Kamis, 15 September 2011

Kasus Ambon Jelas2 Terencana dan ada Permainan Grand Design oleh Para Aktor Salibis-Zionist:.... >>.>..Ustadz Bernard Abdul Jabbar dari Forum Umat Islam mengultimatum Presiden SBY untuk tidak macam-macam kepada kaum muslim. Kejadian Ambon kemarin ditengarainya adalah ulah intelijen untuk terus menutupi aib Partai Demokrat yang tengah ditimpa kasus korupsi....>> SBY jangan mengorbankan Umat Islam ala 911 case di AS .. dimana demi kemenangan partai dan citra diri maka dilakukan penzholiman kepada Umat Islam...di Ambon..!!!.. >>.. Ini ada permainan pihak dalam....??? .. >> Waspadalah Umat Islam harus siap perang Badar...!!! Inilah mulainya permainan para Dajjal di Indonesia..>> Mereka berbaju dusta...dan bermain politik kotor..!!!..>>..Hayyoo berjuang dan kuatkan iman dan teguhkan sikap danperjuangan.....>>>..Ajakan Jihad Umat Dibilang Provokasi, Tapi Brimob Nashrani Tembaki Muslim Ambon Dibiarkan.....?>>....>>Kabar tidak sedap ini datang dari ujung Timur Jawa. Kepolisian Daerah Jawa Timur kini tengah memburu penyebar pesan singkat (SMS) yang berisi ajakan provokatif untuk pergi ke Ambon pascakerusuhan. Ajakan untuk berjihad tersebut dinilai telah meresahkan masyarakat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Kami akan menelusuri dan mencari tahu siapa pengirimnya. Sebab SMS itu sudah sangat meresahkan,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Hadiatmoko di sela pemeriksaan penumpang tujuan Ambon di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (13/9/2011)...> Inilah tipu muslihat para Pemimpin Dusta...!!! >>> Umat Islam Bangkitlah...dan terus bersatu dan berjihad dalam menegkkan Keadilan..dan Kebenaran..>>.> Fakta dilapangan: Inilah Detik demi Detik Pembantaian Salibis Terhadap Muslim Ambon ...>>> Inilah Skenario Salibis.. Tukang Ojek Nyatanya Tewas Ditusuk, Bukan Kecelakaan >> Polisi harus jujur dan jangan memihak kepada yang jelas2 menyerang umat Islam...>>> Ini permainan politik para antek2 Penjajah Kriminal Internasional...>>> Ini ada orang2 jahat di Pemerintahan yang juga bermain api...>>> Kuatkan persatuan Umat Islam dan lakukan konsolidasi dengan semua jajaran Umat...>> Wahai FUI-dan Ormas2 Islam segeralah bersatu dan Konsolidasi...>> Mana itu Muhammadiyah-NU-dan jajaran Islam lainnya ..>> Jangan sok baek2 padahal...jelas Umat Islam di Ambon sedang dizholimi....>>> Hayyoo bangkit hai umat Islam...>> Jangan mendeg dan bingung...>> Mereka Umat Kresten Amon dan para salibis dan Zionis sudah menyerang Umat Iswlam Ambon dan menzholimi Umat Islam...>>> Mereka itulah selalu berkhianat dan memprovokasi Kemerdekaan Republik Indonesia...>> Mereka memang selalu menjadi kakitangan dan antek2 para Penjajah Kafirin dan selalu Jahat..kepada Umat Islam..>> Awas.. dan bersatulah..!!!..







SBY Jangan Macam-macam dengan Umat Islam!






Ustadz Bernard Abdul Jabbar dari Forum Umat Islam mengultimatum Presiden SBY untuk tidak macam-macam kepada kaum muslim. Kejadian Ambon kemarin ditengarainya adalah ulah intelijen untuk terus menutupi aib Partai Demokrat yang tengah ditimpa kasus korupsi.
“Ini kan permainan Intelijen saja. Partai Demokrat lagi disorot masyarakat karena korupsi. Maka dimainkan lah kasus Ambon. Para jenderal-jenderal itu sudah tidak percaya dengan SBY. Maka itu saya katakan SBY jangan macam-macam dengan umat Islam. ” tegas Pembina Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi ini kepada Eramuslim.com, selasa siang.
Hal ini bisa diendus setelah SBY selesai memojokkan umat Islam lewat serangkaian rekayasa kasus terorisme. “Setelah kasus terorisme selesai mereka mainkan dengan ditangkapnya Umar Patek dan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, lalu apa lagi yang bisa dimainkan? Ambon lah yang kemudian diangkat." imbuh kristolog ini.
Oleh karena itu, Ustadz Bernard yang sebelumnya mendapat hidayah keluar dari agama Nashrani mengatakan bahwa umat muslim tidak bisa lagi berdiam diri dan membiarkan SBY terus menzhalimi umat Islam. “Sampai kapan kita dibeginikan terus?” tanyanya
Serentetan kasus yang menjadikan umat muslim sebagai sasaran tidak akan pernah berhenti sampai disini. Oleh karenanya, menurut Ustadz Bernard, Ambon berdarah 11/9 hanya menjadi pintu yang akan terus diputar oleh SBY untuk menutupi aibnya dan menaikkan citranya. “Nanti kalau Ambon selesai. Poso lagi (dimainkan). Terus saja diputar.” pungkasnya. (pz)

Lainnya (Arsip)



Ajakan Jihad Umat Dibilang Provokasi, Tapi Brimob Nashrani Tembaki Muslim Ambon Dibiarkan?




http://www.eramuslim.com/berita/nasional/ajakan-jihad-umat-dibilang-provokasi-tapi-brimob-nashrani-menembaki-muslim-ambon-dibiarkan.htm





Umat muslim lagi-lagi mendapatkan ketidakadilan. Hak mereka untuk membantu saudara semuslimnya justru dituduh provokasi oleh pihak kepolisian.
Kabar tidak sedap ini datang dari ujung Timur Jawa. Kepolisian Daerah Jawa Timur kini tengah memburu penyebar pesan singkat (SMS) yang berisi ajakan provokatif untuk pergi ke Ambon pascakerusuhan. Ajakan untuk berjihad tersebut dinilai telah meresahkan masyarakat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Kami akan menelusuri dan mencari tahu siapa pengirimnya. Sebab SMS itu sudah sangat meresahkan,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Hadiatmoko di sela pemeriksaan penumpang tujuan Ambon di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (13/9/2011).
Dikatakan, SMS tersebut berisi imbauan agar masyarakat bersama-sama datang ke Ambon. Mereka, para kelompok-kelompok jihad dipersilakan ke Ambon lewat pintu-pintu keluar. Siapapun yang pergi ke Ambon akan disebut jihad.
Menurut Kapolda, SMS tersebut sudah beredar ke masyarakat luas, bahkan ke ponselnya sendiri. “Kami sudah teliti nomor yang dipakai mengirim SMS itu, ternyata nomor tersebut hanya dipakai satu atau dua hari, selebihnya dibuang,” terang Hadiatmoko.
Sebagai langkah antisipatif merebaknya isu tersebut, Polda Jatim menerjunkan anggotanya untuk melakukan sweeping secara ketat di beberapa kawasan yang dianggap sebagai pintu keluar Jatim. Di antaranya, Ponorogo, Banyuwangi, Pasuruan, Gresik, Pelabuhan Tanjung Perak dan bandara.
Oleh karena itu, sebelum melakukan sweeping, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat jika polisi terpaksa melakukan penggeledahan. Itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Gatot Nurmantyo juga meminta masyarakat tidak mudah terhasut oleh isu tidak bertanggungjawab. “Kalau ada isu-isu laporkan saja ke petugas nanti kami yang menangani. Ambon sudah ada yang ngurus dan sekarang sudah berangsur pulih,” katanya.
Pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak sudah melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap penumpang tiga kapal. Meski bukan bertujuan ke Ambon, petugas tetap memeriksa karena dikhawatirkan daerah-daerah seperti Balikpapan, Banjarmasin dan daerah lain akan dijadikan tempat transit menuju Ambon.
Seperti diberitakan, pertikaian di Ambon terjadi karena salah paham terkait meninggalnya Darmin, tukang ojek asal Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Sabtu (10/9/2011), pukul 21.45 WITA. Bentrokan antarwarga pertama kali terjadi di kawasan Mangga Dua, sesudah pemakaman jenazah Darmin pada hari Minggu (11/9/2011).
Akhirnya, terjadi saling lempar antarwarga serta pembakaran sejumlah kendaraan. Akibat kerusuhan itu, tujuh orang tewas dan 65 orang luka-luka.
Keterlibatan Brimob Nashrani
Ustadz Bernard Abdul Jabar, tokoh anti Pemurtadan dari Forum Umat Islam (FUI), dalam pernyataannya kepada Eramuslim, selasa (12/9) mengatakan ada keterlibatan para Brimob Nashrani dalam pertempuran kaum salibis dengan kaum muslimin di Ambon. Para Brimob Nashrani ini berada di tengah medah pertempuran bukan untuk menengahi kedua belah pihak namun berada pada posisi keberpihakan kepada kaum salibis.
"Brimob-brimob Nashrani dikerahkan untuk melawan umat Islam," paparnya.
Hal ini juga diamini oleh Front Pembela Islam (FPI). Dalam keterangannya FPI menemukan fakta akan adanya keterlibatan aparat kepolisian beragama Kristen yang turut membantai umat Islam dalam kerusuhan di Ambon. Oleh karena itu, FPI mendesak Kapolri memecat Kepala Brimob dan mengadili polisi yang terlibat dalam kerusuhan itu.
“Kita terus mengikuti perkembangan, memang kerusuhan ini sekarang meluas dan melibatkan aparat-aparat Kristen untuk ikut serta membantai umat Islam. Jadi aparat Kristen itu turun, itu temuan kita,” ujar Sekjen FPI, KH Muhammad Shabri Lubis, senin lusa.
Maka dimanakah letak keadilan penegak hukum disini? Pergerakan Umat Islam untuk memenuhi hak saudaranya, diawas-awasi, tapi aparat kepolisian yang menembaki umat muslim dibiarkan. (pz/dbs)






Ambon kembali membara. Rumah-rumah muslim dibakar oleh kaum salibis. Media-media sekular pun tidak banyak memberitakan kejadian seutuhnya atas pembantaian yang menimpa kaum muslimin. Mereka diam dan sengaja menutupi kasus ini. Bahkan mencoba menuduh umat Islam telah membalikkan fakta. Betullah kata Ulama Asal Inggris, Syekh Ahmad Thompson dalam bukunya Dajjal The Antichrist,“Siapapun yang mempercayai peristiwa-peristiwa menurut media massa kafir, mustahil bisa mengetahui masalah yang sebenarnya."
Oleh karena itu, berikut adalah sebuah dokumentasi detik demi detik pembantaian kaum muslimin oleh salibis yang sampai berita ini diturunkan tidak sedikit umat muslim yang telah meninggal dunia, dan 70 lainnya kritis.
11 September 2011.Pukul 23.30 WIT
Malam ini sebagian besar kaum muslimin mulai berjaga dan memobilisasi diri untuk persiapan jika ada serangan dari kaum salibis, sementara sebagian kecil disebar ke beberapa wilayah untuk memata-matai pergerakan kaum kafir.

Pukul 23.35 WIT
Pertempuran berlangsung di daerah Kudamati, dimana konsentrasi kaum salibis terpusat. Saat ini penjagaan aparat begitu ketat sehingga para pejuang kesulitan menerobos masuk barikade aparat.

12 SEPTEMBER 2011.Pukul 00.35 WIT

Sebagian besar korban luka yang dirawat di RS Al Fatah adalah para pemuda yang mempertahankan wilayah Waiahong dan sekitarnya. Mereka kalah dalam jumlah sehingga terdesak, maka pada malam ini sebagian pejuang yang telah menguasai medan perlawanan mulai bergerak untuk melakukan serangan balasan.

Pukul 06.30 WIT
Sekitar pukul 05.00 WIT, para pejuang berhasil menyerang gerombolan salibis di wilayah Talake dan Mardika. Namun lagi-lagi aparat berpihak pada mereka dan menembaki kami. Hingga berita ini ditulis pertempuran masih terjadi.

Pukul 07.00 WIT
Kami kembali ke basecamp di masjid Al Fattah. Kami kembali berkonsolidasi dan menyusun strategi. Aparat semakin banyak dan represif tapi kami telah mulai memporak-porandakan pertahanan salibis.

12 SEPTEMBER 2011.Pukul 10.30 WIT
Bantuan aparat mulai berdatangan. Konsentrasi aparat ada di wilayah kristen. (Hal ini juga diamini oleh Ustadz Bernard yang mengatakan kepada Eramuslim.com, para aparat Brimob Nashrani dikerahkan untuk melawan umat muslim, red.). Sementara wilayah muslim kosong dari penjagaan aparat.
Pukul 8:30 WIT
Situasi mereda, karena ketatnya barikade brimob di wilayah kristen. Data sementara: 5 orang syahid (Insya Allah) dan beberapa terluka tembak dan terluka di kepala yang dirawat di Rumah Sakit Al Fattah. Insya Allah jika tak ada campur tangan aparat maka kami dengan mudah menghabisi kaum salibis.
(Sumber: Forum Islam Al Busyro). (pz)

Inilah Skenario Salibis.. Tukang Ojek Nyatanya Tewas Ditusuk, Bukan Kecelakaan


Teka-teki mengenai kasus Ambon berdarah minggu lalu mulai mengalami titik terang. Satu demi satu fakta di lapangan membuktikan bahwa kejadian Ambon berdarah yang menewaskan umat muslim adalah agenda yang sudah direncanakan pihak Kristen.
Fakta itu semakin menguat setelah pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri, Anton Bachrul Alam yang menyatakan bahwa Tukang Ojek, Darmin Saiman tewas karena kecelakaan mulai dipertanyakan. Ustadz Bernard Abdul Jabbar, kepada Eramuslim.com, Selasa pagi (13/9), mengatakan bahwa rupanya Darmin tewas dengan luka tusuk di punggung.
“(Ucapan Poltri) itu tidak benar, di tubuh Darmin ada luka jahitan bekas tusukan. Saya memiliki fotonya. Mer-C pun juga sudah mendokumentasikan foto Darwin yang tewas karena ditusuk.” Ujarnya kepada Eramuslim.com
"Masak kalau kecelakaan, kepalanya pecah, tapi helmnyagak kenapa-kenapa." tambahnya
Untuk membuktikannya, Ustadz Bernard bersama rekan-rekan, hari ini berencana menyambangi Kabareskrim Mabesm Polri dalam rangka memberikan fakta itu.
“Jam 12 siang kita akan ke Bareskrim, biar semuanya tahu kasus di Ambon sudah disetting.” Tandasnya
Sebelumnya, Anton Bahcrul Alam, minggu (11/9), menuturkan kericuhan Ambon minggu lalu, berawal dari kecelakaan murni tukang ojek, yang menabrak pohon dan menabrak rumah seorang warga bernama Okto. Darmin lalu dibawa ke rumah sakit dan meninggal. Namun ia diisukan dibunuh. "Itu bisa dibuktikan dari hasil otopsi. Semua tidak ada tanda-tanda kekerasan, Kami harap masyarakat memahami hal ini," tambahnya.
Menurut sumber Eramuslim.com dari Ambon, Darmin mulanya menabrak seorang warga yang pada gilirannya diketahui beragama Nashrani. Kasus ini semakin melebar, setelah Darmin kemudian diserang dan ditusuk oleh warga Nashrani. Tidak hanya itu, pemakaman Darmin pun diserang masa kafir yang tidak terima atas tragedi naas itu itu.
Menurut Ustadz Bernard, konflik di Ambon ini memang sudah disetting jauh-jauh hari.Konsentrasi massa yang langsung terbentuk hanya lewat sms mengenai kematian Darmin, dinilainya sama sekali tidak masuk akal.
“Tidak mungkin hanya dalam beberapa waktu, konsentrasi massa muslim dan Kristen sudah terbentuk. Konflik ini disetting oleh kaum Kristiani.” (pz)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar