Minggu, 22 September 2013

..POLISI -POLRI DAN AROGANSI-KESOMBONGAN-TINGGI HATI-DICONTOHKAN OLEH PETINGGI YANG UGAL-UGALAN..??>> BENARKAH POLRI KITA PROFESIONAL..-TERDIDIK-DISIPLIN-DAN SANGAT MENGHORMATI HUKUM...??>> ATAWKAH .. MALAHAN POLRI SERINGKALI MENAWARKAN DIRI... UNTUK ... DIGUNAKAN OLEH PIHAK2 YANG BISA MEMBAYARNYA..DENGAN KESEPAKATAN2 TERTENTU..??>> LALU TERJADILAH PENYELEWENGAN HUKUM..??>> SEKEDAR CONTOH..KONON ADA KISAH KONGKRIT..SEPERTI BERITA ..DIBAWAH INI..??>> APALAGI KALAW SASARANNYA SUDAH DENGAN KONOTASI TERORIS.. MAKA..TAK AYAL TEMBAK DITEMPAT DAN TANPA PROSES HUKUM PUN TERJADI SETIAP SAAT .... DENSUS..DAN APA SAJA YANG MENAMAKAN DIRINYA PETUGAS KEMAAMAN..ATAU MENYEBUT DIRINYA PETUGAS NEGARA...??>> MAKA HAK2 KEMANUSIAAN DAN WNI SIPIL SANGATLAH DIABAIKAN DAN TAK BERARTI APAPUN DIMATA PARA PEMEGANG SENJATA..DAN KEKUASAAN HUKUM..ITU..??>> POLRI...POLRI...??? >> SAYANGNYA... MASIH ADA SAJA YANG SELALU MENUTUPINYA.. DENGAN BERBAGAI DALIH...DAN KEDUSTAAN... MAKLUM SEMUA ITU...ADA KEPENTINGAN TERSELUBUNG..DAN KONON... SELALU BERUJUNG DENGAN DUIT ..ATAU BAYARAN..ATAW BUDGET...DAN DANA2...YANG TERSEDIA..??>> ENTAHLAH... FAKTA2 SERING KALI TIDAK BISA DISEBUT OKNUM.. ATAU KEBETULAN... KARENA INI SUDAH MENDARAH DAGING..DI TUBUH INSTITUSI...YANG KONON HARUSNYA...MEMANG TERHORMAT...??>> SAYANG..SEKALI LAGI... SAYANG... KENAPA... POLRI..TELAH DIRUSAK OLEH MEREKA YANG JUGA MENYEBUT DIRINYA POLRI...DAN JUGA KONON... MALAHAN...DIIDENTIFIKASI... SEBAGAI... TOKOH POLRI..??>> SAATNYA PEMERINTAHAN INI DIPIMPIN OLEH ORANG2 YANG BENAR-JUJUR-OPEN MIND-DAN BERAKAL SEHAT...SERTA BERFIHAK KEPADA KEBENARAN... DAN BUKAN UNTUK PENCITRAAN DAN MENCARI DALIH PEMBENARAN2...ATAS KEJAHATAN2 YANG MEMANG SEPERTINYA SUDAH MENJADI KELAZIMAN TERSELUBUNG DALAM INSTITUSI INI...??? >>> ....... Arogansi Polri Menurut Ajun Kombes Hindarsono, Kasub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, mereka tak pernah mendapat laporan insiden tersebut. Menurut Polisi, Camry dengan Plat nomor B 1525 BAA pemiliknya adalah Paulo Pereira, bukan milik Petinggi Polri. Camry tersebut berwarna hitam tahun 2010. Selain Hindarso, Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny F. Sompie juga ngeles dengan mempertanyakan apa benar ada kejadian seperti itu. Jangan hanya berdasarkan pemberitaan saja, katanya ketus. Lagi-lagi banyak alasan dan bertele-tele. Kasus macam begini ini bukanlah kasus yang biasa, akan tetapi ini kasus serius karena adanya pelanggaran dari pihak Polri terkait dengan perlindungan terhadap Simbol Negara sebagaimana yang telah diatur oleh Undang-Undang tentang Perlakukan dan Pengawalan terhadap Mantan Presiden....>>>

Lantaran Mobilnya Disalip Mobil Timur Pradopo di Tol Cikampek, Habibie Ngadu ke SBY

HL | 22 September 2013 | 16:55 

http://regional.kompasiana.com/2013/09/22/lantaran-mobilnya-disalip-mobil-timur-pradopo-di-tol-cikampek-habibie-ngadu-ke-sby-592128.html
  


137985639790239743
Ilustrasi/Admin (Kompas.com)

Sebuah mobil Camry dengan Plat Nomor B 1525 BAA melesat cepat melaju kencang
 di jalan Tol Cikampek. Kondisi jalan Tol dalam kondisi normal, tak ada kemacetan
 yang berarti. Lampu-lampu Tol baru saja dinyalakan, berpendaran sepanjang ruas 
Tol Cikampek. Mobil sedan Camry itu meliuk-liuk dan zig-zag ugal-ugalan dijalanan.

Tanpa disadari oleh pengemudi Camry itu, ada iring-iringan kendaraan mantan 
Presiden RI, BJ Habibie, yang mereka salip dengan cepat. Kendaraan Habibie 
dikawal dua unit Toyota Innova. Satu di depan dan satu dibelakang Sedan Mercedez 
Benz dengan Nopol B 1205 RA yang ditumpangi Habibie.

Habibie saat itu dalam perjalanan pulang dari Bandung setelah selesai menghadiri 
pernikahan putra koleganya. Ketika iring-iringan hampir mendekati gerbang tol Beka
Habibie dengan meliuk-liuk ke kiri dan ke kanan didepan rombongan iring-iringan 
kendaraan Habibie.

Melihat gelagat yang tak baik dan membahayakan keselamatan mantan Presiden itu, 
para Pengawal pun mengejar Camry itu. Aksi kejar-kejaran berhasil, dan para 
Pengawal Habibie segera menghentikan sedan Camry itu. Sang pengawal turun 
dari mobilnya dan mendorong keras pengemudinya. Dengan membentak, 
sang pengawal menjelaskan bahwa kendaraan yang mereka salip dan zig-zag 
didepan iring-iringan itu adalah iring-iringan mantan Presiden Habibie.

Ternyata didalam sedan Camry itu ada tiga orang pejabat tinggi Polri. Salah satunya 
dikenali sebagai Timur Pradopo yang saat itu berpakaian sipil. Mereka adu mulut 
dan bersikukuh bahwa apa yang baru saja mereka lakukan itu benar.

Kejadian itu terjadi pada tanggal 18 Agustus 2013 lalu pada pukul 18.15 WIB di 
Tol Cikampek Km. 12. Peristiwa ini lalu selesai, ditutup, dan disembunyikan 
agar lolos dari perhatian Media Massa. Namun entah bagaimana, kabar ini 
justru bocor ke Wartawan, apalagi setelah Habibie mengadu ke SBY terkait insiden
 yang tak lucu ini.

Arogansi Polri
Menurut Ajun Kombes Hindarsono, Kasub 
Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu 
Lintas Polda Metro Jaya, mereka tak pernah 
mendapat laporan insiden tersebut. Menurut Polisi, 
Camry dengan Plat nomor B 1525 BAA pemiliknya 
adalah Paulo Pereira, bukan milik Petinggi Polri. 
Camry tersebut berwarna hitam tahun 2010.

Selain Hindarso, Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny F. Sompie juga ngeles dengan mempertanyakan apa benar ada kejadian seperti itu. Jangan hanya berdasarkan pemberitaan saja, katanya ketus.

Lagi-lagi banyak alasan dan bertele-tele. Kasus macam begini ini bukanlah kasus yang biasa, akan tetapi ini kasus serius karena adanya pelanggaran dari pihak Polri terkait dengan perlindungan terhadap Simbol Negara sebagaimana yang telah diatur oleh Undang-Undang tentang Perlakukan dan Pengawalan terhadap Mantan Presiden.

Seperti biasa manakala ada kejadian yang mencoreng citra Institusi Polri, jawaban yang diterima selalu tak memuaskan. Dibuat abu-abu dan ngambang, lalu seiring dengan berjalannya waktu, kasus itu hilang lenyap ditiup angin malam yang mencekam.

Inilah bentuk arogansi Polri. Jika simbol negara mantan Presiden saja tak dihargai, apa lagi rakyat jelata di negeri ini?

Analisa Masalah
Giat Pengawalan Kepolisian selama ini juga sering dilakukan kepada pihak Swasta. Biasanya beberapa perusahaan yang menjemput Direkturnya di Bandara, atau ada pertemuan bisnis penting, mereka memakai jasa pengawalan yang diminta ke pihak Kepolisian, tentunya dengan bayaran sejumlah uang yang disepakati sebagai biaya pengganti dana operasional.

Di perusahaan aku dulu, perusahaan Jepang, ketika ada Presdir atau tamu penting dari kantor pusat di Jepang, bagian General Affair (GA) perusahaan aku sudah biasa langganan jasa pengawalan Polisi ini untuk mempercepat waktu kedatangan tamu-tamu terhormat itu ke kantor.

Kalau anda sudah biasa berlibur akhir pekan di puncak, coba anda perhatikan dengan teliti dan seksama, selalu ada kendaraan pengawalan polisi yang mengawal orang-orang kaya yang akan menghabiskan waktu weekend di puncak agar tak terjebak kemacetan. Ini bukan hal yang baru, tapi ini sudah lazim dan seringkali terjadi.

Mengenai insiden Habibie ini, mungkin saja pada saat itu para petinggi Polri berpikir bahwa mobil sedan Mercedez Benz itu warga kaya biasa yang minta pengawalan Polisi, sehingga mereka pun menyalip dan zig-zag dijalanan. Toh, kalau dikejar tinggal bentak saja, maka Polisi pengawal dengan sigap akan berkata, “Siap ndan, 86!”

Namun justru sial bagi mereka, karena iring-iringan itu adalah iring-iringan rombongan kendaraan Habibie, mantan Presiden RI yang harus dilindungi keselamatannya sebagaimana telah diatur oleh Undang-Undang yang mengikat.

Dan juga meskipun para Petinggi Polri itu tahu bahwa iring-iringan itu adalah iring-iringan kendaraan Habibie, mungkin bagi mereka Habibie hanyalah mantan Presiden, untuk apa diistimewakan. Presiden SBY yang masih aktif saja instruksinya banyak kok yang tak dikerjakan oleh Polri.

Andai saja terjadi adu bagong alias terjadinya tabrakan antara mobil Camry itu dan mobilnya Habibie di jalan Tol sehingga timbulnya korban jiwa, sudah barang tentu satu lagi kejadian konyol yang akan bikin malu bangsa ini dimata dunia.

Tautan Rujukan:
http://www.inilah.com/read/detail/2031147/kapolri-perintahkan-salip-rombongan-mobil-habibie

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar