Sabtu, 24 September 2011

..Rusia Pilih Kenegaraan Palestina di Dewan Keamanan PBB >>>..... Menlu PA: Palestina Miliki Sembilan Suara Dukungan di Dewan Keamanan PBB.....>>>

Rusia Pilih Kenegaraan Palestina di Dewan Keamanan PBB


Sabtu, 24/09/2011 14:45 WIB | Arsip | Cetak


Rusia akan memilih Palestina untuk memiliki keanggotaan penuh di PBB jika pertanyaan tentang pengakuan negara tersebut disajikan kepada Dewan Keamanan PBB, kantor berita Interfax mengutip sebuah sumber dalam delegasi Rusia yang mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat kemarin (23/9).

"Jika pertanyaan yang akan disajikan untuk pemilihan suara (dalam Dewan Keamanan PBB), kami akan mendukungnya," dikutip kantor berita Rusia dari sumber delegasi Rusia yang mengatakan di New York.
Sumber itu menambahkan bahwa sejauh masih jadi konsentrasinya, Rusia tidak melihat perbedaan mencolok antara memberikan dukungan di PBB dan pembicaraan perdamaian.(fq/reu)

Afrika Selatan Mendukung Sepenuhnya Upaya Kenegaraan Palestina di PBB


Kamis, 22/09/2011 09:30 WIB | Arsip | Cetak

Afrika Selatan, yang merupakan anggota kunci di Dewan Keamanan PBB,  menyatakan mendukung penuh tawaran Palestina untuk keanggotaan mereka di PBB, Presiden Jacob Zuma mengatakan Rabu kemarin (21/9).

Meskipun Amerika Serikat telah berjanji untuk memveto setiap tawaran kenegaraan Palestina. namun Zuma mengatakan kepada Majelis Umum PBB bahwa keanggotaan Palestina akan menjadi "langkah yang menentukan untuk mencapai perdamaian yang abadi."

"Afrika Selatan sepenuhnya mendukung posisi ini," katanya menegakan.
Dia menyerukan untuk memandang tawaran ini dengan pandangan yang baik oleh anggota PBB.
Libanon dan Brazil, keduanya anggota dari 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB, sebelumnya mengumumkan Rabu kemarin bahwa mereka akan mendukung upaya kenegaraan Palestina.

Sedangkan anggota DK PBB yang lain dari Eropa, Inggris, Jerman dan Perancis telah mengatakan mereka belum akan membuat keputusan akhir tentang suara mendukung sampai mereka melihat resolusi atas masalah Palestina.(fq/afp)

Bolivia Sambut Palestina di PBB dan Sebut DK PBB Sebagai Dewan Ketidakamanan


Kamis, 22/09/2011 12:55 WIB | Arsip | Cetak

Presiden Bolivia Evo Morales mengecam Israel atas tindakan mereka menindas rakyat Palestina dan menyatakan dukungan kuat negaranya untuk pengakuan kenegaraan Palestina di PBB.

"Tidak hanya Bolivia mendukung pengakuan Palestina oleh PBB, posisi kami adalah untuk menyambut Palestina untuk PBB," kata Morales pada sidang Majelis Umum PBB pada hari Rabu kemarin (21/9).
Dia mencela Israel untuk tindakan pengeboman, menyerang, membunuh dan mengambil tanah rakyat Palestina, AFP melaporkan.

Pidato menggembirakan Presiden Bolivia ini datang sebagai pendorong moral untuk kepala Otoritas Palestina Mahmud Abbas, yang berencana untuk mengajukan tawaran formal keanggotaan PBB untuk negara Palestina berdasarkan perbatasan pra-1967 di Majelis Umum pada hari Jumat besok (23/9).

Sebelumnya pada Rabu kemarin, Afrika Selatan, Lbanon, dan Brasil, ketiganya anggota dari 15 negara di Dewan Keamanan, mengumumkan bahwa mereka akan mendukung kenegaraan Palestina.

Morales juga mengecam PBB untuk sikap "kapitalisme", "imperialisme"nya dan menyebut lembaga kunci PBB sebagai "Dewan Ketidakamanan."

"Dewan Keamanan PBB adalah kelompok negara yang memutuskan intervensi dan melakukan pembantaian," katanya dengan tegas.

"Ini adalah 'Dewan Ketidakamanan' untuk presiden, pemerintah dan orang-orang yang mencari pembebasan - bukan hanya sosial tetapi ekonomi - dan pemulihan sumber daya alam mereka," kata Morales.

Presiden Bolivia melanjutkan dengan mengatakan bahwa kaum imperialis berusaha untuk mengendalikan semua sumber-sumber energi dunia, dan dalam rangka untuk mendapatkan ini mereka menghasut konflik internal untuk membenarkan intervensi mereka.(fq/prtv)

Menlu PA: Palestina Miliki Sembilan Suara Dukungan di Dewan Keamanan PBB


Rabu, 21/09/2011 08:24 WIB | Arsip | Cetak

Tujuh negara di Dewan Keamanan (DK) PBB berkomitmen untuk mendukung upaya Palestina masuk dalam keanggotaan PBB, menteri luar negeri Otoritas Palestina Riyad Malki mengatakan Selasa kemarin (20/9).
Malki mengatakan kepada radio Voice of Palestina, bahwa negara Gabon, anggota non-permanen DK PBB, memutuskan untuk mendukung keputusan Palestina, menurut kantor berita resmi PA Wafa yang berbasis di Ramallah.

Malki menambahkan bahwa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) juga berjanji untuk berbicara dengan Turki, Serbia, Nigeria, dan Bosnia dan Herzegovina dalam rangka untuk menjamin dapatnya sembilan suara dukungan yang dibutuhkan untuk merekomendasikan keanggotaan Palestina di PBB.
Resolusi Dewan Keamanan PBB membutuhkan sembilan suara dari 15 negara yang ada di lembaga tersebut untuk bisa lolos, tetapi Amerika Serikat telah mengatakan akan memveto langkah tersebut, yang akan mencegah perjalanan panjang keanggotaan negara Palestina di PBB.

Malki kepada wartawan di New York menegaskan bahwa ia yakin Palestina akan mengumpulkan sembilan suara dukungan di DK PBB.

"Kami bekerja ke arah itu (mengamankan sembilan suara) dan saya pikir kami akan mengelolanya," katanya, setelah pertemuan dengan timpalannya dari Venezuela.

"Kami berharap Amerika Serikat akan merevisi posisi mereka dan berada di sisi dari mayoritas bangsa atau negara yang ingin mendukung hak Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan kemerdekaan," tambah Malki.(fq/mna)

Abbas Lobi Bosnia untuk Dukungan Kenegaraan Palestina di PBB


Selasa, 16/08/2011 07:47 WIB | Arsip | Cetak

Presiden Palestina Mahmoud Abbas bertemu dengan para pemimpin Bosnia-Herzegovina, yang merupakan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, pada saat Palestina berencana untuk membawa resolusi mengenai negara Palestina kepada PBB pada bulan September mendatang.
Abbas tiba di Bosnia pada hari Minggu lalu untuk kunjungan tiga hari dan mengadakan pertemuan dengan tiga anggota kepresidenan Bosnia serta menteri luar negara itu pada Senin kemarin (15/8).
Menteri Luar Negeri Bosnia Sven Alkalaj mengatakan kepada media di Sarajevo bahwa Abbas datang untuk melobi dukungan untuk keanggotaan Palestina di PBB, tetapi menegaskan Bosnia masih belum membuat keputusan untuk soal dukungan ini.
Bosnia Muslim dan Katolik Kroasia berada di sisi Palestina sementara Serbia cenderung mendukung Israel.
Rencana Palestina telah memicu upaya-upaya diplomatik yang intens oleh Israel dan Palestina untuk mendapatkan dukungan negara sebanyak mungkin kepada mereka.(fq/ap)

Warga Palestina Berikan Dukungan untuk Tawaran Kenegaraan Palestina Abbas


Rabu, 21/09/2011 15:16 WIB | Arsip | Cetak


Warga Palestina berkumpul di pusat kota Tepi Barat Ramallah untuk menunjukkan dukungan mereka atas tawaran presiden Mahmuda Abbas untuk mendapatkan pengakuan negara Palestian di PBB.

Aksi yang berlangsung haru Rabu ini (21/9) diselenggarakan dengan sangat hati-hati, di mana pegawai negeri dan siswa sekolah diberikan waktu untuk ikut berpartisipasi.

Presiden Mahmud Abbas sendiri akan berpidato di Majelis Umum PBB akhir pekan ini dan meminta keanggotaan penuh Palestina di PBB.

Namun AS dan Israel menentang langkah tersebut, dan dampak yang mungkin terjadi untuk Palestina atas penolakan kedua negara itu masih belum jelas. Ada yang mengatakan Palestina khawatir tentang adanya pembalasan, seperti pengetatan pembatasan perjalanan oleh Israel atau pemotongan bantuan AS.
Namun, jajak pendapat minggu ini menunjukkan bahwa dukungan rakyat Palestina terhadap Abbas mendapat sambutan yang luar biasa untuk tawaran pengakuan negara Palestina di PBB. (fq/ap)










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar