Selasa, 09 Juli 2013

DAHULU SUKARNO BERUTANG US$2 MILYAR, DIGUNAKAN UNTUK BANGUNAN BENDUNGAN DAM DAN PROYEK LISTRIK JATI LIHUR DAN ALIRAN IRIGASI SERTA PROYEK POWER PLANT YANG TERBESAR..SAAT ITU..-MEMBANGUN STADION UTAMA SENAYAN-MEMBANGUN ANGKATAN PERANG DENGAN PERALATAN SUPER MODERN PADA ZAMAN ITU...TERKUAT DI ASIA TENGGARA- MEMBEBASKAN IRIAN BARAT DARI JAJAHAN BELANDA-MENDIDIK ANAK2 IRIAN RIBUAN KE JAKARTA..DENGAN GRATIS-MEMBANGUN KONEFO-JALAN BY PASS-JEMBATAN2 - SEMANGGI-GEDUNG KONEFO [SEKARANG JADI GEDUNG DPR-MPR] - DLL-.DAN BANYAK MENYEKOLAHKAN ANAK2 PINTAR KE LUAR NEGERI GRATIS..>>.....NAH...SEKARANG DENGAN UTANG NEGARA...LEBIH DARI US 220 MILYAR... KITA MEMBANGUN APA..UNTUK RAKYAT....?? ..>> ....Presiden Soekarno adalah Presiden yang sederhana, suka makan sate bersama para pengawal Kepresidenan yang dijual di pinggir jalan lalu sangat senang makan dengan menggunakan tangan. Suka berbaur dengan masyarakat biasa demi melihat kelangsungan hidup mereka secara langsung, serta tidak pernah mengeluh atas perlakuan yang ia dapatkan dari Pemerintah Soeharto serta mungkin tidak ada presiden kita yang diwawancara sekilas dengan menggunakan kaos oblong....>>Utang per 31.12.2012 sebesar IDR 2,156.88 Triliun .?? Mengapa selalu menambah Utangan...?? Konon uang negara banyak terambil untuk cicilan htanagn tersebut...?? >> sesungguhnya untuk proyek apa saja utangan demikian besar...sedang nilai manfaatnya tidak jelas bagi rakyat awam...?? ......Sementara itu, neraca per 31 Desember 2012 terdiri dari aset sebesar Rp 3.432,98 triliun. Nilai tersebut lebih tinggi sebesar Rp 409,53 triliun atau 13,54 persen dari aset pemerintah per 31 Desember 2011 sebesar Rp 3.023,45 triliun. ...>> ...Aset pemerintah tersebut terdiri dari aset lancar sebesar Rp 241,31 triliun, investasi jangka panjang Rp 932,41 triliun, aset tetap Rp 1.895,5 triliun, piutang jangka panjang Rp 4,67 triliun dan aset lainnya Rp 359,09 triliun...>> ..."Total utang pemerintah hingga 31 Desember 2012 sebesar Rp 2.156,88 triliun," kata Chatib saat rapat paripurna pertanggungjawaban APBN 2012 di Gedung Paripurna DPR RI Jakarta, Selasa (9/7/2013). ...>> .Total Utang merupakan = 62.8% dari jumlah asset...?? >>>> >>


Total utang pemerintah Indonesia hingga akhir 2012 mencapai Rp 2.156,88 triliun
JAKARTA, KOMPAS.com -  http://forum.detik.com/showthread.php?t=738129?

Total utang pemerintah Indonesia hingga akhir 2012 mencapai Rp 2.156,88 triliun. Nilai tersebut lebih tinggi Rp 209,51 triliun atau 10,76 persen dari total utang Indonesia hingga akhir 2011 sebesar Rp 1.947,37 triliun.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, total utang pemerintah ini terdiri dari utang jangka pendek sebesar Rp 266,14 triliun dan utang jangka panjang sebesar Rp 1.890,75 triliun.

"Total utang pemerintah hingga 31 Desember 2012 sebesar Rp 2.156,88 triliun," kata Chatib saat rapat paripurna pertanggungjawaban APBN 2012 di Gedung Paripurna DPR RI Jakarta, Selasa (9/7/2013).

Sementara itu, neraca per 31 Desember 2012 terdiri dari aset sebesar Rp 3.432,98 triliun. Nilai tersebut lebih tinggi sebesar Rp 409,53 triliun atau 13,54 persen dari aset pemerintah per 31 Desember 2011 sebesar Rp 3.023,45 triliun.

Aset pemerintah tersebut terdiri dari aset lancar sebesar Rp 241,31 triliun, investasi jangka panjang Rp 932,41 triliun, aset tetap Rp 1.895,5 triliun, piutang jangka panjang Rp 4,67 triliun dan aset lainnya Rp 359,09 triliun.

Chatib menambahkan kenaikan nilai aset tersebut terutama karena adanya kenaikan nilai investasi jangka panjang dan aset tetap. Nilai investasi jangka panjang per 31 Desember 2012 mengalami kenaikan Rp 182,42 triliun atau 24,32 persen dari posisi akhir 2011 sebesar Rp 750,03 triliun.

Sementara itu, nilai aset tetap hingga akhir Desember 2012 mengalami kenaikan sebesar Rp 327,53 triliun atau 20,89 persen dari posisi hingga akhir 2011 sebesar Rp 1.567,97 triliun.

"Kenaikan aset tetap terutama karena koreksi berdasarkan hasil IP aset tetap dan perolehan dari realisasi belanja modal tahun anggaran 2012," tambahnya.

Ir. Soekarno, Presiden RI yang Tersingkirkan




Tentu kita tak akan lupa jasa serta perjuangan Ir. Soekarno pada masa penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia. Ia rela keluar masuk penjara demi mendapatkan sebuah kemerdekaan untuk Indonesia dan akhirnya keinginannya tercapai yaitu Soekarno bersama Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 di teras depan rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur no 56 (kini Jalan Proklamasi) dan sehari sesudahnya, Soekarno dan Hatta diangkat menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI pertama setelah Indonesia menyatakan merdeka.

Selama berkuasa, Presiden Soekarno selalu membuat kontroversi. Yang pertama pada tahun 1953, ketika tersiar kabar Presiden Soekarno akan menikah kembali dengan seorang janda yang mempunyai 5 anak asal Ponorogo yang bernama Hartini.

Ada pula saat Soekarno berpidato lantang menyatakan Ganyang Malaysia sebagai bentuk kemarahan atas berdirinya negara Malaysia yang menurut Soekarno itu adalah boneka bentukan Inggris untuk mengontrol Indonesia lebih dekat. Lalu yang lebih parah pada awal tahun 1965 yakni Presiden Soekarno menyatakan Indonesia keluar dari PBB atas bentuk protes karena diterimanya Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB lalu mendirikan Conefo (Conferences of New Emerging Forces) yang beranggotakan negara – negara Nonblok.

Kekuasaan Soekarno mulai terkikis ketika ia menandatangani sebuah surat perintah yang dikenal dengan sebutan Supersemar (Surat Perintah 11 Maret) yang ditandatangani pada 11 Maret 1966 di Paviliun Istana Bogor. Sejak itu pula peran Soekarno mulai terasing atau bahasa kasarnya kita sebut “Presiden yang di tahan” dan MPRS menangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden RI pada 1967. Otomatis Soekarno harus meninggalkan Istana Merdeka Jakarta, tetapi masih di izinkan menempati Istana Bogor bersama Ibu Hartini.

Setahun kemudian pada tahun 1968, Soeharto diangkat menjadi Presiden RI ke-2 dan Soekarno harus angkat kaki dari Istana Bogor dan hanya diberi waktu beberapa jam untuk mengemas barang – barangnya. Sangat tidak manusiawi, seorang Mantan Presiden di usir secara kasar dari Istana dan tidak sempat membawa seluruh harta bendanya pergi. Lalu Soekarno bersama Hartini pindah ke sebuah rumah peristirahatan di Batu Tulis Bogor tetapi tak lama disana, Soekarno jatuh sakit dan salah satu anaknya meminta izin kepada Soeharto untuk memindahkan bapaknya yang sudah sakit ke Jakarta.

Permintaan dikabulkan dan akhirnya Soekarno di pindahkan ke Jakarta dan ditempatkan di Wisma Yaso (tempat tinggal milik istrinya yang lain yaitu Ratna Sari Dewi) dan sejak itu Soekarno dikenakan tahanan rumah. Tidak boleh keluar rumah, dan tidak boleh menerima tamu kecuali anak – anaknya serta Ibu Hartini selaku istri. Disaat sakitpun tidak dirawat semaksimal mungkin sampai Soekarno meninggal dunia pada 21 Juni 1970 di RSPAD Gatot Subroto. Dari sini kita bisa melihat bahwa Pemerintahan Soeharto saat itu tidak ada perhatian sama sekali terhadap Soekarno yang separuh hidupnya dia habiskan dipenjara demi kemerdekaan Indonesia.

Indonesia hanya memiliki seorang Presiden yang tegas, sederhana serta yang khas dari Soekarno adalah gaya pidatonya yang berapi – api dan termasuk berani dalam mengambil keputusan seperti menyatakan keluar dari PBB atas bentuk protes atas masuknya Malaysia walau keputusan yang diambil berdampak buruk dalam hubungan luar negeri Indonesia.

Presiden Soekarno adalah Presiden yang sederhana, suka makan sate bersama para pengawal Kepresidenan yang dijual di pinggir jalan lalu sangat senang makan dengan menggunakan tangan. Suka berbaur dengan masyarakat biasa demi melihat kelangsungan hidup mereka secara langsung, serta tidak pernah mengeluh atas perlakuan yang ia dapatkan dari Pemerintah Soeharto serta mungkin tidak ada presiden kita yang diwawancara sekilas dengan menggunakan kaos oblong.

Miris melihat hal tersebut, ini adalah bukti bahwa Pemerintah tidak menghargai perjuangan Soekarno yang berjuang hidup dan mati demi Indonesia serta berusaha menghilangkan ingatan masyarakat terhadap Soekarno dan lebih mengekspose perjuangan Soeharto.

Putri Ir. Soekarno yaitu Sukmawati saat diwawancara saat mengenang Soeharto yang wafat menyatakan tidak akan memaafkan Soeharto atas perlakuannya terhadap Soekarno yang sudah tidak manusiawi dan terlalu ketat. Salah satu istri Soekarno yaitu Ratna Sari Dewi juga mengatakan tidak akan memaafkan Soeharto dan ia mengisahkan ketika mendengar Soekarno sakit keras, ia bersama anaknya Karina langsung menuju Jakarta untuk melihat suami yang sudah kritis di pembaringan tersebut. Saat menaiki pesawat, pilot mengatakan kepada Dewi agar mengurungkan niatnya kembali ke Indonesia demi keselamatan tetapi Dewi tetap kekeuh ingin ke Jakarta. Saat transit di Singapura, seorang perwakilan kedubes Indonesia menghampiri Dewi agar kembali saja ke Jepang untuk mencegah hal yang tidak di inginkan. Ternyata Dewi tetap menolak dan melanjutkan penerbangan ke Jakarta dan setelah tiba langsung menuju RSPAD dan hatinya teriris melihat sang suami sudah dalam kondisi kritis dan tidak sempat melihat hasil buah cintanya dengan Dewi Soekarno dan keesokan harinya, Ir.Soekarno meninggal dunia dalam status tahanan rumah !

Presiden Soeharto bersama Ibu Tien melayat ke RSPAD serta melayat ke Wisma Yaso untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pendahulunya tersebut tetapi tidak menjadi Inspektur Upacara dalam pemakaman sang prokalamator tersebut dan yang menjadi Inspektur Upacara adalah Panglima ABRI Letjen Maraden Panggabean. Sangat berbeda ketika Soeharto meninggal, yang menjadi Irup adalah Presiden SBY langsung. Selain Irup, lokasi pemakaman Soekarno dan Soeharto juga berbeda. Soekarno dimakamakan disebuah Taman Makam Pahlawan di Blitar dan terpisah dari makam Istri dan anaknya. Kita lihat Soeharto, dimakamkan di sebuah Pemakaman milik keluarga dan satu kompleks dengan istrinya dan mungkin anak – anaknya yang sudah dipersiapkan.

Soekarno pernah berkata “Jangan Melupakan Sejarah” tetapi kenyataannya, Sejarah sudah dimanipulasi oleh Pemerintah saat itu. Dan dibuku pelajaran sekolah, Soekarno selalu dikaitkan dengan Peristiwa G-30s/PKI. Saat ini sangat diperlukan pelurusan Sejarah agar generasi muda tidak salah pengertian.

Melihat hal ini, kita sangat merindukan sosok Soekarno dengan kharismanya yang besar dan selalu berapi – api dalam berpidato. Semoga ada seorang pemimpin Indonesia yang sifatnya seperti Soekarno
Andimas Kurnianda

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar