Minggu, 09 Desember 2012

Pertempuran Karbala...??? ADA APA?? UNTUK APA?? TUJUAN APA?? SEBAB2 APA?? KEPENTINGAN APA YANG MENDASAR SEHINGGA PERLU PEMBANTAIAN HABIS-HABISAN?? BAGAIMANA PROSES AWALNYA... HINGGA PASCA PEMBANTAIANNYA..??? >>> ADAKAH KEJUJURAN SEJARAH ISLAM MAU MENGUNGKAP...SECARA UTUH DAN BENAR2 MENCARI KEBENARAN?? >> BUKAN PEMBENARAN SEPIHAK-SEPIHAK...DEMI MELANGGENGKAN KEDUSTAAN?? >>> INI CUCU NABI MUHAMMAD SAW...DAN JUGA HINGGA KETURUNAN HUSEIN... PASCA KARBALA ..PEMBUNUHAN MASIH TERUS BERLANGSUNG?? BENARKAH...?? >> MAUKAN UMAT ISLAM SECARA SADAR MEMPERSATUKAN DIRI DALAM AQIDAH DAN AJARAN YANG LURUS....SESUAI TITAH ALLAH DAN SABDA RASULULLAH SAW...SECARA UTUH MENYELURUH...UNTUK KEJAYAAN ISLAM DAN UMAT ISLAM SERTA MEMBANGUN DUNIA SECARA ISLAMI YANG MEMBERIKAN SEBESAR-BESAR FAEDAH DAN MANFAAT UNTUK KEJAYAAN AJARAN ALLAH DN RASULULLAH SAW...DAN KEAMANAN DAN KEADILAN SERTA KEMULIAAN -KEMAKMURAN-KESEJAHTERAAN YANG MERATA DAN ADIL BAGI UMMAT MANUSIA SEMESTA...??? ADAKAH INI KESADARAN HATI..?? >> SEMOGA ALLAH TETAP MEMBIMBING KITA DENGAN LURUS DAN DALAM RAHMAT DAN RIDHA DAN BARAKAHNYA... AAMIIN


Pertempuran Karbala

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Karbala 
Pertempuran Karbala
Battlefield.jpg
Posisi pasukan Husain dikepung oleh pasukan Umar bin Sa'ad
Tanggal 10 Muharram 61, 10 Oktober 680
Lokasi Karbala
Hasil Terbunuhnya seluruh pasukan Husain bin Ali kecuali Ali Zainal Abidin, sehingga pertempuran ini dimenangkan oleh pasukan Bani Umayyah.
Pihak yang terlibat
Bani Umayyah Keluarga Keturunan Ali
Komandan
Ubaidillah bin Ziyad
Umar bin Sa'ad
Husain bin Ali
Abbas bin Ali
Kekuatan
10.000 72
Pertempuran Karbala terjadi pada tanggal 10 Muharram, tahun ke-61 dari kalender Islam (9 atau 10 Oktober 680)[1][2] di Karbala, yang sekarang terletak di Irak. Pertempuran terjadi antara pendukung dan keluarga dari cucu Muhammad, Husain bin Ali dengan pasukan militer yang dikirim oleh Yazid bin Muawiyah, Khalifah Bani Umayyah saat itu.
Pihak Husain terdiri dari anggota-anggota terhormat keluarga dekat Muhammad, sekitar 128 orang. Husain dan beberapa anggota juga diikuti oleh beberapa wanita dan anak-anak dari keluarganya. Di pihak lain, pasukan bersenjata Yazid I yang dipimpin oleh Umar bin Sa'ad berjumlah 4.000-10.000.
Pertempuran ini kemudian diperingati setiap tahunnya selama 10 hari yang dilakukan pada bulan Muharram oleh Muslim Syi'ah seperti halnya segolongan Sunni, dimana puncaknya pada hari kesepuluh, Hari Asyura.[3]

Daftar isi

Sebelum Peperangan

Sebelum wafatnya, Muawiyah bin Abu Sufyan berwasiat bahwa kekhalifahan berikutnya akan dipegang oleh anaknya, Yazid bin Mu'awiyah. Hal ini telah melanggar perjanjian Mu'awiyah dengan Imam Hasan bin Ali, kakak dari Imam Husayn. Selain itu, dalam wasiatnya kepada Yazid, Mu'awiyah juga menyebutkan, bahwa kelak akan ada yang menolak atau tidak membay'atnya. Di antara mereka yang disebutkan Mu'awiyah adalah:
  • Abdur Rahman bin Abu Bakr. Menurut Mu'awiyah, dia tergolong orang yang mudah diubah pikirannya. Dengan harta dia bisa berubah pikiran.
  • Abdullah bin Umar. Menurut Mu'awiyah, dia tergolong orang yang tidak akan mengganggu kekhalifahan anaknya, karena Ibn 'Umar adalah orang yang anti-duniawi. Dia akan meninggalkan perkara ini (kekhalifahan) karena menganggap ini adalah perkara yang kotor.
  • Abdullah bin Zubayr.
  • Abdullah bin Abbas. Dia dan Ibn Zubayr menurut Mu'awiyah akan menentang kekhalifahan Yazid.
  • Imam Husain bin Ali. Sudah pasti menurut Mu'awiyah, akan menjadi penentang utama kekhalifahan Yazid karena hanya dialah keluarga Nabi Muhammad SAW. yang masih hidup.
Lantas, setelah wafat ayahnya, Yazid memerintahkan Walid bin Utbah, Gubernur Madinah, untuk meminta bai'atnya Imam Husayn kepada Yazid. Tentu saja hal in ditolak, dengan kata-katanya yang terkenal Orang-orang seperti ku tidak akan pernah membayat orang-orang seperti dia (Yazid)
Lalu, tahu kalau Walid akan terus memaksanya, pada tanggal 28 Rajab 60 H, Imam Husayn pergi ke Mekkah selama 6 bulan. Selama tinggal di Mekkah, Imam Husayn menerima banyak surat dari Kufah, untuk datang kesana menjadi Imam karena tidak adanya Imam di Kufah. Imam Husayn pun mengirim keponakannya, Muslim bin Aqil ke Kufah, untuk memastikan apakah mereka benar-benar membutuhkan Imam atau tidak.
Sesaimpainya di Kufah, Muslim diterima dengan baik, dan hampir seluruh warganya membai'at Imam Husayn melaluinya. Muslim mengirim surat kepada Imam Husayn yang menyatakan bahwa Kufah aman untuk Imam Husayn. Namun, setelah kedatangan Gubernur baru, 'Ubaydullah ibn Ziyad, semunya langsung berubah. Muslim dan teman-temannya langsung dibunuh pada 9 Dzul Hijja 60 H, tanpa ada protes dari rakyat Kufah. Imam Husayn pun mendapat ancaman pemubunuhan dari Yazid melalui 'Amr bin Sa'ad bin al-'Ash. Namun, Imam Husayn sudah pergi dari Mekkah pada tanggal 8 Dzul Hijja, sehingga pembunuhan terhadapnya pun gagal.
Mendengar kepergiannya menuju Kufah, Ibn 'Abbas dan Ibn Zubayr menemuinya dan meminta untuk jangan pergi ke Kufah. Mereka mengetahui rencana Yazid yang sebenarnya. Namun Imam Husayn menolak. Ima Husayn tetap bersikeras untuk pergi ke Kufah. Dalam perjalanan menuju Kufah, barula Imam Husayn menerima kabar bahwa keponakannya, Muslim, sudah syahid di tangan Ibn Ziyad. Dibanding kembali ke Madinah, Imam husayn tetap melanjutkan perjalanan menuju Kufah, hingga dicegat oleh tentara Ummayyah yang masih dikomandoi oleh Hurr ibn Yazid pada saat itu.

Ketika di Karbala

Imam Husayn dan rombongannya sampai di Karbala pada tanggal 2 Muharram 61 H. Ketika itu, Imam Husayn dicegat oleh 1.000 pasukan di bawah komando Hurr ibn Yazid. Ketika itu Imam Husayn berkata akan kembali ke Madinah apabila diperbolehkan oleh Hurr, namun Hurr menolak.

Setelah menerima kabar bahwa Imam Husayn dan rombongannya berhenti di Karbala, lalu Ibn Ziyad menunjuk Umar bin Sa'ad ibn Abi Waqqash sebagai komandan perang melawan Imam Husayn. Pada awalnya, Ibn Sa'd menolak, namun, setelah ditekan oleh Ibn Ziyad, dengan terpaksa ia mau. Selian itu, Ibn Sa'd juga menerima perintah, untuk memulai perang pada 6 Muharram dan untuk memutus akses rombongan Imam Husayn dari air dari sungai Eufrat. Lantas, rombongan Imam Husayn tidak dapat air hingga 10 Muharram.

Ibn Sa'd, yang begitu ragu dalam peperangan ini, menerima perintah dari Ibn Ziyad untuk segera memulai perang pada malam 9 Muharram. Mendengar hal ini, Imam Husayn mengirim Abbas bin Ali meminta untuk ditundanya serangan, agar mereka bisa Shalat malam. Permintaan ini dikabulkan oleh Ibn Sa'd.

Setelah Shalat malam didirikan, Imam Husayn berkhutbah yang sangat terkenal, hingga yang mendengarnya menangis. Mereka yakin bahwa ini adalah pertemuannya yang terkahir dengan Imam Husayn. Imam Husayn berkata bahwa siapapun yang ingin pergi dari rombongannya maka dipersilahkan pergi oleh Imam Husayn. Namun, tidak ada satu pria pun bahkan anak kecil yang keluar dari rombongan itu. Semuanya telah memilih kematian yang syahid dibanding kehidupan dibawah kezaliman.

Perang Dimulai

Pagi 10 Muharram, setelah Shalat Shubuh, Imam Husayn membagi pasukan kecilny menjadi 3 bagian. Pasukan kanan dipimpin oleh Zuhayr ibn Qayn dan Habib ibn Muzahir, pria berusia 70 tahun di bagian kiri. Dan adik tirinya, 'Abbas ibn 'Ali di bagian tengah bersama Ahlul Bayt dan Imam Husayn. Semua tentara Imam Husayn berjumlah 72 yang terbagi 32 pasukan berkuda dan 40 tentara pejalan kaki. Imam Husayn masih meminta kepada tentara Umayyah untuk kembali ke jalan Allah dan Rasul-Nya. Khutbahnya begitu memikat, hingga Hurr ibn Yazid dan beberapa orang lainnya masuk ke dalam tentara Imam Husayn.

Daftar yang syahid dari pihak Husain

Keluarga

Saudara

  • Abbas bin Ali
  • Abdullah bin Ali
  • Jafar bin Ali
  • Utsman bin Ali
  • Ibrahim bin Ali
  • Abu Bakar bin Ali
  • Amru bin Ali
  • Muhammad bin Ali

Putra

Putra Hasan bin Ali

  • Abdullah bin Hasan - putera tertua
  • Qasim bin Hasan - putera bungsu
  • Zaid bin Hasan
  • Hasan bin Hasan bin Ali
  • Abu Bakar bin Hasan bin Ali

Lainnya

Keturunan Aqil bin Abu Thalib

  • Ja’far bin Aqil
  • Abdul Rahman bin Aqil
  • Abdullah bin Aqil
  • Muhammad bin Aqil
  • Muhammad bin Abu Said bin Aqil
  • Ibrahim bin Muslim bin Aqil
  • Abdul Rahman bin Muslim bin Aqil
  • Abdullah bin Muslim bin Aqil
  • Muhammad bin Muslim bin Aqil

Pendukung

Lihat pula

Catatan kaki


Pranala luar

  • e-book Peristiwa Asyura di swaramuslim.com
  • Daftar para syahid di Karbala
  • Para Syahid Karbala dan Kufah

    Berikut daftar para syahid di Karbala dan Kufah
    1. Abu Bakr bin Ali bin Abi Thalib
    Dia dipanggil Muhammad Ashghar atau Abdullah dari Laila binti Mas’ud bin Hanzalah bin Manats bin Tamim.
    2. Abu Bakr bin Hasan bin Ali [bin Abi Thalib]
    3. Abdul Hatuf Anshari dan saudaranya
    4. Sa’d (kedunya putra Hurr)
    Keduanya [no 3 dan 4] berasal dari Kufah yang bergabungn dengan Imam Husain di Karbala.
    5. Adham bin Umayah al-Abdi
    Ia adalah putra Ubaidah, yang ayahnya pengikut setia Nabi saw.
    6. Aslam, budak yang dibeli dan dibebaskan oleh Imam suci as
    7. Anas bin Hars Kahili, bin Baniah bin Kahli, yang termasuk salah seorang sahabat Nabi saw.
    8. Burair Zibe Khozair Hamdani. Seorang tua yang saleh dan pengikut setia Amirul Mukminin, Imam Ali, salah seorang bangsawan terpandang Kufah. Ia adalah orang yang datang kepada Imam Husain agar mengizinkannya mendapatkan syahadah yang ia inginkan di jalan Allah dan memperlihatkan wajahnya kepada Nabi saw pada hari Kiamat.
    9. Umaya bin Sa’d at-Thai
    Ia termasuk sahabat Imam Ali as
    10. Basyr bin Amrual Hazrami, termasuk salah seorang pengikut setia Nabi saw.
    11. Bakr bin Hayy at-Taimi
    Ia termasuk orang Bani Taim yang datang ke hadapan Imam suci as dan bersedia syahid di jalan Tuhan.
    12. Jabib bin Hajjaj at-Taimi. Ia pengikut Muslim bin Aqil di Kufah. Sejak Muslim ditahan, ia menyembunyikan diri sampai Imam Husain tiba di Karbala dan melaporkan diri ke Imam as dan mendapatkan kesyahidan.
    13. Jibilats bin Ali Syaibani
    Ia sahabat Imam Ali yang ikut serta dalam Perang Shiffin.
    14. Jafar bin Aqil bin Abi Thalib
    Saudara ketiga Abbas, pembawa panji Imam suci as.
    15. Jafar bin Aqil bin Abi Thalib
    Saudara Muslim bin Aqil, deputi Imam as ke Kufah
    16. Jinadat bin Ka’b Anshari Khazraji
    Bersama putranya, yang syahid di Karbala, ia termasuk pengikut setia Imam Husain
    17. Jundab bin Muji Khaulani
    Salah seorang Imam Ali yang datang kepada Imam suci as dan jatuh di kaki sang Imam dan berdoa untuk diizinkan syahid.
    18. Jaun
    Budak yang dibebaskan oleh Abu Dzar yang setelah kematian Abu Dzar bergabung dengan Imam suci kedua, Hasan bin Ali, dan setelah itu mendampingi Imam Husain dan datang ke Karbala dengan Imam. Ia digembleng oleh Abu Dzar.
    19. Jaun bin Maliki Tamimi.
    Semula anggota pasukan Yazid lalu akhirnya bergabung dengan pasukan Imam Husain as
    20. Hars
    Budak yang dibebaskan oleh Hamza, pamanda Nabi saw, yang menyertai Imam Husain ke Karbala dan akhirnya syahid.
    21. Habsyi bin Qais Nahmi
    Termasuk kabilah Hamdan. Kakeknya adalah pengikut setia Nabi saw.
    22. Hars bin Amra Qais al-Kindi
    Seorang bangsawan pemberani dari Arabia. Ia menyusup ke pasukan lawan dan menemukan pamannya sendiri di sana. Pamannya bertanya, “Apakah kau datang untuk membunuhku?” Ia menjawab, “Ya, engkau adalah pamanku, tak ragu lagi. Tetapi Allah adalah Tuhanku. Engkau ada di sini untuk menentang-Nya.’ Lalu ia membunuh pamannya. Bersamanya, tiga orang lain bergabung dengan Imam as dan mereka menjadi syahid.
    23. Habib bin Amir Taimi
    Dia adalah yang berbaiat kepada Imam as di tangan Muslim bin Aqil yang syahid di Kufah. Habib meninggalkan Kufah dan bergabung dengan Imam as selama perjalanannya ke Karbala dan mencapai kesyahidan..
    24. Habib bin Muzhahir al-Asadi
    Dia dikenal sebagai Habib bin Muzhahir bin Ri’ab bin Asytar dari garis keturunan Asad Abdul Qasim al-Asadi.
    25. Hajjaji bin Badr Sa’di
    Ia dari Basra dari kabilah Bani Sa’d, seorang bangsawan terkemuka di Kufah. Ia adalah orang yang membawa pesan-pesan Imam as kepada orang-orang yang setia dari kalangan Ahlulbait di Kufah..
    26. Hajjaji bin Masruq Jufi
    Sahabat setia Imam Ali.
    27. Hurr bin Yazid Riyahi
    Ia putra Yazid bin Najiyah bin Qanab bin Yatib bin Hurr dari garis Yarboir Riyahi. Seorang pemberani dari Kufah, ksatria berpengalaman yang secara khusus dipilih Ibn Ziyad untuk memerangi Imam Husain. Ia termasuk orang yang menghalangi jalan Imam Husain dekat Kufah, namun ia tak pernah percaya bahwa rencana Ibn Ziyad adalah mengakhiri Imam Husain. Ketika di Karbala, Hurr meninggalkan pasukan lawan dan bergabung dengan Imam as untuk meminta ampun atas perilakunya yang keliru. Imam as menjawab, “Hurr, sebagaimana ibumu menamaimu Hurr, orang yang merdeka, engkau merdeka di dunia dan di akhirat.”
    Hurr adalah syahid paling terkenal di jalan Allah.
    28. Hallas bi Amr Rasibi
    Ia anak Amr Rasibi, seorang pengikut setia Imam Ali.
    29. Hanzhalah bin Asadus Shabami
    Ia termasuk orang yang membawa pesan peringatan dari Imam Husain ke Ibn Sa’d di Karbala.
    30. Rafi, budak yang dibebaskan oleh Muslim Azdi. Ia datang sukarela untuk bergabung dengan pasukan Imam.
    31. Zawir bin Amr al-Kindi
    Seorang pengikut tulus Ahlulbait, sahabat setia Imam Husain.
    32. Zuhair al-Qain Bijilly
    Ia pemimpin kabilah, seorang yang tokoh yang berpengaruh di Kufah. Semula, ia setia kepada Utsman, tetapi ketika sekembalinya dari haji ia bertemu dengan Imam Husain. Sejak itu, ia menjadi pengikut Imam yang setia. Ia termasuk orang yang mengucapkan selamat tinggal kepada istrinya, Dalham binti Amr dengan cara menceraikannya. Istrinya kembali kepada keluarganya, sementara ia bergabung dengan Imam as hingga syahid.
    33. Ziyad bin Arib Saidi
    Putra Arib ini adalah sahabat setia Nabi saw. Ia termasuk ahli hadis, seorang yang mempunyai pribadi mulia yang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
    34. Salim, budak yang dibebaskan dari Amir Abdi. Ia pengikut setia Imam Ali dari Basrah.
    35. Sa’d bin Hars dan Abul Hatuf bin Hars Ansari
    Dua saudara kembar ini datang dari Kufah yang awalnya bergabung dengan pasukan musuh untuk memerangi Imam Husain. Belakangan, kedua meninggalkan barisan Yazid dan bergabung dengan pasukan Imam as.
    36. Sa’d, budak yang dibebaskan oleh Imam Ali.
    Setelah kesyahidan Imam Ali, ia tetap setia kepada Imam Hasan. Setelah kesyahidan Hasan, ia tetap setia kepada Imam Husain hingga kesyahidannya.
    37. Sa’d, budak yang dibebaskan oleh Amr bin Khalid
    Ia memilih syahid demi kebenaran. Ia seorang pribadi mulia yang penuh kesetiaan.
    38. Sayid bin Abdullah Hanafi
    Seorang pribadi mulia, pemberani, dan berpengaruh dari Kufah. Ia sangat membantu Muslim bin Aqil di Kufah, karena ia membawa surat Muslim dari Kufah kepada Imam Husain dan tetap bersama Imam sampai kesyahidannya.
    Dengan dadanya, ia menahan serangan anak-anak panah dari pasukan Yazid yang ditujukan kepada Imam Husain yang tengah shalat hingga ia syahid..
    39. Salman bin Mazarih bin Qais Ammari al-Bijjili
    Sepupu Zuhair al-Qain. Ia pergi ke Mekah dengan Zuhair dan sepulangnya dari sana, ia memutuskan untuk bergabung dengan Imam Husain.
    40. Sulaiman bin Razin, budak yang dibebaskan Imam Husain.
    Ia membawa surat Imam Husain kepada para pencinta Ahlulbait di Basrah. Ibn Ziyad, gubernur Basrah, menangkapnya dan akhirnya, pembantu setia Imam Husain ini syahid.
    41. Sawar bin Manyim Nahmi
    Ia mengembara ke seluruh Irak untuk bergabung dengan pasukan Imam Husain.
    42. Suwaid bin Amr bin Abil Mataa Ammari al-Khasymi
    Ketika ia berperang, ia mengalami luka serius hingga pingsan. Para musuh mengira bahwa ia tewas, sehingga meninggalkannya. Tetapi ketika ia siuman dan mendengar kegembiraan pasukan Yazid karena Imam terbunuh, ia bangkit lagi dan berperang hingga mencapai kesyahidan.
    43. Saif bin Hars al-Jabiri dan Malik
    Dua sepupu ini dari Kufah bergabung dengan Imam hingga syahid.
    44. Saif bin Malik Abdi al-Basri
    45. Syabib. Seorang budak yang sudah merdeka dan yang mengalami serangan pertama dari musuh.
    46. Syuaib Syakiri
    47. Zarghamah bin Malik Taghlabi
    48. Aidh bin Majma al-Aazi
    Ia termasuk salah seorang anggota pasukan Hurr yang bergabung dengan Imam as.
    49. Abis bin Abi Syabib Syakiri
    50. Amir bi Muslim
    Bersama Salim, ia adalah pengikut setia Imam Ali dari Basrah.
    51. Abbas bin Ali bin Abi Thalib, “Rembulan Bani Hasyim”
    Kepahlawanan putra Ali dari Ummul Banin ini dalam mencarikan air buat kaum perempuan Bani Hasyim sangat legendaris. Dialah pembawa panji Imam Husain.
    52. Abdullah bin Husain, atau dikenai Ali Asghar
    Bayi enam bulan ini terbunuh di pangkuan ayahnya akibat sambaran anak panah pasukan musuh ketika sang Ayah meminta air kepada musuh.
    53.Abdullah bin Hasan bin Ali
    Putra kedua Imam Hasan ini adalah seorang yang amat beliau yang keluar dari tenda demi menyelamatkan pamannya yang terluka. Apa lacur, musuh membunuhnya persis di depan Imam as.
    54. Abdullah bin Busyr Khasyami
    Seorang anggota pasukan Ibn Sa’d yang keluar untuk bergabung dengan Imam as.
    55. Abdullah bin Umair Kalbi
    Bersama istrinya, ia datang ke Kufah dari Madinah untuk bergabung dengan Imam. Saat suaminya syahid, istrinya duduk di depan tubuh suaminya seraya berkata, “Wahai Abdullah, engkau telah masuk surga, kini bawalah aku bersamamu.” Belum selesai ratapannya, budak Syimir melayangkan kapaknya hingga akhirnya syahid.
    56. Abdul Rahman dan Abdullah, putra Urwah bin Harraq al-Ghiffari
    57. Abdullah bin Muslim bin Aqil
    58. Abdullah bin Yaqtar Himyari
    59. Abdul Qais Basri al-Abdi
    60. Abdul ‘Ala bin Yazid al-Kalbi al-Alimi
    61. Abdurrahman bin Abdul Rabb Ansari Khazriji
    62. Abdurrahman bin Aqil bin Abi Thalib
    63. Abdurrahman Arhabi
    64. Abdurrahman bin Mas’ud at-Taimi
    65. Utsman bin Ali bin Abi Thalib
    Saudara Abbas, putra ketiga Ummul Banin.
    66. Umar bin Janad Ansari
    67. Ali Akbar, putra Imam Husain
    Putra Imam yang berumur 18 tahun ini sangat menyerupai Nabi saw sehingga dijuluki Ahmad Tsani (Muhammad Kedua).
    68. Umar bin Zabiah az-Zabiyi
    Mantan anggota pasukan Ibnu Sa’d yang akhirnya bergabung dengan Imam Husain.
    69. Amr bin Khalid Saidawi
    70. Amr bin Abdullah Jundayi
    71. Amr bin Qarta Ansari
    72. Amr bin Hab Abu Tsamama al-Sai’di
    73. Amr bin Hasan at-Tali
    74. Aun dan Muhammad (putra Abdullah bin Jafar ath-Thayyar)
    Kedua anak Zainab binti Imam Ali ini masing-masing berumur 9 dan 10 tahun. Aun putra kandung Zainab, sementara Muhammad putra dari Khausah, istri lain dari suami Zainab Abdullah bin Jafar ath-Thayyar.
    Zainab memohon kepada kakaknya, Imam Husain, untuk membebaskan mereka dari musuh. Tepat saat itu, pasukan musuh membunuh kedua bocah mulia di depan ibunya.
    75. Qarib
    76. Qasim bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib
    Ketika Qasim berusia 14 tahun meminta izin untuk pergi, dilaporkan bahwa Imam Husain ingat akan keinginan saudaranya, Imam Hasan, bahwa salah seorang putrinya akan dinikahi Qasim. Pada saat yang sama, Qasim maju ke hadapan Imam as membawa catatan tertutup, yang ditulis untuknya oleh ayahnya, Imam Hasan, untuk dibuka ddalam situasi yang paling sulit. Isi surat itu berbunyi:
    Putraku, Qasim, ketika pamanmu, Husain, diserang oleh musuh-musuhnya dari segala arah dan ketika setiap pecinta hakiki Allah dan Nabi menyerahkan hidupnya, demi membela kebenaran, kau korbankan dirimu atas namaku.
    77. Qasim bin Habib al-Azdi
    78. Qasits, Kardus, Musqith, tiga putra Zuhair at-Taghlabi
    79. Qanab an-Namri
    80. Qais bin Musyir as-Saidawi
    81. Kannah at-Taghlabi
    82. Majma al-Jahni
    Ia pria lanjut usia yang setia membela Imam Husain hingga syahid.
    83. Muslim bin Aqil
    Wakil Imam Husain di Kufah, tempat ia terbunuh dan syahid.
    84. Muslim bin Awsaja al-Asadi.
    Veteran tua ini sangat setia kepada Imam as meskipun membolehkan pasukannya untuk mengambil jalan sendiri pada malam Asyura.
    85. Muslim bin Katsir al-Awaj al-Azdi
    86. Mas’ud bin Hajjaj Taimi dan putranya, Abdurrahman bin Mas’ud
    87. Muhammad bin Abdullah bin Jafar
    Putra bungsu Abdullah bin Jafar ath-Thayyar dari ibu bernama Khausa.
    88. Muhammad bin Muslim bin Aqil
    89. Muhammad bin Abi Said bin Aqil
    Cucu Muslim bin Aqil.
    90. Munjeh, budak yang dibebaskan Imam Hasan.
    91. Mauq bin Tsamamah Asadi Saidawi Abu Musa
    92. Nafebin Hilal Jamali
    Sahabat setia Ali, penghapal al-Quran dan hadis ini setia mendampingi Abbas bin Ali bin Abi Thalib.
    93. Nasr bin Naizar
    Budak yang dibebaskan Imam Ali.
    94. Wazeh.
    Budak Turki yang dibebaskan Hars Masyaji.
    95. Hani bin Urwah
    Dibunuh bersama Muslim bin Aqil di Kufah.
    96. Yazid bin Ziyad Muhasir
    97. Yazid bin Maghful Jafi, sahabat setia Imam Ali
    dan akhirnya
    98. Husain bin Ali, penghulu para syahid.
     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar