Selasa, 18 Desember 2012

..... Humas Pasdaran pada Selasa (4/12) menyatakan, pasukan Pasdaran menangkap sebuah pesawat tanpa awak AS yang melanggar zona udara Republik Islam Iran. Demikian dilaporkan IRNA. Menurut pernyataan tersebut, pasawat tanpa Awak AS, ScanEagle selama beberapa hari lalu berpatroli di wilayah Teluk Persia dan memasuki zona udara Iran untuk misi identifikasi dan mengumpulkan data. Namun pesawat tersebut keburu terjebak ke dalam unit pertahanan dan sistem kontrol Angkatan Laut Iran. Laksamana Ali Fadavi, Komandan Pasukan Angkatan Laut Iran mengatakan, ScanEagle biasanya diterbangkan dari atas kapal besar....>>...Bersamaan dengan pelatihan milisi bersenjata Suriah di Yordania, Perdana Menteri Abdullah Ensour mengklaim bahwa Amman menekankan solusi diplomatik untuk menyelesaikan krisis Suriah. Abdullah Ensour Senin (17/12) saat bertemu dengan anggota tim pencari fakta internasional terkait krisis Suriah mengklaim, sikap Yordania adalah mendukung solusi diplomatik di Suriah dan penghentian pertumpahan darah serta kekerasan di negara ini. Demikian dilaporkan AFP. Perdana Menteri Yordania ini mengaku bahwa negaranya memilih netral menyikapi krisis Suriah dan hanya menjalankan kewajiban nasional serta kemanusiaannya...>>..Seorang insinyur Iran yang diwawancarai Almonitor mengingatkan bahwa sistem GPS merupakan salah satu kelemahan pesawat tanpa awak, karena dengan menimbulkan kebisingan (noise) pada sistem telekomunikasi maka hal ini akan mengaktifkan autopilot dan dikondisi seperti ini sistem kontrol pesawat tanpa awak dapat diterobos. Ia menambahkan, akses ini akan membuat pesawat tanpa awak dapat diarahkan oleh orang yang mengontrol ke arah manapun tanpa menimbulkan kerusakan. Di sisi lain, tidak akan ada informasi yang akan dikirim ke pusat kontrol Amerika...>>

Yordania Klaim Dukung Solusi Damai di Krisis Suriah


 

Bersamaan dengan pelatihan milisi bersenjata Suriah di Yordania, Perdana Menteri Abdullah Ensour mengklaim bahwa Amman menekankan solusi diplomatik untuk menyelesaikan krisis Suriah.
 
Abdullah Ensour Senin (17/12) saat bertemu dengan anggota tim pencari fakta internasional terkait krisis Suriah mengklaim, sikap Yordania adalah mendukung solusi diplomatik di Suriah dan penghentian pertumpahan darah serta kekerasan di negara ini. Demikian dilaporkan AFP.
 
Perdana Menteri Yordania ini mengaku bahwa negaranya memilih netral menyikapi krisis Suriah dan hanya menjalankan kewajiban nasional serta kemanusiaannya.
 
Di sisi lain, militan Suriah telah menerima pelatihan untuk menggunakan senjata ringan dan berat di Yordania dengan bantuan Inggris dan Amerika Serikat.
 
Situs McClatchy mengutip seorang militan mengungkap sebuah pelatihan yang berlangsung sejak bulan Oktober dan melibatkan ratusan militan.
 
"Kami berharap akan ada lebih banyak pelatihan tentang senjata yang lebih besar," tulis laporan tersebut mengutip Kamal al-Zoubani, seorang militan dari selatan kota Daraa, Suriah.
 
"Tetapi kami diizinkan untuk mengambil senjata ringan untuk dibawa kembali ke Suriah," imbuh al-Zoubani dalam laporan itu.
 
Menurut laporan tersebut, al-Zoubani terpilih untuk menerima pelatihan bersama dengan sedikitnya tiga kelompok yang terdiri dari 50-60 militan di sebuah pangkalan militer di selatan Yordania pada bulan Oktober. Sekelompok orang berseragam perwira militer Yordania dan sejumlah orang yang diyakini perwira intelijen AS hadir dalam pelatihan tersebut. (IRIB Indonesia/MF/PH)
 

Baca juga :

Reformasi Sejati, Tuntutan Rakyat Yordania
AS dan Inggris Latih Pemberontak Suriah di Yordania

IRIB Indonesia:
Bagaimana ScanEagle Berhasil Dipaksa Turun oleh Iran?

Seorang insinyur Iran yang diwawancarai Almonitor mengingatkan bahwa sistem GPS merupakan salah satu kelemahan pesawat tanpa awak, karena dengan menimbulkan kebisingan (noise) pada sistem telekomunikasi maka hal ini akan mengaktifkan autopilot dan dikondisi seperti ini sistem kontrol pesawat tanpa awak dapat diterobos. Ia menambahkan, akses ini akan membuat pesawat tanpa awak dapat diarahkan oleh orang yang mengontrol ke arah manapun tanpa menimbulkan kerusakan. Di sisi lain, tidak akan ada informasi yang akan dikirim ke pusat kontrol Amerika.
http://abna.ir/data.asp?lang=12&Id=369891 

 Bagaimana ScanEagle Berhasil Dipaksa Turun oleh Iran?
Menurut Kantor Berita ABNA, Republik Islam Iran menyatakan bahwa mereka berhasil memaksa turun sebuah pesawat tanpa awak Amerika Serikat yang terbang di zona Teluk Persia. Di sisi lain meski Amerika Serikat mengklaim tidak kehilangan sebuah pesawat tanpa awaknya setelah melakukan penghitungan, namun statemen petinggi Pasdaran (IRGC) Iran mengindikasikan peran pesawat tanpa awak dalam hubungan tak harmonis Tehran-Washington.

Kendala utama yang dihadapi AS dan sekutu Eropanya serta Rezim Zionis Israel menghadapi Republik Islam Iran adalah program nuklir Tehran. Iran menekankan program nuklirnya bertujuan damai, namun keraguan Washington terkait kebenaran pengakuan Iran telah menumbuhkan perang terselubung antara Iran dan Amerika Serikat.

The Christian Science Monitor tahul lalu dilaporannya menyebutkan perang terselubung ini meliputi teror para ilmuwan nuklir Iran, peledakan instalasi rudal dan industri, penyebaran virus internet seperti Stuxnet terhadap instalasi nuklir Iran serta target pesawat tanpa awak Amerika oleh Iran.

Laporan yang dirilis televisi Iran hari Selasa (4/12) menampilkan gambar pesawat tanpa awak ScanEagle produksi perusahaan Boing yang terbang di atas peta Republik Islam serta disertai tulisan berbahasa Persia dan Latin "Kami Akan Menghancurkan AS di bawah kaki kami".

Associated Press (AP) terkait hal ini melaporkan, jika klaim petinggi Iran benar maka ini merupakan ketiga kalinya dalam dua tahun terakhir drone AS menjadi target Tehran. Sebelumnya pada hari yang sama, Panglima Antkatan Laut Pasdaran mengkonfirmasikan penangkapan sebuah pesawat tanpa awak Amerika Serikat oleh pasukan angkatan laut Pasdaran di kawasan Teluk Persia.

Drone ScanEagle, pesawat bersayap tiga meter itu merupakan pesawat tanpa buatan Insitu, anak perusahaan Boeing yang memiliki durasi terbang paling lama. Situs Wall Street Journal dalam laporannya Ahad 2 Desember 2012 mengutip keterangan seorang pejabat AS yang mengatakan bahwa Washington telah meningkatkan operasinya memata-matai instalasi nuklir Bushehr di selatan Iran "selama dua bulan terakhir."

Setahun lalu, Iran juga berhasil mendaratkan pesawat tanpa awak RQ-170 "Sentinel" yang terbang menyusup wilayah udara Republik Islam di kota Kashmar, sekitar 140 mil (225km) dari perbatasan Afghanistan. Bulan lalu, pasukan Iran mengusir pesawat tanpa AS yang berusaha menerobos wilayah udara Republik Islam di perairan Teluk Persia.

Pengingkaran AS
Sementara itu, juru bicara Armada Kelima militer AS di Bahrain saat diwawancarai Reuters menyatakan, AL Amerika bertanggung jawab mengenai pesawat tanpa awak dan mengoperasikannya berdasarkan ketentuan internasional. Ia menambahkan, dalam beberapa waktu terakhir kami tidak merasa kehilanga pesawat tanpa awak.

Meski mengingkari kehilangan pesawat tanpa awak, namun Iran Desember lalu juga berhasil menangkap sebuah pesawat tanpa awak AS yang tengah melakukan spionase terhadap instalasi nuklir negara ini. Seorang insinyur Iran dalam wawancaranya dengan Almonitor menyatakan bahwa Iran berhasil memaksa turun pesawat tanpa awak ini dengan menerobos sistem kontrol dan GPS.

Scott Peterson, analis Koran New York Times yang tahun lalu merilis penangkapan sentinel RQ-170 menandaskan, jika statemen petinggi Iran terbukti kebenarannya maka kemungkinan besar negara ini menggunakan strategi serupa dengan tahun lalu. Artinya Iran memanfaatkan data dan informasi sentinal yang telah mereka rebut sebelumnya untuk memaksa turun pesawat tanpa awak berikutnya. Di sisi lain, petinggi AS tidak bersedia mengakui keunggulan teknologi Iran dan mengklaim bahwa sentinel RQ-170 mengalami kerusakan teknis dan jatuh di wilayah Iran.

Seorang insinyur Iran yang diwawancarai Almonitor mengingatkan bahwa sistem GPS merupakan salah satu kelemahan pesawat tanpa awak, karena dengan menimbulkan kebisingan (noise) pada sistem telekomunikasi maka hal ini akan mengaktifkan autopilot dan dikondisi seperti ini sistem kontrol pesawat tanpa awak dapat diterobos. Ia menambahkan, akses ini akan membuat pesawat tanpa awak dapat diarahkan oleh orang yang mengontrol ke arah manapun tanpa menimbulkan kerusakan. Di sisi lain, tidak akan ada informasi yang akan dikirim ke pusat kontrol Amerika.

Peterson menandaskan, menurut para pengamat, Amerika memahami dengan benar kemampuan dan pengalaman cyber dan perang elektronik Iran. Disebutkan bahwa Iran baru-baru ini melayangkan surat protes kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadukan 8 kasus pelanggaran zona udaranya oleh pesawat Amerika Serikat.

Penggunaan Luas ScanEagle
Menurut laporan AP, ketika jubir angkatan laut AS meragukan statemen petinggi Iran di hari Selasa (4/12) terkait keberhasilan negara ini menurunkan paksa ScanEagle, perlu diperhatikan poin ini bahwa negara-negara lain seperti Uni Emirat Arab juga menggunakan pesawat tanpa awak jenis ini. Di sisi lain, negara seperti Perancis, Inggris dan Rusia pun aktif di bidang ini dan kemungkinan dalam waktu dekat Cina juga akan memasarkan produknya ke pasar.

Lagi, Pasdaran Ciduk Pesawat Tanpa Awak AS

 



Humas Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) mengkonfirmasikan penangkapan sebuah pesawat tanpa awak Amerika Serikat oleh pasukan angkatan laut Pasdaran di kawasan Teluk Persia.
 
Humas Pasdaran pada Selasa (4/12) menyatakan, pasukan Pasdaran menangkap sebuah pesawat tanpa awak AS yang melanggar zona udara Republik Islam Iran. Demikian dilaporkan IRNA.
 
Menurut pernyataan tersebut, pasawat tanpa Awak AS, ScanEagle selama beberapa hari lalu berpatroli di wilayah Teluk Persia dan memasuki zona udara Iran untuk misi identifikasi dan mengumpulkan data. Namun pesawat tersebut keburu terjebak ke dalam unit pertahanan dan sistem kontrol Angkatan Laut Iran.
 
Laksamana Ali Fadavi, Komandan Pasukan Angkatan Laut Iran mengatakan, ScanEagle biasanya diterbangkan dari atas kapal besar.
 
Ia juga menyinggung kesiapan pasukan angakatan laut Pasdaran dalam menjalankan misinya dan mengawasi gerak-gerik pasukan asing di wilayah Teluk Persia dan Selat Hormuz.
 
"Pasukan angkatan laut Pasdaran dalam kesiapan yang terbaik," tandasnya. (IRIB Indonesia/RA)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar