Rabu, 31 Juli 2013

SYIAH DAN SUNNY...???>>.... MENGAPA UMMAT ISLAM TIDAK SEGERA BERSATU DALAM WADAH YANG SATU...??? >> MENGAPA KITA UMMAT ISLAM MASIH MENGAGUNGKAN MAZHAB...??? MENGAPA KITA MASIH MEMILAH INI DAN ITU...SUNNY DAN SHIAH...?? MENGAPA TIDAK SEMUA BERSATU DALAM BARISAN ISLAM YANG LUAS DAN BERGABUNG DENGAN IKHLAS MEMBANGUN UMMAT DENGAN KELUASAN ILMU DAN KELUASAN AMAL YANG SALING BERTOLERANSI..DAN MEMBANGUN AKHLAQ RASULULLAH SAW.. AKHLAQ PARA ANBIYA PARA SHAHABAT DAN IMAM2 SHAHIH DAN MULIA-SERTA PARA ULAMA2 HAQ...??>> MENGAPA HARUS SALING JEGAL DAN SALING AMBISI KEKUASAAN DENGAN SALING MEMBUAT FITNAH DAN KERUSAKAN TERHADAP SESAMA MUSLIMIN..??>> MENGAPA ULAMA2 TIDAK SALING BERSILATURAHIM DAN MEMBANGUN MEMPERSATUKAN DAN MEMPERSAUDARAKAN SEMUA UMMAT ISLAM..??>> ADA APAKAH SEBENARNYA... INI..??>> INIKAH HASIL KARYA KEZUHUDAN ATAUKAN KEMUNAFIKAN ATAUKAN MEMANG SUDAH IKUT DESIGN PARA KAUM PENJAJAH KRIMINAL INTERNASIONAL..DAN PARA KONSPIRASI DUNIA..YANG MENG-GLOBAL..SEHINGGA SEMUANYA DIKENDALIKAN OLEH JARINGAN2...TANGAN2 ASING TERSELUBUNG DAN PARA KOLABORATOR2 PENGKHIANAT DAN PENINDAS UMMAT MUSLIMIN...???>>> .... DIMANAKAH HATI NURANI DAN KELURUSAN JIWA DALAM MEMBENGUN UMMAT-BANGSA-DAN NEGARA... ??? ...DAN MENGAPA MEMBIARKAN UMMAT MENJADI BINGUNG DAN RAGU HARUS BERJALAN KEMANA...???>> TUNJUKANLAH...BAHWA UMMAT HARUS BERSATUUU...DAN CONTOHKANNLAH OLEH PARA ALIM...PARA ULAMA HAQ..DAN IMAM2 SHAHIH..AKAN JALAN KERUKUNAN-SILATURAHIM-PERSATUAN DAN PERSAUDARAAN YANG UTUH-MENYELURUH DAN KOMPREHENSIF.....>>> .... INI ADA PERMAINAN YANG SUDAH DI DESIGN SECARA GLOBAL DAN DENGAN STRATEGI...YANG DIRANCANG RAPI..DENGAN JARINGAN MEDIA-JURNALIS-POLITISI2-TOKOH2- MILITER...DAN AHLI2 INTELIGEN..YANG TERLATIH...??>> INILAH HASIL KERJA PARA KONSPIRASI-AGEN2 GANDA...DAN TENTU PARA KOLABORATOR-DAN AGEN2 ASING....YANG TERSELUBUNG...>>>> .... INILAH BUAH DARI MEMBANGUN PERPECAHAN UMMAT... DAN SALING MEMBENCI DAN SALING MENDENGKI SESAMA UMMAT ISLAM..DAN SELALU MENCARI KELEMAHAN DAN KESALAHAN2 SECARA SEPIHAK...?? >> HAYYOOO KEMBALILAH KEPADA FURQON-DAN TUNTUNAN RASULULLAH SAW...DAN SHAHABAT DAN IMAM2 SHAHIH DAN ULAMA2 HAQ...>> LURUSKAN PERSATUAN UMMAT DAN HENTIKAN BERTIKAI... HENTIKAN SALING HUJAT SESAMA UMAT DAN BERSATULAH SEMUA MAZHAB...DAN LURUSKAN BARISAN UMMAT ISLAM DALAM WADAH PERSATUAN UUMAT ISLAM..YANG KOKOH-LURUS..DAN BERAMAL SHALIH..AAMIIN..>>.........Penghianatan Salafi An Nour dan Permainan Cantik Baredei...??? >>> ....Pekan pekan kedepan yang akan datang akan memberikan kami dengan rincian lebih lanjut tentang rencana karakter sipil negara ini yang dibaliknya adalah militer. Harus diingat bahwa selama beberapa dekade tentara Mesir telah berhasil menguasai hampir 40 persen perekonomian nasional serta menjadi penerima utama dari paket bantuan Amerika tahunan sebesar $ 1,5 miliar...>> ..Strateginya adalah untuk menabur perpecahan di antara berbagai kecenderungan Islam politik, untuk memicu konfrontasi dan untuk mengacaukan. Strategi yang sama berfokus pada kontradiksi antara organisasi politik Sunni dan memperburuk perpecahan antara Syiah dan Sunni....>>> .....Presiden Mursi tidak dapat menerima kritikan dan ia tidak membangun hubungan dengan oposisi, baik dengan mengundang mereka untuk bergabung dengan pemerintah atau untuk mengambil bagian dalam dialog nasional yang luas....>> ...Faktanya, bagaimanapun, bahwa manajemennya pemerintahnya telah gagal untuk mendengarkan sebagian suara rakyat dan bahkan beberapa penasihat yang terpercaya. Hubungan yang eksklusif dengan petinggi pimpinan Ikhwanul Muslimin menjadikan ia sering membuat keputusan yang tergesa-gesa (beberapa di antaranya Mursi mengakui ia telah membuat kesalahan)......>> ...Kegagalan untuk berjuang melawan korupsi dan kemiskinan, dan salah urus mengenai urusan sosial dan pendidikan.....>> .....Tuntutan IMF (Dana Moneter Internasional) dengan penundaan yang disengaja oleh mereka menjadikan Negara dalam posisi tidak bisa dipertahankan: Mursi salah analisa bahwa lembaga internasional itu akan mendukungnya ....>>> ..Hanya hari ini, ketika Presiden Mursi telah jatuh, IMF muncul siap untuk membantu dan menghilangkan poin poin yang menjadi hambatan. Hal ini muncul hanya tiga hari setelah penggulingan pemerintah yang dipilih secara demokratis. IMF Terlibat dalam kudeta ini !...>>> ...Kenaifan seorang presiden, pemerintah dan Ikhwanul Muslimin . Setelah enam puluh tahun beroposisi dan dibawah represi pihak militer (dengan persetujuan langsung dan tidak langsung dari pemerintah AS dan Barat), bagaimana mereka (Para ikhwan) bisa yakin dan membayangkan bahwa mantan musuh mereka akan mendukung mereka naik ke tahta kekuasaan, menyerukan demokrasi? Apakah mereka tidak belajar dari sejarah mereka sendiri, dari Aljazair pada tahun 1992, dan, baru-baru ini, dari Palestina?...>>> ...Saya tetap kritis, program dan strategi ambigu Presiden Mursi dan Ikhwanul Muslimin , yang kompromi dengan angkatan bersenjata dan AS, menyerah pada perekonomian dan masalah Palestina, dll, dan kurangnya kesadaran politik telah menjadikan sesuatu hal bodoh. ...>>> ..Coba dengar sewaktu Presiden Mursi memberitahu Jenderal al-Sisi, saat sepuluh hari sebelum kudeta , bahwa dia akan menurunkan Al Sisi (sebelumnya ia juga yang mengangkatnya) dan bahwa Mursi yakin pihak Amerika “tidak pernah mengizinkan kudeta militer ” . Keyakinan Mursi itu saya sebut sebagai pikiran yang membingungkan – surealistik...>>> ...The New International Herald Tribune (Juli 6-7) menginformasikan kepada kita bahwa Jenderal al-Sisi sangat dikenal di Amerika, serta dekat dengan pemerintah Israel, yang ia “dan kantornya,” kita dapat informasi bahwa ia terus berkomunikasi dan mengkoordinasikan dengan pihak AS . Bahkan ketika awal Mohamed Mursi menduduki istana presiden. Al-Sisi sebelumnya pernah bertugas di Badan Intelijen Militer di Sinai Utara, bertindak sebagai perantara bagi pemerintah Amerika dan Israel. Ini tidak akan meremehkan untuk mengatakan bahwa Israel, dan AS, hanya bisa melihat positif pada perkembangan di Mesir paska kudeta...>>> Al Sisi pintar memainkan Strategi! Demonstrasi tergorganisir melibatkan jutaan orang untuk membuat orang percaya bahwa tentara benar-benar peduli tentang rakyat ! Ini kudeta, Kudeta babak kedua....>>> ...Lihat berita di International Herald Tribune, 5 Juli, dan Le Monde, 6 Juli, kebijakan AS mengkonfirmasi apa yang sudah jelas: keputusan untuk menggulingkan Presiden Mohamed Mursi telah dibuat jauh hari sebelum demonstrasi 30 Juni 2013 . Sebuah percakapan antara Presiden Mursi dan Jenderal al-Sisi menunjukkan bahwa kepala militer negara itu telah merencanakan penggulingan dan pemenjaraan presiden seminggu sebelum pergolakan , demonstrasi rakyat yang akan membenarkan kudeta militer “atas nama kehendak rakyat.”...>>> ..Aku pernah membahas antusias “revolusioner”. Saya juga tidak percaya bahwa peristiwa di Mesir, dan di Tunisia, adalah hasil dari pergolakan sejarah mendadak. Masyarakat dari kedua negara tersebut menderita dari kediktatoran, dari krisis ekonomi dan sosial, mereka bangkit atas nama martabat, keadilan sosial, dan kebebasan....>>>



Tariq Ramadhan : 

Ikhwan diantara Penghianatan Salafi An Nour dan Permainan Cantik Baredei (3)

Redaksi – Sabtu, 5 Ramadhan 1434 H / 13 Juli 2013 15:59 WIB
http://www.eramuslim.com/berita/bincang/tariq-ramadhan-ikhwan-diantara-penghianatan-salafi-an-nour-dan-permainan-cantik-baredei-3.htm
tariq-ramadan 
Beberapa pengamat terkejut melihat Salafi, terutama Partai Nour, bergabung dengan militer bersama faksi yang katanya  ”demokratis” yang menentang Presiden Mursi.

Apakah hasilnya tidak begitu tragis, akan tergoda untuk melabelkan semua itu adalah  sandiwara

Media Barat yang cepat menyebut label “Islam” untuk Salafi sebagai sekutu Ikhwanul Muslimin, tetapi dalam kenyataannya, para Salafi itu hanyalah menjadi  sekutu rezim Negara-negara Teluk, yang pada gilirannya telah menjadi  sekutu regional AS.

Idenya adalah untuk merusak kredibilitas agama dari Ikhwanul Muslimin, dan memaksa ikhwan ke posisi ekstrem. Pada saat penggulingan Presiden Mursi, mereka tidak hanya mengkhianati tapi mereka juga para Salafi mengungkapkan strategi mereka dan aliansi strategis mereka untuk seluruh dunia dapat melihat.

Hal ini tidak mengherankan untuk dicatat bahwa negara-negara pertama yang mengakui kudeta rezim baru adalah Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar, Negara Negara itulah yang  tetap memberikan, dukungan keuangan langsung dan tidak langsung terhadap Salafi Mesir ( serta rekan-rekan Tunisia mereka).

Analisa dangkal mungkin akan membawa kita untuk percaya bahwa Arab Saudi dan Qatar mendukung Ikhwanul Muslimin, dalam kenyataannya Negara Negara  tersebut adalah andalan kekuatan Amerika di wilayah timur tengah.

Strateginya adalah untuk menabur perpecahan di antara berbagai kecenderungan Islam politik, untuk memicu konfrontasi dan untuk mengacaukan. Strategi yang sama berfokus pada kontradiksi antara organisasi politik Sunni dan memperburuk perpecahan antara Syiah dan Sunni.

Amerika Serikat dan Eropa tidak memiliki perselisihan dengan Islam politik gaya  Salafi di Negara-negara Teluk (dan penolakan mereka terhadap demokrasi, mereka menghormati minoritas, diskriminasi terhadap perempuan mereka, dan penerapan KUHP  “Islam” yang ketat digambarkan sebagai “syari’at”), mereka melindungi kepentingan ekonomi geostrategis dan regional mereka sementara kebijakan represif atas domestik mereka, asalkan kebijakan itu diterapkan di dalam negeri, asal tidak berpengaruh ke Barat.

Ini semua tentang mengambil image,  Jutaan warga Mesir berunjuk rasa mendukung “revolusi kedua” dan meminta angkatan bersenjata, untuk cepat merespon. Mereka sekarang berjanji untuk menyerahkan kekuasaan kepada sipil. Pemimpin oposisi, Mohamed al-Baradei, telah memainkan peran sentral dalam proses, dan keterkenalannya telah tumbuh pesat. Ia telah berhubungan erat dengan para cyber muda dan gerakan 6 April sejak tahun 2008, dokumen Departemen Luar Negeri AS, yang saya kutip dalam buku saya, mereka semua dekat dengan pemerintah Amerika. Visinya telah dipromosikan dengan strategi cerdas, dan meskipun ia telah menolak posisi Perdana Menteri (dan mengumumkan bahwa ia tidak akan menjadi calon presiden, ia telah muncul sebagai pemain penting di panggung politik Mesir.

Baredei terkesan demokratis – membela atas penangkapan anggota Ikhwanul Muslimin, mengecam penutupan stasiun televisi dan seluruh tindakan represif kepada pendukung Presiden Mursi.

Pekan pekan kedepan yang akan datang akan memberikan kami dengan rincian lebih lanjut tentang rencana karakter sipil negara ini yang dibaliknya adalah militer. Harus diingat bahwa selama beberapa dekade tentara Mesir telah berhasil menguasai hampir 40 persen perekonomian nasional serta menjadi penerima utama dari paket bantuan Amerika tahunan sebesar $ 1,5 miliar. (OI.Net/Dz)


Tariq Ramadhan : Kesalahan Mursi adalah Kenapa Ia dan Ikhwan Yakin Bahwa Militer Yang Selama Ini Menjadi Musuhnya Dipercaya Amankan Kekuasaannya (2)

Redaksi – Sabtu, 5 Ramadhan 1434 H / 13 Juli 2013 15:22 WIB

Apa Kesalahan Mursi ? setelah fakta yang mengejutkan , adalah ia hanya punya pikiran yang sederhana, kurangnya pengalaman, dan kesalahan yang dibuat oleh Mohamed Mursi, bersama dengan sekutu-sekutunya, khususnya Ikhwanul Muslimin sebagai sebuah organisasi Islam .

Selama tiga tahun terakhir, saya telah sangat kritis terhadap pemikiran, tindakan dan strategi dari Partai Kebebasan dan Keadilan”, serta pimpinan Ikhwanul Muslimin (lebih dari dua puluh lima tahun terakhir, analisis dan komentar saya telah dan tetap tajam kritis).

Presiden Mursi tidak dapat menerima kritikan  dan ia tidak membangun hubungan dengan oposisi, baik dengan mengundang mereka untuk bergabung dengan pemerintah atau untuk mengambil bagian dalam dialog nasional yang luas.

Faktanya, bagaimanapun, bahwa manajemennya pemerintahnya  telah gagal untuk mendengarkan sebagian suara rakyat dan bahkan beberapa penasihat yang terpercaya. Hubungan yang eksklusif dengan petinggi pimpinan Ikhwanul Muslimin menjadikan ia sering membuat keputusan yang tergesa-gesa (beberapa di antaranya Mursi mengakui ia telah membuat kesalahan)

Tetapi pada tingkat yang lebih mendasar, kesalahan yang terbesar adalah tidak adanya visi politik dan kurangnya prioritas politik dan ekonomi yang jelas,

Kegagalan untuk berjuang melawan korupsi dan kemiskinan, dan salah urus mengenai urusan sosial dan pendidikan.

Tuntutan IMF (Dana Moneter Internasional) dengan penundaan yang disengaja oleh mereka menjadikan Negara dalam posisi tidak bisa dipertahankan: Mursi salah analisa bahwa lembaga internasional itu akan mendukungnya .

Hanya hari ini, ketika Presiden Mursi telah jatuh, IMF muncul siap untuk membantu dan menghilangkan poin poin yang menjadi hambatan. Hal ini muncul hanya tiga hari setelah penggulingan pemerintah yang dipilih secara demokratis. IMF Terlibat dalam kudeta ini !

Kenaifan seorang presiden, pemerintah dan Ikhwanul Muslimin . Setelah enam puluh tahun beroposisi dan dibawah represi pihak militer (dengan persetujuan  langsung dan tidak langsung dari pemerintah AS dan Barat), bagaimana mereka (Para ikhwan)  bisa yakin dan membayangkan bahwa mantan musuh mereka akan mendukung mereka naik ke tahta  kekuasaan, menyerukan demokrasi? Apakah mereka tidak belajar dari sejarah mereka sendiri, dari Aljazair pada tahun 1992, dan, baru-baru ini, dari Palestina?

Saya tetap kritis,  program dan strategi ambigu Presiden Mursi dan Ikhwanul Muslimin , yang kompromi dengan angkatan bersenjata dan AS, menyerah pada perekonomian dan masalah Palestina, dll, dan kurangnya kesadaran politik telah menjadikan sesuatu hal bodoh. 

Coba  dengar  sewaktu Presiden Mursi memberitahu Jenderal al-Sisi, saat sepuluh hari sebelum kudeta , bahwa dia akan menurunkan Al Sisi (sebelumnya ia juga yang mengangkatnya) dan bahwa Mursi yakin pihak Amerika “tidak pernah mengizinkan kudeta militer ” . Keyakinan Mursi itu saya sebut sebagai pikiran  yang membingungkan – surealistik. (OI.Net/Dz)

Tariq Ramadhan : Jenderal Al Sisi itu Peliharaan AS dan Israel, Militer Tidak Pernah Tinggalkan Politik

Redaksi – Sabtu, 5 Ramadhan 1434 H / 13 Juli 2013 14:58 WIB
Selama dua tahun ini  saya sering bertanya mengapa saya tidak bisa mengunjungi Mesir, karena ternyata saya telah dilarang masuk Mesir selama 18 tahun. Sering saya ulangi bahwa berdasarkan informasi yang saya dapat dan – dikonfirmasi oleh pejabat Swiss dan Uni Eropa – tentara Mesir tetap tegas dalam kendali Mesir dan tidak pernah meninggalkan arena politik.

Aku pernah membahas  antusias “revolusioner”. Saya juga tidak percaya bahwa peristiwa di Mesir, dan di Tunisia, adalah hasil dari pergolakan sejarah mendadak. Masyarakat dari kedua negara tersebut menderita dari kediktatoran, dari krisis ekonomi dan sosial, mereka bangkit atas nama martabat, keadilan sosial, dan kebebasan.

Kebangkitan mereka, adalah karena “revolusi intelektual,” dan keberanian mereka haruslah diberikan rasa hormat.

Militer Mesir beberapa saat yang lalu paska Arab Spring hanyalah belum kembali ke politik,  karena alasan sederhananya  bahwa mereka tidak akan pernah meninggalkan politik itu.

Jatuhnya Hosni Mubarak adalah kudeta militer juga sebenarnya, yang memungkinkan generasi militer baru untuk memasuki panggung politik dengan cara yang baru pula , dari balik tirai pemerintahan sipil.

Dalam sebuah artikel saya yang diterbitkan pada tanggal 29 Juni 2012 , saya mencatat adanya deklarasi militer dari komandan tertinggi bahwa pemilihan presiden bersifat sementara, selama enam bulan hingga periode satu tahun (judulnya membuat sebuah firasat eksplisit: “?” (Kenapa )  Sebuah pemilu sebenarnya untuk apa”).

Pemerintah Amerika telah memantau seluruh proses, tahukah sekutu sejatinya  di Mesir selama lima puluh tahun terakhir ini adalah Militer Mesir, dan bukan Ikhwanul Muslimin .

Lihat berita di International Herald Tribune, 5 Juli, dan Le Monde, 6 Juli, kebijakan AS  mengkonfirmasi apa yang sudah jelas: keputusan untuk menggulingkan Presiden Mohamed Mursi telah dibuat jauh hari sebelum demonstrasi 30 Juni 2013 . Sebuah percakapan antara Presiden Mursi dan Jenderal  al-Sisi menunjukkan bahwa kepala militer negara itu telah merencanakan penggulingan dan pemenjaraan presiden seminggu sebelum pergolakan , demonstrasi rakyat yang akan membenarkan kudeta militer “atas nama kehendak rakyat.”

Al Sisi pintar memainkan Strategi! Demonstrasi tergorganisir melibatkan jutaan orang untuk membuat orang percaya bahwa tentara benar-benar peduli tentang rakyat !  Ini kudeta, Kudeta babak kedua.

Bagaimana kemudian kita analisa reaksi langsung dari pemerintah Amerika, yang menghindari penggunaan istilah “kudeta” (yang, jika diterima, akan berarti tidak bisa memberikan dukungan keuangan kepada rezim baru)?  Pemerintah Eropa pun akan mengikutinya, tentu saja: image terbentuk : tentara telah disikapi sebagai pejuang ” demokratis” karena  panggilan rakyat.

Ini semua terlalu bagus untuk menjadi kenyataan! Ajaib, ini sangat pengaturan, konspiratif. Lihatlah  listrik padam, sedikitnya kesediaan bensin, dan kekurangan gas alam berakhir tiba-tiba setelah menjelang jatuhnya presiden. Seolah-olah orang telah dipaksa kehilangan kebutuhan dasar sehingga mendorong rakyat bersegera berdemo ke jalan-jalan dengan waktu yang telah ditentukan.

Amnesty International mengamati sikap aneh dari angkatan bersenjata, yang tidak melakukan intervensi dalam demonstrasi tertentu (meskipun itu militer memantau mereka), yang memungkinkan demonstrasi kekerasan menjadi lepas kendali, seolah-olah semuanya sudah didesain. Angkatan bersenjata kemudian lakukan intervensi dibalik demonstrasi publik, dan memfasilitasi media internasional dengan foto-foto yang diambil dari helikopter nya, menggambarkan penduduk Mesir bersorak dan mengagungkan penyelamat militer mereka, sebagaimana ditegaskan dalam Le Monde.

“musim semi Arab” dan revolusi Mesir terus direbut oleh tangan Jenderal Abdul Fatah al-Sisi. Ia memang dilatih oleh Angkatan Darat Amerika Serikat, dan sangat dekat dengan rekan-rekan Amerika-nya.

The New International Herald Tribune (Juli 6-7) menginformasikan kepada kita bahwa Jenderal al-Sisi sangat dikenal di Amerika, serta dekat dengan pemerintah Israel, yang ia “dan kantornya,” kita dapat informasi bahwa  ia terus  berkomunikasi dan mengkoordinasikan dengan pihak AS . 

Bahkan ketika awal Mohamed Mursi menduduki istana presiden. Al-Sisi sebelumnya pernah bertugas di Badan Intelijen Militer di Sinai Utara, bertindak sebagai perantara bagi pemerintah Amerika dan Israel. Ini tidak akan meremehkan untuk mengatakan bahwa Israel, dan AS, hanya bisa melihat positif pada perkembangan di Mesir paska kudeta . (OINet/Dz)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar