Jumat, 23 September 2011

..SMAN 6 Jakarta Dan Wartawan Sepakat Berdamai...>>>...Meski sempat berbeda pendapat dalam penyusunan draf kesepakatan tersebut, namun suasana mediasi umumnya berlangsung cair. Tak jarang, gelak tawa terdengar dalam proses mediasi yang dimulai sejak pukul 13.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB itu....>>> Tanpa mengurangi rasa hormat dan berupaya memahami apa yang terjadi antara Wartawan dan Murid2 SMA 6.. pada 19 September 2011... >> Sepertinya dapat disimak ... betapa rapuhnya .. generasi bangsa ini...>>> Disatu sisi adanya para professional dalam rangka meliput dan upaya2 pemberitaan dengan maksud dan tujuan yang seringkali tidak secara utuh dapat dipahami.. oleh khalayak .. seperti banyaknya tayangan2 selama ini.. dalam adanya unsur2 yang tendensius...??!!... >>> Dilain pihak banyak kejadian yang sangat pentig bagi Rakyat kebanyakan dan khususnya pihak2 Rakyat kecil yang sering dirugikan.. itu.. malahan tak mendapat perhatian Wartawan untuk diberitakan secara berkeadilan...>> Nah Ketimpangan dalam kontek peliputan dan penyiaran yang seakan-akan berat sebelah dan tidak adil sering nampak dalam berbagai berita baik cetak-radio-dan elektronik.. atau TV2 dll...>> Disisi lain bilamana ada respon yang keras terhadap wartawan itu.. >> walaupun seyogianya mereka itupun introspeksi.. betapa tidak seimbangnya penyiaran yang dilakukan itu terhadap kelompok2 yang terzholimi namun miskin duit dan imbalannya..>> Disini terkesan adanya kecengengan para wartawan yang biasanya terkadang ada kesan garang dan se-olah sangat memiliki kekuasaan tertentu dengan profesi khusus.. itu...>>.. Inilah gambaran awam yang sering ditemukan dalam setiap episode.. penyiaran dan juga peliputan2...>> .. Disisi lain bagi kaum yang miskin dan tak mampu memberikan balas jasa yang layak... >> adahal pemberitaan yang seimbang dan adil sangat diperlukan bagi pihak2 yang dizholimi.. seringkali tak pernah dihadirkan dalam penyiarannya.. semata-mata karena ... tidak adanya imbalan layak..tersebut..>> Itu mungki dahulu.. tetapi keadaan sekarang konon sudah tidak demikian..>> Entahlah..>> Nah berdasarkan fakta2 lapangan yang seringkali terjadi.. bahwa permainan uang menjadi bagian dari peliputan dan pnyiaran ini.. maka .. adalah lumrah adanya kemarahan disisi lain dan ego keangkuhan atas keunggulan tugas profesi mulia yang disandang... disisi lainnya... dimana semua biasa terjadi ... atau bargaining..kekuasaan dan uang..[ini zaman edan..atau bahkan bisa jadi sudah zaman binatang buas.. atau mungkin zaman iblis berbentuk manusia2 pintar...].??? Quo Vadis.. Generasi bangsa ini...???!! Sadarlah.. semua pihak ada pada tepi jurang permainan anarkis.. baik secara fisik maupun secara kekuasaan...>>> Hehehe............ Adakah selama ini pemberitaan adil bagi muslim Ambon yang dizholimi oleh keristen Ambon... bahkan rumah2 dikampung kelompok muslim Ambon itu dan mesjid mereka serta orang mereka dibakar-ditembak-dan dipanahi.. tetapi aparat [poliai dan tentara TNI] dan mungkin juga wartawan yang ada disana tidak ada yang memberitakan..atau menolong mereka.. sehingga musnah semuanya.... >> Ada Apa ini... Adakah ini permainan politik dan permainan inteligen baru.. atau 911 ala Ambon dengan sponsor para Penjajah Kriminal Internasional...??!! >> Bahkan seperti irama orkestra... semuanya sunyi2 dan milis2...bisik2.. mengerikan dan penuh kekejaman dan kedip2 mta dusta...dan perbuatan tak adil...??!!.. Inikah profesi mulia dan ingin suatu keadilan..??? Quo Vadis Wartawan... dan semua siaran berita2.. DUSTA-DUSTA-DUSTA.......hehehe

Jumat, 23/09/2011 19:33 WIB

Pihak SMAN 6 Jakarta Dan Wartawan Sepakat Berdamai

Irwan Nugroho - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2011/09/23/193344/1729358/10/pihak-sman-6-jakarta-dan-wartawan-sepakat-berdamai#queryString#



Jakarta - Kekisruhan yang terjadi antara pihak SMAN 6 Jakarta dengan wartawan akhirnya berujung dengan kesepakatan damai. Dimediasi oleh Dewan Pers, kesepakatan damai itu ditandai dengan penandatanganan 'risalah penyelesaian masalah'.

Adapun isi dari kesepakatan 'risalah penyelesaian masalah' itu adalah sebagai berikut:

1. Kedua pihak sepakat bersikap kooperatif mendukung kepolisian mengusut kejadian perampasan kaset milik wartawan Trans 7 yang terjadi hari Jumat 16 September 2011. Karena hal tersebut melanggar UU Pers No 40/1999 pasal 4 pasal 8 yang sanksinya diatur dalam pasal 18 (1).

2. Kedua pihak menyadari saling berkontribusi atas terjadinya kekerasan yang terjadi pada Senin 19 September 2011 dan sepakat menempuh perdamaian dan saling memaafkan. Kedua pihak sepakat tidak membawa kasus ini ke ranah hukum.

3. SMA 6 Jakarta berkomitmen menghargai kebebasan pers yang sesuai dengan undang-undang pers dan kode etik jurnalistik.

4. Pihak wartawan berkomitmen menghargai SMA 6 Jakarta sebagai badan publik yang melakukan tugas pendidikan.

5. Dewan pers menangani pengaduan SMA 6 Jakarta tentang pemberitaan pers terkait kekisruhan yang terjadi pada Senin 19 September 2011, yang dianggap tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik.

Penandatanganan dilakukan hari ini, Jumat (23/9/2011), dan bertempat di Gedung Dewan Pers, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Hadir oleh Kepala Sekolah SMA 6 Kadarwati, perwakilan siswa, kuasa hukum SMA 6 Jakarta Try Adhyaksa, serta anggota Komite Sekolah.

Sedangkan dari pihak wartawan antara lain hadir Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jerry Adiguna, anggota Poros Wartawan Jakarta (PWJ), serta perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.

Meski sempat berbeda pendapat dalam penyusunan draf kesepakatan tersebut, namun suasana mediasi umumnya berlangsung cair. Tak jarang, gelak tawa terdengar dalam proses mediasi yang dimulai sejak pukul 13.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB itu.

Usai penandatanganan risalah penyelesaian masalah, Jerry berjabat tangan dengan Kepala Sekolah SMAN 6 yang disaksikan anggota Dewan Pers di antaranya Agus Sudibyo dan Uni Lubis. Jabat tangan itu lalu diikuti oleh peserta mediasi lainnya.

"Ya, Alhamdulillah," ujar Kadarwati lega.

Menurut Kadarwati, hasil kesepakatan tersebut akan disampaikan kepada murid-muridnya hari Senin pekan depan. Mulai hari ini, aktivitas SMA 6 yang sempat diliburkan akan dimulai kembali.

"Nanti hari Senin akan ada apel. Nanti kita bacakan di sana," ucap dia.
(gah/gah)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar