Rabu, 04 September 2013

..... Nama SBY muncul dari mulut putra Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminudin, Ridwan Hakim saat bersaksi di Pengadilan Tipikor yang mengatakan bahwa ada seseorang bernama Sengman yang merupakan utusan SBY menerima uang sebesar Rp40 miliar. "Itu fakta persidangan karena itu diungkapnya oleh salah satu saksi yang disumpah. Enggak ada kaitan dengan PKS," kata juru bicara PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi Okezone di Jakarta, Selasa (3/9/2013) malam....>>> Mardani, penyebutan nama SBY dalam persidangan itu murni kesaksian Ridwan Hakim, dan tidak ada kaitan sama sekali dengan PKS. Dia juga membantah jika dikatakan pihaknya melakukan skenario dalam kesaksian itu...>>>...Bunda Putri alias Non Saputri...??? ...pembantu rumah tangganya, Jhony. Meski mengatakan sebagai pebisnis handal, namun dia mengaku tidak mengetahui apa saja aktivitas majikannya itu. Pasalnya, dia baru satu tahun bekerja di rumah mewah tersebut. "Ya kalau sejauh itu saya kurang tahu, dia berbisnis apa aja, yang jelas dia bekerja," kata Jhony kepada wartawan, di Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2013) Saat ditanya keberadaan majikannya, Jhony menuturkan Bunda Putri bersama keluarga sedang berada di luar kota, sejak dua hari lalu...>>

"Bunda Putri Itu Pebisnis Handal"


"Bunda Putri Itu Pebisnis Handal"

JAKARTA - http://berita.plasa.msn.com/nasional/okezone/bunda-putri-itu-pebisnis-handal

Bunda Putri alias Non Saputri merupakan nama baru yang disebut-sebut dalam sidang lanjutan terdakwa kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pengurusan penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian, dikenal sebagai perempuan yang pandai berbisnis.

Hal tersebut disampaikan pembantu rumah tangganya, Jhony. Meski mengatakan sebagai pebisnis handal, namun dia mengaku tidak mengetahui apa saja aktivitas majikannya itu. Pasalnya, dia baru satu tahun bekerja di rumah mewah tersebut.

"Ya kalau sejauh itu saya kurang tahu, dia berbisnis apa aja, yang jelas dia bekerja," kata Jhony kepada wartawan, di Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2013)
Saat ditanya keberadaan majikannya, Jhony menuturkan Bunda Putri bersama keluarga sedang berada di luar kota, sejak dua hari lalu.

"Ibu Non Saputri sedang keluar kota bersama keluarga, tapi kurang tahu keluar kota ngapain," tuturnya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui nama majikannya disebut-sebut dalam persidangan lanjutan kasus korupsi dan TPPU. "Saya enggak tahu , kalau ibu disebut-sebut dalam persidangan," urainya.

Pria itu mengatakan tidak pernah melihat rekan bisnis mengunjungi rumah yang berada di kawasan elite tersebut.

"Aduh, saya kurang tahu, dan engggak pernah lihat," tambahnya.

Berdasarkan pantauan Okezone, di dalam rumah yang luasnya kurang lebih 800 meter persegi terpakir tiga mobil mewah, Innova bernopol F 1105 GB, sedan Mercy warna hijau lumut dan Honda CRV.

Sengman Penyuplai Logistik Pilpres SBY
Senin, 2 September 2013 - 10:51 wib

Misbahol Munir - Okezone
http://berita.jawanews.com/id/read/2013/09/03/339/860316/pks-tegaskan-penyebutan-nama-sby-adalah-fakta-persidangan
detail 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok. Okezone) enlarge this image
JAKARTA

Tak hanya elite PKS, kasus suap impor daging sapi terus menyeret tokoh-tokoh penting di republik ini. Sebelumnya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang sekaligus Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian) Hatta Rajasa juga dituding ikut menikmati suap kuota impor daging.  
 
Tak berhenti disitu, putra Ketua Majelis Syuro PKS, Ridwan Hakim juga menyebutkan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga menerima upeti dari kuota impor daging. Upeti sebesar Rp40 miliar tersebut menurut Ridwan diserahkan melalui Sengman. Meski semua dibantah pihak istana.
 
Lantas siapakan Sengman? Menurut informasi yang dihimpun Okezone, sosok Sengman merupakan seorang pengusaha besar di Palembang. Selain bergerak dibidang properti, seperti hotel, mal Sengman juga diketahui sebagai pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH).
 
"Sengman (nama yang di sebut Ridwan anaknya Hilmi dalam kasus impor daging sapi) seorang pengusaha besar di Palembang pemegang HPH, hotel, mal, dan lain-lain," kata dia baru-baru ini.
 
Menurutnya, kedekatan Sengman dengan SBY sudah dijalin sejak lama ketika SBY menjabat sebagai Panglima Komandan (Pangdam) Srijiwaya. "Sengman sahabat SBY waktu Pangdam Sriwijaya," katanya.
 
Bahkan, kata dia, Sengman sebagai pemasok logistik saat SBY maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2004. Tak hanya logistik, hotel Princes Palembang milik Sengman juga menjadi markas tim pemenangan SBY.
 
"Logistik Pilpres SBY pada tahun 2004. Hotel milik Sengman Princes Palembang adalah markas Tim Sukses SBY di Pilpres 2004 dan Sengman adalah pengusaha yang mensuplay Logistik SBY pada Pilpres," imbuhnya.
 
"Sengman selalu tandem dengan Sarjan Tahir, mantan Sekretaris Dewan Pembina PD era SBY Ketua Dewan Pembina 2004-2011," pungkasnya.
(hol)

Berita Terkait: Suap Impor Daging

PKS Tegaskan Penyebutan Nama SBY adalah Fakta Persidangan

Rabu, 4 September 2013 - 07:03 wib

Tegar Arief Fadly - Okezone

detail 

Ilustrasi (Okezone) enlarge this image
JAKARTA

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah tudingan Partai Demokrat bahwa penyebutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus suap impor daging sapi adalah upaya untuk mengalihkan fokus isu dalam kasus tersebut.

Nama SBY muncul dari mulut putra Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminudin, Ridwan Hakim saat bersaksi di Pengadilan Tipikor yang mengatakan bahwa ada seseorang bernama Sengman yang merupakan utusan SBY menerima uang sebesar Rp40 miliar.

"Itu fakta persidangan karena itu diungkapnya oleh salah satu saksi yang disumpah. Enggak ada kaitan dengan PKS," kata juru bicara PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi Okezone di Jakarta, Selasa (3/9/2013) malam.

Menurut Mardani, penyebutan nama SBY dalam persidangan itu murni kesaksian Ridwan Hakim, dan tidak ada kaitan sama sekali dengan PKS. Dia juga membantah jika dikatakan pihaknya melakukan skenario dalam kesaksian itu.

Namun Anggota Komisi I DPR ini mengingatkan, bahwa hendaknya pihak penegak hukum menmcermati dan menelusuri kebenaran hal itu. "Itu murni kesaksian Ridwan Hakim. Monggo dibuktikan, monggo dipastikan bahwa fakta ini kebenaranya. Jangan sampai fakta-fakta ini hilang begitu saja," tutupnya. (put)

Berita Terkait: Suap Impor Daging

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar