Selasa, 20 Agustus 2013

......"Setidaknya 27 orang tewas dan 336 lainnya luka-luka dalam serangan bom mobil yang ditargetkan pada lingkungan Rweiss pada Kamis," kata kantor Menteri Kesehatan Ali Hassan Khalil.....>>>.... Menurut laporan Reuters, sebuah kelompok Sunni yang menamakan diri Brigade Aisha mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom pada 15 Agustus itu dan berjanji melancarkan operasi lebih lanjut terhadap Hizbullah...>>> ...

Jumlah korban tewas bom mobil Beirut jadi 27 orang

Minggu, 18 Agustus 2013 04:08 WIB | 1367 Views
Pendukung Hisbullah berusaha memadamkan api dari mobil yang terbakar di lokasi ledakan bom di pinggiran kota selatan Beirut, Kamis (15/8). (REUTERS/Hasan Shaaban)

Beirut (ANTARA News) - Korban tewas akibat serangan bom mobil  di kubu Hezbollah Lebanon telah meningkat menjadi setidaknya 27 orang, kata kementerian kesehatan Sabtu.

Jumlah tersebut adalah yang tertinggi di Lebanon sejak serangan bom mobil besar di Beirut pinggir laut yang menewaskan perdana menteri Rafiq Hariri dan 22 orang lainnya pada Februari 2005.

"Setidaknya 27 orang tewas dan 336 lainnya luka-luka dalam serangan bom mobil yang ditargetkan pada lingkungan Rweiss pada Kamis," kata kantor Menteri Kesehatan Ali Hassan Khalil.

Korban sebelumnya pada Jumat dikatakan sedikitnya 22 orang tewas ketika sebuah bahan peledak yang dikemas di dalam mobil meledak di distrik dengan penduduk sebagian besar-Syiah di pinggiran selatan Beirut.

Hizbullah adalah pendukung utama Presiden Suriah Bashar al-Assad dan telah mengirimkan pejuang melintasi perbatasan ke Suriah.

Lebanon terpecah menjadi dua antara pendukung dan penentang rezim  Suriah.
(Uu.H-AK/

Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2013
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Lima roket hantam pangkalan Hizbullah di Lebanon Timur

Senin, 19 Agustus 2013 02:51 WIB | 2803 Views
http://www.antaranews.com/berita/391156/lima-roket-hantam-pangkalan-hizbullah-di-lebanon-timur
Dua roket mendarat di kota Hermel di sebuah daerah antara perhimpunan mengajar Mabarrat dan wilayah Masharia al-Qaa, namun tidak ada korban,"
Baalbek, Lebanon (ANTARA News) - Lima roket mendarat di dan sekitar kota Hermel, sebuah pangkalan Hizbullah di Lebanon timur, Minggu, kata satu sumber keamanan kepada AFP.

"Dua roket mendarat di kota Hermel di sebuah daerah antara perhimpunan mengajar Mabarrat dan wilayah Masharia al-Qaa, namun tidak ada korban," kata sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya itu.

"Tiga roket lagi mendarat di daerah-daerah pinggiran Hermel," tambahnya.

Belum jelas apakah roket-roket itu diluncurkan dari dalam wilayah Lebanon atau dari seberang perbatasan di Suriah yang dilanda perang, kata sumber itu.

Hermel dan daerah-daerah lain di Lebanon timur, yang menjadi pangkalan kelompok Syiah Lebanon Hizbullah, diserang sejumlah roket dari Suriah dalam beberapa bulan ini.

"Orang-orang ketakutan. Tidak ada yang tahu bagaimana perkembangannya. Tidak ada yang tenang di daerah Hermel," kata Ali Shamas, seorang warga Hermel.

Ketegangan meningkat di Lebanon terkait konflik Suriah, setelah Hizbullah mengumumkan dukungannya dan mengirim pasukan untuk membantu Presiden Bashar al-Assad menumpas pemberontak Suriah.

Meski Lebanon secara resmi netral dalam perang di Suriah, negara itu terpecah antara pendukung Assad dan pendukung pemberontak Suriah.

Damaskus mendominasi Lebanon secara militer dan politik selama hampir 30 tahun hingga 2005.

Serangan roket terakhir itu terjadi tiga hari setelah ledakan bom mobil di pangkalan Hizbullah di Beirut selatan menewaskan 27 orang.

Menurut laporan Reuters, sebuah kelompok Sunni yang menamakan diri Brigade Aisha mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom pada 15 Agustus itu dan berjanji melancarkan operasi lebih lanjut terhadap Hizbullah.

Penduduk di Beirut selatan mengatakan bahwa Hizbullah, kelompok pejuang yang didukung Iran dan Suriah, siaga tinggi dan meningkatkan pengamanan di daerah itu setelah peringatan dari pemberontak Suriah mengenai kemungkinan pembalasan karena dukungan mereka bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Kekerasan sektarian yang disulut oleh konflik Suriah juga terjadi di Lembah Bekaa dan kota-kota Laut Tengah, Tripoli dan Sidon, yang mencerminkan bahwa ketegangan sektarian baru menyebar di Timur Tengah.

Muslim Sunni di Lebanon mendukung pemberontak di Suriah, sementara penduduk Syiah mendukung Assad, bagian dari minoritas Alawite, cabang dari Syiah.

Pemimpin Hizbullah Nasrallah telah berjanji, kelompoknya akan terus berperang membela Assad setelah mereka memelopori perebutan kembali kota strategis Qusair pada Juni.

Pada Oktober tahun lalu, bom mobil di bagian timur Beirut menewaskan seorang pejabat intelijen senior Wissam al-Hassan, yang memiliki kedekatan dengan partai oposisi utama Sunni Lebanon yang mendukung pemberontakan di Suriah.

(M014)
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © 2013
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

HIZBOLLAH: 

KAMI AKAN MENANGKAPMU 

http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/08/hizbollah-kami-akan-menangkapmu.html#more

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar