Jumat, 23 September 2011

..Ambon kembali memanas, komnas HAM subyektif ?....>>> Heyyyy.... Komnas HAM jangan main2..... Dusta.. >> Dan Aparat Polisis dan TNI awas jangan memainkan permainan kotor ala Kekuasaan Suharto yang diatur dan disetir oleh Pihak2 Asing Yang memainkan dana2 jahat dari para Penjajah Kriminal Internasional dan antek2nya,,>> Wahi Umat Islam bersatulah dan kuatkan silaturahim dan persaudaraan muslim secara kaffah dan meneyeluruh...>> Jangan takut dan gentar.. Kebenaran adalah Allah SWT..>> Dan kita yakin bahwa Allah SWT adalah Tuhan kita dan Maha Penolong >> Allahu Akabar .. Lalilaha illallah u wahdah shadaqa wa'dah wanashara abdah wa aáza jundah wahazamal-ahzaba wahdah... laa ilaha illahu lana'budu illa iyyah mukhlishina lahuddina walaukarihal musyrikun... !!>>

Ambon kembali memanas, komnas HAM subyektif ?

M. Fachry
http://arrahmah.com/read/2011/09/23/15384-ambon-kembali-memanas-komnas-ham-subyektif-.html
Jum'at, 23 September 2011 15:51:31
Hits: 1163

AMBON (Arrahmah.com) – Ambon dikabarkan kembali memanas. Di dalam kota Ambon saat ini mulai kacau. Kosentrasi massa terlihat di beberapa tempat. Massa kristen kosentrasi di banyak tempat di dalam kota Ambon. Hingga hari ini Kapolda Maluku belum juga menerima hasil penyelidikan tim Mabes Polri terkait pemicu kerusuhan di Ambon. Ironisnya, Komnas HAM sudah keluarkan pernyataan bahwa kerusuhan Ambon hanya dipicu berita bohong kematian tukang ojek. Sementara itu, kaum Muslimin Ambon tetap yakin bahwa kematian tukang ojek, Darmin Saiman, akibat dibunuh, bukan kecelakaan biasa!

Kondisi Ambon kembali memanas  
Koresponden Arrahmah.com melaporkan dari TKP, bahwa sekitar jam 14.30 WIT, Jum’at (23/9) sempat terjadi ketegangan, sementara sebab-sebabnya masih belum diketahui. Massa Kristen secara tiba-tiba berkumpul dalam jumlah besar di beberapa tempat. Menurut sumber Arrahmah.com, kemungkinan besar massa kristen akan bergerak serentak untuk melakukan penyerangan terhadap wilayah Islam.

Sementara itu, aparat berkonsentrasi di perbatasan. Kondisi masih agak memanas, meskipun konsentrasi massa tidak seramai 2 jam lalu, ujar Koresponden Arrahmah.com dari TKP.

Pengusutan yang tak kunjung selesai
Hingga saat ini, janji untuk mengusut tuntas pemicu kerusuhan Ambon tidak kunjung ditepati. Kepolisian Daerah (Polda) Maluku hingga kini belum menerima hasil penyelidikan tim Mabes Polri terkait rusuh Ambon yang terjadi pada 11 September 2011, sebagaimana diberitakan Siwalimanews.com.

Ironisnya, Komnas HAM melalui ketuanya Ifdhal Kasim menyatakan kerusuhan Ambon dipicu oleh berita bohong tentang kematian tukang ujek Muslim, Darmin Saiman. Komnas HAM juga mengklaim kerusuhan Ambon dipicu oleh provokasi bernuansa SARA. Pernyataan Komnas HAM ini dkutip The Jakarta Post, Selasa (20/9/2011).

Ahmad Latuconsina, seorang warga Kampung Waringin, Ambon membantah keterangan ketua Komnas HAM tersebut dan menilainya sebagai sebuah kebohongan. Ahmad Latuconsina, mengenal betul sosok Darmin Saiman, yang tewas di kampung Kristen, Gunung Nona, sehingga membantah pernyataan Ifdhal Kasim dengan memaparkan fakta-fakta bahwa Darmin Saiman, tukang ojek tersebut, betul-betul tewas di bunuh di kampung Kristen, basis RMS.

Selain itu, Ahmad Latuconsina juga menilai bahwa pernyataan Komnas HAM tidak netral alias subyektif. Dirinya menghimbau agar Komnas HAM bijak dan mau mengungkapkan fakta-fakta yang sebenarnya, untuk menciptakan perdamaian di Ambon.
Ahmad juga menilai, klaim keliru soal penyebab kematian Darmin Saiman hanya sebagai upaya lari dari tanggung jawab.

“Mereka lari dari tanggungjawab dengan menyatakan Darmin murni kecelakaan. Karena kalau Darmin dinyatakan dibunuh, maka aparat keamanan harus mencari pelaku pembunuhnya,” jelasnya. “ Mencari pembunuhnya di Gunung Nona atau Kuda Mati kan susah. Basisnya RMS itu.,”

Ahmad menambahkan, kalau ingin mewujudkan perdamaian yang sebenarnya, maka harus diusut tuntas dan diungkap kejadian sebenarnya dan jangan ditutup-tutupi. Kalau tidak, maka hanya perdamaian semu saja yang akan terjadi.

“Jangan seperti itulah Komnas HAM. Mereka harus berdiri di tengah. Kalau salah ya bilang aja salah. Masyarakat ini kan nggak pingin sesuatu yang busuk itu ditutup-tutupi terus. Dari tahun 1999 sampai 2011 ini mana ada kejadian sebenarnya yang diungkap? Makanya perdamaian yang terjadi ya hanya perdamaian yang semu saja, karena kejadian yang sebenarnya tidak pernah diungkap.”
Wallahu’alam bis showab!
(M Fachry/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar