Rabu, 24 Juli 2013

ISSUE ..?? ..REAL.?? ..ATAU PENGALIHAN ...OPINI PUBLIK..?? ..KONON... ADA AJARAN ... DAN ORGANISASI... PENYEMBAHAN IBLIS...??>> ... KALW DILIHAT YANG DILIBATKAN ADALAH PARA SELEBRITIS KLAS DUNIA...??? ... APA IYYAH...SEPERTI ITU...???>> .... MUNGKIN..PERLU KAJIAN...DAN ..PEMAHAMAN..YANG LEBIH DETAIL...??>> ... TAPI KONON.. YANG TERLIBAT DALAM KELOMPOK INI... ADALAH KAUM SUPER KAYA..DAN ORANG2 PINTAR...??>> ... NAH... ADA AGENDA ..APA...??>> .NAHHH.. DIANJURKAN KEPADA PARA PEMIMPIN NEGARA-JENDRAL2-KAUM TERPELAJAR..ULAMA-KIYAI-DAN SEMUA KOMPONEN BANGSA... AGAR BELAJAR DENGAN SEJARAH...INDONESIA DAN DUNIA..DENGAN BENAR....?? AGAR BISA JUGA MELIHAT2..DAN MEWASPADAI...GERAKAN2 TERSELUBUNG...DAN KONON SANGAT KUAT..DENGAN DANA-DAN DUKUNGAN POLITIK KEKUASAAN DIMANA SAJA NEGARA YANG TERKAIT..SISTEM DAN UANG2...MEREKA...??>> TIDAK TERKECUALI DI INDONESIA...??>> HAYYOO ANAK2 BANGSA BELAJAR..DAN CERDASKAN HATI DAN JIWA2 MU... AGAR MENJADI PEMIMPIN SEJATI..DAN MEMBANGUN BANGSA SECARA MANDIRI...DAN TERBEBAS DARI IKATAN2..HUTANG2..DENGAN KAUM SUPER KAYA DAN JAHAT..ITU...??>> WASPADALAH...!!!... >> BACALAH ..SEJARAH KEKUASAAN VATICAN..YANG DIELIMINIR... DAN DIKALAHKAN...??... BUKAN OLEH ORANG2 MUSLIM.. TETAPI OLEH KEKUATAN DAN KEKUASAAN TERSELUBUNG...DI TANAH EROPA..DAN KERAJAAN.......DAN GERAKAN PROTESTAN...DAN KAUM POLITIK... YANG KONON SUDAH MENJADI BONEKA2...KAUM SUPER KAYA....???..>> WASPADALAH....!!!......>>> ?? .....Enam (6) Organisasi Rahasia Paling Berbahaya di Dunia.. ??? >>>..... Dalam surat yang ditulis pada penghujung abad ke-19 itu, Pike menyatakan Perang Dunia I yang “diagendakan” pada awal abad ke-20 dirancang untuk menghancurkan Czaris Rusia – dan menempatkan negeri yang luas itu ke bawah kekuasaan para agen “Freemasonry”, Rusia yang baru itu akan dijadikan “momok” untuk mencapai tujuan-tujuan “Freemasonry” ke seluruh penjuru dunia....>> ...Perang Dunia II, dirancang untuk dapat terjadi pada pertengahan abad ke-20 melalui manipulasi terhadap perbedaan yang ada antara kaum nasionalis Jerman dan politisi Zionis. Hal ini diharapkan akan menghasilkan perluasan pengaruh Rusia non-Czaris dan berdirinya Negara Israel di Palestina...>> ..Perang Dunia III, direncanakan akan dilaksanakan pada awal abad ke-21 yang bersumber dari berbagai bentuk perbedaan yang menghasilkan kekacauan dan konflik oleh agen-agen “Freemasonry”, antara kaum Zionis dengan bangsa-bangsa Arab, Konflik itu dircncanakan akan meluas ke seluruh dunia...> ..... surat Albert Pike yang bertanggal 15 Agustus 1871 itu, “Freemasonry” merancang melepaskan “kaum Nihilis dan Atheis untuk memprovokasi suatu pergolakan sosial yang dahsyat, dimana dengan segala kengeriannya akan diperlihatkan dengan sangat jelas kepada seluruh dunia pengaruh dari Atheisme mutlak, kebuasan, yang akan menghasilkan pergolakan yang bergelimang darah”....>>..... dimana-mana, rakyat akan berhadapan dengan kelompok yang berniat untuk menghancurkan peradaban, dan mereka dipaksa untuk, mempertahankan diri menghadapi kelompok minoritas revolusioner. Sementara itu banyak orang yang merasa tertipu dengan agama Kristen. Sejak itu ummat manusia kehilangan arah, dan dengan semangat kehendak untuk berketuhanan, mereka mengidamkan sebuah idealisme, tetapi tidak tahu kemana memberikan kepasrahan mereka; akhirnya mereka akan menerima cahaya sejati (Illuminati) melalui manifestasi universal doktrin Lucifer yang sejati, yang akhirnya dimunculkan secara terbuka, suatu manifestasi yang akan menghasilkan gerakan reaksioner, yang akan disusul oleh kehancuran agama Kristen dan Atheisme, keduanya dikalahkan dan dimusnahkan pada masa yang bersamaan”.....>> ...Albert Pike menuliskan suratnya di akhir abad ke-19 itu ada lima ideologi yang berbeda satu dengan lainnya di panggung dunia yang saling bertentangan dan tengah berjuang untuk memperebutkan “Liebensraum” masing-masing. Kelima ideologi itu adalah :...>> ..... 1. Ideologi para bankir Yahudi yang berhimpun di dalam organisasi rahasia “Freemasonry”, mereka terdiri dari penguasa keuangan dunia. ..>>. .......2. Ideologi “Pan Slavik” Rusia yang aselinya digagas oleh raja William yang Agung. Ideologi ‘Pan-Slavik’ menuntut dihapuskannya Austria dan Jerman, kemudian harus disusul dengan penaklukan Persia dan India, yang melahirkan perang antara lnggris dengan Rusia dalam ‘the Great Game’ pada tahun 1848. ...>> ...... 3. Ideologi “Asia Timur Raya” digagaskan oleh Jepang. Ideologi ini menyerukan adanya konfederasi bangsa-bangsa Asia Timur (’Dai Toa no Senso’), yang dipimpin oleh Jepang, sebagai “Saudara Tua Asia”. ...>> ....4. Ideologi “Pan Jermania” yang mencita-citakan penguasaan politik Jerman atas benua Eropa, bebas dari supremasi Inggris di lautan, dan mengadopsi kebijakan pasar-bebas bagi seluruh dunia. .......>>> 5. Ideologi “Pan Amerika”, atau “Amerika untuk bangsa-bangsa Amerika”. Ideologi ini menyerukan “perdagangan dan persahabatan dengan semua, tanpa persekutuan”. Ideologi ini menegaskan ulang Doktrin Monroe pada tahun 1834.......>>> ... ideologi “Pan Islamisme” yang ada pada masa yang sama, yang bertujuan untuk menghimpun negara-negara Islam di dunia, yang dikumandangkan oleh Sheikh Jalaludin aI-Afghani. Entah disengaja atau tidak, mungkin saja ini suatu isyarat bahwa memang untuk menghadapi diperlukan Khilafah Islamiyah sebagai benteng pertahanan terakhir umat beragama, khususnya umat Islam.....KONON TERLELWATKAN.. ATAW MEMANG TUAN PIKE FAHAM BENAR... BAHWA ISLAM DAN AJARAN ISLAM ITU ADALAH TARGET DAN SASARAN..UNTUK DIHANCURKAN..LEBIH DAHULU...??? DENGAN MENGHANCURKAN KHILAFAH USTMANY...DAN MENDIRIKAN KERAJAAN2 ...DAN PEMERINTAHAN..ISLAM ..YANG DIANGKAT ATAU DI SOKONG OLEH PARA PENJAJAH....SEBAGAI BONEKA2 MEREKA..>> TOKH SECARA PEMERINTAHAN NEGARA2 ISLAM YANG DIBANGUN ATAS PIMPINAN2 BONEKA ITU AKAN PATUH..DAN TIDAK MEMBAHAYAKAN ..KEPENTINGAN2 ..PARA KAUN SUPER KAYA..DAN KEKUATAN TENTARA..DAN TEKNOLOGI MEREKA... ???>> SEMUANYA AKAN DIATUR DAN DI KOORDINASIKAN DIBAWAH PANJI2...PARA KEKUATAN BONEKA...??>> LIHATLAH BAGAIMANA MUSTAFA KEMAL DI TURKI..YANG KONON SEBAGAI BAPAK SEKULER..DAN LIBERAL ISLAM...?? .. JUGA SYAH IRAN DAN ..... KERAJAAN SAUDI ARABIA DAN PANGERAN2 TELUK... DI NEGARA..KAYA MIGAS..YANG SEMUA PENGELOLAANNYA DIKUASAI KAUM SUPER KAYA DUNIA..DAN PARA PENGUASAI MATA UANG DUNIA..US$-EU$-POUND STERLING-....??? >> KONON UMAT ISLAM DAN MASYARAKAT ASIA AKAN MENJADI GOYIM2..YANG PATUH...DAN SANGAT TAAT..KEPADA ULAMA2..DAN IMAM2...BAYARAN MEREKA..??>> ...OLEH KARENA ITU PENAKLUKAN2.. DIMULAI... DARI PALESTINA..SEGERA DISERBI ZIONIS YAHUDI- DAN BERDIRILAH ISRAEL..DENGAN RESTU RATU INGGIS..DAN TOKOH2..AS DKK..TERMASUK RAJA SAUD ... ?? >> KEMUDIAN GERAKAN PERANG KOREA.. DAN ELIMINASI RRC DENGAN MENGEXPOS TAIWAN...-KOU MIN TANG...?? >> .. KEMUDIAN DISERBU VIETNAM... ...??? KEMUDIAN PERANG SDR PAKISTAN..DAN MEMBANGUN BANGLA DESH...?? ...DAN PERANG DI AFRIKA..>> DILANJUTKAN KONFLIK TIMUR TENGAH YANG SELALU DIKENDALIKAN DENGAN VETO2 PBB...???>> APAKAH ITU SEMUA HANYA KEBETULAN...???>> KONON.. TIDAK ADA YANG KEBETULAN..DALAM SETIAP GERAKAN DAN PEMBUNUHAN DAN PEPERANGAN... BAGI MEREKA KAUM KONSPIRASI...??>> SEMUA ADA AGENDA..DAN SASARAN..YANG SUDAH DI ATUR..DAN DANA DAN SISTEM KEUANGAN...YANG SUDAH DIRENCANAKAN...???>>.... JADI TAK USAH HERAN...??? TIDAK ADAK BANTUAN ATAU JANJI MANIS ..YANG GRATIS...??.. SEMUA ...ADA HITUNG2ANNYA...???...WASPADALAH...!!!. UMMAT ISLAM WASPADALAH...!!! ...??>> ....Sebagai Qabalis sejati Albert Pike menyebutnya rencana itu merupakan suatu karya besar Lucifer yang tidak perlu peduli untuk mengorbankan nyawa beratus juta ummat manusia dan menimbulkan kerugian bermilyar-milyar dolar dalam pelaksanaannya. Beberapa di antara agenda “Freemasonry” itu, seperti Perang Dunia I dan Perang Dunia II telah terjadi. Kalau rancangan itu benar, maka Perang Dunia III, menurut Albert Pike akan terjadi pada awal abad ke21, dan akan berawal karena masalah Israel dengan Palestina...>>> .... Sasaran pertama “Freemasonry” ialah membangun “Satu Pemerintahan Dunia” (”E Pluribus Unum”), dan “Tata Dunia Baru” (“Novus Ordo Seclorum”), dengan cara menyusupi negara-negara super power. Dimulai mereka dengan menguasai Inggris. Kemudian menguasai Amerika Serikat dan dengan itu membangun peradaban Barat-Zionis yang mereka yakini akan mampu mempersatukan ummat manusia, di bawah satu sistem moneter yang berada di dalam kendali mereka. Thesis Samuel Huntington tentang ‘the Clash of Civilization’ – perbenturan peradaban Barat dengan peradaban Islam dan Cina -, yang akan menghasilkan keluarnya Barat sebagai pemenang, sangat besar kemungkinannya diilhami oleh gagasan kaum Qabalis membangun ‘Novus Ordo Seclorum’ di atas....>> ...The origins of constitutional monarchy in Britain go back a long way. Until the end of the seventeenth century, British monarchs were executive monarchs, which means that they had the right to make and pass legislation. ...>>

Enam (6) Organisasi Rahasia Paling Berbahaya di Dunia

http://www.akhirzaman.info/secret-societies/skull-and-bones/2178-enam-6-organisasi-rahasia-paling-berbahaya-di-dunia.html

 

6

Setiap organisasi dibentuk untuk tujuan tertentu, tergantung siapa yang mendirikan dan siapa saja anggotanya, sehingga tak dapat dipungkiri kalau tak semua organisasi memiliki tujuan yang baik. Di antara organisasi-organisasi jahat itu bahkan ada yang seperti tak henti-hentinya menebar teror dan pembunuhan demi satu tujuan. Dan karena tujuannya itu, tak jarang organisasi ini bersifat sangat rahasia sehingga banyak yang ragu kalau organisasi itu memang ada. Berikut enam organisasi paling jahat dan berbahaya di dunia yang datanya dikutip dari berbagai sumber.

1. Freemasonry
freemasonry-Eksistensi organisasi persaudaraan rahasia kaum elit Yahudi ini berawal dari dibasminya ordo Ksatria Templar oleh Raja Perancis Philipe le Bel dan Paus Clemens V pada abad ke-14. Ketika pembasmian berlangsung, para anggota ordo ini tercerai berai kemana-mana dan di antaranya ada yang menyamar menjadi tukang batu dan bergabung dengan Serikat Tukang Batu di Skotlandia yang disebut Mason. Bahkan dari nama inilah nama Freemasonry berasal. Menurut sejumlah referensi, termasuk buku 'Knight Templar, Knight Crist', organisasi ini bertujuan untuk menegakkan kembali kejayaan bangsa Yahudi yang terusir dari Yaruselem pada 70 Masehi setelah runtuhnya kuil Sulaiman akibat perang Salib. Untuk mencapai tujuannya ini, mereka melakukan berbagai cara, termasuk menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalannya, bahkan menghancurkan negara yang dianggap tidak mendukung gerakannya. Kelompok inilah yang berada di belakang Revolusi Perancis pada 1789, Revolusi Inggris, dan yang memerdekakan Amerika Serikat 4 Juli 1776 dan kemudian menungganginya hingga kini. Bahkan mereka pula yang berada di belakang berdirinya negara Israel. Hingga kini organisasi ini masih terus bekerja untuk menggenggam dunia dengan berupaya menciptakan Tatanan Dunia Baru dimana mereka sebagai penguasanya. Bukti salah satu kekuatan mereka tertera pada uang lembaran satu dolar Amerika yang bergambar piramida dengan satu mata pada puncaknya.

2. Illuminati
illuminati-Ini juga kelompok persaudaraan rahasia kaum elit Yahudi. Semula organisasi ini berdiri sendiri, namun karena memiliki kesamaan misi dan visi dengan Freemansonry, organisasi ini bergabung dengan organisasi itu. Illuminati yang berarti pencerahan, didirikan oleh Adam Weishaupt (1748-1811) seorang keturunan Yahudi kelahiran Ingolstadt, Jerman, dan memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang Jesuit. Dia bahkan pernah menjadi pendeta Katolik, namun karena ajarannya dianggap menyimpang, dia didepak gereja. Hingga kini organisasi ini terus bahu membahu untuk menjadikan Israel sebagai penguasa dunia.

3. The Order of Nine Angles (ONA)
ONAOrganisasi pemuja setan ini muncul di Inggris Raya pada tahun 1980-an dan 1990-an. Anggota organisasi ini didoktrin sebagai individu yang menjadikan dirinya sebagai pribadi-pribadi yang unggul dan bijaksana, sehingga mereka tak segan-segan menghadapi tantangan yang mungkin saja melampaui kemampuan batas fisik dan mentalnya. Organisasi yang memiliki asosiasi dan kelompok-kelompok di Amerika Serikat, Eropa, Australia, Selandia Baru, Kanada, Rusia, dan Islandia ini tak segan-segan mengorbankan nyawa manusia dengan dalih untuk menghilangkan karakter manusia yang lemah.

4. Thule Society
thule-socSebelum Nazi berkuasa, kelompok ini berpusat di Munich, Jerman, dan setelah organisasi yang dipimpin Hitler itu berkuasa, kelompok ini dimasukkan dalam organisasi bersebut. Thule berasal dari sebuah wilayah misterius di utara Yunani dimana di situ hidup makhluk yang disebut Hyperboreans dan dan dipercaya sebagai ras asli bangsa Arya. Organisasi ini dibentuk pada 17 Agustus 1918 oleh tiga orang, dimana dua di antaranya bernama Rudolf von Sebottendorff dan Lanz von Liebenfels. Organisasi ini dicurigai punya kaitan dengan Freemansonry dan Illuminati, karena tujuan organisasi ini juga untuk menciptakan Tatanan Dunia Baru. Mereka bahkan tak segan-segan membunuh dengan dalih untuk mengurangi populasi. Anggota organisasi ini bahkan mempraktekkan Seksual Black Magic dan Magic yang dicurigai bersumber dari Kaballah, ilmu sihir Yahudi kuno. Konon, masuknya organisasi ini ke Nazi lah yang membuat Hitler menjadi memiliki nafsu membunuh yang keji dan impoten. Ini terjadi serelah Hitler mengikuti ritual-ritual sesatnya itu.

5. Skull and Bones
skull-bonesOrganisasi ini didirikan pada tahun 1832 oleh mahasiswa Yale bernama William Huntington Russel, seorang pemuda dari keluarga kaya raya yang mendapatkan hartanya dari bisnis perdagangan opium. Pada awal tahun 1830, Russel pergi ke Jerman untuk belajar selama setahun. Di sana, ia bertemu dengan pemimpin sebuah perkumpulan rahasia dan segera menjalin persahabatan dengannya. Perkumpulan ini disebut memiliki keterkaitan dengan okultisme dan menggunakan kepala orang mati sebagai lambangnya.
Saat itu, di Amerika sedang beredar sentimen anti Freemasonry yang sangat kuat. Partai anti mason didirikan dan banyak politikus berkampanye untuk melarang aktifitas Freemasonry. Dampak dari kampanye ini kemudian mempengaruhi semua organisasi yang bersifat rahasia, termasuk perkumpulan-perkumpulan mahasiswa.
Ketika Russel kembali ke Yale, ia menemukan kalau sentimen inipun mempengaruhi perkumpulan-perkumpulan yang ada di situ, termasuk perkumpulan favoritnya, Phi Betta Kappa, yang mulai menanggalkan tradisi kerahasiaan mereka.
Melihat situasi ini, Russel menjadi sangat marah dan bertekad untuk membalas dendam. Lalu ia mengumpulkan para mahasiswa dari keluarga berpengaruh dan mengajak mereka untuk mendirikan sebuah perkumpulan rahasia yang diberi nama The Brotherhood of Death atau The Order of the Skull and Bones yang kemudian berubah menjadi Skull and Bones saja. Salah satu perkumpulan rahasia paling berpengaruh di Amerika ini memliki ritual yang mengerikan, karena setelah 15 anggota baru terpilih, mereka harus menjalani ritual wajib seperti berbaring di dalam peti mati, bergulat di lumpur, mencium tengkorak dan memberikan pengakuan mengenai sejarah kehidupan seksual mereka di hadapan anggota-anggota lain. Namun demikian, dari perkumpulan ini lahir tokoh-tokoh penting seperti Henry Luce sang pendiri majalah Time, dan Frederick Smith sang pendiri FedEx.

6. Order of The Assassins
OoAOoA1Nama organisasi ini berasal dari bahasa Arab Hashashin atau Hashashiyyin, dan didirikan oleh Hasan-i-Sabbah, seorang pengikut sekte Ismailiyah, sebuah sekte yang berkembang di kawasan Persia, khususnya Kairo, Suriah, dan sebagian kawasan Timur Tengah. Organisiasi ini merajalela selama hampir dua abad, tepatnya dari tahun 1090 hingga 1273. Korbannya adalah orang-orang ternama dan ditakuti oleh raja-raja, pangeran, para syekh, dan sultan. Organisasi ini bermarkas di Alamut (sekarang di sebelah barat Iran), dan memiliki anggota yang sangat loyal dan berani mati yang disebut Fidayeen. Organisasi ini dapat dianggap sebagai organisasi teroris pertama di dunia.
Sumber: sangpemburuberita

The Act of Settlement
http://www.royal.gov.uk/MonarchUK/HowtheMonarchyworks/TheActofSettlement.aspx
 
The Queen and the UK

The Act of Settlement of 1701 was designed to secure the Protestant succession to the throne, and to strengthen the guarantees for ensuring a parliamentary system of government.

The Act also strengthened the Bill of Rights (1689), which had previously established the order of succession for Mary II’s heirs.

Mary’s father, James II, had fled England in 1688 during events described as the ‘Glorious Revolution’. James’s Roman Catholic sympathies and belief in the divine right of the Crown, resulted in disgruntled parliamentarians offering the throne to his eldest Protestant daughter, Mary. She accepted it on condition that she could reign jointly with her Dutch husband, William of Orange, who became William III. 

From this time onwards the Bill of Rights proved to be of fundamental importance for the evolution of constitutional monarchy. The Act of Settlement reinforced the Bill of Rights, in that it strengthened the principle that government was undertaken by the Sovereign and his or her constitutional advisers (i.e. his or her Ministers), not by the Sovereign and any personal advisers whom he or she happened to choose.

Although the Bill of Rights had established the order of succession with the heirs of Mary II, Anne and William III, neither of James II’s daughters had surviving heirs casting uncertainty on the future of succession. Mary had died of smallpox in 1694, aged 32, and by 1700 William was dying. Anne's only surviving child (out of 17 children), the Duke of Gloucester, had died that same year at the age of 11. Without a confirmed heir the decision was made by parliament to ensure that succession of future sovereigns remained within the Protestant faith. 

According to the 1701 Act, succession to the throne went to Princess Sophia, Electress of Hanover (James I's granddaughter) and her Protestant heirs. However, Sophia died before Queen Anne, therefore the succession passed to her son, George, Elector of Hanover, who in 1714 became King George I. The act was later extended to Scotland as a result of the Treaty of Union enacted in the Acts of Union of 1707.
The Act also laid down the conditions under which alone the Crown could be held. No Roman Catholic, nor anyone married to a Roman Catholic, could hold the English Crown. The Sovereign now had to swear to maintain the Church of England (and after 1707, the Church of Scotland). 

Two examples of members of the current Royal family being removed from the line of succession are that of The Earl of St. Andrews and HRH Prince Michael of Kent, who both lost the right of succession to the throne through marriage to Roman Catholics. Any children of these marriages remain in the succession provided that they are in communion with the Church of England. 

In 2008 it was announced that Peter Philips, son of The Princess Royal, would marry Autumn Kelly. She had been baptised as a Catholic but had been accepted into the Church of England before her marriage. Therefore Peter Phillips retained his place in the line of succession. 

The Act of Settlement not only addressed the dynastic and religious aspects of succession, it also further restricted the powers and prerogatives of the Crown.

Under the Act, parliamentary consent had to be given for the Sovereign to engage in war or leave the country, and judges were to hold office on good conduct and not at Royal pleasure - thus establishing judicial independence. 
 
History and background
The Queen and the UK

The origins of constitutional monarchy in Britain go back a long way. Until the end of the seventeenth century, British monarchs were executive monarchs, which means that they had the right to make and pass legislation.

But even in early times there were occasions when the Sovereign had to act in accordance with the law and take into account the will of his people.

With the signing of the Magna Carta in 1215, for example, the leading noblemen of England succeeded in forcing King John to accept that they and other freemen had rights against the Crown.

In the seventeenth century, the Stuart kings propagated the theory of the divine right of kings, claiming that the Sovereign was subject only to God and not to the law.

Widespread unrest against their rule led to civil war in the second half of the seventeenth century. In 1688-9 Parliamentarians drew up a Bill of Rights, which established basic tenets such as the supremacy of Parliament.

The constitutional monarchy we know today really developed in the eighteenth and nineteenth centuries, as day-to-day power came to be exercised by Ministers in Cabinet, and by Parliaments elected by a steadily-widening electorate.

One of the most important writers on the subject of constitutional monarchy was a Victorian economist and writer called Walter Bagehot (1826-77).

His book, 'The English Constitution', first published in 1867, provided an analysis of the role of monarchy which remains relevant today. For example, Bagehot describes the way in which monarchy symbolises the unity of the national community.

He wrote: "The nation is divided into parties, but the crown is of no party. Its apparent separation from business is that which removes it both from enmities and from desecration, which preserves its mystery, which enables it to combine the affection of conflicting parties ...."

Bagehot also noticed the importance of the Royal Family. "A family on the throne is an interesting idea also. It brings down the pride of sovereignty to the level of petty life."

From the point of view of political power, according to Bagehot, the main influence of the Sovereign was during a political ministry, for the Sovereign had three rights: "the right to be consulted, the right to encourage, the right to warn". According to Bagehot, a Sovereign would, over the course of a long reign, accumulate far more knowledge and experience than any minister.

Bagehot's views of how monarchy works proved influential, and by the reign of King George V, the principle of constitutional monarchy was firmly established in Britain.

The Bill of Rights Act 1689 set out the foundations of constitutional monarchy. Rights obtained by Parliament included:
• Freedom from Royal interference with the law;
• Freedom from taxation by Royal prerogative;
• Freedom to petition the King;
• Freedom to elect members of Parliament without interference from the Sovereign.
 


Konspirasi Gerakan Penyembah Iblis

kabbalah--
Oleh : Faisal Rahman
http://www.akhirzaman.info/yahudi/kabballah/2096-konspirasi-gerakan-penyembah-iblis.html


Pengertian
Secara harafiah Kabbalah (Qabala) bermakna tradisi lisan. Kata Kabbalah diambil dari bahasa Ibrani: qibil yang bermakna menerima atau tradisi warisan.
Kabbalah atau Qibil dalam bahasa Ibrani awalnya adalah istilah yang netral, yang secara harfiah memiliki arti sebagai ‘lisan’. Namun belakangan, ketika kaum Yahudi menggunakan istilah ini untuk menyembunyikan dan memelihara kepercayaan mistis-esoteris kelompok mereka, maka istilah ini menjadi sangat politis. Encarta Encyclopedia (2005) menuliskan bahwa istilah Kabbalah berasal dari bahasa Ibrani yang memiliki pengertian luas sebagai ilmu kebatinan Yahudi atau Judaism dalam bentuk dan rupa yang amat beragam dan hanya dimengerti oleh sedikit orang.
EinSofKabbalah adalah kepercayaan Yahudi kuno yang amat rahasia. Kabbalah mempelajari arti tersembunyi dari Taurat dan naskah-naskah kuno Judaisme, walau demikian, diyakini bahwa Kabbalah sesungguhnya memiliki akar yang lebih panjang dan merujuk pada ilmu-ilmu sihir kuno di zaman Fir’aun yang biasa dikerjakan dan menjadi alat kekuasaan para pendeta tinggi di sekitar Fir’aun. Ajarannya berupa ilmu sihir dan ritual pemujaan Iblis yang telah dikembangkan sejak ribuan tahun. Menurut sejarah, Ordo Kabbalah telah berusia 4.000 tahun, sejak Nabi Ibrahim as meninggalkan Sumeria, akhirnya menyebar ke Mesir Kuno hingga Ke Palestina. Ordo Kabbalah dibentuk dan diberi nama Ordo Persaudaraan saat perpindahan Bani Israil ke Babilonia yakni pada era Dinasti Ur ke-3 (2112 -2004 SM ). Doktrin mistis Kabbalah merupakan induk dari segala ilmu sihir yang ada di dunia hingga hari ini. Sejatinya merupakan elemen eksternal yang menyusup ke dalam agama Yahudi.
Doktrin Pemahaman
Menurut ajaran Kabbalah proses penciptaan dimulai dengan munculnya benda-benda yang disebut Sefiroth yang artinya lingkaran-lingkaran atau orbit-orbit yang bersifat material maupun spiritual.  Benda tersebut berjumlah 32. Sepuluh yang pertama beremanasi dengan Tuhan yang gaib di kedalaman yang tak terbatas. Dogma Kabbalah ada relasinya dengan sistem kepercayaan astrologi kuno. Pada hakekatnya Kabbalah telah menyimpang jauh dari agama Yahudi. Ajaran tersebut menjadi doktrin mistis dari keimanan Yahudi yang melenceng dari Taurat.
Theodore Reinach seorang pakar sejarah Yahudi mendiskripsikan bahwa Kabbalah adalah racun teramat halus yang menyusup dan memenuhi nadi agama Yahudi. Doktrin tentang Tuhan mereka, bertentangan dengan fakta penciptaan dalam Taurat.
Penjelasan kaum Kabbalis tentang Tuhan direfleksikan sebagai bentuk tertinggi yang tak terlukiskan yang disebut En Sof. Adapun En Sof telah memanifestasikan dirinya kepada pengikutnya dalam sepuluh aspek (Sefiroth) realitas ilahiah. Kesepuluh aspek tersebut yakni: Kether Elyon : Mahkota tertinggi; Hokhmah : Kebijaksanaan; Binah : Akal; Hesed : Cinta atau pengampunan; Din : Kekuasaan; Rakhamim: Kasih Sayang; Netsakh : Keabadian; Hod : Kegungan; Yesod : Fondasi; Malkuth: Kerajaan (Sekhinah).
2417446708_573fb37f95Tuhan mereka adalah iblis (Lucifer), mereka meyakini bahwa Iblis adalah malaikat yang terbuang dari surga karena menolak perintah ALLAH untuk bersujud kepada Adam. Bagi mereka, penolakan iblis adalah bukti tingginya tingkat pemahaman "tauhid" iblis, namun selanjutnya mereka malah mensejajarkan iblis dengan Tuhan itu sendiri.
Kitab suci Kabbalah terbagi dalam dua buku: Sefer Yetzerah (Kitab Penciptaan) dan Sefer Zohar (Kitab Kemegahan). Zohar penuh dengan ayat-ayat rahasia. Ayat-ayat tersebut hanya bisa dipahami melalui kitab yetzerah. Di Eropa beberapa abad setelah Masehi muncul Sefer Bahir (Kitab Cahaya).
Kitab suci Kabbalah ditulis dalam bahasa Ibrani, selanjutnya diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Rujukan kaum Kabbalis tersebut berisi ajaran suci bagi kultus sesat dan penyembahan terhadap iblis. Teologi Kabbalah tersusun dari mitologi paganisme dan menjadi dasar dari kemerosotan agama Yahudi. Klaim Kabbalah bahwa manusia bertanggung jawab terhadap keberadaannya. Kaum Kabbalis menyebut iblis sebagai Lucifer (cahaya, pencerahan). Hal tersebut berkaitan dengan kepercayaan mereka yaitu kekuasaan yang berasal dari cahaya, api dan matahari yang merupakan perlambang iblis.
Di dalam struktur ajaran mereka terdapat hirarki kekuasaan: Sefrotim (penyinaran) diasosiasikan sebagai makhuk supra natural. Dalam bahasa Ibrani disebut : Shedim yang terdiri dari sejumlah roh. Shedim yang kawin dengan manusia disebut Mazzikim dan anak hasil perkawinannya disebut: Banim Shovanim (anak haram jadah).
Kabbalah merepresentasikan bahwa manusia menjadi suci setara dengan Tuhan, dalam istilah modern dikenal dengan faham HUMANISME.
Dalam bdang sosial, ajaran ini membalikan kepercayaan akan hari akhir sebagaimana yang difahami oleh agama-agama samawi, dimana dalam agama samawi dunia ini dianggap sebagai sarana menuju kehidupan yang kekal (akhirat).  Jadi dalam ajaran Kabbalah dunia ini dianggap sebagai alam nyata yang sesungguhnya, dimana kehidupan hanya terjadi sekali, sedangkan akhirat itu sendiri hanyalah halusinasi. Dari sinilah lahir faham kebebasan serta gaya hidup hedonis dan materialistis.
Membaca Simbol-simbol Kabbalah
Penganut Kabbalah selalu identik dengan simbol. Organ lelaki disimbolkan dengan Phallus (Lingga), perlambang kekuasaan regeneratif. Organ wanita dimanifestasikan oleh Yuna yang melambangkan kesuburan. Contoh pengaruh simbol Kabbalah dalam bangunan nampak pada bangunan istana kepresidenan Amerika Serikat yang melambangkan Yuna yang didepannya terdapat tugu yang melambangkan Phallus. Ini sama persis dengan istana kepresidenan Indonesia yang tepat didepannya terdapat bangunan Monas.
Lain halnya untuk menjelaskan struktur hirarki, mereka menggunakan segitiga dan piramida. Para elit Kabbalis berada pada puncak piramida yang menguasai massa yang menopang bangunan tersebut.
Metode Pencerahan
Metode pencerahan ala Kabbalah seperti layaknya metode psikoanalis masa kini dalam pencarian kebenaran sekuler, Teologi yang menyimpang ini membebaskan seseorang dari penjara duniawi membawa menuju ranah ilahiah, dengan cara inilah belenggu jiwa dibuka hingga ditemukan sumber kekuatan psikis yang mencerahkan serta mengobati penderitaan. Mistisisme Kabbalis menjustifikasi mampu menerobos ke dalam pikiran dibanding bentuk-bentuk agama yang ”rasional”. Klaim mereka “bahwa Tuhan kaum Kabbalis mampu menjawab kebutuhan, ketakutan dan kecemasan primitif”.
Contoh nyata adalah ketika masyarakat Barat menilai Tuhan dengan caranya yang kian sekuler. Menganggap bahwa hidup hanya sekali, setalah itu adalah halusinasi. Sesungguhnya seperti itulah gambaran tentang pencarian Tuhan oleh para selebritis dunia yang semakin kebablasan.
Trend Kabbalah di kalangan Selebritis
Di kalangan selebritis, Maddona dianggap sebagai "ratu" kabbalah, dia sendiri mengatakan "Saya ke gereja Anglikan, saya ke Sinagog, saya ikut serta dalam semua agama. Dalam tulang saya, saya adalah Katolik, karena demikianlah saya dibesarkan. Tapi seluruh hidup saya menyatu dengan Yahudisme (Kabbalah)".
Madonna_by_David_ShankboneGuy-RichieAshton-Kutcherdemi_moore
RihhanaChristina-AguilleraJenniferAnistonlindsay-lohan

Selain Maddona selebritis penganut "agama" ini adalah Guy Richie, Ashton Kutcher, Demi Moore, Rihhana, Christina Aguillera, Jennifer Aniston, Lindsay Lohan, dan masih banyak lagi. Mereka mencapai puncak kejayaannya dengan menjual diri kepada Iblis dengan menganut Kabbalah. Adapun Michael Jackson dan Britney Spears adalah mantan anggota persaudaraan mereka juga namun mereka telah keluar. Akibatnya karir mereka meredup, bahkan sebagian berakhir tragis.
Michael-Jacksonbritney_spears1

Selain selebritis banyak pemimpin-pemimpin dan tokoh-tokoh dunia yang menjadi penganut ajaran ini, dia bisa dari etnis dan ras apa saja agama apa saja, namun memiliki sesembahan dan tujuan yang sama. Motivasi mereka tentu meraih kejayaan dengan cara instan.

Meski begitu tidak semua politisi dan selebriti menganut faham ini, masih banyak selebriti-selebriti yang saleh yang berpegang teguh pada agamanya dan menjadi penentang ajaran Kabalah ini.
Struktural dan Gerakan
Rotary-club
Kabbalah terdiri dari 3 ordo, yaitu : Ordo Hijau, Ordo Kuning, serta Ordo Putih. Ketiga ordo ini adalah satu kesatuan, pembagian ordo bisa dikatakan merupakan hanya sekedar pembagian tugas, namun semua bermuara pada satu ajaran, yakni Kabbalah.
Ordo Hijau lebih menekankan pada aspek spiritualitas, atau lebih tepatnya penyembahan terhadap Iblis (Lucifer dalam bahasa Bibel). Dengan kata lain disinilah tempat berkumpulnya "ulama-ulama" Kabbalah.
Sementara Ordo Kuning lebih bergerak di bidang sosial dan ekonomi, seperti menanamkan pengaruh di masyarakat berupa pembentukan pola fikir, selera, dan gaya hidup melalui media massa dengan memanfaatkan isu globalisasi. Mereka bergerak melalui media-media televisi, film, lifesyle, dll. Oganisasi-organisasi yang teridentifikasi dengan Orde Kuning ini diantaranya adalah Lions Club dan Rotary Club.  Di bidang industri pefilman, para penganut Yahudi-Kabbalah ini menguasai lebih dari 70% rumah produksi di Hollywood, disamping itu mereka juga menguasai media-media massa, tenologi, keuangan dan perbankan serta bidang-bidang lainnya yang strategis.
Sedangkan Ordo putih nyaris tidak teridentifikasi. Hal ini disebabkan gerakannya sangat rahasia, dan mereka berkonsentrasi pada misi politik. Ajaran Kabbalah dirumuskan untuk menentukan jalannya peradaban manusia dengan membentuk satu pemerintahan dunia (E Pluribus Unum) atau “Tata Dunia Baru" (Novus Ordo Seclorum - The New World Order) di bawah kendali Yahudi. Namun sesungguhnya Penciptaan Tata Dunia Baru yang menjadi cita-cita mereka tidak lain adalah keinginan untuk menguasai dunia.
lions-clubBagi anda yang memegang uang US Dollar tentu tidak asing dengan kata "Novus Ordo Seclorum" atau The New World Order atau Tata Dunia Baru sebagaimana kalimat-kalimat itu sering didengungkan oleh Presiden Amerika Serikat dan negara-negara Barat.
Inilah gerkan politik Kabbalah Ordo Hijau yang diwakili oleh gerakan "tangan terselubung" berupa organisasi-organisasi bawah tanah semacam Illuminati dan Freemasonry yang bermuara pada gerakan Zionisme. Gerakan ini yang menyebarkan faham Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme. Bahkan gerakan ini pula yang dituding mendalangi lebih dari 50% pertumpahan darah yang terjadi dalam sejarah peradaban manusia.
Pembahasan mengenai organisasi-organisasi tersebut akan dibahas pada bagian-bagian selanjutnya.


benyamin-disraeliPada akhirnya kita perlu mencermati kembali perkataan Benjamin Disraeli (Seorang Yahudi Kabbalah anggota Freemasonry) dalam bukunya "Conningsby (1884), bahwa "Dunia sekrang diperintah oleh orang-orang dengan cara yang berbeda dari apa yang ada dalam benak mereka (non-Yahudi-Kabbalah) yang tidak mengerti sesungguhnya apa yang terjadi. Penguasa sebenarnya bukanlah raja atau presiden, penguasa itu adalah "tangan-tangan terselubung".
Siapakah tangan-tangan terselubung itu? Mungkinkah dia Dajjal La'natullah atau Anti-Christ menurut bahasa Bibel?
Pola Gerakan
-Menggunakan suap (termasuk bea-siswa), wanita (sex), dan prospek karier dalam rangka menggaet tokoh-tokoh yang (potensial) menduduki posisi tinggi di bidang akademik, politik, ekonomi, sosial, militer, dan lain-lain. Sasarannya adalah mereka yang, berambisi, yang terpinggirkan, dan atau, yang tengah terbenam dalam pusaran masalah pribadi, dan sebagainya.

-Freemasonry bekerja dengan memusatkan pada penguasaan media massa. Jaringan kerja ini berada di bawah pengawasan dan kendali jaringan media massa internasional yang dikuasai pemodal Yahudi, seperti Viacom, Turner, Murdoch, dan lain-lain. Media-massa yang dikendalikan oleh “Freemasonry” bekerja dengan pola penyajian berita yang secara sengaja “memelintir” berita, memanipulasi fakta, berita bohong, dan menggunakan metode publikasi repetitif secara terus-menerus untuk membangun opini publik yang dikehendaki tentang sesuatu topik. Tidak hanya itu, media film juga merupakan alat doktrin mereka. Faktanya mereka menguasai lebih dari 70% rumah-rumah produksi di Hollywood.
Berkaitan adanya hubungan antara Zionis-Freemason-Illuminati dengan Hollywood silahkan buka di (http://www.tcssite.com/video/PBKDZhu-EZw/watch.html)
dollar_bill_both_sides

Misi dan Agenda
Freemasonry dan Illuminati ditengarai sebagai dalang dari setidaknya 50% pertumpahan darah dan peristiwa besar dalam sejarah manusia sejak abad pertengahan. Mulai dari Perang Salib, Revolusi Perancis, Revolusi Industri di Inggris, Perang Dunia I, Perang Dunia II, Holocaust, krisis ekonomi dunia, peristiwa WTC, terorisme dan bahkan berdasarkan dokumen-dokumen dan teks-teks yang valid gerakan mereka memiliki agenda untuk menceburkan negara-negara kedalam Perang Dunia III.
Perang Dunia sangat penting bagi mereka dalam rangka menciptakan "Tata Dunia Baru" atau "Novus Ordo Seculum" atau "Order of The New World". Dengan harapan bahwa katika dan setelah perang akan semakin banyak negara-negara yang membutuhkan dana, maka pada saat itulah mereka memainkan pengaruhnya. Belajar dari Perang Dunia I dan II, para pemilik modal Yahudi akan memberikan pinjaman dengan syarat yang mengikat. Mereka akan memberikan modal untuk membangun persenjataan kedua belah pihak agar keduanya saling menghancurkan, dan setelah negara-negara hancur akibat perang maka negara-negara akan semakin memiliki ketergantungan kepada para pemilik modal Yahudi.
Memang sulit dipercaya, namun itulah yang telah terjadi dan tengah berlangsung SAAT INI. Setelah mengkonsolidasikan cengkeraman atas keuangan sebagian besar dari negara – negara Eropa pada pertengahan kedua abad-19, para bankir Yahudi mulai bekerja memperluas lingkungan pengaruhnya ke ujung-ujung dunia dalam rangka persiapan mereka melakukan serangan terhadap Amerika Serikat.  Pada dasawarsa pertama abad ke-20 agenda mereka kian nyata dalam rangka mencapai tujuan untuk mendominasi dunia. Mereka merekayasa serangkaian perang dunia dengan tujuan untuk mengikis dunia lama untuk membangun suatu “Tata Dunia Baru”.
albert_pikeRencana ini digariskan oleh Albert Pike dengan sangat rinci. Ia sendiri tidak lain adalah ‘The Souvereign Grand Commander of the Ancient and Accepted Scottish Rite of Freemasonry’,  tokoh puncak “Freemasonry” di Amerika Serikat. Dalam salah satu suratnya kepada Giuiseppe Mazzini pada tanggal 15 Agustus 1871, Albert Pike menguraikan rancangan kelompok “Freemasonry” yang kedengarannya nyaris tidak masuk akal.
Dalam surat yang ditulis pada penghujung abad ke-19 itu, Pike menyatakan Perang Dunia I yang “diagendakan” pada awal abad ke-20 dirancang untuk menghancurkan Czaris Rusia – dan menempatkan negeri yang luas itu ke bawah kekuasaan para agen “Freemasonry”, Rusia yang baru itu akan dijadikan “momok” untuk mencapai tujuan-tujuan “Freemasonry” ke seluruh penjuru dunia.
Perang Dunia II, dirancang untuk dapat terjadi pada pertengahan abad ke-20 melalui manipulasi terhadap perbedaan yang ada antara kaum nasionalis Jerman dan politisi Zionis. Hal ini diharapkan akan menghasilkan perluasan pengaruh Rusia non-Czaris dan berdirinya Negara Israel di Palestina.
Perang Dunia III, direncanakan akan dilaksanakan pada awal abad ke-21 yang bersumber dari berbagai bentuk perbedaan yang menghasilkan kekacauan dan konflik oleh agen-agen “Freemasonry”, antara kaum Zionis dengan bangsa-bangsa Arab, Konflik itu dircncanakan akan meluas ke seluruh dunia.
Masih menurut surat Albert Pike yang bertanggal 15 Agustus 1871 itu, “Freemasonry” merancang melepaskan “kaum Nihilis dan Atheis untuk memprovokasi suatu pergolakan sosial yang dahsyat, dimana dengan segala kengeriannya akan diperlihatkan dengan sangat jelas kepada seluruh dunia pengaruh dari Atheisme mutlak, kebuasan, yang akan menghasilkan pergolakan yang bergelimang darah”.
Mazzini“Kemudian dimana-mana, rakyat akan berhadapan dengan kelompok yang berniat untuk menghancurkan peradaban, dan mereka dipaksa untuk, mempertahankan diri menghadapi kelompok minoritas revolusioner. Sementara itu banyak orang yang merasa tertipu dengan agama Kristen. Sejak itu ummat manusia kehilangan arah, dan dengan semangat kehendak untuk berketuhanan, mereka mengidamkan sebuah idealisme, tetapi tidak tahu kemana memberikan kepasrahan mereka; akhirnya mereka akan menerima cahaya sejati (Illuminati) melalui manifestasi universal doktrin Lucifer yang sejati, yang akhirnya dimunculkan secara terbuka, suatu manifestasi yang akan menghasilkan gerakan reaksioner, yang akan disusul oleh kehancuran agama Kristen dan Atheisme, keduanya dikalahkan dan dimusnahkan pada masa yang bersamaan”.
Pada saat Albert Pike menuliskan suratnya di akhir abad ke-19 itu ada lima ideologi yang berbeda satu dengan lainnya di panggung dunia yang saling bertentangan dan tengah berjuang untuk memperebutkan “Liebensraum” masing-masing. Kelima ideologi itu adalah :

1. Ideologi para bankir Yahudi yang berhimpun di dalam organisasi rahasia “Freemasonry”, mereka terdiri dari penguasa keuangan dunia.
2. Ideologi “Pan Slavik” Rusia yang aselinya digagas oleh raja William yang Agung.  Ideologi ‘Pan-Slavik’ menuntut dihapuskannya Austria dan Jerman, kemudian harus disusul dengan penaklukan Persia dan India, yang melahirkan perang antara lnggris dengan Rusia dalam ‘the Great Game’ pada tahun 1848.
3. Ideologi “Asia Timur Raya” digagaskan oleh Jepang. Ideologi ini menyerukan adanya konfederasi bangsa-bangsa Asia Timur (’Dai Toa no Senso’), yang dipimpin oleh Jepang, sebagai “Saudara Tua Asia”.
4. Ideologi “Pan Jermania” yang mencita-citakan penguasaan politik Jerman atas benua Eropa, bebas dari supremasi Inggris di lautan, dan mengadopsi kebijakan pasar-bebas bagi seluruh dunia.
5. Ideologi “Pan Amerika”, atau “Amerika untuk bangsa-bangsa Amerika”. Ideologi ini menyerukan “perdagangan dan persahabatan dengan semua, tanpa persekutuan”. Ideologi ini menegaskan ulang Doktrin Monroe pada tahun 1834.

Yang terlewatkan oleh Albert Pike adalah ideologi “Pan Islamisme” yang ada pada masa yang sama, yang bertujuan untuk menghimpun negara-negara Islam di dunia, yang dikumandangkan oleh Sheikh Jalaludin aI-Afghani. Entah disengaja atau tidak, mungkin saja ini suatu isyarat bahwa memang untuk menghadapi diperlukan Khilafah Islamiyah sebagai benteng pertahanan terakhir umat beragama, khususnya umat Islam.
Jika rencana para bankir Yahudi, atau “Freemasonry” itu berhasil, maka Rusia, Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat, pada akhirnya akan berada di bawah kekuasaan “Freemasonry” (kecuali Khilafah Islamiyah), yang sudah lama merencanakan untuk menaklukkan dunia.

Sebagai Qabalis sejati Albert Pike menyebutnya rencana itu merupakan suatu karya besar Lucifer yang tidak perlu peduli untuk mengorbankan nyawa beratus juta ummat manusia dan menimbulkan kerugian bermilyar-milyar dolar dalam pelaksanaannya. Beberapa di antara agenda “Freemasonry” itu, seperti Perang Dunia I dan Perang Dunia II telah terjadi. Kalau rancangan itu benar, maka Perang Dunia III, menurut Albert Pike akan terjadi pada awal abad ke21, dan akan berawal karena masalah Israel dengan Palestina.
Sasaran pertama “Freemasonry” ialah membangun “Satu Pemerintahan Dunia” (”E Pluribus Unum”), dan “Tata Dunia Baru” (“Novus Ordo Seclorum”), dengan cara menyusupi negara-negara super power. Dimulai mereka dengan menguasai Inggris. Kemudian menguasai Amerika Serikat dan dengan itu membangun peradaban Barat-Zionis yang mereka yakini akan mampu mempersatukan ummat manusia, di bawah satu sistem moneter yang berada di dalam kendali mereka. Thesis Samuel Huntington tentang ‘the Clash of Civilization’ – perbenturan peradaban Barat dengan peradaban Islam dan Cina -, yang akan menghasilkan keluarnya Barat sebagai pemenang, sangat besar kemungkinannya diilhami oleh gagasan kaum Qabalis membangun ‘Novus Ordo Seclorum’ di atas.
Rencana yang dirancang oleh “Freemasonry” untuk mencapai tujuan penaklukan dunia oleh kaum Qabalis bukan sekedar khayalan. Sejarah membuktikan agenda kaum Yahudi itu ternyata telah berhasil terwujud.  Sepanjang garis rencana pencapaian tujuan akhir mereka, agenda itu diteruskan oleh para bankir Yahudi dan kawan-kawan mereka di seluruh dunia dengan cara menghimpun kekayaan di bidang usaha perbankan dan investasi, real estate, dan industri. Sebagaimana akan terlihat pada implementasinya, rencana itu telah dilaksanakan sedemikian mulusnya sampai-sampai hal itu mendapatkan tepuk-tangan justru dari kalangan yang akan mereka hancurkan.
Untuk itu kaum Qabalis-Freemasonry mengatakan, ada tiga jenis manusia di dunia, yaitu :
  1. Mereka yang menjadikan sesuatu itu terjadi.
  2. Mereka yang mengamati hal itu terjadi, dan
  3. Mereka yang terheran-heran tentang apa yang terjadi.
Mereka yang menjadikan sesuatu itu terjadi, yang dimaksud disini adalah mereka yang bergerak dalam gerakan terselubung, yang memerintah dunia di balik layar, merekalah kaum Kabbalis, Zionis, Freemason, Illuminati, dan organisasi-organisasi sejenis.
Mereka yang mengamati hal itu terjadi, yaitu mereka yang memperhatikan, meneliti gerak-gerik mereka, memberi peringatan kepada orang-orang akan bahaya gerakan-gerakan tersebut.

Mereka yang terheran-heran tentang apa yang terjadi (kelak), yaitu mereka yang bersikap masa bodoh, acuh tak acuh terhadap peristiwa yang terjadi, ini karena mereka sudah termakan umpan propaganda kaum Kabbalis, mereka melihat dan mendengar apa yang terjadi, tetapi mereka tidak memikirnya, karena cinta dunia.
Lalu, dimanakah posisi kita?
Wallahualam...
Referensi:
  1. -William G Carr. (1991). "Yahudi menggenggam Dunia". Jakarta : Al-Kautsar.
  2. -Herry Nurdi dalam "Gerakan Theosofy di indonesia"
  3. -The Diary of Dajjal
  4. -Artikel2 Ridwan Saidi mengenai Yahudi di indonesia
  5. -Kajian zionisme Indonesia (KAZI) : Diskusi dua mingguan majalah Sabili
Sumber: masyumicentre

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar