Jumat, 06 Mei 2011

Wasekjen PKS, Mahfudz Siddiq mempertanyakan motif dari pihak-pihak yang mengaitkan partainya dengan Negar Islam Indonesia (NII). Dia curiga isu NII digunakan untuk menyudutkan partainya.>>>"Kalau ada yang mau mengkait-kaitkan PKS dengan NII, saya mempertanyakan, apa maksud mereka itu?" tanya Mahfudz kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/5/2011).>>>"Memang benar saya mendampingi Ketum Partai Demokrat, Mas Anas Urbaningrum dari DPP PD yang mengagendakan kunjungan ke Al Zaytun beberapa waktu lalu. Namun selain Al Zaytun, agenda kunjungan DPP PD pada saat itu juga mengunjungi sejumlah ponpes lain di wilayah Jawa Barat dalam kerangka membangun bangsa," ujar Ibas lewat rilis yang diterima www.today.co.id, Rabu (4/5/2011)>>>"Kelompok ini kan mereka harus terbuka, tidak bisa di bawah tanah. Demokrasi membebaskan semua kelompok," terang pria alumnus Universitas Al Azhar Kairo ini. Zuhairi lebih lanjut mencontohkan kelompok seperti NII KW 9 yang berubah menjadi parpol yang berada di Turki. Menurutnya, kelompok tersebut setelah menjadi partai langsung membuka diri dengan lingkungan luar. "Kita perlu belajar dari IKIPI di Turki. Sebelum jadi paprol seperti ikhwanul muslimin, tapi setelah masuk bermetamorfosa politik," kata pria yang juga mengamati dunia Timur Tengah ini.>>> Inilah gaya permainan politik Liberal Bar-bar di RI sekarang... Siapapun sah2 saja memojokan atau secara tendensius ....untuk membantai satu dengan lainnya diamana ada peluang untuk itu...>>> Apakah ini memang ...benar2 tidak lagi ada etika berpolotik ataukah itulah sebenarnya etika berpolitik...>> Bagi saya yang awam sangatlah..mengerikan...>>> Partrai Politik secar moral sungguh tidak menarik... Terlebih konon pernyataan Ketua MPR kita yang sangat hebat itu berpolitik..>> Ketua MPR Taufiq Kiemas menilai keberadaan Ponpes Al Zaytun pimpinan Panji Gumilang tidak perlu ditutup. Hanya saja, kata Taufiq, kurikulumya perlu diubah kalau memang menyimpang. "Saya rasa sekolahnya nggak perlu ditutup, cuma harus diluruskan (ideologi) kembali," ujar Taufiq kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Raabu (4/5/2011)..>>> ...Yah itulah para petinggi dan ponggawa negara "antah-berantah"... sedang berkiprah...semoga saja kita sampai kepada suatu...pemikiran yang benar2 yakin bahwa kita membawa misi suatu Kebenaran...yang hakiki...Kebenaran yang memiliki referensi dan sumber2 pelajaran yang memang benar2 berazaskan Kebenaran Sejati...>>Bukan Kebenaran Nisbi yang akhirnya..sia2... Kita menghancurkan sesama Sdr kita dengan nilai yang sia2...dalam arti tanpa nilai moral apapun...>>> Maka sia2lah hidup dan maknanya dan Harga dari para politisi dan para tokoh2 dan pejabat2 negara kita... .benar2 akan sia2...belaka... Waspadalah!!! Sdr2ku bangsa Indonesia....Ingatlah pesan leluhur kita dan ajaran agama kita serta kitab suci Agama yang kita anut.....Inilah jalan kebenaran itu.... Semoga kita kembali dengan kesadaran yang kaffah.....Amin.....

Mahfudz: Isu NII untuk Sudutkan PKS

Muhammad Umar Fadloli |

Jumat, 06/05/2011 14:01 WIB. http://www.today.co.id/read/2011/05/06/30100/mahfudz_isu_nii_untuk_sudutkan_pks
Jakarta - Wasekjen PKS, Mahfudz Siddiq mempertanyakan motif dari pihak-pihak yang mengaitkan partainya dengan Negar Islam Indonesia (NII). Dia curiga isu NII digunakan untuk menyudutkan partainya.

"Kalau ada yang mau mengkait-kaitkan PKS dengan NII, saya mempertanyakan, apa maksud mereka itu?" tanya Mahfudz kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/5/2011).

Hal ini diucapkan Mahfudz menanggapi pernyataan mantan petinggi NII, Imam Supriyanto yang menyebutkan bahwa Ketua Majlis Syuro PKS adalah anak mantan panglima militer DI/TII Kartosuwiryo.

Ketua Komisi I DPR ini menduga pernyataan mantan petinggi NII tersebut adalah salah satu cara untuk menyudutkan dan mengkerdilkan PKS.

"Masyarakat sekarang sudah cerdas, bisa mengenali dan membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar. Justru PKS selama ini mendidik masyarakat tentang Islam yang moderat dan menjauhi kekerasan," terang Mahfudz.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminudin disebut sebagai anak Panglima Militer Darul Islam/ NII. Pernyataan ini disampaikan oleh mantan Menteri Peningkatan Produksi NII, Imam Suprayitno.

"Pak Hilmi (Aminudin) PKS adalah putra Pak Danu Muhammad Hasan panglima militer DI TII Kartosuwiryo," kata Imam dalam Dialektika yang bertajuk 'Parpol Bicara Maraknya Radikalisme' di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (5/5/2011).  (rez/rez)
 
Ibas: Kunjungan ke Al Zaytun Hanya Silaturahmi

Muhammad Umar Fadloli |

Rabu, 04/05/2011 19:24 WIB. http://www.today.co.id/read/2011/05/04/29689/ibas_kunjungan_ke_al_zaytun_hanya_silaturahmi
Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menepis dugaan kunjungan  Partai Demokrat ke Pondok Pesantren Al Zaytun beberapa waktu lalu dikaitkan dengan NII. Menurut Ibas, kunjungan tersebut hanya sebatas silaturahmi.

"Memang benar saya mendampingi Ketum  Partai Demokrat, Mas Anas Urbaningrum dari DPP PD yang mengagendakan kunjungan ke Al Zaytun beberapa waktu lalu. Namun selain Al Zaytun, agenda kunjungan DPP PD pada saat itu juga mengunjungi sejumlah ponpes lain di wilayah Jawa Barat dalam kerangka membangun bangsa," ujar Ibas lewat rilis yang diterima www.today.co.id, Rabu (4/5/2011).

Ibas sapaan akrabnya minta kunjungan PD ke Al Zaytun tidak perlu dimaknai secara berlebih. Menurutnya, acara silaturahmi ke pondok pesantren sering diagendakan DPP PD di wilayah lain yang ada di Indonesia

"Tidak benar sama sekali jika silaturahmi DPP PD dikaitkan dengan NII, apa lagi mendukung NII," tegas Ibas.

Ibas menambahkan, kalau ada pihak-pihak yang terbukti melanggar dan menodai NKRI  harus ditindak tegas secara hukum. "NII jelas bertentangan dengan pilar NKRI. Insya Allah Partai Demokrat akan terus menjalankan dan mengamalkan pilar NKRI,” tambahnya.

Ibas lantas mengajak segenap komponen bangsa untuk semakin memperkuat NKRI dan bersama membangun bangsa. Menurutnya, dengan memegang reguh NKRI kedepan diharapkan kehidupan berbangsa lebih baik.

"Justru kita menyambut baik bila dengan silaturahim DPP Partai Demokrat ada kesamaan pemikiran yang positif dalam kerangka memajukan kehidupan bernegara," tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya mantan Menteri Peningkatan Produksi NII, Imam Supriyanto mengungkapkan infiltrasi NII ke dalam partai politik di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Imam ketika bertemu Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Imam mengatakan, penyusupan ini dilakukan ke seluruh partai, baik partai kecil maupun besar.

Salah satu partai tersebut adalah Partai Demokrat memberikan sumbangan kepada Pondok Pesantren Al Zaitun sebesar US$10 ribu. Menurutnya, pemberian itu dilakukan pada kunjungan tanggal 16 Maret 2011 lalu. (rez/rez)
Pengamat: NII KW 9 Bisa Seperti PKS

Muhammad Umar Fadloli |

Rabu, 04/05/2011 15:56 WIB. http://www.today.co.id/read/2011/05/04/29620/pengamat_nii_kw_9_bisa_seperti_pks
Jakarta - Pengamat dunia Islam, Zuhairi Misrawi menilai kelompok NII KW 9 bisa saja memproklamirkan sebagai partai politik. Bahkan menurutnya kalau menjadi partai politik NII KW 9  bisa seperti PKS saat ini.

"NII kalau jadi parpol bisa seperti PKS saat ini. PKS saai ini  juga menganut ideologi NII dalam tanda kutip," ujar Zuhairi saat tampil sebagai pembicara di Dialog Kenegaraaan yang bertajuk 'Penanganan NII di Berbagai Daerah' di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (4/5/2011).

Menurut Zuhairi, kalau NII KW 9 menjadi parpol, dia harus lebih terbuka. Dengan kondisi demokrasi yang kian bebas, menurutnya NII KW 9 bisa memberanikan diri jadi parpol.

"Kelompok ini kan mereka harus terbuka, tidak bisa di bawah tanah. Demokrasi membebaskan semua kelompok," terang pria alumnus Universitas Al Azhar Kairo ini.

Zuhairi lebih lanjut mencontohkan kelompok seperti NII KW 9 yang berubah menjadi parpol yang berada di Turki. Menurutnya, kelompok tersebut setelah menjadi partai langsung membuka diri dengan lingkungan luar.

"Kita perlu belajar dari IKIPI di Turki. Sebelum jadi paprol seperti ikhwanul muslimin, tapi setelah masuk bermetamorfosa politik," kata pria yang juga mengamati dunia Timur Tengah ini.

Zuhairi juga sempat menyinggung PKS. Menurutnya, PKS dulunya juga tertutup. tetapi akhirnya memilih terbuka setelah bermetamorfosi menjadipartai politik. "PKS sekarang kan partai terbuka," tandasnya. (rez/rez)
Ketua MPR: Ideologi Al Zaytun Perlu Diluruskan

Muhammad Umar Fadloli |

Rabu, 04/05/2011 12:45 WIB
Jakarta - Ketua MPR Taufiq Kiemas menilai keberadaan Ponpes Al Zaytun pimpinan Panji Gumilang tidak perlu ditutup. Hanya saja, kata Taufiq, kurikulumya perlu diubah kalau memang menyimpang.

"Saya rasa sekolahnya nggak perlu ditutup, cuma harus diluruskan (ideologi) kembali," ujar Taufiq kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Raabu (4/5/2011).

Menurut Taufiq, dengan mengubah kurikulum yang ada ke depan Al Zaytun lebih jelas keberadaannya. Taufiq pun meminta semua pihak membantu terwujudnya hal tersebut.

"Ideologi harus diubah, kita bersama-sama membangun. Kita ubah kurikulum dan ajak berunding," kata Ketua Deperpu DPP PDIP ini.

Pesantren Al Zaytun belakangan ramai menjadi bahan perbincangan karena dituding terkait dengan NII KW 9. Meskipun diduga ada ada hubungan dekat dengan NII KW 9, Ponpes pimpinan Panji Gumilang masih didatangi para politisi.

Para politisi yang sempat mengunjungi ponpes Al Zaytun adalah, Wiranto, Sholahudin Wahid, Anas Urbaningrum dan Edhie Baskoro Yudhoyono. (rez/rez)
 
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar