Minggu, 12 Januari 2014

Menurut Yusril, Anas sudah cukup lama menjadi tersangka kemudian ditahan ketika diperiksa KPK pada 10 Januari 2014. "Oleh karena saya berharap supaya penegakan hukum yang adil dan profesional dalam artian kalau cukup bukti silakan dipidana, tetapi kalau tidak cukup bukti jangan ragu-ragu untuk membebaskan," katanya...>>>


Yusril: Tidak Cukup Bukti? Jangan Ragu Bebaskan Anas

Minggu, 12 Januari 2014, 07:24 WIB

Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra 
http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/14/01/12/mz98va-yusril-tidak-cukup-bukti-jangan-ragu-bebaskan-anas

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan penanganan kasus hukum mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terkait kasus dugaan korupsi agar dilakukan secara profesional dan adil.
"Kita mengharapkan agar penegakan hukum itu tetap adil terhadap Anas yang sudah sejak lama dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), katanya usai menjadi narasumber pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apkasi di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (11/1).

Menurut Yusril, Anas sudah cukup lama menjadi tersangka kemudian ditahan ketika diperiksa KPK pada 10 Januari 2014. "Oleh karena saya berharap supaya penegakan hukum yang adil dan profesional dalam artian kalau cukup bukti silakan dipidana, tetapi kalau tidak cukup bukti jangan ragu-ragu untuk membebaskan," katanya.

Yusril mengatakan jangan pengadilan itu menjadi tempat untuk menghukum orang, tapi tempat untuk menegakkan keadilan. Jadi saya tetap berharap agar proses peradilan itu diproses secara berkeadilan dan obyektif.

Sebelumnya, saat memaparkan materinya di depan ratusan kepala daerah Yusril membahas materi tentang penegakan hukum dan keadilan.

"Ke depan konsep kita adalah keadilan dan penegakan hukum harus diterapkan dengan baik. Ini penting supaya tidak terjadi kekacauan dalam mengelola negara dan menegakkan hukum," katanya.

Agenda ke depan, menurut Yusril, adalah keadilan dituangkan kedalam norma hukum. Dan pemerintah pusat harus mempunyai kebijakan penegakan hukum yang jelas, ini harus diluruskan dari sekarang.

"Kalau tidak maka selamanya kita akan begini. Semua orang hidup dalam ketidakpastian dan semua orang takut. seperti seperti itulah yang terjadi didaerah-daerah?ujarnya

Gus Choi: Anas Itu Orang Biasa

Sabtu, 11 Januari 2014, 16:01 WIB
http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/14/01/11/mz8br3-gus-choi-anas-itu-orang-biasa
 
  Mantan Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengenakan rompi tahanan, memberikan keterangan pers usai diperiksa selama lima jam di gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/1).   (Republika/Wihdan Hidayat)
Mantan Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengenakan rompi tahanan, memberikan keterangan pers usai diperiksa selama lima jam di gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/1). (Republika/Wihdan Hidayat)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- 

Akhirnya Anas Urbaningrum memenuhi panggilan KPK. Sebelum datang ke KPK, Anas mengadakan jumpa pers di kediamannya. Pada akhir jumpa pers, Anas sempat melontarkan kelakar mengenai penjemputan paksa dirinya, yang dikatakan melibatkan petugas bersenjata dari kesatuan Brimob.
Di Gedung KPK sendiri, aparat keamanan telah bersiap-siap dengan kekuatannya.Sebanyak dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari kesatuan Brimob dan tiga SSK dari kesatuan Sabhara disiagakan untuk menjaga gedung KPK. Menurut kapolsek Setia Budi, AKBP Tri Suhartanto, kekuatan sebesar itu diturunkan karena ada pemberitahuan sebelumnya mengenai aksi unjuk rasa sehubungan pemanggilan ketiga Anas.

Tokoh NU, Effendy Choirie menilai personel keamanan yang diterjunkan ke gedung KPK saat penahanan Anas itu berlebihan. ''Anas itu orang biasa. Semestinya perlakuan terhadapnya juga biasa-biasa saja dong,'' ujar pria yang akrab disapa Gus Choi ini dalam releasenya, Sabtu (11/1). 

Ia melihat Anas datang ke KPK tidak membawa ancaman, baik dari kelompoknya maupun lapisan masyarakat lainnya. ''Isu mengenai Anas dan KPK membesar berkat peran media. Pihak keamanan jangan ikut-ikut memanfaatkan situasi ini,'' kata Alumnus Pondok Pesantren Langitan ini.

Anas datang ke KPK seusai salat jumat, ditemani beberapa koleganya di Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).

ANAS TUMBAL CIKEAS By "@triomacan2000


http://chirpstory.com/li/123291


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar