Minggu, 11 September 2011

Melihat 'Full Moon' Malam Ini, Sulit Rasanya Mempercayai Kebenaran 1 Syawal Versi Pemerintah RI...???>>....Kondisi bulan yang tinggal beberapa persen purnama ini, tidak akan mungkin terjadi pembulatan sempurna lebih dari hari Senin tanggal 12 September 2011. Oleh karena itu, apabila melihat beberapa perbandingan yang ada, dan dengan hitungan mundur melalui Kalender Full Moon, maka sangat sulit mempercayai keputusan pemerintah yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada 31 Agustus 2011, yang mana pada hari itu sepertinya sudah memasuki tanggal 2 Syawal 1432H>> Konon ini akibat dari kelompok Muslim tertentu yang sedang menduduki jabatan tertentu di Pemerintahan itu ingin lebih menunjukan... kekuasaan dari-pada Kebenaran...walaupun sudah diinformasikan dengan lengkap oleh muslimin lainnya [sepserti di Cakung dan Jepara] dan sesuai dengan tuntunan AlQurán dan Hadist Rasulullah SAW....>>> Namun...kiranya... tanggapan..Kelompok muslim yang bekuasa ini menurut beberapa pendapat memang kurang komprehensif dalam mengkonsolidasikan dan mengaplikasikan tuntunan Al Qurán dan Hadist tersebut dalam menentukan tanggal 1 Syawal 1432 H yang lalu...[Lebaran yang baru saja berlalu]>> Entah sebab apa mereka malahan memakai konsep ajaran Demorasi barbar... dari pada menganut tuntunan Allah dan Rasulullah SAW..>> Akibatnya mereka itu berdalih dengan sangat kuminter....dan memelintir ayat2 baik AlQurán maupun hadist bahkan dibumbui ayat2 politik dengan alasan Demokratis...>>> Kebenaran itu bukan pendapat kebanyakan... tetapi Kebenaran itu adalah yang Benar...dan sesuai secara utuh dengan ayat2 Nas Al Qurán dan Hadist Rasulullah SAW...>>> Tercatat dalam hadist dan juga sejarah bagaimana perilaku Rasulullah SAW mengikuti pendapat sahabat walaupun 1 orang dan berani disumpah...secara Islam..... >> itu ada dalam sejarahnya...dan juga hadistnya...>>> Nah... Semoga kita Umat Islam dapat mengambol hikmahnya... dan para Penguasa itu hendaknya juga memperhatikan aplikasi ayat2 Allah dan Rasulullah SAW itu secara kaffah dan ikhlas..-utuh menyeluruh... sesuai dengan konsep syariah agama Islam....>>> Bukan main kuasa2-an..>> Kita niyatkan untuk benar2 ibadah kepada Allah SWT bukan ingin pujian... ataupun riya... Nauzdubillahi min zdalik...>>. Ya Rabb persatukan umat Islam Indonesia dan bukakanlah hati kami dengan bersih..dalam satu jalan yang lurus dan kaffah dan benar2 menegakan syariahMU dengan utuh-kaffah-lurus-menyeluruh...dan benar2 komrehensif...dan commonsense dan semoiga selalu dalam hidayah, iinayah, maunah, ma'rifahMu wahai zdat Maha Mulia Maha Penuh Rahmat dan Keberkahan... Amin... Ya Rabb Ya mujibassailin.....


Melihat 'Full Moon' Malam Ini, Sulit Rasanya Mempercayai Kebenaran 1 Syawal Versi Pem


Melihat Bulan Malam Ini, Sulit Rasanya Mempercayai Kebenaran 1 Syawal Versi Pemerintah

Minggu, 11 September, 2011 | 4:48 WIB
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10472857

JAKARTA, Lintas-Kabar.com – 

COBA anda keluar rumah dan melongok ke langit malam ini. Ternyata bulan sudah nyaris sempurna alias nyaris bulan purnama (fullmoon). Kondisi bulan yang tinggal beberapa persen purnama ini, tidak akan mungkin terjadi pembulatan sempurna lebih dari hari Senin tanggal 12 September 2011. Oleh karena itu, apabila melihat beberapa perbandingan yang ada, dan dengan hitungan mundur melalui Kalender Full Moon, maka sangat sulit mempercayai keputusan pemerintah yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada 31 Agustus 2011, yang mana pada hari itu sepertinya sudah memasuki tanggal 2 Syawal 1432H.

Mengapa sulit mempercayainya?

Pertama, siapapun bisa membuka situs Kalender Full Moon (jadwal bulan purnama) melalui internet maupun melalui lembaga-lembaga astronomi yang ada. Ambil contoh, pada situs

, atau di
http://moonphases.info/full_moon_calendar_dates.html . Pada situs-situs tersebut terpampang jelas deretan jadwal di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia maupun di Timur Tengah. Semua orang bisa mengaksesnya dari negara manapun, dan tidak ada perbedaan jadwal full moon maupun jadwal new moon (bulan baru) dalam Kalender Lunar (yang dipakai sebagai acuan kalender Hijriyah). Anda tinggal memasukkan nama negara, bahkan nama kota ke dalam mesin pencari di situs ini, maka seluruh data astronomi akan muncul.

Sesuai keperluan, saya mencoba memasukkan data full moon ke dalam search engine dan ternyata memang jadwal seluruh dunia sama. Untuk full moon bulan September 2011 akan terjadi pada tanggal 12 September 2011 pukul 16.28 WIB untuk waktu Indonesia. Dari situ sangat jelas terlihat, betapa mudahnya membuktikan benar tidaknya 1 Syawal 1432H, jika dihitung mundur dari terjadinya Bulan Purnama. Karena bulan dalam kelender Hijriyah tidak lebih dari 30 hari, maka tinggal hitung saja mundur dari tanggal 12 September 2011 ke tanggal sebelumnya hingga 15 kali.

Karena sudah full moon pada pukul 16.28 WIB tanggal 12 September, maka setelah saya hitung mundur, ketemulah bahwa tanggal 29 Agustus 2011 pukul 10.05 WIB sebenarnya sudah memasuki 1 Syawal 1432H. Karena dalam kalender Hijriyah sebuah hari dimulai pada sore hari, maka dari itu wajar saja jika sehari setelahnya, yakni tanggal 30 Agustus 2011, sudah ada yang shalat Idul Fitri. Otomatis, dengan Kalender Full Moon itu, keputusan 1 Syawal yang jatuh pada 31 Agustus 2011, sebenarnya sudah memasuki 2 Syawal.

Kedua, untuk menghilangkan keraguan, saya mencoba membandingkan dengan beberapa mesin atau situs pemberi informasi data astronomi seputar kondisi bulan dari detik per detik, dari menit per menit, misalnya di http://www.icoproject.org/icop/shw32.html. Pada situs ini, kita bisa mengetahui secara digital dan sudah menjadi patokan di seluruh dunia, bagaimana caranya ingin melihat prosentase bulan dari posisi new moon hingga full moon.

Fase perubahan bulan sangat jelas terlihat secara matematis dan terukur, bahkan lengkap dengan gambarnya. Hingga saya tulis artikel ini, fase bulan sudah mencapai 97 persen pada pukul 20.09.10 WIB. Padahal, beberapa jam sebelumnya baru 93 persen, setelah saya hitung, maka tetap saja sama ketemunya, bahwa fullmoon tetap akan terjadi pada hari Senin 12 September 2011 pukul 16.28 WIB.

Ketiga, namun harap dimaklumi, karena pada pukul 16.28 WIB tanggal 12 September 2011 matahari masih belum terbenam, maka tentu saja bulan purnama tidak akan kelihatan oleh mata telanjang akibat sinar matahari. Untuk melihatnya, tunggu dulu hingga Maghrib atau terbenamnya matahari pada pukul 17.30-an. Saat itu, kondisi bulan purnama baru akan kelihatan jelas. Posisi bulan purnama, kira-kira akan kelihatan sempurna hingga menjelang tengah malam.

Keempat, dengan Kalender-Kalender Full Moon di atas, maka untuk menentukan kapan dimulainya 1 Ramadhan 1433H atau puasa pada tahun 2012 mendatang dan juga kapan 1 Syawal pada tahun yang sama sudah bisa diketahui tanpa melihat hilal maupun hisab. Idul Fitri pun akan bisa dilakukan bersamaan. Sesuai Kalender Full Moon, maka tanggal 19 Juli 2012 pukul 11.25 WIB sudah memasuki 1 Ramadhan 1433H. Maka sore harinya seharusnya sudah tarawih karena pada pagi hari tanggal 20 Juli 2012 adalah puasa hari pertama Ramadhan 1433H.

Begitupula pula, pada tanggal 17 Agustus 2012 pukul 22.55 WIB sudah memasuki tanggal 1 Syawal 1433H. Maka dari itu, tanggal 18 Agustus 2012 adalah Idul Fitrinya. Jadi kita bisa berbangga karena dengan Kalender Full Moon, maka pada 17 Agustus 2012 mendatang, seluruh rakyat Indonesia akan bersatu Idul Fitrinya, ramai-ramai memperingati Kemerdekaan Indonesia sekaligus bertakbir bersama.

Terakhir, kelima, menggunakan Kalender Full Moon akan mempersatukan Idul Fitri untuk Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama dan Pemerintah.
http://www.lintas-kabar.com/2011/09/...si-pemerintah/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar