Selasa, 20 September 2011

Korban Rusuh Ambon Keluarga Minta Usut Kematian Jeffry......... >> “Anak ku, anak ku,” jerit sang ayah, Manangar Siahaan,57, saat jenazah anaknya memasuki rumah. Keluarga berusaha menenangkan ayahnya. Begitu juga sang kekasih almarhum, Erlina Maya Sari, yang datang dari Lampung bersama ayahnya, terlihat histeris melihat jenajah kekasihnya terbujur kaku. Suasana semakin haru disaat sang ibu korban, Pininta Br Tambunan,56, memeluk kekasih mendiang yang baru kali dilihatnya. Rencana mereka akan melangsungkan pernikahan Desember 2011 ini....>>...“Jeffry berprofesi sebagai guru di Yayasan Pelita Harapan Ambon,”ujarnya di Medan. Untuk melihat situasi,lanjut Manganar, putranya keluar rumah sore itu. Dia tertembak tepat di depan rumahnya di Ambon. Kabar tewasnya korban dalam kerusuhan itu, diperoleh Manganar, setelah mendapat informasi saudara semarganya yang memiliki keluarga di Ambon. “Yang memberi kabar ada keluarga semarga kita di Jalan Binjai yang keluarganya ada di Ambon. Merekalah yang mengabari kami,”ungkapnya.

Korban Rusuh Ambon

Keluarga Minta Usut Kematian Jeffry

Selasa, 13 September 2011 - 18:39 WIB
|http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/09/12/warga-medan-tewas-dalam-rusuh-ambon
 
MEDAN (Pos Kota) – Tangis keluarga pecah saat peti jenajah Jeffry Edo Siahaan,32, korban kerusuhan antar kelompok di Ambon, tiba di rumah duka Jalan Gatot Subroto, Km 10.8 Gang Sakinah, Medan Selasa (13/9) sekitar pukul 00.30 Wib dinihari. “Anak ku, anak ku,” jerit sang ayah, Manangar Siahaan,57, saat jenazah anaknya memasuki rumah. Keluarga berusaha menenangkan ayahnya.

Begitu juga sang kekasih almarhum, Erlina Maya Sari, yang datang dari Lampung bersama ayahnya, terlihat histeris melihat jenajah kekasihnya terbujur kaku. Suasana semakin haru disaat sang ibu korban, Pininta Br Tambunan,56, memeluk kekasih mendiang yang baru kali dilihatnya. Rencana mereka akan melangsungkan pernikahan Desember 2011 ini.

Sejak Senin (12/9) siang, keluarga sudah berkumpul menunggu kedatangan jenazah. Kabar pertama diterima, jenazah akan tiba di Bandara International Polonia Medan sekitar pukul 17.00 Wib.
Namun, setelah ditunggu-tunggu, ternyata ada keterlambatan keberangkatan. Akhirnya, sekitar pukul 17.00 Wib, jenazah staf pengajar Yayasan Pelita Harapan, Ambon, baru diberangkatkan dari Ambon. Sempat transit di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta sekitar pukul 20.00 Wib. Dan akhirnya baru tiba di Bandara International Polonia Medan, sekitar pukul 24.00 Wib.
Pihak keluarga yang menjemput di area cargo sempat bingung untuk memastikan jenazah Jefri karena di area cargo Bandara Polonia Medan ada kedatangan dua jenazah di waktu yang hampir bersamaan, yakni sekitar pukul 24.00 Wib.

Adik kandung korban, Fernando Tulus Siahaan menyatakan, keluarga berharap agar pihak kepolisian segera mengusut penyebab kematian abangnya. Pasalnya, hingga jenazah tiba di Medan, belum ada keterangan resmi apa penyebab tewasnya. Rencana jenajah akan dikebumikan di Balige, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Rabu (14/9).

Jefry merupakan putra sulung dari 4 bersaudara, anak pasangan Manganar Siahaan dan Pininta Tambunan. Dia baru dua bulan menetap di Ambon sebagai guru di SMA di Yayasan Pelita Harapan Ambon
 

Warga Medan Tewas Dalam Rusuh Ambon

Senin, 12 September 2011 - 17:35 WIB
| More
MEDAN (Pos Kota) – Dari sejumlah korban meninggal akibat kerusuhan di Ambon, Minggu (11/9), terdapat salah satunya warga Medan. Korban bernama Jeffry Edo Siahaan,32, penduduk Jalan Binjai Km 10,8,Medan.
Penuturan Manganar Siahaan, ayah korban, Senin (12/9), anak sulungnya tersebut tewas tertembak di bagian perut, saat berada di depan rumah tinggalnya di Kota Ambon.
“Jeffry berprofesi sebagai guru di Yayasan Pelita Harapan Ambon,”ujarnya di Medan.
Untuk melihat situasi,lanjut Manganar, putranya keluar rumah sore itu. Dia tertembak tepat di depan rumahnya di Ambon.
Kabar tewasnya korban dalam kerusuhan itu, diperoleh Manganar, setelah mendapat informasi saudara semarganya yang memiliki keluarga di Ambon.
“Yang memberi kabar ada keluarga semarga kita di Jalan Binjai yang keluarganya ada di Ambon. Merekalah yang mengabari kami,”ungkapnya.
Sementara keluarga korban Jeffry, mengaku tidak memiliki firasat buruk mengenai kematiannya. Bahkan, ketika bertelepon dengan keluarganya, Jeffry tidak menunjukkan tanda-tanda keganjilan.
Jeffry, anak pertama dari tiga bersaudara itu, memberitahu rencana pulangnya ke Medan, kepada orang tuanya, ketika menghubungi keluarga pada Sabtu malam lalu sekitar pukul 23.30 Wib.
“Dia nanya kabar saya dan bilang mau pulang Desember nanti sama tunangannya yang di Lampung. Dia juga bilang sudah kirim uang ke rekening saya,” isak Pininta Br Tambungan, ibu korban.
Menurut informasi jenazah Jeffry, diperkirakan tiba di Medan hari ini juga.

(samosir/sir)

 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar