Selasa, 07 Januari 2014

MAJED AL MAJED...??? >>> KENAPA DIA HARUS DIBUNUH ATAU DIMATIKAN.. SEBELUM DIGELAR PENGADILAN DI LEBANON..??>> BENARKAH DIA MENINGGAL DI RUMAH SAKIT TENTARA DI LEBANON...??>> ATAU ADA TANGAN JAHIL..DAN ORANG2 AHLI DAN PINTAR... DIDUNIA INTELIGEN...??>> ATAUKAH SEMATA-MATA TIPU DAYA..MEDIA... AGAR PUBLIK TERTIPU... DAN... INGIN.. AGAR MAYATNYA SEGERA DIKIRIMKAN DALAM BENTUK PETI JENAZAH.. KE ARAB SAUDI.. DAN NANTINYA... BISA SEGERA.. SIUMAN KEMBALI SETELAH AMAN DI NEGARA SAUDI ARABIA..??>> ADA PERMAINAN TANGAN2 MASTERSPY ATAU JARINGAN MASTERMIND KEKACAUAN DI KAWASAN LEBANON-SYRIA-TURKI-SAUDI ARABIA..??>> PENTING DAN DEMIKIAN TINGGI NILAI ALMAJED.. BAGI DUNIA INTELIGEN..??>> SIAPAKAH MAJED ALMAJED SESUNGGUHNYA...??>> KITA MASYARAKAT AWAM HANYA DALAM DOA DAN INGIN TERHINDAR DARI KERUSAKAN DAN FITNAH2..DAJJAL..DAN KAUM PENJAJAH KRIMINAL INTERNASIONAL... YANG SELAMA INI MEMAINKAN WAYANG2....GANAS DAN DURJANA... UNTUK MENGACAUKAN MASYARAKAT..SIPIL TAK BERDOSA.. KHUSUSNYA DIDUNIA MUSLIM..??>> ADA APA DENGAN PERMAINAN AGEN2 GLOBAL....YANG SELALU MENGACAU DENGAN BERBAGAI ISSUE..ATAU AGENDA/ PROTOCOL MEREKA... DAN JARINGAN2..TANGAN DAN KAUM YANG KEJAM..??>> WASPADALAH UMMAT ISLAM SELURUHNYA.. AGAR TERHINDAR DARI UPAYA ADU DOMBA DAN KEHILANGAN AKAL SEHAT...DAN KEWARASAN... OLEH TINGKAH DAN ULAH... PERMAINAN PARA TENTARA BAYARAN.. DAN KAUM PENDUKUNG DAJJAL..DAN PENJAJAH KRIMINAL INTERNASIONAL..??>> WASPADALAH.. UMMAT ISLAM.. DAN KUATKAN PERSATUAN DAN PERSAUDARAAN SERTA SILATURAHIM UMMAT ....>>> WASPADALAH...!!!... ...The emir of the Abdullah Azzam Brigades passed away on January 4 due to his deteriorating health situation. The news was expected following leaks that said he might die soon in his bed at the Military Hospital in Beirut. But if this was true, how was he conscious in the ambulance only to suddenly lose consciousness and fall into a coma the moment he was arrested by military intelligence? Eight days after his arrest, news about his death was leaked quietly to the media. However, amid skepticism, the government commissioner at the military courts, Sakr Sakr, confirmed the story. He announced that a forensic doctor was asked to do an autopsy on Majed's body...>>... Laporan-laporan media mengatakan Majed al-Majed, tokoh senior Takfiri al-Qaeda yang baru saja tewas di Libanon adalah seorang pejabat tinggi dinas intelijen Arab Saudi. Al-Majed pemimpin al-Qaeda dari Brigade Abdullah Azzam ditahan Libanon sekaitan dengan pemboman kembar di dekat Kedutaan Besar Iran di ibukota Libanon Beirut pada tanggal 19 November 2013 yang menewaskan 23 orang termasuk seorang diplomat Iran dan melukai puluhan lainnya...>>>...Menurut Jerusalem Post, diplomat Saudi itu telah mengabdikan waktunya untuk mengatur semua agenda pertemuan rahasia dengan para kepala organisasi lobi Yahudi di Washington (AIPAC). Hubungan konsolidasi Jubeir dengan kepala organisasi Lobi Yahudi merupakan indikasi pemulihan hubungan lebih mesra antara Israel dan Arab Saudi, tambah artikel itu...>>> situs Jerusalem Post pada Ahad, 05/01/14, Kerajaan despotik Saudi Arabia memperkenalkan duta besar untuk Washington sebagai koordinator utama hubungan dan kerjasama politik antara Tel Aviv-Riyadh...>>...Arab Saudi mengatur pembunuhan Majed al-Majed dalang serangan kembar terhadap Kedutaan Besar Iran di Libanon, kata anggota parlemen Iran. "Kami percaya bahwa dalang di balik ledakan di depan Kedutaan Besar Iran di Beirut dan di belakang pembunuhan Majed al-Majed adalah Arab Saudi," kata Mohammad Hassan Asafari yang duduk di Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri, demikan Press TV melaporkan, Senin, (06/01/14). Pernyataan militer Libanon pada Sabtu menyebutkan bahwa al-Majed tewas di sebuah rumah sakit militer di Beirut satu hari sebelumnya ketika menerima pengobatan medis untuk gagal ginjal....>>>Majed dilaporkan tewas pada Sabtu di rumah sakit militer Libanon di lingkungan Badaro, Beirut. Al-Majed ditangkap oleh Tentara Libanon pada 26 Desember tahun lalu di wilayah pegunungan di Libanon, Hazmieh. Menunjuk pada ancaman yang dikenakan pada negara Israel Mansour juga menyebut, Tentara Libanon saat ini tidak akan menjadi kuat tanpa perlawanan Hizbullah di sisinya. ..>>...Menteri Luar Negeri Libanon Adnan Mansour menggambarkan kematian teroris asal Saudi Majed al-Majed sebagai pukulan terhadap pengadilan. Majed al-Majed adalah komandan Brigade Abdullah Azzam yang berafiliasi dengan Takfiri al-Qaeda yang mengklaim bertanggung jawab atas pemboman ganda di luar Kedutaan Besar Iran di Beirut pada 19 November tahun lalu...>>> ..Gerakan perlawanan Hizbullah Libanon berjanji untuk tidak mengakhiri dukungannya terhadap pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad. Dalam sebuah pernyataan pada Ahad, 05/01/14, Hizbullah menegaskan bahwa ancaman dan serangan teroris tidak akan menghalangi gerakan termasuk pemboman bertubi-tubi yang diklaim oleh kelompok yang berafiliasi al-Qaeda di Beirut. Pernyataan itu dibuat setelah al-Qaeda dari Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) pada hari Sabtu mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil di pinggiran selatan Beirut yang menewaskan dua orang...>>

Hizbullah Tidak Terpengaruh Ancaman al-Qaeda
Islam Times- 
Pada hari Sabtu kemarin, ISIL dalam sebuah pernyataan yang diposting secara online mengatakan, mereka telah menembus sistem keamanan gerakan perlawanan untuk menghancurkan bentengnya.
Logo Hizbullah
Logo Hizbullah

Gerakan perlawanan Hizbullah Libanon berjanji untuk tidak mengakhiri dukungannya terhadap pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Dalam sebuah pernyataan pada Ahad, 05/01/14, Hizbullah menegaskan bahwa ancaman dan serangan teroris tidak akan menghalangi gerakan termasuk pemboman bertubi-tubi yang diklaim oleh kelompok yang berafiliasi al-Qaeda di Beirut.

Pernyataan itu dibuat setelah al-Qaeda dari Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) pada hari Sabtu mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil di pinggiran selatan Beirut yang menewaskan dua orang.


Pada hari Sabtu kemarin, ISIL dalam sebuah pernyataan yang diposting secara online mengatakan, mereka telah menembus sistem keamanan gerakan perlawanan untuk menghancurkan bentengnya.

Pernyataan itu menambahkan, serangan itu adalah awal dari pukulan berat lain yang menanti Hizbullah karena dukungan kelompok itu kepada pemerintah Suriah.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah beberapa kali menegaskan keputusan gerakan perlawanan Libanon untuk melawan Takfiri dan elemen-elemen asing di Suriah untuk membela rakyat Suriah.[IT/Onh/Ass]
Jerusalem Post Ungkap Kerjasama Rahasia Riyahd-Tel Aviv
Islam Times- 
Jerusalem Post dalam artikel itu memuji dan mengagumi peran kunci Adel al-Jubeir sebagai penghubung utama dalam mempromosikan hubungan rahasia antara Arab Saudi dan rezim penjajah al-Quds.
Adel al-Jubeir
Adel al-Jubeir

Dalam sebuah artikel situs Jerusalem Post pada Ahad, 05/01/14, Kerajaan despotik Saudi Arabia memperkenalkan duta besar untuk Washington sebagai koordinator utama hubungan dan kerjasama politik antara Tel Aviv-Riyadh.

Jerusalem Post dalam artikel itu memuji dan mengagumi peran kunci Adel al-Jubeir sebagai penghubung utama dalam mempromosikan hubungan rahasia antara Arab Saudi dan rezim penjajah al-Quds.

Artikel tersebut juga menjelaskan peran Jubeir sebagai penghubung rahasia antara Riyadh-Tel Aviv dan menyebut sangat konstruktif.

Menurut Jerusalem Post, diplomat Saudi itu telah mengabdikan waktunya untuk mengatur semua agenda pertemuan rahasia dengan para kepala organisasi lobi Yahudi di Washington (AIPAC).

Hubungan konsolidasi Jubeir dengan kepala organisasi Lobi Yahudi merupakan indikasi pemulihan hubungan lebih mesra antara Israel dan Arab Saudi, tambah artikel itu.


Disebutkannya, hubungan dekat antara duta besar Saudi untuk Washington dan para pemimpin Yahudi itu juga sebelumnya dilakukan oleh Bandar bin Sultan.

Dalam kasus terakhir ini, Arab Saudi sangat kecewa dengan AS menyusul interaksi baru antara Tehran dan Washington terkait pembicaraan nuklir Iran dengan kekuatan dunia dan menganggap Gedung Putih telah berkhianat kepada Riyadh.

Pada pertengahan November, Bandar bin Sultan yang saat ini menjabat sebagai kepala intelijen Arab Saudi dilaporkan berpartisipasi pada pertemuan rahasia dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Perancis Francois Hollande di Israel yang membahas kemungkinan adanya indikasi peningkatan hubungan antara Iran dan Amerika Serikat.

Dilaporkan, para peserta pertemuan mendiskusikan rencana tentang bagaimana cara dan strategi melawan peran Iran di kawasan dan juga bagaimana menghadapi kemungkinan peningkatan baru hubungan antara Tehran dan Washington. [IT/Onh/Ass]

Laporan:
Al-Majed adalah Pejabat Tinggi Intelijen Saudi
Islam Times- http://www.islamtimes.org/vdce7v8xvjh8x7i.rabj.html
Sementara itu, Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi sebelumnya mengatakan, Tehran tidak memiliki informasi detil mengenai kematian al-Majed dan mengatakan, ia tewas dengan kondisi yang mencurigakan.
Pemboman di Beirut
Pemboman di Beirut

Laporan-laporan media mengatakan Majed al-Majed, tokoh senior Takfiri al-Qaeda yang baru saja tewas di Libanon adalah seorang pejabat tinggi dinas intelijen Arab Saudi.

Al-Majed pemimpin al-Qaeda dari Brigade Abdullah Azzam ditahan Libanon sekaitan dengan pemboman kembar di dekat Kedutaan Besar Iran di ibukota Libanon Beirut pada tanggal 19 November 2013 yang menewaskan 23 orang termasuk seorang diplomat Iran dan melukai puluhan lainnya.

Teroris Saudi yang ditahan itu dinyatakan tewas di rumah sakit militer Libanon pada hari Sabtu.

Laporan media juga mengatakan, Riyadh menekan Libanon untuk mengekstradisi al-Majed sebelum tewas.

Sementara itu, Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi sebelumnya mengatakan, Tehran tidak memiliki informasi detil mengenai kematian al-Majed dan mengatakan, ia tewas dengan kondisi yang mencurigakan.

Teroris Saudi memiliki informasi rahasia yang luas karena ia sudah aktif di berbabai negara, termasuk Arab Saudi, Irak, Suriah, Libanon, Afghanistan dan Pakistan. Selain itu dia bekerjasama langsung atau mempunyai kontak dengan para pemimpin al-Qaeda tingkat tinggi dan menengah.

Kelompok teroris Brigade Abdullah Azzam mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom di dekat Kedutaan Iran dan pembunuhan komandan senior Hizbullah, Hassan al-Lakkis akhir tahun lalu. [IT/Onh/Ass]
Libanon: http://www.islamtimes.org/vdcdxj0ssyt0sx6.lp2y.html
Tewasnya al-Majed, Pukulan Terhadap Pengadilan
Islam Times- "Kematian pemimpin Brigade Abdallah Azzam, Majed al-Majed merupakan pukulan terhadap keadilan, karena lenyap bersamanya plot yang akan ia terapkan bersama kelompoknya di dalam dan di luar Libanon," kata Mansour pada hari Senin, 06/0114.
Majed al-Majed
Majed al-Majed

Menteri Luar Negeri Libanon Adnan Mansour menggambarkan kematian teroris asal Saudi Majed al-Majed sebagai pukulan terhadap pengadilan.

Majed al-Majed adalah komandan Brigade Abdullah Azzam yang berafiliasi dengan Takfiri al-Qaeda yang mengklaim bertanggung jawab atas pemboman ganda di luar Kedutaan Besar Iran di Beirut pada 19 November tahun lalu.


"Kematian pemimpin Brigade Abdallah Azzam, Majed al-Majed merupakan pukulan terhadap keadilan, karena lenyap bersamanya plot yang akan ia terapkan bersama kelompoknya di dalam dan di luar Libanon," kata Mansour pada hari Senin, 06/0114.

Majed dilaporkan tewas pada Sabtu di rumah sakit militer Libanon di lingkungan Badaro, Beirut.

Al-Majed ditangkap oleh Tentara Libanon pada 26 Desember tahun lalu di wilayah pegunungan di Libanon, Hazmieh.

Menunjuk pada ancaman yang dikenakan pada negara Israel Mansour juga menyebut, Tentara Libanon saat ini tidak akan menjadi kuat tanpa perlawanan Hizbullah di sisinya. [IT/Onh/Ass]
Iran: Arab Saudi Bunuh Majed al-Majed
Islam Times- 
Asafari lebih lanjut mengatakan, kematian al-Majed itu terjadi pada saat informasinya akan menjelaskan aksi pembunuhan dan serangan teroris terbaru di Timur Tengah.
Ledakan bom di Beirut
Ledakan bom di Beirut

Arab Saudi mengatur pembunuhan Majed al-Majed dalang serangan kembar terhadap Kedutaan Besar Iran di Libanon, kata anggota parlemen Iran.

"Kami percaya bahwa dalang di balik ledakan di depan Kedutaan Besar Iran di Beirut dan di belakang pembunuhan Majed al-Majed adalah Arab Saudi," kata Mohammad Hassan Asafari yang duduk di Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri, demikan Press TV melaporkan, Senin, (06/01/14).

Pernyataan militer Libanon pada Sabtu menyebutkan bahwa al-Majed tewas di sebuah rumah sakit militer di Beirut satu hari sebelumnya ketika menerima pengobatan medis untuk gagal ginjal.


Asafari lebih lanjut mengatakan, kematian al-Majed itu terjadi pada saat informasinya akan menjelaskan aksi pembunuhan dan serangan teroris terbaru di Timur Tengah.

Anggota parlemen Iran itu menambahkan, kegagalan pejabat Libanon untuk menentukan penyebab kematian al-Majed mendorong tantangan keamanan bagi negara di masa depan.

"Ini menunjukkan kaki tangan Arab Saudi, terutama kepala intelijen Saudi Bandar bin Sultan telah menyusup ke Libanon, tentara Libanon dan aparat keamanan," kata Asafari.

Al-Majed adalah komandan Brigade Abdullah Azzam, sebuah cabang Takfiri al-Qaeda yang beroperasi di seluruh Timur Tengah.

Kelompok ini bertanggung jawab atas serangan bom kembar terhadap Kedutaan Besar Iran di ibukota Libanon, Beirut, pada 19 November yang menewaskan 25 orang dan melukai lebih dari 150 orang.

Atase Kebudayaan Iran untuk Beirut Hojjatoleslam Ebrahim Ansari dan istri diplomat Iran lain juga menjadi korban tewas dalam ledakan tersebut.[IT/Onh/Ass]

Majed al-Majed: 8 Days With the Lebanese Army

Army intelligence took control of the ambulance and drove it in the direction of the Defense Ministry in Yarze. (Photo: Marwan Tahtah)
Published Monday, January 6, 2014. http://english.al-akhbar.com/content/majed-al-majed-8-days-lebanese-army

 
Majed al-Majed, a man of secrets, died mysteriously, just like he lived. Did he die of natural causes, or was he killed? The question is no longer important, as his secrets will be buried with him. However, officials need to answer some questions to clarify what happened in Majed’s final days.

The emir of the Abdullah Azzam Brigades passed away on January 4 due to his deteriorating health situation. The news was expected following leaks that said he might die soon in his bed at the Military Hospital in Beirut.

Eight days after his arrest, news about his death was leaked quietly to the media. However, amid skepticism, the government commissioner at the military courts, Sakr Sakr, confirmed the story. He announced that a forensic doctor was asked to do an autopsy on Majed's body.
  That was the end of the Saudi suspect, who was described by sources as being "unconscious during his last days, and when he woke up, he would be hallucinating and spitting blood." Medical sources confirmed that Majed's health resembled a man of 70 due to poor medical care.
Several questions need to be answered. Why was he removed from the hospital if his health situation did not allow it? Who was the doctor who gave permission for his transfer?
It was said that "Majed had signed a paper asking to be transferred under his own responsibility." But if this was true, how was he conscious in the ambulance only to suddenly lose consciousness and fall into a coma the moment he was arrested by military intelligence? What happened to Majed in the minutes between his release from hospital and his arrest?
Sources described to Al-Akhbar the details of his journey. On that day, the Red Cross operations room received a phone call from Makassed Hospital asking to transfer a patient with Syrian nationality to the Bekaa.
The sources said the mission was given to three young men from the Red Cross, who were tasked with transferring a patient suffering from kidney failure to the Bekaa. He was supposed to be handed to another ambulance to take him for treatment.
"The three young men were not aware of the patient's identity," the sources explained. "They were only informed that he was Syrian and would be undergoing kidney dialysis." They added that a civilian was supposed to be accompanying him, but he did not appear for some unknown reason.
On that basis, the ambulance left Makassed Hospital and headed to the Bekaa. But as soon as it passed the General Security Directorate building in the Beirut neighborhood of Furn al-Chebbak on its way to the highway leading to the Sayyad roundabout, the ambulance was stopped by Lebanese army vehicles.
The sources said army intelligence ambushed the ambulance. The paramedics were taken by surprise, and although they identified themselves, they were beaten up and shackled, since they were suspected of being in collusion with Majed. Army intelligence took control of the ambulance and drove it in the direction of the Defense Ministry in Yarze.
The sources maintained that Majed was fully conscious at the time. So, what changed that? Was he beaten during the transfer? Did this lead worsen his health? Yet what if Majed was in good health during the first days of his arrest? Why all the secrets related to Majed’s death?
If secrecy is justified when arresting such an important suspect, what excuse does the army have in delaying the release of a statement to provide the details of this operation? Who were the people who had helped Majed in the hospital in the first place? Who admitted him and paid for his treatment?
What does the Lebanese state have to say in reply to questions from Iranian officials, including Intelligence Minister Mahmoud Alawi, who raised doubts about the circumstances of his arrest and called for an autopsy and investigation?
What does it have to say about statements from Alaeddin Boroujerdi, head of the Iranian Shura’s foreign policy committee, who said, "Saudi, the primary financial backer of Majed, is not interested in uncovering his role in the terrorist attacks that took place in Beirut?"
These questions are not meant to accuse the army or its leadership of deliberately killing him. But the man's significance should raise such issues, especially due to allegations that he was an officer in the Saudi army. In addition, there was the Saudi haste to extradite him for trial and Iran's insistence on participating in his interrogation. All this puts the army under a heavy burden.
On the other hand, the Saudi ambassador to Lebanon revealed that Majed's family had sent a request to the Saudi Foreign Ministry to retrieve his body, indicating that the kingdom did not request an autopsy.
Follow Radwan Mortada on Twitter.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar