Minggu, 08 Mei 2011

NII, PKS dan Helmi Aminuddin - The Untold Story>>>Sementara penangkapan terhadap para elite Neo NII –yang musyawarah pembentukan strukturnya dilakukan di markas BAKIN (jalan Senopati, Jakarta Selatan)– seperti Adah Djaelani Tirtapradja, Danu Mohammad Hasan, Aceng Kurnia, Tahmid Rahmat Basuki Kartosoewirjo, Dodo Muhammad Darda Toha Mahfudzh, Opa Musthapa, Ules Suja'i, Saiful Iman, Djarul Alam, Seno alias Basyar, Helmi Aminuddin Danu[11], Hidayat, Gustam Effendi (alias Ony), Abdul Rasyid dan yang lain dengan jumlah sekitar 200 orang, mereka ditangkap Laksus sejak akhir 1980 hingga pertengahan 1981.>>>kecuali satu nama tokoh yang dibebaskan tanpa syarat, yaitu Menlu kabinet Neo NII yang bernama Helmi Aminuddin bin Danu, salah seorang alumni program pemberangkatan atau pengiriman pemuda (aktifis kader) Indonesia ke Timur Tengah (Madinah, Saudi Arabia) oleh Bakin.>>>Apakah anda penganut sistem dosa turunan ? Ribka yang orang PDIP juga anak PKI, Megawati anak sukarno yang mencetuskan nasakom. apakah PDIP=PKI ?>>> Memang ada perbedaan mendasar antara NII dan PKI..... >>> NII atas seruan Pemerintah pada saat Pemerintahan Presiden Sukarno.... walaupun benar2 NII memberontak dan ada perang grilya... Namun seruan Pemerintah untuk Kembali kepangkuan RI dan diberikan amnesti....>>> Maka tidak lama kemudian berduyun-duyunlah... warga NII tururn gunung dan menyerahkan segala perlengkapan dan persenjataan yang ada...dan resmi diakui Kembali kepangkuan RI....>>> Lain halnya dengan PKI yang dizaman Pemerintahan Presdien Suharto... benar2 dinyatakan Pemberontakan...dan bahkan diadakan pembersihan...sampai bertahun-tahun... Namun belum ada seruan Kembali kepangkuan RI dan diberikan amnesti....>>>> Juga status Pemberontakan Aceh Mereka...>>> Sepertinya telah dilakukan amnesti...dengan Kembali kepangkuan RI....>>>> Bagi pengertian Rakyat awam....pernyataan Pemerintah.. tentang amnesti atau abolisi atau apapun status WNRI yang pernah dianggap memberontak secara politis harusnya ada penyelesaian politis....>>> Dalam hal ini apakah adanya istilah Neo NII atau lain2 sebutan dalam permainan politik... >>> Hendaknya janganlah gegabah...>>> Kalaupun ada perbedaan persepsi atau pemahaman... tentang sesuatu gerakan atau aliran perpolitikan... hendaknya dicarikan solusi politiknya.. secara adil..dan membangun kecerdasan anak2 bangsa berkembang...serta nilai2 Kebenaran semakin jelas dasar2 dan referensinya....>>> Karena membangun bangsa dan memberikan pengertian tidaklah mudah...>>> Sampai hari ini.... belum ada pemahaman Pancasila secara terpadu...>> Karena pemahaman Ketuhanan Yang Maha Esa...bisa diartikan secara harfiah-bahasa atau ditafsirkan secara politis... belum bisa diadopsi secara menyeluruh...>>> Bahkan konon pelajaran Pancasila dan PKN akan dihapuskan...atau diubah???>>> Dahulu dizaman Bung Karno... ada pelajaran CIVIC = yang isinya menyadarkan tentang warga negara...hak2, kewajiban dan tugas2nya... dengan mempelajari pemahaman dan dasar2nya... diberbagai negara lain...>>> Entahlah sekarang seperti apa...???>> Waspadalah akan adu domba sesama anak bangsa....sesama WNRI..>>> Sebagai orang awam dan Rakyat biasa... tidak selamanya sejalan dengan pemikiran dan pemahaman orang2 atau oknum2 Pemerintahan atau yang pro dengan oknum2 Pemerintah itu... >>> Suatu pemahaman yang berdasarkan keyakinan perlu dikaji secara komprehensif dan utuh... agar butir2 posistif untuk menyatukan kekuatan bangsa yang bersinergi... dapat membangun kekuatan bangsa secara kokoh...dan benar2 memberikan sebesar-besar manfaat bagi bangsa dan Kemanusiaan...>>> Jangan hendaknya kita terperangkap oleh provokasi2 yang cenderung islamophobia...atau anti Islam... mumpung adanya gerakan anti Islam dan gerakan Islamophobia di Eropa-AS-dan Indonesia...[terutama oleh antek2 Neo Kolonialisme dan Neo Imperialisme] yang sekarang lagi membangun kekuatan dan jaringan gerakan baru...>>> Waspadalah Sdrku....>> Janganlah membiarkan program berbahaya itu yang selama ini dipelihara oleh oknum2 dan tokoh2 anti Islam yang membangun adanya perseteruan sesama muslim....tanpa penyelesaian... seperti apa yang terjadi dalam sejarah lama.... Yang sekarang sering diulang-ulang.... >>> Membanca sejarah... Indonesia..lama adalah adanya pertumpahan darah... yang banyak... dengan berbagai versi....Sejak Revolusi melawan penjajahan...sampai kini,....korban umat Islam terbanyak....sangat banyak....>>> Lihatlah sejarah PRRI-NII Kartosuwiryo-PRRI Permesta....[tokoh2nya...dari kalangan Katholik berada di AS sampai sekarang.....[dikalangan pemberontak yang muslim yang menjadi bagian dari PRRI Pramesta itu tahu benar2 siapa2 saja tokoh Kristen yang berlindung dengan aman di AS itu..]...???..tetapi tokoh Islam dan prajurit2nya...banyak yang terbunuh dan dipenjarakan..>>> Gerakan Aceh Merdeka... Juga korbannya umat Islam....>>> Gerakan Komando Jihad dll yang idea dan semua itu organisasinya diatur secara permainan inteligen..... Korbannya umat Islam....Juga ada desas desus... tetang Petrus... juga konon sesungguhnya adalah permainan inteligen dan pembunuhan tokoh2 Islam... yang disamarkan dengan kasus kriminal??? Lalu dimana reserse dan pembasmi kriminal itu sendiri...??? Apakah gerakan anti teror... dan gerakan teror itu... juga bukan permainan politik g;obal??? ataukah memang terlalu pintar memanipulasi... untuk pembunuhan...dan pembunuhan....??? >>> Apakah dalam hal ini termasuk G30S PKI... korbannya benarkan PKI???? Saya kira didalam korban2 itu adalah keluarga muslim yang mungkin ikut atau memang sasaran oleh dan untuk Partai Komunis Indonesia...>>> Renungkan siapakah...Jend A. Yani Cs dan para Jendral2 lainnya di RI yang dijadikan sasaran dan korban.>>>>.Sekarang hentikan pembunuhan2 itu dan marilah membuka hati dan diri secara bijaksana...>>> Para pemimpin dan polisi....serta aparat lainnya jangan mudah terprovokasi... adanya adu domba... yang akhirnya... kita selalu...berdarah-darah...dan kekuatan kita menjadi lemah... yang akhirnya kita minta2 kepada Asing....>>> Inilah tujuan media yang diinginkan dan akhirnya kita ada dalam penaklukan Asing.....dan Dijajah kembali oleh model baru penjajahan Neo Kolonialis ..da Neo Imperialis...>>> banyak Contoh terjadi... Di Iraq- Afghanistan-Lebanon-Palestina- Mesir-Libya- Sirya dll...>>>> Kembalilah kepada moral dan adat ajaran leluhur kita yang mangajarkan moral dan kasih sayang dan kebenaran2 agama yang benar aplikabel....dan menjunjung kehormatan bangsa dan persatuan bangsa....>>> Perseteruan yang tanpa kejelasan sumber masalahnya dan hanya diprovokasi dan dibuat permainan semacam kepintaran dalam berpolitik...dan seni manipulasi...devide et impera....>>> Adalah suatu perbuatan keji...dan sangat membahayakan ... bagi kelanjutan bangsa ini...>>> Memang konon ada desas desus...bhw RI ini terlalu besar.... Jadi perlyu dipecah-belah.. menjadi beberapa Negara.... ada yang menyebutkan 3 ada yang mengatakan 5 ada juga yang menginginkan 8 Negara..[issue ini bukan tanpa dukungan.... Tetapi benar2 telah menghembus... dibeberapa intetektual...yang sangat berpendidikan....Sinpelny... RI terlalu kaya... Terlalu besar... terlalu banyak rakyatnya??? Nah. Entah apa dasar2 Pemikiran itu....>>> Waspadalah....>>>Padahal sejak perjuangan masa lalu hingga Proklamasi para Pemimpin RI selalu mendengungkan Persatuan Indonesia dari Sabang hingga Mrauke.>>> Tidak satupun Pemimpin RI terdahulu memimpikan perpecahan....>>>> Quo Vadis... para Pemimpin kini...dan siapakah mereka generasi yang mendengungkan perpecahan2 itu... >>> Waspadalah......Jangan bermain-main dengan api..... Mari kita buka hati dan carikan penyelesaian dan pemahaman... yang benar2... mempersatukan.. anak2 Bangsa... kita Bangsa Indonesia....>>> Waspadalah.....

Originally Posted by myzone View Post
NII, PKS dan Helmi Aminuddin - The Untold Story
http://forum.detik.com/apakah-pks-adalah-neo-nii-t259153.html?nd991103frm
Di Jawa Tengah sendiri aksi penangkapan terhadap anggota Neo NII rekrutan H. Isma'il Pranoto dan H. Husen Ahmad Salikun oleh OPSUS, seperti Abdullah Sungkar maupun Abu Bakar Ba'asyir dan kawan-kawan berjumlah cukup banyak, sekitar 50 orang, akan tetapi yang diproses hingga sampai ke pengadilan hanya sekitar 29 orang. Penangkapan terhadap anggota Neo NII wilayah Jawa Tengah rekrutan H. Isma'il Pranoto dan H. Husen Ahmad Salikun berlangsung tahun 1978-1979.

Di Sumatera, aksi penangkapan secara besar-besaran berdasarkan isu Komando Jihad ini terjadi sepanjang tahun 1976 hingga tahun 1980, dan berhasil menjaring dan memenjarakan ribuan orang.

Sementara penangkapan terhadap para elite Neo NII –yang musyawarah pembentukan strukturnya dilakukan di markas BAKIN (jalan Senopati, Jakarta Selatan)– seperti Adah Djaelani Tirtapradja, Danu Mohammad Hasan, Aceng Kurnia, Tahmid Rahmat Basuki Kartosoewirjo, Dodo Muhammad Darda Toha Mahfudzh, Opa Musthapa, Ules Suja'i, Saiful Iman, Djarul Alam, Seno alias Basyar, Helmi Aminuddin Danu[11], Hidayat, Gustam Effendi (alias Ony), Abdul Rasyid dan yang lain dengan jumlah sekitar 200 orang, mereka ditangkap Laksus sejak akhir 1980 hingga pertengahan 1981.


Namun dari sekitar 200 orang anggota Neo NII yang ditangkap OPSUS tersebut, hanya sekitar 30 elitenya saja yang dilanjutkan ke persidangan, selebihnya dibebaskan bersyarat oleh OPSUS termasuk beberapa nama yang menjadi tokoh komando KW-9 [12], kecuali satu nama tokoh yang dibebaskan tanpa syarat, yaitu Menlu kabinet Neo NII yang bernama Helmi Aminuddin bin Danu, salah seorang alumni program pemberangkatan atau pengiriman pemuda (aktifis kader) Indonesia ke Timur Tengah (Madinah, Saudi Arabia) oleh Bakin.

[11] Helmi Aminuddin adalah putera Danu Mohammad Hasan, alumni Universitas Madinah, yang dikirim Bakin ke Saudi Arabia dalam Program pemberangkatan para pemuda ke Timur Tengah, yang ketika kembali ke Indonesia aktive dalam pergerakan.

http://www.eramuslim.com/berita/tahu...told-story.htm
ust Hilmi anak dari seorang yang pernah mengikuti NII. Dan yang begitu tidak sedikit. Mega anak seorang yang berfaham Nasakom. Tommy anak seorang yang korupsi dst. Tetapi pernahkah anda berfikir bahwa menghukumi anak atas perbuatan bapak adalah tidak fair ?

Apakah anda penganut sistem dosa turunan ?

Ribka yang orang PDIP juga anak PKI, Megawati anak sukarno yang mencetuskan nasakom.
apakah PDIP=PKI ?

Mengapa statemen yang demikian tidak pernah anda lontarkan ?

jika NII dibubarkan harusnya DEMOKRAT juga DIBUBARKAN !

siggie gw keren banget ! kader NII wajib Nyumbang..., jangan pakai rup1ah ya...!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar