Minggu, 07 Juli 2013

SANGSI EKONOMI-KEUANGAN BAHKAN DIPLOMATIK DAN ANCAMAN PERANG TERHADAP IRAN....BERHASIL DIGAGALKAN >>> DAN BAHKAN BERBALIK MENJADI SEMANGAT MEMBANGUN MANDIRI DAN MEMBANGUN KEKUATAN PERSAHABATAN DENGAN NEGARA2 LAIN YANG LEBIH PRODUKTIF-DAN SALING MEMAJUKAN RAKYAT DAN NEGARA..??>> IRAN BANGKIT DAN TIDAK MENJADI CENGENG...??? >> IRAN MENJADI BANGSA YANG CUKUP DISEGANI DI KAWASAN TIMUR TENGAH....YANG MENJADI PENYEIMBANG KAWASAN YANG POSITIF....???>> .......... Menurut Ahmadinejad, sejak dirinya menduduki jabatan produksi baja Iran melonjak dari 9,7 juta ton menjadi 24 juta ton, produksi semen naik dari 33 juta ton menjadi 80 juta ton, sedang produksi petrokimia melonjak dari 18,2 juta ton menjadi 58 juta ton. Ahmadinejad menambahkan juga bahwa nilai total investasi di sektor industri Iran antara tahun 1978 hingga 2004 hanya sebesar 210.000 miliar rial, namun sejak ia memegang kekuasaan nilianya telah melonjak menjadi 1.150.000 miliar rial. Selama masa pemerintahannya, Presiden Ahmadinejad menambahkan lagi, Iran telah berhasil meraih keberhasilan di bidang teknologi nano dan luar angkasa. Selain itu berbagai bidang lain juga telah mengalami keberhasilan pesat seperti olahraga, iptek, seni dan budaya....>> ...."Tingkat produksi negara kita mengalami pertumbuhan paling tinggi selama periode ini.... Ekonomi kita menempati peringkat 17 terbesar di dunia dari sebelumnya yang berada pada peringkat 22," kata Ahmadinejad dalam wawancara televisi yang disiarkan hari Rabu malam lalu (3/7) sembari membandingkan kondisi ekonomi global yang mengalami depresi...>>...Menjelang berakhir masa jabatannya sebagai presiden Iran bulan depan, Ahmadinejad memaparkan berbagai keberhasilan yang telah dicapai Iran selama berada di bawah kepemimpinannya selama 2 periode pemerintahan antara tahun 2005-2013. Menurutnya dengan keberhasilan-keberhasilan tersebut membuktikan Iran mampu bertahan dan bahkan terpacu untuk maju, oleh berbagai bentuk sanksi yang diterapkan negara-negara barat terhadapnya....>> Sejak awal Revolusi Islam, pemerintah Iran telah mencanangkan program perang melawan buta huruf. Terkait hal ini, Bapak Pendiri Revolusi Islam, Imam Khomeini menugaskan dibentuknya Lembaga Kebangkitan Melek Huruf. Upaya kontinyu dan tak kenal lelah lembaga ini berhasil menurunkan secara drastis angka buta huruf. Sebelum Revolusi Islam, angka buta huruf di Iran mencapai 50 persen, namun pasca Revolusi angka ini berhasil ditekan menjadi 10 persen. Prestasi cemerlang Lembaga Kebangkitan Melek Huruf ini bahkan berkali-kali mendapat pujian dan penghargaan dari lembaga-lembaga internasional, termasuk Unesco. Di sisi lain, dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan di Iran terus mengalami kemajuan dan pertumbuhan yang pesat baik secara kualitas maupun kuantitas. Setiap tahun, terdapat banyak sekolah yang dibangun di berbagai kawasan di Iran. Pemerintah dan para prakstisi pendidikan juga terus berusaha menyesuaikan kurikulum dan metode pendidikannya dengan pelbagai hasil temuan baru di bidang ilmu pengetahuan...>> Angkatan darat militer Iran juga berhasil membuat peralatan perang modern lainnya seperti, tank, panser, meriam, dan beragam bentuk senjata personal. Begitu pula di matra laut, kekuatan pertahanan laut Iran juga berhasil menorehkan prestasi gemilang. Seperti pembuatan beragam jenis kapal perang dan perahu cepat militer serta beragam persenjataan penting lainnya. Di bidang perangkat militer elektronik, Iran juga berhasil membuat gebrakan baru di bidang ini. Tak heran jika kini Iran menyatakan siap mengadapi ancaman perang elektronik. Kemajuan mengagumkan Iran di bidang industri militer membuat sejumlah negara kian tertarik menjalin kerjasama dengan Iran. Saat ini, Iran telah mengekspor hasil-hasil industri militernya ke 57 negara...>> Salah satu dampak buruk yang diwariskan sistem perekonomian Rezim Pahlevi dan masih berpengaruh hingga kini adalah ketergantungan Iran terhadap pendapatan minyak bumi. Masalah ini membuat struktur ekonomi menjadi rapuh, namun dengan usaha keras pemerintah Republik Islam Iran, ketergantungan terhadap pendapatan minyak pun perlahan-lahan mulai dibatasi. Sebagai misal, pada tahun 2007-2008 ini, komposisi pendapatan minyak dalam anggaran negara Iran kurang dari 50 persen. Sebaliknya, dalam beberapa tahun terakhir pendapatan dari sektor non-minyak makin naik secara signifikan. Berdasarkan sejumlah data, pendapatan Iran di sektor non-minyak pada tahun 2006 mengalami peningkatan 47 persen atau sekitar 16 miliar USD. Peningkatan ini membuat situasi ekonomi Iran relatif bisa bertahan meski harga minyak dunia mengalami fluktuatif. Di sisi lain, untuk memanfaatkan secara optimal cadangan minyak, Iran berupaya meningkatkan produksi komoditas petrokimia dan olahan minyak lainnya agar lebih bermanfaat dan bernilai. Sehingga pada periode 2007-2008, produksi petrokimia Iran meningkat lebih dari 30 juta ton. Rencananya tiga tahun lagi, produksi di sektor ini akan ditingkatkan menjadi 58 juta ton. Salah satu produksi industri Iran yang berhasil diekspor sejak beberapa tahun terakhir adalah produk otomotif. Iran mengekspor kendaraan penumpang dan barangnya ke berbagai negara seperti Syria, Turkmenistan, Afghanistan, Azerbaijan, dan Venezuela. Iran juga menjalin kerjasama pembangunan pabrik mobil dengan sejumlah negara. Pada tahun 2006, Iran mengeskpor lebih dari 30 ribu kendaraan senilai 350 juta USD. Pembangunan di bidang infrastruktur, seperti pembangunan jalan, rel kereta api, jembatan, jalan tol dalam kota, dan kereta api bawah tanah (subway) merupakan langkah pembangunan paling kentara pasca revolusi....>> Rusia dikabarkan telah menawarkan beberapa rudal pengganti rudal S-300 yang gagal dibeli Iran akibat sanksi PBB. Rudal-rudal yang ditawarkan tersebut di adalah rudal TOR dan Antei-2500. Namun Iran tetap bersikukuh untuk mendapatkan S-300. Sebelumnya sempat beredar rumor bahwa Iran dan Rusia telah mencapai kesepakatan untuk mengganti rudal S-300 dengan TOR. Namun dengan cepat kabar tersebut ditepis oleh para pejabat Iran. "Laporan-laporan yang beredar tentang penggantian rudal S-300 dengan TOR kami bantah dengan tegas," kata Komandan Pangkalan Udara Khatam ol-Anbia Brigadir Jendral Farzad Esmayeeli kepada media Iran, Rabu (3/7)....>> Pada tahun 2007 Iran dan Rusia menandatangani kontrak pembelian sistem persenjataan S-300 yang oleh para analis militer dianggap sebagai salah satu sistem pertahanan udara terbaik. Nilai kontrak adalah $800 juta untuk pembelian 5 unit persenjataan S-300 dengan tenggat pengiriman tahun 2012. Namun kesepakatan tersebut dibatalkan secara sepihak oleh Presiden Rusia (kala itu) Dmitry Medvedev, akibat tekanan Amerika melalui PBB dengan dalih senjata tersebut termasuk jenis yang dilarang untuk dijual kepada Iran berdasarkan sanksi PBB terhadap Iran terkait program nuklirnya...>> Iran telah mengajukan tuntutan ganti rugi senilai $4 miliar atau 5 kali lipat nilai kontrak melalui pengadilan arbitrase internasional di Swiss. Rusia pun berusaha membatalkan tuntutan tersebut dengan menawarkan rudal-rudal pengganti kepada Iran. Awal bulan ini beredar rumor tentang rudal pengganti TOR, yang ternyata dibantah oleh para pejabat Iran. Selanjutnya muncul kabar tentang rudal pengganti yang lebih canggih, yaitu Antei-2500, atau sering juga disebut sebagai AKA S-300VM, atau SA-23 Gladiator dalam nomenklatur NATO. Kabar terakhir ini dipublikasikan oleh media Rusia Kommersant Daily dengan mengutip seorang pejabat Rusia yang tidak disebutkan namanya...>> Kini lembaran sejarah Revolusi Islam Iran telah memasuki usia ke 34 dan selama ini bangsa Iran berjuang keras melawan konspirasi serta represi musuh. Bangsa ini juga kenyang dengan pengalaman makar musuh, bahkan sempat menggelar perang pertahanan suci selama delapan tahun membendung agresi mantan diktator Irak, Saddam Husein. Namun demikian bangsa ini berdiri tegak dan melawan seluruh konspirasi musuh. Tak diragukan lagi, sektor ekonomi juga menjadi arena perang dan sebuah bangsa yang mampu keluar sebagai pemenang di medan ini sejatinya telah memperkokoh mata rantai muqawama di bidang pertahanan. Ekonomi muqawama dan penekanan Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei terkait masalah ini cukup signifikan. Ekonomi muqawama juga sangat membantu perjuangan rakyat Iran dalam melawan konspirasi arogan dunia khususnya Amerika Serikat....>>



AHMADINEJAD PAPARKAN KEBER-HASILAN IRAN

http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/07/ahmadinejad-paparkan-keberhasilan-iran.html#more

 
 
 

Menjelang berakhir masa jabatannya sebagai presiden Iran bulan depan, Ahmadinejad memaparkan berbagai keberhasilan yang telah dicapai Iran selama berada di bawah kepemimpinannya selama 2 periode pemerintahan antara tahun 2005-2013. 
 
Menurutnya dengan keberhasilan-keberhasilan tersebut membuktikan Iran mampu bertahan dan bahkan terpacu untuk maju, oleh berbagai bentuk sanksi yang diterapkan negara-negara barat terhadapnya.

"Tingkat produksi negara kita mengalami pertumbuhan paling tinggi selama periode ini.... Ekonomi kita menempati peringkat 17 terbesar di dunia dari sebelumnya yang berada pada peringkat 22," kata Ahmadinejad dalam wawancara televisi yang disiarkan hari Rabu malam lalu (3/7) sembari membandingkan kondisi ekonomi global yang mengalami depresi.

Menurut Ahmadinejad, sejak dirinya menduduki jabatan produksi baja Iran melonjak dari 9,7 juta ton menjadi 24 juta ton, produksi semen naik dari 33 juta ton menjadi 80 juta ton, sedang produksi petrokimia melonjak dari 18,2 juta ton menjadi 58 juta ton.

Ahmadinejad menambahkan juga bahwa nilai total investasi di sektor industri Iran antara tahun 1978 hingga 2004 hanya sebesar 210.000 miliar rial, namun sejak ia memegang kekuasaan nilianya telah melonjak menjadi 1.150.000 miliar  rial.

Selama masa pemerintahannya, Presiden Ahmadinejad menambahkan lagi, Iran telah berhasil meraih keberhasilan di bidang teknologi nano dan luar angkasa. Selain itu berbagai bidang lain juga telah mengalami keberhasilan pesat seperti olahraga, iptek, seni dan budaya.


Lebih jauh Ahmadinejad menyebutkan bahwa dirinya akan melaporkan seluruh keberhasilan yang telah diraihnya, termasuk yang tidak disebutkan dalam wawancara tersebut, kepada pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan pejabat-pejabat terkait lainnya sebelum berakhirnya kekuasaannya. Ia juga berjanji akan menyampaikannya secara langsung kepada seluruh rakyat Iran.

Ahmadinejad juga menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinannya Iran telah menunjukkan perhatian yang tinggi pada kebebasan. Ia menyebutkan bahwa selama pemerintahannya tidak ada seorang pun di Iran yang dituntut karena mengkritik pemerintah.

Ahmadinejad akan digantikan oleh DR. Sheikh Hassan Rohani, seorang tokoh politik yang dikenal lebih moderat dibandingkan dengannya.


REF:
"Ahmadinejad elaborates on his administration’s performance in 2 terms Iran"; Press TV; 4 Juli 2013.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar