Minggu, 09 Desember 2012

MELACAK KELOMPOK PENGKHIANATAN MASYARAKAT KUFAH KEPADA IMAM ALI as, IMAM HASAN as DAN IMAM HUSAIN as (4) Pengkhianatan Asyraf al Qabail terhadap Imam Husain as....>>.Siapakah Yang Mengkhianati Imam Husain as ?..APAKAH PENULISAN SURAT KEPADA IMAM HUSEIN ADALAH SEMACAM JEBAKAN YANG DIBUAT OLEH KELOMPOK PENGKHIANAT YANG BERKOLABORASI DENGAN KELOMPOK YAZID? >>...UNTUK KEMUDIAN.MEREKA MEMBIARKAN HUSEIN DAN KELUARGANYA DIBANTAI OLEH KELOMPOK INI ATAW OLEH KELOMPOK YAZID...??.... KARENA FAKTA SEJARAH SEAKAN TIADA SUATU KELOMPOK MANAPUN YANG MELAKUKAN PEMBELAAN KEPADA KELOMPOK IMAM HUSEIN??? MENGAPA..??..BENARKAH INI SEMATA-MATA KARENA KETIDAK PUASAN TERHADAP SISTEM PEMERINTAHAN ALI BIN ABI THALIB YANG MELURUSKAN AJARAN DAN SUNNAH RASULULLAH SAW.... ATAW ADA TANGAN DAN KEPENTINGAN TERSEMBUNYI TERHADAP PENGKHIANATAN TERHADAP AJARAN ISLAM YANG MURNI...YANG DIAPLIKASIKAN IMAM ALI DAN KETURUNANNYA..SEBAGIAMANA DILANSIR DALAM KHOTBAH GHADIR KHUM...BAHWA ...PESAN RASULULLAH... BAHWA PEMBAWA AMANAH DAN KEPIMPINAN ADALAH HARUS MELALUI DUA JALUR YANG KUAT YAKNI AL QUR'AN DAN AHLUL BAITS..??? >>> ADAKAH INI BAGIAN DATI PERMAINAN POLITIK DAN INTELIGEN PENGUASA MEMBUAT JARINGAN2 PERLAWANAN TERHADAP KONSEP KEPEMIMPINAN YANG DIAMANAHKAN RASULULLAH SAW...>> KARENA ... SETELAH IMAM HUSEIN DIBUNUH... MAKA PEMBUNUHAN TERHADAP KETURUNAN HUSEIN PUN BERLANJUT SEBAGAI PEMEGANG TRADISI AMANAH DAN WASIAT RASULULLAH SAW SESUAI PESAN HADIS DI GHADIR KHUM ....YANG KONON TURUN AYAT TERAKHIR AL-QUR'AN...YANG SANGAT TERKENAL.. ALYAUMA AKMALTU LAKUM DINAKUM WA ATMAMTU ALAIKUM NI'MATI...WARADHITU LAKUM ISLAMA DINA....>> .[Kelompok Nawashib meyakinkan kepada pengikutnya, bahwa yang membunuh Imam Husain as pada hakekatnya adalah orang-orang syiah, karena merekalah yang mengirimkan surat undangan kepada Imam Husain, kata Nawashib tak tanggung-tanggung 18.000 surat ditulis orang syiah kepada Imam Husain untuk datang kekufah, dan pendapat kaum Nawashib sesungguhnya orang-orang syiahlah sebetulnya yang membunuh Imam Husain. Benarkah ? Tulisan ini adalah bagian terakhir dari empat tulisan yang menelisik kebenaran apakah benar kaum muslim syiah itu telah berkhianat terhadap Imam-Imam mereka sendiri, dan tulisan ini untuk membantah sekaligus membuktikan bahwa tidak benar kaum syiah telah berkhianat terhadap Imamnya sendiri] >>..Untuk mengetahui siapakah sebenarnya yang berkhianat kepada Imam Husain as, agaknya patut untuk memperhatikan pernyataan dari Sulaiman bin Shurad al Khuza’i, ia menyatakan ” Bahwa Para pembunuh Husain sesungguhnya adalah kaum asyraf al qaba’il Kufah, merekalah yang harus membayar darah Husain, karena merekalah yang mengundang dan kemudian meninggalkan Imam Husain ” [11] Ibnu A’tsam juga memberi pernyataan yang sama, ia menuliskan ” Para pengikut Ali (baca syiah-pen) mengambil keputusan untuk menuntut balas atas kesyahidan Husain. Mereka memburu kaum bangsawan (asyraf al qabail) dan banyak orang kufah kerena mereka mengambil posisi sebagai lawan Husain di Karbala. Dan mereka adalah yang telah bertanggungjawab mensyahidkan Husain” [12] Dan Kaum asyraf al Qabail inilah pasca tragedi Karbala yang kelak diburu oleh kaum Muslim syiah....>>> Dari paparan singkat diatas dapat dismpulkan, bahwa kelompok pengkhianat terhadap Imam Husain as bukan berasal dari kalangan Muslim Syi’ah melainkan berasal dari kalangan Bangsawan, Pemimpin Kabilah dan Klan serta para pengikutnya. Bahwa tuduhan kelompok Nawashib yang menyatakan syiahlah yang berkhianat adalah kedustaan yang dibangun tanpa basis bukti yang memadai....>>


MELACAK KELOMPOK PENGKHIANATAN MASYARAKAT KUFAH KEPADA IMAM ALI as, IMAM HASAN as DAN IMAM HUSAIN as (4) Pengkhianatan Asyraf al Qabail terhadap Imam Husain as

Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma sholi ala muhammad wa ali muhammad


Kelompok Nawashib meyakinkan kepada pengikutnya, bahwa yang membunuh Imam Husain as pada hakekatnya adalah orang-orang  syiah, karena merekalah yang mengirimkan surat undangan kepada Imam Husain, kata Nawashib tak tanggung-tanggung 18.000 surat ditulis orang syiah kepada Imam Husain  untuk datang kekufah, dan pendapat kaum Nawashib sesungguhnya orang-orang syiahlah sebetulnya yang membunuh Imam Husain. Benarkah ? Tulisan ini adalah bagian terakhir dari empat tulisan yang menelisik kebenaran apakah benar kaum muslim syiah itu telah berkhianat terhadap Imam-Imam mereka sendiri, dan tulisan ini untuk membantah sekaligus membuktikan bahwa tidak benar kaum syiah telah berkhianat terhadap Imamnya sendiri.

Pendahuluan
Para sejahrawan  menuliskan bahwa surat yang dikirim oleh orang-orang Kufah kepada Imam Husain berkisar antara 12.000 hingga 18.000 surat, bahkan anda yang menyebut 30.000 pucuk surat [1]  mayoritas sumber menyebut angka yang kedua – 18.000 surat –  yang menjadi persoalan adalah, benarkan 18.000 surat tersebut di tulis dan dikirimkan oleh orang syiah kufah semuanya ? pertanyaan kedua, Di saat Imam Husain di Karbala, kemanakah kaum muslim  syiah ?



Populasi Muslim Syiah di Kufah Pada Masa Imam Husain as


Di tulisan yang ketiga sudah dibahas, yang mengutip pernyataan Imam Hasan as yang menyebut bahwa populasi kaum Muslim Syiah tidaklah signifikan, sehingga Imam Hasan lebih memilih untuk menyelamatkan kaum syiah dari kemusnahan. Perkembangan kaum syiah dari masa Imam Hasan hingga menjelang tragedi Karbala juga tidak menunjukan laju pertumbuhan yang signifikan pula. Musuh-musuh Islam telah melakukan berbagai tindakan pemadaman perkembangan syiah. Selain perburuan dan pembunuhan, sejahrawan mencatat, bahwa di kufah telah terjadi relokasi kaum Muslim syiah keluar kota Kufah dan  menggantikan mereka dengan orang yang pro Muawiyyah. Ath Thabari melaporkan : Segera sesudah menguasai Kufah, Muawiyyah memerintahkan untuk memindahkan anggota suku yang dinilai setia kepada ahlul bait dari kota Kufah, dan menggantikan mereka dengan orang-orang dari siria, Bashrah dan al Jazirah yang loyal kepadanya [2]

Selain melakukan pemindahan orang-orang yang ditengarai syiah, Muawiyah juga melakukan pembersihan kota Kufah dari anasir-anasir Syiah, Ath Thabari [3] melaporkan, bahwa Muawiyyah melakukan penangkapan terhadap para pemimpin syiah dan diantaranya di eksekusi. Ath Thabari menuliskan,  Ziyad gubernur Muawiyah di Kufah  melakukan penangkapan terhadap tokoh-tokoh syiah diantaranya Hujr bin Adi dan tiga belas tokoh terkemuka syiah Kufah, mereka berasal dari berbagai kabilah yang beragam di Kufah, Ath Thabari merinci sebagai berikut :

  1. Tokoh muslim syiah Kufah yang berasal dari suku Kinda yang ditangkap dua orang.
  2. Tokoh muslim  syiah Kufah yang berasal dari suku  Hadhramaut yang ditangkap satu orang.
  3. Tokoh muslim syiah Kufah  dari suku Abs yang ditangkap dua orang
  4. Tokoh  muslim syiah Kufah dari suku Khats’am yang ditangkap satu orang.
  5. Tokoh muslim syiah Kufah dari suku Bajilah yang ditangkap dua orang
  6. Tokoh muslim syiah Kufah dari Rabi’ah yang ditangkap satu orang
  7. Tokoh muslim syiah Kufah dari suku Hamdan yang ditangkap satu orang
  8. Tokoh muslim syiah kufah dari suku Tamim yang ditangkap tiga orang
  9. Tokoh muslim syiah kufah dari suku Hawazin yang ditangkap satu orang
Penangkapan  yang berujung dengan eksekusi tersebut  merupakan tindakan Muawiyyah untuk mengurangi pengaruh dan perkembangan  populasi syiah di Kufah khususnya. Sehingga pada masa Imam Husain tekanan dan perkembangan populasi Muslim Syiah dapat dikatakan tidak begitu menggembirakan.

Siapa Penulis Surat  Kepada Imam Husain as

Sejahrawan melaporkan bahwa tidak semua surat kepada Imam Husain ditulis oleh kaum syiah Kufah, Ath Thabari dan Dinawari [4] menuliskan : “ Selain kaum  syi’ah awal, sejumlah besar penduduk Kufah juga menulis surat kepada Husain. Setiap surat ditanda tangani oleh sejumlah orang untuk maksud yang sama ( mengundang Husain datang ke Kufah) “  Dengan memperhatikan pernyataan dua sejahrawan ini, jelas bahwa yang mengirim surat kepada Imam Husain as bukan hanya dilakukan oleh orang-orang syiah saja tetapi juga orang-orang non syiah.
Muhammad Jafri sejahrawan sunni meyebutkan  motif orang-orang non syiah  menulis surat kepada Imam Husain as, “Bagaimanapun tidak semua mereka menulis surat kepada Husain dengan derajat dan motivasi yang sama, kaum syiah didorong oleh motif-motif relegius tetapi sebagian besar  yang di tulis oleh orang-orang kufah selain kaum syiah dimotivasi oleh aspirasi politik yang berharap untuk melepaskan belenggu dominasi orang syiria”  [5]  Muhammad Jafri  menyatakan “ Bahwa kelompok minoritas muslim syiah  yang mengundang Husain, memenuhi sumpah mereka, dan janji mereka bukan kata-kata kosong, mereka tetap setia pada tujuan, dan akhirnya mengorbankan nyawa mereka bersama Husain di Karbala”. Ath Thabari mencatat  nama-nama para pengirim surat dari kalangan minoritas syiah Kufah yang syahid bersama Imam Husain, diantaranya  Sulaiman bin Shurad al Khuza’i. ‘Abid bin Habib asy syakiri,  Habib bin Mudlahir, sa’id bin Abdullah al Hanafi [6] Selain nama-nama tersebut, Ath Thabari dan Dinawari [7] mencatat sejumlah minoritas syiah Kufah yang syahid bersama Imam Husain as, mereka mencatat berdasarkan asal sukunya, diantaranya adalalah :
  1. Suku Kinda  13 orang muslim syiah.
  2. Suku Hawazin 20 orang muslim syiah.
  3. Suku Tamim 17 orang muslim syiah
  4. Suku Asad 6 orang muslim syiah
  5. Suku Madzhij 7 orang muslim syiah
  6. Suku Tsaqif 12 orang muslim syiah
  7. Suku Azd 5 orang muslim syiah
  8. 7 orang tidak diketahui asal sukunya.
Dari fakta sejarah diatas jelas membuktikan bahwa yang menulis surat kepada Imam Husain as bukan hanya berasal dari syiah saja melainkan juga berasal dari non syiah denagn motifasi yang berbeda-beda. Dan kaum syiah kufah tinggal sedikit mereka menunjukan loyalitas untuk tetap setia pada janji mereka.

Kemana Kaum Muslim Syiah Lainya
Mengapa kaum syiah yang membela Imam Husain as begitu sedikit, kemanakah yang lainya ? Pertanyaan tersebut dijawab oleh ath Thabari, ia bahkan menyediakan 32 halaman untuk menceritakan bagaimana upaya kaum syiah meloloskan diri dari blokade di kufah  dan berusaha menuju Karbala [8] Ath Thabari memberikan catatan sebagai berikut ” Bahwa blokade jalan yang menuju Kufah dan sekitarnya, menjadikan hampir Mustahil  bagi pengikut Ali di Kufah (baca syiah pen) yang tengah bersembunyi menghindari penangkapan dan juga kaum pendukung Ali (baca syiah-pen) yang berdiam ditempat-tempat lain  untuk datang menolong Husain, hanya beberapa orang dalam jumlah yang sangat kecil yang berhasil menembus blokade Ibn Ziyad, dan mereka menanggung nasib bersama Husain ” [9]
Sebelum Imam Husain as sampai di karbala, tepatnya di daerah ’Uzaib al Hujainat Imam Husain as ditemui oleh empat orang Muslim syiah dari Tayy, dipimpin oleh Thirimmah bin ’Adi ath Tha’iy, mereka bermaksud menyelamatkan Imam Husain dan mencegah Imam Husain datang ke Kufah, mereka berjanji akan memobilisasi  suku Ba’jah dan Salmah untuk membela Imam Husain. Tetapi Imam Husain menolak dan memberikan jawaban  yang menjelaskan misi dan visi beliau (dialog dan jawaban Imam Husain dengan para syiah dari suku Tayy ini diluar kajian ini) dan meminta kaum muslim syiah Tayy ini kembali ke kampung halamanya [10]

Siapakah Yang Mengkhianati Imam Husain as ?

Untuk mengetahui siapakah sebenarnya yang berkhianat kepada Imam Husain as,  agaknya patut untuk memperhatikan pernyataan dari Sulaiman bin Shurad al Khuza’i, ia menyatakan ” Bahwa Para pembunuh Husain sesungguhnya adalah kaum asyraf al qaba’il Kufah, merekalah yang harus membayar darah Husain, karena merekalah yang mengundang dan kemudian meninggalkan Imam Husain ” [11]

Ibnu A’tsam juga memberi pernyataan yang sama, ia menuliskan ” Para pengikut Ali (baca syiah-pen) mengambil keputusan untuk menuntut balas atas kesyahidan  Husain.  Mereka memburu kaum bangsawan (asyraf al qabail) dan banyak orang kufah  kerena mereka mengambil posisi sebagai lawan Husain di Karbala. Dan mereka adalah yang telah bertanggungjawab mensyahidkan Husain” [12] Dan Kaum asyraf al Qabail inilah pasca tragedi Karbala yang kelak diburu oleh kaum Muslim syiah.

Kesimpulan
Dari paparan singkat diatas dapat dismpulkan, bahwa kelompok pengkhianat terhadap Imam Husain as bukan berasal dari kalangan Muslim Syi’ah melainkan berasal dari kalangan Bangsawan, Pemimpin Kabilah dan Klan serta para pengikutnya. Bahwa tuduhan kelompok Nawashib yang menyatakan syiahlah yang berkhianat adalah kedustaan yang dibangun tanpa basis bukti yang memadai.

Wallahu a’lam bhi showab
[1] Thabari, Tarikh II/264; Mas’udi, Muruj Dzahab, III/54; Dinawari Kitab al Akhbar at Tiwal, hal 235; Baladzuri Ansab al Asyraf II/80, Ibnu Katsir, Bidayah wa Inahayah VIII/152, Ibn ‘Abd Rabbih, al Iqd  al Farid IV/378 ia memberi angka 30.000 pucuk surat.

[2] Thabari Tarikh Juz I hal 1920
[3] Ibid II hal 117 dst
[4] Thabari, Tarikh  II/234; Dinawari Akhbar art Thiwal, hal 229
[5] Muhammad Jafri, Origin and Early Development of Shi’a Islam, hal 245
[6] Thabari. Tarikh II/237.
[7] Thabari, Tarikh  II hal 386 dan Dinawari, Kitab al Akhbar at Tiwal,  hal 259
[8] Silahkan dilihat di ath Thabari II mulai hal 303-335
[9] Ibid II/hal 236
[10] ath Thabari II hal 304
[11] ath Thabari II/ hal 506
[12] Ibnu A’tsam, Kitab al Futuh VI/hal 47

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar