Senin, 13 Januari 2014

. JENEVA 2 DAN PERANG SURIAH...??? DASAR KUNCI PERDAMAIAN TIMUR TENGAH SECARA MENYELURUH ADALAH KEMERDEKAAN DAN KEDAULATAN NEGARA DAN BANGSA PALESTINA SECARA UTUH PENUH DAN MENYELURUH ...!!!!.....>> ARAB SAUDI-TURKI-FRONT AL NUSRA-ISIS....DAN AS -ISRAEL-NATO DI SATU SISI....DAN ADA PIHAK... IRAN-SURIAH-HEZBULLAH.....PEMBERONTAK KURDI DAN RUSIA -CINA DI SISI LAIN...?? >> DIMANA... FAKTA2 HISTORIS.. PERANG KEPENTINGAN TERSELUBUNG ..... YANG DIGELAR DIAJANG MEDAN PALESTINA-AFGHANISTAN-IRAQ-LIBYA-YAMAN- DAN MESIR... DAN BERUJUNG DI SURIAH... SEPERTI SANGAT MEMBINGUNGKAN AWAM.. DI AWAL TERJADINYA... PEMBERONTAKAN DAN ISSUE..MEDIA DENGAN BERBAGAI MANIPULASI POLITIK...YANG LUAR BIASA. LIHAI DAN PIAWAI... OLEH JURNALIS2 TERLATIH..DAN KEKUATAN JARINGAN YANG SANGAT KOMPLEKS DAN LUAS... .??>> KELIHAIAN AL JAZEERA- DAN JARINGAN MEDIA2 BARAT..YANG SANGAT DOMINAN .. MENJADIKAN AWAM TEROMBANG-AMBING .. SEPERTI ADA GEMPA DAN GURUH GUNTUR ..DAHSYAT... YANG TERJADI...TIBA2..DAN TERUS BERKESINAMBUNGAN TANPA ADA KENAL JEDA...DILENGKAPI DENGAN BERBAGAI ISSUE..DAN FITNAH SERTA ABSURDITAS TOKOH2...POPULIS..YANG SANGAT MENGACAUKAN DAN MEMBODOHKAN RAKYAT SEMESTA..DAN UMMAT YANG SADAR DIRI....??>> NAMUN DENGAN BERJALANNYA WAKTU.. DAN KETANGGUHAN BANGSA SURIAH..DENGAN DUKUNGAN SOLID SEMUA KAWAN2 PENDUKUNGNYA.. ... YANG KINI.... AKHIRNYA MENELANJANGI KEJAHATAN PARA POLITIKUS DAN NEGARA2.. PENJAJAH KRIMINAL GLOBAL YANG SELALU DI MAINKAN OLEH ZIONIS-TOKOH2..NEOKONS-DAN PARA ABSURDITAS KEFAHAMAN YANG MENGGUNAKAN SIMBOL2 AGAMA DAN MELAKUKAN PERBUATAN JAHAT... TERHADAP RAKYAT PALESTINA -BANGSA ARAB YANG KONSISTEN UNTUK KEBENARAN DAN HAK2 BANGSANYA... SEPERTI IRAN-SURIAH-HEZBULLAH-PALESTINA...DAN LAIN2..YANG SEALIRAN DALAM SEMANGAT PERSATUAN DAN KEBANGSAAN ARAB SECARA MENYELURUH..??? >> SAYANG MESIR SUDAH TERLANJUR MENJADI ALAT PERMAINAN PARA KAUM ABSURDITAS.. YANG MEMAINKAN AYAT2..DAN TAFSIR... FIRMAN ..ALLAH.. SEHINGGA MEREKA TERJEBAK PERANG DAN PERSETERUAN FAHAM YANG SULIT DICARI...TITIK TEMU.. DAN TINGGAL MENUNGGU KEHANCURANNYA..??>> MESIR.. MENJADI AJANG PENGHANCURAN TOTAL OLEH TANGAN2.. ZIONIS DAN KELOMPOK ABSURDITAS.. YANG SATU DENGAN LAIN HANYA MEMAINKAN KEPENTINGAN MATERIALISTIS.. DAN BUKAN KEBENARAN HAKIKI.. UNTUK KEPENTINGAN BANGSA DAN RAKYAT SEMESTA.. ??? RAKYAT DAN MILITER..BERSETERU SEBAGAI HASIL PENGABDIAN KEPADA TUAN2.. BESAR.. YANG MEMBERIKAN DANA DAN SENAPAN.. DAN KESENANGAN2.... MASING2... UNTUK SALING MEMBUNUH DENGAN TANPA..RASA KEMANUSIAAN..DAN CINTA KEBANGSAAN...??>> . .. ADALAH KEMENANGAN POLITIK .. YANG BAGUS DAN FAIR OLEH IM.. NAMUN DIBALIK KEMENANGANNYA.. ADALAH TANGAN2 ZIONIS..DAN ABSURDITAS JUGA TERKUAK DIDALAMNYA.. DAN AL SISI YANG MERUPAKAN TOKOH DIDIKAN AMERIKA... DENGAN KEKUATAN MILITER..DAN JUGA GENGGAMAN TANGAN2 DAN JARINGAN ZIONIS DAN ABSURDITAS DIDALAMNYA...??>> ENTAHLAH ..MENGAPA..DEMIKIAN... TERJADI DI MESIR.. SEJAK BERPULUH TAHUN...TELAH TERSUSUPI... KEKACAUAN IDEALISME.. DAN FAHAM KEBANGSAANNYA.. ??>> PADAHAL MESIR TERKENAL DALAM SEJARAH... SEBAGAI MASYARAKAT.. PINTAR DAN BERILMU...???...>> NAMUN ULAMA2 DAN TOKOH2 POLITIKNYA..DAN JUGA TENTARANYA.. MENJUAL DAN MELACURKAN JIWA2 DAN DIRINYA.. DAN TAK SEGAN... MENGORBANKAN RAKYAT DAN NEGARANYA.. DEMI TUAN2 BESAR.. ... PARA TOKOH.. ABSURDITAS..DAN KEAMANAN ZIONIS..DISANA..??>> QUO VADIS MESIR... QUO VADIS.. AL SISI.... QUO VADIS IM....??>> SAYANG... DAN SAYANG SEKALI...??>> MESIR TELAH DI ACAK2.. JIWA DAN CITA2..BANGSANYA... PASCA ABDEL NASEER... BERKUASA..???>> .. LALU.... ADA APA DIBALIK MESIR..??>> ... KESERAKAHAN PARA TOKOH2 POLITIK DAN ULAMA DAN GURU2 BESARNYA... DAN KESOMBONGAN AKAN ILMUNYA.. DAN TERSELUBUNG HASRAT HAWA NAFSUNYA... SERTA KESERAKAHAN TOKOH2 MILITERNYA... ADALAH KUNCI KEKACAUAN DAN PERPECAHAN RAKYAT DAN BANGSA MESIR..???>>> KITA LIHAT.... BANGSA PALESTINA YANG DALAM TEKANAN BERAT DAN PENUH KECULASAN SELAMA BERPULUH TAHUN OLEH AS-INGGRIS-NATO-ZIONIS.. DAN KELOMPOK ABSURDITAS RAJA2 DAN PENGUASA..NEGARA ARAB.. SEPERTI ARAB SAUDI-TURKI-QATAR DAN KUWAIT.CS..DAN MESIR SEJAK ANWAR SADAAT BERKUASA... TELAH MELAKUKAN.. KEJAHATAN2 KEMANUSIAAN DAN KEJAHATAN POLITIK.. LUAR BIASA.. TERHADAP BANGSA DAN RAKYAT PALESTINA..YANG SEDANG TERTINDAS..OLEH KEKUATAN BESAR..DAN JAHAT.. SECARA GLOBAL... >> NAMUN JIWA2 RAKYAT DAN PEJUANG PALESTINA DAN MUQOWAMA..SEPERTI HEZBULLAH DAN SURIAH SERTA RAKYAT BERJIWA MERDEKA..DISANA.. MENUNJUKKAN KETAHANAN YANG LUAR BIASA.. DAN TETAP KONSISTEN.. DALAM ALUR PERJUANGAN UNTUK MEREBUT KEMBALI HAK2 SECARA PENUH DAN BERDAULAT SERTA MERDEKA DENGAN KEUTUHAN JIWA DAN PERSATUANNYA..>> INSYA ALLAH ... AAMIIN... DENGAN RAHMAT DAN KARUNIA ALLAH SWT... PALESTINA SEGERA MEWUJUDKAN CITA2 BANGSA DAN NEGARANYA SECARA BENAR DAN UTUH DAN NYATA..SECARA MENYELURUH.. .. >> SEDANGKAN PARA PENJAJAH KRIMINAL JAHAT DAN KAUM ABSURDITAS.. AKAN MENELAN KEKALAHAN DAN PIL2..KEMATIANNYA.. SECARA MENGERIKAN... DENGAN.. NYATA DAN MENYELURUH...!!!>> LALU.. KEMANA BANGSA MESIR DAN KESARADARAN AKAN KEBANGSAAN DAN KEDAULATAN SERTA KEMANDIRIAN BANGSA MESIR.. YANG KUAT DAN KOKOH.. DAN GAGAH DISEPANJANG SEJARAH.. DUNIA...??>> HAYOO BEBASKAN MESIR DARI JERUJI...DAN ... BORGOL2.. DAN TALI KEKANG PARA ABSURDITAS..DAN PENJAJAH KRIMINAL GLOBAL SEKARANG JUGA...>> BERSATULAH BANGSA DAN RAKYAT MESIR SEUTUHNYA.. DENGAN SEMANGAT KEMERDEKAAN DAN KEHORMATAN MARTABAT BANGSA MESIR SELURUHNYA...>>> HAYYYOOO BANGSA MESIR MENCONTOH SURIAH-HEZBULLAH-PALESTINA-IRAN-INDIA-CINA.......>>> HAYYOOO... BANGKITLAH WAHAI BANGSA MESIR YANG BERSATU-BERDAULAT DAN MANDIRI...!!!.>> LALU BAGAIMANA DENGAN INDONESIA.. YANG SUDAH CARUT MARUT--AKHLAK-POLITIK-HUKUM-DAN KONON EKONOMINYA DI TAKAR DAN DIJATAH... DENGAN QUOTA.. ATAU CATU2...YANG DIMAINKAN JARINGAN KEKUATAN MAFIA2 KEUANGAN DAN EKONOMI INTERNASIONAL.. YANG DILAKUKAN OLEH PARA TOPENG2 MANIS..BERHATI JAHAT.. .. PARA KOLABORATOR2.. SERAKAH..DAN ABSURD.....??>> ..In Damascus’ Yarmouk Palestinian refugee camp, the specter of death from hunger continues to threaten lives. Today, the Palestine Liberation Organization will try again to bring in a convoy of humanitarian aid to the camp, after five previous attempts were foiled by militants...>>>.... Militants inside the camp have blocked the efforts of the Palestine Liberation Organization (PLO) to bring food to the besieged residents. Today, the PLO will try to break the siege with six trucks of relief aid, following negotiations between Palestinian factions and camp militants. ..>> ....A field commander from the Popular Front for the Liberation of Palestine-General Command (PFLP-GC) told Al-Akhbar, “The initiative came as a result of the worsening humanitarian situation in the camp. The number of deaths is expected to exceed a hundred in the coming days if food and medicine are not delivered.” Previous attempts to bring relief envoys into the camp were subjected to heavy gunfire and mortar shells. The last such attempt took place on January 8, with the convoy unable to go beyond the area controlled by the state. An activist who participated in the convoy told Al-Akhbar, “Opposition fighters prevented the convoy from entering. They blocked an attempt to reach comprehensive reconciliation in the camp at the last meeting on January 3.” He believes militants block food and medicine in order to hold the Syrian government responsible for the starvation, and accuse Palestinian factions of failing to help the camp residents. “After refusing to allow aid to enter Yarmouk, they spread rumors that the militants fed the starving people in the Palestine Hospital,” he said.>> .... Ada tiga bendera Takfiri didalam peta, yang masing-masing dari mereka saling bunuh dan saling tikam, terutama Front Islam, ISIS dan Front-al-Nusra. Sebab ISIS adalah anak haram yang kelahirannya tidak diharapkan oleh al-Qaeda. Perselisihan kedua Takfiri itu memuncak setelah mantan pemimpin ISIS membelot dan bergabung dengan Front al-Nusra. >>> Kisah ini menceritakan informasi penting mengenai pembentukan Front al-Nusra dan rahasia di balik konflik yang berkepanjangan dengan ISIS...>>> Jika Tentara Arab Suriah mengontrol bagian timur dan barat yang saat ini juga dikuasai oleh pejuang Kurdi, maka semua bantuan logistik Takfiri dari Turki dan Irak akan tersumbat, apalagi jika perbatasan al-Yarubuiyah dikuasai oleh suku Kurdi...>>> Berikut ini adalah peta perang di Aleppo yang diperbarui sejak 1/12/2013. Perbaruan peta ini, Senin, 13/01/14, karena wilayah al-Naqqarin secara resmi dibebaskan Tentara Arab Suriah dari cengkraman zombie-zombie Takfiri hari Sabtu malam kemarin, dan kini Tentara Arab Suriah terus bergerak maju menuju pusat Industrial City di Aleppo....>> .....Iran berulang kali menegaskan bahwa solusi politik adalah satu-satunya jalan untuk menyelesaikan krisis Suriah. Atas dasar itu, Tehran mengumumkan kesiapannya untuk hadir dalam Konferensi Jenewa II. Namun AS memberikan pra-syarat untuk kehadiran Iran dalam konferensi internasional tersebut. Tehran menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menerima pra-syarat apapun untuk hadir di Konferensi Jenewa II. ..>>> .....Menurut pandangan Iran, penyelesaikan krisis Suriah memerlukan dialog Suriah-Suriah dan segala bentuk keputusan yang keluar dari kerangka tersebut tidak akan membantu penyelesaian krisis tersebut. Konferensi Jenewa II dengan pendekatan yang dilakukan oleh AS dalam konferensi ini, pada dasarnya telah berjalan menjauh dari jalur dan tujuannya. Jika situasi itu tidak berubah, maka pembicaraan tersebut tidak akan menghasilkan apapun kecuali kegagalan...>>> ... Iran menentang tegas intervensi militer di Suriah dan menekankan bahwa perdamaian di negara Arab itu akan tercipta jika dukungan terhadap kelompok-kelompok teroris di Suriah dihentikan. Presiden Iran, Hassan Rohani dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin pada Kamis menyinggung berbagai bantuan militer sebagian negara kepada kelompok-kelompok terors di Suriah. Ia mengatakan, setiap pertemuan trans-regional yang tidak mengikutkan negara berpengaruh di dalamnya, tidak akan dapat menyelesaikan krisis Suriah. Oleh karenanya, Konferensi Internasional Jenewa II sudah gagal sebelum diselenggarakan...>>>.. Salah satu faktor penentangan AS terhadap kehadiran Iran di Jenewa II adalah lobi-lobi rezim Zionis Israel dan penentangan sejumlah negara regional termasuk Qatar dan Arab Saudi...>> .. Kerry pada Sabtu (11/1) petang bertolak ke Paris untuk berpartisipasi dalam pertemuan kelompok yang disebut sebagai "Friends of Syria" yang dibuka pada hari ini, Ahad, di Kementerian Luar Negeri Perancis. Oposisi Suriah yang pekan ini telah menggelar pembicaraan intensif di kota Istanbul, menunda keputusan tentang partisipasi mereka di Konferensi Jenewa II. Keputusan pasti mengenai partisipasi mereka di konferensi tersebut akan diambil pada Jumat ..>>> ...Irak bukan satu-satunya negara yang menuding Arab Saudi terlibat dalam berbagai operasi teror dan peledakan bom. Vladimir Putin, presiden Rusia baru-baru ini juga menyebut Arab Saudi sebagai mitra teroris dan meminta Dewan Keamanan PBB mencantumkan Riyadh dalam deretan para pendukung terorisme. Para tokoh dan sejumlah petinggi pemerintah Lebanon juga menuding Riyadh terlibat dalam berbagai operasi teror di sejumlah wilayah negara ini....>>> ...Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki Kamis lalu di depan para duta besar dan wakil sejumlah negara asing di Baghdad mengatakan, sejumlah teroris memasuki Irak dengan menggunakan paspor Arab dan kemudian melakukan aksi teror, namun negara-negara pendukung terorisme harus menyadari bahwa api terorisme juga akan membakar mereka sendiri...>>> .... Ali al-Shalah juga membongkar dukungan finansial Arab Saudi kepada kelompok teroris dan menyatakan sejumlah oknum yang terlibat dalam kasus ini telah ditangkap dan selain pengakuan dari mereka, juga ditemukan bukti lain berupa rekaman percakapan telepon. Strategi lain rezim al-Saud dalam melancarkan intervensinya di Irak adalah mengirim tentara bayaran dan melatih mereka untuk melakukan operasi teror...>>> Dalam dokumen yang diserahkan pemerintah Baghdad kepada negara-negara Arab dan Islam, terdapat bukti yang menunjukkan bahwa kubu anti pemerintah yang berusaha mengobarkan instabilitas di Irak mendapat sokongan dana dari Arab Saudi. Dukungan terhadap kelompok teroris juga termasuk salah satu strategi rezim al-Saud untuk mengintervensi dan mengobarkan instabilitas di berbagai wilayah Irak. Pangeran Bandar bin Sultan, kepala Dinas Intelijen Arab Saudi memainkan peran vitan dalam mendukung kelompok teroris di Irak...>>>

Damascus: Yarmouk Starves as Relief Convoys Attacked

A fighter of the Popular Front for the Liberation of Palestine – General Command squats next to the covered body of an alleged foreign rebel fighter in the Yarmouk refugee camp in the Syrian capital Damascus on September 12, 2013, following fighting against rebel forces who control 75 percent of the camp. (Photo: AFP - Anwar Amro)
Published Monday, January 13, 2014
 
In Damascus’ Yarmouk Palestinian refugee camp, the specter of death from hunger continues to threaten lives. Today, the Palestine Liberation Organization will try again to bring in a convoy of humanitarian aid to the camp, after five previous attempts were foiled by militants.

Damascus Countryside – Starvation deaths in the Yarmouk Palestinian refugee camp near Damascus have increased dramatically. As of January 1, 10 people had died. The number rose to 15 over the next 10 days and jumped to 44 in the past two. The latest victim was baby Israa al-Masry. 

Militants inside the camp have blocked the efforts of the Palestine Liberation Organization (PLO) to bring food to the besieged residents. Today, the PLO will try to break the siege with six trucks of relief aid, following negotiations between Palestinian factions and camp militants. 

One negotiator expressed concern that “the aid might not make it to its destination at the UN Relief and Works Agency (UNRWA) schools because militants might confiscate it.” He added, if this aid “crosses a distance of five kilometers on the street controlled by the militants, it will be distributed by UNRWA staff.”

Palestinian ambassador to Syria, Anwar Abdul-Hadi, told Al-Akhbar, “We will try for the sixth time to deliver aid to the people under siege. In previous attempts, militants created problems and prevented the trucks from entering. Two days ago, militants prevented us from pulling the wounded ... out of the camp.” 

On another note, a delegation from the PLO’s executive committee visited the Syrian authorities in an attempt to find a solution to the siege of Yarmouk. One delegation member said, “The Syrian government asked that foreign fighters be taken out of the camp in order to lift the siege.” The Syrian authorities told the Palestinian delegation, “If the militants want to fight us, let them do so outside the camp.” 

The parties are considering a new initiative, similar to the last initiative, which calls for the ouster of foreign fighters from Yarmouk; returning the Syrian police to their positions inside the camp; and coming to a settlement with anti-regime Palestinian fighters. 
 
A field commander from the Popular Front for the Liberation of Palestine-General Command (PFLP-GC) told Al-Akhbar, “The initiative came as a result of the worsening humanitarian situation in the camp. The number of deaths is expected to exceed a hundred in the coming days if food and medicine are not delivered.”

Previous attempts to bring relief envoys into the camp were subjected to heavy gunfire and mortar shells. The last such attempt took place on January 8, with the convoy unable to go beyond the area controlled by the state.

An activist who participated in the convoy told Al-Akhbar, “Opposition fighters prevented the convoy from entering. They blocked an attempt to reach comprehensive reconciliation in the camp at the last meeting on January 3.”

He believes militants block food and medicine in order to hold the Syrian government responsible for the starvation, and accuse Palestinian factions of failing to help the camp residents. “After refusing to allow aid to enter Yarmouk, they spread rumors that the militants fed the starving people in the Palestine Hospital,” he said.

However, the opposition accuses security checkpoints and PFLP-GC of “fabricating security incidents that prevent the convoy from entering the camp.” Abu Dayeh, a Palestinian opponent of the regime, told Al-Akhbarr, “The security checkpoints adjacent to al-Regi Square and Palestine Street create, with the help of members of the PFLP-GC, tension in the days preceding the arrival of the relief convoys, and terrorize residents and prevent them from approaching the convoys by carrying out fake clashes right before they arrive.”
This article is an edited translation from the Arabic Edition.

Konferensi Jenewa II dan Hambatannya

 


Jadwal penyelenggaraan Konferensi Jenewa II untuk membantu menyelesaikan krisis Suriah semakin dekat. Pembahasan mengenai kehadiran Republik Islam Iran dalam konferensi tersebut juga berlanjut. 
 
Konferensi Jenewa II dijadwalkan akan digelar pada tanggal 22 Januari 2014 di kota Montreux, Swiss, sebagai kelanjutan dari pembicaraan Jenewa I yang digelar pada tanggal 30 Juni 2012. Perwakilan pemerintah Damaskus dan oposisi akan duduk bersama dan berunding mengenai penyelesain krisis di Suriah. Menurut rencana, jalannya konferensi tersebut akan di awasai langsung oleh Lakhdar Brahimi, Utusan Khusus PBB dan Liga Arab untuk Suriah.
 
Dikatakan bahwa masalah kehadiran Iran di Konferensi Jenewa II akan menjadi jelas setelah pertemuan antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan sejawatnya dari Amerika Serikat, John Kerry di Paris, ibukota Perancis.
 
Kerry pada Sabtu (11/1) petang bertolak ke Paris untuk berpartisipasi dalam pertemuan kelompok yang disebut sebagai "Friends of Syria" yang dibuka pada hari ini, Ahad, di Kementerian Luar Negeri Perancis.
 
Oposisi Suriah yang pekan ini telah menggelar pembicaraan intensif di kota Istanbul, menunda keputusan tentang partisipasi mereka di Konferensi Jenewa II. Keputusan pasti mengenai partisipasi mereka di konferensi tersebut akan diambil pada Jumat (17/1).
 
Sementara itu, Iran berulang kali menegaskan bahwa solusi politik adalah satu-satunya jalan untuk menyelesaikan krisis Suriah. Atas dasar itu, Tehran mengumumkan kesiapannya untuk hadir dalam Konferensi Jenewa II. Namun AS memberikan pra-syarat untuk kehadiran Iran dalam konferensi internasional tersebut. Tehran menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menerima pra-syarat apapun untuk hadir di Konferensi Jenewa II.
 
Salah satu faktor penentangan AS terhadap kehadiran Iran di Jenewa II adalah lobi-lobi rezim Zionis Israel dan penentangan sejumlah negara regional termasuk Qatar dan Arab Saudi.
 
Iran menentang tegas intervensi militer di Suriah dan menekankan bahwa perdamaian di negara Arab itu akan tercipta jika dukungan terhadap kelompok-kelompok teroris di Suriah dihentikan.
 
Presiden Iran, Hassan Rohani dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin pada Kamis menyinggung berbagai bantuan militer sebagian negara kepada kelompok-kelompok terors di Suriah. Ia mengatakan, setiap pertemuan trans-regional yang tidak mengikutkan negara berpengaruh di dalamnya, tidak akan dapat menyelesaikan krisis Suriah. Oleh karenanya, Konferensi Internasional Jenewa II sudah gagal sebelum diselenggarakan.
 
Menurut pandangan Iran, penyelesaikan krisis Suriah memerlukan dialog Suriah-Suriah  dan segala bentuk keputusan yang keluar dari kerangka tersebut tidak akan membantu penyelesaian krisis tersebut. Konferensi Jenewa II dengan pendekatan yang dilakukan oleh AS dalam konferensi ini, pada dasarnya telah berjalan menjauh dari jalur dan tujuannya. Jika situasi itu tidak berubah, maka pembicaraan tersebut tidak akan menghasilkan apapun kecuali kegagalan. (IRIB Indonesia/RA/NA)  

Peta Perang di Aleppo Setelah Pembebasan al-Naqqarin

Islam Times- http://www.islamtimes.org/vdcf1xdmmw6djja.,8iw.html
 
Sebab ISIS adalah anak haram yang kelahirannya tidak diharapkan oleh al-Qaeda. Perselisihan kedua Takfiri itu memuncak setelah mantan pemimpin ISIS membelot dan bergabung dengan Front al-Nusra.
 
Peta Aleppo
Peta Aleppo

Berikut ini adalah peta perang di Aleppo yang diperbarui sejak 1/12/2013. Perbaruan peta ini, Senin, 13/01/14, karena wilayah al-Naqqarin secara resmi dibebaskan Tentara Arab Suriah dari cengkraman zombie-zombie Takfiri hari Sabtu malam kemarin, dan kini Tentara Arab Suriah terus bergerak maju menuju pusat Industrial City di Aleppo.

Sebagai catatan, peta ini tidak lengkap, karena Tentara Arab Suriah belum menguasai wilayah Sheikh Maqsood dan Ashraiyyeh sepenuhnya. Dan dua wilayah ini masih dalam perebutan antara Tentara dan Takfiri.

Jika Tentara Arab Suriah mengontrol bagian timur dan barat yang saat ini juga dikuasai oleh pejuang Kurdi, maka semua bantuan logistik Takfiri dari Turki dan Irak akan tersumbat, apalagi jika perbatasan al-Yarubuiyah dikuasai oleh suku Kurdi.

Ada tiga bendera Takfiri didalam peta, yang masing-masing dari mereka saling bunuh dan saling tikam, terutama Front Islam, ISIS dan Front-al-Nusra. Sebab ISIS adalah anak haram yang kelahirannya tidak diharapkan oleh al-Qaeda. Perselisihan kedua Takfiri itu memuncak setelah mantan pemimpin ISIS membelot dan bergabung dengan Front al-Nusra.

Kisah ini menceritakan informasi penting mengenai pembentukan Front al-Nusra dan rahasia di balik konflik yang berkepanjangan dengan ISIS.

Di wilayah itu juga terdapat wilayah yang dikuasai oleh Pejuang Kurdi, tapi agak sulit menggabungkan bendera Kurdi pada peta masa depan. Misalnya dalam wilayah al-Hasakah, Tentara Arab Suriah dan People's Protection Units (YPG) atau Front al-Akrad kadang saling menyerang dan kadang saling membantu, YPG sejauh ini masih independen.

Dalam pembebasan wilayah Tal-Hassel, YPG dan Tentara Arab Suriah bekerja sama untuk membebaskannya, namun ini tidak berarti YPG dan Tentara Suriah tidak terlibat dalam pertempuran, dan YPG secara khusus hanya melindungi daerah-daerah Kurdi dimana pemerintah Suriah tidak memiliki masalah dengannya. [IT/Onh/Ass]

http://www.islamtimes.org/images/docs/000340/n00340493-b.jpg 
 
Perang Antar Takfiri: ISIL VS Front al-Nusra VS Ahrar al-Sham
 
Islam Times- 
Kelompok-kelompok Takfiri saling bertentangan dalam berbagai ideologi dan sama-sama mengklaim paling mewakili Ahli Sunnah, dan mereka semua melakukan banyak kekejaman terhadap rakyat Suriah.
 
Takfiri
Takfiri

Kelompok takfiri al-Qaeda mengekskusi sekitar 100 anggota Takfiri saingan di kota Raqqa, ketika salah satu basis utama ISIS di negara Arab itu diserang, dan merebut kembali sebagian besar wilayah yang direbut Front al-Nusra.

Para aktivis dengan kondisi anonimitas mengatakan, sekitar 100 Takfiri dari Front al- Nusra, -yang merupakan kekuatan utama al- Qaeda di Suriah- dan brigade Ahrar al-Sham dipenggal oleh Takfiri dari Negara Islam Irak dan Levant (ISIL).

ISIL memasuki perang Suriah sebagai cabang utama al-Qaeda, namun, kemudian pemimpin al- Qaeda Aymen Zawahiri membubarkan kelompok itu dan memilih Front al-Nusra sebagai wakil mereka di Suriah.

Serangan terakhir ISIL dilakukan di kota Tel Abyad di perbatasan dengan Turki, daerah terdekat dari Qantari dan ibukota provinsi Raqqa.

Tidak ada konfirmasi independen mengenai laporan itu.

"Sekitar 70 mayat, sebagian besar ditembak di kepala. Saat ini dikumpulkan dan dikirim ke rumah sakit National Raqqa," kata salah seorang aktivis mengatakan.

"Banyak dari mereka yang dieksekusi mengalami luka-luka dalam pertempuran itu. Front al-Nusra dan Ahrar al-Sham mempunyai ideologis mirip dengan ISIL dan tidak bermasalah," tambahnya.

Pertempuran semakin meningkat dalam beberapa minggu terakhir antara fraksi saingan utama yang memimpin pemberontakan mematikan di Suriah.

Rivalitas dan pertikaian bukan hal baru di antara kelompok-kelompok Takfiri ini. Namun, pertempuran terbaru berlangsung dalam skala yang lebih besar.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan pada hari Minggu, 12/01/14, bahwa sekitar 700 Takfiri tewas dalam pertempuran hanya dalam sembilan hari terakhir.

Kelompok-kelompok Takfiri saling bertentangan dalam berbagai ideologi dan sama-sama mengklaim paling mewakili Ahli Sunnah, dan mereka semua melakukan banyak kekejaman terhadap rakyat Suriah.

Anehnya, lantaran rebutan wilayah paling Nyunnah, mereka berbalik melawan satu sama lain, menggorok leher satu sama lain untuk menanam saham mendirikan apa yang mereka sebut sebagai negara "Islam" di Suriah.

Di antara mereka dilaporkan dieksekusi pada akhir pekan adalah Abu Saad al-Hadram, komandan Front al-Nusra di provinsi Raqqa yang ditangkap ISIL beberapa bulan lalu karena rivalitas antara ISIL dan al-Nusra, kata sumber-sumber oposisi.

Raqqa terletak di Sungai Efrat, 385 km (240 mil) timur laut dari Damaskus, merupakan kota yang paling signifikan dan sepenuhnya jatuh ke tangan Takfiri sejak perang dimulai di Suriah.

Sebuah pernyataan ISIL meminta suku-suku di Raqqa untuk menarik anggotanya supaya tidak anti-ISIL, dan mengatakan serangan terhadap kelompok itu dirancang untuk menghancurkan inti kekhalifahan, dan mempromosikan sistem kafir sebagai alternatif.

ISIL ditarik keluar dari Raqqa dan kota-kota lain di Suriah utara bulan ini setelah aliansi Takfiri ekstremis menyerang benteng, mengambil alih wilayah dan meningkatnya kebencian populer terhadap komandan kelompok itu.

Pembantaian ISIL terhadap Takfiri lain dan pemaksaan interpretasi yang ketat dari hukum mereka membuat kebencian masyarakat dan kelompok Takfiri lain.

Tapi ISIL kembali merebut Raqqa dalam beberapa hari terakhir dengan mengerahkan kekuatan termasuk para penembak jitu, unit komando truk-mount dan pelaku bom bunuh diri.

Sumber-sumber oposisi mengatakan, keahlian komandan asing, termasuk tokoh senior yang dikenal sebagai Omar al-Shishani sangat berpengaruh atas kemajuan ISIL.

Di provinsi Aleppo barat dari Raqqa, para aktivis mengatakan, ISIL telah kembali merebut beberapa pedesaan, termasuk Hreitan dan Basraton, di mana ISIL menewaskan seorang komandan senior dari Brigade Nour al-Din Zanki, unit kunci dalam Tentara Mujahidin yang baru dibentuk, yang memerangi ISIL di Aleppo. [IT/Onh/Ass]

Perang dan Kondisi Tragis Pengungsi Suriah



http://indonesian.irib.ir/fokus/-/asset_publisher/v5Xe/content/perang-dan-kondisi-tragis-pengungsi-suriah
 
Kekerasan dan konflik di Suriah selain merampas nyawa ribuan orang, juga menyisakan jutaan pengungsi, yang sekarang menghadapi kondisi tragis dan hidup tanpa masa depan.
 
Krisis Suriah hampir mendekati tahun ketiga dan selama masa itu, terlepas dari perang dan konfrontasi antara pasukan pemerintah dan oposisi bersenjata, ada kisah lain yang jauh lebih pilu, yaitu dimensi kemanusiaan krisis tersebut, mulai dari kematian dan korban luka hingga eksodus jutaan warga sipil.
 
Suriah adalah sebuah negara yang terletak di pantai timur Laut Mediterania. Negara itu berbatasan dengan Turki, Irak, Lebanon, Yordania, dan Palestina Pendudukan. Suriah dengan jumlah populasi lebih dari 22 juta jiwa, menempati posisi strategis di wilayah Timur Tengah, karena negara itu menjadi jembatan penghubung tiga benua Asia, Afrika, dan Eropa.
 
Berdasarkan data PBB, konflik di Suriah telah menelan hampir 120 ribu korban jiwa, dan hampir sepertiga dari populasi Suriah baik di dalam maupun luar negeri berstatus sebagai pengungsi. Mereka sekarang hidup dengan kondisi yang mengenaskan dan memikul penderitaan panjang.
 
Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Antonio Guterres mengatakan, Suriah telah menjadi bencana kemanusiaan yang memalukan dengan penderitaan dan arus pengungsian yang tak tertandingi dalam sejarah. Mereka sangat memerlukan dukungan internasional besar-besaran untuk membantu menangani krisis.
 
Dengan rata-rata hampir 5.000 warga Suriah melarikan diri ke negara-negara tetangga setiap hari, maka kebutuhan untuk secara signifikan meningkatkan bantuan kemanusiaan telah mencapai tahap kritis.
 
Menurut UNHCR, lebih dari tiga juta pengungsi Suriah tersebar di sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Lebanon, Irak, Yordania, Mesir, dan Turki. Para pengungsi juga ada yang memilih melarikan diri ke Eropa atau Afrika dan mereka tidak terdata di PBB. Berdasarkan sejumlah laporan, negara-negara Eropa membatasi akses lintas perbatasan untuk mencegah masuknya pengungsi Suriah ke benua Eropa.
 
Antonio Guterres mengatakan bahwa krisis kemanusiaan di Suriah lebih buruk dari genosida di Rwanda dan jumlah pengungsi akibat perang mencapai angka yang belum pernah terjadi sejak genosida Rwanda pada tahun 1994.
 
Kondisi tempat penampungan yang tidak mendukung, khususnya di musim dingin telah membuat para pengungsi kesulitan. Menurut sejumlah laporan, para pengungsi Suriah menghadapi kekurangan pangan dan kebutuhan dasar untuk menunjang kehidupan mereka di kamp-kamp penampungan.
 
UNICEF dalam satu pernyataannya mengumumkan bahwa suhu dingin telah mengancam nyawa jutaan anak-anak Suriah. Suhu dingin yang melanda Timur Tengah dan ketiadaan alat pemanas mengancam keselamatan bocah-bocah tak berdosa.
 
Negara-negara tetangga juga mulai kesulitan dalam menghadapi arus eksodus besar-besaran dari Suriah. Mereka mulai mengeluhkan kekurangan pangan dan tempat penampungan untuk menerima kehadiran pengungsi Suriah.
 
Salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh pengungsi Suriah adalah tidak adanya keamanan yang cukup di kamp pengungsian. Kriminalitas dan kasus pemerkosaan telah menambah derita mereka sebagai warga yang terusir dari tanah kelahiran.
 
Perempuan-perempuan pengungsi kini menjadi mangsa pemerkosa yang berkeliaran bebas di kamp penampungan. Kasus pemerkosaan dengan korban para perempuan pengungsi kerap terjadi di kamp Zaatari di Yordania yang berbatasan dengan Suriah. Keluarga yang khawatir anaknya menjadi korban terpaksa menikahkan putri-putri mereka, meskipun masih belia. Tidak ada pilihan lain kecuali menikahkan mereka.
 
Kasus kesehatan juga merupakan tantangan lain yang dihadapi oleh para pengungsi Suriah. Wakil Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Suriah, Elizabeth Hoff mengatakan, penyakit yang ditularkan melalui air sedang meningkat di tengah para pengungsi Suriah. Tifoid – infeksi yang disebabkan oleh bakteri salmonella – hepatitis A, dan penyakit lain telah menyebar luas di tengah mereka.
 
Jaminan kebutuhan air bersih, kematian akibat kekurangan gizi, depresi, dan kekurangan obat-obatan dan dokter, termasuk di antara masalah kesehatan serius yang mengancam pengungsi Suriah.
 
Sejumlah pengamat percaya bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan Suriah dari perang dan pertumpahan darah adalah dialog yang melibatkan semua pihak berpengaruh. Berlanjutnya perang tentu saja tidak akan menguntungkan siapa pun dan akan menciptakan tragedi yang lebih besar di Timur Tengah.
 
Konferensi Jenewa II diharapkan dapat menjadi peluang yang tepat untuk menemukan solusi politik guna mengakhiri krisis berkepanjangan di Suriah. (IRIB Indonesia/RM)

Arab Saudi dan Operasi Teror di Irak




Ali al-Shalah, anggota parlemen Irak Senin (13/1) menyatakan pemerintah Baghdad akan menyerahkan bukti dan dokumen keterlibatan Arab Saudi dalam kejahatan terorisme kepada negara-negara Arab serta Islam. Anggota parlemen Iran ini mengatakan, salah satu pangeran Arab Saudi menjadi instruktur operasi terorisme di Provinsi al-Anbar.
 
Irak dalam beberapa tahun terakhir dihadapkan pada eskalasi aksi terorisme di berbagai wilayahnya. Tahun 2013, kasus terorisme dan peledakan bom serta jumlah korban baik tewas maupun terluka akibat aksi ini lebih besar ketimbang tahun sebelumnya.
 
Pemerintah Nouri al-Maliki dalam beberapa tahun terakhir berulang kali menyatakan bahwa sejumlah negara kawasan terlibat dalam operasi teror di negaranya. Arab Saudi merupakan salah satu negara yang memainkan peran utama dalam berbagai operasi teror di Irak.
 
Rezim al-Saud dengan beragam cara terlibat dalam pengobaran instabilitas dan operasi teror di Irak. Salah satu metode yang ditempuh Riyadh dalam memuluskan ambisinya ini adalah menjalin hubungan dengan tokoh dan elit politik Irak yang anti Nouri al-Maliki.
 
Tariq al-Hashimi, mantan wakil presiden Irak yang kini melarikan diri ke luar negeri, termasuk salah satu tokoh penting yang didakwa terlibat dalam berbagai operasi teror di negara ini serta mendapat dukungan dari Arab Saudi. Ahmad al-Alwani, anggota parlemen dari List al-Iraqiya yang didakwa terlibat dalam aksi terorisme dan mogok massal anti pemerintah juga termasuk tokoh yang didukung Riyadh.
 
Dalam dokumen yang diserahkan pemerintah Baghdad kepada negara-negara Arab dan Islam, terdapat bukti yang menunjukkan bahwa kubu anti pemerintah yang berusaha mengobarkan instabilitas di Irak mendapat sokongan dana dari Arab Saudi. Dukungan terhadap kelompok teroris juga termasuk salah satu strategi rezim al-Saud untuk mengintervensi dan mengobarkan instabilitas di berbagai wilayah Irak. Pangeran Bandar bin Sultan, kepala Dinas Intelijen Arab Saudi memainkan peran vitan dalam mendukung kelompok teroris di Irak.
 
Ali al-Shalah juga membongkar dukungan finansial Arab Saudi kepada kelompok teroris dan menyatakan sejumlah oknum yang terlibat dalam kasus ini telah ditangkap dan selain pengakuan dari mereka, juga ditemukan bukti lain berupa rekaman percakapan telepon. Strategi lain rezim al-Saud dalam melancarkan intervensinya di Irak adalah mengirim tentara bayaran dan melatih mereka untuk melakukan operasi teror.
 
Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki Kamis lalu di depan para duta besar dan wakil sejumlah negara asing di Baghdad mengatakan, sejumlah teroris memasuki Irak dengan menggunakan paspor Arab dan kemudian melakukan aksi teror, namun negara-negara pendukung terorisme harus menyadari bahwa api terorisme juga akan membakar mereka sendiri.
 
Irak bukan satu-satunya negara yang menuding Arab Saudi terlibat dalam berbagai operasi teror dan peledakan bom. Vladimir Putin, presiden Rusia baru-baru ini juga menyebut Arab Saudi sebagai mitra teroris dan meminta Dewan Keamanan PBB mencantumkan Riyadh dalam deretan para pendukung terorisme. Para tokoh dan sejumlah petinggi pemerintah Lebanon juga menuding Riyadh terlibat dalam berbagai operasi teror di sejumlah wilayah negara ini.
 
Mengingat berbagai statemen ini serta perilisan dokumen oleh pemerintah Baghdad, kini berbagai organisasi internasional khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus mengambil langkah serius menyikapi peran Arab Saudi dalam berbagai operasi terorisme di berbagai negara dunia. (IRIB Indonesia/MF)

Pemakamannya Sepi, Bukti Bangsa-Bangsa Dunia Lupakan Sharon

Selasa, 14 Januari 2014, 00:02 WIB
AP PHOTO 
http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/14/01/14/mzcjc9-pemakamannya-sepi-bukti-bangsabangsa-dunia-lupakan-sharon
 
 
 Tiga tentara berdiri di pinggir makam Ariel Sharon dalam prosesi penguburan mantan perdana menteri Israel itu di samping makam Istrinya, di Gunung Negev, dekat perbatasan Gaza pada Senin (13/1/2014)
Tiga tentara berdiri di pinggir makam Ariel Sharon dalam prosesi penguburan mantan perdana menteri Israel itu di samping makam Istrinya, di Gunung Negev, dekat perbatasan Gaza pada Senin (13/1/2014)

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV — Jasad mantan Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon, akhirnya dimakamkan di samping kuburan istrinya di Gurun Negev, Senin (13/1). Namun, ternyata tak banyak pemimpin dunia yang menghadiri pemakaman yang dilangsungkan secara militer itu. Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan, pejabat yang datang menyaksikan prosesi penguburan Sharon hanya dari 21 negara.

“Terutama dari Eropa. Tetapi tidak ada satu pun delegasi dari Timur Tengah, Afrika, atau pun Amerika Latin yang masuk dalam daftar tamu,” kata pernyataan Kemenlu Israel, seperti dilansir World Bulletin, Senin (13/1).

Sharon meninggal pada usia 85 pada Sabtu (11/1) lalu, setelah menghabiskan delapan tahun terakhir sisa hidupnya dalam kondisi koma akibat stroke yang dideritanya.Bagi ratusan jutaan penduduk di dunia, terutama di Arab, Sharon adalah seorang ‘pembunuh massal’.

Ia juga menjadi penyebab meletusnya perlawanan rakyat Palestina yang dikenal dengan Intifada II pada 2000, setelah kunjungannya yang provokatif ke Masjid Al Aqsa , tempat paling suci ketiga dalam Islam.

Berbeda dengan Sharon, lebih dari 70 pemimpin dunia terbang ke Afrika Selatan untuk menghadiri pemakaman Nelson Mandela di Johannesburg, beberapa waktu lalu.

Mulai dari Presiden AS Barack Obama, Pemimpin Kuba Raul Castro, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe, PM Inggris David Cameron, hingga Pemimpin Iran Hassan Rouhani.“Sepinya pamakaman Ariel Sharon ini menunjukkan, bangsa-bangsa di dunia memang melupakan lelaki yang mendapat julukan ‘The Butcher of Beirut’ ini,” tulis World Bulletin lagi.

ARIEL SHARON TINGGALKAN HUTANG KEADILAN

http://cahyono-adi.blogspot.com/2014/01/ariel-sharon-tinggalkan-hutang-keadilan.html#more 

 
 
Ariel Sharon, pemimpin senior Israel yang bertanggungjawab atas kejahatan kemanusiaan Tragedi Pembantaian Kamp Sabra-Shatilla tahun 1982 dan kejahatan-kejahatan lainnya, meninggal dengan meninggalkan hutang keadilan. Demikian keterangan lembaga HAM Human Rights Watch (HRW).

"Adalah menyedihkan bahwa Sharon telah pergi tanpa menghadapi keadilan atas peranannya di Sabra dan Shatilla dan pelanggaran-pelanggaran lainnya,” kata Sarah Leah Whitson, Direktur HRW untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara baru-baru ini.

Selain Sabra dan Shatilla, Sharon juga dianggap bertanggungjawab atas pengembangan pemukiman-pemukiman ilegal yahudi di wilayah pendudukan meski ia sempat memerintahkan penghentian pembangunan pemukiman-pemukiman ilegal tahun 2005.

Menurut Whitson, kepergian Sharon menunjukkan bahwa kekebalan hukum yang dimilikinya tidak memberikan dampak positif bagi perdamaian Palestina-Israel.

Berdasarkan hasil penyidikan yang diadakan pemerintah Israel atas desakan dunia internasional menyangkut insiden Shabra dan Shatilla, Sharon dinyatakan bertanggungjawab secara pribadi (“personal responsibility”)  atas insiden tersebut dengan mengirimkan milisi-milisi Falangis (Kristen) ke kedua kamp yang berada di bawah pengawasan Israel saat invasi Israel terhadap Lebanon tahun 1982. Setelah masuk ke dalam kamp, milisi-milisi itu kemudian melakukan pembantaian massal terhadap para pengungsi Palestina antara tgl 16-18 September 1982. Menurut Israel korban pembantian tersebut mencapai 700-800 orang, namun sumber-sumber lain memperkirakan mencapai ribuan orang. Sebagian korban adalah wanita dan anak-anak hingga bayi dengan kondisi tubuh termutilasi. Itu semua belum termasuk ribuan rakyat Lebanon dan Palestina lain yang tewas akibat serangan Israel tahun 1982.
Setelah dinyatakan bersalah oleh Komisi Kahan yang dibentuk Israel tahun 1983, Sharon dicopot jabatannya sebagai menteri pertahanan namun tetap sebagai menteri tanpa portofolio. Pada tahun 2001 ia bahkan terpilih sebagai perdana menteri yang disandangnya sampai ia jatuh koma tahun 2006.

Setelah Komisi Kahan, Israel tidak pernah menindaklanjutinya dengan proses pengadilan atas salah satu peristiwa tragedi kemanusiaan terbesar itu. Pada tahun 2001, seorang korban selamat dalam pembantaian mengajukan tuntutan hukum melalui pengadilan Belgia. Namun karena tekanan lobi yahudi, pada bulan April 2003 parlemen Belgia mengamandemen undang-undang yang memungkinkan Sharon diadili di Belgia.

Selama kepemimpinan Sharon, Israel melakukan pembangunan pemukiman ilegan yahudi besar-besaran, meski pada tahun 2005, untuk menaikkan citranya, Sharon memerintahkan pengusiran 8.000 pemukim yahudi ilegal. Jika sebelum pemerintahannya jumlah pemukim yahudi ilegal di wilayah Palestina yang diduduki hanya mencapai 388.000 orang, pada masa pemerintahannya angkanya mencapai 461.000. Selain itu Sharon juga bertanggungjawab penuh atas pembangunan tembok pemisah di Tepi Barat yang melanggar HAM warga Palestina yang menjadi kesulitan hidupnya dengan adanya tembok itu.

Selama pemerintahan Sharon pasukan Israel telah membunuh setidaknya 1430 warga sipil Palestina sebagaimana laporan lembaga HAM Israel B’Tselem. Selama itu juga ribuan rumah penduduk Palestina digusur secara ilegal oleh Israel.

Sumber: al akhbar; 13 Januari 2014


Dua Diplomat Jerman Ditembak di Saudi
Selasa, 14 Januari 2014, 11:40 WIB 
http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/14/01/14/mzdh7f-dua-diplomat-jerman-ditembak-di-saudi
Ilustrasi: pistol
Ilustrasi: pistol

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/14/01/14/mzdh7f-dua-diplomat-jerman-ditembak-di-saudi

Dua diplomat Jerman lolos dari maut setelah pasukan tidak dikenal menembaki mobil mereka saat berkunjung ke Kota Awamiya, bagian timur Arab Saudi, Senin (13/1) waktu setemoat.

Kantor berita negara SPA, melaporkan, polisi Saudi sedang menyelidiki insiden yang membuat kendaraan kedua diplomat Jerman itu terbakar. Polisi belum merinci penembakan tersebut, lapor Reuters.

Di Berlin, juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan, "Saya bisa mengkonfirmasi bahwa ada sebuah insiden saat berkendara di negara itu. Mobil itu ditembak dan terbakar. Tidak ada yang cedera. Kedutaan di Riyadh telah meluncurkan sebuah investigasi."

Awamiya dan bagian-bagian lain dari Kabupaten Qatif di pantai Teluk telah mengalami kerusuhan sejak 2011. Dua puluh orang meninggal saat pemuda umat Syiah turun ke jalan untuk menuntut perlakuan yang sama dari pemerintah yang didominasi Muslim Sunni.

Umat Syi'ah menuduh Pemerintah Saudi melakukan diskriminasi terhadap mereka dan berkata beberapa pengunjuk rasa telah ditembak. Saudi, sekutu dekat AS dan eksportir utama minyak dunia, membantah pihaknya melakukan diskriminasi terhadap umat Syiah.

Pemerintah mengatakan, semua pembunuhan itu diakibatkan baku-tembak setelah polisi diserang. Pada 2012, Saudi memerintahkan penangkapan 23 umat Syi'ah di Provinsi Timur, di mana banyak dari minoritas Syi'ah tinggal di kerajaan, dan mengatakan mereka bertanggung jawab atas kerusuhan.

Media Saudi mengatakan dari semula 23, hanya sembilan orang yang masih buron. Sisanya telah ditangkap, dibunuh atau menyerahkan diri.

Pada Juli, Arab Saudi mengatakan telah menangkap seorang pria yang digambarkan masuk pada daftar setelah tembak-menembak dengan pasukan keamanan.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar