Selasa, 27 September 2011

Empat Penyusup Kristen RMS Ditangkap salah seorang pemuda yang ditangkap itu ternyata bernama Edy Matarutty (25) dari daerah Taman Makmur. ....>>>.....bahwa Edy Matarutty yang mereka tangkap itu adalah pentolan kelompok separatis RMS (Republik Maluku Selatan). Edy yang pernah dipenjara dalam kasus tarian Cakalele (tarian khas RMS) pada puncak acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-14 di Kota Ambon yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumat (29/6/2007)...>>...Seorang ibu warga Amplas (Ambon Plasa) yang minta dirahasiakan namanya, memaparkan kepada voa-islam.com, bahwa ia memergoki dua orang pria dini hari sekitar pukul 01.00 WIT (25/9/2011). Satu orang di antaranya memakai sweater warna merah membawa satu jerigen besar berisi bensin.....>> Sebenarnya Ibu dan masyakarat itu mengenal mereka dan namanya konon harus dirahasiakan... >>> Ada Apa ???... >> Nah mana itu media mainstream memberitakan dan mengexposnya...??? Mana itu SBY memberikan instruksi untuk mengusut tuntas para PERUSUH Kristen Ambon..??? Kok... Bungkam !!!...>>> Hey Aparat TNI dan Polisi... mana nyalimu menghadapi RMS...??? Kok... Diam... >>> Kok gak Peduli...>> Hayyo buktikan .. mana Kegaranganmu.. Hey Densus 88...??? Heyyyyy... mana aksimu.. para Komentator Dusta.. di TV2..dan media mainstream dan twitter2..??? ...Kalian adalah Penzhalim Umat Islam...>>> Hayyoo Bangkitlah Umat Islam.. dan dimanapun anda Muslimin harus siapkan diri untuk Menegakkan Kebenaran dan Keadilan secara menyeluruh dan utuh...>>> Bangkitlah Umat Islam dan Bersatulah..secara Kokoh...>>!!!


Tiga Penyusup Kristen RMS Ditangkap


salah seorang pemuda yang ditangkap itu ternyata bernama

Edy Matarutty (25) dari daerah Taman Makmur. 


[Selasa, 27 Sep 2011]









Selasa, 27 Sep 2011


Bikin Ulah di Kampung Muslim Ambon, Penyusup Kristen RMS Ditangkap

AMBON (voa-islam.com) – Situasi Ambon pasca 9/11 kembali memanas dengan ulah provokasi pihak Kristen RMS di wilayah Muslim.
Beberapa menit lalu, sekitar pukul 22.00 waktu setempat, empat orang aktivis Kristen RMS yang dicurigai sebagai penyusup ditangkap warga Muslim di kampung Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe Ambon.

Empat aktivis Kristen RMS ditangkap karena mencoba mengacaukan suasana kampung Muslim. Warga Air Salobar, saat ini sedang siaga pasca insiden perang lempar batu antara warga Kristen Taman Makmur Tanah Rata dengan warga Muslim Air Salobar, kemarin Senin (26/9/2011).
Setelah diinterogasi warga, salah seorang pemuda yang ditangkap itu ternyata bernama Edy Matarutty (25) dari daerah Taman Makmur.
Beruntung, warga Muslim tidak berbuat anarkhis, menyerahkan Edy Matarutty dan tiga orang rekannya ke pos BKO (Badan Kendali Operasi) Infanteri 301 Siliwangi. Setelah diinterogasi, mereka digelendang ke Mapolres Ambon.
Warga makin geram dengan penyusup itu, setelah mengetahui bahwa Edy Matarutty yang mereka tangkap itu adalah pentolan kelompok separatis RMS (Republik Maluku Selatan). Edy yang pernah dipenjara dalam kasus tarian Cakalele (tarian khas RMS) pada puncak acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-14 di Kota Ambon yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumat (29/6/2007).
“Pihak Kristen ini jelas akan mengacaukan keadaan Ambon,” jelas seorang warga. [taz/ramli]


Dua Pria 'Kristen' Kepergok Menyusup ke Kampung Islam 

Bawa Bensin



Ahad, 25 Sep 2011

Dua Pria 'Kristen' Kepergok Menyusup ke Kampung Islam Bawa Bensin


AMBON (VOA-ISLAM.COM) – 
Di tengah situasi mencekam usai peledakan bom rakitan di terminal Mardika Ambon, seorang pria ditengarai dari pihak Kristen menyusup ke perkampungan Muslim membawa bensin.

Seorang ibu warga Amplas (Ambon Plasa) yang minta dirahasiakan namanya, memaparkan kepada voa-islam.com, bahwa ia memergoki dua orang pria dini hari sekitar pukul 01.00 WIT (25/9/2011). Satu orang di antaranya memakai sweater warna merah membawa satu jerigen besar berisi bensin.

Melihat gelagat mencurigakan, seorang ibu mendekat sambil berteriak, “Hai kamu sedang apa?” Tanpa pikir panjang dua pemuda mencurigakan itu kabur dengan motornya, tanpa sempat membawa jerigen bensinnnya.

Ibu paruh baya itu menengarai kedua pelaku berasal dari pihak Kristen, karena saat kepergok, langsung melarikan diri menuju perkampungan Kristen.
“Posisi mereka malam itu berada di Amplas, kemudian lari melalui Lorong Arab,” jelasnya. [taz/ahmed widad]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar