Selasa, 21 Januari 2014

KONFERENSI JENEVA 2 DI MONTREUX..TGL 24 JANUARI 2014..NAMPAKNYA.. DIBAYANGI.... RANCANGAN2 YANG AKAN MENGUNDANG KEKACAUAN BARU YANG DIRANCANCANG DENGAN ATAS NAMA PBB ??? ... KARENA KONON IRAN TIDAK DIUNDANG...ATAU UNDANGAN KEPADA IRAN YANG SUDAH DIKIRIMKAN ITU AKAN DITARIK KEMBALI...OLEH BAN KI MOON.. ??? >> KEKACAUAN BARU ITU BISA JADI... DISEBABKAN .... OLEH PENYELENGGARAAN KONFERENSI ITU TELAH... DIRANCANG DENGAN SANGAT TENDENSIUS DAN TIDAK BERDASARKAN FAKTA SEJARAH DAN FAKTA DE FACTO DAN DE JURE.. TENTANG SYRIA.. SECARA SEBENARNYA DAN SEUTUHNYA.. DIMANA ... NEGARA SURIAH.. YANG SELAMA INI .. ADALAH SEBAGAI.. NEGARA MERDEKA DAN BERDAULAT SECARA PENUH...>> RANCANGAN PENGGULINGAN ASSAD... MELALUI ISSUE ARAB SPRING.. SEPERTI TERHADAP LYBIA-MESIR-TUNISIA ..-. ALJAZAIR.>> UNTUK SURIAH DIRANCANG DENGAN SANGAT KETAT.. KARENA SURIAH ADALAH SATU2NYA KELOMPOK LIGA ARAB YANG KONSISTEN MEMBELA PALESTINA UNTUK MELAKUKAN PERLAWANAN TERHADAP ISRAEL..>> BERBEDA DENGAN MESIR-TUNISIA-TURKI-QTAR-KUWAIT DAN ARAB SAUDI.. YANG SECARA DIAM2 MEREKA SUDAH BERKHIANAT TERHADAP RAKYAT DAN BANGSA PALESTINA..??>> SURIAH DAN IRAN PASCA REVOLUSI ISLAM SERTA HEZBULLAH DI LEBANON... .. SELALU TETAP KONSISTEN SEBAGAI MUQAWAMA.. DALAM PERJUANGAN PALESTINA MELAWAN ISRAEL..>> INILAH SEBABNYA MENGAPA AS-KUWAIT-ARAB SAUDI-TURKI..DKK SANGAT MEMBENCI DAN MENDENGKI TERHADAP BASYAR ASSAD.. DAN BANGSA SURIAH YANG MENDUKUNGNYA..>> MAKA DENGAN DEMIKIAN.. DIRANCANGLAH SUATU BENTUK.. BARU .... YAKNI ... MODEL...KEKACAUAN DAN PENYERANGAN MILISI ASING+PASUKAN ASING TERSELUBUNG + MOSSAD+CIA+MI6+INTELIGEN2 ARAB DAN TURKI CS... TERHADAP SURIAH.. DENGAN SANGAT TERKONSOLIDASIKAN..DAN TERENCANA ..DENGAN BAIK.. .OLEH PARA PENYERANG ITU.. ..>> ..KEKACAUAN DIMULAI SEKITAR BULAN... MEI 2011.. OLEH GERAKAN TERSELUBUNG... (ARAB SPRING) ... YANG MERUPAKAN ...KONSEP.. RANCANGAN ASING YANG KHUSUS DAN DISPONSORI DAN DI AGENDAKAN SECARA TERSELUBUNG OLEH AS-EROPA-ISRAEL-ARAB SAUDI-KUWAIT-TURKI-QATAR DKK... UNTUK MENDONGKEL BASYAR ASSAD... SEBAGAI PRESIDEN TERPILIH DAN SAH ... PADA PEMILU 2007... SECARA DEMOKRASI..>> PADA AWALNYA SEPERTI DEMONTRASI ANTI ASSAD... DI KOTA KECIL.. NAMUN SECARA TIBA2.. MENJADI ...SANGAT DAHSYAT... DAN ... DALAM TEMPO SANGAT.. SINGKAT... MELEDAK DAN MEMBAHANA.... DENGAN SANGAT ANARKIS.. SEHINGGA TIMBUL BANYAK KORBAN2.. BAIK TENTARA MAUPUN SIPIL.. DAN SECARA CEPAT MENJADI.. SANGAT MEMBESAR SECARA SIGNIFIKAN.. DENGAN BANTUAN TENTARA2 ASING DAN PERSENJATAAN MODERN YANG BERSELUBUNG MILISI2 ASING.. DARI BERBAGAI NEGARA.. YANG KONON ADA 83 NEGARA..TERLIBAT.. ??>> DIAWAL PEMBERONTAKAN YANG MEMBAHANA ITU.. DAN TELAH MENGHANCURKAN SEBAGIAN BESAR .. INFRA STRUKTUR DAN KOTA2 SERTA KORBAN RAKYAT DAN TENTARA.. DENGAN SANGAT BESAR.>> DAN PADA BULAN JUNI 2013 ...ADA SEMACAM WACANA UNTUK MELAKUKAN PERDAMAIAN.. DAN DISPONSORI OLEH BEBERAPA NEGARA..BESAR..?? NAMUN SECARA DETAIL BELUM ADA KESEPAKATAN..??>> DENGAN KESADARAN YANG AGAK TERLAMBAT BASYAR ASSAD .. MELIHAT FAKTA BAHWA YANG TERJADI DINEGERINYA DENGAN KERUSAKAN HEBAT DAN PEMBUNUHAN RAKYAT SIPIL YANG SANGAT BANYAK.. BAHWA INI BUKAN SEKEDAR PEMBERONTAKAN..RAKYAT... TETAPI ADA AGENDA ASING.. YANG JAHAT..>>> ..MAKA ASSAD.. MULAI BERBALIK ARAH DAN MELAWAN DAN MEMBALAS SEMUA TINDAKAN MILISI2 ASING YANG MEMILIKI PERSENJATAAN DAN PERBEKALAN SANGAT KUAT DAN DALAM JUMLAH SANGAT BESAR.. DAN JUMLAH MILISI YANG SANGAT BERAGAM DAN BANYAK.. ITU.. .>> MUNGKIN AWALNYA DISANGKA... SEBAGAI BENAR2 BAGIAN DARI PEMBERONTAKAN RAKYAT.. ??>> NAMUN FAKTA MENUNJUKKAN KEANEHAN DAN PEMBUNUHAN TERHADAP PEMUKA2 AGAMA DAN PENGHANCURAN SITUS2 KEAGAMAAN...DAN MEMILIKI ARAH PERPOLITIKAN YANG SANGAT KENTARA... DI KENDALIKAN DAN DI DANAI ASING...??>> TERUTAMA SETELAH JELAS2 .. JET2 DAN RUDAL2 ISRAEL MENYERANG POS2 MILITER DAN GUDANG2 AMUNISI SURIAH.. SECARA LANGSUNG.. BEBERAPA KALI.. DAN EXPOSE... BANTUAN TENTARA AS DAN NATO DI MOBILISASI... DENGAN SECARA SANGAT BESAR.. DAN DALAM SIAGA PENUH...UNTUK PERANG BESAR2 AN. DIPERAIRAN SURIAH DAN SELURUH KAWASAN SEKELILING SURIAH.... DENGAN PERLENGKAPAN MODERN YANG SANGAT HEBAT DAN BESAR, >>> MAKA DENGAN SEKSAMA..ASSAD DKK.. BERKONSOLIDASI CEPAT DENGAN IRAN-RUSIA-CINA DAN HEZBULLAH.. DAN ... MELAKUKAN PERLAWANAN SECARA TOTAL.. >> DALAM WAKTU SINGKAT KEADAAN BISA BERBAILK 180 DERAJAT... DIMANA 70% WILAYAH STRATEGIS SURIAH... YANG SUDAH DIKUASAI PENYERANG MILISI ASING.. ITU.. DENGAN SETAHAP DEMI SETAHAP ASSAD DAN HEZBULLAH .. SEGERA DAPAT.. MEMBEBASKANNYA DAN MEREBUT KEMBALI KOTA2 DAN WILAYAH2 YANG SELAMA +/- 2 TAHUN DALAM CENGKERAMAN MUSUH.. ITU.. DAN DI AKHIR DESEMBER 2013.. WILAYAH2 TERSEBUT SUDAH DALAM KONTROL ASSAD..KEMBALI... . >>> DENGAN DEMIKIAN PARA PENYERANG ASING ITU KINI DALAM KEADAAN KALAH..DAN TERDESAK.. MUNDUR.. DAN LARI KEWILAYAH TURKI..DAN IRAK..DAN SAUDI.ARABIA.??.>>> DAN KARENANYA .. AS-NATO-ISRAEL-ARAB SAUDI DKK KELABAKAN... DAN SANGAT .. KETAKUTAN DAN MALU.(???!!)... DAN.. MENCARI DALIH UNTUK BISA BERUNDING DENGAN ASSAD.. DAN MENGGELAR IDE.. KONFERENSI JENEVA 2.. DENGAN MENGGUNAKAN CARA2 YANG TIDAK FAIR.. SEBAGAIMANA PADA AWALNYA MEMANG MEREKA SUDAH MEREKAYASA DENGAN PENUH CARA2 CURANG...>> SAYANGNYA PBB YANG DIHARAPKAN AKAN NETRAL DAN LEBIH BERPIJAK KEPADA KONDISI NYATA DAN FAKTA SEJARAH.. NAMUN... KINI... TERNYATA MEMANG PBB BERMAIN CURANG JUGA..MELAYANI KEINGINAN AS DKK...SECARA SEPIHAK.... >> SEBAGAIMANA PADA AWALNYA PBB ADALAH BAGIAN DARI ALAT PERMAINAN POLITIK CULAS..DAN LEGITIMASI... ZIONIS2.. KAUM NEOKONS DAN KAUM PENJAJAH KRIMINAL GLOBAL..(NEKOLIM=NEO KOLONIALISME DAN NEO IMPERIALISME) >>> DIAWALNYA BAN KI MOON.. MENUNJUKKAN SIKAP ELEGAN DAN KEPIAWAIANNYA.. SEBAGAI DIPLOMAT DAN SEKJEN PBB..>> NAMUN KEMARIN TANGGAL 20-1-2014.. BERUBAH ARAH DAN MENUNJUKKAN SIKAP BERFIHAK KEPADA KEINGINAN AS-ARAB SAUDI-DKK ITU.. SEHINGGA UNDANGAN KONFERENSI JENEVA 2 ... YANG SEDIANYA SUDAH DIKIRIMKAN KEPADA IRAN UNTUK BERPARTISIPASI DENGAN TANPA SYARAT.. ITU.. MALAHAN KINI DITARIK KEMBALI ATAU DIBATALKAN DENGAN DALIH TIDAK SEJALAN DENGAN KONSEP YANG DIINGINKAN AS DKK..??>> DISINILAH NAMPAK PBB BUKAN TEMPAT PENYELESAIAN..YANG SEBENARNYA..>> PBB ADALAH ALAT AS DKK UNTUK MENCARI PEMBENARAN DAN KEMENANGAN SEMU.. DAN CURANG... DENGAN MEMANIPULASI.. PERMAINAN POLITIK .. DAN DASAR PERDAMAIAN YANG SEHARUSNYA..??>> INILAH FAKTA BAHWA APAPUN YANG AKAN DIHASILKAN NANTI... DI DALAM KONFERENSI JENEVA 2.. ADALAH CACAT DAN TIDAK AKAN MENYELESAIKAN MASALAH YANG ADA.. >> BAHKAN BISA JADI AKAN MEMPERPANJANG PERTUMPAHAN DARAH YANG LEBIH BANYAK DAN BERKEPANJANGAN.. DAN MUNGKIN AKAN MENJADI PERANG KAWASAN JILID 2...YANG BISA JADI AKAN LEBIH LUAS..?? >>> WASPADALAH DAN ELING.....?? >> UNTUK DI INDONESIA HARUS WASPADA .. KARENA UMMAT ISLAM DAN ANAK2 BANGSA.. BISA JADI ... AKAN DIJADIKAN TARGET DAN SASARAN.. PERMAINAN ... KAUM PENJAJAH KRIMINAL GLOBAL..YANG SELALU JAHAT.. UNTUK DI OBOK2.. DAN DIPECAH BELAH DENGAN BERBAGAI CARA.... AGAR UMMAT ISLAM LENGAH DAN TERCERAI BERAI DAN KEKACAUAN ANAK2 BANGSA.. MENJADI CARUT MARUT.. ... DAN PERSATUAN ANAK BANGSA DAN NKRI TERCERAI BERAI.. >> KONON DIBEBERAPA LSM YANG ADA SUDAH PERNAH ADA ISSUE ATAU WACANA..JAHAT... SEJAK BEBERAPA TAHUN BELAKANGAN INI..... BAHWA NKRI SUDAH AKAN... DIRANCANG AKAN DIPECAH BELAH MENJADI 8-12 NEGARA2 BAGIAN ..YANG DENGAN LANDASAN YANG BER-BEDA2...??>> INI MEMANG BELUM TERBUKA.. NAMUN KITA ANAK2 BANGSA DAN SELURUH UMMAT ISLAM DAN TOKOH AGAMA DAN MASYARAKAT BANGSA INDONESIA.. YANG CINTA AKAN UUD 1945 DAN PROKLAMASI 1945... HARUS WASPADA.. DAN BER-HATI2.. TERHADAP BERBAGAI ISUE DIBERBGAI JARINGAN MEDIA2.. TERMASUK MEDIA2 ELEKTRONIK... DAN LSM2... YANG DIBUAT DENGAN BAYARAN DANA2... ASING..DAN PARA KOLABORATOR DAN KOMPARADOR..JAHAT..DAN REZIM..OPORTUNIS.... >> TUJUAN MEREKA IALAH ... UNTUK MENGACAUKAN NEGARA DAN BANGSA KITA.. >> ... KARENA ITU PEMERINTAH HARUS SEGERA MENGHENTIKAN STIGMA2 YANG MEMANCING DAN MEN SUPPORT PROVOKASI DAN PERPECAHAN... BANGSA DAN ANAK BANGSA..>> SEMUA APARAT DAN RAKYAT MENYATU DALAM MENGHADAPI ISSUE2 PERPECAHAN YANG DI RANCANG DAN DI PROVOKASI OLEH ASING.SECARA TERSELUBUNG.. . TERUTAMA BER-HATI2 PERMAINAN DAN PENYUSUPAN2 OLEH INTELIGEN2 BARAT YANG SELALU MENGAMBIL KEUNTUNGAN.. DENGAN MERAMPOK DAN MERAYAH DAN MENJARAH ASET2 DAN SUMBER2 ALAM DAN WILAYAH..NEGARA.. DENGAN BERBAGAI CARA.. YANG SE OLAH2 LEGAL.. TETAPI SEBENARNYA DENGAN POLITIKING DAN TEKANAN TERHADAP PEMERINTAHAN YANG DIDUDUKI OLEH REZIM PARA OPORTUNIS2..DAN JARINGAN TERSELUBUNG.JAHAT....??>> WASPADA DAN ELING...>> SEBAIKNYA .... KITA BANGSA INDONESIA AKAN LEBIH AMAN DAN BERKEKUATAN MANDIRI... DAN BERDAULAT..DAN BERMARTABAT... SEBAGAI BANGSA YANG MENYATU UTUH.. DENGAN KEMBALI KEPADA UUD 1945 TANGGAL 18.8.1945, DAN JIWA PROKLAMASI 17.8.1945 YANG JUGA DIJIWAI PANCASILA DAN UUD 1945 TANGGAL 22.6.1945.. SECARA LENGKAP DAN UTUH.. AGAR BENAR2 MEMILIKI KEKUATAN DASAR HUKUM NEGARA DAN TATANEGARA YANG KUAT SERTA PEMAHAMAN YANG MENYATU SECARA KOMPREHENSIF..>> PASCA JENEVA 2.. BISA JADI KEADAAN TMUR TENGAH AKAN SEMAKIN ABSURD DAN MEMBARA.. DAN BAHKAN BUKAN TIDAK MEUNGKIN ... PEPERANGAN BESAR BISA MELETUS.. DAN KAWASAN INI.. SANGAT RENTAN DAN SANGAT PANAS..>> TAHUN 2014.. ADALAH TAHUN YANG DIRANCANG OLEH PARA PENJAJAH KRIMINAL GLOBAL (NEKOLIM) SEBAGAI TAHUN PENENTUAN LANGKAH2 DALAM MEWUJUDKAN AGENDA2/PROTOKOL2 BESAR MEREKA.. YANG SELAMA INI TERSELUBUNG.. DAN BERTABIR.. BAHASA DAN RUPA..YANG AMBIVALENSI..>>.. WASPADALAH DAN ELING...!!>>> Juru bicara PBB, Martin Nesirky di sebuah konferensi pers di markas PBB di New York pada Senin (20/1) mengatakan, Ban "sangat kecewa" dengan pernyataan Iran yang menolak Komunike Jenewa pada Juni 2012...>>> .. Pada hari Ahad, Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan Republik Islam Iran telah diundang ke konferensi Jenewa II untuk membahas krisis di Suriah. "Seperti yang telah saya katakan berulang kali, saya sangat percaya bahwa Iran harus menjadi bagian dari solusi untuk krisis Suriah," tegas Sekjen PBB. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga mendukung kehadiran Iran di Jenewa, dan mengatakan konferensi tersebut akan menyerupai "kemunafikan" tanpa partisipasi Tehran....>>> ..Komunike Jenewa I, yang disetujui pada Juni 2012, mendesak pembentukan pemerintahan transisi di Suriah tanpa melibatkan Presiden Bashar al-Assad dalam masa depan negara....>> Dan tentu saja Assad dan Iran menentang isi rancangan Jeneva I itu..>>> Adalah tidak mungkin akan terjadi perundingan dengan baik jika rancangan seperti itu..dilakukan.. walaupun saat itu Assad sedangterdesak..oleh para Penyerang dan Milisi ing itu...>> Palah lagi kondisi kini sudah sangat jauh berbeda.. dimana .. Penyerang asing dan para milisi asing itu sedang kocar kacir diserbu tentara nasional suriah SAA...>>> Adalah .. munafik dan hipikrit.. jika Konferensi Jeneva 2 akan diteruskan dengan pola sangat tidak benar dan jauh dari kenyataan.. baik de fakto maupun de jure...??>> Lalu kenapa PBB menjadi Lembaga jahat dan menggelar dengan model cara demikian..??>> Ini berarti ada tahap perang Suriah Jilid 2 yang mencakup bisa tak terbatas....??? >>> Waspadalah dan Eling... !!! >> Seorang analis politik telah memperingatkan dunia terhadap agenda Zionisme global yang berusaha memecah negara-negara Muslim menjadi segmen-segmen kecil dalam upaya untuk meningkatkan supremasi AS dan Israel. "Bagian dari agenda ini adalah untuk mengurangi negara Muslim, etnis atau sektarian, memecah belah mereka menjadi kelompok kecil atau negara kecil yang tak berdaya, sehingga mereka tidak dapat menantang supremasi Amerika Serikat dan Israel di wilayah tersebut, " kata Jahangir Mohammed, (Director of Center for Muslim Affairs) kepada Press TV pada hari Minggu (19/1/14)...>>> Analis mencatat bahwa agenda Washington dan Tel Aviv telah difokuskan pada fragmentasi atau segmentasi negara-negara Muslim, seperti yang terjadi di Irak, Lebanon dan Suriah dan Sudan. Mohammed menambahkan, dalam skenario ini AS dan Israel dibantu oleh beberapa penguasa Timur Tengah, yang berperan sebagai pion dalam permainan ini. "..>>>..Anggota parlemen Iran lebih lanjut menunjukkan peran Riyadh dalam menciptakan ketidakamanan di Suriah dengan mendukung al- Qaeda, menambahkan, " Masyarakat internasional dan PBB harus mengambil langkah-langkah yang efektif secepat mungkin untuk mencegah eskalasi kekerasan dan kegiatan Takfiri di Timur Tengah. " Pernyataan ini datang setelah kematian mencurigakan komandan al- Qaeda Brigade Abdullah Azzam Majed Al - Majed...>>> ..Seorang anggota parlemen Iran mengatakan Arab Saudi adalah akar penyebab terorisme di Timur Tengah, menyerukan PBB untuk mengambil tindakan untuk mencegah penyebaran kekerasan di Timur Tengah. "Arab Saudi adalah pendukung terorisme di wilayah tersebut dan dengan menciptakan ketegangan dan kekacauan di negara-negara seperti Libanon, Irak dan Suriah, Saudi berusaha untuk menyelamatkan keluarga Al Saud dari Kebangkitan Islam dan perkembangan regional, "kata Anggota Komite keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majlis Evaz Heidarpour dalam wawancara Senin 6/1/14. "Oleh karena itu, negara ini (Arab Saudi) akan terus mendukung aksi teroris dengan menghasut perselisihan sektarian dan agama di negara-negara Muslim, " tambahnya...>>> Perdana Menteri Suriah Wael al-Halqi telah menyalahkan pemerintah Lebanon yang lalai atas krisis yang sedang berlangsung di Suriah. Pemerintah Lebanon telah ikut campur dalam urusan internal Suriah dengan mendukung infiltrasi senjata dan militan ke Suriah, dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu 21/12/13...>> UN spokesman Martin Nesirky said Ban is "deeply disappointed" at Iran's statements rejecting the June 2012 Geneva communiqué. "Given that it has chosen to remain outside that Martin Nesirky basic understanding, he has decided that the one-day Montreux gathering will proceed without Iran's participation," Nesirky added during a press briefing at the UN headquarters in New York on Monday. The 2012 Geneva communiqué outlines measures for a transition of power in Syria, and its key demand means Syrian President Bashar al-Assad will have to step down....>>> The US said the UN must take back its invitation unless Tehran publicly backs the 2012 roadmap to establish a transitional government in Syria, and the so-called Syrian National Council (SNC) threatened to skip the Geneva II conference entirely. However, Russian Foreign Minister Sergei Lavrov said Iran;s absence from the talks will be “unforgivable mistake”...>>> Velayati, an advisor to Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei on Foreign Affairs, said Iran never accepts statement of Geneva-1 Conference and believes that as long as the upcoming conference on Syria is based on Geneva-1 statement, Iran will not accept it as legitimate. As the foreign ministry spokeswoman stated, Iran will accept no pre-condition for presence in the upcoming international conference on Syria, Velayati said...>>>

Monday 20 January 2014 23:00
  
Analis Politik: Adu Domba Negara-negara Muslim Agenda Zionis
IslamTimes. 
http://www.islamtimes.org/vdcjttet8uqex8z.bnfu.html
Seorang analis politik telah memperingatkan dunia terhadap agenda Zionisme global yang berusaha memecah negara-negara Muslim menjadi segmen-segmen kecil dalam upaya untuk meningkatkan supremasi AS dan Israel.
Analis Politik: Adu Domba Negara-negara Muslim Agenda Zionis

Seorang analis politik telah memperingatkan dunia terhadap agenda Zionisme global yang berusaha memecah negara-negara Muslim menjadi segmen-segmen kecil dalam upaya untuk meningkatkan supremasi AS dan Israel.

"Bagian dari agenda ini adalah untuk mengurangi negara Muslim, etnis atau sektarian, memecah belah mereka menjadi kelompok kecil atau negara kecil yang tak berdaya, sehingga mereka tidak dapat menantang supremasi Amerika Serikat dan Israel di wilayah tersebut, " kata Jahangir Mohammed, (Director of Center for Muslim Affairs) kepada Press TV pada hari Minggu (19/1/14).


Analis mencatat bahwa agenda Washington dan Tel Aviv telah difokuskan pada fragmentasi atau segmentasi negara-negara Muslim, seperti yang terjadi di Irak, Lebanon dan Suriah dan Sudan.

Mohammed menambahkan, dalam skenario ini AS dan Israel dibantu oleh beberapa penguasa Timur Tengah, yang berperan sebagai pion dalam permainan ini. "

Analis menyerukan kepada dunia Islam untuk membasmi plot Zionisme yang terus menghasut di antara kelompok Islam dan berkata, "Dunia Muslim Terpecah Belah adalah satu dunia yang tak berdaya, kita akan dibunuh, kita akan dibantai. "

Ekstremisme dan kekerasan telah menjadi tantangan utama yang dihadapi negara-negara Muslim, di Pakistan, Afghanistan, Irak, Suriah, Lebanon, Yaman dan negara-negara Timur Tengah lainnya, yang setiap hari berhadapan dengan operasi teroris.(IT/TGM)

AS Tekan PBB Agar Membatalkan Undangan untuk Iran


Amerika Serikat menekan PBB agar membatalkan undangannya untuk Iran dalam konferensi perdamaian internasional terkait krisis Suriah.
Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS menyatakan pada hari Senin (20/1) bahwa Tehran "tidak pernah mendukung komunike Jenewa I" dan kami berharap undangan itu dibatalkan.
Washington mendesak PBB untuk mencabut undangan Iran kurang dari dua hari sebelum pembicaraan dimulai.
Komunike Jenewa I, yang disetujui pada Juni 2012, mendesak pembentukan pemerintahan transisi di Suriah tanpa melibatkan Presiden Bashar al-Assad dalam masa depan negara.
Pada hari Ahad, Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan Republik Islam Iran telah diundang ke konferensi Jenewa II untuk membahas krisis di Suriah.

 

"Seperti yang telah saya katakan berulang kali, saya sangat percaya bahwa Iran harus menjadi bagian dari solusi untuk krisis Suriah," tegas Sekjen PBB.

 

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga mendukung kehadiran Iran di Jenewa, dan mengatakan konferensi tersebut akan menyerupai "kemunafikan" tanpa partisipasi Tehran.
Konferensi Jenewa II akan dibuka di Kota Montreux, Swiss pada 22 Januari dan kemudian pindah ke Markas PBB di Jenewa pada tanggal 24 Januari setelah istirahat satu hari. (IRIB Indonesia/RM)



Sekjen PBB Tarik Kembali Undanganya ke Iran untuk Jenewa II



Di bawah tekanan Amerika Serikat, SekretarisJenderal PBB Ban Ki-moon telah membatalkan undangan kepada Republik Islam Iran untuk berpartisipasi dalam Konferensi Jenewa II yang bertujuan mencapai solusi politik untuk mengakhiri krisis Suriah.

Juru bicara PBB, Martin Nesirky di sebuah konferensi pers di markas PBB di New York pada Senin (20/1) mengatakan, Ban "sangat kecewa" dengan pernyataan Iran yang menolak Komunike Jenewa pada Juni 2012.

"Mengingat mereka telah memilih untuk tetap berada di luar pemahaman dasar, ia telah memutuskan bahwa pertemuan satu hari Montreux akan digelar tanpa partisipasi Iran," imbuhnya.
Komunike Jenewa tahun 2012 mencantumkan langkah-langkah untuk transisi kekuasaan di Suriah, dan tuntutan utamanya adalah Presiden Suriah Bashar al-Assad harus mundur.

Sebelumnya, pada Ahad, Sekjen PBB mengatakan bahwa Iran telah diundang ke Konferensi Jenewa II. "Seperti yang telah saya katakan berulang kali, saya sangat yakin Iran harus menjadi bagian dari solusi untuk krisis Suriah," kata Ban.

Namun AS, Inggris, Arab Saudi dan oposisi Suriah yang disponsori oleh asing sangat menentang partisipasi Iran dalam pembicaraan tersebut.

AS mengatakan, PBB harus menarik kembali undangannya kecuali jika Tehran mendukung Komunike Jenewa I tahun 2012 untuk membentuk pemerintahan transisi di Suriah.
Koalisi oposisi yang disebut sebagai Dewan Nasional Suriah (SNC) juga mengancam untuk absen di Konferensi Jenewa II jika Iran diundang.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, tanpa partisipasi Iran, pembicaraan di Jenewa mendatang akan menyerupai "kemunafikan.".
"Di antara negara-negara yang diundang (ke konferensi Jenewa) adalah Australia, Meksiko, Republik Korea, Afrika Selatan, Jepang, Brazil, India, Indonesia, dan banyak lainnya. Jadi, jika tidak ada Iran dalam daftar ini ... Saya pikir pembicaraan damai itu akan menyerupai kemunafikan," kata Lavrov,Senin seperti dikutip Press TV.
Ia menegaskan, Iran adalah salah satu negara yang memiliki kepentingan langsung dalam penyelesaian krisis Suriah "tanpa kerusakan tambahan"  untuk stabilitas kawasan yang paling penting di duniaini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Marzieh Afkham pada Senin mengatakan, Iran akan bersedia berpartisipasi dalam Konferensi Jenewa IItanpa menerima prasyarat.

"Kami tidak menerima prasyarat untuk berpartisipasi dalam Konferensi Jenewa dan, berdasarkan undangan resmi ( yang kami terima),Iran akan mengambil bagian dalam konferensi tersebut tanpa prasyarat apapun," pungkasnya.
Konferensi Jenewa II akan dimulai di kota Montreux, Swisspada tanggal 22 Januari dan kemudian akan pindah ke markas PBB di Jenewa pada tanggal 24 Januari. (IRIB Indonesia/RA) 

UN Withdraws Iran Invitation to Syria Peace Conference

Local Editor
 http://www.almanar.com.lb/english/adetails.php?eid=131459&cid=56&fromval=1&frid=56&seccatid=68&s1=1

United Nations Secretary General Ban Ki-moon has revoked, under pressure from the United States, his invitation to Iran to take part in an international conference aimed at putting an end to the deadly conflict in Syria.

UN spokesman Martin Nesirky said Ban is "deeply disappointed" at Iran's statements rejecting the June 2012 Geneva communiqué.
"Given that it has chosen to remain outside that Martin Nesirky basic understanding, he has decided that the one-day Montreux gathering will proceed without Iran's participation," Nesirky added during a press briefing at the UN headquarters in New York on Monday.


The 2012 Geneva communiqué outlines measures for a transition of power in Syria, and its key demand means Syrian President Bashar al-Assad will have to step down.

Iran had insisted it would attend Geneva II without precondition set by the US or any other power.
More than 35 countries will gather in the Swiss cities of Montreux and Geneva from Wednesday for talks on finding a peaceful solution to Syria’s crisis.

On Sunday, the UN chief said Iran has been invited to the Geneva II conference. “As I have said repeatedly, I believe strongly that Iran needs to be part of the solution to the Syrian crisis,” he stated.
But the United States, Britain, Saudi Arabia and the foreign-backed Syrian opposition were strongly opposed to Iran’s participation in the event.

The US said the UN must take back its invitation unless Tehran publicly backs the 2012 roadmap to establish a transitional government in Syria, and the so-called Syrian National Council (SNC) threatened to skip the Geneva II conference entirely.
However, Russian Foreign Minister Sergei Lavrov said Iran;s absence from the talks will be “unforgivable mistake”.
Source: Agencies
21-01-2014 - 09:36 Last updated 21-01-2014 - 09:36

Velayati: Iran Not to Accept pre-Condition for Syria Conference

Local Editor
http://www.almanar.com.lb/english/adetails.php?eid=131437&cid=19&fromval=1&frid=19&seccatid=32&s1=1

Iran will accept no pre-condition for participation in the international conference on Syria due to be held in Montreux, Switzerland on Wednesday January 22, head of Strategic Research Center of Iranˈs Expediency Council Ali-Akbar Velayati said on Monday.Iran

Following Iranˈs invitation to the Conference by UN Secretary-General Ban Ki-moon, Velayati said if the invitation wants Iran to accept Geneva-1 statement, this is a pre-condition that requires legitimizing Syrian terrorists Iran opposes.
The very negative point of Geneva-1 statement is that it requires the Syrian legitimate government and the country's foreign-sponsored terrorists who have committed various crimes against Syrian people to sit on the same table and form a transitional government which means that at least half of this government will have to be terrorist supporters, Velayati said.

Velayati, an advisor to Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei on Foreign Affairs, said Iran never accepts statement of Geneva-1 Conference and believes that as long as the upcoming conference on Syria is based on Geneva-1 statement, Iran will not accept it as legitimate.

As the foreign ministry spokeswoman stated, Iran will accept no pre-condition for presence in the upcoming international conference on Syria, Velayati said.

Source: IRNA
20-01-2014 - 20:25 Last updated 20-01-2014 - 20:25

Barring Iran from Syria talks damages UN reputation: Russia

Russia
Russia's Foreign Minister Sergei Lavrov attends his annual press conference in Moscow, on January 21, 2014.
Russia says an unprecedented decision by the United Nations to bar Iran from taking part in this week's Syria peace conference was a "mistake" that cast a shadow on the reputation of the global body.
At the same time the Russian Foreign Minister Sergei Lavrov downplayed the move, saying the conference in the Swiss town of Montreux on Wednesday was a "one-day event".
"Of course this is a mistake," Lavrov told reporters on Tuesday. "But no disaster has happened," he added.
"In any case we are talking about a one-day event on January 22 to which some 40 foreign ministers of various states including from the most remote regions have been invited."
"Of course, despite the largely ceremonial nature of this event, Iran's absence from a list of 40 states cannot but cause questions."
"The symbolism is still important," he added.
"I am just sorry that this whole story did not boost the authority of the United Nations."
In an abrupt reversal, the UN barred Iran Monday from the peace conference after it refused to back calls for a transitional government to end the three-year war in Syria.
The unprecedented diplomatic action averted a Syrian opposition boycott of the talks.
But a key bloc in the opposition coalition broke away in protest at the proposed talks with President Bashar al-Assad's representatives.
"The Syrian crisis has laid bare the contradictions that have accumulated in the region including within the Muslim world," said Lavrov.
BA/BA
- See more at: http://en.alalam.ir/news/1557424#sthash.tWHLb8lg.dpuf

Geneva II: Stifling Syrian Voices 

http://english.al-akhbar.com/content/geneva-ii-stifling-syrian-voices

Syrian opposition fighters fire at government forces planes flying overhead in the northern Syrian city of Aleppo on January 19, 2014. (Photo: AFP - Mahmud al-Halabi)
Published Monday, January 20, 2014
The Geneva II conference, set to take place on January 22, is billed as a historic moment for Syrians to come together and put an end to a devastating conflict. But as the date draws closer, it seems key Syrian voices are being brushed aside.

One such voice, who struggled for months to encourage a political dialogue, was Haytham Manna, the head of the Syrian National Coordinating Body (NCB). Manna’s NCB is a major internal opposition bloc consisting of 13 left-wing political parties and independent and youth activists, and has been consistently ignored as a legitimate voice. 

“We want the Syrian National Coalition (SNC) to go and be successful in the negotiations, but how are they able to do so when they barely have any influence on the ground?” Manna told Al-Akhbar.
“The first thing the regime will say in Geneva to the SNC is: Who do you represent? And sadly, the regime has a point,” he added. 

The NCB is currently in a major dispute with the SNC – a coalition of Syrian opposition factions based outside the country – over a range of issues regarding the Syrian uprising, from its militarization to foreign intervention, and most recently, which of the two oppositional bodies actually represents the sentiments of Syrians struggling against the regime. 




The are nine official seats allocated for the Syrian opposition at the negotiating table in Geneva II. Who will fill them up is still unknown.
It’s clear to many that the conference has transformed from a space for Syrians to voice a shared solution, into a platform for great powers to advance their interests.

Who Represents the Syrian Opposition?

The desire for Geneva II to act as a means to a comprehensive solution to the conflict is ubiquitous amongst Syrians. In the months leading up to the conference, the violence continues relentlessly from all sides, and like the chaos raging on the military and humanitarian levels, the politics are equally dismal.
A total of 34 states, as well as four international organizations, have been formally invited to attend the conference, each representing a side in the conflict.
The Syrian regime formally announced it would participate in talks without preconditions in the fall of 2013. Last week, a leaked document listed the members of the regime delegation, headed by Foreign Minister Walid Moallem.
On the other side of the negotiating table, the situation is far messier.
Most Syrian opposition groups are divided along ideological or tactical lines, while most Syrians differ over the nature of the 'real' opposition and who can adequately represent anti-regime Syrians at the negotiating table.
The complications are exasperated by the fact the UN and world powers are demanding an absolutist position, wherein participants can either support or oppose the regime, leaving no space for a third independent position.
For Manna and the NCB, this was a red line.
“[US Ambassador] Robert Ford – the Paul Bremer of Syria – and the other so-called 'Friends of Syria,' which is composed of Syria's enemies, ultimately say who can be elected and what can be decided,” Manna said, “and the [SNC] officials will be named not out of merit. They will be hand-picked based on loyalty to other interests.”



“[The SNC and other countries] are ready to sell the country … and the regime is the only one to gain from this,” he added.
The NCB were at first supportive of Geneva II. In fact, as Manna noted, the NCB has been actively calling for a political solution since the first year of the uprising.
But on January 15, the NCB stated it would not join the conference, since there was a lack of “a balanced and persuasive representative of the opposition.”
“What is happening is a violation of the Geneva I communique,” Manna said, “because [the communique] stressed that there should be the presence of a unified, balanced opposition.”
Moreover, the NCB head added, “The Russians are working with the Americans, ensuring that the war in Syria is transformed to a war on Syria. [The United States, Russia, and others] are saying they want a solution today, and we know they are all liars. They want to kill this [political solution], and we simply cannot accept that,” he said.
“Why would we pay the price for the sake of the interests of others?” he asked.

The Kurdish Voice: The 'Third Power'

As slurs are flung between Syrian opposition groups, Syria’s Kurds have been mobilizing amongst themselves beyond Geneva II’s spotlight.
The Kurds amount to around nine percent of Syria's total population of 24 million, making it the largest non-Arab minority in the country.
Recently, various Syrian Kurdish parties, such as the Syrian Democratic Union Party (PYD) and Kurdish National Council (KNC), met in the northern Iraqi city of Erbil under the auspices of Massoud Barzani, president of the Kurdistan Region of Iraq, to hash out a stance on Geneva II.
“We negotiated for days on Kurdish politics and Geneva II, in particular. We decided that we wanted to have a unified Kurdish position, independent from other opposition groups,” Rustum Joudi, a PYD representative, told Al-Akhbar.
“Sadly, the Americans, the Turks, and the Gulf countries refused to deal with the Kurdish issue in Geneva II, and because of this [the PYD] are against the conference,” he said.
Joudi said external parties pressured other opposition groups to fall under the umbrella of the SNC in the negotiations, but the PYD refused. “How can I stand by the [SNC] when it does not recognize my existence?” he argued.
However, unlike the PYD, the KNC opted to participate under SNC’s umbrella, a decision that could crack attempts for a unified Kurdish voice in the negotiations.
Like Manna, Joudi blamed both Russia and America as directly responsible for and the persistence of the conflict in Syria.
“If they were serious about Geneva II, they would allow all parts of Syrian society to participate. The people they have do not have any influence or back Islamic State of Iraq and Syria and Jabhat al-Nusra,” he said.
“The Kurds today represent a third power. We are not with the regime or the armed opposition. We see ourselves as the third way pushing for democracy and a peaceful solution,” Joudi said.

The Other 80 Percent

Syrian women have been impacted by the composition of Geneva II. On January 13, a delegation of 50 Syrian women demanded their voices be hears at Geneva II since women and children make up “no less than 80 percent” of Syria’s displaced people. 

“Without a doubt, the competing great powers, the United States and Russia and their allies, seem essential for a solution, unfortunately. We, as a women's group, are trying to monitor the negotiations so that Syrians will have some hand in the results,” Keffah Ali Deeb, one of the four elected representatives of the conference, told Al-Akhbar.

The women's group initially sought to play an active role in the negotiating process, but according to Deeb, Lakhdar Brahimi, the UN's special envoy to Syria, was adamant that “there could not be a third party on the table.” 

“We did not accept this argument entirely,” she noted. “However, we want to have a solution, so we had to compromise for the sake of peace and the Syrian people.” The organization will be allowed to monitor the proceedings from the sidelines, and the UN will present its recommendationsfor the negotiating parties to discuss.

Unlike Manna and Joudi, Deeb was more hopeful of the potentialities that Geneva II presented. She said:
“ You have to keep on trying. If we were to say there is no hope, then we would have all stayed home. But as long as we have an issue that demands a solution, and it concerns us and we are part of it, in one way or another, therefore we should always have hope. And if we fail, we have to try again.”

Menlu Suriah Kritik Kelalaian Lebanon
IslamTimes. 
http://www.islamtimes.org/vdchixnxi23nxid.yrt2.html
 
Pemerintah Lebanon telah ikut campur dalam urusan internal Suriah dengan mendukung infiltrasi senjata dan militan ke Suriah, dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu 21/12/13.
Menlu Suriah Kritik Kelalaian Lebanon

Perdana Menteri Suriah Wael al-Halqi telah menyalahkan pemerintah Lebanon yang lalai atas krisis yang sedang berlangsung di Suriah.

Pemerintah Lebanon telah ikut campur dalam urusan internal Suriah dengan mendukung infiltrasi senjata dan militan ke Suriah, dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu 21/12/13.

Dia juga memuji gerakan perlawanan Libanon Hizbullah yang berhasul mengendalikan situasi di sepanjang perbatasan kedua negara, mengatakan, " kegiatan teroris masih akan berlangsung seandainya
bukan karena kehadiran Hizbullah di kedua sisi perbatasan Lebanon - Suriah, terutama Suriah Al - Qusair. "
Pejabat Suriah menyatakan bahwa tidak ada kontak antara pemerintah Suriah dan Lebanon, menambahkan bahwa, Belum ada kontak dengan pemerintah Lebanon sejak saya menjadi perdana Menteri negara, kecuali kontak dengan kementerian luar negeri. "

Awal bulan ini, Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan perang di Suriah adalah pertempuran terkait dengan ancaman Takfiri ekstrimis.

Pada akhir Mei, Nasrallah mengatakan bahwa anggota gerakan perlawanan Libanon memerangi militan anti-pemerintah bersama pasukan pemerintah Suriah di kota perbatasan strategis al- Qusair.

Pemimpin Hizbullah mengatakan jika militan asing memenangkan perang di Suriah, mereka akan mengarahkan senjata mereka ke Libanon.

Nasrallah lebih lanjut menunjukkan bahwa kelompok-kelompok ekstremis Salafi mendukung penuh kerusuhan di Suriah, menambahkan bahwa kelompok-kelompok bersenjata dukungan AS dan sekutunya juga merupakan ancaman bagi seluruh masyarakat Lebanon.

Nasrallah mengatakan perang yang sedang berlangsung di Suriah merupakan bagian dari proyek Amerika untuk mengubah keseimbangan kekuasaan di wilayah tersebut mendukung rezim Israel.(IT/TGM)
kode topik : 333222
kirimkan topik ini kepada kawan


Arab Saudi Akar Terorisme di Timur Tengah

IslamTimes. Seorang anggota parlemen Iran mengatakan Arab Saudi adalah akar penyebab terorisme di Timur Tengah, menyerukan PBB untuk mengambil tindakan untuk mencegah penyebaran kekerasan di Timur Tengah.
Arab Saudi Akar Terorisme di Timur Tengah

Seorang anggota parlemen Iran mengatakan Arab Saudi adalah akar penyebab terorisme di Timur Tengah, menyerukan PBB untuk mengambil tindakan untuk mencegah penyebaran kekerasan di Timur Tengah.

"Arab Saudi adalah pendukung terorisme di wilayah tersebut dan dengan menciptakan ketegangan dan kekacauan di negara-negara seperti Libanon, Irak dan Suriah, Saudi berusaha untuk menyelamatkan keluarga Al Saud dari Kebangkitan Islam dan perkembangan regional, "kata Anggota Komite keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majlis Evaz Heidarpour dalam wawancara Senin 6/1/14.

"Oleh karena itu, negara ini (Arab Saudi) akan terus mendukung aksi teroris dengan menghasut perselisihan sektarian dan agama di negara-negara Muslim, " tambahnya.

Anggota parlemen Iran lebih lanjut menunjukkan peran Riyadh dalam menciptakan ketidakamanan di Suriah dengan mendukung al- Qaeda, menambahkan, " Masyarakat internasional dan PBB harus mengambil langkah-langkah yang efektif secepat mungkin untuk mencegah eskalasi kekerasan dan kegiatan Takfiri di Timur Tengah. "

Pernyataan ini datang setelah kematian mencurigakan komandan al- Qaeda Brigade Abdullah Azzam Majed Al - Majed.

Banyak pengamat politik percaya bahwa Majed al-Majed dibunuh atas kekhawatiran Saudi akan interogasi yang akan membeberkan informasi pembunuhan dan serangan teroris baru-baru ini di Timur Tengah.

Arab Saudi mengatur pembunuhan Majed al-Majed dalang serangan kembar terhadap Kedutaan Besar Iran di Libanon, kata anggota parlemen Iran.

"Kami percaya bahwa dalang di balik ledakan di depan Kedutaan Besar Iran di Beirut dan di belakang pembunuhan Majed al-Majed adalah Arab Saudi," kata Mohammad Hassan Asafari yang duduk di Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri, demikan Press TV melaporkan, Senin, 06/01/14.

Pernyataan militer Libanon pada Sabtu menyebutkan bahwa al-Majed tewas di sebuah rumah sakit militer di Beirut satu hari sebelumnya ketika menerima pengobatan medis untuk gagal ginjal
.(IT/TGM)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar