Kamis, 29 September 2011

TvOne Melakukan Dua Ketidakadilan Dalam Pemberitaan Terorisme..>>> .Kalau saja Grace seorang Muslim...Ooohhhhh Grace itu bukan Muslimah Toh.. >> Pantesan saja begitu ngotot dan sangat tendensius...>> jangan2 Dia itu jaringannya para antek2 Penjajah Kriminal.. yang selalu mecari celah2 Muslimin untuk dijadikan sasaran Fitnah dan rekayasa Dusta...>> Bahkan Faham Islam saja pastinya tidak.. Kok pintar2nya mengkomentari Pesantren dan ajaran Islam...>> Waspadalah uacapan dan cara2 Sdri.. Grace itu bisa2 ia itu ... memang alat Media mainstream yang dipasang oleh kelompok yang marupakan jaringan propaganda Penjajah Kriminal Internasional yang selalu Jahat dan Keji terhadap Umat Islam sejak dahulu hingga kini..>>> Lihatlah Betapa jahat para Penjajah Kriminal Internasional itu... di Surabaya dan Ambarawa dan Rawa gede dan Bandung- dan Sulawesi dll di Indonesia sekitar 1945-1947..>>> Jadi para Penjajah Kriminal Internasional dan antek2nya itu ...memang organisasi yang sudah ada sejak lama sekali.. dan perhatikan.. itu ... Betapa Jahatnya dan Keji dan Dustanya mereka terhadap Rakyat dan Bangsa Palestina 1947-hingga sekarang ...>> Apa itu isu Holocaust..?? Semuanya dusta.. dan tipuan politik barbar jahat...>> Israel itu Negara Dusta..dan Negara Tipuan... >> Yahudi Israel itu Bangsa Kelompok Penjahat Internasional.. adalah Perampok dan Perampas..Negara dan Tanah Air Bangsa dan Rakyat Arab Palestina yang benar dan sah >> Yahudi Israel itulah yang menipu Bangsa AS dan Bangsa Inggris dan Bangsa Prancis.. kalau mereka sadar...>> Coba itu Bank Sentral AS-Inggris-Prancis-Canada-Italia dll bukan ditangan Pemerintah mereka tetapi menjadi milik2 swasta ..Dan pemegang saham utamanya ya tokoh2 Yahudi Israel itu...>> Makanya Presiden2 AS dan PM dan Presiden atau Raja2 Eropa itu luk takluk kepada Yahudi Israel..>>.. Jadi jelaslah siapa Yahudi Israel Zionis itu..?? Itulah mereka.. sebenarnya ... makanya selalu membuat reakayasa Kebohongan2 dan Dusta2 untuk bisa menguasai harta dan kekayaan Negara lain..?? Semoga menjadi paham..Dan semoga rakyat dan bangsa2 AS dan Eropa menjadi sadar.. bahwa mereka selama ini dijadikan budak2 hinanya Yahudi Israel... ya jadi goyim2nya...lah..>>.... Hai Umat Kresten dan Umat Islam Indonesia jagalah persatuan..dan jangan mau dijebak dengan dusta2nya Yahudi Israel dan dusta2nya para Penjajah Kriminal Internasional dan antek2nya..>>.. Yang begitu jelas sebagai penjahat ... Kok malah di-bela2 oleh para kolaborator dan para antek2 Penjajah Kriminal Internasional itu.. terutama bangsa2 yang Jahat dan Anti terhadap Umat Islam..>> juga bagaimana jahatnya dan keji dan Dustanya terhadap Rakyat dan bangsa Iraq dan Afghanistan di tahun 2001-hingga kini..>> Dan mereka para penjajah itu menggunakan dalih " Perang Terhadap Teror" ..dan dengan dalih Tragedy 911 di New York...>> Padahal keruntuhan Gedung itu adalah permainan Jahat dan Dustanya para inteligen AS sendiri dan bahkan bukti2 persekongkolan para petinggi Gedung Putih-GW Bush dkk dan Tony Blair Inggris dkk-nya..>> Benar2 Dusta2 yang direkayasa dan di engineering secara penuh manipulasi dan kebohongan2..>> Konon runtuhnya Gedung kembar WTC itu oleh tabrakan pesawat sipil .. [ini pesawat sipil dan dengan canggihnya peralatan AS tidak mungkin membawa BOM..tanpa bisa terditeksi.. .. >> konon 2 buah pesawat yang menabraknya ..>> bahkan konon ada lagi pesawat sipil yang menabrak Gedung Pentagon..>> Pesawat sipil lagi ??? Benarkah?? ] . tetapi semua itu ternyata dari ledakannya dan akibat2nya kok seperti bom.. atau adanya kumpulan dan sebaran bahan peledak yang telah dialokasikan dalam Gedung itu sendiri secara terorganisir.dan sangat profesional... ??? Aneh lagi kan.. ?? >> Dan ternyata ada lagi Gedung no 7 dan tanpa ditabrak pesawat apapun Tiba2 runtuh secara vertikal persis seperti Keruntuhan Gedung Kembar WTC yang konon ditabrak pesawat penumpang sipil..?? Aneh sekali kan ...??? Apakah ini bukan permainan Dusta..?? Belum lagi ditemukan berbagai alat peledak dan serpihan sisanya dan partikel2nya... dalam gedung WTC dan Gedung No 7 itu..>> Konon sampai berminggu-minggu api tidak mati2 membakar sisa2 besi penyangga Gedung tersebut.. ?? Sungguh Keanehan luar biasa?? >> Nah Mengapa kita mau jadi orang tolol dan dongo ... mau percaya terhadap isu "perang terhadap teror" ala Dustanya para Pejabat Pemerintahan AS dan Sekutu2 Jahat itu..>> Ini kemungkinan besar adalah perebutan dana dan uang yang ingin dirayah dan dijarah .oleh pihak2 tertentu ??? dan dengan manipulasi kekuasaan-politik-dan permainan Dusta..maka dicabik-cabiklah negara lain.khususnya Negara2 Islam atau berpenduduk mayoritas Islam ....>> .. Pemerinthan AS sendiri telah jelas2 membunuh rakyat mereka sendiri yang jelas tak berdosa terhadap negara mereka.. +/- 3000 orang di Gedung WTC.. >> Benar2 Kejam..dan Terkutuklah para Penjajah Kriminal Internasional itu..dan juga antek2nya..>> Kalau Rakyat mereka sendiri yang baek2 yang membayar pajak dengan taat...yang bukan kriminal bahkan mereka adalah pekerja-profesional-pedagang dll...... Dan konon adalah Warga Negara yang baek..>> Kok Dijadikan Korban dan dianiaya...??>> Lalu.. Bagaimana kita bisa percaya bahwa AS dan para Penjajah Kriminal itu mau ikhlas memberikan kasih sayang dan freedom mision kepada kita2 bangsa Indonesia dan negara2 muslim lainnya ... >> Dan dengan murah hati memberikan dana2 dan hibah2.. dan donasi2 tanpa ada niat lain dibalik itu semua...??? >>> Coba pikirkan dengan Kepala Dingin dan Akal sehat..Bung!!>> .. Sejarah telah nyata... Akal sudah ada.. Kok mau2nya menjadi antek2 para Penjajah Kriminal Internasional yang Pendusta- Jahat dan Keji.. secara nyata dan gamblang..adalah Pendusta dan Kejam.. dan Serakah..>> Ohhhh ... dear Grace dan siapa lagi itu TV One- Bang One..???>> Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi Umat Islam dan Kresten Solo untuk sadar dan kuatkan Persatuan.. >> Hayoo hajar dan hancurkan para Penjajah Kriminal Internasional dan antek2nya.. itu termasuk para RMS2 itu..>>... Benar2 ini Kejahatan Kemanusiaan dan harus dihukum secara nyata..>> Masihkah belum percaya atas adanya permainan dustanya para kolaborator2 Penjajah Kriminal Internasional itu..>>> apa itu bukan bukti nyata..??? Lalu mau apa lagi ini... Kasus Ambon .. yang dizholimi adalah jelas dan nyata Umat Islam Ambon yang relatif pada umumnya adalah Muslim Konservatif-lembut dan gak pernah cari gara2.. Kok dihajar dan dibunuh dan ditembaki dan rumah2 dan mesjid mereka dibakar..oleh Kresten Ambon..dan terlibat Pentolan2 dan tokoh RMS .Dan Anehnya ada Pembiaran oleh para Aparat Polisi dan TNI...??? Aneh kan.. Siapa ini TNI dan Aparat polisi itu..?? Inteligenkah...?? Antek2 Penjajah Kriminalo Internasional-kah..?? Atau Pendekar Pembela rakyat dan Bangsa Indonesia yang telah teraniaya oleh para antek2 Penjajah -para gerombolan RMS yang menista Presiden RI SBY??? .. Tidak mudah dipahami memang permainan inteligen itu.. >>> Terlebih permainan para antek2 Penjajah Kriminal Internasional yang menyusup kepada badan pemerintahan dan aparat polisi dan TNI..??>> Mungkin mereka ada instruksi dari pimpinan komandan2 mereka yang berbintang disetiap kelompoknya..??? >> .Hayooo renungkan secara akal sehat..bung..!! >> Ini nyata Bung... >> Lalu Apa itu di Solo ?? Bom terhadap Greja Kresten Solo ??... Kresten Solo itu adalah Kresten yang lemah lembut juga ... Kok di Bom...??? Bukankah Umat Islam dajarkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk berlaku adil dan melindungi para Kresten Jimmy..?? Siapa mereka yang membom itu.. Oohhh Teroris?? Siapa mereka itu.. Benarkah..itu ?? Lalu Apa itu ... Bom di Cirebon di Mesjid Kraton Cirebon...?? Ohhhh...di Mesjid dan yang di bom juga Umat Islam sedang sembahyang.Jum'at.??? Apa2an.. ini.. >> Coba renungkan dengan benar...>>> Semua ini permainan tingkat Grand Design Khas Koloaborator Internasional yang telah diatur ritme dan nada2 dan lagu2nya dan tanggal2 pertunjukannya dan bulan2 permainannya..dan episode2 pertunjukannya ..dan nuansa2nya. .>>.. Semua terencana dengan grand design rapi dan sasaran korban2nya dan lokasi2 permainannya... dan komentar2 media mainstremnya... heheh...!!! Lalu siapa korbn dan target utamnya ?? pasti semuanya itu Umat Islam...yang cinta Allah dan Rasulullah SAW secara kaffah..>>.. Ingatlah ada orang penting yang bertanya di TV itu yah.. Apakah Nabi Muhammad SAW.. pernah memotong tangan pencuri..?? Siapa dia itu yah..??.. Inilah cara2 pintar dan logis dan tipu daya propaganda para Anti Syariah dan Anti Islam itu..atau Islamophobia itu...??? Hehe.. Tapi sangat bersemangat membela para Penghina Islam dan sangat pintar membela para Pendusta Agama Islam.. ya Kaum Liberal-barbar - yang mengaku sebagai muslim.. atau para Penoda Agama Islam >>.... Waspadalah ... permainan media dan aktor2 permainannya dan ahli2 politik Jahat dan para antek2 Penjajah Kriminal Internasional.... yang ingin menyudutkan ajaran Islam dan aplikasi Syariah Islam..di Indonesia., tanpa mereka benar ingin belajar dan mengkaji secara benar-lurus-thaat-taslim dan tulus..>> Mereka selalu membangun prasangka2 jahat dan penuh tipuan2..>>.. Sayang ini bukan perdebatan Hukum Syar'i ?? > Waspadalah inilah permainan para Penjajah Kriminal Interbasional... dimana antek2nya selalu berada dimana-mana..denga jaringan dustanya yang sangat mahir... >>> Semua bagi mereka bisa dan mungkin dilakukan .dengan cara apapun tanpa kenal rasa kemanusiaan apapun...>> Walaupun mereka selalu mengatakan ini harus beradab- ini harus taat hukum- ini harus HAM - ini harus demi Kebebasan dll dll manipulasi politik barbar..>> Tapi faktanya adalah Dusta2 .. seperti paparan yang telah digambarkan diatas.... >> nah Ini semua .. karena memiliki kekuatan dan organisasi besar dan pendukung2 para penjajah itu dan juga jaringan dan dana keuangannya serta tingkat teknologi dan kontrol dan systemnya terlatih dan terlembagakan dengan besar dan kuat..?? Ranungkanlah Apa yang diutarakan diatas itu..>> Bisa diduga dengan akal sehat.. bahwa Apa yang terjadi semua itu tentu ada sistem dan organisasi para Pemain dan Mastermind-nya adalah orang2 dalam di inteligen itu sendiri... >> Bisa jadi mereka itu para pemilik bintang2 kekuasaan..di negeri ini..>> Bisa jadi jaringan antek2 Penjajah Kriminal itu adalah Petinggi2 dan Aparat2 yang haus kekuasaan dan rakus serta serkah akan Harta dan Kekuasaan belaka..>> Mereka tak segan2 menghancurkan Umat Islam Indonesia dan Rakyat Indonesia...>> Lihatlah bagaimana jahatnya masa2 Orde baru- dan hingga kini masih kuat nuansanya..>> Juga kita lihat sejarah.. bagaimana permainan Syah Reza Phahlevi dengan Jaringan SAVAK-nya semasa berkuasa dan menjadi antek2 Penjajah Kriminal Internasional.. sehingga Rakyat dan bangsa Iran diperlakukan dengan sangat sewenang-wenang..>> Lihatlah Marcos di Philipina- Lihatlah Mubarak di Mesir.. yang tidak hanya mengorbankan rakyat dan Bangsa Mesir , tetapi juga Rakyat dan Bangsa Palestina dan Pemimpin Palestina Yaser Arafat...>> Juga di Pakistan.dll>> Hayyoo bacalah sejarah dan lihatlah akibat nyatanya... Betapa pesta darah dan permainan kekuasaan untuk penjarahan kekayaan Negara dan bangsa...oleh segelintir kelompok para Penjajah Kriminal Internasional dan antek2nya..itu >> Perhatikan.. Apa yang terjadi dengan Freeport..dan Tambang2 Migas dari Ujung Aceh hingga Irian Barat..dll dll.. di Indonesia yang telah tergadaikan dan dijadikan Upeti2 persembahan oleh kekuasaan orde baru kepada Tuan2 Besarnya para Penjajah Kriminal Internasional pasca penggulingan secara culas dan keji terhadap Bung Karno...sejak tahun 1965 >>.>...pembawa acara Grace Natalie [pembawa acara Non Muslim yang menggiring opini jahat dan negatif terhadap Muslim] .... mencoba menutup-nutupi keterlibatan intelijen dalam kasus Solo. Saat Musthofa B. Nahrawardaya dari Indonesian Crime Analysis Forum (ICAF) mengatakan bahwa tiap kelompok muslim sudah dipepet intelijen dan menengarai kuatnya inflitrasi intel dalam kejadian Solo, wajah Grace berubah sinis. Ia seakan tidak ingin analisa Musthofa mencuat lebih jauh. Pembahasan intelijen sepertinya menjadi tabu untuk diungkapkan....>> hayoo sadarlah wahai Bangsa Indonesia dan Umat Islam.. >>> Hayyoo bersatu dan benahi Bangsa dan Negara Republik Indonesia ini..dengan Benar-Jujur-Open mind-dan Common sense,,>> Tegakkan Hukum yang Benar dengan cara benar oleh orang2 Benar.. >> Tegakan Syariah Islam secara kaffah sesuai jiwa dan ruhnya Pancasila dan UUD 1945 yang benar dan murni..." dengan kewajiban melaksanakan syariah Islam bagi pemeluknya" secara utuh dan menyeluruh...>> Insya Allah kita Jaya dan Aman Sentausa- Adil dan makmur - Dan Selamat Sejahtera secara menyeluruh.. >> Amin..>


AS salahkan Timteng atas krisis ekonomi yang menimpa negaranya

Althaf
Kamis, 29 September 2011 11:28:01
Hits: 56
WASHINGTON (Arrahmah.com) – 
Presiden AS, Barack Obama, menyalahkan gelombang protes di seluruh Timur Tengah atas krisis ekonomi yang saat ini menimpa negaranya.
“Perubahan yang telah terjadi di Timur Tengah menyebabkan harga minyak melambung tinggi, dan hal itu membuat ekonomi dunia mengalami shock,” kata Obama di Washington, Rabu (28/9/2011).
Rakyat Amerika pun melakukan aksi protes menentang sikap campur tangan pemerintahnya dalam mendukung rezim di Yaman, Bahrain, Arab Saudi, dan Yordania, serta keterlibatan AS dalam menggulingkan pemerintahan diktator di Tunisia dan Mesir awal tahun ini.
“Ada banyak pasukan di sana yang harus kami perhatikan,” tambah Obama.
Kesempatan Obama untuk menang dalam pemilihan pada tahun 2012 tampaknya harus urung karena rakyat AS benar-benar kecewa atas kinerja Obama yang dinilai tak becus untuk menurunkan angka pengangguran serta melemparkan AS ke jurang resesi ekonomi.
Obama pun menyalahkan negara-negara Eropa yang tidak bersemangat dalam memberikan kontribusi dalam setiap persekutuan yang mereka jalin. (althaf/arrahmah.com


Inspire 7, Samir Khan katakan kekuatan produksi media merupakan tekanan keras atas operasi di Amerika

Hanin Mazaya
Kamis, 29 September 2011 07:26:34
Hits: 663
(Arrahmah.com) – 
Majalah online yang diterbitkan oleh sayap media Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP), al-Malahim, dan disebut-sebut dipimpin oleh Mujahid media kelahiran Amerika, Samir Khan, baru-baru ini mengeluarkan edisi ketujuh yang diterbitkan pada Selasa (27/9/2011).  Dalam edisi kali ini, Khan mengatakan bahwa Al Qaeda telah berhasil merebut hati dan pikiran ummat Islam.
Dalam sebuah artikel di edisi ketujuh majalah Inspire, Samir Khan mengatakan bahwa media jihad merupakan komponen dalam perang melawan AS yang sama pentingnya dengan serangan sebenarnya terhadap mereka.  Khan menegaskan bahwa Al Qaeda telah memenangkan tahap awal dari pertempuran hati dan pikiran kaum Muslim, sehingga memastikan bahwa ideologi organisasi akan terus hidup.
Salah satu alasan untuk kemenangan ini, ia menjelaskan, terletak pada kenyataan bahwa Barat menganggap media yang menghadirkan ideologi Al Qaeda bukanlah apa-apa selain “terorisme”, sedangkan ideologi organisasi tersebut adalah Islam itu sendiri, fakta yang meraih dukungan dari ummat Islam.
Khan menyimpulkan dalam artikel tersbeut empat elemen kunci yang memungkinkan Al Qaeda mencapai kemenangan dalam perang media : teknologi yang cerdas dalam operasi media Al Qaeda, kegagalan AS dalam menanggapi propaganda Al Qaeda, media AS merusak citra di opini publik Muslim dan kecurigaan umum terhadap Muslim dalam pandangan AS.
Edisi kali ini memuat halaman yang lebih sedikit, yaitu 20 halaman daripada edisi sebelumnya.  Di dalamnya terdapat dua artikel utama yang ditulis oleh petinggi Inspire, satu ditulis oleh Yahya Ibrahim, editor-in-chief Inspire dengan judul “Operasi Terbesar Sepanjang Masa” dan artikel lainnya ditulis oleh Samir Khan dengan judul “Konflik Media”.
Inspire ketujuh ini dikhususkan untuk mengenang peristiwa 9/11.  “Syeikh Usamah mungkin telah meninggal, namun perbuatannya tidak,” kenang Yahya Ibrahim.
Dalam edisi ini juga terdapat sebuah artikel yang ditulis oleh Abu Suhail yang mempertanyakan mengapa Iran mendukung gagasan bahwa serangan 9/11 tidak dilancarkan oleh Al Qaeda melainkan oleh pemerintah AS sendiri, serta pengumuman wawancara eksklusif di terbitan mendatang bersama Adam Gadahn dan artikel oleh Syeikh Anwar al-Awlaki berjudul “Menargetkan Populasi sebuah Negara itu adalah Perang dengan Muslim”.
Edisi ini diakhiri dengan sebuah kunci enkripsi terbaru yang akan digunakan ketika berkomunikasi dengan AQAP.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Dalam Dua Hari, TvOne Melakukan Dua Ketidakadilan Dalam Pemberitaan Terorisme

Saif Al Battar
Kamis, 29 September 2011 11:54:52
Hits: 10
Jakarata (Arrahmah.com) – 
Hal yang penting dalam sisi jurnalisme adalah mengabarkan sebuah kebenaran. 
Jurnalisme harus menjadi garda terdepan untuk berpihak kepada fakta demi kepentingan bersama. 
Namun apa yang dilakukan pada TvOne jauh dari upaya itu.
Dalam Acara Apa Kabar Malam Indonesia, rabu (28/9), terlihat pembawa acara Grace Natalie mencoba menutup-nutupi keterlibatan intelijen dalam kasus Solo. Saat Musthofa B. Nahrawardaya dari Indonesian Crime Analysis Forum (ICAF) mengatakan bahwa tiap kelompok muslim sudah dipepet intelijen dan menengarai kuatnya inflitrasi intel dalam kejadian Solo, wajah Grace berubah sinis. 
Ia seakan tidak ingin analisa Musthofa mencuat lebih jauh. Pembahasan intelijen sepertinya menjadi tabu untuk diungkapkan.
Entah kenapa, setelah Musthofa mengungkit hal tersebut, tidak berapa lama pihak TvOne langsung menayangkan iklan. Saya melihat ada upaya untuk menjauhkan masyarakat dari pikiran keterlibatan intelijen dalam kasus bom di Indonesia.
Sebenarnya ini bukan sekali saja terjadi. Kisah Grace yang kerap menyudutkan umat muslim setidaknya memiliki rekam jejak dalam pengembaraan jurnalismenya. 
Dalam tulisan, Antara Gaza, Grace, TV One dan Karni Ilyas di situs Muslimdaily dikisahkan bahwa Grace pernah melakukan penggiringan opini dalam berita kasus terorisme Palembang. Grace, yang “meninjau” lokasi pesantren yang dituduh menjadi sarang dan tempat latihan tersangka teroris Palembang, melengkapi laporannya dengan ilustrasi bahwa pesantren itu “aneh” karena hanya memiliki sepuluh santri.
Kalau saja Grace seorang Muslim, atau rajin mengamati pesantren-pesantren kecil di pedesaan, niscaya ia akan menemukan pesantren (rintisan tentu saja) yang hanya memiliki lima, empat, tiga atau bahkan satu santri saja. Keheranan seorang Grace yang bukan Muslim dan tidak memahami dunia pesantren memang wajar. Namun komentar bodohnya bahwa hal itu “aneh” memberi bobot bagi penggiringan opini bahwa pesantren adalah sarang teroris.
Sudah selesaikan disini? Ternyata belum. Kasus ketidakberpihakan TvOne untuk mengungkap fakta apa adanya pada rabu malam kemarin, kembali dilakukan dalam Acara Apa Kabar Indonesia Pagi, kamis pagi (29/9). Kali ini aktornya adalah pembawa acara kenamaan, Indy Rahmawati. “Luka” ini bermula ketika salah seorang perwakilan dari Gerakan Anti Maksiat, bertanya mengapa momentum peledakan bom di Indonesia yang selalu bersamaan dengan kasus yang menimpa SBY. Rasanya ketika pucuk pimpinan Negara ini diterpa masalah maka tiba-tiba muncullah teror bom yang melanda Indonesia. “Ini kok selalu berbarengan,” tanyanya melihat ada keganjilan dalam drama ini.
Sebagai seorang jurnalis, seharusnya Indy bisa mengulik lebih jauh pandangan seorang narasumber. Sebuah fakta yang penting pagi kepentingan umat harus dikedepankan ketimbang ego dirinya. Itupun, jika dia memiliki insting jurnalis. Namun apa yang dilakukannya jauh dari harapan itu. Indy justru mematahkan dugaan kuat tersebut tanpa ada penjelasan lebih jauh. “Ah…itu dugaan saja, pak”. Ya ucapan itu mengalir tanpa terbersit niat untuk menggali informasi mendalam.
Tapi bayangkan, ketika para alumni Afghan beserta Sri Yunanto dari BNPT (kita tentu faham maksudnya apa) gantian menjadi narasumber, Indy terlihat leluasa mencari tahu. “Kok bisa sih gak ikut-ikut jadi teroris di Indonesia,” “Apa saja yang dipelajari di Afghan?” “Ada berapa mantan Afghan di Indonesia?”, serta sederatan pertanyaan lainnya tidak putus-putus.
Menariknya masih dalam acara Apa Kabar Indonesia pagi tadi, petikan dialog antara Grace Natalie, Direktur Petrus Golose, dan Musthofa Nahrawardaya dari ICAF, kembali diputar. Tentu umat berharap analisa Musthofa mengenai inflitrasi intelijen dalam kasus Solo bisa kembali diputar. Namun, harapan tinggal harapan. Kembali, TVOne tidak berihak kepada keberimbangan berita. Dua kali potongan acara tersebut ditayangkan, dua kali pula ucapan Petrus yang diulas. Tapi tidak untuk statemen Musthofa. Padahal ucapan Petrus hanya dugaan keterkaitan JAT pada ledakan Solo, yang notabene sudah dibantah Sonhadi dari JAT Media Centre di media. Pertanyaannya adalah mengapa fihak TvOne tidak menyertakan ucapan Musthofa dalam satu tayangan lainnya? Ini ganjil. Sangat ganjil. Apalagi dilakukan sebuah jurnalisme yang katanya sebagai media besar di Indonesia.
Lalu pertanyaannya kemudian, apakah kejadian ini murni disengaja atau tidak? Saya sendiri sampai sekarang tidak mempercayai diktun bahwa sebuah jurnalisme adalah media obyektif dalam mengabarkan pemberitaan, karena sejatinya tiap media memiliki kepentingan masing-masing. Tinggal kita bertanya pada diri masing-masing apakah kita berada dalam kepentingan Dajjal atau barisan umat muslim? allahua’lam.
“Siapapun yang mempercayai peristiwa-peristiwa menurut media massa kafir, mustahil bisa mengetahui masalah yang sebenarnya.” (Syekh Ahmad Thompson, Dajjal Antichrist).
(eramuslim.com/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar