Selasa, 11 Desember 2012

Krisis Suriah : Konspirasi Busuk Saudi Arabia, Qatar dan Antek-antek Zionis.....>>...1. Amerika, Israel dan NATO Hampir semua kerusuhan, peperangan dan teror yang terjadi khususnya di Timur Tengah, dalangnya adalah Amerika-Israel dengan menggunakan NATO sebagai ujung tombaknya. Arab spring yang terjadi di dunia Arab sebenarnya konspirasi mereka meskipun tidak semuanya sejalan dengan skenario yang sudah mereka persiapkan...>>...Suriah adalah diantara negara yang berusaha dikudeta secara halus dengan cara menggunakan segelintir oposisi binaan CIA yang sudah dipersiapkan, baik dana maupun persenjataan. Perusuh-perusuh binaan ini adalah para teroris yang tidak segan membunuh sipil dan anak-anak kecil sekalipun. Barat menamakan mereka “aktivis”. Amerika – Israel begitu bernafsu menggulingkan pemerintahan sah Damaskus dan menggunakan segalam macam cara termasuk veto PBB, dikarenakan dukungan penuh dan tanpa henti Suriah terhadap trio muqowamah; Iran, Hamas dan Hizbullah. Inilah inti sebenarnya kengotototan Washington. ..>>...Disamping sudah kehabisan modal juga terlalu beresiko kalau mengobarkan perang baru, maka konspirasi Amerika-Israel dengan mempersenjatai teroris dan NATO secara tidak langsung. Dalam sebuah operasi yang dilakukan pemerintah Suriah di kota Homs terungkap bahwa agen Mossad, CIA dan Blackwater terlibat dalam kekerasan militer di Suriah. Bukti keterlibatan itu terkuak saat pihak militer Suriah menangkap 700 orang bersenjata dan mereka adalah warga Arab, Israel, dan Amerika yang menggunakan senjata buatan Eropa ..>>...Tulis Media Rusia, Rabu (7/3) Al-manar juga melaporkan bahwa Pasukan keamanan Suriah mendapat bukti yang kuat atas keterlibatan militer Barat 'dalam konflik internal Suriah, Ahli urusan strategis Suriah, Salim Harba mengatakan, "Orang-orang bersenjata yang ditangkap adalah warga Negara Arab, Irak, dan Libanon. Di antara mereka adalah juga agen intelijen Qatar dan non-Arab pejuang dari Afghanistan, Turki, dan beberapa negara Eropa seperti Perancis, " Harba juga mengatakan bahwa kantor koordinasi opoisi yang berada di Qatar adalah disponsori oleh Amerika. Selain itu, Kebocoran informasi yang diperolah dari perusahaan intelijen Stratfor juga menunjukkan tentara NATO yang menyamar sudah berada di berbagai tempat di Suriah sejak lama. ..>>..2. Liga Arab, Saudi, Qatar dan Turki Dalam krisis yang terjadi di Suriah, Liga Arab sudah kehilangan legitimasinya. Sejatinya, Suriah yang nota bene merupakan anggota Liga Arab dan berhak mendapat perlindungan, justru menjadi korban kebijakan pengayomnya. Dari awal sejak krisis Suriah terjadi, negara-negara liga Arab justru mengembargo pemerintahan Asad dan menguncilkan Damaskus. Dan liga Arab pulalah yang memaksa krisis Suriah menjadi urusan internasional dengan melibatkan PBB. >>...Liga Arab menjadi kaki tangan dan corong Amerika-Israel, maka Saudi dan Qatarlah yang mewakili kepentingan mereka, karena mereka punya kepentingan dan urusan yang sama. Disamping unjuk gigi supaya dianggap sebagai negara berpengaruh di kawasan, Saudi dan Qatar juga berupaya menjegal Iran yang dianggap mempunyai pengararuh besar di kawasan. >>..Menteri Informasi Suriah, Adnan Mahmud mengatakan, Arab Saudi dan Qatar mendukung "geng teroris bersenjata" beroperasi di Suriah dan mengatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas insiden pembunuhan di negara ini. "Beberapa negara mendukung geng teroris bersenjata, seperti Arab Saudi dan Qatar, teroris adalah kaki tangan mereka, dan menargetkan warga Suriah ... mereka harus bertanggung jawab atas pertumpahan darah," kata Mahmoud. ..>>...Sheikh Mohammad Alaedin Madhi (16/3), seorang ulama senior Mesir mengatakan, Arab Saudi dan Qatar terang-terangan campur tangan dalam urusan internal negara-negara Muslim lainnya dan menyebut dua negara tersebut sebagai 'pelayan Israel' karena sedang melaksanakan rencana Israel-AS di Suriah. ..>>...Mantan Sekjen PBB ini memperingatkan setiap intervensi militer di Suriah dan setiap kesalahan perhitungan tentang Suriah akan berdampak mengerikan bagi kawasan. Dan konspirasi busuk yang berdampak mengerikan di Suriah saat ini justru sedang berlangsung.>>...3. Al Jazira, Al Arabiya Dan Media-Media Corong Amerika-Israel Untuk memuluskan konspirasi yang mereka rancang di Suriah, Amerika, Israel, Turki, Saudi dan Qatar menggunakan media-media mainstream sebagai corong kebijakan busuk mereka. Media yang sejatinya sebagai penerang dan alat warta kebenaran dan berkeadilan, ditangan musuh-musuh Suriah menjadi senjata mematikan untuk mempengaruhi opini publik dunia. Media masa mereka menjadi alat pembenaran arogansi. Barat mengedepankan jargon kebebasan bereksperi, tapi itu hanya untuk musuh mereka dan demi kepentingan mereka sendiri. >>..4. Wahabi, al Qoida dan Fatwa Ulama Saudi Kospirasi yang lebih busuk lagi dalam krisis politik bikinan di Suriah adalah menyatunya antara Fatwa ulama Saudi untuk membenarkan tindakan pemerintahannya mengintervensi Suriah dan seruan pemimpin al Qoida pengganti Osama kepada para pengikutnya untuk mendukung pemberontak dan kesemuanya sejalan dengan keinginan Amerika dan Israel. >>...Bashar sendiri menurut Hasan juga bukanlah seorang penganut Syiah. “Dia bukan ahlul bait,” tambahnya singkat. Salah satu pengajar Islamic Cultural Center (ICC) tersebut juga tidak terima jika ada yang menuduh bahwa yang membunuh orang-orang Sunni di Suriah adalah kaum Syiah. Lebih jauh ia justru menyalahkan pemerintah Arab Saudi bahkan menuduhnya kacung Amerika. “Mereka dipersenjatai oleh Arab Saudi, sedangkan Arab adalah kacung dari Amerika,” katanya. Lebih jauh, Hasan mengatakan, berita yang menyebut Syiah terlibat konflik Suriah adalah bentuk adu domba dari Israel yang ingin memecah belah umat Islam. “Israel amat benci kepada Suriah, karena Suriah salah satu negara yang mendukung Palestina. Ini merupakan siasat Israel dan antek-anteknya untuk menumbangkan kepimpinan Bashar,” tegasnya. Berita ini menurut Hasan yang mengembar gemborkan adalah media yang mempunyai kepentingan terhadap Yahudi dan Amerika. “Awal awal yang memberitakan kasus ini adalah media barat, kita tahu media barat yang punya siapa?,”pungkasnya>>>



Krisis Suriah :
Konspirasi Busuk Saudi Arabia, Qatar dan Antek-antek Zionis

 http://www.abna.ir/print.asp?lang=12&id=305832
Amerika, Israel, Saudi, Qatar, Turki, al Qaida adalah setali tiga uang, sama-sama berkonspirasi menimbulkan kekacauan di Suriah demi menggulingkan pemerintah dukungan rakyat pendukung perlawanan Palestina.


Menarik mencermati perkataan wakil Menteri Luar Negeri Iran urusan Arab dan Afrika, Hossein Amir-Abdollahian, dalam sebuah wawancara (8/3) yang dimuat di Islam Times beberapa hari lalu, ketika itu ia mengatakan bahwa Iran tidak akan pernah mengizinkan Amerika Serikat mengambil keuntungan dari krisis yang melanda Suriah. Iran juga tidak akan membiarkan AS mengganggu keseimbangan kekuasaan di wilayah tersebut. Fokus tulisan ini bukan untuk mendedah hasil wawancara itu (diperlukan tulisan tersendiri untuk membahasnya), tapi akan membahas krisis bikinan paksa yang terjadi di suriah dan konspirasi busuk yang sebenarnya terjadi untuk melengserkan paksa pemerintahan al Asad. 
 
Dengan perlahan, terutama setelah semua upaya menggulingkan pemerintahan suriah dukungan rakyat gagal dilakukan, krisis Suriah membuka mata dunia dan mempertontonkan kebusukan musuh-musuh suriah sebenarnya. 
 
1. Amerika, Israel dan NATO 
 
Hampir semua kerusuhan, peperangan dan teror yang terjadi khususnya di Timur Tengah, dalangnya adalah Amerika-Israel dengan menggunakan NATO sebagai ujung tombaknya. Arab spring yang terjadi di dunia Arab sebenarnya konspirasi mereka meskipun tidak semuanya sejalan dengan skenario yang sudah mereka persiapkan. Dikarenakan bangkitnya kesadaran rakyat dan rindunya mereka dengan kebebasan dan kemulian Islam yang selama ini terpendam dalam kubangan lumpur dosa para pemimpin boneka Amerika dan budak Israel. 
 
 Suriah adalah diantara negara yang berusaha dikudeta secara halus dengan cara menggunakan segelintir oposisi binaan CIA yang sudah dipersiapkan, baik dana maupun persenjataan. Perusuh-perusuh binaan ini adalah para teroris yang tidak segan membunuh sipil dan anak-anak kecil sekalipun. Barat menamakan mereka “aktivis”. Amerika – Israel begitu bernafsu menggulingkan pemerintahan sah Damaskus dan menggunakan segalam macam cara termasuk veto PBB, dikarenakan dukungan penuh dan tanpa henti Suriah terhadap trio muqowamah; Iran, Hamas dan Hizbullah. Inilah inti sebenarnya kengotototan Washington. 
 
Di samping itu, karena Damaskus begitu mesra dengan musuh Amerika, Rusia dan Cina. Sehingga banyak analis perang mengatakan kalau krisis suriah sebenarnya perang antara Amerika vs Rusia Cina. Bahkan kalau seandainya perang jadi digelar akan terjadi perang dunia ketiga. Maka tidak heran, jika Amerika-Israel tidak segegabah menurunkan NATO. Sebagaimana kasus Libya yang secara langsung dan prontal mengobarkan perang. 
 
Disamping sudah kehabisan modal juga terlalu beresiko kalau mengobarkan perang baru, maka konspirasi Amerika-Israel dengan mempersenjatai teroris dan NATO secara tidak langsung. Dalam sebuah operasi yang dilakukan pemerintah Suriah di kota Homs terungkap bahwa agen Mossad, CIA dan Blackwater terlibat dalam kekerasan militer di Suriah. Bukti keterlibatan itu terkuak saat pihak militer Suriah menangkap 700 orang bersenjata dan mereka adalah warga Arab, Israel, dan Amerika yang menggunakan senjata buatan Eropa . 
 
Tulis Media Rusia, Rabu (7/3) Al-manar juga melaporkan bahwa Pasukan keamanan Suriah mendapat bukti yang kuat atas keterlibatan militer Barat 'dalam konflik internal Suriah, Ahli urusan strategis Suriah, Salim Harba mengatakan, "Orang-orang bersenjata yang ditangkap adalah warga Negara Arab, Irak, dan Libanon. Di antara mereka adalah juga agen intelijen Qatar dan non-Arab pejuang dari Afghanistan, Turki, dan beberapa negara Eropa seperti Perancis, " Harba juga mengatakan bahwa kantor koordinasi opoisi yang berada di Qatar adalah disponsori oleh Amerika. Selain itu, Kebocoran informasi yang diperolah dari perusahaan intelijen Stratfor juga menunjukkan tentara NATO yang menyamar sudah berada di berbagai tempat di Suriah sejak lama. 
 
2. Liga Arab, Saudi, Qatar dan Turki 
 
Dalam krisis yang terjadi di Suriah, Liga Arab sudah kehilangan legitimasinya. Sejatinya, Suriah yang nota bene merupakan anggota Liga Arab dan berhak mendapat perlindungan, justru menjadi korban kebijakan pengayomnya. Dari awal sejak krisis Suriah terjadi, negara-negara liga Arab justru mengembargo pemerintahan Asad dan menguncilkan Damaskus. Dan liga Arab pulalah yang memaksa krisis Suriah menjadi urusan internasional dengan melibatkan PBB. 
 
Liga Arab menjadi kaki tangan dan corong Amerika-Israel, maka Saudi dan Qatarlah yang mewakili kepentingan mereka, karena mereka punya kepentingan dan urusan yang sama. Disamping unjuk gigi supaya dianggap sebagai negara berpengaruh di kawasan, Saudi dan Qatar juga berupaya menjegal Iran yang dianggap mempunyai pengararuh besar di kawasan. 
 
Menyingkirkan peran Iran terkait krisis Suriah adalah hal penting buat mereka. Aliran dana dan persenjataan kepada oposisi dan teroris bayaran dari Saudi dan Qatar mengalir deras, dengan melibatkan Turki diperbatasan negaranya. Pelatihan-pelatihan perang kepada oposisi oleh CIA jauh-jauh hari juga sudah dilakukan di Turki. Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Hamad bin Jassim al-Thani dalam pertemuan para menlu Liga Arab di Kairo, Sabtu, 10/03/, begitu bernafsu supaya secepatnya menyerang Suriah. "Saatnya tiba untuk melaksanakan usul mengirim pasukan Arab dan internasional ke Suriah," kata Sheikh. 
 
Menteri Informasi Suriah, Adnan Mahmud mengatakan, Arab Saudi dan Qatar mendukung "geng teroris bersenjata" beroperasi di Suriah dan mengatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas insiden pembunuhan di negara ini. "Beberapa negara mendukung geng teroris bersenjata, seperti Arab Saudi dan Qatar, teroris adalah kaki tangan mereka, dan menargetkan warga Suriah ... mereka harus bertanggung jawab atas pertumpahan darah," kata Mahmoud. 
 
Sheikh Mohammad Alaedin Madhi (16/3), seorang ulama senior Mesir mengatakan, Arab Saudi dan Qatar terang-terangan campur tangan dalam urusan internal negara-negara Muslim lainnya dan menyebut dua negara tersebut sebagai 'pelayan Israel' karena sedang melaksanakan rencana Israel-AS di Suriah. 
 
"Pertama, apakah ada demokrasi di Qatar dan Arab Saudi? Saya tidak berpikir begitu. Mereka sudah mengganggu di Libya. Mereka juga sudah membunuh orang ratusan kali lebih dari yang Gaddafi lakukan di Libya. Mereka (Qatar dan Saudi) tidak ada hubungannya dengan Islam." Kata ulama tersebut dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Press TV di ibukota Mesir, Kairo. Bahkan utusan PBB-Liga Arab, Kofi Annan ketika berusaha mencari solusi damai atas kerusuhan Suriah dengan cara mendesak supaya menghentikan kekerasan, justru Kelompok-kelompok bersenjata di Suriah binaan Saudi dan Qatar menolak proposal itu. 
 
Mantan Sekjen PBB ini memperingatkan setiap intervensi militer di Suriah dan setiap kesalahan perhitungan tentang Suriah akan berdampak mengerikan bagi kawasan. Dan konspirasi busuk yang berdampak mengerikan di Suriah saat ini justru sedang berlangsung. 
 
 3. Al Jazira, Al Arabiya Dan Media-Media Corong Amerika-Israel  
 
Untuk memuluskan konspirasi yang mereka rancang di Suriah, Amerika, Israel, Turki, Saudi dan Qatar menggunakan media-media mainstream sebagai corong kebijakan busuk mereka. Media yang sejatinya sebagai penerang dan alat warta kebenaran dan berkeadilan, ditangan musuh-musuh Suriah menjadi senjata mematikan untuk mempengaruhi opini publik dunia. Media masa mereka menjadi alat pembenaran arogansi. Barat mengedepankan jargon kebebasan bereksperi, tapi itu hanya untuk musuh mereka dan demi kepentingan mereka sendiri. 
 
Sangat disayangkan, media-media nasional di Indonesia menelan mentah-mentah pemberitaan bohong itu (baca editorial Islam Times, Kompas Ngawur (Lagi) Soal Pemberitaan Suriah) Pekerja media di Al Arabiya milik Saudi Arabia dan Al Jazeera milik Qatar, karena kemanusian dan independensinya terusik ketika harus memanifulasi pemberitaan yang bertentangan dengan fakta, ahirnya ramai-ramai mengundurkan diri (baca editorial Islam Times, Al-Jazeera akan Gulung Tikar?) dan berita Tertangkap Basah: CNN Palsukan Video Kerusuhan Suriah) Duta Suriah untuk PBB Bashar al-Jaafari mengatakan, seorang wartawan dari Kantor Berita Qatar, jaringan TV Al-Jazeera, di London, memberikan catatan kepadanya dan mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri Qatar menginstruksikan kepada jaringan Al-Jazeera untuk meningkatkan jam tayang liputan media Al-Jazera terkait kerusuhan pesanan di Suriah, sebelum pertemuan Dewan Keamanan pada tanggal 4 Februari lalu. Ia pun mengkritik saluran televisi berita, Al Arabiya Saudi dan Al Jazeera milik Qatar, yang didirikan semata untuk "melayani kepentingan Israel." 
 
 4. Wahabi, al Qoida dan Fatwa Ulama Saudi  
 
Kospirasi yang lebih busuk lagi dalam krisis politik bikinan di Suriah adalah menyatunya antara Fatwa ulama Saudi untuk membenarkan tindakan pemerintahannya mengintervensi Suriah dan seruan pemimpin al Qoida pengganti Osama kepada para pengikutnya untuk mendukung pemberontak dan kesemuanya sejalan dengan keinginan Amerika dan Israel. 
 
Mufti Agung Arab Saudi dan Ketua Ulama Senior Sheikh Abdul Aziz bin Abdullah Al-Sheikh, berfatwa bahwa mendukung Tentara pemberontak di Suriah dan membuatnya lebih kuat seiring dengan semakin lemahnya rezim Suriah adalah bentuk jihad di jalan Allah. Mufti Wahabi panutan kelompok takfiri tersebut mengatakan bahwa segala hal yang bisa memperkuat Tentara Bebas Suriah dan memperlemah rezim Suriah diperbolehkan oleh Syariah (hukum agama). "Upaya melemahkan rezim Suriah, adalah cara berjuang untuk Allah" tandasnya. 
 
Pemimpin Al-Qaedah, Ayman Al- Zawahiri dalam sebuah rekaman video berdurasi delapan menit dengan judul Onwards, Lions of Syria di sebuah situs, menyerukan para pengikutnya yang berada di Turki, Irak, Yordania dan Libanon untuk mendukung para pemberontak Suriah. “Rakyat Suriah masih terus berduka setiap hari, sedangkan Bashar al-Assad tidak kunjung tergoyahkan," ujar al-Zawahiri seperti dikutip Reuters Minggu, (12/2). Dia pun menyeru pengikut Wahabi supaya membantu saudara-saudaranya di Suriah dengan semua yang mereka bisa, hidupnya, uangnya, serta informasi yang dimiliki. Sebagaimana diberitakan, 
 
Deputi kementerian dalam negeri Irak mengatakan kepada AFP, hari Sabtu (11/02) bahwa orang-orang al Qoida dengan senjata lengkap bergerak dari Irak menuju Suriah. Di Irak mereka meneror orang-orang Syiah dan menimbulkan kekacauan, setelah sebagian tentara Amerika ditarik dari Irak, sekarang di Suriah memerangi pasukan keamanan Suriah demi melancarkan agenda Amerika-Israel, saudi-Qatar. 
 
Disadari atau sengaja, konspirasi ulama Wahabi dan seruan pemimpin al Qaida itu sebenarnya dalam rangka melemahkan perjuangan rakyat Palestina dan demi mendukung eksistensi Zionis di kawasan. Bohong belaka mereka memerangi Amerika dan Israel sedangkan yang memperkuat perlawanan di Palestina adalah Basar al Asad di Suriah. Amerika, Israel, Saudi, Qatar, Turki, al Qaida adalah setali tiga uang, sama-sama berkonspirasi menimbulkan kekacauan di Suriah demi menggulingkan pemerintah dukungan rakyat pendukung perlawanan Palestina. Siapa yang akan menang? Kemenangan milik Suriah yang bertahan dan berani melawan dengan dukungan segenap rakyatnya. [IslamTimes/sa]


http://www.abna.ir/data.asp?lang=12&id=305832

dalam » Berita » Amerika Serikat
http://www.islamtimes.org/vdch--nzm23nqvd.yrt2.txt 
 
Analis: Israel, Neo-Konservatif AS Ingin Menggulingkan Bashar Assad, Suriah

2 Jul 2012 14:06

IslamTimes - Rezim Israel dan neo-konservatif di Amerika Serikat ingin Presiden Suriah Bashar al-Assad digulingkan "dengan semua cara," kata seorang analis politik Press TV.

"Fakta dari masalah ini adalah bahwa Israel dan sekutu Yahudi neo-konservatif mereka di Amerika Serikat telah memutuskan bahwa Assad harus pergi," kata Mark Dankof, seorang komentator politik Amerika di San Antonio, dalam sebuah wawancara dengan Press TV, Sabtu .
"Mereka akan menggunakan Arab Saudi ..., Turki dan apa yang disebut Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk melakukannya."

 "Dalam pandangan saya, bahwa apa yang kita miliki di sini adalah keadaan jelas di mana Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Israel ingin Assad keluar di semua cara," tambah Dankof.

Dia membuat komentar itu pada hari yang sama ketika para diplomat melakukan pertemuan di Jenewa dengan mencapai kesepakatan pada tubuh pimpinan pemerintahan transisi Suriah yang dapat mencakup anggota pemerintah Suriah saat ini dan oposisi.

Para menteri luar negeri Rusia, China, Inggris, Prancis, Turki, Qatar, Kuwait, dan Irak, Sekjen PBB Ban Ki-moon, Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil El-Araby, dan Menlu Amerika Serikat menghadiri pertemuan tentang situasi di Suriah di kantor PBB di Jenewa, Sabtu (30/6).

Utusan PBB-Liga Arab ke Suriah Kofi Annan mengatakan para peserta dari pertemuan Jenewa sepakat bahwa badan transisi di Suriah "dapat mencakup anggota pemerintah sekarang dan oposisi dan kelompok lainnya, dan dibentuk atas dasar kesepakatan bersama. "

Para menteri luar negeri Rusia dan Cina mengatakan setelah pertemuan bahwa setiap keputusan tentang transisi kekuasaan di Suriah hanya harus dilakukan oleh rakyat Suriah.
Pemerintah Barat Anti-Suriah telah menuntut Presiden Suriah untuk mundur, tapi Rusia dan China tetap sangat menentang tindakan Barat untuk menggulingkan Assad.[IT/r]

[kirimkan topik ini kepada kawan]

Iran dan Suriah vs Yahudi Israel, Amerika dan Saudi .. Jika kubu Y.A.S menang maka Suriah jadi anjing Amerika-Israel dan Wahabi

Saudi bekali senjata kepada pengganas Syria
 
.
 
Saudi bekal senjata kepada pengganas Syria 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
Datangnya Amerika ke Iraq dengan alasan untuk menegakkan demokrasi hanyalah alasan untuk mengambil kontrol atas Iran dan Suriah. Ketua Parlemen Iran Ali Larijani mengatakan persekongkolan besar regional dan internasional sedang digalang guna melawan Suriah.. Rezim Suriah mendukung Iran selama Perang 
 
 
Iraq-Iran.Headline
 
Iran Bakal Mampu Menciptakan Bom Atom !! Iran ngebut menambah jumlah mesin sentrifugal untuk memproduksi nuklir, ujar seorang petinggi pengembang energi republik Islam ini, seperti ditulis RT Online, Rusia, Kamis (29/11).Pemerintah AS terus berupaya menghadang ekpor minyak Iran dengan memberlakukan sanksi
.
Iran dan Suriah vs Yahudi Israel, Amerika dan Saudi .. Jika kubu Y.A.S menang maka Suriah jadi anjing Amerika-Israel dan Wahabi ! Iran selalu mengambil titik sentral antara Palestina dan Zionis Israel.  
 
Artinya siapapun yang mendukung Palestina adalah kawan bagi Iran. Dan siapa saja yang membantu atau bekerjasama dengan Zionis maka mereka adalah musuh Iran. Termasuk klaim hubungan dekat Iran dengan pejuang Hamas. Meski Hamas kelompok Sunni, Iran bisa bekerjasama
.
Arab Saudi beberapa kali dilaporkan telah membekalkan senjata dan kelengkapan ketenteraan kepada kumpulan pemberontak Syria.Menurut laporan media bukan hanya Riyadh sahaja yang menjadi pembekal kepada mereka, bahkan Emirates Arab Bersatu dan Qatar turut dilaporkan menyalurkan senjata kepada kumpulan tersebut.
.
Turut disebut dalam laporan itu, ketiga-tiga negara Arab tersebut menyeludup senjata melalui Turki sehari setelah tentera Syria berjaya menakluki Homs dan Baba Amr dengan menawan ramai militian bersenjata dari berbagai negara.
Negara Syria mula bergolak sejak pertengahan Mac 2011.
Presiden Bashar Al-Assad pada 20 Febuari lalu berkata, terdapat beberapa negara yang menjadi batu api huru-hara di Syria dengan membiayai dan mendukung kumpulan pengganas bersenjata untuk memerangi kerajaannya.
 
Headline
Kofi Annan : “Iran Dukung Pergantian Rezim Suriah
web – Jumat, 19 Oktober 2012
Mantan Sekjen PBB Kofi Annan menyatakan, pemerintah Iran mau menerima pergantian rezim Suriah asalkan melalui pemilu.
Saat berkunjung ke Washington, Annan merasa banyak dukungan untuk solusi demokratis di Suriah. Hal ini ia peroleh setelah berkunjung ke Ibukota Iran, Teheran, Juli lalu dan bertemu tiga pejabat penting. Termasuk, Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
“Mereka semua memiliki pesan yang sama ketika saya tekan. Bahwa akan menerima turunnya (Presiden Suriah) Bashar Assad asalkan rakyat Suriah memutuskan melalui pemilu, meski digelar oleh PBB,” ujar Annan.

Siapa Sebenarnya Penjahat di Suriah, Pemerintah Assad atau Oposisi?

 

Berbagai laporan mengkonfirmasikan peran luas rezim Zionis Israel dalam instabilitas di Suriah sejak Maret 2011. Dalam hal ini, Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman mengatakan, “Israel siap untuk mengirim bantuan kepada kelompok-kelompok pemberontak di Suriah.”
Juru bicara Menlu Zionis, Tzachi Moshe mengatakan, “Israel dapat menyalurkan bantuan kepada kelompok-kelompok bersenjata di Suriah melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa atau lembaga-lembaga internasional lain.”

Para perusuh dan kelompok teroris bersenjata Suriah beraksi sejak Maret 2011 dengan dukungan sejumlah negara Barat, Arab, dan Israel. Hingga kini ribuan orang tewas termasuk aparat keamanan negara ini.

Kesiapan Israel untuk menyalurkan bantuan lebih banyak kepada kelompok teroris Suriah dikemukakan di saat sebuah kelompok yang menamakan diri (Dewan Transisi Nasional Suriah), telah menyatakan kesiapannya untuk menjalin hubungan persahabatan dengan Israel jika pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad terguling.

Isaac Hertzog, seorang anggota parlemen dari Partai Buruh, juga mendesak Tel Aviv menyalurkan dukungan dan bantuan lebih banyak kepada kelompok-kelompok pemberontak Suriah. Hertzog juga mengungkap hubungan Israel dengan seorang pemimpin oposisi Burhan Ghalyoun dan menegaskan bahwa sejumlah tokoh oposisi Dewan Transisi Nasional Suriah bahkan menyatakan untuk berdamai dengan rezim Zionis. Nama-nama tokoh oposisi yang menginginkan perdamaian dengan Israel itu menurut Hertzog, tidak mungkin dipublikasikan karena alasan keamanan.

Publikasi berita tentang hubungan kelompok oposisi dengan rezim yang bahkan memusuhi dan menjajah sebagian wilayah Suriah itu, semakin mengungkap esensi dan identitas kelompok oposisi Suriah yang menjadi boneka pihak-pihak asing.

Seorang pengamat hubungan strategis Suriah, Salim Harba, juga mengungkap dimensi lain dari makar rezim Zionis Israel dan negara-negara Barat. Ditambahkannya bahwa oknum-oknum teroris dari negara-negara Teluk Persia, Irak, Lebanon, Afghanistan, Turki, dan Perancis, yang dibekuk dalam operasi militer Suriah di wilayah Baba Amr, mereka semua diatur oleh Barat dan Israel.

Harba menegaskan bahwa dibentuk kantor khusus di Qatar yang mengurusi operasi kelompok-kelompok teroris di Suriah yang koordinasinya ditangani langsung para agen-agen Dinas Rahasia Amerika Serikat (CIA) dan Israel (Mossad).

Di sisi lain, Qatar juga menandatangani kontrak pembelian senjata dengan perusahaan-perusahaan senjata Amerika Serikat dan Israel untuk melengkapi senjata para perusuh di Suriah.

Masalah-masalah tersebut mengindikasikan fakta bahwa Suriah saat ini memang menghadapi gelombang makar dari Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel, yang juga dibantu oleh negara-negara Arab.
Upaya Israel mengobarkan instabilitas di Suriah dan bahkan menyulut perang sipil di negeri itu adalah dalam rangka menyimpangkan perhatian rakyat dan pejabat Suriah dari penjajahan rezim Zionis atas wilayah-wilayah Suriah serta untuk mematenkan aksi ilegal mereka itu.
Namun pelaksanaan referendum amandemen konstitusi yang diprakarsai pemerintah Damaskus telah menjadi garis pembeda pihak-pihak yang terlibat dalam instabilitas di Suriah. Jika sebelumnya masyarakat dunia membentur keambiguan dalam menyikapi krisis Suriah. Maka pasca referendum, terungkap jelas identitas para perusuh dan apa tujuan mereka.

Hampir 60 persen dari warga yang berhak memilih ikut ambil bagian dalam referendum Ahad (26/2), dengan 7.490.319 orang (89,4 persen) mendukung dan 753.208 orang (9 persen) menolak.
Referendum tersebut merupakan bukti dukungan rakyat terhadap pemerintah Assad dan tekad mereka untuk menjaga kedaulatan dan persatuan negara. Yang jelas, dua acuan itu bertentangan dengan apa yang dituju oleh kelompok-kelompok perusuh melalui berbagai aksi brutal mereka. Lalu siapa penjahat sebenarnya? Bagaimana menurut Anda?



















Sekitar 74 persen populasi Suriah beragama Muslim Ahlussunnah, 13 persen lainnya Alawi dan Syiah Imamiyah atau Ismailiyah. 10 persen warga Suriah beragama Kristen, dan tiga persen sisanya adalah warga etnis Druze.

Anda sudah gila (sableng) jika menganggap Nushairiyyah sebagai syi’ah imamiyah.. Nushairiyah dinisbahkan kepada pendirinya, Muhammad bin Nushair an-Numairi
Firqah syi’ah itu ada macam macam, makanya kalau ngga ngerti yang mana syi’ah imamiyah jangan asbun ngomong asal asalan

Berita yang mengabarkan adanya pembantaian kaum Sunni di Suriah yang telah dibantai oleh kaum Syiah pada bulan Februari yang diberitakan telah menelan korban 8000 orang dibantah organisasi Syiah di Indonesia, Ahlul Bait Indonesia (ABI).

Menurut Hasan Daliel Alaydrus, Ketua DPP ABI , korban dari pembantaian itu ialah orang-orang yang memberontak pada pemerintahan Bashar Al Assad dan telah dipersenjatai Israel dan Amerika Serikat.

“Yang dibantai itu bukan hanya kaum sunni, mereka adalah masyarakat yang emosional dan diprovokasi. Jelas, Yahudi-Israel, Amerika Serikat dan Arab Saudi di belakang semua ini,” kata Hasan



Bashar sendiri menurut Hasan juga bukanlah seorang penganut Syiah. “Dia bukan ahlul bait,” tambahnya singkat.

Salah satu pengajar Islamic Cultural Center (ICC) tersebut juga tidak terima jika ada yang menuduh bahwa yang membunuh orang-orang Sunni di Suriah adalah kaum Syiah. Lebih jauh ia justru menyalahkan pemerintah Arab Saudi bahkan menuduhnya kacung Amerika.

“Mereka dipersenjatai oleh Arab Saudi, sedangkan Arab adalah kacung dari Amerika,” katanya.
Lebih jauh, Hasan mengatakan, berita yang menyebut Syiah terlibat konflik Suriah adalah bentuk adu domba dari Israel yang ingin memecah belah umat Islam.

“Israel amat benci kepada Suriah, karena Suriah salah satu negara yang mendukung Palestina. Ini merupakan siasat Israel dan antek-anteknya untuk menumbangkan kepimpinan Bashar,” tegasnya.
Berita ini menurut Hasan yang mengembar gemborkan adalah media yang mempunyai kepentingan terhadap Yahudi dan Amerika.
“Awal awal yang memberitakan kasus ini adalah media barat, kita tahu media barat yang punya siapa?,”pungkasnya

Nasib Warga Syiah Suriah dalam Krisis Rekayasa Barat


Suriah adalah sebuah negara di selatan Asia barat dan terletak di pesisir timur Mediterania. Negara ini berbatasan dengan Turki di utara, dengan Irak di timur, dengan Lebanon dan laut Mediterania di Barat, dan dengan Yordania dan Palestina pendudukan di selatan. Oleh karena itu, secara geografis Suriah sangat strategis karena menjadi jembatan penghubung antara Asia dan Eropa.

Sekitar 74 persen populasi Suriah beragama Muslim Ahlussunnah, 13 persen lainnya Alawi dan Syiah Imamiyah atau Ismailiyah. 10 persen warga Suriah beragama Kristen, dan tiga persen sisanya adalah warga etnis Druze.

Krisis berdarah di Suriah sejak tujuh bulan lalu dengan campur tangan tidak langsung Amerika Serikat, rezim Zionis Israel, dan Perancis di satu sisi, dan disisi lain diprovokasi oleh sejumlah negara regional termasuk Arab Saudi, Yordania, Turki, dan kelompok-kelompok pro-Barat di Lebanon. Krisis dimulai di sebuah kota di Daraa yang mayoritas Sunni, dan sama seperti fenomena politik-keamanan dan sosial lainnya, krisis itu berubah arah menyusul reaksi dari para pemain di dalam dan luar negeri.

Namun hingga kini, nasib umat Syiah akibat kerusahan itu tidak diperhatikan. Laporan berikut ini akan mengetengahkan informasi mengenai kondisi kaum Syiah di Suriah.

Syiah di Suriah Menyebar

Sebagian besar warga Syiah Suriah tersebar di lima provinsi yaitu, Damaskus, Homs, Halab, Idlib, dan Daraa. Mereka juga tidak terhindar dari eskalasi krisis dan bentrokan di dalam negeri.

Hubungan Warga Syiah di Homs dengan Masyarakat

Populasi Syiah di Provinsi Homs mencapai 150 ribu orang yang merupakan 10 persen dari total populasi di provinsi itu. Selain di Homs, warga Syiah juga tersebar di berbagi wilayah sekitarnya. Hubungan mereka dengan kaum Sunni bersahabat dan tenang. Para pejabat Provinsi Homs menekankan kebijakan pendekatan antarpengikut agama dan mazhab, serta penghindaran friksi. Faktor berikutnya adalah ketegasan pemerintah pusat dalam menindak anasir penyulut friksi dan ketegangan antarmazhab. Bahkan kerusuhan pada bulan Juli lalu telah memperkokoh persatuan dan keharmonisan warga Syiah dan Sunni.

Faktor-Faktor Perusak Keharmonisan

Namun keharmonisan dan persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun itu terkoyak secara tragis. Sebabnya, pertama adalah gerakan dan gejolak mazhab yang meluas di seluruh negara-engara Islam dan yang pada puncaknya muncul pada awal-awal pendudukan Amerika Serikat atas Irak.
Di sisi lain, media massa dan propaganda kelompok radikal Salafi, melalui televisi satelit dan situs-situs juga semakin menjamur. Di suriah penyusupan Salafi dapat dirasakan di sejumlah wilayah. Hal itu diperparah dengan penistaan yang dilakukan oleh media dan situs-situs Syiah esktrim terhadap nilai-nilai suci Ahlussunnah.

Sikap Kaum Syiah di Masa-masa Krisis 

Sejak dimulainya krisis Suriah, para tokoh dan ulama Syiah negara ini, mengumukan netaralitas mereka dan tidak akan ikut campur. Karena mereka berpendapat bahwa menentukan dalam transformasi tersebut akan merugikan umat Syiah. Warga Syiah Suriah sendiri berpendapat bahwa sebagai kelompok minoritas, mereka akan menjadi sasaran aksi pembalasan. Akan tetapi di satu sisi, warga Syiah senantiasa mendukung pemerintah pusat.
Warga Syiah Suriah, sangat menjaga dan berhati-hati dalam bersikap, karena jika tidak maka akan muncul bentrokan dan krisis sektarian di negara ini.

Dampak Krisis Terhadap Warga Syiah

Banyak pendemo Suriah yang berpendapat bahwa warga Syiah mendukung pemerintahan yang brutal dalam menindak instabilitas. Mereka memberikan berbagai dalih di antaranya:
1-   Dukungan kuat Republik Islam Iran dan Hizbullah Lebanon terhadap pemerintah Suriah.
2-   Menuding warga Syiah Suriah mendukung pemerintah dan para suporternya dalam menumpas demonstrasi dan ini merupakan tuduhan yang sama terhadap kelompok-kelompok minoritas Suriah.
3-   Provokasi secara terang-terangan anti-Syiah di berbagai situs, televisi satelit, dan bahkan oleh mufti-mufti ekstrim.

Pembunuhan Warga Syiah 

Tidak diragukan lagi bahwa hubungan keharmonisan dan kerukunan warga Syiah dan Sunni Suriah, serta berlanjutnya komunikasi antara para ulama dari dua mazhab itu, menjadi penghalang terseretnya instabilitas itu ke arah kerusuhan sektarian dan etnis. Namun hubungan tersebut sudah tidak berguna lagi ketika senjata telah jatuh ke tangan para perusuh.

Setelah itu, dimulailah propaganda anti-Syiah yang dituding terlibat dalam aksi penumpasan warga Syiah. Tidak hanya itu, para ulama ekstrim juga menginstruksikan para pendemo untuk “membersihkan” kota-kota dari keberadaan “kaum Zoroaster” (merujuk pada bahwa pengikut kaum Syiah terbanyak adalah di Iran dan sebelum masuknya Islam, bangsa Iran adalah penganut Zoroaster). Menyusul seruan tersebut, dimulai pula aksi pembunuhan dan penculikan warga Syiah Suriah khususnya para pemuda. Prosesnya cepat dan meluas hingga sejumlah kelompok bersenjata termasuk Brigade Khaled bin Walid, menyatakan bertanggung jawab atas sejumlah operasi anti-warga Syiah.

Akan tetapi ini bukan berarti warga Sunni Suriah setuju atas aksi tersebut, karena banyak kelompok Sunni moderat dan mereka yang menentang segala bentuk kekerasan, menolak aksi brutal itu. Namun suara mereka tenggelam dalam hiruk-pikuk krisis, terlebih lagi mereka dituding munafik dan menjadi antek-antek pemerintah.

Kerugian dan Penderitaan Warga Syiah

Berikut ini sebagian penderitaan dan kerugian yang dialami warga Syiah Suriah dalam lima bulan kerusuhan:
1-   Dibunuh dan diculik.
2-   Mengungsi dari wilayah mayoritas Sunni, karena menerima bahaya dan ancaman.
3-   Perampokan dan penjarahan, serta pembakaran rumah dan tokok-toko, khususnya yang pemiliknya telah mengungsi.
4-   Kesulitan ekonomi yang diakibatkan karena beberapa faktor. Pertama, pemecatan dari tempat kerja mereka di sektor swasta. Kedua, sebagian besar warga Syiah tidak dapat kembali bekerja setelah sejumlah rekan mereka terbunuh. Dan ketiga, lemahnya perekonomian lokal karena kerusuhan dan instabilitas.





Presiden Assad: Suriah Menjadi Target Konspirasi Asing

Senin, 2012 Juni 04 00:46
http://syiahali.wordpress.com/2012/12/08/iran-dan-suriah-vs-yahudi-israel-amerika-dan-saudi-jika-kubu-y-a-s-menang-maka-suriah-jadi-anjing-amerika-israel-dan-wahabi/
.
Presiden Suriah Bashar al-Assad memperingatkan bahwa Suriah telah menjadi target dari konspirasi asing
.
Saat berpidato di parlemen baru di Damaskus pada Ahad (3/6), Presiden Assad mengatakan, Suriah menghadapi perang nyata dari luar
.
“Kami tidak menghadapi masalah politik, tetapi sebuah proyek untuk menghancurkan negara ini,” tegasnya
.
Lebih lanjut Presiden Suriah menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan segala upaya untuk mengakhiri kerusuhan selama berbulan-bulan dan mengimplementasikan reformasi yang dijanjikan
.
Presiden Assad menegaskan bahwa reformasi telah berhasil menangkis bagian dari serangan regional dan internasional terhadap negara ini
.
Di bagian lain pidatonya, Assad mengkritik partai-partai oposisi yang memboikot pemilihan parlemen pada 7 Mei lalu dan mengatakan bahwa sebenarnya mereka memboikot masyarakat, bukan pemerintah
.
Presiden Suriah juga menyerukan dialog nasional untuk mengakhiri kekerasan dan mengundang semua pihak guna mengesampingkan perbedaan mereka demi kepentingan negara
.
Inilah Pengakuan Saksi Mata Pembantaian di Al-Houla
 
 ”Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa seorang saksi dalam pembantaian 25 Mei di kota al-Houla, Suriah, mengatakan bahwa kelompok bersenjata memperkosa para wanita sebelum membunuh mereka.”
 
 
Inilah Pengakuan Saksi Mata Pembantaian di Al-Houla 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
pengakuan saksi mata pembantaian di al Houla Suriah. IRIB menulis, “Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa seorang saksi dalam pembantaian 25 Mei di kota al-Houla, Suriah, mengatakan bahwa kelompok bersenjata memperkosa para wanita sebelum membunuh mereka.”
.
“Kelompok bersenjata membakar rumah dan membunuh anggota keluarga karena mereka setia kepada pemerintah Suriah. Mereka juga memperkosa perempuan dan membunuh anak-anak, ” kata saksi, yang dimuat di Global Research (1/6).Menurut laporan tersebut, saksi itu diidentifikasi sebagai al-Khosam, seorang petugas keamanan Suriah yang ditempatkan di al-Houla
.
Pada tanggal 25 Mei, bentrokan pecah antara pasukan Suriah dan kelompok bersenjata di kota al-Houla, terletak sekitar 32 kilometer barat laut ibukota Provinsi Homs
.
Kepala misi pemantau PBB di Suriah, Mayor Jenderal Robert Mood dalam sebuah jumpa pers melalui konferensi video dari Damaskus ke pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada 27 Mei, mengatakan, pemantau PBB di al-Houla melaporkan bahwa 108 orang tewas, termasuk 49 anak-anak dan 34 wanita
.
Sementara itu, saksi lain mengatakan bahwa kelompok bersenjata menggunakan para wanita dan anak-anak sebagai perisai untuk terus menembaki pasukan Suriah
.
“Sejumlah perempuan tersebut ditembak di kepala,” kata seorang tentara Suriah yang terluka dalam bentrokan
.
Pada tanggal 31 Mei, Brigadir Jenderal Qassim Jamal Suleiman, kepala komite investigasi yang dibentuk oleh pemerintah Suriah, mengatakan, hasil penyelidikan atas pembantaian al-Houla menunjukkan bahwa kelompok bersenjata anti-pemerintah Damaskus melakukan pembunuhan supaya memberikan ruang kepada pihak asing untuk mengintervensi Suriah
.
Lebih lanjut, Suleiman mengatakan, para korban adalah keluarga yang menolak untuk menentang pemerintah Suriah dan hal itu bertentangan dengan kelompok bersenjata
.
Di pihak lain, Rupert Colville, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada 29 Mei, mengatakan bahwa mayoritas dari pembunuhan di al-Houla adalah eksekusi warga sipil, perempuan dan anak-anak
.
Dalam Semalam Mereka Memenggal Kepala 50 Warga Syiah
 
.“Dunia tidak bisa menutup mata atas tragedi yang terjadi di pemukiman Syiah ‘Al Fau’ah’ yang dalam semalam kelompok teroris memenggal 50 kepala warga sipil Syiah. Di Suriah bukan hanya warga Sunni yang mereka jadikan target pembunuhan untuk menimbulkan fitnah sektarian, juga warga Syiah. Ini menunjukkan tujuan mereka murni buat menimbulkan makar.”
Dalam Semalam Mereka Memenggal Kepala 50 Warga Syiah.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Muhammad Sadiq al Husain, seorang pengamat politik Timur Tengah menilai kedatangan Kofi Anan sebagai perwakilan PBB untuk meninjau langsung keadaan Suriah pasca terjadinya pembantaian massal penduduk sipil di Haulah sebagai sebuah bentuk lain untuk menekan pemerintahan Basar Ashad.Ia menyatakan adanya peran negara-negara Arab untuk mengajak dunia internasional terlibat dalam urusan dalam negeri Suriah
,
“Perang sesungguhnya yang terjadi di Damsyik adalah perang Suriah melawan dunia, yang dengan pertolongan Allah SWT kebenaranlah yang akan menang. Semoga rakyat Suriah bisa bersabar dan tegar menghadapi permainan politik tingkat tinggi ini.”
.
Al Husaini menyebutkan tujuan asli dari turut campurnya negara-negara Arab dan Barat dalam masalah Suriah adalah menggulingkan pemerintahan Bashar Asad sekaligus memutus hubungan Suriah dengan Iran dan Lebanon yang selama ini dikenal ketiga negara tersebut sebagai negara anti Israel dan menjadi batu sandungan bagi Israel dan Barat untuk menguasai sepenuhnya Palestina
.
“Kalau memang benar bahwa rezim Bashar Asad yang melakukan pembantaian atas rakyatnya sendiri, tentu sudah lama rakyat Suriah akan bangkit melawan melalui aksi-aksi demonstarsi dan unjuk rasa menuntut Asad turun. Namun fakta yang terlihat adalah aksi dukungan rakyat Suriah atas kepemimpinan Bashar Asad bahkan dalam referendum Bashar Asad tetap mendapat dukungan rakyatnya. Karenanya hanya satu kemungkinan, pelaku pembantaian adalah pihak oposisi yang mendapat sokongan dari Barat dan Arab yang menginginkan dunia menuntut Asad untuk turun dari jabatannya.” Tegasnya
.
Dia pun menyebutkan bahwa perjalanan Kofi Anan ke Suriah dan melakukan pertemuan dengan Presiden Suria Bashar Asad akan membuat pihak musuh semakin pesimis sebab delegasi PBB tersebut tidak menemukan bukti rezim Bashar Asad bersalah dalam hal tersebut. Dia menyebutkan ketidakamanan dan konflik di Suriah merupakan hasil dari konspirasi sebagian negara-negara Arab dan Barat. “Dengan adanya dukungan rakyat Suriah atas Bashar Asad menunjukkan usaha negara-negara Arab, Emirat, Qatar, Saudi dan negara-negara Barat tidak akan menemukan hasilnya.”
.
“Dunia tidak bisa menutup mata atas tragedi yang terjadi di pemukiman Syiah ‘Al Fau’ah’ yang dalam semalam kelompok teroris memenggal 50 kepala warga sipil Syiah. Di Suriah bukan hanya warga Sunni yang mereka jadikan target pembunuhan untuk menimbulkan fitnah sektarian, juga warga Syiah. Ini menunjukkan tujuan mereka murni buat menimbulkan makar.” Tutupnya.
.

Figaro: Saudi-CIA Suplai Senjata kepada Teroris di Suriah

Sabtu, 2012 Juni 30 04:57
 
 
Sebuah koran Perancis menyebutkan bahwa sejumlah negara Arab di pesisir Teluk Persia bekerjasama dengan Dinas Intelijen Amerika Serikat (CIA) menyuplai senjata kepada kelompok teroris di Suriah guna menggulingkan pemerintah Damaskus.
.
Fars News Jumat (29/6) melaporkan, koran Figaro yang memuat catatan Georges Malbrunot dalam edisinya Kamis menulis, kelompok teroris bersenjata di Suriah memiliki berbagai senjata canggih. Arab Saudi dan sejumlah negara Arab pesisir Teluk Persia menyuplai dana kepada mereka, dan  semua langkah itu di bawah pengawasan CIA.
.
Dalam catatan tersebut disebutkan pula bahwa sekitar 40 anasir kelompok bersenjata tersebut secara diam-diam pergi ke Turki untuk mengambil berbagai senjata canggih seperti anti-tank.
.
Disebutkan pula bahwa kelompok bersenjata telah memiliki banyak mortir seperti RPG 9 dari gudang senjata Saudi yang dibawa dengan pesawat dan mendarat di bandara Adhanah, Turki.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar