Minggu, 16 Desember 2012

komandan penting pemberontak di provinsi Aleppo, Suriah utara tewas dalam pertempuran sengit pada Sabtu....>>>....Abu Furat tewas dalam pertempuran melawan pasukan pemerintah yang berusaha menghalau pemberontak yang berupaya "membebaskan " satu akademi militer penting di Muslimiyeh, utara kota Aleppo. Abu Furat yang pernah memimpin satu brigade tank dalam angkatan darat Suriah, membelot dan bergabung dengan pemberontak setelah menempatkan istri dan anak-anaknya di satu daerah aman.....>>....Rusia terkejut dengan sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang baru saja mengakui legitimasi fraksi oposisi Suriah. Menurut Rusia, AS mulai berjudi untuk kemenangan fraksi oposisi tersebut. "Saya cukup terkejut mengetahui pengakuan ini. AS sudah memutuskan untuk berjudi dalam kemenangan oposisi Suriah di peperangan itu," ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, seperti dikutip AFP, Rabu (12/12/2012)...>>>...“Kelompok pemberontak di Suriah percaya bahwa mereka akan mampu menjatuhkan rezim Assad, menurut saya hal tersebut hanyalah impian belaka. Konflik Suriah tidak akan berkahir sampai kelompok pemberontak dan pihak barat yang mendukungnya mau berkompromi dengan rezim Assad,” sebut Nasrallah....>>



Komandan pemberontak Suriah tewas

Minggu, 16 Desember 2012 13:01 WIB | 2457 Views

Beirut (ANTARA News) -  http://www.antaranews.com/berita/348804/komandan-pemberontak-suriah-tewas
Seorang komandan penting pemberontak di provinsi Aleppo, Suriah utara tewas dalam pertempuran sengit pada Sabtu.

Brigade Liwa al-Tawhid mengumumkan di halaman Fcebooknya tentang kematian Kolonel Yusef al-Jader (Abu Furat) dalam pertempuran.

Abu Furat tewas dalam pertempuran melawan pasukan pemerintah yang berusaha menghalau pemberontak yang berupaya "membebaskan " satu akademi militer penting di Muslimiyeh, utara kota Aleppo.

Abu Furat yang pernah memimpin satu brigade tank dalam angkatan darat Suriah,  membelot dan bergabung dengan pemberontak setelah menempatkan istri dan anak-anaknya di satu daerah aman.


Setelah bergabung dengan Liwa al-Tawhid, brigade yang punya hubungan dengan Ikhwanul Muslimin, Abu Furat menjadi komandan operasi-operasi militer di Aleppo.

Ia sering bertempur di garis-garis depan dari medan-medan tempur penting seperti Salaheddin dan Seif al-Dawla,di kota Aleppo.

Abu Furat disenangi oleh para pendukungnya.

"Saya mengusulkan sgsr Akademi Infantri itu diubah namanya menjadi Sekolah Pahlawan Abu Furat," kata seorang yang menulis dalam satu komentar yang dikirim ke halaman Facebook Liwa al-Tawhid.

Abu Furat disambut baik dan memberikan perlindungan kepada beberapa tim AFP yang meliput konflik Suriah di Aleppo.

Pada Sabtu, pemberontak hampir meraih satu kemenangan penting ketika mereka menguasai daerah luas akademi militer itu, kata kelomok pemantau Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah.

"Ini adalah salah satu dari akademi--akademi militer paling penting di Suriah," kata direktur Observatorium itu Rami Abdel Rahman.

Pasukan Pengawal Republik dikirim oleh helikopter dalam usaha menghalau pemberontak, kata kelompok pemantau itu.

Menurut Observatorium itu, sejumlah besar tentara dan pemberontak tewas dalam pertempuran di sekitar akademi itu.


(H-RN)

Editor: Aditia Maruli

Hizbullah: Al Qaeda Dijebak AS di Suriah

Wahyu Dwi Anggoro
Senin, 17 Desember 2012 09:52 wib
Kondisi Suriah terus dipenuhi peperangan (Foto: AFP)
Kondisi Suriah terus dipenuhi peperangan (Foto: AFP)
BEIRUT – Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah menyatakan, konflik yang saat ini terjadi di Suriah merupakan jebakan yang dibuat oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya untuk menghancurkan kelompok Al Qaeda. AS memang masih terus berupaya menghancurkan operasi Al Qaeda.

“AS dan sekutunya telah memasang jebakan untuk Al Qaeda di Suriah. Mereka memancing anggota Al Qaeda untuk berkumpul di Suriah agar kemudian bisa dengan mudah dikepung dan dihancurkan,” ujar Nasrallah, seperti dikutip AFP, Senin (17/12/2012).

Banyak pihak menduga Al Qaeda juga ikut berpartisipasi dalam konflik di suriah. Front al-Nusra yang minggu lalu dicap teroris oleh AS ditengarai memiliki hubungan dengan Al Qaeda. Front al-Nusra sendiri adalah kelompok pemberontak di Suriah yang bertujuan untuk mendirikan Negara Islam di Suriah.

Dalam pidatonya itu Nasrallah juga terus memberi dukungannya kepada rezim Bashar al-Assad yang saat ini melawan kelompok pemberontak. Nasrallah menyatakan keyakinannya rezim Assad tidak akan dapat digulingkan oleh kelompok pemberontak.

“Kelompok pemberontak di Suriah percaya bahwa mereka akan mampu menjatuhkan rezim Assad, menurut saya hal tersebut hanyalah impian belaka. Konflik Suriah tidak akan berkahir sampai kelompok pemberontak dan pihak barat yang mendukungnya mau berkompromi dengan rezim Assad,” sebut Nasrallah.

Hizbullah merupakan salah satu pihak yang menjadi sekutu kuat dari rezim Assad di Suriah. Presiden Bashar al-Assad berasal dari kelompok alawiyah, salah satu turunan dari Syiah, hal tersebut membuat pihak Syiah di kawasan Timur Tengah seperti Iran dan Hizbullah memberikan dukungannya kepada Rezim Assad.

Sampai saat ini pihak barat menyebut posisi rezim Assad di Suriah semakin melemah. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran rezim Assad akan menjadi semakin putus asa dan menggunakan senjata kimia untuk melawan pemberontak. Selain itu AS juga takut senjata kimia yang dimiliki suriah itu jatuh ke tangan kelompok radikal seperti Front al-Nusra yang diduga terkait dengan Al Qaeda.(faj). http://international.okezone.com/read/2012/12/17/412/733057/hizbullah-al-qaeda-dijebak-as-di-suriah


Front An-Nusra menyusup ke kamp pengungsi Palestina

Senin, 17 Desember 2012 10:16 WIB | 1367 Views
http://www.antaranews.com/berita/348901/front-an-nusra-menyusup-ke-kamp-pengungsi-palestina
Ilustrasi (istimewa)

Damaskus (ANTARA News) - 
 
Lebih dari 300 petempur dari kelompok garis keras, Front An-Nusra,  menyusup ke kamp pengungsi Palestina, Yarmouk, di Damaskus, Minggu, dan bentrok dengan komite lokal di sana.

Peristiwa tersebut merenggut korban jiwa, menimbulkan kekacauan, dan gerakan menyelamatkan diri secara besar-besaran, demikian laporan media setempat.

An-Nusra, cabang dari Al Qaida di Irak, telah meningkatkan kehadirannya di area sekitar kamp tersebut selama beberapa hari belakangan dalam upaya untuk menyerbu, kata jaringan berita lokal, Ajel.

Ajel melaporkan bentrokan sengit berkecamuk di kamp itu.

Komite lokal di kamp tersebut dikuasai oleh Front Rakyat bagi Pembebasan Palestina --Komando Umum (PFLP-GC), pendukung kuat pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Beberapa sumber dan saksi mata mengatakan puluhan warga sipil dan anggota komite rakyat tersebut telah tewas dan cedera di kamp Yarmouk selama bentrokan itu.

Kebanyakan petempur An-Nusra datang dari pinggiran Damaskus yakni Daraya, Ghouta Timur, Al-Hajar Al-Aswad dan Yeldah.

Sementara itu, Anwar Rajja, juru bicara PFLP-GC, membantah laporan media mengenai pembelotan jajaran PFL-GC dan tentang kepergian para pemimpinnya dari Damaskus ke Kota Pantai Suriah, Tartous.

Stasiun televisi Lebanon, Al-Manar yang dekat dengan pemerintah Suriah, menyatakan petempur An-Nusra membom kamp tersebut dari empat arah. Namun, belum ada keterangan mengenai korban jiwa.

Pada Minggu pagi, Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia, kelompok pegiat yang berpusat di London, menyatakan satu pesawat MiG Suriah membom beberapa bagian kamp itu, demikian laporan Xinhua.

Tapi, Rajja membantah laporan mengenai serangan udara tersebut.

Terlibatnya orang Palestina dalam krisis maut di Suriah menambah kerumitan lain pada tata politik di Suriah yang menampung lebih dari 500.000 pengungsi Palestina.

(C003)
Editor: Heppy
COPYRIGHT © 2012

Rusia: AS Berjudi untuk Kemenangan Oposisi Suriah

Aulia Akbar
Rabu, 12 Desember 2012 16:03 wib
Foto : Menlu Rusia Sergei Lavrov (EPA)
Foto : Menlu Rusia Sergei Lavrov (EPA)
MOSKOW - Rusia terkejut dengan sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang baru saja mengakui legitimasi fraksi oposisi Suriah. Menurut Rusia, AS mulai berjudi untuk kemenangan fraksi oposisi tersebut.

"Saya cukup terkejut mengetahui pengakuan ini. AS sudah memutuskan untuk berjudi dalam kemenangan oposisi Suriah di peperangan itu," ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, seperti dikutip AFP, Rabu (12/12/2012).


Tepat pada hari ini, Obama menyatakan bahwa negara sudah menganggap oposisi Suriah sebagai satu-satunya entitas yang mewakili masyarakat Suriah di komunitas internasional. Sebelumnya, AS sempat terlihat enggan untuk mengakui fraksi oposisi itu karena sejumlah alasan.

“AS merasa oposisi Suriah saat ini bisa merepresentasikan suara rakyatnya secara keseluruhan. Oleh karena itu kami menganggap mereka sebagai satu-satunya perwakilan rakyat Suriah yang sah,” ujar Obama.

Bersamaan dengan itu, Pemerintah Inggris berencana melatih para pasukan oposisi Suriah dan memberikan bantuan lainnya. Selain disetujui oleh AS, pemberian bantuan itu juga disetujui Prancis, Turki, Yordania, Qatar dan Uni Emirat Arab.

“Karena solusi damai untuk menghentikan konflik di Suriah belum ditemukan, Inggris akan memikirkan cara-cara lainnya agar dapat menghentikan hilangnya nyawa warga yang tidak bersalah di negara itu. Seperti yang kalian ketahui kami saat ini sedang membicarakan rencana pemberian bantuan dengan sekutuy-sekutu kami,” ujar Kementerian Pertahanan Inggris.

Para negara pendukung oposisi Suriah itu berencana untuk membuat tempat latihan di perbatasan yang dimiliki Turki dengan Suriah. Pemilihan lokasi tersebut membuat negara-negara itu dapat membantu fraksi oposisi tanpa harus menginjakkan kaki di wilayah Suriah.(AUL)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar