Rabu, 21 September 2011

"Palagan" Surabaya 28–30 Oktober 1945.. dan ..dari Palestina sampai Indonesia...>>..




Perhatikan Sejarah Bangsa Indonesia... >>> hayyoo Jiwai dan ambil semangat dan jiwa2 patriot Bangsa ini dengan benar dan utuh..>> Awas dan waspadalah adanya antek2 dan pet..piaraan kelompok para Penjajah Kriminal Internasional... yang selalu Jahat dan penuh tipu muslihat... >>

Bacalah dan jiwailah Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia... untuk kemerdekaan dan Persatuan Bangsa dan Negara Indonesia...>>

Awaslah terhadap para Oportunis..dan Petualang jahat serta kaki-tangan Penjajah model baru...>> Wahai bangsa Indonesia dan Umat Islam bersatulah dengan kokoh dan teguh...>>> Waspadalah dan selalu siaga terhadap mereka2 para antek2 dan penyokong2 kelompok Penjajah Kriminal Internasional.. dalam berbagai bentuk dan cara2 jahat mereka..>>> Mereka sepertinya baek dan manis mulut...>> Tetapi mereka itu adalah Penipu dan Pendusta..>> Lihatlah sejarah dengan gamblang menunjukkan kepada kita.. untuk terus waspada..

Bagaimana tokoh2 seperti Suharto (RI)- Syah Reza Phahlevi (Iran) - Marcos (Philipina)- Mubarak (Mesir)- dll ... yang jelas membunuh Rakyatnya dan bersekongkol dengan Penbantai Rakyat Palestina… demi kekuasaan dan kekayaan serta hidup mewah ditengah kemiskinan dan penderitaan Rakyat...>>>

Mereka disaat dipakai oleh para Tuan2 Penjajah Kriminal Internasional itu...tak segan2 dengan segala tipu daya melakukan pembunuhan2 terhadap Rakyat diberbagai kasus-[contoh di RI: G30S PKI- Kasus Tanjung Priok -Persitiwa Lampung - Peristiwa Ciherang- Peristiwa2 lainnya-termasuk Isue2 Terorisme- Isue Petrus -Isue Tukang Santet -DOM Aceh- dll -yang tidak lepas dari jaringan internasional].. dengan permainan isue politik dan permainan inteligen2 -tanpa proses Pengadilan hukum yang benar dan adil..>>

Bagaimana regim2 ini membunuh para pejuang rakyat dan pemimpin bangsa dengan cara2 licin dan penuh tipu muslihat... dan Lihatlah.. permainan Sejarah penggulingan Bung Karno..dll dengan segala akal2an jahatnya… >>

Mereka memang dibayar dan diberi dana2 besar oleh Tuan2 para Penjajah Kriminal Internasional dan dengan menggadaikan bahkan memberikan upeti2 politik dengan imbalan kebebasan mengexploitasi dan mnguras.. harta dan kekayaan Negara  oleh pihak2 Asing dengan se-mena2..  dan tanpa kemampuan kontrol yang benar oleh .Bangsa kita...sendiri >> ..Ini jelas telah mengeliminir UUD Negara secara terencana dan dengan berbagai dalih dan tipu2.dan manipulasi... penafsiran dan jargon2 politik..>>  sehingga Rakyat dan Bangsa kita tetap bodoh dan selalu bisa ditipu dan dibodohi... secara mudah dan gampang... Hehe... Benar2 di permainan dan pembohongan sehingga menjadi kita2 raktyat awam telah dibunh karakter dan semangat kebangsaan dan akal sehatnya.. dan menjadi barisan.. "Very Stupid Nation" ...hehe..!!! Lihatlah.. kita sudah merdeka lebih dari 60 tahun... lalu memiliki kemampuan produksi apa yang benar2 dilakukan dan diolah sendiri oleh Bangsa kita sendiri dan menjadi kompetensi Bangsa dan kekuatan daya tawar dipasar internasional yang semakin maju...???.. Lalu mana ahli2 pertanian kita-ahli industri kita- ahli rekayasa teknologi kita- guru2 besar kita yang benar2 mumpuni- ditengah geloranya perlombaan internasional.. ini..>>

 Yah.. Paling2 dengan tanpa malu2 selalu membanggakan bahwa .. kita memiliki Income per capita yang naik.. dan menjadi sekian dan sekian..??? Dusta.. Siapa sebenarnya yang memilki income yang tinggi itu...??? Hayyoo jujur.. Siapakah yang menikmati Income tinggi itu..?? Rakyat kita-kah.. atau siapa..?? Berapa banyak secara riil yang benar2  nyata..??

Hayyoo Jujurlah.. >> Ini adalah tipu muslihat dan khayalan penuh dusta.. >> inilah permainan statistik ..ala Pembohong.. dan penipu rakyat..>>.. lalu.. ?? Lihatlah berap banyak uang rakyat dan kekayaan kita yang disimpan di Singapura- di Australia- di Cina- di Hong Kong- di AS- dan ditempat2 lain tanpa bisa disentuh ataupun bisa digunakan untuk membangun negara kita.. infra struktur Negara kita- pendidikan kita murah untuk rakyat kita- pelatihan2 tenaga trampil kita- industri2 hulu – industri tengah dan industri hilir kita??  Hayyo mana pembangunan untuk infra struktur pertanian- pelabuhan- kelautan- nelayan- pedagang kecil dan menengah- para ahli peneliti dan lain2 pendukung ekonomi riil kita…??

Bisakah kita mengambilnya.. dan memanfaatkannya sekarang??? !!... Heyyy... bangunlah jiwa dan kesadaran ..yang benar dan murni...!!!..>>  

 ...semoga menjadi Sadarlah wahai para Pemimpin dan Tokoh2 Masayarakat...!!!....

>>> Sedangkan mereka-antek2 Penjajah itu dengan para pendukung regimnya.. dan para keluarganya.. serta para pet piarannya- berfoya-foya dan bahkan banyak yang menyimpan dan melarikan harta dan kekayaannya ke Luar Negeri tanpa bisa disentuh oleh kekuatan hukum rakyat dan keuatan kekuasaan Negara.kita.... karena mendapatkan kekebalan Internasional.. dan dilindungi oleh para jaringan kaki-tangan Penjajah Jahat-Para Kriminal Internasional itu..[Neo-Imperialisme dan Neo-Kolonialisme.].>>>

...Bacalah sejarah.. dengan benar...!!!... Dan waspadalah dengan jaringan dan pendukung serta kaki-tangan dan antek2 para Penjajah Kriminal - Jahat -Internasional itu.. yang selalu menipu dan membodohi Rakyat...>>>

Awas apa yang terjadi disekitar kita.. >>> Mereka selalu memprovokasi rakyat bangsa Indonesia dan Umat Islam-Indonesia...>> Awas!! isue2 dan model2 slogan politik Liberal barbar... yang selalu dihembus-hembuskan.. oleh berbagai jaringan mainstream mereka... dan para antek2 Penjajah Jahat-Kriminal Internasional itu.. dengan segala upaya apapun dan menghalalkan segala cara...dan berbuat kezholiman2... secara terencana dan terdesain dengan penuh perhitungan... >>..

Itulah sifat2 dan jiwa2 penjajah itu..

Lihat .. Apa itu issue.. dusta Holocaust... di Eropa.. yang kemudian memberikan legitimasi Yahudi Zionist Israel merampok dan menjajah Rakyat dan Bangsa Arab-Palestina..!!! dan Apa itu Pembantaian Rawa-gede di Bekasi-Krawang 1947 yang dilakukan Penjajah Belanda terhadap rakyat dan Bangsa Indonesia

-Apa itu 911 Tragedy di New York AS yang dipakai dalih AS dan Sekutu2nya menyerbu menginvasi Bangsa dan Negara Iraq dan Afghanstan dan menjarah kekayaan minyak dan kekayaan alam disana- 

Apa itu .. di Palagan Ambarawa- 1945 Belanda menyerang bangsa Indonesia disana-

Apa itu Palagan Surabaya ?? Dengan dalih dan dustanya para Penjajah Kriminal Internasional itu membunuh Rakyat dan Bangsa Indonesia

-Lihat apa yang terjadi di Ambon - Maluku... tindakan jahat dan keji para Penjahat antek2 Penjajah - yang dimotori oleh kelompok Kresten Ambom terhadap Umat Muslim Ambon.. tanggal 11/9/2011..

 

Lihat apa yang terjadi di Eropa-AS-Inggris dll... dimana para antek2 dan pendukung politik Penjajah serakah itu.. walaupun terhadap bangsanya sendiri..  Dengan tak malu sedikitpun bahkan sekan bangga menista dan menzholimi umat Islam disana..??

Lihat apa yang terjadi di Palestina-Iraq-Afghanistan...>>>

hayyoo renungkanlah..dan bacalah dengan benar dan seksama..!!! .. Mereka-para antek2 Penjajah itu selalu berbuat provokasi-makar keji- dan memecah belah bangsa- dengan berbagai isue2 jahat.. dan aliran2 politik dan issue kotor dan LSM-2 sesat... dengan dukungan dana2 dari kelompok2 jahat Internasional.. >>

Mereka menggunakan semua cara; ya Politik-Ekonomi-Agama- Seni-Budaya-dan hubungan dan jaringan2 internasional, bahkan lembaga2 pendidikan dan para cerdik cendekia..dan pers media2 maintream..  dan juga lembaga2 terselubung penyebar dusta..>>  banyak bangsa kita dan anak2 bangsa kita dicekoki.. anti dan menghina pribumi kita -anti Islam dan islamophobia- bahkan banyak menyusupkan budaya2 Liberal barbar.. dalam berbagai ragam seni-budaya kita dan keagamaan kita..>>

waspadalah wahai para Politisi-Agamawan-Pendidik-Budayawan-Pers dan Media-dan kaum cerdik cendekia kita- mahasiswa kita- guru-besar2 kita..>>

Kuatkan Kepribadian bangsa kita-Kesatuan dan Persatuan Bangsa kita- Aqidah Agama kita- dan Jiwa2 patriot Bangsa kita.. untuk terus berjuang dan berjihad demi terlaksana dan terwujudnyanya cita2 bangsa kita Masyarakat Adil-Makmur-Aman Sentausa- Baldatun-Thayyibatun-Wabarakatun-Warabbun-ghafur-- Negeri yang selmat sejahtera-aman dan makmur dalam rahmat dan ampunan Allah SWT..>>>

Untuk itu tegakan dasar2 dan tonggak2 kebenaran yang kuat dan utuh -kejujuran yang benar dan terpercaya -open mind -dan common sense.... dalam penegakan Ketata-Negaraan-Hukum-Politik-Ekonomi-Pemerintahan- Kemasyarakatan -Keilmuan dan Teknologi-Seni dan Budaya-serta Budi-pekerti dan Akhlak Mulia...berdasarkan ajaran2 Kebenaran yang Benar... serta prilaku yang berakhlak mulia dan berjiwa patriot..>>> Insya Allah kita akan menjadi Bangsa yang Jaya dan Berdaulat serta bermartabat...>>> Kita harus terus menerus memupuk dan membangun membesarkan kepercayaan diri dan membangun kekuatan sendiri yang mandiri...>>> Jangan cengeng dan meminta-minta kepada para Penjajah Kriminal-jahat-Internasional ataupun kepada para jaringan dan antek2 mereka..>>>

.. Perkuat persahabatan dan jiwa persaudaraan dan kuatkan konsolidasi  Umat Islam-bangsa dan rakyat Indonesia seutuhnya.dan seluruhnya...>>

Bersatulah... bangsaku-- Bersatulah Umat Islam- Bersatulah seluruh Rakyat Indonesia..>> Hayyoo perangi dan jauhkan semua bentuk dan model2 kejahatan dalam perilaku dan lembaga2 MOLIMO=Maling-Madat-Mabok-Maen-Madon  .[mencuri-korupsi-gharar-riba-; narkoba-; minuman haram- membuat mabuk; bentuk2 judi-maisir-; pelacuran-porografi dan pornoaksi dll] dalam segala bentuk-cara dan manifestasinya......>> Awaslah.. para antek2 Penjajah itu selalu menyamarkan dengan berbagai versi dan gaya2... bahkan tak segan2 mengancam dan bermain-mata dengan para penguasa dan penegak hukum dan bahkan anggota2 terhormat - para Pemimpin Rakyat..dan para Wakil2 Rakyat..>> .mereka menggoda dengan isue2 dusta..duit- dan dukungan memperoleh kakuasaan- dan cara2 jahiliyah..lainnya antara lain; …  ya gaya hidup modern-lah- kebebasan kreatiflah-seni kebebasan ala  barbar -politik dusta demokrasi liberal barbar -aplikasi teknologi.terkini - ataupun berbagai dalih dan tipu2 jahat.. yang menjerumuskan anak2 bangsa kita... dan generasi muda bangsa kita..>>>

Padahal sesunguhnya mereka hanya ingin menguasai dan marayah dan menjarah seluruh oportunity bisnis dan semua jaringan kakuatan politik dan ekonomi serta kekayaan bangsa kita dan tanah air bangsa kita... dengan menjerumuskan anak2 dan generasi bangsa kita.. kedalam lumpur bodoh-hina -dan ketidak-berdayaan ditengah kekuatan jaringan2 bisnis dan kekuatan politik jahatnya para Kelompok Penjajah-Jahat-Kriminal2 Internsional...>>

...bacalah Sejarah dengan benar..!!! Allahu Akbar..!!! bangkitlah dengan segala jiwa perjuangan dan jihad para pendahulu kita.. yang gagah berani serta tak kenal takut..>> hayyooo bangsaku Indonesia Majulah... dan Kuatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Kita. dan Persatuan dan Jiwa2 patriot dan jihad Umat Islam Indonesia.. yang gagah berani-Ikhlas dan selalu thaat dan taslim kepada Allah SWT dan ajaran Rasulullah SAW... .>>>  .

Bacalah...Pertempuran 28-30 Oktober 1945 merupakan "palagan" yang sebenarnya,  di mana pasukan Indonesia memaksa Inggris mengibarkan bendera putih....>> ....

Semula... sepertinya... Tentara Inggris mendarat di Surabaya untuk menegakkan ketertiban dan keamanan, membebaskan semua tawanan perang Sekutu, mengevakuasi interniran, melucuti, dan memulangkan tentara Jepang.

Pasukan yang dikirim ke Surabaya adalah Brigade ke-49, Divisi 23 India, di bawah komando Brigjen Mallaby. Kekuatannya 4.000 orang, terdiri dari batalyon Mahrattas dan Rajputana Rifles. Perwira-perwira komandannya campuran, Inggris dan India.>>

 

Namun kelonggaran-kelonggaran yang diberikan itu dimanfaatkan Inggris untuk melebarkan dislokasi pasukannya sampai di luar kesepakatan bersama. Mereka antara lain memperkuat posisi di tempat- tempat strategis seperti lapangan terbang Tanjung Perak, perusahaan listrik ANIEM, stasiun kereta api, kantor pos besar dan stasiun radio di Simpang... >>

 

Sikap baik RI ini disalahgunakan pula oleh satuan intel brigade yang melakukan raid ke penjara Kalisosok, untuk membebaskan seorang kolonel angkatan laut Belanda (yang ditangkap pemuda saat menjalankan tugas untuk Sekutu) serta perwira-perwira dan staf RAPWI (Rehabilitation of Allied Prisoner of War and Internees) yang ditahan di situ. Inggris juga mengacau di Nyamplungan, menangkapi sejumlah pemuda dan Ketua BKR setempat, serta menyerobot kantor Polisi RI Bubutan dan penjara Bubutan...>>..pada pagi 27 Oktober, sebuah pesawat Inggris menyebarkan pamflet yang isinya menuntut rakyat menyerahkan kepada Inggris semua senjata dan peralatan militer. Yang tidak mematuhinya akan dihukum mati. Seruan ini dikeluarkan oleh Panglima Divisi ke-23, Mayjen Hawthorn (bermarkas di Jakarta dan wewenangnya meliputi Jawa-Bali-Lombok)..dan ..  Sejumlah prajurit Inggris dan India yang sedang pesiar di kota juga diculik dan dibunuh. Sebaliknya, tanggal 28 Oktober, Inggris melakukan perampasan senjata dan mobil-mobil pemuda..>> 

Pertempuran besar meletus pagi 29 Oktober. Serangan fajar TKR dibuka pukul 05.00. Tembakan pistol, senapan, senapan mesin berat dan ringan sampai mortir saling bersahutan. Asap membumbung di atas kota Surabaya. Para tawanan perang dan kaum interniran yang sudah bergembira menunggu pembebasan mereka, kembali ciut hatinya, karena terkurung di tempat-tempat penampungan yang sekitarnya telah menjadi ajang pertempuran yang sengit. Pasukan Inggris terjepit, bahkan seantero Brigade 49 ini terancam musnah...>>

Dua peleton yang kebanyakan orang India terisolir dan terkepung di situ. Mereka nyaris dihabisi oleh massa rakyat yang tidak tahu hukum perang. Sejumlah serdadu India berteriak-teriak "Muslim, muslim..!", memohon jangan dibunuh....  

Menurut sumber Inggris, korban di pihak mereka 200 orang tewas atau hilang, dan 80 luka-luka. Yang memilukan adalah nasib ratusan interniran yang terdiri dari perempuan dan anak-anak. Konvoi truk yang mengangkut mereka dari kamp Darmo terjebak di daerah pertempuran, dan menjadi sasaran amukan laskar rakyat... dst

Inilah kisah –nya: 



"Palagan" Surabaya 28–30 Oktober 1945







Oleh DAUD SINJAL

Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November adalah untuk mengenang peristiwa heroik rakyat Surabaya melawan tentara Inggris. Namun perlu pula dikenang peristiwa yang mengawalinya. Pertempuran 28-30 Oktober 1945 merupakan "palagan" yang sebenarnya,  di mana pasukan Indonesia memaksa Inggris mengibarkan bendera putih.

Tentara Inggris mendarat di Surabaya untuk menegakkan ketertiban dan keamanan, membebaskan semua tawanan perang Sekutu, mengevakuasi interniran, melucuti, dan memulangkan tentara Jepang. Pasukan yang dikirim ke Surabaya adalah Brigade ke-49, Divisi 23 India, di bawah komando Brigjen Mallaby. Kekuatannya 4.000 orang, terdiri dari batalyon Mahrattas dan Rajputana Rifles. Perwira-perwira komandannya campuran, Inggris dan India.

Pemerintah RI di Jakarta, meminta pemerintah daerah, TKR (Tentara Keamanan Rakyat) dan para pejuang di Surabaya menerima baik dan membantu kelancaran misi Inggris. Karena goodwill ini merupakan bagian dari langkah RI untuk mendapatkan pengakuan dari Sekutu, pemenang Perang Dunia II.

Pimpinan tentara Inggris, dua kali bertemu dengan pimpinan pemerintahan dan tentara Indonesia di Surabaya. Pertama pada hari pendaratannya, 25 Oktober 1945 dan kedua, 26 Oktober. Pertemuan berlangsung dalam suasana bersahabat. Namun pihak Indonesia memperingatkan tidak boleh ada satu pun Belanda membonceng pasukan Sekutu ini. Inggris menjamin hal itu tidak akan terjadi. Kedua belah pihak sepakat bekerja sama menjaga ketentraman dan ketertiban. Dan agar kerja sama bisa berjalan baik, dibentuk Contact Committee.

Provokatif

Mentaati niat baik pemerintah pusat, pimpinan perjuangan di Surabaya juga menunjukkan sikap yang luwes. Namun kelonggaran-kelonggaran yang diberikan itu dimanfaatkan Inggris untuk melebarkan dislokasi pasukannya sampai di luar kesepakatan bersama. Mereka antara lain memperkuat posisi di tempat- tempat strategis seperti lapangan terbang Tanjung Perak, perusahaan listrik ANIEM, stasiun kereta api, kantor pos besar dan stasiun radio di Simpang.

Sikap baik RI ini disalahgunakan pula oleh satuan intel brigade yang melakukan raid ke penjara Kalisosok, untuk membebaskan seorang kolonel angkatan laut Belanda (yang ditangkap pemuda saat menjalankan tugas untuk Sekutu) serta perwira-perwira dan staf RAPWI (Rehabilitation of Allied Prisoner of War and Internees) yang ditahan di situ. Inggris juga mengacau di Nyamplungan, menangkapi sejumlah pemuda dan Ketua BKR setempat, serta menyerobot kantor Polisi RI Bubutan dan penjara Bubutan.

Kepercayaan terhadap Inggris serta merta berbalik curiga, ketika pada pagi 27 Oktober, sebuah pesawat Inggris menyebarkan pamflet yang isinya menuntut rakyat menyerahkan kepada Inggris semua senjata dan peralatan militer. Yang tidak mematuhinya akan dihukum mati. Seruan ini dikeluarkan oleh Panglima Divisi ke-23, Mayjen Hawthorn (bermarkas di Jakarta dan wewenangnya meliputi Jawa-Bali-Lombok). Pihak Indonesia mencurigai keras Inggris tengah membuka pintu untuk Belanda kembali ke sini.

Pemimpin-pemimpin RI di Surabaya memperingatkan Mallaby bahwa leaflet Hawthorn dan perbuatan yang dilakukan pasukannya mengingkari perjanjian yang telah disepakati. Para pemuda Surabaya bereaksi dengan meringkus serdadu-serdadu Inggris yang menduduki Nyamplungan dan Bubutan. Sejumlah prajurit Inggris dan India yang sedang pesiar di kota juga diculik dan dibunuh. Sebaliknya, tanggal 28 Oktober, Inggris melakukan perampasan senjata dan mobil-mobil pemuda.

Sore harinya, pimpinan TKR memutuskan melakukan serangan umum terhadap semua posisi Inggris di Surabaya. Radio pemberontak berulang-ulang mengumandangkan panggilan pada rakyat untuk mengangkat senjata dan menyerang secara serentak kedudukan pasukan Inggris. Sore dan malam hari itu juga pecah pertempuran sporadis di berbagai tempat di kota.

Inggris Terjepit

Pertempuran besar meletus pagi 29 Oktober. Serangan fajar TKR dibuka pukul 05.00. Tembakan pistol, senapan, senapan mesin berat dan ringan sampai mortir saling bersahutan. Asap membumbung di atas kota Surabaya. Para tawanan perang dan kaum interniran yang sudah bergembira menunggu pembebasan mereka, kembali ciut hatinya, karena terkurung di tempat-tempat penampungan yang sekitarnya telah menjadi ajang pertempuran yang sengit.
Pasukan Inggris terjepit, bahkan seantero Brigade 49 ini terancam musnah. Kesalahan mereka adalah menganggap enteng perlawanan rakyat dan TKR, lalu menghadapinya dengan satuan-satuan kecil yang terpecah-pecah di berbagai tempat. Perbekalan pelurunya juga hanya untuk pertempuran garis pertama. Namun, begitu terdesak, mereka pun sulit mendatangkan bala bantuan, karena pasukan besar Inggris lainnya paling dekat berjarak 200 mil, yakni brigade yang berada di Semarang. Amunisi dan logistik tambahan yang didrop dari udara malah jatuh ke pihak RI.

Salah satu pertempuran dramatis berlangsung selama lima jam di jembatan Wonokromo, sebelum akhirnya pasukan Inggris kehabisan peluru. Dua peleton yang kebanyakan orang India terisolir dan terkepung di situ. Mereka nyaris dihabisi oleh massa rakyat yang tidak tahu hukum perang. Sejumlah serdadu India berteriak-teriak "Muslim, muslim..!", memohon jangan dibunuh.

Personel TKR sekuat tenaga mencegah pembantaian tersebut. Sisa-sisa pasukan Inggris-India itu dilarikan ke Tanjung Perak dengan truk TKR yang mengibarkan bendera putih. Kekalahan di Wonokromo ini membuat kekuatan Inggris terpotong dua. Satunya yang bertahan di kota dan lainnya di sekeliling markasnya di Tanjung Perak
Kali Mas yang membelah kota menjadi saksi keganasan perang ini. Di sungai yang keruh itu mengambang mayat-mayat tentara asing tersebut, sebagian tanpa kepala atau anggota badan lainnya. Menurut sumber Inggris, korban di pihak mereka 200 orang tewas atau hilang, dan 80 luka-luka. Yang memilukan adalah nasib ratusan interniran yang terdiri dari perempuan dan anak-anak. Konvoi truk yang mengangkut mereka dari kamp Darmo terjebak di daerah pertempuran, dan menjadi sasaran amukan laskar rakyat.
Panglima Tentara Sekutu di Indonesia (AFNEI - Allied Forces Netherlands East Indies), Letjen Sir Philip Christison berusaha menyelamatkan pasukannya di Surabaya dengan meminta pemimpin RI di Jakarta turun tangan. Atas permintaan Christison, 29 Oktober petang Presiden Soekarno, terbang ke Surabaya, didampingi Wakil Presiden Hatta dan Menteri Pertahanan Amir Sjarifudin. Pagi 30 Oktober, Bung Karno bersama Mayjen Hawthorn dan Brigadir Mallaby mengadakan perundingan damai dengan para pemimpin pejuang di Gubernuran Surabaya.

Dikutip dari "Menjadi TNI", buku biografi Himawan Soetanto yang tengah disusun oleh penulis.

dari Palestina sampai Indonesia


Palagan Surabaya, melebihi Gaza dan Baghdad

Ditulis dalam indonesia oleh nurray pada 18/11/2009


Bung Tomo, jurnalis pejuang Palagan Surabaya. Merdeka atau Mati ! Inset : Ny.Soetomo, istrinya.

Bung Tomo, jurnalis pejuang Palagan Surabaya. Merdeka atau Mati ! Inset : Ny.Soetomo, istrinya.

Surprise. Bangga, haru, campur aduk, melihat 16.000 warga Indonesia setor nyawa mempertahankan kemerdekaan. 1000 pejuang dan 15.000 rakyat biasa berjibaku mempertahankan kehormatan tanah kelahirannya, Surabaya. 2 kuital bom dijatuhkan pasukan Sekutu.
Arek2 Suroboyo dibombardir dari darat, laut dan udara oleh pasukan Barat, karena mereka menolak menyerahkan senjata. Hebatnya, dengan senjata seadanya, pejuang kita bisa menewaskan 2 jenderal sekutu ( Mallaby dan marsekal udara ) pada pertempuran sekelas perang Irak-AS, Mei 2003 lalu. Melebihi serbuan Israel ke Gaza, Januari 2009, yang menelan korban 1200 jiwa. Selama Perang Dunia II, tak ada yang mampu mengkandaskan seorang pun jenderal Sekutu, tapi di Surabaya mereka kecolongan 2 jenderal sekaligus. Amazing.
Anda melihat siaran live serangan udara Amerika cs di langit Baghdad ? ( night seen warna hijau di CNN ). Bom tandan, pesawat tempur, rudal patriot, rudal scud, bersliweran di langit seperti pesta kembang api tahun baru. Anda bayangkan itu terjadi di selatan Sungai Wonokromo, Surabaya 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Drum bensin meledak. Jam 6.10, Surabaya menjadi lautan api. Lalu, 30/11/1945, sepanjang mata memandang, bergelimpangan mayat terbujur kaku, hangus, serpihan daging dari 30.000 orang ; warga kita, pasukan sekutu, pasukan Inggris yang diboncengi Belanda   (mereka bertemu rahasia di London untuk menguasai kembali Indonesia, Agreement 24/8/1895). Kita sudah lama berinteraksi dengan para bule, juga 350 tahun sebelumnya. Kita memang ditakdirkan berurusan dengan makhluk berkulit putih ini, entah sampai kapan.

Radio rakyat untuk mengkordinir pejuang. Bung Tomo, biangnya.
Bayangkan perang kota di Baghdad (antara pejuang Irak melawan tentara Sekutu pimpinan AS) tahun 2003 itu, terjadi pula di Tunjungan, Bank Jembatan Merah, Gedung Kempetai, Gedung Gubernur, tahun 1945. Para pejuang kita berasal dari komponen TKR-BKR di Surabaya, PRI, Perjuangan Putri RI, veteran Heiho – Halmahera, tentara Peta – Surabaya, dll. Pada 27/9/1945, mereka dikobarkan semangat juangnya oleh Soetomo (Bung Tomo) lewat Radio Pemberontakan Indonesia, perwakilan kantor berita “Antara”. Ketika pasukan Sekutu menggunakan radio komunikasi militer mutakhir untuk mengkoordinir prajuritnya, Soetomo hanya menggunakan pemancar radio biasa, dengan kode2 tertentu (seperti belok kiri, artinya belok kanan, maju artinya mundur, dsb), yang hanya dimengerti oleh pendengar2 setianya.

Sehari-hari, biasanya, pendengar radio dihibur lagu2 perjuangan dan cerita2 rakyat. Sekonyong-konyong, 9 November 1945, mereka dikejutkan pekik,”MERDEKA ATAU MATI !!” dari Bung Tomo. Agitator itu, seorang jurnalis yang gigih menyemangati warga Surabaya mengusir Sekutu. 45.000 pejuang kita tersentak bangkit. Waktu itu, Surabaya dipimpin oleh Gubernur Suryo.

Oleh Soekarno, mereka dipersilakan untuk mengikuti permintaan Sekutu (menyerahkan senjata), atau mempertahankan kemerdekaan wilayahnya.
Rakyat Surabaya memilih berjuang hingga titik darah penghabisan. Benar, kata Permadi, orang2 kita memang bondo nekad semua. Untuk kenekadan dan pengorbanan jiwa raga ini, Soetomo ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2008.
Palagan Surabaya dimulai ketika Van Mook, 5 Oktober 1945, memimpin markas NICA di Australia. 7 Oktober 1945, sekitar 5000 orang Gurkha (dari India, bagian pasukan Sekutu) dan pasukan NICA Belanda akan masuk kota Surabaya. Dr.Moertopo, kepala TKR, melarang NICA masuk kota. Sekutu yang akan melucuti persenjataan tentara Jepang, diminta berlabuh saja sekian km dari daratan Surabaya. Tapi bala tentara Inggris terus merangsek masuk, sampai di Jembatan Merah (28-29/10/1945). Mereka gemas dengan Insinden Mallaby dari Divisi 5, di gedung Internasio (belum jelas siapa pembunuh jenderal Inggris tsb, tentara Belanda atau pejuang Indonesia ? ).

Surabaya direbut dari Jepang & Sekutu. Terima kasih, Pahlawan.
27 September 1945, Surabaya menjadi kota pertahanan Jepang melawan sekutu. Dari kantor Kempetai ( polisi militer ), 40 pemuda kita berhasil merebut 60 pucuk senjata. Dalam pertempuran itu, 400 pemuda kita tewas, 400 prajurit Jepang tewas. 18 hilang. Pasukan perintis Sekutu mendarat di Surabaya. Di hotel Yamato (sekarang Majapahit), 14/9/1945, residen Sudirman ditodong Mr.Brugman, seorang sinyo totok Belanda. Terjadi keributan di sana. Beruntung kawannya yang bisa silat, segera menepis jatuh senjata tsb. Di hotel Oranye, 19/9/1945 jam 9 pagi, terjadi penyobekan bendera Belanda menjadi bendera Indonesia (bagian biru disobek). Di buku Sejarah, kita mengenalnya sebagai peristiwa di Hotel Oranye. (kemarin di teve, saya lihat nelayan Jatim menemukan bom masih aktif peninggalan Sekutu, menguatkan kisah dokumenter tsb)

Semula saya tak begitu memperhatikan peristiwa bersejarah ini. Hanya satu kalimat di buku dan satu hari di kalender. Satu tayangan di Metro Files. Namun, ketika dikorelasikan dengan Perang Gaza-Israel, awal tahun ini dan Perang Irak-AS tahun 2003, (juga Revolusi Perancis) yang saya ikuti dari A-Z, saya terperangah, betapa potensi rakyat Indonesia luar biasa. Merah Putih bukan slogan atau isapan jempol. Benar2 nyata keberanian pejuang dan warga kita waktu itu. Kalau saja kita mau menyelami lebih dalam perjuangan para pendahulu di masa lalu, kita akan makin tercengang dan terbata-bata, betapa dahsyatnya kegigihan dan pengorbanan para kesuma bangsa itu. Mereka lebih kuat dari warga Gaza dan Baghdad.

Jika saja, kita tergerak menyerap semangat juang mereka, kali ini untuk mengisi kemerdekaan dengan kiprah dan karya nyata, mengolah sumber alam terkaya di dunia di negeri ini dengan tangan2 sendiri ( putra bangsa, bukan pihak asing ), dengan keberanian menggetarkan setara para pejuang dan pahlawan kita dahulu, dengan kepintaran sejenius rekan2 kita yang juara Olimpiade Fisika, Matematika, Astronomi, David Hartanto ( software militer ), guru2 besar kita yang bertebaran di luar negeri, dibingkai kebijaksanaan para bapak bangsa, founding father, dikawal daya kritis para pemuda Indonesia yang menggulirkan reformasi, maka negara berpenduduk muslim terbesar di dunia ini, bisa menjadi negara adidaya. Allah Swt with us. We love Indonesia. Kita punya semua yang terbaik, di negeri ini, kawan.
We can, if we really, really, really want to. Is this inspiring you, guys ?
Terima kasih tak terhingga untuk para pejuang Indonesia. Selamat Hari Pahlawan ..

Share this:

 

Like this:

Be the first to like this post.
Ditandai sebagai:NKRI, pejuang


Satu Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.
1.                               RochMan said, on 21/12/2009 at 03:26
Allahuakbar!!! merdeka!!

4 COMMENTS:

Blogger kidn4p said...
ingatlah perjuangan bangsa kita
Blogger Wahyu Riyadi said...
sejarah.
indah untuk dikenang
Blogger Rushdy Hoesein said...
Hanya bangsa yang memahami dan sadar pada masa lalunya yang punya kesempatan untuk mengemudi masa depan
Blogger miko said...
Tapi banyak sejarah kita yang terbelokkan, atau malah mungkin sengaja dibelokkan..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar