiran non madzhab adalah bid’ah baru yang dapat merusak pemikiran syari’ah. Ringkasnya, buku itu menjelaskan bahwa orang memahami Islam itu harus dengan pola berfikir. Nah pola berfikir itu dengan metodologi ijtihad yang tidak bisa hanya diserahkan orang-perorang yang tidak memenuhi syarat untuk itu. Menurut Syekh Buthi, bagi mereka yang melakukan itu samalah artinya dia merusak Islam karena dia akan memelencengkan makna yang sesungguhnya dari Islam itu sendiri. Buku ini sangat terkenal dan jitu sekali untuk melawan Wahabiyah dan kelompok takfiriyah tadi. Kedua, buku Syekh Buthi yang berisi uraian tentang Salafi yakni As-Salafiyyah.

Bahwa menurutnya, Salafi ini bukan madzab tapi suasana keagamaan pada zaman as-salafus salih. Jadi Salafi bukan merupakan pola pemikiran tapi fakta kehidupan darus salam itu yang damai. Dua buku itu betul-betul membikin kelompok Wahabi dan Salafi kelabakan, sehingga sudah lama sebenarnya ada pertentangan sektarian antara Wahabi-Salafi dengan Syekh Buthi.

Penasihat Presiden Bersamaan dengan itu Syekh Buthi menjadi penasihat Presiden. Dalam keadaan normal ia memberikan nasihat di bidang agama. Namun karena adanya konflik yang membelah pemerintah dan masyarakat pemberontak, dalam hal ini juga dikompori oleh luar negeri, maka terjadi kolaborasi antara faktor agama dan konflik politik. Sementara itu di pemerintahan sendiri banyak unsur Syiah Alawiyahnya yang tidak disukai oleh jamaah-jamaah takfiriyah yang dimotori oleh Slafi-Wahabi, meskipun Syekh Buthi sendiri bukan orang Syiah. Syekh Buthi sendiri sebenarnya berada di pemerintahan dengan maksud ingin mencari keseimbangan antara Sunni dengan Syiah Alawiyah itu. Konflik Suriah memang terus berlanjut. Faktor yang lebih dominan sebenarnya adalah politik.

Pertama sebenarnya karena Israel itu ingin menghancurkan Suriah karena dia negara yang paling depan berhadapan dengan mereka. Di sana dihuni kekuatan-kekuatan militan yang melawan Israel. Seperti kekuatan Syiah yang dikendalikan oleh Iran, lalu kekuatan Hamas yang dikendalikan oleh Khalid Massal dan beberapa kekuatan Syiah sebagai bagian dari Hezbollah yang dipimpin oleh Hasan Nasrollah. Tiga kekuatan ini yang membuat Suriah menjadi musuh utama Israel ditambah bahwa pemerintahan Basyar sendiri cenderung ke Syiah Alawiyah. Karena faktor politik ini, tentu sebagaimana juga penyerangan terhadap negara Islam yang lain pasti Amerika ikut campur.

Dan dapat diduga bahwa dia pasti membantu pemberontak, pertama karena tidak suka dengan pemerintahan, kedua Salafi-Wahabi itu selalu pro Saudi-Amerika, termasuk di dalamnya jamaah takfiriyah. Sementara negara-negara yang ‘sudah direformasi” seperti Mesir, Libya dan sebagainya yang diam-diam berpihak kepada Amerika, dan di sini mereka berpihak pada pemberontak. Nah karena itu maka Iran menyeret Cina dan Rusia untuk masuk dalam pertempuran ini karena faktor perlawanan terhadap Amerika, sebenarnya bukan karena faktor agama, namun untuk menjaga keseimbangan Barat dan Timur. Maka terjadilah carut marut politik di Suriah, dan Syekh Buthi berada pada posisi yang tidak menguntungkan. Karena beliau sebagai orang Sunni, sebagai penasihat pemerintah itu pun dia harus berhadapan dengan Syiah Alawi, sementara yang takfiri ini menganggap bahwa Syekh Buthi berpihak pada kedzaliman. Karena Syekh Buthi itu dianggap sangat besar kekuatannya terutama dalam Islam maka kemudian beliau diserang dengan cara seperti itu. Syekh buthi meninggal dalam aksi serangan bunuh diri. Saya kira penyerangan ini tidak jauh dari kelompok takfiriyah, atau gerakan-gerakan politik yang anti pemerintah.

Propaganda Negatif Setelah Syekh Buthi meninggal dengan cara seperti itu, kelihatannya pihak barat dan  dari pihak Salafi-Wahabi ini mengkhawatirkan dukungan ulama dunia, atau simpati umat dunia terhadap beliau. Maka direkayasalah terhadap beberapa ulama untuk menjelekkan Syekh Buthi, seperti Syekh Qaradhawi. Ada statemen beliau yang cenderung memojokkan. Nah itu sebetulnya adalah bagian dari gerakan politik untuk meredam dukungan dan simpati kepada Syekh Buthi. Kita mendengar orang yang menjelekkan Syekh baik di media cetak maupun elektronik internasional. Padahal di dalam orang Islam orang yang meninggal itu tidak usah dijelekkan. Ada haditsnya yang nenyebutkan, ‘Udzkuru ma hasina mautakum’. Nah tapi untuk kepentingan supaya tidak ada reaksi maka Syekh Buthi dijelekkan. Jadi kita tidak perlu memperbesar kontroversi ini karena termasuk bagian dari konspirasi orang lain. Menurut ahlissunnah wal jamaah, orang yang shalih tetaplah shalih.

Bahwa pilihan politik berakibat sesuatu itu kita tidak masuk dalam penilaian pribadi dan agamanya seperti dulu pada waktu zaman pertentangan Sayydina Ali dan Sayyidina Utsman. Orang  Sunni mengatakan, ‘Apa yang terjadi di dalam sahabat itu kita diam”, karena itu bukan dari faktor agama tetapi faktor lain. Sehingga dari kelompok Sunni di dunia lebih senang kalau dia tidak menghujat Syekh Buthi dan ini lebih kepada masalah politik bukan masalah sektarianisme agama sekalipun masalah sektarianisme agama ini menjadi sumbu disebabkan karena permainan global untuk memainkan antara sektor itu.

Hubungan dengan NU Sewaktu ke Suriah, saya sempat bertemu dengan Syekh Buthi bersama beberapa kiai, antara lain KH Idris Marzuki, KH Masruri Mughni (alm.), dan KH Nur Muhammad Iskandar. Beliau sudah memberikan ijazah langsung untuk menyebarkan semua karyanya. Salah satu karyanya yang paling terkait dengan NU adalah Syarah Al-Hiham, karena Al-Hikam sendiri adalah kitab tasawuf andalan yang dikaji di pesantren. Menurut saya, kelebihan kitab yang ditulis Syekh Buthi dibanding syarah hikam lainnya, pertama karena beliau memulai Hikam itu dari syariatnya kemudian masuk hakikat. Jarang ada syarah Hikam seperti itu. Biasanya hakikatnya itu saja yang disyarahi. Jadi dari syariat beliau mengungkapkan dalil-dalilnya, baru baru masuk ke hakikat. Yang kedua Syekh Buthi ini memperlengkapi Hikam ini dengan dalil-dalil yang muktabar baik Al-Qur’an maupun hadits nabi, karena hikam sendiri didalamnya tidak ada dalil hanya menyinggung sedikit tentang ayat, tapi belum proporsional pada setiap qoul ada dalilnya. Di NU memang Sykeh Buthi ini kalah populer dibanding dengan misalnya Syekh Wahbah Zuhaili dan Qaradhawi. Itu karena masalah silaturrahim saja, karena beliau sudah sepuh. Syekh Wahbah masih sering datang ke Indonesia, sementara Syekh Buthi hanya diwakilkan kepada putranya, Dr Taufik.

Kedua, kitab-kitab Syekh Buthi bukan kategori fikih praktis, meskipun banyak sekali yang terkait dengan fikih dan ushul fikih, tapi beliau lebih dikenal dengan ulama sufi dan argumentator Sunni. Namun mestinya para ulama itu tidak bisa secara simpel dipetakan sebagai ahli fikih atau tasawuf. Seperti imam Syafi’i adalah ahli fikih padahal beliau sangat sufi. Imam Hanafi adalah ahli ra’yi tapi beliau juga sangat sufi. Jadi kita lebih sering melihat pada disiplin ilmu apa yang menonjol. Namun, ”apa yang ada di gudang itu kan tidak semua terlihat di etalase.” Salah satu pemikiran Sykeh Buthi yang menurut saya perlu dikembangakan adalah komprehensi antar disiplin-disiplin pecahan ilmu agama, misalnya konprehensi antara fikih dengan tafsir, tasawuf dengan ilmu kalam. Ini dilakukan supaya integral. Saya bisa mengatakan bahwa syekh buti ini bisa disebut Imam Ghazali kedua baik di dalam mengutarakan argumentasi maupun mengutuhkan kembali ilmu-ilmu Islam itu yang selama ini pecah: fikih jauh dari tarekat, tarekat jauh dari ilmu kalam, teknologi jauh dari tauhid, dan seterusnya. Ini tidak benar. Nah pecahan pecahan ilmu agama itu disatukan lagi oleh Syekh Buthi dalam ceramah-ceramah dan pengajian. Keistemewaan lain Syekh Buthi adalah ceramahnya yang sistematik dan terukur, serta bisa langsung ditranskrip dan dicetak tanpa editing. Maka karya-karya beliau  tercatat cukup banyak dan sebagian besar sudah sampai ke berbagai pesantren di Indonesia.

* Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS),
Rais Syuriyah PBNU]
Dikutip dari: KH HASYIM MUZADI
(Mantan Ketua NU)
Senin, 01 April 2013 07:02
Awalnya, Syekh Buthi Membuat “Gerah” Salafi-Wahabi
Syekh Said Ramadhan Al-Buthi adalah tokoh utama kelas dunia dari kalangan Sunni atau Ahlussunnah wal Jama’ah. Beliau tidak hanya dikenal sebagai seorang sufi, namun juga ahli syariat sekaligus ahli hakikat, dan argumentator Sunni terhadap serangan-serangan non-Sunni. Ini diakui baik di Suriah maupun di dunia Muslim lainnya.

Salah satu dari kehebatan Syekh Buthi adalah kemampuannya berargumentasi
terhadap serangan-serangan kelompok takfiriyah yang suka mengkafirkan
kelompok Asy’ari (Sunni), juga suka mengkafirkan amalan-amalan fadhilah dan
lain sebagainya. Syekh Buthi ini paling gigih dan paling jitu untuk melawan
mereka.
Ada dua karya Syekh Buthi yang membuat “gerah” kelompok Wahabi dan Salafi
yang ada di Suriah dan di dunia muslim pada umumnya. Pertama bukunya yang
berjudul al-La Mazhabiyyah: Akhtoru Bid’atin Tuhaddidus Syariah Islamiyyah,
yang artinya bahwa pemikiran non madzhab adalah bid’ah baru yang dapat
merusak pemikiran syari’ah. Ringkasnya, buku itu menjelaskan bahwa orang
memahami Islam itu harus dengan pola berfikir. Nah pola berfikir itu dengan
metodologi ijtihad yang tidak bisa hanya diserahkan orang-perorang yang
tidak memenuhi syarat untuk itu. Menurut Syekh Buthi, bagi mereka yang
melakukan itu samalah artinya dia merusak Islam karena dia akan
memelencengkan makna yang sesungguhnya dari Islam itu sendiri. Buku ini
sangat terkenal dan jitu sekali untuk melawan Wahabiyah dan kelompok
takfiriyah tadi.
Kedua, buku Syekh Buthi yang berisi uraian tentang Salafi yakni
As-Salafiyyah. Bahwa menurutnya, Salafi ini bukan madzab tapi suasana
keagamaan pada zaman as-salafus salih. Jadi Salafi bukan merupakan pola
pemikiran tapi fakta kehidupan darus salam itu yang damai.
Dua buku itu betul-betul membikin kelompok Wahabi dan Salafi kelabakan,
sehingga sudah lama sebenarnya ada pertentangan sektarian antara
Wahabi-Salafi dengan Syekh Buthi.
Penasihat Presiden
Bersamaan dengan itu Syekh Buthi menjadi penasihat Presiden. Dalam keadaan
normal ia memberikan nasihat di bidang agama. Namun karena adanya konflik
yang membelah pemerintah dan masyarakat pemberontak, dalam hal ini juga
dikompori oleh luar negeri, maka terjadi kolaborasi antara faktor agama dan
konflik politik.
Sementara itu di pemerintahan sendiri banyak unsur Syiah Alawiyahnya yang
tidak disukai oleh jamaah-jamaah takfiriyah yang dimotori oleh
Slafi-Wahabi, meskipun Syekh Buthi sendiri bukan orang Syiah. Syekh Buthi
sendiri sebenarnya berada di pemerintahan dengan maksud ingin mencari
keseimbangan antara Sunni dengan Syiah Alawiyah itu.
Konflik Suriah memang terus berlanjut. Faktor yang lebih dominan sebenarnya
adalah politik. Pertama sebenarnya karena Israel itu ingin menghancurkan
Suriah karena dia negara yang paling depan berhadapan dengan mereka. Di
sana dihuni kekuatan-kekuatan militan yang melawan Israel. Seperti kekuatan
Syiah yang dikendalikan oleh Iran, lalu kekuatan Hamas yang dikendalikan
oleh Khalid Massal dan beberapa kekuatan Syiah sebagai bagian dari
Hezbollah yang dipimpin oleh Hasan Nasrollah. Tiga kekuatan ini yang
membuat Suriah menjadi musuh utama Israel ditambah bahwa pemerintahan
Basyar sendiri cenderung ke Syiah Alawiyah.
Karena faktor politik ini, tentu sebagaimana juga penyerangan terhadap
negara Islam yang lain pasti Amerika ikut campur. Dan dapat diduga bahwa
dia pasti membantu pemberontak, pertama karena tidak suka dengan
pemerintahan, kedua Salafi-Wahabi itu selalu pro Saudi-Amerika, termasuk di
dalamnya jamaah takfiriyah.
Sementara negara-negara yang ‘sudah direformasi” seperti Mesir, Libya dan
sebagainya yang diam-diam berpihak kepada Amerika, dan di sini mereka
berpihak pada pemberontak. Nah karena itu maka Iran menyeret Cina dan Rusia
untuk masuk dalam pertempuran ini karena faktor perlawanan terhadap
Amerika, sebenarnya bukan karena faktor agama, namun untuk menjaga
keseimbangan Barat dan Timur.
Maka terjadilah carut marut politik di Suriah, dan Syekh Buthi berada pada
posisi yang tidak menguntungkan. Karena beliau sebagai orang Sunni, sebagai
penasihat pemerintah itu pun dia harus berhadapan dengan Syiah Alawi,
sementara yang takfiri ini menganggap bahwa Syekh Buthi berpihak pada
kedzaliman.
Karena Syekh Buthi itu dianggap sangat besar kekuatannya terutama dalam
Islam maka kemudian beliau diserang dengan cara seperti itu. Syekh buthi
meninggal dalam aksi serangan bunuh diri. Saya kira penyerangan ini tidak
jauh dari kelompok takfiriyah, atau gerakan-gerakan politik yang anti
pemerintah.
Propaganda Negatif
Setelah Syekh Buthi meninggal dengan cara seperti itu, kelihatannya pihak
barat dan dari pihak Salafi-Wahabi ini mengkhawatirkan dukungan ulama
dunia, atau simpati umat dunia terhadap beliau. Maka direkayasalah terhadap
beberapa ulama untuk menjelekkan Syekh Buthi, seperti Syekh Qaradhawi. Ada
statemen beliau yang cenderung memojokkan. Nah itu sebetulnya adalah bagian
dari gerakan politik untuk meredam dukungan dan simpati kepada Syekh Buthi.
Kita mendengar orang yang menjelekkan Syekh baik di media cetak maupun
elektronik internasional. Padahal di dalam orang Islam orang yang meninggal
itu tidak usah dijelekkan. Ada haditsnya yang nenyebutkan, ‘Udzkuru ma
hasina mautakum’. Nah tapi untuk kepentingan supaya tidak ada reaksi maka
Syekh Buthi dijelekkan. Jadi kita tidak perlu memperbesar kontroversi ini
karena termasuk bagian dari konspirasi orang lain.
Menurut ahlissunnah wal jamaah, orang yang shalih tetaplah shalih. Bahwa
pilihan politik berakibat sesuatu itu kita tidak masuk dalam penilaian
pribadi dan agamanya seperti dulu pada waktu zaman pertentangan Sayydina
Ali dan Sayyidina Utsman. Orang Sunni mengatakan, ‘Apa yang terjadi di
dalam sahabat itu kita diam”, karena itu bukan dari faktor agama tetapi
faktor lain. Sehingga dari kelompok Sunni di dunia lebih senang kalau dia
tidak menghujat Syekh Buthi dan ini lebih kepada masalah politik bukan
masalah sektarianisme agama sekalipun masalah sektarianisme agama ini
menjadi sumbu disebabkan karena permainan global untuk memainkan antara
sektor itu.
Hubungan dengan NU
Sewaktu ke Suriah, saya sempat bertemu dengan Syekh Buthi bersama beberapa
kiai, antara lain KH Idris Marzuki, KH Masruri Mughni (alm.), dan KH Nur
Muhammad Iskandar. Beliau sudah memberikan ijazah langsung untuk
menyebarkan semua karyanya.
Salah satu karyanya yang paling terkait dengan NU adalah Syarah Al-Hiham,
karena Al-Hikam sendiri adalah kitab tasawuf andalan yang dikaji di
pesantren. Menurut saya, kelebihan kitab yang ditulis Syekh Buthi dibanding
syarah hikam lainnya, pertama karena beliau memulai Hikam itu dari
syariatnya kemudian masuk hakikat. Jarang ada syarah Hikam seperti itu.
Biasanya hakikatnya itu saja yang disyarahi. Jadi dari syariat beliau
mengungkapkan dalil-dalilnya, baru baru masuk ke hakikat.
Yang kedua Syekh Buthi ini memperlengkapi Hikam ini dengan dalil-dalil yang
muktabar baik Al-Qur’an maupun hadits nabi, karena hikam sendiri didalamnya
tidak ada dalil hanya menyinggung sedikit tentang ayat, tapi belum
proporsional pada setiap qoul ada dalilnya.
Di NU memang Sykeh Buthi ini kalah populer dibanding dengan misalnya Syekh
Wahbah Zuhaili dan Qaradhawi. Itu karena masalah silaturrahim saja, karena
beliau sudah sepuh. Syekh Wahbah masih sering datang ke Indonesia,
sementara Syekh Buthi hanya diwakilkan kepada putranya, Dr Taufik.
Kedua, kitab-kitab Syekh Buthi bukan kategori fikih praktis, meskipun
banyak sekali yang terkait dengan fikih dan ushul fikih, tapi beliau lebih
dikenal dengan ulama sufi dan argumentator Sunni. Namun mestinya para ulama
itu tidak bisa secara simpel dipetakan sebagai ahli fikih atau tasawuf.
Seperti imam Syafi’i adalah ahli fikih padahal beliau sangat sufi. Imam
Hanafi adalah ahli ra’yi tapi beliau juga sangat sufi. Jadi kita lebih
sering melihat pada disiplin ilmu apa yang menonjol. Namun, “apa yang ada
di gudang itu kan tidak semua terlihat di etalase.”
Salah satu pemikiran Sykeh Buthi yang menurut saya perlu dikembangakan
adalah komprehensi antar disiplin-disiplin pecahan ilmu agama, misalnya
konprehensi antara fikih dengan tafsir, tasawuf dengan ilmu kalam. Ini
dilakukan supaya integral. Saya bisa mengatakan bahwa syekh buti ini bisa
disebut Imam Ghazali kedua baik di dalam mengutarakan argumentasi maupun
mengutuhkan kembali ilmu-ilmu Islam itu yang selama ini pecah: fikih jauh
dari tarekat, tarekat jauh dari ilmu kalam, teknologi jauh dari tauhid, dan
seterusnya. Ini tidak benar.
Nah pecahan pecahan ilmu agama itu disatukan lagi oleh Syekh Buthi dalam
ceramah-ceramah dan pengajian. Keistemewaan lain Syekh Buthi adalah
ceramahnya yang sistematik dan terukur, serta bisa langsung ditranskrip dan
dicetak tanpa editing. Maka karya-karya beliau tercatat cukup banyak dan
sebagian besar sudah sampai ke berbagai pesantren di Indonesia.
* Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Rais Syuriyah
PBNU

Anonymous Berhasil Bongkar File Mossad, dan Temukan Rahasia…

http://www.eramuslim.com/berita/laporan-khusus/anonymous-berhasil-bongkar-file-mossad-dan-temukan-rahasia.htm#.UW0K9EoyqSo

Redaksi – Sabtu, 2 Jumadil Akhir 1434 H / 13 April 2013 15:02 WIB
 

Pekan lalu, organisasi hacker “Anonymous,”  awalnya hanya melakukan hack pada perangkat Komputer Negara Israel, ternyata berhasil membongkar dan mengekspos jaringan tersembunyi dari 30.000 operasi rahasia Mossad di seluruh dunia, beberapa filenya  terbuka dengan label “hitman”.

Sekarang rezim Israel telah alami ancaman internet akibat  penyerangan  oleh “Anonymous,” jika informasi rinci tentang sel teror  dari intelijen mereka bocor dan terbuka, maka siapapun yang berkepentingan akan mengetahui siapa pihak dibalik  aksi terorisme di dunia ini dari sebuah organisasi dengan 30.000 operasi rahasia di seluruh dunia, dan hampir semua anggota terlatih dalam penggunaan bahan peledak dan pembongkaran, bom mobil, penculikan dan pembunuhan, dan dengan sejarah panjang pembunuhan dan perusakan dalam beberapa negeri.

 

Setiap hari kita melihatnya dalam berita, puluhan tewas di Pakistan, puluhan lainnya di Irak, Kenya, Nigeria, dan berbagai Negara lainnya. Mossad memiliki tentara rahasia dari 30.000 operasi rahasianya, mereka merencanakan perencanaan teror, membangun selusin bom mobil dalam sehari dan kemudian dengan media yang mereka kendalikan, mereka menyiarkan kebohongan dan menyalahkan pihak  lain yang berbuat. Dan dalam banyak kasus, banyak pejabat publik di Negara objek operasinya dikontrol melalui pemerasan, ancaman atau suap, untuk “merespon seperti yang telah mereka arahkan.”

Tentara intelijen Mossad , atau lebih tepatnya sering disebut dengan “sel” terpapar dan terbuka oleh serangan “Anonymous” , gerakan pengrusakan mereka meliputi:

 

1. Unit Aksi Langsung: berupa aksi para pembunuh terlatih, para ahli bahan peledak (Mossad “signature” bom mobil) dan tim penculik / rendition

2. Unit Spionase: Terdiri dari agen intelijen, sangat terlatih khusus .Kelompok ini masuk kedalam sistem pertahanan Pentagon dan Gedung Putih, sebagian anggotanya merupakan anggota maupun staf Kongres.

Sebagiannya masuk dalam Tim Pemikir (think tank) dari AIPAC dan ADL / SPLC . Spionase khusus ini jarang menggunakan warga Israel langsung , mereka memakai warga Negara yang lain, dan juga sering menggunakan warga kebangsaan Turki, Arab, Yordania dan bahkan dari diplomat Kuba.

 

3. Oposisi Terkendali: sebagai pengendali isu, mereka membuat kelompok oposisi . Yang paling jelas adalah kelompok Neo-Nazi yang baru baru ini terungkap yang didanai melalui pemerintah Merkel di Jerman yang sangat dipengaruhi oleh Partai Likudist  Israel. Hampir setiap individu atau organisasi LSM yang terdepan di dunia ini , dengan beberapa pengecualian tertentu, yang menggembar gemborkan dirinya sebagai “penentang holocaust ,” “anti-Zionis” , kini didanai dan diarahkan melalui Israel juga.

4. Kendali Pemikiran (Mind Control) : Banyak buku populer, beberapa universitas ternama, eksekutif siaran media terdepan maupun editor berita ternama yang pernah digunakan kecuali personil dan anggotanya dipengaruhi dan dimilik Israel, semuanya secara aktif terlibat dalam menciptakan cerita yang mengcover / menutupi / mengalihkan berita terhadap “30.000″ operasi sel Mossad, operasi yang berupa pembunuhan massal, pembunuhan politik, kejahatan ekonomi atau kebohongan besar.

 
 Dalam dekade terakhir ini, masyarakat dunia menjadi sadar bahwa banyak pembunuhan seperti Forrestal, Kennedy, Martin Luther King, Senator Paul Wellstone dan lain lainnya , bahkan operasi besar seperti kasus WTC 911 akan mengarah pada operasi sel Mossad yang rahasia.
(GD / HSN / SL/VT)

Italia Bongkar Konspirasi Besar Mossad-CIA Dalam Peristiwa WTC 11 September

 

Indonesia dalam ancaman besar agenda Zionist. hati2…ROMA (SuaraMedia News) – Mantan Presiden Italia Francesco Cossiga, yang menyatakan keberadaan Operasi Gladio, mengatakan kepada surat kabar Italia tertua dan paling banyak dibaca bahwa peristiwa 9/11 didalangi oleh dua lembaga intelijen CIA dan Mossad, dan bahwa ini adalah hal yang sudah diketahui secara luas di antara badan-badan intelijen global.


Dalam tulisan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Cossiga mengatakan kepada surat kabar Corriere della Sera: “Semua (badan intelijen) Amerika dan Eropa … mengetahui dengan baik bahwa serangan mematikan tersebut telah direncanakan dan menyadari dari Mossad, dengan bantuan dunia Zionis yang bermaksud untuk menempatkan negara-negara Arab di bawah tuduhan terorisme dan dalam rangka mendorong negara-negara adikuasa Barat untuk mengambil bagian di perang Irak dan Afghanistan.” “dan selanjutnya Iran, akan dijatuhi resolusi DK PBB tentang pengayaan nuklir nya”.

Cossiga terpilih sebagai presiden Senat Italia pada Juli 1983 sebelum memenangkan pemilihan umum untuk menjadi presiden negara pada tahun 1985, dan ia tetap menduduki jabatan tersebut hingga 1992.

Kecenderungan Cossiga yang terang-terangan telah mengacaukan pendirian politik Italia, dan ia dipaksa mengundurkan diri setelah mengungkapkan keberadaan Operasi Gladio, serta perannya dalam mendirikan operasi tersebut. Ini adalah jaringan intelijen yang buruk yang berada di bawah pengawasan NATO yang melakukan pengeboman di seluruh Eropa pada 1960-an, 1970-an dan ’80-an. Spesialisasi Gladio adalah untuk melaksanakan apa yang mereka sebut “bendera palsu” dari operasi-serangan teror yang disalahkan pada oposisi domestik dan geopolitik.

Pada Maret 2001, agen Gladio Vincenzo Vinciguerra menyatakan, di bawah sumpah, “Anda harus menyerang warga sipil, orang-orang, perempuan, anak-anak, orang yang tidak bersalah, orang-orang tak dikenal yang jauh dari segala permainan politik. Alasannya cukup sederhana: untuk memaksa masyarakat untuk berpaling ke negara untuk meminta jaminan keamanan yang lebih besar.”

Cossiga pertama menyatakan keraguan tentang peristiwa 11 September 2001, dan dikutip oleh peneliti 9-11 Webster Tarpley, ia mengatakan “Para dalang serangan pasti memiliki pikiran yang canggih, yang disediakan dengan peralatan yang cukup tidak hanya untuk merekrut kamikaze fanatik, tetapi juga personil sangat khusus. Saya tambahkan satu hal: itu tidak dapat dilakukan tanpa adanya penyusupan di radar dan personil keamanan penerbangan.”

Berasal dari mantan kepala negara yang dihormati secara luas, pernyataan Cossiga bahwa serangan-serangan 9-11 merupakan pekerjaan orang dalam dan bahwa ini adalah pengetahuan umum di antara badan-badan intelijen global. Ini adalah satu lagi konfirmasi yang membuka mata, yang belum disebutkan oleh mesin propaganda Amerika di media cetak atau di TV. Namun demikian, karena pengalaman dan statusnya di dunia, Cossiga tidak bisa begitu saja dianggap sebagai orang gila.

Sejak serangan 11 September, berbagai teori konspirasi tentang peristiwa 9/11 telah diajukan di situs Web, buku, dan film. Banyak kelompok dan individu menyarankan teori-teori konspirasi 9/11 mengidentifikasi sebagai bagian dari 9/11 Truth Movement. Berbeda dengan teori-teori konspirasi tentang kematian Putri Diana, teori-teori konspirasi 9/11 tidak muncul segera setelah kejadian tersebut. Memang, ahli teori konspirasi paling profesional di Amerika Serikat tampaknya terkejut seperti seluruh populasi. Teori-teori yang pertama muncul berfokus terutama pada berbagai anomali (kejanggalan) dalam bukti-bukti yang tersedia untuk publik, dan pendukung kemudian mengembangkan teori lebih spesifik tentang dugaan plot.

Teori-teori yang pertama diuraikan muncul di Eropa. Mereka meliputi sebuah blog yang diterbitkan oleh Mathias Bröckers, seorang editor di surat kabar Jerman Die Tageszeitung pada waktu itu; buku “9 / 11: The Big Lie” oleh jurnalis Prancis Thierry Meyssan, buku “The CIA and September 11” yang ditulis oleh mantan menteri negara Jerman Andreas von Bülow dan buku “Operation 9 / 11”, yang ditulis oleh jurnalis Jerman Gerhard Wisnewski.

Sementara teori-teori ini sangat populer di Eropa, mereka diperlakukan oleh media AS dengan penuh kebingungan dan diberhentikan oleh pemerintah AS karena dianggap sebagai produk anti-Amerikanisme. Dalam sebuah pidato untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa pada November 10, 2001, Presiden Amerika Serikat George W. Bush mengecam munculnya “teori konspirasi yang keterlaluan”.

Pada tahun 2004, teori-teori konspirasi tentang serangan 11 September mulai memperoleh tempat di AS. Satu penjelasan untuk peningkatan popularitasnya adalah bahwa itu bukan karena penemuan bukti yang terbaru atau lebih menarik atau peningkatan kualitas teknis presentasi tentang teori-teori itu, melainkan tumbuhnya kritik terhadap Perang Irak dan presiden George W . Bush, yang telah terpilih kembali pada 2004.

Terungkapnya keberadaan spin doctor (orang yang tugasnya membalikkan fakta agar satu pihak terlihat lebih baik) dan kebohongan oleh para pejabat federal, seperti klaim tentang keberadaan senjata pemusnah massal di Irak, terlambatnya perilisan Arahan Harian Presiden tahun 6 Agustus 2001 dan laporan bahwa NORAD telah berbohong kepada Komisi 9/11, mungkin telah memicu teori konspirasi tersebut. (iw/pt)

(dikutip oleh http://www.suaramedia.com)

Sekarang mari kita analisa, ketika kita menonton TV atau membaca berita di Surat kabara, baru2 ini yang memenuhi media adalah tentang isu “Terrorisme”.

Logika sederhana, mari kita lihat liputan ulang beberapa sorotan media tentang terorisme, dan lebih parah lagi, bahwa “ISLAM ADALAH TERORIS”..

seputar sorotan media tersebut akan kelihatan janggal dan lucu, mulai dari pemberondongan noordin M top di temanggung-jawa tengah, selanjutnya isu BOM di cikeas,.. semuanya terlihat di buat-buat, dan kelihatan tidak logis. silahkan analisa ulang.

mengenai media baik TV maupun surat kabar,.. kita tahu, bahwa SCTV,TV-ONE, TRANS TV dan semua media nasional, juga surat kabar, adalah dibawah kendali kuasa dan kontrol ZIONIST, dan sudah barang tentu, apa yang akan diberitakan dan ditampilkan adalah segala hal yang mereka anggap menguntungkan bagi mereka(zionist) dan menghapus pemberitaan apa saja yang tidak menguntungkan bagi mereka.

Hati-hati lah menonton TV dan membaca Surat kabar, anda boleh percaya, tapi jangan memeakai kacamata kuda alias ditelan mentah2,.. ketika menyorot media, kita harus menganalisa dan selektif,..karna tanpa disengaja, sebenarnya program besar zionist untuk mengontrol umat manusia, sangat dipengaruhi oleh “Propaganda media” baik TV maupun surat kabar.

jangan heran bahwa pemberian label “teroris” pada umat islam, adalah agenda mereka untuk membenarkan mereka melalui legalitas PBB dan USA sebagai polisi dunia, untuk membantai umat muslim, seperti ditaliban,iraq, lebanon dan lain2.

kita juga tahu, bahwa pengalihan isu “teroris” untuk melabelkan umat islam, adalah penipuan yang kontradiktif dengan fakta, yaitu PEMBUNUHAN MASSAL di PALESTINA, adalah bentuk terorisme yang sebenarnya,.. mereka (USA&ISRAEL DKK) adalah teroris yang sebenarnya.

Indonesia dalam ancaman besar agenda Zionist. hati2...


World Trade Center, New York (2001)
Kebocoran dokumen rahasia mengungkap bahwa pejabat senior dari pemerintahan Amerika sebelumnya memperingatkan pihak panel investigasi peristiwa 9/11 untuk tidak menyelidiki terlalu dalam terhadap serangan teroris tersebut.

Dalam sebuah surat yang didapatkan oleh American Civil Liberties Union (ACLU) disebutkan, Komisi 11 September tidak diijinkan menanyai tersangka teroris, mengingat pemerintah Bush berargumen bahwa dengan melakukan itu, panel akan melanggar batas dan menghalangi upaya pemerintah melindungi negara.

Menyebutkan urgensi perlindungan keamanan nasional termasuk perlindungan terhadap keselamatan warga Amerika dari serangan teroris di masa depan, pemerintah menuntut Komisi 11 September untuk tidak melangkah lebih jauh dengan menyelidiki lebih mendalam soal serangan teror yang menghancurkan menara kembar WTC, New York.

“Selaku pejabat tinggi Amerika Serikat bertanggung jawab untuk mematuhi hukum, fungsi pertahanan dan intelejensi pemerintah, kami mendesak agar Komisi Anda tidak mengejar lebih jauh permintaan yang telah diajukan untuk ikut dalam proses interogasi tahanan,” demikian disebutkan dalam surat tersebut.

Surat peringatan itu tertanggal 6 Januari 2004 dan ditandatangani mantan Jaksa Agung Ashcroft, Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld, dan Direktur CIA George Tenet.

Komisi 11 September dibentuk pada November 2002 untuk menyiapkan jabaran komplit perihak serangan teror ke gedung kembar WTC yang hingga kini masih diselimuti banyak ketidakjelasan.

Seperempat orang dewasa di Amerika Serikat berpendapat bahwa serangan teroris 2001 direkayasa.
Sumber:
http://indonesian.irib.ir/index.php/option=com_content&view=article&id=19866&catid=26&Itemid=88


RT-Hampir satu dekade sejak terjadinya tragedi nasional 11 September, sebagian besar warga Amerika Serikat tetap menolak kebenarannya.

Seperti kebanyakan lainnya, seorang pencari fakta 11 September, Frank Agamemnon, akan menggelar konferensi selama dua hari di Pennsylvania dengan tema ‘Pengkhianatan di Amerika.’
Ratusan warga dari berbagai kota di Amerika mencari jawaban mulai dari para polisi, pejabat militer, jurnalis, dan insinyur. Mereka mendukung investigasi baru atas peristiwa 11 September.
“Pemerintah telah berbohong kepada kami tentang peristiwa 11 September. Dan jika kenyataaan yang sebenarnya terungkap, mungkin peperangan akan berakhir,” kata Agamemnon.
Pejabat FBI Colleen Rowley pada 2002 menuding bosnya gagal bertindak menyikapi informasi yang diterima sebelum peristiwa 11 September terjadi.
“Pemerintah akan menggunakan berbagai cara untuk menakut-nakuti, untuk mengacau para aktivis dan membungkam massa. Mereka telah melakukannya, dan akan melakukannya lagi,” kata Rowley.
Richard Gage, pendiri ‘Architects and Engineers for 9/11 Truth’, menegaskan lebih dari 1.100 pakar berpendapat bahwa penyebab runtuhnya gedung World Trade Center bukan tabrakan pesawat.
“Gedung-gedung itu hancur karena ledakan. Lebih dari seribu arsitek dan insinyur menuntut pihak Kongres mengeluarkan instruksi investigasi berdasarkan bukti-bukti kami.”
Di lain pihak, seorang penulis dan jurnalis independent Russ Baker, menilai upaya tersebut tidak akan membuahkan hasil.
Menurutnya “terdapat sebuah pemakluman penyensoran dalam kanal-kanal kekuasaan. Mereka tahu bahwa para bos tidak ingin mendengarnya. Dan mereka tidak ingin membahayakan profesi mereka.”
Tidak hanya itu, Agamemnon menegaskan: “Warga Amerika perlu untuk peduli, lebih banyak membaca, dan memahami kebohongan yang telah menyeret kita dalam berbagai peperangan.” (Russia Today)
Berita lainnya:
http://id.berita.yahoo.com/sssttt-ini-dia-9-teori-konspirasi-terkait-runtuhnya-134535702.html

Hizbullah VS Israel
Agen Mata-mata Israel Bongkar Informasi Rahasia Kepada Hizbullah
Islam Times- Menurut laporan itu, tertangkapnya dua warga Libanon Ziad al-Homsi dan Mustafa Ali Awadeh pada Mei 2009 atas tuduhan mata-mata untuk Israel adalah hasil dari informasi rahasia yang dibongkar oleh Zygier.
http://www.islamtimes.org/vdcdoj0xoyt0on6.lp2y.html
Agen Mossad ongkar informasi rahasia pada Hizbullah: Prisoner X
Agen Mossad ongkar informasi rahasia pada Hizbullah: Prisoner X

Majalah terkenal Jerman dalam sebuah laporan mengatakan agen Australia-Israel Mossad yang disebut Prisoner X membocorkan informasi rahasia kepada kelompok Perlawanan Hizbullah Libanon sebelum kematiannya.

Majalah mingguan Der Spiegel pada Ahad, 24/03/13, menulis, Ben Zygier agen Mossad yang ditemukan tewas di sebuah penjara keamanan tinggi di Tel Aviv pada akhir 2010, telah membocorkan informasi kepada Hizbullah mengenai warga negara Libanon yang menjadi mata-mata untuk Israel.

Menurut laporan itu, tertangkapnya dua warga Libanon Ziad al-Homsi dan Mustafa Ali Awadeh pada Mei 2009 atas tuduhan mata-mata untuk Israel adalah hasil dari informasi rahasia yang dibongkar oleh Zygier.

Repoter Australia, Trevor Bormann pada 12 Februari lalu mengungkap identitas tawanan X yang ditemukan tewas gantung diri di sel Israel dekat Tel Aviv pada akhir 2010.

Selama dua tahun, Israel memerintahkan membungkam para wartawan di Israel untuk menceritakan kisah Prisoner X. Perintah itu sebagian terungkap oleh sebuah pengadilan Israel dua hari setelah Australian Broadcasting Corporation (ABC) membongkar laporan tersebut.

Ben Zygier lahir di Melbourne, seorang pria 34 tahun dengan kewarganegaraan ganda Australia-Israel dan bekerja untuk agen mata-mata Israel, Mossad, sejak tahun 2003.

Setelah pembokaran itu, Tel Aviv rezim terpaksa mengakui bahwa Zygier dipenjara dengan identitas palsu "untuk alasan keamanan."

Menurut sebuah laporan yang dikleuarkan oleh The New York Times pada tanggal 14 Februari lalu, Zygier merupakan salah satu dari 26 agen yang tersangka dalam plot pembunuhan yang menargetkan Mahmoud al-Mabhouh seorang pejabat teras Hamas.

Pembunuhan itu teridentifikasi dan pejabat itu dibunuh di kamar hotel setelah kedatangannya di Dubai, Uni Emirat Arab, pada bulan Januari 2010.[IT/On]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar