Rabu, 11 Desember 2013

PETA SURIAH: PEMERINTAHAN RESMI BASYAR ASSAD-MENGHADAPI PARA PEMBERONTAK YANG DIDUKUNG PULUHAN BAHKAN RATUSAN RIBU MILISI DAN KEKUATAN MILITER DAN INTELIGEN ASING DARI ARAB SAUDI-ISRAEL-TURKI-KUWAIT-QATAR-AS-INGGRIS-PERANCIS-DLL , KONON MELIPUTI 83 NEGARA DIDUNIA..?? >> SUNGGUH MIRIS DAN MENGKHAWATIRKAN... KARENA KORBANNYA BANYAK DAN TERBANYAK ADALAH RAKYAT SIPIL DAN ANAK2 DAN WANITA2...TAK BERDAYA...>> SITUASI TERSEBUT ADALAH AWAL PERANG GLOBAL..DALAM MEWUJUDKAN CITA2 PARA PENGUASA SUPERPOWER..DAN KAPITALIS DUNIA...YANG INGIN MEMBANGUN THE NEW WORLD ORDER... YANG DIKUASAI MEREKA.. ???>> SAYANGNYA PARA SUPERPOWER DAN PARA KAPITALIS SERAKAH ITU TIDAK MEMPERHATIKAN KORBAN DAN DERITA KEMANUSIAAN...??>> MEMANG DEMIKIANLAH.. SIFAT DAN KARAKTER MEREKA YANG TELAH DIPENUHI OLEH HAWA NAFSU ANGKARA MURKA.. DAN KESERAKAHAN YANG MEMBUTAKAN JIWA DAN AKAL SEHAT KEBENARAN MEREKA..??>> MEREKA2 ITU BUKANNYA ORANG2 BODOH DAN BUKAN PULA TAK BERPENDIDIKAN...??>> BAHKAN SEBALIKNYA.. MEREKA ITU ADALAH ORANG2 BERPENDIDIKAN TINGGI DAN KAUM YANG KAYA-RAYA.. SERTA MEMILIKI KORPORASI DAN BANKIR2 DUNIA...??>> KONON DIBALIK NAFSU DAN KEINGINAN MENGUASAI SURIAH ...ADALAH SASARAN UTAMA-NYA ADALAH IRAN- CINA DAN RUSIA...??>> INI BENAR2.. SUATU HASRAT KEGILAAN YANG LUAR BIASA DAN DILUAR AKAL SEHAT SERTA BUDI NURANI KEMANUSIAAN... DITENGAH2 ALAM DUNIA DAN KEHIDUPAN MANUSIA LANNYA DI BUMI TUHAN YANG SATU INI...??>> KOK ADA KELOMPOK MANUSIA2 SERAKAH SEPERTI ITU...???>> SEMOGA SAJA UMMAT ISLAM DAN BANGSA INDONESIA SERTA BANGSA2 LAIN DIDUNIA SEGERA SADAR ...DAN MENGHENTIKAN PEPERANGAN YANG SANGAT JAHAT..DAN MIMPI YANG PENUH KESERAKAHAN ITU...??>>> MUNGKIN INILAH PENJELMAAN DAJJAL.. YANG SERING DI AJARKAN BAHWA WASPADALAH BAHWA DI AKHIR ZAMAN AKAN DATANG MAKHLUK DAJJAL YANG SANGAT JAHAT DAN SERAKAH SERTA TAK MEMILIKI JIWA KEMANUSIAAN...??>>>> SEMOGA BUMI SURIAH SEGERA PULIH DAN AMAN KEMBALI... DAN PEMERINTAHAN BASYAR ASSAD BERHASIL MENGALAHKAN PARA PENJAHAT DAN PEMBERONTAK INTERNASIONAL ITU... SERTA DIBERIKAN KEKUATAN DAN KEJAYAAN KEMBALI....SERTA KEMENANGAN KAUM MUSLIMIN DAN BANGSA2 YANG BERKADILAN DAN BERAKHLAK..MULIA..>> SEMOGA BANGSA PALESTINA SEGERA BISA MERDEKA DAN BERDAULAT DAN MENGUSIR PENJAJAH JAHAT ZIONIS-ISRAEL DARI SELURUH TANAH AIR BANGSA PALESTINA..SEUTUHNYA DAN SELURUHNYA...>>> SEMUA ITU BERAWAL DARI TIPU MUSLIHAT PARA ZIONIST YAHUDI EROPA..DENGAN DEKLARASI BALFOUR-DAN BARON ROTCHSHIELD DAN ISSUE HOLOCAUST... YANG DIBESAR2KAN MEDIA MAINSTREAM...DAN PARA OPORTUNIS ... DAN DIDUKUNG OLEH PARA KAUM IMPERIALIS DAN KAPITALIS SERTA PARA PENJAJAH KRIMINAL INTERNASIONAL... YANG PADA SAAT INI BRKUASA DAN MEMENANGKAN PERANG DUNIA II PADA TAHUN 1945...>> ... SEMOGA SURIAH SEGERA AMAN DAN DAMAI KEMBLI SERTA DIBERIKAN KEBERKAHAN DAN KEJAYAAN YANG MEMBAWA BERKAH DAN MASLAHAH...AAMIIN...>>

fakta sejarah semakin terbuka... siapa yang selama ini bermain mata dengan penjajah kriminal internasional... dan mengkhianati ummat islam dunia dan perjuangan bangsa palestina....

sejak awal ada jejak-jejak mencurigakan dan  terselubung ... dimana kejahatan politik dan permainan pengkhianatan  dan permainan para penjajah kriminal internasional beserta antek2..nya .. bahkan dengan selubung agama dan permainan kotor..??

Diam-diam, Inggris Siapkan Perang Lawan Iran | Republika Online
www.republika.co.id - 360 × 260 - Search by image
Sebab, ancaman perang Inggris sudah meningkat terhadap Republik Islam.


 

 

zadandunia.blogspot.com - 407 × 436 - Search by image
Iran : Kehilangan Kendali Suriah adalah Awal Hilangnya Teheran

 

Syria: Saudi Loses Battle for Damascus

Syrian government forces flashing the sign for victory and waving their national flag bearing the portrait of Syrian President Bashar al-Assad.(Photo: AFP / SANA).
Published Wednesday, December 11, 2013

http://english.al-akhbar.com/content/syria-saudi-loses-battle-damascus
  
In anticipation of the Geneva II conference, which has been delayed until late-January 2014, the Saudi-backed Syrian opposition launched a series of campaigns against regime forces, but failed to make any gains on several fronts.

Over the past two months, Syrian opposition fighters backed by Saudi Arabia have been waging a number of military campaigns to the south and west of Damascus – including the strategic Qalamoun area that runs along the Lebanese border – as well as in Deraa and Aleppo, in an attempt to change the balance of power on the ground, ahead of the Geneva II conference.

Very little was achieved in the Deraa area near the Jordanian border in the country’s south, as regime forces seized the initiative and struck first, dealing a blow to opposition plans to launch an attack. At best, the armed groups could be said to have been making very slow progress on many of the Hauran Plain’s fronts.

In Aleppo, the opposition did make some gains by surrounding the city and taking some regime-controlled areas, before the Syrian army waged a successful counter-attack from the southwest, breaking the opposition’s siege and reclaiming vast stretches of territory and a number of strategic towns, like al-Sfaira.


As for Damascus, the opposition sought to apply pressure on the capital from three areas: from the south by way of Western Ghouta and the southern suburbs; from the east by way of the Eastern Ghouta, where regime forces recently regained control; and finally from the north by way of the Qalamoun mountains.
 The battles to the south of the capital went nowhere fast, as the Syrian army – backed by national defense forces and Hezbollah – launched a series of quick attacks on a series of opposition-controlled towns, which were surrounded and cleansed of fighters within a matter of hours and days. All that remained now were the Eastern Ghouta and the Qalamoun area.

On November 22, the opposition launched a concerted attack on a broad front in this area, striking a painful blow against the Syrian army which was deployed in the area. The armed groups’ target was the strategic town of al-Otaiba in the far eastern corner of Ghouta, which they succeeded in entering, but were unable to break the regime-imposed siege.

The army’s response, however, was extremely costly to the opposition, with around 1,000 fighters succumbing to death or severe injuries, which will prevent them from returning to the battlefield. Military sources maintain that fighters involved in the Eastern Ghouta campaign were among the best armed and trained they had come across in the conflict to date, and they operated according to a plan on an unprecedented scale.

The last front that threatened Damascus was the Qalamoun area, which both regime and Hezbollah sources say they had no interest in opening up until next spring. In an effort to compensate for their losses elsewhere, opposition groups here – most of them close to al-Qaeda – had taken the town of Mhain in early November, the site of a large military storage facility containing a massive of amount of ammunition, including 10,000 Katyusha rockets.

As the armed groups began to move ammunition from Mhain in the direction of the Qalamoun and the Lebanese border, the Syrian army launched a preventative counterattack that eventually allowed them to retake most of the mountainous border area’s main towns and villages, including Qara, Dayr Attiya, and al-Nabak, leaving only an isolated Yabrud as the opposition’s last holdout.

All of this does not mean that regime forces will be able to maintain control over the areas they wrested from the opposition, which in turn will continue to launch attacks in the area around the capital. But Syrian army and Hezbollah sources insist that Damascus is no longer in the danger zone, and the Saudi plan to shift the balance of forces on the ground in the opposition’s favor has ended in failure.
This article is an edited translation from the Arabic Edition.



Skenario Amerika Hancurkan Iran, Hizbullah dan Hamas Lewat Suriah

September202011
http://deleteisrael.pun.bz/skenario-amerika-hancurkan-iran-hizbulla.xhtml
bshar.jpg

Lisabon - Dalam lima bulan terakhir, Amerika Serikat – dengan dukungan Turki, Arab Saudi dan Uni Eropa – selalu mengencangkan karet gelang tekanan pada rezim Bashar Assad. Mereka menggalang dukungan dari sana sini dan intinya ingin Assad berhenti keras kepala dan mengundurkan diri dari jabatan presiden.

Mereka ingin Suriah melepas dukungan pada Iran, Hizbullah dan Hamas; trio perlawanan yang sukses mengandaskan mimpi hegemoni Amerika di Timur Tengah.Dalam sebuah wawancara dengan TV RTP Portugal (7/9) Ahmadinejad mengatakan, ancaman Barat terhadap Suriah hanya menyelamatkan Israel dan demi kepentingan mereka di kawasan. "Presiden Amerika Serikat secara terbuka mengancam Presiden Suriah, ini jelas-jelas interfensi dan sama sekali bukan untuk membantu rakyat Suriah."

"Bangsa-bangsa regional dapat membantu rakyat Suriah dan pemerintah dapat mengimplementasikan reformasi penting serta solusi masalah mereka sendiri." Saat ini Suriah mengalami instabiltas sejak pertengahan Maret, Suriah digoyang demo dan serangan terorganisir geng-geng bersenjata dukungan Barat dan dibiayai oleh Amerika.

Sampai saat ini, ratusan orang termasuk pasukan keamanan tewas ketika protes menjadi betrokan bersenjata. Dalam lima bulan terakhir, Amerika Serikat – dengan dukungan Turki, Arab Saudi dan Uni Eropa – selalu mengencangkan karet gelang tekanan pada rezim Bashar Assad. Mereka menggalang dukungan dari sana sini dan intinya ingin Assad berhenti keras kepala dan mengundurkan diri dari jabatan presiden. Mereka ingin Suriah melepas dukungan pada Iran, Hizbullah dan Hamas; trio perlawanan yang sukses mengandaskan mimpi hegemoni Amerika di Timur Tengah. Lebih lanjut Ahmadinejad mengatakan, "Pemerintahan dan bangsa-bangsa harus menyelesaikan masalah mereka melalui perundingan dan pihak asing tidak berhak menginterferensi urusan dalam negeri negara lain."

Sejauh ini, Amerika masih di atas angin. Musim Semi Revolusi Arab memuat mereka punya ruang manuver untuk memproyeksikan pemberontakan kawanan bersenjata di pinggiran Suriah, yang notabene mereka biaya sepenuhnya. [deleteisrael]


Sumber: Islam Time 

Krisis Suriah
Tentara Suriah Kuasai Kota Kunci dekat Libanon
Islam Times - http://www.islamtimes.org/vdcfe1dmcw6d0ja.,8iw.html
Observatorium HAM Suriah mengatakan pada hari Selasa (10/12/13) bahwa pasukan pemerintah berhasil mengambil kontrol penuh jalan raya strategis Damaskus-Homs setelah merebut sebagian besar kota Nabak di wilayah Qalamoun.
Tentara Suriah, merayakan kemenangan
Tentara Suriah, merayakan kemenangan

Tentara Suriah berhasil merebut sebuah kota penting dekat perbatasan Libanon dari pemberontak dukungan asing yang melawan pemerintah sah Suriah.

Observatorium HAM Suriah mengatakan pada hari Selasa (10/12/13) bahwa pasukan pemerintah berhasil mengambil kontrol penuh jalan raya strategis Damaskus-Homs setelah merebut sebagian besar kota Nabak di wilayah Qalamoun.

Tentara Suriah berperang melawan pemberontak selama beberapa minggu untuk mengamankan wilayah Qalamoun, utara Damaskus.

Tentara Suriah baru-baru ini melakukan operasi pembersihan teroris yang cukup sukses di seluruh wilayah Suriah dan menimbulkan kerugian besar pada pemberontak.
Dilaporkan terdapat 100.000 militan yang terpecah dalam 1.000 kelompok yang saat ini berperang melawan pemerintah dan rakyat Suriah.[IT/r]

Perang Suriah
Dr. Joserizal: Kenapa Suriah?
Islam Times- 
Israel sangat serius memandang ancaman kedua kelompok perlawanan ini karena secara kekuatan mereka bukan negara tapi dapat mengimbangi bahkan mengalahkan Israel ketika Israel mulai melakukan serangan darat.
Takfiri
Takfiri

Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, salah seorang relawan medis dan Presidium MER-C yang telah berpengalaman di berbagai lokasi perang dan konflik baik di dalam maupun di luar negeri, menuliskan analisanya terhadap konflik yang tengah terjadi di Suriah saat ini.

Suriah adalah negara dengan jumlah penduduk 22.517.750 orang (estimasi 2010). Komposisi penduduknya berdasarkan agama adalah Muslim Sunni 74%, Muslim Alawi-Syiah-Druze 16%, Kristen 10%, dll.

Presiden Suriah sekarang adalah Bashar Assad yang menggantikan bapaknya, Hafesz Assad, seorang Marsekal. Hafesz Assad adalah pemimpin Suriah yang keras dan diktator. Bersama saudaranya Rifyad Assad, mereka membawa Suriah melalui masa-masa sulit terutama dalam perang 6 hari tahun 1967. Hafesz berhasil menangkap Ellie Cohen seorang mata-mata Israel yang menyusup ke pemerintah Suriah sampai menjadi teman dekat Hafesz. Hafesz kemudian menggantung Ellie Cohen walaupun dia diprotes banyak negara. Hafesz juga memberangus Ikhwanul Muslimin, banyak korban berjatuhan karenanya. Namun di sisi lain dia juga mau menerima Hamas berkantor di Damaskus ketika negara-negara Arab tidak mau menerima mereka membuka perwakilan. Hafesz banyak menampung pengungsi Palestina, salah satu kamp yang pernah penulis bersama relawan MER-C kunjungi adalah kamp Yarmuk.


Bashar jauh lebih lembut dari bapaknya karena dia orang sipil (dokter mata?). Kesalahan Bashar adalah track-record keluarganya yang keras dan diktator, tidak transparan soal keuangan negara dan belum mengembangkan proses demokrasi di negaranya. Tapi kelebihannya, dia kommit terhadap perjuangan rakyat Palestina dengan menyediakan tempat buat Hamas di Suriah dan mendukung penuh Hizbullah. Hamas (Sunni) dan Hizbullah (Syiah) DIDUKUNG PENUH oleh Bashar karena mereka adalah kelompok perlawanan (muqowwamah) terhadap Israel.
Penulis bersama relawan MER-C pada saat berkunjung ke Lebanon saat-saat akhir perang 34 hari tahun 2006, menyaksikan bahwa kantor Hamas berada di kompleks Hizbullah yang hancur dihajar Israel saat perang 34 hari tahun 2006. Ini sengaja penulis kemukakan untuk MEMBANTAH bahwa Hizbullah PURA-PURA kerjasama dengan Hamas. Hizbullah berhasil mengalahkan Israel dalam perang darat tersebut.

Saat ini yang jelas melakukan perlawanan BERSENJATA di Timur Tengah terhadap Israel adalah Hamas dan Hizbullah. Penulis bersama relawan MER-C sempat menyaksikan dua pertempuran dahsyat dua kelompok ini melawan Israel. Penulis bersama relawan MER-C masuk ke Gaza saat Israel menyerang Gaza dengan dahsyatnya, 1-2 hari sebelum gencatan senjata. Dalam pertempuran ini, tepatnya 27 Desember 2009 sampai 18-19 Januari 2010, Hamas berhasil menahan laju serangan darat Israel bahkan mengalahkannya.

Israel sangat serius memandang ancaman kedua kelompok perlawanan ini karena secara kekuatan mereka bukan negara tapi dapat mengimbangi bahkan mengalahkan Israel ketika Israel mulai melakukan serangan darat.


Tentu Israel harus memikirkan bagaimana caranya melumpuhkan kedua kelompok perlawan bersenjata ini. Untuk Hamas, Israel melakukan kebijakan blokade Gaza karena Hamas memerintah di sini dan terus melakukannya sampai saat ini.

Untuk melumpuhkan Hizbullah, secara logika yang mudah saja, PUTUS JALUR PENDUKUNGnya. Jalur pendukung tersebut adalah SURIAH. Oleh sebab itu Suriah harus dikuasai secara politik, yaitu GANTI PENGUASANYA!!

Saat ini di dunia Arab sedang ada trend mengganti penguasa yang sudah lama berkuasa dalam suatu gerakan Arab Spring dengan dalih untuk menegakkan demokrasi. Ini adalah road map-nya kebijakan luar negeri Amerika. Kita tahu kebijakan luar negeri AS ditentukan oleh badan-badan lobby Israel (AIPAC, ADL, CFR, RAND COORPORATION, Bilderberg dll). Dari penguasa yang sudah tumbang dan yang sedang diusahakan tumbang, QADAFI dan BASHAR mempunyai KONTRIBUSI BESAR untuk Palestina. Penulis menyaksikan sendiri bantuan Qaddafi bertruk-truk antri di Raffah Mesir saat Gaza diserang Israel tahun 2009.

Rencana penurunan Bashar ini semata-mata bukan persoalan Bashar demokratis atau tidak dan tiran atau tidak, karena ada penguasa Arab seperti ini tidak disuruh turun oleh AS, malah diajak kerjasama oleh AS utk menurunkan Qaddafi dan Bashar. Israel menginginkan Bashar TURUN !! Seperti biasa Israel memperalat Amerika Serikat melalui kebijakan luar negerinya.

Bersamaan dengan semangat Arab Spring, Israel dan AS menunggangi isu ini utk menurunkan Bashar. Supaya lebih efektif isu ini ditambah tonasenya dengan isu sektarian, konflik Sunni-Syiah sama seperti Qaddafi yang disebut inkar sunnah.

Israel, AS, Arab Saudi, Qatar, Turki dan Eropa berada dalam satu blok melawan Rusia, Cina dan Iran dalam konflik Suriah ini.

Rusia sangat berkepentingan melawan dominasi AS di Timur Tengah karena tinggal Suriah tempat berpijak Rusia setelah Libya jatuh ke tangan Barat. Selain itu AS juga mengacak-acak Rusia dengan cara meletakkan perimeter anti rudalnya di bekas negara Uni Soviet seperti Georgia.

Cina tidak mau ketinggalan dalam melawan AS. Setelah berhasil menahan hegemoni AS dibidang ekonomi, Cina diancam oleh AS melalui pergerakan Angkatan Laut AS di Pasifik. Cina saat ini berhasil menciptakan kapal perang anti radar yang membuat AS khawatir.
Iran adalah negara yang tidak disenangi oleh Saudi Arabia, Qatar dan negara Arab lainnya karena berhasil melakukan REVOLUSI 79 menumbangkan Raja Reza Pahlevi yang juga sahabat penguasa Saudi Arabia. Para raja-raja khawatir revolusi tersebut diekspor ke negara-negara mereka. Salah satu cara untuk mempertahankan kekuasaan mereka, isu yang paling ampuh ditiupkan adalah Iran adalah negara S Y I A H bukan negara Islam karena Syiah SESAT.

Iran mempunyai kepentingan yang besar di Suriah karena Bashar bisa menjamin JALUR LOGISTIK Hizbullah.


Israel dan Barat menggunakan segala cara untuk menurunkan Bashar termasuk mempersenjatai oposisi [mujahidin] dengan senjata berat. Di sinilah peranan Saudi Arabia, Qatar dan sedkit Turki. Israel dan Barat juga menggunakan MEDIA dan PBB untuk membantu mereka. Hal ini mulai terlihat ketika terjadinya pembantaian 25 Mei di Houla Suriah. Korban adalah penduduk sipil termasuk anak-anak dan wanita. BBC langsung menampilkan foto tumpukan korban pembantaian yang sudah dibungkus kain kaffan. Ternyata kemudian terkuak foto tersebut adalah foto korban pembantaian di Irak tahun 2003. Untung pengambil fotonya, Marco Di Lauro mengenali foto tersebut dan memprotes BBC. Pertanyaannya apakah ini keteledoran atau bagian dari kampanye anti Bashar?

UN Commisioner for Human Right membuat tuduhan bahwa yang melakukan pembantaian tersebut adalah milisi yang loyal dengan Bashar yaitu Shabiyya. Padahal mereka hanya dapat info dari ORANG LOKAL per TELEFON.

UN Security Council, korban di Houla adalah akibat tembakan ARTILERI dan TANK pada hari Minggu 27 Mei 2012. Tapi pada hari Selasa tanggal 29 Mei 2012 diralat oleh UN High Commission for Human Right bahwa korban DITEMBAK DARI JARAK DEKAT dan DIGOROK LEHERnya. Tapi tuduhan tetap ke milisi pro Bashar. Kemudian terkuak bahwa yang terbunuh itu adalah PENDUKUNG Bashar. Bagaimana mungkin sesama pendukung Bashar saling bunuh?

Tampak dengan jelas bagaimana media dan PBB berusaha MEMPERKERUH situasi supaya AS dan NATO dapat melakukan intervensi dengan payung PBB atas nama KEMANUSIAAN.

Konflik belum selesai, kita lihat bagaimana permainan Israel ini berjalan...

Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT
Relawan Medis MER-C

NB: Tulisan ini diambil dari http://www.mer-c.org/index.php/Misi-MER-C/kenapa-suriah.html

Tapi entah sebab apa, Tulisan tersebut dihapus dari situs aslinya

Iran : Kehilangan Kendali Suriah adalah Awal Hilangnya Teheran

 

Perwakilan Resmi Iran: Kehilangan Suriah hakikatnya adalah Permulaan Hilangnya Teheran .  Suriah hakikatnya adalah satu provinsi dari Iran, Iran telah menempatkan 60.000 kekuatan militer di Suriah sebagai bentuk ancaman untuk Israel.

Mengapa Iran habis-habisan mendukung Rezim Suriah ? Ada apa dengan Iran ? Apakah semata-mata alasan kesamaan visi kedua Negara yang terlihat dimata dunia sebagai dua kekuatan Timur Tengah yang anti Israel ? Berikut ini adalah ulasan laporan dari The Middle East Media Research Institute, seputar alasan lain mengapa Iran habis-habisan mendukung Rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Assad yang terungkap dari pernyataan pidato pejabat tinggi Iran .

Pada tanggal 13 Februari 2013, Mehdi Taeb, kepala Basis Ammar pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dan lingkaran Korps Garda Revolusi (IRGC) dengan direktur biro intelejen Hossein Taeb, menyampaikan pidato pada sebuah konferensi Basij di Mashhad, Iran, pada pentingnya Suriah terhadap rezim Iran.

Dalam pidatonya, ia mendefinisikan Suriah sebagai provinsi Iran yang sangat strategis, dan mengatakan bahwa mempertahankan keberadaan rezim Suriah bahkan lebih penting bagi rezim Iran daripada menjaga provinsi kaya minyak Iran selatan Khuzestan – meskipun Khuzestan strategis secara ekonomi.

Taeb juga menekankan bahwa jika musuh-musuh Iran secara bersamaan menyerang Suriah dan Khuzestan, Teheran akan lebih memilih untuk mempertahankan Suriah, karena kerugian jika rezim Suriah tumbang akan mengakibatkan hilangnya Teheran itu sendiri. Dia menambahkan bahwa Iran telah membantu untuk menempatkan 60.000 tentara garda revolusi di Suriah untuk memerangi pemberontak bersama rezim Presiden Suriah Bashar Al Assad.

Meninjau ancaman regional dan superregional ke Teheran, Taeb menilai sekarang, Israel – bukan AS – merupakan satu-satunya ancaman yang serius. “Teheran telah berhasil membuat Israel terpuruk melalui Hizbullah”, terang Taeb. Dan Taeb menambahkan bahwa AS tidak akan menyerang Iran karena kekurangan kekuatan militer untuk melakukannya, dan juga karena ekonomi AS yang tidak stabil saat ini.

Sebagian isi Pidato Mehdi Taeb pidato (Dikutip dari Snn.ir.) [1]

Pandangan Taeb yang penting dan strategis terkait hubungan antara rezim Suriah dan Iran itu sebelumnya telah diungkapkan oleh Ali Akbar Velayati, penasehat pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, pada tanggal 8 Februari 2013: “Iran telah merencanakan posisi defensif di luar perbatasannya sendiri, dan itu terkait dengan nasib dari negara-negara Islam, inilah mengapa Iran akan terus mendukung orang-orang seperti Bashar Al-Assad sampai akhir … “[2]
Pernyataan Taeb yang memicu kecaman keras dari kalangan konservatif dan reformis dimana mereka mengklaim bahwa pernyataan Taeb merugikan kedaulatan Iran dengan kesediaannya untuk melepaskan bagian berharga dari Iran dan bahwa pernyataannya mendukung klaim Arab bahwa Khuzestan bukan bagian dari Iran. Mereka juga mengatakan bahwa pernyataannya mendukung klaim musuh-musuh Iran bahwa rezim Iran menindas warga negaranya sendiri melalui garda revolusi, dan bahwa pernyataan juga mengkonfirmasi klaim bahwa Iran kini mendukung penindasan warga sipil di Suriah.
Dalam menanggapi kritik, Taeb mengatakan dalam wawancara terpisah dengan tiga media Iran bahwa pernyataannya telah didistorsi, “Media-media asing dan anti-Iran tidak berdaya untuk berurusan dengan media milik rezim Iran, dan karena itu mereka mendistorsi pernyataan yang dibuat oleh Iran [3] … posisi Iran mengenai perkembangan di Suriah benar-benar jelas, dan pernyataan saya adalah analisis politik dan strategis “[4].
Berikut ini adalah kutipan dari pernyataan Taeb terkait kepentingan strategis Iran di Suriah : [5]

Suriah, Sebuah “Provinsi Strategis” Dari Iran

“Suriah adalah provinsi Iran yang ke-35, dan itu adalah provinsi yang strategis bagi kita. Jika musuh menyerang kita dan ingin mengambil Suriah atau Khuzestan, prioritas utama kami adalah mempertahankan Suriah. Dengan mempertahankan Suriah, kita akan mampu untuk merebut kembali Khuzestan, tetapi jika kita kehilangan Suriah, kita tidak akan mampu mempertahankan Teheran …
“Suriah memiliki tentara, tetapi tidak mampu melaksanakan perang kota di Suriah. Inilah sebabnya mengapa Iran mengusulkan pembentukan suatu kekuatan militer, untuk melakukan pertempuran di kota-kota, untuk itulah 60.000 basis kekuatan militer ‘Suriah Basij’ didirikan,… Mereka memiliki kemampuan mengambil alih pertempuran di jalan-jalan kota… “

” Apakah hanya Israel yang menginginkan kehancuran Iran ?, Karena kami memiliki sikap yang  jelas yaitu kami tidak menginginkan Israel eksis

“Saat ini, hanya ada satu ancaman bagi kami, dan itu adalah rezim Zionis yang memiliki keinginan dan kemampuan untuk menyerang Iran, dan tidak ada yang menghalangi Israel untuk melakukan keinginannya tersebut. Namun demikian tidak ada satu pun negara-negara tetangga kita (Afghanistan, Pakistan, Irak, atau Arab Saudi) baik memiliki uang atau kekuatan militer mempunyai keinginan untuk menyerang kita, dengan demikian, kita tidak menghadapi ancaman regional.
Namun di arena superregional, kita melihat AS sebagai musuh yang ingin menyerang kita tetapi tidak memiliki dana maupun kekuatan militer untuk melakukannya … dan tidak memiliki tenaga untuk mengobarkan perang.
“Untuk memeriksa keadaan ekonomi dari suatu negara tertentu, kita harus melihat proposal anggaran … Selama Romney-Obama debat presiden, Romney mengatakan kepada Obama, “Anda telah merusak ekonomi Amerika, dan mengumpulkan $ 16 triliun utang (tentu Iran memanfaatkan keadaan ini untuk mengalahkan pengaruh kita”. Obama menjawab, ‘”utang ini bukan salahku, melainkan kesalahan dari sistem Amerika …”
“Selama konflik 2012 November di Gaza, AS berada di Mediterania, tetapi tidak datang untuk membantu Israel. Hal ini karena jika satu roket dari Gaza menghantam salah satu dari kapal perangnya, upah awak  kapal itu akan secara otomatis dua kali lipat. Jadi AS tidak akan memulai perang melawan kita.
“Hanya Israel yang ingin menghancurkan kita, karena kita telah mengatakan dari awal bahwa kami tidak ingin Israel untuk eksis, Israel sebagai hulu ledak nuklir yang akan menghancurkan sebanyak provinsi dan kota-kota yang kita punya. Jika mereka menyerang kami, mereka akan bertanggung jawab kepada siapa pun di dunia.
“Mengapa kita belum menargetkan nuklir kita untuk Israel ? ini karena Israel telah benar-benar terkunci dengan Hizbullah. Selama perang Libanon 2006, rezim Zionis berusaha untuk memecahkan kunci ini yaitu Hizbullah, tapi setelah 33 hari pertempuran Israel menyerah, pihak Libanon menurut Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah, “Israel mengatakan bahwa dalam perang itu menggunakan 100% dari kemampuannya sementara Hizbullah hanya menggunakan 4% dari kemampuannya.”

Kritik Terhadap Laporan Mehdi Taeb ini

Khuzestan Adalah Jantung Ekonomi Iran, Apakah jauh lebih penting Suriah ?
Shokre Khoda Moussavi, delegasi Majlis dari kota Ahvaz, mengatakan: “Khuzestan ke Iran adalah seperti jantung ke tubuh dan tubuh tidak bisa mengabaikan jantung … Tidak diragukan lagi, tentara bayaran dan lingkaran bayaran mengangkat isu nasionalisme di daerah seperti Khuzestan, nama Khuzestan tidak harus dinaikkan, dalam rangka mendukung Suriah …”
“Bagi rakyat Iran dan untuk Khuzestan, Iran mempertahankan Khuzestan jauh lebih penting daripada menjaga Suriah.” [6]

 Taeb Mendorong Iran Untuk Mengakui Klaim Arab atas Kedaulatan Khuzestan

Sebuah artikel di situs Baztab berjudul “Kami Tidak Akan Ganti Khuzestan – Tidak Sekalipun Dengan Damaskus” mengklaim bahwa Taeb telah mengabaikan konsekuensi dari  pernyataannya terkait provinsi Khuzestan yang sangat rentan dan juga mengikuti dukungan untuk rakyat Ahwazi terhadap konferensi yang diadakan di Kairo, yang diselenggarakan dalam upaya untuk memecah belah Iran. “
Dalam artikel yang sama ditambahkan bahwa pernyataan Taeb itu “kemungkinan untuk bermain ke tangan kalangan ekstrimis di negara-negara Arab, yang dalam beberapa dekade terakhir telah mengklaim kedaulatan atas bagian Arab di Iran,” artikel itu juga menyatakan “Taeb berbicara ringan dari kemungkinan perang, sementara Iran mengerahkan semua kemampuannya untuk mengurangi tekanan internasional dan untuk mengurangi dampak langsung dan tidak langsung dari sanksi. “
“Dia menurunkan mengatakan telah menurunkan kekuatan militer di kota-kota, dan gagal menjelaskan kapan Iran menggunakan kekuatan tersebut untuk perang semacam ini – dan sekarang ia merekomendasikan bahwa rezim Assad menggunakannya … Cerita-cerita mengenai kekuatan militer Iran sedang digunakan di Suriah adalah rumor tak berdasar yang disebarluaskan oleh media anti-Iran …”
“Kelangsungan hidup rezim anti-Zionis di Suriah merupakan prinsip strategis Iran, karena itu adalah bagian dari perlawanan di garis depan pertempuran melawan aspirasi dari luar yang mendukung Zionis”. Perwakilan non-militer, diplomatik, ataupun pemangku kebijakan strategis tidak akan pernah merekomendasikan kehilangan bahkan satu inci pun dari kesatuan wilayah Iran. Ini adalah masalah sensitif, bahkan untuk sekedar mendorong kita untuk menggaris bawahi pentingya isu tersebut (Suriah)”. [7].

Taeb Memperkuat Klaim Musuh-Musuh Iran bahwa Bukan Asad yang melakukan peperangan di Suriah Melainkan Iran

Salah satu situs di Iran (Asr-e Iran) menuduh Taeb dengan mengatakan “Taeb melanggar integritas keamanan nasional dan teritorial Iran serta mengobarkan separatisme. Ini menegaskan bahwa Taeb “mengabaikan darah warga Iran yang telah tertumpah untuk mempertahankan provinsi yang berharga Khuzestan.”
Stius ini mencatat bahwa pernyataan Taeb itu tidak membantu rezim Suriah, melainkan melemahkan statusnya terhadap lawan-lawannya di rumahnya sendiri (Iran) … yang memberitahu orang-orang Suriah bahwa Bashar Assad adalah antek dan agen Iran. Musuh Assad di Suriah mengatakan bahwa Assad telah merubah Suriah menjadi provinsi Iran, dan kita akan semakin cepat menyingkirkan kejahatan dari rezim ini, yang dikendalikan oleh orang asing.
“Pernyataan Taeb itu hanya akan merubah para pemberontak bersenjata di Suriah, yang diidentifikasi digerakkan oleh kekuatan asing menjadi tentara bayaran asing menjadi pejuang kemerdekaan Suriah dari Iran, atau menjadi pejuang yang bertujuan untuk membebaskan tanah air mereka (Suriah) dari kekuasaan asing.
“Kemarin, Perdana Menteri Suriah yang diasingkan Riyad Hijab mengatakan kepada Al-Arabiya TV bahwa Suriah diduduki oleh Iran dan bahwa hal itu dijalankan bukan oleh Assad tetapi oleh Qassem Suleimani, komandan Garda Revolusi. Pernyataan Taeb tidak sama sekali memperkuat klaim kubu anti-Iran (karena ini sduah merupakan fakta yang jelas)”
“Setahu kami, Iran memiliki 31 provinsi resmi. Darimana Taeb mengatakan Iran memiliki 34 provinsi ? Dan menambahkan Suriah sebagai  provinsi ke-35, kita tidak tahu. Apa mungkin ia juga memasukan negara-negara lain seperti Bahrain, Lebanon, dan Irak sebagai provinsi Iran ?[8]

Apakah Taeb Keliru ?

Sebuah artikel di harian Kayhan Iran, yang dekat dengan Pemimpin Agung Ali Khamenei, menyatakan bahwa “Pernyataan Taeb keliru tentang memprioritaskan Suriah daripada Khuzestan dan telah dieksploitasi media anti_iran … namun Taeb tidak menjelaskan pada bagian mana pernyataannya telah didistorsi, atau apa dia benar-benar mengatakan demikian”.
“Hal ini tidak perlu digunakan untuk mempertentangkan prinsip pentingnya membela Suriah dan prinsip mempertahankan integritas wilayah Khuzestan atau provinsi Iran lainnya, Suriah bukanlah provinsi Iran. Tetapi Suirah merupakan bagian penting dan strategis terkait urusan anti-Israel …”
“Kita mengharapkan orang yang menyatakan pernyataan adalah orang yang tepat. Terutama dalam hal profesionalitasnya ketika mengeluarkan pernyataan dimana terkadang ketika mereka membuat pernyataan yang salah, atau jika kata-kata mereka didistorsi, mereka perlu memperbaikinya pada waktu yang tepat.” [9 ]

Apakah Taeb Memberikan Peluang atas Klaim Arab Selama Ini Terhadap Kedaulatan Khuzestan ?

Sebuah situs Iran The Kaleme, yang dekat dengan pendukung Mir-Hossein Mousavi, menyatakan bahwa Taeb telah mengabaikan konsekuensi dari pernyataannya terkait hubungan internasional, nasional dan sensitivitas keamanan Khuzestan [. 10]
Pada kesempatan lain, situs ini mencatat bahwa “tekanan politik dan media pada Taeb membuatnya menyalahkan orang lain, bukannya meminta maaf dan memperbaiki posisinya.” [11]
Para Aktifis dari Provinsi Ahvaz yang Tergabung dalam Gerakan “Ahvaz Will Be Free” Merespon dengan  Menyatakan bahwa Pernyataan Taeb ini Membuktikan Keterlibatan Iran dalam Pembantaian Rakyat Suriah

Dalam menanggapi pernyataan Taeb, sebuah situs separatis Ahvaz mencatat: “Dengan laporan, para pejabat rezim Persia telah jelas membuktikan bahwa Ahvaz tidak selalu berada di bawah kekuasaan Iran dan bahwa sekarang Ahvaz dimasukkan kedalam kawasan ynag bukan merupakan bagian dari  rezimIran Rezim. ini, dan Ahvaz akan memenangkan kemerdekaannya”[12].
Website Populer Front Demokratik Ahvazi menambahkan: “Dengan pernyataannya, Taeb telah menggarisbawahi pendudukan langsung Iran di Suriah dan keterlibatan Iran dalam membentuk kekuatan militer di Suriah … Laporan membuktikan keterlibatan langsung Iran dalam pembantaian rakyat Suriah, dari hari pertama Intifada (di Suriah) “[13].
Oleh : Y. Mansharof adalah seorang peneliti di MEMRI.
Endnotes:
[1] Snn.ir, 13 Februari 2013.
[2] Yjc.ir, 8 Februari 2013.
[3] Fars (Iran), tanggal 15 Februari 2013, Tasnim.com, 16 Februari 2013.
[4] Snn.ir, 16 Februari 2013.
[5] Snn.ir, 13 Februari 2013.
[6] Behar (Iran), 16 Februari 2013.
[7] Baztab.net, 14 Februari 2013.
[8] Asr-e Iran (Iran), 16 Februari 2013.
[9] Kayhan (Iran), 17 Februari 2013.
[10] Kaleme (Iran), 14 Februari 2013.
[11] Kaleme (Iran), 16 Februari 2013.
[12] Ahwazna.org, 16 Februari 2013.
[13] Alahwaz.org, 15 Februari 2013.


Bocor: AS di Garis Depan Bersama Teroris Al-Qaeda di Suriah

by: syiahali
https://m.facebook.com/notes/bukhori-supriyadi-yadi-buletin/bocor-as-di-garis-depan-bersama-teroris-al-qaeda-di-suriah/531505216934148/?_rdr


Photo

WartaNews, Damaskus - Pemerintah AS berada di garis kedua memimpin pasukan al-Qaeda yang melawan pemerintah Suriah setelah Arab Saudi, sebagaimana dirilis media prancis Le Figaro.

diungkapkan Le Figaro bahwa senjata yang digunakan oleh pemberontak di Suriah pada awalnya dibeli oleh Arab Saudi dari pasar gelap yang berbeda, senjata tersebut meliputi rudal Israel, kemudian ditransfer ke sejumlah jaringan di pinggiran ibukota Suriah.

Kemudian jaringan tersebut secara langsung terkait dengan pusat komando di Yordania, yang dipimpin oleh Sultan bin-Sultan saudara kepala intelijen Arab Saudi, tambahnya.

Namun, dengan tidak adanya Sultan bin-Sultan, pusat komando ini dipimpin oleh anggota CIA, ungkap media Le Figaro.

Photo

Selain itu perwakilan Inggris, Prancis, Italia, Qatar, Turki dan mantan Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri juga ikut dalam ruang komando tersebut.

Bantuan senjata kepada militan suriah yang didukung barat berawal pada bulan September, eskalasi bantuan yang besar itu menunjukan peran AS dalam mengaduk krisis.

Dilain sisi CIA juga tengah memperluas operasi rahasia untuk melatih militan yang telah berjuang melawan tentara Suriah dalam enam bulan terakhir.

Suriah telah dilanda kerusuhan sejak maret 2011. data PBB mengunkapkan lebih dari 100.000 orang telah kehilangan nyawa dan 7,8 juta orang mengungsi akibat kekerasan di Suriah.

Arab Saudi & Israel Cocok Bergabung Menjadi Satu Negara.


Photo

Arab Saudi dan rezim Zionis Israel sebaiknya bergabung dan membentuk satu kesatuan karena mereka memiliki segala kesamaan secara umum, kata seorang analis, Press TV melaporkan.

"Karena kedua rezim Israel dan Arab memiliki kesamaan segalanya - termasuk kenistaan yang sama untuk Amerika yang menopang mereka - tampaknya logis bahwa mereka harus bergabung menjadi satu negara : The Zio - Kekaisaran Wahabi Saudi Israelia," tulis Kevin Barrett dalam sebuah artikel di situs Press TV pada hari Jumat (25/10/2013).

Dia mengatakan bahwa akan logis bagi Israel dan Arab Saudi dalam muncul ketika meraka meragukan bersama dasar legitimasi agama dan menambahkan bahwa sebuah agama baru yang disebut Zio-Wahhabisme bisa terbentuk.

"Zio - Wahabbis bisa menyatakan diri sebagai orang-orang pilihan dan membuat orang lain menjadi warga negara kelas dua. Mereka bisa memenggal kepala orang yang mengikuti pemikiran sekolah lain. Mereka bisa melibas warisan seluruh Islam dan Kristen," tulis Barrett.

Dia mengatakan baik Israel dan Saudi menghasilkan uang dari peziarah religius, sementara menistakan warisan agama negara mereka."

"Jika Israel dan Saudi digabung menjadi satu negara, hanya berpikir betapa menyenangkan mereka bisa bersama-sama menggusur sejarah agama dan budaya Kristen dan Islam!" Tambah Barrett.

Analis juga mengatakan bahwa Saudi dan Israel keduanya mengklaim hak untuk menginvasi dan menduduki negara-negara lain.

"Sama seperti orang Israel telah menyerbu Mesir, Suriah, Lebanon dan tentu saja Palestina, Saudi kini menyerbu dan menduduki Bahrain. Saudi tampaknya akan mengambil perilaku Israel sebagai model," tulisnya.

"Hari ini, sebuah roman pemula antara Israel dan Arab Saudi adalah pembicaraan di Timur Tengah," tulis Barrett.

Arab Saudi Ancam Berhenti Jadi Sekutu AS Jika AS Tak Serang Suriah?


Photo

Bagaimana Saudi bisa berhenti jadi sekutu AS? Pesawat2 tempur senilai ribuan trilyun yg telah dibeli dari AS dalam 1 tahun saja bisa jadi besi tua karena tak ada pasokan onderdil dari AS. Ke Rusia? Rasanya Rusia tak akan meninggalkan sekutu lamanya Suriah. Dan Rusia sakit hati karna Saudi mendukung teroris Chechnya:
Tapi bagus jika Saudi berhenti jadi sekutu AS dan membunuh sesama Muslim di Afghanistan, Iraq, Libya, Suriah, dsb.

Tapi jika niatnya ingin terus menimbulkan fitnah, kebangetan...

Arab Saudi Ancam Berhenti Jadi Sekutu AS.
Arab Saudi kecewa karena AS batal menyerang Suriah. Mereka makin berang ketika AS mendekatkan dirinya dengan Iran.
http://international.okezone.com/read/2013/10/23/412/885468/arab-saudi-ancam-berhenti-jadi-sekutu-as

AS-ARAB SAUDI-ISRAEL.... MENUJU PERANG BARU DI SURIAH..??>> ADA APA DENGAN SURIAH..??>> MANA RAJA ARAB SAUDI...DAN PETINGGI NEGERI2 YANG KONON MENGAKU SEBAGAI NEGARA TIMUR TENGAH PRO AS & ISRAEL..??>> BENARKAH SURIAH ADALAH BATU SANDUNGAN AS-ARAB SAUDI ISRAEL DKK...UNTUK MEMBANGUN NWO...??? >> KEMANA RAJA ABDULLAH...?? ...>> ...ARAB SAUDI ITU KERAJAAN NEGARA ISLAM ATAUKAH NEGARA APA... YAH... KOK SEPERTI INGIN PERANG DI SURIAH...?? ......MENGAPA.....???>>> KONON PANGRAN BANDAR BIN SULTAN...ADALAH KEPALA INTELIJEN KERAJAN ARAB SAUDI...YANG TELAH MENGETAHUI ADA PENGGUNAAN SENJATA KIMIA DISURIAH DAN MELAPORKANNYA DI BULAN FEBRUARI 2013....KEPADA AS [CIA] ...??>> KALAU BENAR TELAH DIKETAHUI SEJAK FEBRUARI..2013... LALU MENGAPA KOK AS-DAN ARAB SAUDI..SERTA NEGARA2 BARAT BARU HEBOH SEKARANG...JULI-AGUSTUS...2013...??>> .... ADA APA...??>> INIKAH KONSPIRASI DAN REKAYASA MODEL INTELIJEN... YANG BIASANYA...HANYA PERMAINAN INFO DAN OPINI...SEBAGAI DALIH PERANG BARU...??>> INGATLAH 911 WTC... YANG DIHEBOHKAN ITU... PADAHAL HANYA BEBERAPA JAM KEMUDIAN TOWER KE 3...GEDUNG NO 7 RUBUH JUGA TANPA DISENTUH PESAWAT ATAW MISIL..??? JADI APA YANG SEBENARNYA TERJADI ..DENGAN ISSUE TERORIS...DAN PEMABAJAKAN DLL... ADALAH DUSTA...??>> ....."Phil… kita mendapat tawaran baru. Ini tentang Syria lagi. Orang-orang Qatar mengajukan tawaran menarik dan menjamin bahwa usulan ini telah disetujui Washington (Amerika)." "Kita harus mengirim CW (chemical weapons, senjata-senjata kimia) ke Homs, senjata buatan Soviet asal Libya yang sama dengan senjata yang dimiliki Assad." "Mereka menginginkan kita untuk mengirim personil asal Ukraina yang bisa berbahasa Rusia, dan membuat sebuah rekaman video." "Sejujurnya, saya tidak menganggapnya sebagai ide yang baik, namun jumlah (uang) yang ditawarkan sangat besar. Bagaimana pendapatmu?"...>> ....Beberapa bulan kemudian, tepatnya awal Juli 2013, pasukan Syria berhasil menemukan 281 drum berisi bahan-bahan kimia di sebuah gudang milik pemberontak yang direbut pemerintah di kota Banias, Tartus. Bahan-bahan itu meliputi 79 drum Polyethylene Glycol, 67 drum Monoethylene Glocol, 25 drum monoethanolamine, 68 drum Diethanolamine, dan 42 drum Triethanolamine. Atas penemuan itu dubes Syria di PBB, Bashar Ja´afari mengatakan:...>>> "Pemerintah Syria kemarin telah menemukan di kota Banias, 281 drum bahan-bahan kimia berbahaya yang mampu menghancurkan seluruh kota, jika bukan seluruh negara." (Christian Lehman, NSNBC; 14 Juli 2013) Artinya adalah "konspirasi" serangan senjata kimia itu telah diketahui publik jauh hari sebelum terjadinya. Sekarang mari kita "nikmati" permainan ini...>> ....Seorang hacker asal Malaysia berhasil meng-hack sebuah pesan e-mail yang menghebohkan tentang rencana operasi rahasia untuk menjebak regim Syria dalam tuduhan penggunaan senjata kimia yang tidak bisa dibantah. E-mail tersebut (tertulis di atas) telah beredar luas di media-media massa global bahkan sejak awal tahun ini. Salah satunya adalah laporan Louise Boyle di harian Daily Mail tgl 29 Januari lalu berjudul "Amerika mendukung rencana serangan senjata kimia terhadap Syria dan kesalahannya ditimpakan pada regim Assad" (U.S. ‘backed plan to launch chemical weapon attack on Syria and blame it on Assad’s regime’). Laporan Daily Mail itu sendiri bersumber pada informasi yang dipublis media online Infowars beberapa hari sebelumnya. Media online independen thetruthseeker.co.uk memuat ulang laporan Daily Mail tersebut bulan Juni lalu....>>> ....Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Selasa, 27/08/13, sangat menyesalkan penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil di daerah pinggiran kota Damaskus, dan mengatakan pemerintah Rusia telah menyajikan dokumen dan bukti pembuktian kepada PBB bahwa kelompok pemberontak menggunakan zat fatal tersebut. "Ada banyak alasan dan dokumen yang menunjukkan, apa yang terjadi di Suriah dilakukan oleh teroris, dan dokumen-dokumen ini telah disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB (DK PBB) oleh pemerintah Rusia," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araqchi kepada wartawan di Tehran, Selasa, 27/08/13.....>>> Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober naik 32 sen menjadi USD 111,05 per barel, sebuah titik tertinggi sejak awal Maret lalu....>>>..Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz gagal menghadiri pertemuan mingguan menteri kabinet negara yang memicu spekulasi tentang kondisi kesehatannya dan masa depan politik kerajaan absolut itu. Dengan tidak adanya raja, Pangeran Muqrin bin Abdulaziz, wakil perdana menteri kedua, memimpin pertemuan yang digelar Dewan Menteri Saudi, pada Senin, 26/08/13......>>> Bandar bin Sultan anak dari budak Afrika itu menurut pejabat itu, pernah menjadi duta Besar Saudi untuk AS selama delapan tahun, dan mempunyai pengaruh besar terhadap lima presiden AS yang berbeda, dan kembali muncul sebagai tokoh penting dalam "perjuangan" Amerika dan sekutunya dalam menyeimbangkan medan perang di Suriah. Diangkat oleh Raja Saudi, mengantikan pamannya, tahun lalu sebagai kepala Umum Badan Intelijen Saudi, Bandar dilaporkan selama berbulan-bulan secara eksklusif memfokuskan penggalangan dukungan internasional, termasuk memasok senjata dan pelatihan kepada kelompok takfiri di Suriah dalam menjatuhkan pemerintah Suriah. Ini adalah tujuan Saudi jangka panjang yang dalam beberapa hari terakhir terserap oleh krisis lebih cepat atas dugaan penggunaan senjata kimia oleh Damaskus, yang menurut Riyadh, harus di respon keras. Pesan yang sedang disampaikan kepada Presiden Barack Obama oleh Duta Besar Saudi di Washington, Adel al-Jubeir, yang merupakan anak didik Bandar. Bandar pula orang yang pertama kali memberitahu dan memberikan laporan kepada badan intelijen AS (CIA) dan sekutu Baratnya atas dugaan penggunaan gas sarin oleh pemerintah Suriah pada bulan Februari....>> ...."Tidak ada keraguan (siapa) yang bertanggung jawab atas penggunaan keji senjata kimia di Suriah ini: rezim Suriah," kata Biden di Houston, AS pada Selasa, 27/08/13...>>

Konflik Suriah Bawa Puncak Babak Baru Perseteruan Rusia dan Barat.


Photo
Para korban serangan udara Pemerintah Berkuasa Suriah, Rabu (21/8/2013) dini hari. Tak terlihat darah pada para korban tewas ini. - / SHAAM NEWS NETWORK / AFP | - / SHAAM NEWS NETWORK / AFP.
Perselisihan Rusia dan Barat terkait konflik Suriah pekan ini mencapai puncak. Senin (26/8/2013), Rusia memperingatkan Amerika dan para sekutunya bahwa aksi militer ke Suriah tanpa dukungan penuh Dewan Keamanan PBB akan memunculkan keraguan apakah memang rezim Bashar al Assad menggunakan senjata kimia pada rakyatnya sendiri dalam serangan pada Rabu (21/8/2013) dini hari.

Dugaan penggunaan senjata kimia dalam serangan itu telah membuka babak baru perselisihan Rusia dan Barat. Kedua kutub menawarkan interpretasi yang jauh berbeda soal hal ini. Inggris, Perancis, Turki, dan Amerika Serikat berkeyakinan Assad berada di balik penggunaan senjata kimia dalam serangan ke Damaskus itu, sementara Rusia percaya serangan tersebut merupakan taktik kubu oposisi untuk mendiskreditkan rezim Assad yang menjadi sekutu tradisional Kremlin.Pembicaraan telepon antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Inggris David Cameron menggarisbawahi jurang perbedaan antara Rusia dan Barat. Putin berpendapat tidak ada bukti bahwa telah terjadi serangan senjata kimia dan siapa yang bertanggung jawab kalaupun ada. Sementara menurut juru bicara kantor Perdana Menteri Inggris di Downing Street London, Cameron bersikeras hanya ada sedikit keraguan terhadap dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad.

Amerika dan negara-negara sekutunya semakin menyuarakan kemungkinan bakal digelarnya aksi militer ke Suriah. Sementara Rusia menyatakan intervensi tersebut akan mengguncang seluruh Timur Tengah dengan alasan yang salah.

Upaya mendorong aksi militer ke Suriah pun kemungkinan besar akan dilakukan tanpa mandat dari Dewan Keamanan PBB. Selain Rusia yang jelas-jelas berbeda kubu, China pun hampir pasti akan memakai hak veto di dewan tersebut untuk mencegah persetujuan.

Inggris bersama sekutu kuatnya yang anti-Assad, Turki, mengangkat kemungkinan terjadinya kembali konfrontasi dengan Rusia seperti pada 2003 dan 1999. Pada 2003, sekutu menginvansi Irak, sementara pada 1999 NATO melakukan serangan udara ke Kosovo, yang keduanya dilakukan tanpa dukungan DK PBB. "Jika kekerasan digunakan tanpa resolusi PBB, itu akan menyebabkan konsekuensi yang sangat serius dalam hubungan antara Rusia dengan Amerika Serikat dan mitra NATO-nya," kata Alexander Filonik, pakar Timur Tengah di Institut Studi Oriental Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia.

Dalam konferensi pers Senin (26/8/2013), Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, penggunaan kekuatan militer terhadap Suriah tanpa persetujuan PBB akan menjadi "pelanggaran yang sangat berat terhadap hukum internasional".

Lavrov pun menyatakan ide Barat untuk menyerang Suriah dengan alasan merobohkan infrastruktur rezim militer dan membantu kubu oposisi sebagai bukan hanya ilusi, melainkan kesalahan besar yang tidak akan membawa perdamaian, tetapi hanya menandai babak berdarah baru di Suriah."Moskwa tidak bisa membiarkan hal itu berlalu tanpa jawaban," tegas Lavrov. Dia pun menambahkan Rusia dapat memukul balik aksi militer Barat melalui penguatan kerja sama militer dengan rezim Assad.

Ketegangan ini pun tergambar jelas di media-media Rusia pro-Kremlin, yang terang-terangan memuat wawancara Assad. Salah satunya, Izvestia, mengutip dalam wawancara itu bahwa Assad menyatakan terima kasih pada dukungan Rusia dan mengejek Barat dengan menyebut "omong kosong" untuk tudingan penggunaan senjata kimia. Assad pun memperingatkan Amerika bahwa semua serangan ke Suriah hanya akan menuai kegagalan.Sementara Kepala Majelis Rendah Parlemen Rusia dari Komite Urusan Luar Negeri Alexei Pushkov membuat pernyataan provokatif melalui jejaring media sosial Twitter. "London dan Washington ... hanya perlu vonis bersalah (untuk Assad). Setiap putusan lainnya akan ditolak," tulisnya.

Para petinggi Rusia pun satu nada mengolok Amerika dengan menyebut rencana serangan ke Suriah tak beda dengan invasi Amerika ke Irak yang disebut Putin dilakukan "berdasarkan kecerdasan yang cacat tentang kepemilikan senjata pemusnah massal oleh rezim Saddam Hussein".
Perang Suriah.
Harga Minyak Melonjak atas Kekhawatiran Perang di Suriah.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober naik 32 sen menjadi USD 111,05 per barel, sebuah titik tertinggi sejak awal Maret lalu.
Photo

Harga minyak global mencapai level baru dekat tertinggi enam bulan di tengah kekhawatiran tentang kemungkinan intervensi militer di Suriah.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober naik 32 sen menjadi USD 111,05 per barel, sebuah titik tertinggi sejak awal Maret lalu.

Sementara Kontrak utama New York, West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober, melonjak 34 sen menjadi USD 106,26 per barel di perdagangan pada Selasa sore, 27/08/13.

Harga minyak dunia melonjak setelah Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel mengatakan bahwa pasukannya siap untuk melancarkan serangan terhadap pemerintah Suriah.

Suksesi Kerajaan Saudi.
Kemana Raja Saudi, Abullah bin Abdul Aziz?
 Times- Dewan ini terdiri dari perdana menteri, wakil pertama dan wakil kedua perdana menteri, serta 22 menteri. Dan posisi raja Abdullah adalah perdana menteri kerajaan.

Photo

Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz gagal menghadiri pertemuan mingguan menteri kabinet negara yang memicu spekulasi tentang kondisi kesehatannya dan masa depan politik kerajaan absolut itu.

Dengan tidak adanya raja, Pangeran Muqrin bin Abdulaziz, wakil perdana menteri kedua, memimpin pertemuan yang digelar Dewan Menteri Saudi, pada Senin, 26/08/13.

Dewan ini terdiri dari perdana menteri, wakil pertama dan wakil kedua perdana menteri, serta 22 menteri. Dan posisi raja Abdullah adalah perdana menteri kerajaan.

Kesehatan raja uzur berumur 89-tahun itu terus menurun selama beberapa tahun terakhir dan berkali-kali dirawat di rumah sakit untuk mengembalikan kesehatannya.
Photo
Kesehatan raja uzur berumur 89-tahun memprihatinkan. Press TV.Pada bulan Mei lalu, jurnalis untuk Asharq Alawsat milik kerajaan Saudi yang berbasis di London mengatakan, organ-organ vital Raja Abdullah, termasuk hati, ginjal, dan paru-parunya, telah hampir berhenti berfungsi.

Kabar terbaru, Raja belum muncul dihadapan masyarakat dan sebagai gantinya putra mahkota menghadiri pertemuan resmi atas namanya.

Perang Suriah.

Bandar bin Sultan Komando AS untuk Perang di Suriah.

Bandar pula orang yang pertama kali memberitahu dan memberikan laporan kepada badan intelijen AS (CIA) dan sekutu Baratnya atas dugaan penggunaan gas sarin oleh pemerintah Suriah pada bulan Februari.
Photo

Bandar bin Sultan, keturunan afrika yang jadi pangeran Saudi

Mantan Duta Besar Arab Saudi untuk Washington Bandar bin Sultan mencoba kembali mendorong para pejabat AS untuk segera menyerang Suriah, laporan media mengatakan.

Saudi adalah mitra AS yang sangat penting di Suriah dan mempunyai pengaruh besar terhadap pemikiran Amerika, kata seorang pejabat senior AS kepada The Wall Street Journal pada hari Minggu, 25/08/13.

Bandar bin Sultan anak dari budak Afrika itu menurut pejabat itu, pernah menjadi duta Besar Saudi untuk AS selama delapan tahun, dan mempunyai pengaruh besar terhadap lima presiden AS yang berbeda, dan kembali muncul sebagai tokoh penting dalam "perjuangan" Amerika dan sekutunya dalam menyeimbangkan medan perang di Suriah.

Diangkat oleh Raja Saudi, mengantikan pamannya, tahun lalu sebagai kepala Umum Badan Intelijen Saudi, Bandar dilaporkan selama berbulan-bulan secara eksklusif memfokuskan penggalangan dukungan internasional, termasuk memasok senjata dan pelatihan kepada kelompok takfiri di Suriah dalam menjatuhkan pemerintah Suriah.

Ini adalah tujuan Saudi jangka panjang yang dalam beberapa hari terakhir terserap oleh krisis lebih cepat atas dugaan penggunaan senjata kimia oleh Damaskus, yang menurut Riyadh, harus di respon keras. Pesan yang sedang disampaikan kepada Presiden Barack Obama oleh Duta Besar Saudi di Washington, Adel al-Jubeir, yang merupakan anak didik Bandar.

Bandar pula orang yang pertama kali memberitahu dan memberikan laporan kepada badan intelijen AS (CIA) dan sekutu Baratnya atas dugaan penggunaan gas sarin oleh pemerintah Suriah pada bulan Februari.

Sementara perjalanan dia pada awal bulan ini ke Kremlin yang mencoba membujuk Presiden Vladimir Putin untuk menarik kembali dukungannya kepada Presiden Bashar al-Assad dilaporkan gagal. Sebuah perjalanan penting yang paling terakhir dan jarang diiklankan, telah membawanya ke London dan Paris untuk diskusi dengan para pejabat senior negara-negara tersebut.

Sebagai mantan duta, Pangeran Bandar meninggalkan jejak yang masih belum cukup memudar. Suaranya adalah salah satu yang paling keras mendesak Amerika Serikat untuk menyerang Irak pada tahun 2003.

Dia juga yang menerapkan tekanan pada Gedung Putih dan Kongres atas Suriah yang secara perlahan-lahan akan melahirkan buah.

CIA diyakini telah bekerja dengan Pangeran Bandar secara langsung sejak tahun lalu dalam pelatihan kelompok takfiri di pangkalan militer AS di Yordania dekat perbatasan Suriah. 

Perang Suriah.
Joe Biden Pertegas Serangan Militer AS ke Suriah.

"Tidak ada keraguan (siapa) yang bertanggung jawab atas penggunaan keji senjata kimia di Suriah ini: rezim Suriah," kata Biden di Houston, AS pada Selasa, 27/08/13.

Photo

Wakil Presiden AS Joe Biden
Wakil Presiden AS Joe Biden mengatakan, tidak ada keraguan mengenai tanggungjawab pemerintah Suriah atas penggunaan senjata kimia dekat Damaskus. Pernyataan Biden tersebut merupakan tekanan untuk mempercepat serangan militer AS ke Suriah.

"Tidak ada keraguan (siapa) yang bertanggung jawab atas penggunaan keji senjata kimia  di Suriah ini: rezim Suriah," kata Biden di Houston, AS pada Selasa, 27/08/13.

Beberapa hari terakhir, para pejabat AS berulang kali menyebut retorika operasi serangan pada instalasi militer Suriah dan membahas opsi militer AS di negara Arab itu.

Gema retorika untuk aksi militer terhadap Suriah semakin meningkat setelah pasukan oposisi dukungan asing menuduh pemerintah Presiden Bashar al-Assad melancarkan serangan kimia pada markas pemberontak di wilayah pinggiran Damaskus, Rabu, 21/08/13, pekan lalu.

Dalam konferensi pers, Selasa di Damaskus, Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem menantang Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya untuk menyajikan bukti bahwa pemerintah telah menggunakan senjata kimia.

"Kami mendengar genderang perang di sekitar kita. Jika mereka ingin melancarkan serangan terhadap Suriah, saya pikir menggunakan alasan senjata kimia tidak benar sama sekali. Saya tantang mereka untuk menunjukkan apa bukti yang mereka miliki," kata Muallem.

Dia juga menyatakan, setiap aksi militer terhadap Suriah hanya melayani kepentingan Israel dan al-Qaeda dalam melawan pemerintah Suriah.

"Upaya perang yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan sekutu mereka akan melayani kepentingan Israel dan kedua, Front al-Nusra," kata menteri luar negeri Suriah.

Rakyat Amerika tolak serbuan ke Suriah

Photo


SEBUAH jajak pendapat dikeluarkan lembaga surveiIpsos bersama Reuters menyatakan warga Amerika Serikat menentang campur tanganNegeri Adikuasa itu dalam konflik Suriah, dan percaya Washington seharusnya tidak perlu terlibatbahkan jika laporan menyebutkan bahwa pemerintah Suriah terbukti menggunakansenjata kimia mematikan untuk menyerang warga sipil.
Sekitar 60 persen warga Amerika yang disurveimengatakan pemerintah tidak perlu ikut campur dalam perang sipil di Suriah.Sementara hanya sembilan persen berpikir bahwa Presiden Barack Hussein Obamaharus bertindak, seperti dilansir situs the Huffington Post, Senin (26/8).
Jajak pendapat, yang dilakukan Ipsos bersamaReuters pada 19-23 Agustus, ini juga menemukan fakta bahwa 25 persen wargaAmerika akan mendukung intervensi Amerika jika pasukan Presiden Suriah Basyaral-Assad menggunakan bahan kimia untuk menyerang warga sipil. Sementara hanya46 persen responden menentang tindakan itu.
Namun, sejak 13 Agustus, Ipsos melihat adanyapenurunan atas dukungan terhadap keterlibatan Amerika, di mana jajak pendapatmenemukan fakta bahwa hanya 30,2 persen warga Amerika mendukung intervensi diSuriah jika bahan kimia telah digunakan. Sedangkan 41,6 persen tidak mendukunghal itu.
Jajak pendapat juga menunjukkan bahwa sejauh ini,dengan semakin meningkatnya krisis di Suriah dan gambar-gambar mengerikankorban dugaan serangan senjata kimia di pinggiran Ibu Kota Damaskus pada pekanlalu, memperlihatkan banyak warga Amerika tidak ingin terlibat dalam konfliklain di Timur Tengah.
Beberapa pejabat asing dan Amerika, terutamasenator dari Partai Republik, John McCain, menyebut Obama ragu-ragu dalammemutuskan apakah akan bertindak di Suriah. Tetapi beberapa warga Amerika yangdisurvei dalam jajak pendapat ini, termasuk Charles Kohls (68 tahun), mantanpejabat militer Amerika dari Maryland,memuji sikap kehati-hatian Obama.
"Amerika seakan menjadi polisi dunia dankami sudah terlalu banyak terlibat di tempat-tempat yang harusnya menjadibidang Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), bukan kita," kata Kohs dalamsebuah wawancara. "Saya berpikir kita tidak harus ikut campur diSuriah."
Namun, Kohls mengatakan kemungkinan adanya serangankimia tidak mengubah keyakinannya bahwa Amerika tidak harus terlibat di Suriah,atau perang lain untuk masalah itu. | sumber: merdeka.com

KONSPIRASI SENJATA KIMIA SYRIA .


Photo

Gambar: bahan-bahan kimia milik pemberontak Syria yang ditemukan pasukan pemerintah di kota Banias, Tartus, bulan Juli lalu. Sebanyak 281 drum bahan kimia berbahaya yang bisa menghancurkan seisi kota.

"Phil… kita mendapat tawaran baru. Ini tentang Syria lagi. Orang-orang Qatar mengajukan tawaran menarik dan menjamin bahwa usulan ini telah disetujui Washington (Amerika)."

"Kita harus mengirim CW (chemical weapons, senjata-senjata kimia) ke Homs, senjata buatan Soviet asal Libya yang sama dengan senjata yang dimiliki Assad."

"Mereka menginginkan kita untuk mengirim personil asal Ukraina yang bisa berbahasa Rusia, dan membuat sebuah rekaman video."

"Sejujurnya, saya tidak menganggapnya sebagai ide yang baik, namun jumlah (uang) yang ditawarkan sangat besar. Bagaimana pendapatmu?"

-----------
Beberapa hari terakhir ini saya mendapat "gangguan" dari seseorang yang menamakan diri sebagai "muslim in suffer" yang menyerang blog dan inbox e-mail saya. Awalnya ia muncul dalam beberapa postingan terakhir blog saya dengan komentar-komentarnya yang tidak sopan dan "ngaco" logika bahasanya. Setelah komentar-komentar tidak pantasnya itu saya hapus, kecuali satu komentar yang masih bisa ditoleransi, ia pun memenuhi inbox e-mail saya dengan berbagai komentar dan tautan yang tidak kalah "ngaco" dan kurang ajar.

Dalam satu e-mailnya ia mempertanyakan berita yang saya postingkan di blog saya tentang keberhasilan Hizbollah menggagalkan upaya penyusupan tentara Israel di perbatasan Lebanon. Ia mempertanyakan kevalidan berita tersebut dengan alasan "tidak diberitakan media-media internasional".

Lihatlah bagaimana seorang wahabi-salafi tidak ubahnya seperti orang-orang "liberal idiot" Amerika yang menganggap satu berita sebagai kebenaran hanya jika diberitakan oleh koran USA Today atau dibahas dalam acara "Oprah Wimfrey Show". Alasan tersebut juga membuktikan bahwa orang-orang wahabi itu tidak pernah melakukan check dan recheck atas segala persoalan dan hanya mengikuti pendapat guru-guru atau sheikh-sheikh mereka bulat-bulat. Berita itu, meski tidak diberitakan USA Today, namun begitu banyak diberitakan oleh media-media masa lain. Itulah sebabnya mereka percaya begitu saja berita di situs arrahmah.com yang menyebutkan Faiz Syakir sebagai jubir Hizbollah, padahal yang bersangkutan adalah aktifis neo-konservatif Amerika.

Oh ya, kemunculan "muslim in suffer" terjadi setelah tulisan-tulisan kritis saya tentang situs berita arrahmah.com. Mungkin yang bersangkutan adalah salah seorang awak redaksinya, atau setidaknya pembaca setianya.

"Serangan" yang lainnya yang saya terima melalui e-mail adalah puluhan tautan tentang berita-berita tentang isu senjata kimia di Syria yang diberitakan sebagian besar media massa dunia. Seolah dengan banyaknya berita-berita tersebut tuduhan regim Syria sebagai pelaku serangan senjata kimia adalah suatu kebenaran. Sekali lagi ini menunjukkan kedangkalan pikiran yang bersangkutan. Bahkan jika sebagian besar media massa di dunia memberitakan suatu "peristiwa", hal itu bukan berarti hal itu benar. Berita tentang "bom penghancur massal Irak" yang sangat massif diberitakan media massa dunia sebelum invasi Amerika dan sekutunya di Irak kini telah terbukti sebagai kebohongan. Apalagi jika berita-berita tersebut tidak menyebutkan secara tegas "regim Syria sebagai pelaku serangan".

Saya sudah mempostingkan tulisan Dina Sulaeman, seorang blogger dan peneliti lembaga kajian Global Future Institute, tentang kebohongan isu senjata kimia di Syria. Namun fakta berikut mungkin lebih menarik lagi.

Seorang hacker asal Malaysia berhasil meng-hack sebuah pesan e-mail yang menghebohkan tentang rencana operasi rahasia untuk menjebak regim Syria dalam tuduhan penggunaan senjata kimia yang tidak bisa dibantah. E-mail tersebut (tertulis di atas) telah beredar luas di media-media massa global bahkan sejak awal tahun ini. Salah satunya adalah laporan Louise Boyle di harian Daily Mail tgl 29 Januari lalu berjudul "Amerika mendukung rencana serangan senjata kimia terhadap Syria dan kesalahannya ditimpakan pada regim Assad" (U.S. ‘backed plan to launch chemical weapon attack on Syria and blame it on Assad’s regime’). Laporan Daily Mail itu sendiri bersumber pada informasi yang dipublis media online Infowars beberapa hari sebelumnya. Media online independen thetruthseeker.co.uk memuat ulang laporan Daily Mail tersebut bulan Juni lalu.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya awal Juli 2013, pasukan Syria berhasil menemukan 281 drum berisi bahan-bahan kimia di sebuah gudang milik pemberontak yang direbut pemerintah di kota Banias, Tartus. Bahan-bahan itu meliputi 79 drum Polyethylene Glycol, 67 drum Monoethylene Glocol, 25 drum monoethanolamine, 68 drum Diethanolamine, dan 42 drum Triethanolamine. Atas penemuan itu dubes Syria di PBB,  Bashar Ja´afari mengatakan:

"Pemerintah Syria kemarin telah menemukan di kota Banias, 281 drum bahan-bahan kimia berbahaya yang mampu menghancurkan seluruh kota, jika bukan seluruh negara." (Christian Lehman, NSNBC; 14 Juli 2013)

Artinya adalah "konspirasi" serangan senjata kimia itu telah diketahui publik jauh hari sebelum terjadinya. Sekarang mari kita "nikmati" permainan ini.
Situs online milik kantor berita terbesar dunia BBC dalam beberapa hari terakhir ini gencar memberitakan isu senjata kimia di Syria dengan gaya yang sama ketika mereka memberitakan isu senjata pemusnah massal Irak tahun 2003 atau sebelum invasi Amerika ke negara tersebut. Dan seperti laporan tentang senjata pemusnah massal Irak, laporan tentang senjata kimia Syria juga sangat tendensius dan ujung-ujungnya adalah kebohongan besar.

Salah satu berita itu, tgl 23 Agustus, berisi tentang "menhan Inggris William Hague yang percaya regim Bashar al Assad telah menggunakan senjata kimia", tanpa sedikit pun membahas bukti-bukti yang mendukung keyakinan William Hague tersebut. Paragraf pertama tulisan tersebut berbunyi:

"Menlu Inggris William Hague mengatakan bahwa ia percaya Presiden Assad berada di balik serangan senjata kimia di Syria."

Kemudian tanpa menyampaikan bukti-bukti pendukung, Hague justru mengatakan, "Saya tahu bahwa sebagian orang di dunia akan berkata bahwa ini adalah semacam konspirasi yang dilakukan oleh oposisi Syria.” Tanpa menyinggung bukti, Hague melanjutkan, "Saya rasa kemungkinan terjadinya konspirasi itu sangatlah kecil, jadi kami percaya bahwa serangan senjata kimia itu dilakukan oleh regim Assad.”

Setidaknya Hague kini percaya bahwa sebagian besar masyarakat di dunia kini telah percaya dengan kebenaran "teori konspirasi". Mungkin bahkan ia telah berfikir bahwa tidak lama lagi ribuan orang akan berdemonstrasi menentang intervensi NATO di Syria sembari meneriakkan kata: "Kami 99% rakyat percaya teori konspirasi. Anda?"

Konspirasi yang dilakukan Hague dan BBC pun berlanjut. Kata Hague: "Saya rasa regim Assad menyembunyikan sesuatu. Mengapa mereka menolak tim pemeriksa PBB pergi ke sana?" Pernyataan semacam juga didengang-dengungkan media massa di seluruh dunia bahwa pemerintah Syria melarang tim pemeriksa PBB untuk bekerja secara bebas. Padahal tidak demikian halnya. Tim pemeriksa PBB gagal melakukan pemeriksaan di lokasi serangan senjata kimia karena dilarang pemberontak yang menguasai wilayah tersebut.

Bahkan Presiden Barack Obama menyebutkan serangan tersebut sebagai "yang dikatakan penggunaan senjata kimia", tidak menyebutkan secara pasti bahwa Bashar al Assad adalah pelakunya.

Hari ini saya melihat berita "running text" di Metro TV yang menyebutkan bahwa "Iran mengakui adanya serangan senjata kimia di Syria". Berita ini sangat menggiring opini publik untuk percaya bahwa "Iran pun percaya tuduhan penggunaan senjata kimia oleh regim Al Assad adalah benar". Padahal Iran, sebagaimana semua negara lain di dunia, hanya mempercayai adanya serangan senjata kimia berdasarkan fakta yang ada. Namun Iran, sebagaimana Rusia, adalah negara yang dengan gigih menolak tuduhan regim Al Assad sebagai pelakunya. Alih-alih, kedua negara teguh dengan tuduhannya bahwa pemberontak-lah yang telah menggunakan senjata kimia dan mengaku memiliki bukti-bukti kuat.

Logika paling sederhana pun membantah tuduhan penggunaan senjata kimia oleh pasukan regim Al Assad. Mereka tengah berada di jalur kemenangan yang tidak akan mereka hancurkan begitu saja dengan mengundang intervensi asing. Setelah al Qusayr, tentara Al Assad berhasil merebut kembali Homs dan Latakia dan tengah berupaya membersihkan 2 wilayah terakhir yang masih dikuasai pemberontak, yaitu Aleppo dan sekitar Damaskus.

Sama seperti BBC, Metro TV juga turut berpartisipasi dalam konspirasi.
REF:
"U.S. ‘backed plan to launch chemical weapon attack on Syria and blame it on Assad’s regime’"; Louise Boyle; Daily Mail, 29 Januari 2013
"The BBC on Syria and Chemical Weapons"; William Bowles; Dissident Voice; 24 Agustus 2013
"Chemicals and Weapons seized from Insurgents in Damascus"; Christian Lehman, NSNBC; 14 Juli 2013


Perang Suriah.

Iran: Dokumen Menunjukkan Teroris Pelaku Serangan Kimia,

"Ada banyak alasan dan dokumen yang menunjukkan, apa yang terjadi di Suriah dilakukan oleh teroris, dan dokumen-dokumen ini telah disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB (DK PBB) oleh pemerintah Rusia,".

Photo

Zat kimia buatan Saudi Arabia

Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Selasa, 27/08/13, sangat menyesalkan penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil di daerah pinggiran kota Damaskus, dan mengatakan pemerintah Rusia telah menyajikan dokumen dan bukti pembuktian kepada PBB bahwa kelompok pemberontak menggunakan zat fatal tersebut.

"Ada banyak alasan dan dokumen yang menunjukkan, apa yang terjadi di Suriah dilakukan oleh teroris, dan dokumen-dokumen ini telah disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB (DK PBB) oleh pemerintah Rusia," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araqchi kepada wartawan di Tehran, Selasa, 27/08/13.

Dikatakannya, jika Washington menemukan fakta serangan kimia itu dilakukan pemberotak, maka ia akan diam, tetapi jika tidak, maka akan mencari alasan lain.

"Pejabat Amerika tidak memiliki komitmen yang mendalam atas setiap kriteria, prinsip manusia dan hukum internasional. Mereka baik jika teroris bergerak sesuai dengan kepentingannya, dan jika mereka bertindak melawan kepentingan mereka, maka itu (teroris) buruk," lanjut juru bicara itu.

Araqchi juga menyesalkan penggunaan senjata kimia dalam kondisi apapun dan oleh siapapun, "Republik Islam sebagai korban senjata kimia mengutuk keras penggunaan senjata tersebut."

Sebelumnya, pejabat senior Suriah mengatakan, negaranya akan mempertahankan diri dari setiap serangan militer Barat, dan bukan sasaran empuk Amerika Serikat dan negara-negara lain yang memanaskan retorika perang dalam menanggapi dugaan serangan kimia pekan lalu di dekat ibukota Suriah.

Dalam sebuah wawancara dengan Associated Press (AP) di Damaskus, pada Senin, 26/08/13, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mekdad mengatakan, serangan udara atau tindakan lain terhadap Suriah akan memicu kekacauan dan mengancam perdamaian dan keamanan di seluruh dunia.

Perang Cyber.


SEA Robohkan Situs New York Times dan Twitter,
SEA berhasil mengubah baik rincian kontak dan server nama domain dari New York Times dan Twitter setelah memiliki akses ke catatan registri yang diperoleh oleh mereka di Melbourne IT. SEA juga mengaku bertanggung jawab atas hacking situs domian Huffington Post UK.

Photo
Tentara Elektronik Suriah (SEA). Russia Today
Tentara Elektronik Suriah (SEA) mengklaim telah mengakses ke sejumlah domain internasional Twitter tak lama setelah merobohkan website New York Times. Serangan itu tampaknya dibuat melalui Melbourne IT. Demikian Russia Today (RT) melaporkan, Rabu, 28/08/13.

SEA berhasil mengubah baik rincian kontak dan server nama domain dari New York Times dan Twitter setelah memiliki akses ke catatan registri yang diperoleh oleh mereka di Melbourne IT. SEA juga mengaku bertanggung jawab atas hacking situs domain Huffington Post UK.

Akibat serangan yang menghantam website New York Times, situs itu dinonaktifkan untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari sebulan. Dalam sebuah pernyataan, surat kabar terbesar AS itu mengatakan, "serangan eksternal berbahaya secara luas diduga berasal dari hacker yang berafiliasi dengan Tentara Elektronik Suriah (SEA).

"Banyak pengguna mengalami kesulitan mengakses New York Times online," tulis koran itu di halaman Facebook-nya.

"Kami sedang bekerja memperbaiki masalah. Penilaian awal kami adalah outage kemungkinan besar hasil dari serangan eksternal berbahaya. Sementara itu kami terus menerbitkan berita utama." Katanya lagi.
Photo

SEA juga mengklaim melakukan serangkaian tweet yang dibajak di beberapa domain Twitter, yang diarahkan melalui lalu lintas media sosial untuk server sendiri, dan membuat situs tidak stabil dan down.

Juru bicara Twitter Jim Prosser mengkonformasi serangan itu kepada jurnalis Matius Keys dan menyebut, teknisi situs sedang melihat akses yang diklaim dari SEA.

Setelah mengklaim mengontrol domain Twitter yang digunakan untuk melayani, gambar, twimg.com, Tentara Elektronik Suriah mengatakan mampu menyuntikkan kode Javascript untuk mengarahkan semua pengguna Twitter ke situs web hacktivists. Namun di tweet berikutnya, SEA mengakui bahwa "sayangnya" server mereka tidak mampu menangani lalu lintas besar tersebut.

SEA, adalah kelompok hacker bayangan yang bersimpati kepada Presiden Suriah Bashar Assad, dan meluncurkan serangan cyber pada sejumlah media dalam beberapa bulan terakhir termasuk Twitter feed.

Iran, Diambang Kehancuran? Prediksi Skenario Perang

OPINI | 28 June 2012 | 18:10  
http://hankam.kompasiana.com/2012/06/29/iran-diambang-kehancuran-prediksi-skenario-perang-474080.html
 

Sambil menunggu Jerman - Itali, browsing-browsing, ternyata perang Israel Iran sudah diambang pintu. Bukan hanya operasi cyber warfare yang melibatkan kerjasama AS dan Israel, tetapi juga operasi gemilang menurunkan harga minyak dunia yang melibatkan negara-negara Arab yang anti Iran. Boikot dan embargo datang bertubi-tubi dari negara-negara Eropa.

Meninjau posisi Rusia, tampak jelas bahwa Rusia tidak mendukung Iran dengan penolakan Rusia menjual S-300, apalagi S-400 secara terbuka kepada Iran. S-300 adalah sistem pertahanan udara yang diatas kertas sulit ditembus oleh Israel. Menimbang hal ini, dapat diduga bahwa penolakan Rusia atas sangsi DK PBB pada Iran justru berasal dari keinginan AS. Jika DK PBB sepakat mengizinkan koalisi militer, AS-lah yang harus mengeluarkan dana untuk perang, karena EU tengah didera krisis ekonomi, sedangkan AS tidak mungkin ikut berperang kalau bukan sebagai pemimpin koalisi. Apalagi masyarakat AS dalam masa sentimen anti perang.

Dengan penolakan Rusia, AS tidak kehilangan muka. Sebagian besar operasi perang dapat dilakukan oleh Israel, dan biaya dapat di distribusikan kepada negara-negara Arab yang anti Iran. AS baru memimpin perang setelah Iran membalas serangan Israel dengan serangan ke sekutu-sekutunya atau memblokade Selat Hormuz. Baik resiko korban pasukan maupun biaya dapat di minimalisasi.

Jaringan pertahanan udara anti rudal balistik Iran menyatukan pertahanan udara di Oman, Saudi Arabia, UEA, Qatar, Bahrain, Kuwait, Israel, Turki, dan Armada Kelima AS di Selat Hormuz (dengan basis di Bahrain), yang juga memayungi Irak dan Yordania. Terkoneksi antar Radar AEGIS dengan sistem radar lain (termasuk beberapa sistem radar Rusia di Balkan/Caspia), dengan misil pencegat mulai dari Patriot, THAAD, Arrow, dan Iron Dome.

Prediksi Elemen Serangan Israel

Pada H-1, elemen dari Strategic Depth Command Israel menuntaskan penyiapan 4 FOB (Forward Operating Base) alias basis operasi:
- FOB Utara di Georgia atau Kazakhtan, dengan Advance Landing Ground (ALG) di Turkmenistan dan Azerbaizan.
- FOB Selatan di India, dengan ALG di carrier USS Abraham Lincoln
- FOB Timur di Afghanistan dekat Turkmenistan, dengan 1 ALG di Afganistan dekat Pakistan.
- FOB Barat di Irak utara (Irak-Kurdistan), dengan ALG di Irak tengah dan selatan.
Dipersiapkan pula lokasi pendaratan darurat di wilayah UEA, Saudi Arabia, dan di selat hormuz (di carrier USS Carl Vinson).
ALG dimaksudkan sebagai lokasi pendaratan darurat, titik evakuasi.
FOB selain sebagai ALG juga menjadi lokasi medivac/rumah sakit tempur, pasukan air-cavalery untuk tujuan SAR jika ada pilot yang jatuh, lokasi pasukan komando jika dibutuhkan misi penyusupan, tempat mempersenjatai kembali pesawat jika dibutuhkan, command and control khususnya untuk UAV.
Menjelang serangan, pesawat pengisi bahan bakar mengambil posisi di angkasa Irak, Laut Kaspia, Afghanistan, dan Laut Arab.

13409065681927355407

Serangan Gelombang Pertama

Serangan gelombang pertama dilakukan bersamaan dari 4 arah:
  • Dari Laut Caspia
  • Dari Iraq
  • Dari Afghanistan
  • Dari Laut Arab
Gelombang Pertama memiliki 3 sasaran:
  1. Menghancurkan sistem pertahanan anti rudal balistik Iran: S-300 atau Bavar 373 (target utama jika ada).
  2. Menghancurkan seluruh sistem pertahanan anti serangan udara Iran, yang meliputi: Tor-M1E, 2K12 Kub, S-200/HQ-2, Pantsir-S1, MIM23 Hawk/Shahih
  3. Menghancurkan instalasi target utama: fasilitas pengayaan uranium di Nathan dan Fordow dekat Qom.
Serangan Gelombang Pertama dimulai jam 10.00 waktu Iran secara bersamaan. Dibutuhkan pengaturan waktu yang baik agar seluruh Grup dapat mulai menyerang secara bersamaan.
  • Formasi F16 beserta UAV Harop dari Grup Selatan berangkat dari FOB India, melintasi Laut Arab, mengisi bahan bakar di udara, kemudian menyerang pertahanan udara pantai Selatan Iran.
  • Formasi F16 beserta UAV Harop dari Grup Timur berangkat dari FOB Afghanistan menyerang pertahanan udara di sekitar Semnan (timur Teheran).
  • 2 Formasi F16 dan 1 Formasi F15 dari Grup Barat berangkat dari Israel, menyisir perbatasan Yordania-Saudi, masuk ke angkasa Irak, mengisi bahan bakar di udara. Kemudian 1 Formasi F16 menyerang pertahanan anti serangan udara di Kurdistan-Iran sekitar Hamadan, dan 1 Formasi F16 menyerang pertahanan udara di sekitar Arak. UAV Harop diluncurkan dari FOB Barat di Irak membantu Formasi F16 menghancurkan pertahanan udara Iran. Formasi F15 menyerang pangkalan angkatan udara Iran sebelah Barat, membom landasan pacu, dan mengejar pesawat yang mengudara.
  • Formasi F16 dari Grup Utara menghancurkan pertahanan sepanjang pantai Kaspia-Iran, kemudian Formasi UAV Harop mencari dan menghancurkan pertahanan anti serangan udara di sekitar Teheran.
  • Bersamaan dengan itu sejumlah IRBM Jericho dengan hulu ledak non-nuklir yang diluncurkan dari Israel menghantam fasilitas pertahanan anti serangan udara Iran lainnya, fasilitas komunikasi militer, dan pusat komando Iran.
  • Sekitar jam 12.00, segera setelah pertahanan anti serangan udara di netralisasi, Formasi Campuran dari Grup Barat menyerang Fordow dan Nathanz. Nathanz yang struktur bangunannya diketahui persis dapat dihancurkan dengan beberapa GBU-28. Untuk Fordow yang jauh lebih kompleks, tidak diketahui persis layout-nya, dan berada di pegunungan, GBU-28 hanya digunakan untuk menghancurkan pintu masuk dan ventilasi ke bunker.
Untuk menghancurkan seluruh isi bunker Fordow, Israel memiliki 3 cara: menggunakan kombinasi MOP dan MOAB yang diangkut dengan C130 Hercules, atau menggunakan bom nuklir taktis berkekuatan 800 ton, setara dengan B61 versi taktis milik AS. Untuk menggunakan bom tersebut, Israel akan menggunakan uranium kategori paling rendah yaitu diperkaya 20% sesuai dengan pengayaan uranium Iran, dan bom harus melakukan penetrasi 150 meter agar ledakan tertimbun dibawah tanah. Setelah pengeboman, pesawat pengintai mendeteksi apakah terjadi kebocoran radiasi. Jika terjadi kebocoran radiasi, dilakukan pengeboman susulan di lokasi kebocoran dengan harapan menutup kebocoran. Penggunaan nuklir taktis seperti ini tentunya akan di tutupi oleh Israel.
Alternatif ketiga adalah dengan menurunkan pasukan komando untuk bertempur merebut lokasi, kemudian menghancurkan bunker-bunker dan fasilitas nuklir tersebut dengan cara yang aman. Cara ini lebih beresiko mengorbankan pasukan Israel, namun akan berpengaruh positif pada citra militer Israel karena mengurangi resiko kebocoran radiasi nuklir yang dapat mengorbankan rakyat sipil.
  • Sepanjang waktu, secara bergantian, Formasi UAV recon dan tempur Eitan, Hermes dan Heron, melakukan patroli untuk mengejar kendaraan peluncur rudal balistik Iran yang terdeteksi, mengamati gerak pasukan, mencari sasaran, dan melakukan perang elektronik. Formasi F16 dan F15 serta F35 siap di udara menghadapi pesawat Iran yang mengudara.
  • Seluruh pesawat tempur dari semua FOB setelah menuntaskan operasi kembali ke Israel melalui angkasa Irak, dengan pengisian bahan bakar di udara jika perlu. Serangan Gelombang Pertama memakan waktu sekitar 3 - 6 jam. Begitu kembali ke Israel, Pesawat Gelombang Pertama segera dipersiapkan untuk terlibat pada Serangan Gelombang Ketiga dan selanjutnya.
13409064781730565128

Serangan Gelombang Kedua

Tepat pukul 13.00 dilakukan serangan Gelombang Kedua, dengan sasaran:
  1. Memastikan kehancuran kekuatan udara Iran, dengan target tidak ada pesawat Iran yang mengudara, seluruh landasan udara dihancurkan, kemudian mencari dan menghancurkan bunker pesawat Iran.
  2. Menghancurkan cadangan strategis pertahanan udara Iran, yaitu lokasi-lokasi radar dan pertahanan anti serangan udara cadangan, gudang-gudang senjata, dan jalan-jalan raya maupun kereta api.
  3. Menghancurkan fasilitas nuklir Iran yang luput dari serangan Gelombang Pertama.
  4. Menghancurkan jalan raya dan jalur kereta api ke luar Iran, khususnya ke arah Siria dan Irak, guna menghindarkan pengiriman senjata keluar Iran atau gerakan pasukan menuju Israel.
Serangan Gelombang Ketiga
Dilakukan mulai hari kedua dan seterusnya, hingga AS atau Rusia memerintahkan penghentian serangan. Sasaran serangan ini:
  1. Menghancurkan seluruh kekuatan militer Iran, khususnya kendaraan lapis baja, persenjataan, kapal, bunker, dan infrastruktur militer lain, guna memberikan kesempatan pada oposisi untuk melakukan perlawanan.
  2. Menghancurkan teknologi pendukung nuklir dan teknologi pendukung industri senjata Iran. Misalnya fasilitas riset ruang angkasa Iran, fasilitas riset nuklir, industri kapal laut, dan industri terkait militer lain.
  3. Menyerang simbol-simbol pemerintah Iran. Hal ini untuk membangkitkan oposisi, dengan menunjukkan bahwa pemerintah Iran tidak berdaya.

Prediksi Respon Iran

Dalam 15 menit setelah serangan Gelombang Pertama, Iran akan menembakkan sejumlah rudal balistik ke Israel. Namun setelah 3 jam frekwensi serangan akan berkurang karena peluncur rudal Iran mulai diburu oleh pesawat Israel.
Secara bersamaan, dalam 1 - 2 jam, Hizbullah akan meningkatkan serangan rudal ke Israel dari Lebanon. Hamas dapat membatalkan genjatan senjata dan menembakkan rudal ke Israel. Serangan dari radikal di Mesir pun kemungkinan meningkat tajam.

Rudal-rudal Iran akan dihadang oleh anti rudal dari kapal-kapal AEGIS AS di selat Hormuz, pertahanan rudal balistik terkoordinasi Israel/AS: Patriot dan Arrow, dan pertahanan anti rudal Israel yang baru: Iron Dome.
Dengan tidak efektifnya serangan rudal balistik dan serangan proxy ke Israel, Iran memiliki beberapa pilihan ofensif:
  1. Memblokade Selat Hormuz, melarang kapal-kapal sekutu AS melewati Selat. Menebarkan ranjau laut di jalur utama minyak dunia, Selat Hormuz.
  2. Menembakkan rudal ke sekutu AS, khususnya ke basis militer AS di Kuwait, Qatar, UEA, Saudi Arabia, Bahrain, dan Afghanistan, yang lebih rentan pada serangan rudal balistik dibandingkan Israel.
  3. Melakukan invasi ke Kuwait, atau mengirim pasukan masuk ke Afghanistan atau Irak untuk menyerang basis Israel dan AS.
  4. Menembakkan rudal biologi atau kimia ke Israel atau ke sekutu AS lain.
Jika tidak membalas, pemerintah Iran akan menanggung malu. Disamping itu Israel kemungkinan akan terus menggempur hingga AS atau Rusia melakukan intervensi. Gempuran Israel beberapa hari dapat menghancurkan kemajuan teknologi Iran selama puluhan tahun. Dampak kehancuran moral militer Iran adalah gejolak sipil di masa depan yang bisa menjatuhkan pemerintahan Iran. Iran juga menjadi rentan atas konflik militer dengan negara-negara tetangga suni-nya, antara lain UEA yang memiliki sengketa wilayah.

Rumitnya, ibarat makan buah simalakama, jika Iran memilih melakukan serangan ofensif balasan manapun, masalah akan bertambah besar. AS dan sekutunya akan berperang melawan Iran.

Prediksi Perang Iran melawan AS, Inggris, dan koalisi Arab

Segera setelah Iran melakukan ofensif balasan, AS akan menyatakan perang. Jika hal ini terjadi, Israel akan segera menghentikan operasinya (karena negara-negara Arab sekutu AS tidak menyukai Israel).
Carrier Strike Group 1 dan Carrier Strike Group 9 akan mengirimkan pesawat tempur-nya. USS Enterprise dengan Strike Group 12 dari Teluk Aden akan segera bergabung ke Hormuz.
F-22 dan F-35 AS yang berbasis di UEA, Saudi, dan Bahrain akan segera mendominasi angkasa Iran. Tomahawk meluncur ke posisi-posisi militer Iran. Seluruh angkatan laut Iran akan dilumpuhkan dalam 1 hari, dan kapal-kapal selam Iran dikejar oleh destroyer AS.
NATO kemungkinan menolak ikut campur. Namun Inggris selalu siap bersama AS, setidaknya Destroyer HMS Daring, Frigate HMS Somerset, HMS Argyll (yang di BKO-kan pada Carrier Strike Group 9) dan sejumlah penyapu ranjau Inggris.

Prediksi Perang UEA-Iran

Berbeda dengan biasanya, UEA akan lebih terlihat garang. Dengan alasan Iran mengganggu jalur kapal internasional, menyerang negara Arab, dan menembakkan rudak, UEA akan memutuskan mengirim pasukan bersama AS.
UEA mengirimkan tentaranya lintas laut merebut 3 pulau Iran yang selama ini diakui UEA sebagai miliknya: Pulau Abu Musa, Greater Tunb, dan Lesser Tunb. Dengan penguasaan ketiga pulau tersebut, relatif keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz akan lebih terjamin oleh UEA.
Yang menarik, pengadaan militer UEA akhir-akhir ini sangat menjurus pada kemampuan serang amfibi: Helikopter pengangkut pasukan CH-47, 30 heli serbu AH-64As, 600 BMP3, 388 Leclerc MBT yang bisa diangkut dengan 7 LCT, 5 LCU, 16 LCP, 50 Pantsir-S1 diatas 8×8. UAV Al Sber, Apid 55, GRS 100 Falcon1 UAV anti kapal selam.
Peralatan militer UEA bukan rahasia bagi dunia. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa UEA sudah mempersiapkan legiun asing elit untuk menjadi ujung tombak pasukannya merebut Abu Musa. Legiun asing untuk specops UEA dibentuk oleh pendiri Blackwater, Erik Prince, mantan Navy Seals, yang kasusnya masih berlanjut di pengadilan AS (masih ingat Blackwater, tentara bayaran AS di Irak yang membantai 17 warga sipil Irak di Baghdad). Terdiri atas orang Kolombia, Afrika Selatan, dan negara lain, mereka dilatih oleh pensiunan veteran AS, Jerman, dan Inggris di Kota Militer Zayed, dengan gaji US $150/hari.
Abu Musa dipersenjatai Iran dengan rudal anti kapal Silkworm HY-2, juga di Pulau Qeshm dan Sirri. Rudal anti kapal C-801,  Zu-23-2 AAA, artileri 155mm, 122mm D-30, dengan 4000 prajurit. Rudal anti pesawat Hawk, dan SA-6 pernah dipasang di pulau ini, namun kemungkinan sudah tidak beroperasi.
Singkat kata, Sheikh Mohammad bin Zayed al-Nahyan, putra mahkota UEA, hanya membutuhkan 1 hal untuk merebut kembali pulau-pulaunya: justifikasi untuk berperang dengan Iran. Hal ini akan menjadi mustahil bila Iran telah memiliki senjata nuklir. Jadi tidak ada saat yang lebih baik dengan saat ini, dimana Amphibious Assoult Group AS USS Makin Island siap mendukung UEA merebut kembali kepulauannya.
Dengan pola yang sama, ada kemungkinan besar dengan alasan menjaga keamanan selat Hormuz, seluruh pulau milik Iran di Selat Hormuz direbut dan dibagi-bagi antara negara Arab.

Kapan Hari H ?

Bosan tebak-tebakan skor bola, kali ini saya mencoba menganalisa dan menebak tanggal serangan Israel ke Iran.
  • Serangan tidak akan dilakukan sebelum perundingan mendatang 3 Juli, sekalipun dapat diduga tidak akan ada kemajuan.
  • Diperkirakan Iran akan memiliki senjata nuklir pada 2015, dan mengupayakan perolehan teknologi peluncuran via kapal selam dan multiple reentry vehicle. Jika hal ini dimiliki, maka baik Israel maupun AS tidak mungkin lagi melakukan serangan ke Iran.
  • Serangan setelah September akan menyulitkan Israel, karena: Masa Kampanye Presiden AS memasuki masa kritis di bulan Oktober. Kemenangan Presiden Obama dapat dipastikan, namun Obama akan kesulitan mengambil keputusan-keputusan penting jika berada di tengah masa kampanye, misalnya jika terjadi insiden pelanggaran kemanusiaan oleh Israel yang disorot publik AS.
  • Pasukan AS dalam proses relokasi dari Timur Tengah ke teater lain akibat pengurangan anggaran. Lebih lama Israel menunggu, lebih sedikit kekuatan AS di Timur Tengah.
  • Kondisi status quo di angkasa Irak dapat berakhir sewaktu-waktu. Kiriman pesawat Mig 29 dari Belarusia, atau F16 dari Amerika yang dijadwalkan 2013.
  • Rusia sewaktu-waktu dapat berubah pendapat, dan melakukan intervensi dini. Pengiriman S-300 atau bahkan S-400 dapat dipastikan akan sangat meningkatkan resiko Israel. Hubungan saat ini sedang sangat baik dengan peresmian monumen Red Army di Israel oleh Putin.
  • Arab Saudi dapat berubah pikirian, khususnya dengan lobby Iran dan kampanye pendekatan seperti kunjungan kapal perang Iran ke Saudi. Upaya Iran untuk rekonsiliasi dengan Saudi akan menguat kuat menjelang Idul Adha, yang akan di dorong oleh negara-negara lain. Iran dapat menjanjikan menghentikan kampanye dan operasi anti Saud seperti yang pernah dilakukan. Saudi adalah faktor penting dalam serangan Israel ke Iran, mengingat jalur angkasa sangat strategis dalam perang Israel-Iran. Negara-negara Arab tidak akan berani mengumumkan perang melawan Iran tanpa Saudi. Akibatnya AS akan sangat kesulitan melakukan operasi melawan Iran ditengah keterbatasan anggaran.
  • Perkembangan Mesir dan Siria juga menjadi faktor penting mengingat potensi dominasi politik Ikhwanul Muslimin di kedua negara tersebut, yaitu Mesir sebelum akhir tahun 2012, dan Siria mungkin 2013. Israel tidak mungkin menyerang Iran jika berada dalam kondisi perang dengan Mesir dan Siria yang memiliki militer kuat.
Jadi, kemungkinan pilihan Israel untuk Hari H adalah:
A. Di bulan puasa, tanggal 7 atau 8 Agustus 2012
B. Setelah Ramadhan, 11 atau 12 September 2012
Tentu saja sama tak pastinya dengan hasil pertandingan Jerman - Itali pagi ini.
Sumber: Internet, Google Maps
 

Jika Diserang, Suriah Peringatkan Meletusnya Perang Dunia III

Kamis, 05 September 2013, 12:02 WIB
ABC News http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/13/09/05/msmzbd-jika-diserang-suriah-peringatkan-meletusnya-perang-dunia-iii
 
Helikopter Suriah (Ilustrasi).
Helikopter Suriah (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Suriah, Faisal Muqdad menyatakan rezim Suriah akan mengambil tindakan untuk merespons serangan AS ke negaranya. Meskipun Perang Dunia III meletus, Muqdad bakal konsisten dengan posisinya.

"Pemerintah Suriah tidak akan mengubah posisinya meskipun ada Perang Dunia III. Tidak ada warga Suriah yang mengorbankan kemerdekaan negaranya," kata Muqdad dilansir Al-Arabiya, Kamis (5/9). 
Muqdad mengatakan rezim akan memobilisasi sekutunya. Hal itu dilakukan setelah Presiden AS Barack Obama melobi Kongres untuk mendukung intervensi dan adanya perdebatan di parlemen Prancis terkait Suriah. 

Obama mengeluarkan tantangan kepada parlemen AS yang menyatakan jika mereka tidak menyerang Suriah, AS menempatkan kredibilitasnya pada risiko.
Dalam kunjungannya ke Swedia, Obama menegaskan masyarakat internasional tidak bisa berdiam diri melihat serangan senjata kimia pada 21 Agustus di Suriah.
AS menuduh serangan itu dilancarkan pasukan pemerintahan Bashar al-Assad. Prancis yang merupakan sekutu AS, memperingatkan tidak adanya tindakan melawan AS akan membahayakan keamanan dan perdamaian regional.
"Tidak adanya tindakan akan membahanyakan perdamaian dan keamanan di seluruh wilayah. Bagaimana kredibilitas komitmen internasional melawan non-proliferasi senjata pemusnah massal termasuk senjata nuklir ini dipertaruhkan," kata Perdana Menteri Prancis, Jean-Marc Ayrault.

Minggu, September 08, 2013. http://indo-defense.blogspot.com/2013/09/putin-anda-serang-sekutu-kami-maka-kami.html

MOSCOW-(IDB) : Suasana tegang menyelimuti pertemuan  pemimpin dunia di forum G20, St Petersburg, Rusia.  Presiden Rusia, Vladimir Putin secara terbuka mengancam Presiden Amerika Serikat Barack Obama soal Suriah. Dilansir Russia Today, Jumat (06/09/2013), usai memastikan Obama membatalkan pertemuan empat mata, Presiden Putin mengatakan Rusia mungkin akan datang untuk membantu Suriah menyerang AS.

“Pesan kami adalah, jika Anda menyerang sekutu kami, maka kami mungkin akan datang,” tegas Putin.


Pernyataan terkeras Putin itu ditanggapi serius oleh Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS, Jenderal Martin Dempsey. Dilansir FoxNews, Pentagon telah memprediksi bahwa serangan militer AS ke Suriah bisa berubah menjadi perang asimetris antara AS dan Rusia.


“Kemungkinan terjadi baku tembak dengan tentara Rusia sangat terbuka, karena kita menyerang sekutu mereka,” jelas Dempsey.


Kongres AS  juga terkejut mendengar ancaman Putin. Anggota Kongres dari Partai Republik, George Holding, dalam pertemuannya dengan para jenderal Pentagon, mengatakan jika pilihan serangan militer ke Suriah dilakukan, harus dipikirkan apa yang akan dilakukan AS jika Rusia memutuskan untuk ikut menyerang.


“Sikap dan pernyataan Presiden Putin jelas menunjukkan Rusia sepertinya punya pilihan untuk menyerang kita di arena pertempuran sebagai balasan bagi AS karena kita  menghantam sekutu kuat mereka di Timur Tengah,” ujar Holding.


Menjawab kekhawatiran itu, Jenderal Dempsey menolak untuk memberikan jawaban, Ia hanya berharap hal itu tidak akan terjadi, meski peluang Rusia terlibat dalam perang cukup terbuka.

“Rusia memiliki kemampuan seperti perang asimetris, termasuk cyber dan akhirnya bisa berujung pada senjata nuklir strategis. Tapi saya tidak mau berspekulasi dulu soal itu,” pungkas Dempsey. 
Sumber : JKGR


Menurut Rusia Today, Perang Dunia III Diambang Pintu

War on Iran Would Mean World War III | Global Research TV
http://www.globalresearch.ca/index.p...t=va&aid=28964
            http://forum.kompas.com/internasional/65232-menurut-rusia-today-perang-dunia-iii-diambang-pintu.html
Posted on: January 30, 2012 ... The author of the book Towards a World War Three Scenario, The Dangers of Nuclear War ... "The WWIII scenario is unthinkable.

Link diatas mengatakan perang dunia III diambang pintu. artikel ini saya coba terjemahkan, dan saya coba ingatkan bahwa menurut saya semua ini menuju persiapan pemerintahan Tunggal. Orang diyakinkan bahwa untuk terjadinya hidup damai tanpa perang, maka harus ada global authority atau kekuasaan tunggal.

Saya percaya ini bersangkut paut dengan 18 lembar dokumen dari vatican yang saya postingkan dua hari lalu dimana vatican menganjurkan adanya kekuasaan tunggal untuk mengatasi global krisis dunia yang saya percaya diciptakannya sendiri. (Hegelian dialectic yang merupakan strategy utamanya terlihat jelas disini)


Persiapan militer dan ekonomi sanksi terhadap Iran dirancang untuk melancarkan perang global dari Mediterania ke Cina dengan konsekuensi yang diluar akal sehat, kata Michel Chossudovsky, Direktur Pusat Penelitian Globalisasi.

Ketegangan antara Iran dan Barat yang mendekati tingkat krisis. Dengan bantuan besar-besaran dari media Barat, Iran telah menjadi akar segala kejahatan di benak banyak orang Barat.

Penulis buku Menuju Skenario Perang Dunia Tiga, mengatakan kepada RT bahwa "isu senjata nuklir Iran adalah masalah sepele,, tapi ini bisa membawa kita ke skenario WWIII." Ia juga menceritakan semua basis militer Amerika dekat perbatasan Iran dilengkapi senjata nuklir.

Michel Chossudovsky mengatakan bahwa beberapa minggu lalu, Sekretaris Pertahanan Amerika Leon Panetta mengatakan pada CBS bahwa Iran tidak memiliki, atau sedang mengembangkan senjata nuklir. Panetta tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada cara diplomatik untuk menyelesaikan masalah Iran.

Tapi mengingat persiapan militer AS di sekitar Iran, pernyataan ini hanya tipuan belaka .

Pekan lalu, negara Uni Eropa mengadopsi serangkaian sanksi yang belum pernah terjadi terhadap Republik Islam ..

Ini termasuk embargo lengkap pada pasokan minyak dari Iran, dan diharapkan mulai berlaku pada bulan Juli.

"Apa yang kita saksikan di sini adalah persiapan terhadap konfrontasi militer.Michel C merasa, Sanksi ini merupakan pementasan dari agenda militer. Perlengkapan perang amerika, tentara2 mulai dikirim ke israel dan pasukan ankatan laut mulai masuk teluk persia.

Michel Chossudovsky percaya bahwa "Apa yang Amerika Serikat dan sekutunya lakukan sekarang, adalah semacam lampu hijau untuk perang."

Pada hari Senin, para inspektur nuklir PBB memulai misi tiga hari untuk memeriksa kegiatan atom Iran.

Teheran mengatakan pembicaraan dengan Badan Energi Atom Internasional, yang pertama dalam lebih dari tiga tahun, akan membuktikan program nuklirnya adalah murni damai.

Dengan kunjungan para pemeriksa IAEA, Iran memainkan kartu diplomatik, Chossudovsky percaya. IAEA tidak dikontrol secara politik , jadi setelah itu menegaskan program nuklir Iran memiliki tujuan damai, ini harus menghentikan niat agresif Barat.

AS perlu pernyataan bertentangan dari IAEA untuk menggunakan ini untuk transisi militer.

Michel c menganggap
"Perang ini telah dimulai. Ada serangan pesawat tak berawak, ada tentara khusus [Amerika] di Iran dan ada perang keuangan,

Rencana untuk menyerang Iran muncul segera setelah invasi ke Irak, Chossudovsky menginformasikan, dengan persiapan militer dimulai sekitar 2005, jadi sekarang segala sesuatu harus siap dan di tempat untuk konflik militer berskala penuh.

"Skenario WWIII ini akan menyebar dari Meditarranean ke perbatasan Cina.. Ini mungkin bisa termasuk Rusia dan China," kata Michel Chossudovsky. "Kita bisa menemukan diri kita di persimpangan jalan yang sangat kritis."

Ramalan Tentang Terjadinya Perang Dunia Ke 3 Dan Peta Politik Global

April232012 http://deleteisrael.pun.bz/ramalan-tentang-terjadinya-perang-dunia.xhtml
 
dg.jpg
.
Pengamatan ini berbasis asumsi, bahwa jika Amerika Serikat (AS) dan para sekutunya memaksakan kehendak menjalankan roadmap (peta jalan) penaklukan dunia via Jalur Sutra (Timur Tengah dan Afrika Utara) sesuai paparan Wesley Clark (2005) di Pentagon dahulu, maka izinkanlah saya [Igor Panarin *] membuat analisa kecil-kecilan dan GARIS BESAR ke depan perihal “peta politik global” dekade 2012 dan tahun berikutnya. Namun bila AS dan sekutu mundur dari Jalur Sutra, maka sudah barang tentu ramalan ini pun gugur dengan sendirinya.
.
Adapun prakiraan tersebut adalah sebagai berikut :
.
[ 1 ]. Syria dan sekitarnya bakal menjadi pemicu sekaligus proxy war (lapangan tempur) Perang Dunia (PD) III di Abad 21 antara AS dan sekutu [ NATO, ISAF, P-GCC, IDF dll ] Versus Syria, Iran, Hizbullah dibantu oleh Rusia, Cina, Venezuela, Kuba dan lainnya.
.
[ 2 ]. Israel bakal hancur lebur, bahkan mungkin terhapus dari peta dunia, lalu digantikan oleh Hamas-Fatah, atau Pemerintahan Palestina Baru yang lebih kondusif dan konstruktif bagi Dunia Arab dan sekitarnya.
.
[ 3 ]. US Dollar tak lagi dipercaya dan tidak digunakan oleh dunia. Uniknya, sikap "menolak dolar" ini justru dipelopori Cina dan bahkan Jepang itu sendiri selaku sekutu dekat AS di Asia (aneh dan fenomenal?). Dolar kembali ke negeri asalnya. Inilah “tsunami dolar” yang diperkirakan menjadi momentum munculnya revolusi sosial di Paman Sam. Skenario keruntuhan Dinasti Amerika ditandai dengan merebaknya rusuh massa dimana- mana, dan niscaya AS terpecah - belah menjadi beberapa negara merdeka sebagaimana yang saya ramalkan dan saya katakan di beberapa media, kata ilmuwan politik Rusia ini. Sebabnya ada beberapa “kekuatan luar” yang masuk juga berkepentingan dalam revolusi tersebut.
.
[ 4 ]. Uni Africa semakin kokoh membentuk kekuatan tersendiri (new emerging force) yang mempunyai bargaining position tinggi di dunia, terutama terhadap Dunia (Uni) Eropa dan sekitarnya dalam koridor lain serta kepentingan selain militer (asimetris).
.
[ 5 ]. Keruntuhan AS mengakibatkan hubungan antar negara di Asia khususnya Asia Tenggara lebih mesra dan soft dibanding era sebelum-sebelumnya baik formal maupun forum non formal, terutama pihak-pihak sering bertikai seperti Malaysia - Indonesia. Malaysia tak lagi berani menebar “provokasi”-nya di perairan Indonesia dikarenakan pudarnya peran International Security Assistance Force (ISAF), andalannya beberapa dekade lalu.
.
[ 6 ]. Sikap Singapura pun berubah “sopan” sebab keangkuhannya selama ini ternyata didukung oleh super power AS dan para adidaya Barat lainnya, serta menganggap seolah-olah dirinya adalah “Israel”-nya Asia.
.
[ 7 ]. Bagaimana dengan Indonesia ? Diperkirakan Indonesia akan bangkit dari keterpurukannya selama ini. Hal terpuruknya Indonesia disebabkan sikapnya yang selalu tunduk kepada Amerika, padahal jika negara ini tahu sedikit saja akan posisi dan potensinya maka akan menjadi negara yang sangat mandiri dan maju. Tapi bersamaan dengan keruntuhan Amerika dan Eropa negara ini akan menemukan kembali kapabilitasnya. Entah dengan cara apa dan bagaimana. Maka ibarat putri raja bangun dari tidur panjang, melenggang tanpa bersolek pun tetap mempesona dunia. Apalagi setelah ia tanggalkan segala ujud dan bentuk kemasan (ideologi) kapitalisme yang pernah melingkarinya. Di awal kebangkitan, Indonesia mutlak bersikap keras lagi tegas, terutama terhadap organisasi massa (ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang selama ini gencar mempromosikan isue aktual [ demokrasi, HAM, kebebasan ] yang pada dasarnya hal itu menginduk kepada Amerika dan sekutu baratnya, ataupun terikat dengan kontrak jaringan LSM asing. Diyakini akan ada langkah-langkah audit oleh lembaga negara atas kebijakan pemerintah secara ketat, cermat lagi teliti atas aliran dana yang selama ini dinikmati oleh segelintir oknum individu, ormas dan LSM ‘komprador’ asing tersebut.
.
Tetapi, ramalan tetaplah ramalan. Hukumnya boleh percaya boleh tidak. Artinya jangan sekali-kali diyakini sepenuh hati.[Deleteisrael]

Sumber:
Global Research Institute


* Igor Panarin adalah ilmuwan asal Rusia dan pengamat politik dunia. Selama ini banyak diantara hasil pengamatannya yang menjadi kenyataan.

Krisis Suriah Bisa Jadi Awal Perang Dunia ke-III (Krisis Suriah Part-1)

war

Krisis Suriah: Bersiaplah, Bisa Jadi Awal Kedatangan Perang Dunia ke-III Sudah Dimulai (Krisis Suriah Part-1)

Situasi yang berkembang ini membuat kondisi semakin tak karuan. Kekuatan dua kubu: pro presiden Suriah dan pro Rakyat Yang Tertindas beserta masing-masing sekutunya menjadi semakin besar. Disinyalir pemakaian senjata kimia berasal dari intelijen Israel.
Mereka mulai merangkul negara-negara yang seharusnya tidak berkepentingan. Mungkin benar ramalan pelbagai media luar negeri, inilah tanda-tanda kedatangan Perang Dunia ke III.
world war-3 header

Suriah, sebuah negara di Timur Tengah ini awalnya adem-ayem hingga dimulainya revolusi menghantam sebagian besar wilayah Arab sebab protes pada kekuatan rezimnya.
Mantan Presiden Mesir Husni Mubarak tumbang, Mursi yang naik secara demokratis juga ditumbangkan oleh militer negaranya, mantan Presiden Libya Muammar Qaddafi malah berakhir dengan kematian.

Presiden Suriah Basyar al-Assad
Si Tangan Besi, Presiden Suriah Basyar al-Assad

Berikutnya, salah satu yang hendak digulingkan dari tampuk kekuasaannya yakni Presiden Suriah Basyar al-Assad.
Banyak orang percaya bahwa rakyat Suriah angkat senjata dan berontak sebab mereka tak lagi bisa mengeluarkan pendapatnya dengan aman.
Bukannya didengar sebagai masukan, namun pemerintah Suriah justru membombardir rakyat mereka dengan peluru tajam dan mortir, hingga menyebabkan banyak pengunjuk rasa yang tewas sejak bulan Maret 2009 lalu hingga kini dan mungkin hingga kedepannya.
“Tadinya hanya berdemonstrasi, akhirnya mereka menanggapi genderang perang dari Assad”, seperti dilansir surat kabar the New York Times (8/4/2009).
Perang yang seharusnya hanya terjadi antara rakyat Suriah dengan pemerintahnya, tiba-tiba meluas. Dugaan Assad ada pihak asing yang sengaja mendanai pemberontak hingga mereka kuat, banyak dan besar.
Pada konflik dalam negeri tersebut, yang paling mungkin didanai adalah persenjataan, ini terlihat dari kemampuan mereka.

Pemimpin sekaligus pendiri Tentara Pembebasan Suriah (FSA), Riad al-Assaad
Pemimpin sekaligus pendiri Tentara Pembebasan Suriah (FSA), Riad al-Assaad

]
Karena, darimana tentara oposisi mendapatkan seluruh amunisi yang tidak sembarangan itu, jika tidak ada pihak yang berkepentingan memberikannya pada pihak oposisi? Maka kecurigaan Assad merangsek semakin kuat pada “negara-negara barat”.
Amerika Serikat dan Inggris dituding dua negara yang bisa melakukan jual-beli senjata itu.
Bukti sejarah peperangan saudara di dalam negeri sepanjang sejarah didunia selama ini memang didalangi oleh mereka dan itu adalah bukti kongkrit dan track record sebenar-benarnya.
Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, bukti AS dan Inggris selalu merontokkan sebuah pemerintahan beberapa negara dan menggantikan penguasanya yang pro dengan mereka yaitu AS, Inggris dan barat, agar dapat didikte lalu dikuras kekayaan alamnya.
Jika perlu negara tersebut tak perlu lagi dibuat menjadi aman kembali apalagi sejahtera. Beberapa diantaranya masih selalu berperang antar saudara setanah airnya sendiri dan kemiskinan akan ikut meningkat dan mengikuti karena tidak adanya keamanan, maka pola pikir rakyatnya juga akan berubah, brainwashed.

terrorist perspektif

Sedangkan negara lain yang berseberangan dengan barat seperti Iran, Rusia dan China tetap setia mendukung Assad. Kedua kubu sibuk ber-retorika agar masing-masing pihak tidak mencampuri urusan dalam negeri Suriah.
Amerika Serikat diketahui melatih perang pemberontak dan dinas intelijennya mengirimkan pasokan senjata, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya (25/3/2013).
Iran juga demikian, diam-diam negara itu ikut campur dengan mengirimkan seorang pelatih penembak jitu. Kelompok Islam Libanon Hizbullah dari aliran Syiah malah terang-terangan mengirimkan tentara jihad demi membantu Assad.
Namun tak seluruh jazirah Arab membantu Suriah. Liga Arab malah memberikan tempat untuk oposisi Suriah dan menuntut Assad mundur. Akibat campur tangan banyak negara dan persekutuan itu, konflik Suriah bisa jadi berkembang ke arah perang dunia. Karena kubu Assad mulai diperkuat oleh banyak pihak, begitu pula kubu oposisi.
“Ketambahan situasi ini diperparah dengan hantaman roket Israel di wilayah Suriah namun dengan dalih menyerang Hizbullah.”

you go to the war we will stay here 

Setelah melihat situasi demikian Assad mulai membuka Bukit Golan, daerah perbatasannya dengan Israel agar bisa dimasuki tentara Palestina, seperti dilansir surat kabar the Jerusalem Post (7/5/13).
Situasi yang berkembang ini membuat kondisi semakin tak karuan. Kekuatan dua kubu dan sekutunya menjadi semakin besar.
Mereka mulai merangkul negara-negara yang seharusnya tidak berkepentingan. Mungkin benar ramalan pelbagai media luar negeri, ini kedatangan perang dunia ke III.

Suriah izinkan Pejuang Palestina serang Israel dari Golan

Pemerintah Suriah berencana mengizinkan kelompok pejuang Palestina untuk melakukan perlawanan terhadap Israel di Dataran Tinggi Golan, perbatasan Suriah dengan Israel, setelah negeri Yahudi itu melakukan serangan udara ke Suriah selama akhir pekan diawal bulan Mei 2013, seperti dikutip koran Suriah Al Watan.
Surat kabar the Jerusalem Post melaporkan, Selasa (7/5), Sekretaris Jenderal Front Popular Perjuangan Palestina (PPSF), Khalid Abd al-Majid, mengatakan rencana itu dijadwalkan akan dibahas dalam pertemuan antara pemimpin faksi Suriah dan Palestina.
Majid mengatakan dari perkembangan terakhir, Suriah memiliki hak dan kewajiban untuk merespons serangan udara Israel dengan menggunakan segala cara yang tersedia.
Stasiun televisi pendukung pemerintahan Suriah Al-Ikhbariya menjelaskan adanya indikasi yang mungkin menjadi pertimbangan Presiden Suriah Basyar al-Assad, dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.
“Sumber itu menyatakan bahwa roket-roket Suriah siap menyerang sasaran di dalam wilayah Israel jika ada serangan terbaru dari negeri Zionis itu.”

perang sipil syria 01
Posisi kedua kubu yang berperang

Dikatakan juga bahwa Suriah telah memberikan lampu hijau kepada kelompok-kelompok pejuang Palestina untuk melaksanakan serangan terhadap Israel dari Dataran Tinggi Golan.
Namun, tidak satu pun dari peringatan itu telah dijabarkan secara terbuka oleh pejabat Suriah, dan tembakan roket Suriah terhadap Israel tentu saja akan memprovokasi negeri Yahudi dengan tanggapan luar biasa.
Sementara itu kedua kubu di Suriah memang mendapat dukungan dari luar negara.
Pihak oposisi Assad banyak didukung oleh negara barat bahkan Liga Arab.
Sementara pemerintah Assad mendapat dukungan penuh dari Rusia, Cina dan Iran, salah satu negara Islam paling kuat saat ini.
Bahkan Korea Utara kini ikut mengekspor masker , pistol dan senjata lainnya ke Suriah dan Korut juga pernah membuat minimal dua buah bunker bawah tanah untuk Assad.

Liga Arab putuskan persenjatai pemberontak Suriah

Pertemuan Liga Arab yang digelar di Ibu Kota Doha, Qatar, pada bulan Maret 2013 lalu memutuskan bahwa negara anggota Liga Arab berhak memberikan bantuan, termasuk persenjataan, kepada warga Suriah untuk membela diri. Hal ini dilakukan sebagai pemecahan konflik berkepanjangan di Suriah.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Rabu (27/3/13), para pemimpin negara peserta Liga Arab juga mengutuk rezim pemerintahan Presiden Suriah Basyar al-Assad atas kekerasan yang dilakukan pasukannya terhadap warga Suriah. Mereka juga mendesak untuk memberikan bantuan darurat kepada warga Suriah yang mengungsi di Libanon, Yordania, dan Irak.
Anggota Liga Arab juga memastikan Suriah berhak mendapatkan kembali Dataran Tinggi Golan, yang telah diduduki Israel sejak 1967.

perang sipil syria 02
Para Komandan dan pemimpin ditiap pasukan dari kedua belah pihak

Pemimpin oposisi Suriah, Moaz al-Khatib, menjadi perwakilan Suriah di pertemuan Liga Arab. Dia meminta kepada negara peserta Liga Arab agar kelompok oposisi Suriah nantinya juga bisa duduk dalam badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional lainnya.
Mantan presiden Koalisi Nasional untuk Revolusi Suriah dan Pasukan Oposisi ini meminta agar masa depan Suriah tidak boleh diatur oleh kekuatan asing.
Khatib mengatakan bahwa rakyat Suriah sendiri yang harus menentukan siapa yang berhak mengatur negaranya. Khatib tiga hari lalu mengundurkan diri dari jabatannya meski pengunduran dirinya itu belum diterima oleh koalisi oposisi.
Para pemimpin yang hadir di Doha juga mengatakan menyambut baik dialog yang diminta oposisi Suriah di Yaman dan Bahrain, yang ditujukan untuk meminta dukungan dari negara-negara Arab kepada kelompok oposisi. Peserta Liga Arab juga mengutuk pendudukan Iran atas pulau Uni Emirat Arab, Pulau Tunbs dan Pulau Abu Musa.

Rusia kirim pesawat dan kapal perang ke Suriah

Menteri Pertahanan Rusia mengatakan dua pesawat dan empat kapal perang telah diberangkatkan dari Ibu Kota Moskow ke Laut Mediterania untuk mengevakuasi warga Rusia di Suriah jika situasi keamanan semakin memburuk.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Selasa (19/2), pemerintah Rusia juga mengatakan empat kapal itu akan bergabung dengan kapal pengawal dan kapal-kapal kecil yang telah berada di perairan itu.

perang sipil syria rusia-kirim-pesawat-dan-kapal-perang-ke-suriah
Sebuah sumber dari militer Rusia menyebutkan tugas utama mereka adalah mengevakuasi warga Rusia di Suriah. “Meski tugas kami belum diumumkan namun melihat perkembangan terakhir di Suriah, kemungkinan besar kami akan bertugas mengevakuasi warga Rusia,” kata sumber tersebut.
Rusia sebelumnya telah mengirimkan dua pesawat ke Suriah untuk mengevakuasi warganya.Kantor berita Interfax mengutip pernyataan dari komunitas Rusia di Suriah yang menyebutkan sebanyak 150 warga Rusia bisa diangkut oleh pesawat itu.

perang sipil syria 03
Kekuatan pasukan dari kedua belah pihak

Dua pesawat bermuatan bahan bantuan kemanusiaan seberat 40 ton bagi warga Suriah telah berangkat dari Ibu Kota Moskow menuju kota pelabuhan Latkia. Pesawat itu juga bisa mengevakuasi warga Rusia jika diperlukan.
Pada Januari lalu pemerintah Rusia telah memulangkan 77 warganya melalui Ibu Kota Beirut, Libanon, menggunakan dua pesawat.
Menurut media Rusia, saat ini tercatat ada sekitar delapan ribu warga Rusia yang terdaftar di konsulat Suriah dan sebanyak 25 ribu perempuan Rusia telah menikah dengan warga Suriah dan tinggal di sana.

Amerika diam-diam latih perang pemberontak Suriah dan akan mengirimkan pasukan ke Suriah

Amerika Serikat berjanji akan membantu kelompok pemberontak Suriah dengan peralatan medis dan makanan. Namun ternyata tak hanya itu saja, Amerika juga diam-diam melatih para pemberontak itu secara militer di sebuah wilayah dekat Suriah.

perang sipil syria as-mulai-rangkul-pemberontak-suriah

Laporan itu dimuat di surat kabar the New York Times. Dalam laporan itu diberitakan Amerika Serikat mempertimbangkan akan memberi bantuan perlengkapan perang seperti baju anti peluru, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Jumat (1/3/13).

perang sipil syria 04 

“Amerika Serikat akan memberi bantuan dana sebesar Rp 580 miliar untuk mendukung perjuangan koalisi oposisi Suriah dalam beberapa bulan ke depan,” kata Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dalam pertemuan Sebelas Negara Sekutu Suriah di Ibu Kota Roma, Italia.
“Kami akan mengirimkan bantuan medis dan makanan kepada Dewan Militer Tertinggi pemberontak. Jadi memang akan ada bantuan langsung,” kata dia. “Seluruh rakyat Suriah harus tahu mereka bisa memiliki masa depan,” ujar Kerry.
Uni Eropa telah mengubah aturan sanksi kepada Suriah untuk alasan kemanusiaan bagi rakyat sipil seperti pengiriman kendaraan bantuan teknis kepada pihak oposisi. Amerika Serikat dan negara-negara Eropa menolak memberi bantuan militer kepada pihak oposisi karena khawatir akan memicu perang di Timur Tengah.

Di Tempat Pengungsian Marak Prostitusi dan Ribuan perempuan Suriah Banyak Alami Penyiksaan dari pro Abbas

Jaringan untuk Hak Asasi Manusia di Suriah baru-baru ini menyatakan sekitar 4.257 perempuan Suriah telah terbunuh oleh pasukan keamanan pemerintah Suriah.  Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Ahad (10/3), organisasi pemantau masalah pelanggaran hak asasi di Suriah itu juga menyebut setidaknya ada 6.400 perempuan Suriah, di mana seribu di antaranya mahasiswi, telah ditahan pihak pasukan pemerintah dan ada sekitar 1.200 perempuan diculik oleh pasukan Assad.
Kebanyakan para wanita ini menghilang di beberapa kota besar di Suriah, seperti Homs, Latakia, dan Damaskus. amun, pemerintah Suriah selalu menolak mengungkapkan informasi terkait penahanan atau lokasi di mana para perempuan ini ditahan.

wanita sedih 

Aksi penculikan terhadap perempuan-perempuan Suriah itu disertai juga penyiksaan sistematis selama penahanan. Mereka juga menyebut lebih dari 700 perempuan mengalami tindak pemerkosaan di dalam penjara-penjara pemerintah.
Bahkan ada pula kejadian seorang suami yang membela oposisi telah membunuh istrinya dengan cara menembak kepala istrinya karena membela pihak pemerintah Suriah yang berkuasa.
Jaringan untuk Hak Asasi di Suriah juga menyatakan ketakutan akan mendapat perlakuan pelecehan seksual merupakan salah satu alasan utama kenapa ratusan hingga ribuan perempuan Suriah rela mengungsi di beberapa negara tetangga hingga kini.
Prostitusi ditempat pengungsian pun marak,  hanya USD 7 sekali bercinta, itu pun masih ditawar, seperti dilansir surat kabar the Huffington Post, Jumat dua pekan lalu. Seorang wanita  mengaku rata-rata tiap hari bisa meraih USD $70, artinya dia bisa melayani sepuluh lelaki tiap hari.
Beberapa tenda dari sana, seorang pemuda Suriah bertato dan berpenampilan klimis menawarkan istrinya. “Anda bisa menyewa dia seharian dengan USD 70,” janji tukang cukur asal Kota Idlib ini. Dia tidak pernah membayangkan bakal tega menjadikan istrinya pelacur. Dia terpaksa melakukan itu lantaran harus mengirim USD 200 per bulan kepada orang tua dan mertuanya di Suriah.

war is profit 

Para pengungsi Suriah terus membanjiri Yordania. Bulan lalu saja, 50 ribu korban perang itu melewati perbatasan kedua negara. Sejauh ini hampir setengah juta pelarian terpaksa tinggal di kamp-kamp di Yordania.
Kepala Komisi Tinggi PBB Urusan pengungsi (UNHCR) di Yordania Andrew Harper tidak terkejut dengan adanya pelacuran di kamp pengungsi. “Kami belum memperoleh bukti, namun kami telah mendengar selentingan soal itu,” tuturnya.
Tiap keluarga pengungsi mendapat minimal satu tenda, selimut, dan kasur tipis, serta dua ribu kalori makanan dan 20 liter air. Krisis kemanusiaan ini harus segera diakhiri. Kalau tidak, PBB sudah memperingatkan Suriah bakal kehilangan tiga generasi.

Ini semua berawal dari demonstrasi rakyat pada tahun 2009 lalu menjadi konflik bersenjata yang pecah sejak tahun 2011 lalu itu, telah membuat dua juta rakyat Suriah mengungsi ke negara-negara tetangga. Paling banyak ke Yordania. Hingga 2013 konflik bersenjata di Suriah telah membuat jutaan penduduknya mengungsi dan sudah menewaskan lebih dari 70 ribu orang.

Politikus Inggris: Senjata Kimia Suriah Dipasok Israel

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/db/George_Galloway_2007-02-24.jpg/320px-George_Galloway_2007-02-24.jpg
Galloway at a “Stop the War” protest in London, 24 February 2007 (wikipedia)

Sedangkan di London, seorang politikus Inggris, George Galloway, menyebut senjata kimia yang mungkin digunakan di Suriah bukan berasal dari pemerintah Presiden Bashar Al Assad.
Menurut dia, senjata itu kemungkinan digunakan Alqaidah yang mendapat pasokan dari Israel.
“Jika ada penggunaan gas saraf, itu adalah pemberontak yang menggunakannya,” ujar Galloway dalam sebuah video yang sudah diedit dari saluran Iran Press TV dikutip Huffingtonpost.
Dia menambahkan, “Jika telah terjadi penggunaan senjata kimia, itu Alqaidah yang menggunakan senjata kimia. Siapa yang memberi mereka senjata kimia? Menurut saya, Israel memberi mereka senjata kimia.”
Komentar Galloway tersebut diberikan setelah inspektur PBB mendapat akses mengunjungi lokasi serangan senjata kimia yang diklaim telah menewaskan lebih dari 1.300 orang.

senjata kimia suriah 01 senjata kimia suriah 02

Sedangkan Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius, mengatakan masyarakat internasional mungkin harus menggunakan kekuatan jika Suriah terbukti menggunakan senjata kimia dalam serangan kepada oposisi.
Serangan senjata kimia terbaru dilaporkan membunuh lebih dari 100 orang. Rekaman yang belum diverifikasi menyebut korban termasuk anak-anak menderita kejang-kejang dan kesulitan bernapas dan video itu beredar di Youtube.
Jumlah korban tewas juga belum dapat dikonfirmasi. Koalisi Nasional Suriah mengklaim ada 1.300 orang kematian. Jumlah itu didasarkan pada klaim dan foto-foto aktivis di lapangan.

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/10/1147516-lokasi-senjata-kimia-suriah-620X310.jpg
Lokasi senjata kimia di Suriah (Kompas)

Senjata Kimia, Operation “False Flag” Israel di Suriah

Sementara itu, mantan pejabat senior di Pemerintah Bush mengungkapkan, Israel kemuungkinan dalang dibalik penggunaan senjata Kimia Suriah. Kolonel purnawirawan Lawrence Wilkerson menyebutkan, operasi militer senjata kimia Israel dilakukan untuk mengaburkan kenyataan.
Alhasil, serangan tersebut terkesan melibatkan Pemerintah Bashar Al Assad. Dalam sebuah wawancara televisi, Lawrence mengatakan kepada Cenk Uygur, dikutip Jerussalem Post, saat ini tidak ada yang tahu siapa yang menggunakan senjata kimia.
Yang jelas, pihak Barat dan Israel beserta sekutunya adalah negara oportunis di dalam setiap kesempatan untuk menguasai suatu wilayah, dan memanfaatkan isyu sekterian antara Syiah dan Sunni yang ada di Suriah.

barack obama 00

Menurutnya, ada tiga kemungkinan siapa dibalik operasi mematikan itu, yaitu operasi palsu Israel, pasukan oposisi yang menggunakan atau memang benar pemerintah Assad yang memakai senjata kimia.
Saat ini belum ada bukti kuat yang dimiliki Amerika Serikat. Bukti yang ada saat ini pun belum cukup untuk membuktikan hal tersebut.

Ia pun tak percaya dengan bukti palsu saat ini dan yakin Suriah belum melampaui batas. Menurutnya, Amerika Serikat seharusnya tak mengintervensi perang sipil Suriah dengan bukti yang begitu minim.

Lawrence-Wilkerson-Chief-Of-Staff-Colin-Powell 

Wilkerson juga mengkritik keras Perdana Menteri Binyamin Netanyahu, dengan menyebut Tel Aviv tidak kompeten dan banyak kebijakan strategi yang buruk untuk di kawasan itu.
Lawrence Wilkerson yang mantan kolonel tentara Amerika Serikat dan juga sebagai mantan staff dari menteri Colin Powell ini dengan kasar juga mengatakan, bahwa seharusnya Presiden Barak Obama menghubungi “Bibi Netanyahu”.

”(Seharusnya) hei angka telpon, idiot! Dan segera hubungi Ankara (Turki) dan segera keluar dari kebijakan isolasi yang mereka (Israel) jalankan,’‘ tutur Kolonel purnawirawan mantan Chief of Staff dari Colin Powell ini.

Ia pun mengatakan, seharusnya Israel segera melakukan rekonsiliasi dengan negara terkuat di kawasan itu, Turki. Namun Israel malah tak menjalankan kebijakan itu. Lagipula, Netanyahu tak mengerti kondisi Timur Tengah dan membahayakan negara.
Jika Suriah Hancur, Israel dan Negara Barat Hanya Selangkah Lagi Menuju Iran
Presiden Suriah Basyar al-Assad mengancam Amerika Serikat bakal bernasib seperti saat menyerbu Vietnam, Afghanistan, dan Irak jika nekat menyerang Suriah. “Kegagalan bakal menunggu Amerika seperti perang-perang mereka lakoni sebelumnya, dimulai dari Vietnam hingga saat ini,” katanya dalam wawancara khusus dilansir sebuah surat kabar terbitan Rusia Senin lalu, seperti dikutip kantor berita Reuters.
Pernyataan Assad jangan dipandang remeh. Posisi Suriah juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Negara ini menjadi basis dua kelompok pejuang anti-Israel, yakni Hamas asal Palestina dan Hizbullah dari Libanon.
Jika pasukan koalisi menginvasi Suriah, Hamas dan Hizbullah bakal bereaksi. Seperti terjadi sekarang, Hizbullah mengirim anggota milisinya bahkan dilaporkan hingga sepuluh ribu orang, untuk membantu Assad menumpas pemberontak.

Pemimpin spiritual Iran Ali Khamenei saat bertemu Presiden Suriah Basyar al-Assad di Ibu Kota Teheran, Iran. (newshopper.sulekha.com)
Pemimpin spiritual Iran Ali Khamenei saat bertemu Presiden Suriah Basyar al-Assad di Ibu Kota Teheran,
 Iran. (newshopper.sulekha.com)

Hamas dan Hizbullah meyakini skenario militer terhadap Suriah bakal menguntungkan Israel. Karena itu, kedua organisasi ini akan membombardir negara Zionis itu jika Assad yang selama ini ikut menyokong, membesarkan, dan melindungi, berupaya ditumbangkan.
Assad juga tidak sendirian. Suriah selama ini menjadi bumper Iran. Teheran, Damaskus, Beirut, dan Baghdad selama ini diyakini sebagai poros berkiblat ke Negeri Persia itu. Sebab, kaum Syiah berkuasa di empat negara itu.
Operasi militer ke Suriah ini mau tidak mau bakal menguntungkan Israel. Mereka tidak perlu bersusah payah, bahkan turun tangan langsung, buat menjatuhkan rezim Assad.
Alhasil, wajar saja Iran marah besar dengan rencana itu. Kalau sampai Assad terguling dan penguasa berganti, Iran akan kehilangan satu perisainya di Timur Tengah. “Kami ingin memperingatkan secara keras soal tindakan militer ke Suriah. Akan ada konsekuensi membahayakan bagi kawasan (Timur Tengah),” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.

usa america democracy

Kejatuhan Assad menjadikan Israel dan sekutu istimewanya Amerika hanya tinggal selangkah menjejakkan kaki di Iran. Washington bersama Tel Aviv selama ini memandang Teheran sebagai ancaman bagi perdamaian dunia. Sebab mereka meyakini Iran tengah mengembangkan senjata nuklir, kekuatan pemusnah massal juga dimiliki Amerika dan Israel.

Meski belum terbukti, Amerika dan Israel menganggap Iran poros setan. Tapi mereka lupa, Amerika jauh lebih laknat karena pernah dua kali menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki, namun mereka tak pernah mengakui bahwa justru Israel, Amerika Serikat dan Eropa adalah penjahat-penjahat perang, sejarah adalah fakta dan fakta adalah sejarah.

Rusia Menantang AS: Serang Suriah, Negara Barat Tak Akan Menang Mudah

Shame-on-Russia-Syria 

Rusia menyebut intervensi militer negara barat tidak akan dengan mudah mengalahkan pemerintahan Suriah.
Karena Suriah memiliki sistem pertahanan udara untuk menghalau serangan.
“Jika militer AS bersama NATO meluncurkan operasi melawan Suriah, mereka tidak akan menang mudah,” ujar laporan Interfax yang mengutip sumber dari militer dikutip Al-Arabiya, Rabu (28/8/13).
Menurut laporan, Suriah memiliki sistem rudal udara multi-fungsi dan pertahanan udara lainnya. Suriah telah meningkatkan sistem pertahanan udara akhir-akhir ini. Sistem rudal jarak menengah buatan Rusia yang dimiliki Suriah dapat menghancurkan kapal dan pesawat yang membawa bom dan rudal.

putin 

Sejumlah negara barat yang dipimpin AS mempertimbangkan serangan udara melawan pemerintahan Damaskus untuk merespon dugaan penggunaan senjata kimia oleh pasukan Suriah pekan lalu.
Moskow mengatakan penggunakan pasukan melawan Suriah akan memiliki konsekuensi berat untuk regional. Rusia tidak akan ikut terlibat secara militer dalam konflik tersebut.
Tapi tak menutup kemungkinan Rusia akan membantu walau tak secara langsung. Sama seperti Cina, Iran dan Korea Utara, mereka partinya akan bersekutu dengan Rusia untuk menghadapi Israel, Amerika dan Uni Eropa juga Liga Arab.
Namun ada gebrakan dari Rusia, yang ternyata pada hari Kamis tanggal 29 Agustus 2013 lalu sudah mengirimkan lagi tambahan sebanyak dua buah kapal perangnya.
Ini diperkuat dengan pernyataan Angkatan Laut Rusia pada hari Kamis (29/8/2013) yang mengumumkan bahwa mereka telah mengirim dua kapal perang ke Laut Tengah, dekat pantai Suriah. Akankah konflik di Suriah melibatkan militer Rusia?

dua kapal perang russia menuju suriah 29-8-13
Sementara itu, Rusia adalah negara yang selama ini memasok persenjataan untuk kubu Pemerintah Suriah. Termasuk di dalam daftar pasokan itu, rencana pengiriman rudal S-300 yang disebut setara dengan rudal Patriot milik Amerika Serikat, yang “terkenal” sejak dipakai di Perang Teluk pada 1991.
Apa saja senjata buatan Rusia yang telah dipasok untuk Suriah? Ini daftarnya:
  • Hampir 5.000 tank.
  • 2.500 kendaraan tempur infanteri.
  • 2.500 unit artileri self-propelled atau diderek.
  • 325 pesawat taktis.
  • 143 helikopter.
  • Hampir 2.000 peralatan pertahanan udara.
Sementara itu, rudal S-300 yang dikirim Rusia ke Suriah, memiliki spesifikasi sebagai berikut :
  • Persenjataan darat ke udara, penghancur pesawat, kapal, dan rudal balistik.
  • Jenis: permukaan sistem rudal udara mampu menghantam pesawat, kapal pesiar ,dan balistik rudal.
  •  Kemampuan: menembakkan dua rudal dalam satu waktu secara vertikal, fleksibel, dan akurat.
  • Setiap kendaraan peluncur memiliki empat rudal. Satu batalyon penuh mencakup enam kendaraan peluncur.
  • Jarak jelajah rudal: 5-150 kilometer, dengan ketinggian sampai 30 kilometer.
    Jeda minimal untuk tembakan berikutnya: 5 menit.
http://indocropcircles.files.wordpress.com/2013/08/ff2c2-s-300.jpg?w=625&h=292
Rudal S-300, buatan Rusia yang dimiliki Suriah

AS Telah Kerahkan 300 Marinir di Perbatasan Suriah

Sebuah gugus tugas 300 marinir AS telah dikerahkan di perbatasan Suriah setelah Presiden Obama menyetujui mengulurkan tangan untuk membantu pihak pemberontak dalam mengakhiri rezim Bashar al-Assad.
Sebuah sistem rudal anti-pesawat terbang ‘the Patriot’, juga sudah dipindahkan ke daerah konflik utara Al-Mafraq di daerah Yordania bagian utara, sebagai persiapan “pihak Barat” untuk mengirim persenjataan dan arteleri kepada pemberontak.

us army tentara amerika
Tentara AS dikerahkan ke Suriah

“Gerakan pasukan yang diterjunkan telah terjadi sebelumnya di bawah penyamaran latihan militer yang diadakan minggu ini, tetapi akan tetap ditempatkan disana selama berbulan-bulan,” menurut sumber Gedung Putih.
“Para pasukan dan peralatan yang dimaksudkan itu untuk meningkatkan stabilitas di kawasan tersebut, bukan untuk melatih pejuang pemberontak atau operasi peluncuran di Suriah,” kata para pejabat AS.
Keterlibatan Barat dalam konflik semakin ditingkatkan sejak bulan Juni 2013  setelah keputusan Obama, yang diikuti konfirmasi bahwa rezim Assad telah menggunakan senjata kimia yang menyimpang dari Washington dan melewati “garis merah” yang ditetapkan AS.
Rusia mengecam tindakan AS tersebut melalui Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov yang mengatakan hal itu bisa menyebabkan eskalasi konflik.

Jika krisis Suriah berlarut-larut, bisa jadi inilah awal dari Perang Dunia Ketiga

Dilansir Sawa dan Russia Today, Sabtu (31/08/2013), serangan ke Suriah sangat berpotensi memicu perang dunia ke-3.
Pemerintah AS dan Perancis sangat yakin, serangan nanti hanya ‘terbatas’ dan tidak akan mendapat perlawanan berarti dari Suriah. Namun asumsi itu dipatahkan oleh laporan yang dilansir Dekapfile yang menyebut Suriah justru mempersiapkan diri untuk memberikan perlawanan kepada AS dan Perancis.
Headline dalam laporan televisi Al Jazeera memperingatkan, apa yang terjadi jika Suriah berhasil menenggelamkan sebuah kapal angkatan laut AS atau tentara Suriah bisa memukul semua target milik AS di kawasan Timur Tengah?

war quotes 02

Kemudian, apa yang terjadi jika rudal-rudal Suriah diluncurkan ke Israel dan menghujani kota-kota Israel? Apakah ada jaminan pemerintah di Tel Aviv tidak akan membalas?
Skenario itu belum termasuk posisi Iran, Rusia dan Hizbullah, yang rasanya tidak mungkin tinggal diam melihat sekutu terdekatnya babak belur dihajar mesin perang AS. Suriah tidak akan dilupakan begitu saja oleh Iran dan Hizbullah khususnya.
Ancaman pejabat militer Iran bahwa tidak ada jaminan perang Suriah tidak melebar keluar kawasan, mengindikasikan ada skenario peperangan untuk meluas ke beberapa negara.

Ada 16 alasan perang dunia 3 bisa jadi akan dimulai dari Suriah:

1. Perang di Suriah bahkan lebih populer dimata warga Amerika daripada Kongres.
2. Presiden Barack Obama belum mendapatkan persetujuan kongres untuk melaksanakan perang ke Suriah.
3. Amerika Serikat tidak mendapatkan mandat dan persetujuan PBB untuk menyerang Suriah dan tidak akan mendapatkan karena mendapat veto dari Rusia dan China.
4. Suriah mengatakan, akan menggunakan “segala cara yang tersedia” untuk mempertahankan diri jika diserang.
5. Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem menegaskan, Suriah memilih membela diri dari serangan AS.
6. Rusia baru saja mengirim rudal-rudal paling canggih anti-kapal ke Suriah. Ini bisa membahayakan kapal-kapal perang AS di perairan Mediterania.
7. Ketika Amerika Serikat menyerang Suriah, ada kesempatan yang sangat baik, dimana Suriah akan menyerang Israel, yang disebut sebagai agresi belakang.
8. Jika Suriah menyerang Israel, maka Tel Aviv pasti akan melakukan serangan balasan yang keras.
9. Hizbullah kemungkinan akan melakukan apa pun yang bisa dilakukan untuk memperjuangkan kelangsungan hidup rezim Assad. Dan itu bisa mencakup target mencolok kedua negara, Amerika Serikat dan Israel.
10. Sekutu terdekat Iran adalah Suriah,dan sejumlah laporan menyebut sudah ada pembicaraan bala bantuan Iran jika Suriah benar-benar diserang.
11. Memulai perang dengan Suriah akan menyebabkan kerusakan hubungan diplomatik dengan Rusia dan China.
12. Memulai perang dengan Suriah akan menyebabkan kerusakan signifikan terhadap hubungan dengan Cina.
13. Jika China tersinggung, skenario terburuknya adalah membuang sejumlah besar utang AS yang dipegang. Akibatnya suku bunga akan tak terkenali dan AS akan mengalami krisis ekonomi sangat parah.
14. Dr Jerome Corsi dan Walid Shoebat mengumpulkan beberapa bukti mengejutkan, sebenarnya pemberontak Suriah dukungan AS yang bertanggung jawab atas serangan senjata kimia yang diklaim untuk alasan serangan militer oleh AS dan Perancis.
15. Perang di Timur Tengah akan menjadi buruk lagi bagi pasar keuangan. Indeks Dow turun sekitar 170 poin akibat kekhawatiran tentang perang.
16. Perang di Timur Tengah menyebabkan harga minyak naik. Persiapan menjelang serangan saja harga minyak AS naik menjadi sekitar US$ 109 per barel.

Sebenarnya banyak negara tak ikut berperang atau tak berkepentingan akibat krisis ini, namun ada beberapa yang “mensponsori”, lalu siapkah semua negara dan masyarakat dunia menghadapi ledakan-ledakan senjata kimia, senjata biologi bahkan senjata nuklir dan bahaya radiasinya yang dapat mengancam kehidupan Planet Bumi untuk belasan atau puluhan tahun ke depan?

war quotes 01

Bisa jadi, agar terhindar dari radiasi nuklir, manusia akan kembali masuk ke bunker-bunker dan goa-goa di bawah tanah selama belasan tahun lamanya bahkan bisa lebih untuk menunggu agar radiasi dipermukaan Bumi menurun.
Jika dipaksa maka manusia akan mati terkena radiasi, minimal akan sakit atau akan memiliki keturunan yang cacat. Dan peradaban manusia akan kembali mundur, tanpa listrik dan peralatan modern selama bertahun-tahun.
Walau manusia sudah berotak cemerlang, namun situasi, kondisi dan keadaannya tak lagi menunjang 100% dalam kemajuan peradaban modern seperti sekarang, persis seperti manusia purba, atau berada di dalam tanah.

Amerika Rencana Serang Suriah Minggu 1 September 2013?

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dalam rapat dengan Menteri Luar Negeri John Keery dan sejumlah jenderal Pentagon, memutuskan serangan ke Suriah adalah Minggu (01/09/2013) hari ini, sebagai hukuman atas penggunaan senjata kimia yang diklaim oleh Washington.
Keputusan akan dilakukan serangan hari ini Minggu (01/09/2013) karena tim inspektur senjata PBB sudah meninggalkan Suriah dan bergerak menuju ke Lebanon.
Dilansir Daily Mail, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry menegaskan, komunitas intelijen Amerika memiliki ‘keyakinan tinggi’ bahwa rezim Bashar Al Assad telah melancarkan serangan senjata kimia di pinggiran Damaskus pekan lalu.
Sementara, jelang detik-detik serangan pertama dimulai, sejumlah kapal perang AS sudah dalam formasi siap tempur.

obama rapat krisis suriah 

Semua kapal perang itu dilengkapi dengan rudal jelajah Tomahawk yang mampu menarget sasaran sejauh 1000 km.
Presiden Obama jelang perintah serangan dilakukan mencoba menentramkan hati rakyat Amerika bahwa serangan ke Suriah nanti tidak akan ada ‘sepatu boot di tanah’.
Obama mengerti banyak warga AS yang trauma dengan perang Irak dan Afganistan, yang menelan korban banyak di kalangan tentara AS.

Obama Tunda Serang Suriah Karena Harus Menunggu Persetujuan Kongres

Niat Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk bisa menyerang Suriah sepertinya tidak bisa direalisasikan secepatnya. Dia harus menunggu persetujuan Kongres terlebih dahulu.
Stasiun berita Al Jazeera, Sabtu 31 Agustus 2013, mengabarkan Obama menyiapkan berbagai bukti yang akan dibawa untuk menghadapi anggota Kongres. Dia berharap dapat meraih dukungan Kongres untuk menyerang Suriah dan menjatuhkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.
Ide untuk menyerang Suriah disampaikan Obama pada Jumat kemarin, 30 Agustus 2013. Saat itu dia mengatakan AS akan melakukan ‘serangan terbatas’ , “Saya yakin bahwa kami dapat menahan rezim Assad dan membuatnya bertanggung jawab dalam penggunaan senjata kimia.”

 
Barack Obama saat jumpa pers, menjelaskan serangan ke Suriah ditunda karena harus dengan persetujuan 
anggota kongres Amerika.

Namun dia tidak menyebut ‘serangan terbatas’ macam apa yang akan dilakukan. Para analis menduga serangan terbatas yang dirujuk Obama adalah dengan menembakkan rudal jelajah dan membidik langsung tentara Pemerintah Suriah.
Obama akan bertemu dengan anggota Kongres untuk membahas masalah ini. Namun rapat diduga akan dilakukan pada tanggal 9 September mendatang. Pasalnya para anggota Kongres baru akan kembali setelah reses pada tanggal tersebut.
Hal itu diperkuat pernyataan Wakil Ketua Kongres, John Boehner, yang mengatakan pihaknya akan memulai perdebatan pada hari itu. Dalam perdebatan dengan Kongres pekan depan, Obama harus berhadapan dengan dua orang yang secara terang-terangan telah menentang rencananya tersebut.
Mereka adalah Senator John McCain dan Lindsey Graham. Mereka menyatakan menolak serangan militer yang ditujukan untuk menggulingkan Assad.

MenLu John Kerry di DPR AS menghadiri sidang membahas rencana serangan militer AS di Suriah
Demonstran anti perang membawa poster menentang intervensi militer AS di Suriah, saat MenLu John Kerry
 muncul di DPR AS utk menghadiri sidang membahas rencana serangan militer AS di Suriah (Reuters)

Obama membahas rencana reaksi militer ke Suriah dgn para pemimpin Kongres di Gedung Putih, Washington, DC
Presiden AS Barack Obama membahas rencana reaksi militer terhadap Suriah pada pertemuan dengan 
para pemimpin Kongres di Gedung Putih, Washington, DC (Reuters)

http://wpmedia.news.nationalpost.com/2012/03/509425103.jpg
Two North Korean military attaches from the North Korean Embassy in Syria, during a visit by various embassy officials to the Tishreen Military Hospital in Damascus, on March 6, 2012. (NationalPost.com)

“Kami tidak akan mendukung aksi militer di Suriah. Apalagi jika itu merupakan bagian dari strategi yang tidak dapat membuat perbaikan di medan perang,” kata kedua senator itu.
Menurut seorang pejabat berwenang AS, Obama juga tidak akan menunggu hasil analisa yang dilakukan oleh tim inspeksi senjata PBB sebagai bahan pertimbangan aksi serangan ke Suriah.
Tim tersebut akhirnya meninggalkan Suriah pada Sabtu kemarin setelah berhasil mengumpulkan seluruh bukti serangan kimia pada tanggal 21 Agustus kemarin.
Semua barang bukti kemudian dianalisa di kota Den Haag, Belanda. Mereka mengatakan setidaknya butuh waktu tiga minggu untuk menganlisa seluruh bukti. Jadi, serangan militer terbatas AS ke Suriah tersebut akan mundur dalam beberapa hari ini.

Rakyat Negara-Negara Barat Menolak dan Menentang Kebijaksanaan Presidennya Menyerang Suriah

Aug. 29 protest at the White House initiated (by the ANSWER Coalition)
Washington, America – Aug. 29 protest at the White House initiated (by the ANSWER Coalition)

Rakyat Amerika, menurut jajak pendapat terbaru, sebagian dari warga AS tidak menyetujui tentaranya menginvasi Suriah. Jajak pendapat terbaru tersebut dikeluarkan oleh NBC New.
Dalam jajak itu dikatakan bahwa 50 persen rakyat Amerika Serikat menyatakan mereka menentang pemerintah mengambil tindakan militer terhadap rezim Presiden Suriah Basyar al-Assad dalam menanggapi dugaan penggunaan senjata kimia, sedangkan hanya 42 persen orang yang mendukung.
Namun, angka itu terbalik ketika aksi militer didefinisikan menjadi meluncurkan rudal jelajah dari kapal perang angkatan laut, di mana 50 persen mendukung dan hanya 44 persen yang menentang hal itu.

Washington, America - US  is on the march toward yet another war of aggression in the Middle East, this time targeting Syria. The ANSWER Coalition is taking to the streets in opposition and calling on organizations and individuals to stand with us against what would be a destructive and criminal war by the U.S. government. (answercoalition.org)
Washington, America – US is on the march toward yet another war of aggression in the Middle East, this time 
targeting Syria. The ANSWER Coalition is taking to the streets in opposition and calling on organizations and 
individuals to stand with us against what would be a destructive and criminal war by the U.S. 
government. (answercoalition.org)

Jajak pendapat itu juga menemukan fakta bahwa hanya 21 persen responden di AS berpikir bahwa tindakan yang diambil terhadap pemerintah Suriah merupakan kepentingan nasional Amerika.

Sebagai perbandingan, 33 persen responden di Amerika Serikat tidak setuju dan 45 persen mengatakan tidak tahu harus berpendapat apa.

demo invasi suriah di inggris 1
London, British  – Syria anti-intervention march in London draws thousands. Protestors demonstrate against potential strikes on the Syrian government, at Trafalgar Square in central London August 31, 2013. (Reuters / Olivia Harris)

Rakyat Inggris, menyatakan hal yang sama yaitu menolak tentaranya ikut menginvasi ke Suriah.
Bahkan melalui sebuah pernyataan singkat perdana menterinya sendiri, David Cameron mengakui dan mengatakan sudah jelas baginya bahwa rakyat Inggris tidak ingin melihat aksi militer.
Begitu pula dengan Parlemen Inggris, yang telah menyatakan menolak mosi pemerintah terkait aksi militer terhadap Suriah setelah delapan jam melakukan perdebatan intens dan sengit.
Perdana Menteri Inggris, David Cameron, juga mengatakan bahwa dia menerima hasil suara parlemen yang dominan dan akan bertindak sesuai keputusan itu.

demo invasi suriah di inggris 2

London, British – Syria anti-intervention march in London draws thousands. Thousands gather in Trafalgar 
Square at Rally to protest against proposed Washington / CIA warmongering in Syria.H
Hasil suara dari parlemen Inggris itu ditaati oleh Perdana Menteri Inggris setelah 285 suara berbanding 272 suara memperlihatkan parlemen Inggris tidak mendukung serangan militer terhadap Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia, seperti dilansir kantor berita Xinhua, Jumat (30/8/13).

http://custommadeproductions.files.wordpress.com/2011/06/parissyria120611.jpg?w=275&h=204
Paris, France – Demonstrators at the Place du Trocadero call for regime change in Syria, 11 (Photo: LA Bagnetto)

Rakyat Prancis, sedangkan sebagian besar warga Prancis juga tidak menginginkan negaranya ikut ambil bagian dalam aksi militer di Suriah.
Dan sebagian lain tidak mempercayai Presiden Francois Hollande untuk melakukannya, demikian hasil jajak pendapat pada Sabtu (31/08/2013).
Jajak pendapat BVA yang dirilis oleh Le Parisien-Aujourd’hui en France tersebut menunjukkan bahwa 64 persen responden di Perancis telah menyatakan menentang aksi militer negaranya ke Suriah.

demo invasi suriah di prancis 03
Paris, France – Seorang warga Paris Perancis memegang tulisan “non a une intervention armee en syrie’ yang berarti “tidak perlu tindakan militer di Suriah”

Sedangkan 58 persen dari jajak pendapat di Perancis itu tidak mempercayai Hollande untuk melakukanya, dan 35 persen khawatir aksi itu akan “menghanguskan seluruh kawasan (Timur Tengah)”.
Dua jajak pendapat lain yang dilakukan setelah serangan gas dan dipublikasikan pekan ini mengindikasikan lemahnya dukungan diantara pemilih Prancis terhadap intervensi militer di Suriah.
Hollande yang mengalami penurunan popularitas akibat melemahnya perekonomian negara itu, menunjukkan keberanian yang tak dijangka sebelumnya.
Semua itu terjadi saat Presiden Francois Hollande pernah mengirimkan tentaranya untuk membantu pemerintahan Mali yang sedang menghadapi pemberontak Islam diawal tahun 2013 ini.
Oleh warga Perancis, hal tersebut adalah sebuah keputusan intervensi Hollande yang berani, padahal hanya didukung oleh duapertiga dari warga Perancis.

demo invasi suriah di prancis 02
Paris, France – Pro-Syrian government demonstrators on the Human rights Esplanade at the Trocadero in Paris. (NationalPost.com)

Demonstran warga AS keturunan Suriah di Gedung Putih di Washington DC - 090913
Demonstran warga AS keturunan Suriah, Manar Kodamah memimpin protes menentang kemungkinan intervensi militer AS terhadap Suriah di depan Gedung Putih di Washington DC (09/09/13) (Reuters)

Lewat Twitter, tentara AS tolak penyerangan Suriah

Sementara konflik Suriah yang mulai melibatkan negara adidaya seperti Amerika Serikat telah mendapat perhatian dari masyarakat global. Perhatian ini lebih mengarah ke kecaman atas keputusan Amerika Serikat yang memutuskan untuk melakukan intervensi pada konflik horizontal di negara tersebut.

konflik suriah tentara amerika tak setuju 
Kecaman ini sendiri juga ramai disampaikan masyarakat global melalui social media Twitter.
Bahkan pada Senin (2/9/13), ada sebuah unggahan tweet dari akun bernama @AnonChingshih yang sepat heboh.
Dalam unggahan pada album fotonya menunjukkan foto-foto dari beberapa orang atau sekelompok orang dengan pakaian tentara Amerika Serikat.
Dalam foto-foto tersebut menunjukkan perlawanan dengan aksi menolak untuk bergabung dalam rencana intervensi militer Amerika Serikat di Suriah.
Dalam tweet tersebut juga tersemat caption ‘That awkward moment when you realize that your army refuse to fight for your criminal agenda‘ yang mana menunjukkan bahkan tentara Amerika Serikat pun menolak rencana Amerika Serikat melakukan intervensi militer ke Suriah.

konflik-suriah-di-twitter

Namun, masih belum dapat dipastikan jika foto tentara dalam tweet tersebut merupakan tentara asli Amerika Serikat atau hanya pihak tertentu yang sengaja menggunakan baju militer negara Paman Sam tersebut.
Akan tetapi, dari foto unggahan tersebut telah menunjukkan banyaknya kecaman dari masyarakat dunia akan potensi adanya peperangan lebih dilanjut dalam konflik Suriah dengan akan masuknya tentara Amerika Serikat ke negara tersebut.
(the New York Times/ Wikipedia/ GoogleImage/ Jerusalem Post/ Al Jazeera/ Al-Arabiya/ Al-Ikhbariya/ Daily Mail / Sawa / Russia Today/ Dekapfile/ RepublikaROL/ Merdeka/ VivaNews/ the Huffington Post/ Associated Press/ Interfax/ Xinhua/ berbagai sumber)

Franklin D. Roosevelt Politics 

barack obama hit suriah russia hit US
Message from American to all Americans Wake up America 2013 
 

Putin Tantang AS Dan Akan Bantu Suriah (Krisis Suriah Part-2)

war

Putin Tantang Obama Buktikan Suriah Gunakan Senjata Kimia Dan Akan Bantu Suriah Jika AS Menyerang (Krisis Suriah Part-2)

Krisis Suriah crisis Syiria header 02
Putin Tantang Obama Buktikan Suriah Gunakan Senjata Kimia
Presiden Rusia Vladimir Putin menantang Amerika Serikat untuk menghadirkan bukti tuduhan Suriah menggunakan senjata kimia dalam mengatasi kelompok pemberontak ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB). Putin menilai tuduhan AS terhadap pemerintahan Bashar al-Ashad hanya bualan saja.
(Tuduhan) Itu omong kosong,” kata Putin seperti dikutip BBC, Sabtu (31/8/2013).
Pernyataan Putin itu muncul setelah inspektur PBB mengakhiri investigasi di Suriah. Tim PBB telah menyeberang ke negara tetangga Suriah, Libanon setelah 4 hari melakukan inspeksi.
Termasuk, menyelidiki insiden tewasnya ratusan warga termasuk anak-anak di pinggiran kota Damaskus, 21 Agustus 2013 lalu. Mereka semua telah tewas akibat serangan yang diduga menggunakan senjata kimia.
AS menuding pengguna senjata kimia tersebut digunakan Pemerintah Assad. Namun, Suriah balik menuduh AS penuh dengan kebohongan. Mereka menyebut, para pemberontaklah dalang di balik serangan itu.
Presiden AS, Barack Obama, mengatakan AS sedang mempertimbangkan serangan militer dalam menanggapi dugaan penggunaan senjata kimia oleh tentara Suriah. Obama merasa, sedang ditantang dunia untuk melakukan invasi militer terhadap Suriah.
Menurut Obama dengan adanya laporan penggunaan senjata kimia di Suriah, tidak mungkin baginya untuk mundur dari rencana menyerang Suriah. Jika AS berdiam diri, sejarah akan menghakimi AS.
world war-3 header
Suriah: Bukti Amerika soal serangan senjata kimia hasil karangan
Kementerian Luar Negeri Suriah kemarin menyatakan laporan intelijen Amerika Serikat yang menyimpulkan bahwa rezim Suriah menggunakan senjata kimia dalam sebuah serangan yang menewaskan hampir 1.500 orang pada pekan lalu merupakan karangan belaka.
“Apa yang digambarkan pemerintah Amerika sebagai bukti tidak terbantahkan, tidak lain hanyalah cerita lama bahwa teroris-teroris telah bergerak selama lebih dari satu pekan, dengan kebohongan-kebohongan yang mereka utarakan dan cerita-cerita yang sepenuhnya merupakan karangan semata,” kata pernyataan yang dikeluarkan kantor Kementerian Luar Negeri Suriah yang disiarkan di televisi nasional, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Sabtu (31/8).
Kementerian Luar Negeri Suriah juga menolak laporan itu dan menyebutnya sebagai dokumen buruk yang sebagian besardiinformasikandi media sosial.
Ini menyatakan kejutan bahwa sebuah negara adikuasa bisa menyesatkan opini secara sembrono, bergantung pada bukti yang tidak ada, dan bahwa Amerika bisa mendasarkan kebijakan masalah perang dan perdamaian pada media sosial dan situs,” ujar pernyataan itu.
Laporan yang dikeluarkan menyimpulkan, rezim Assad telah meluncurkan sebuah serangan kimia di pinggiran Ibu Kota Damaskus pada pekan lalu, yang menewaskan setidaknya 1,429 orang, termasuk 426 anak-anak.
Presiden Suriah Basyar al-Assad
Presiden Suriah Basyar al-Assad
Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry kemarin mengungkapkan rincian laporan intelijen di Suriah, yang mengatakan rezim Presiden Basyar al-Assad secara hati-hati telah mempersiapkan selama beberapa hari untuk meluncurkan serangan senjata kimia.
Kerry mengatakan personil rezim Suriah berada di lokasi serangan gas beracun itu tiga hari sebelumnya untuk mempersiapkan dan para loyalis rezim Assad diberitahu untuk mengenakan topeng gas.
Kerry juga mengatakan Amerika menemukan roket yang diluncurkan dari daerah-daerah yang dikuasai rezim pemerintah.
Putin: Saya akan bantu Suriah jika Amerika lakukan serangan
Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan sebuah ancaman yang menyatakan bahwa pihaknya siap membantu Suriah jika Amerika Serikat melakukan serangan militer terhadap rezim Presiden Suriah Basyar al-Assad.
putinDisaat pertemuan puncak para pemimpin dunia yang tergabung dalam negara-negara G20 di St. Petersburg, Rusia, memunculkan kesengitan, Putin justru menyatakan secara terbuka bahwa dia sudah memasok bantuan buat rezim Assad dan bersumpah akan meningkatkan dukungan jika sebuah rencana serangan rudal akhirnya dijalankan Amerika, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Sabtu (7/9/13).
Putin ketika itu diminta untuk menjelaskan reaksinya jika Barack Obama melakukan sebuah serangan ke Suriah dalam menanggapi adanya penggunaan senjata kimia di pinggiran Ibu Kota Damaskus.
“Kami akan menolong Suriah? Kami akan lakukan itu. Dan kami sudah membantu, kami telah memberikan bantuan, kami bekerjasama di bidang ekonomi,” kata Putin, saat menyampaikan pidatonya.
Di tengah adanya tanda-tanda penundaan tindakan militer yang dipimpin Amerika selama dua pekan, di mana Presiden Barack Obama sedang berjuang untuk memenangkan persetujuan dari Kongres, Rusia kemarin malam telah mengirimkan kapal perang keempat dengan muatan yang tidak diketahui isinya ke timur Laut Mediterania.
Putin: Pemberontak Yang Menggunakan Senjata Kimia dan Aksi Militer Tanpa Persetujuan DK-PBB Melanggar Hukum Internasional.
Sementara beberapa pengamat mengharapkan Putin mengerahkan pasukannya dalam mengantisipasi serangan rudal yang dipimpin Amerika di Damaskus, presiden Rusia itu menyatakan bahwa dirinya bertekad akan menopang pemerintahan Assad.
Putin juga menyatakan dirinya bisa memperbaharui kontrak yang ditangguhkan untuk memasok Suriah dengan rudal perisai yang canggih.
http://www.jurnal3.com/wp-content/uploads/2013/09/putin-obama-new-2.jpg
Presiden AS Barack Obama tampak berbicara dengan Presiden Russia Vladimir Putin saat pertemuan G20 di St. Petersburg, Russia. (AFP)
Meskipun apa yang dikatakan Amerika, Inggris, dan negara-negara Uni Eropa lainnya, yang menyebut bahwa mereka telah memiliki bukti meyakinkan Assad berada di belakang serangan gas sarin yang menewaskan hampir 1.500 orang, termasuk 500 anak, pada bulan lalu di pinggiran Damaskus, namun Putin tetap bersikeras bahwa pasukan pemberontaklah yang berada di balik insiden itu.
Dia mengatakan hal itu merupakan provokasi dari kelompok militan yang mengharapkan bantuan. Putin juga menyatakan bahwa aksi militer tanpa persetujuan dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) akan melanggar hukum internasional.
Tadi malam, Rusia mengeluarkan sebuah dokumen setebal 27 halaman terkait kesimpulan dari pertemuan G20 yang dahulu tidak menyebutkan masalah Suriah, meskipun krisis di Suriah telah mendominasi diskusi di pertemuan yang digelar di St Petersburg itu.
Sementara itu, Gedung Putih akhirnya melansir sekutu mereka yang bakal bersama-sama dengan Amerika Serikat menyerbu Suriah. Sekutu itu yakni Kanada, Korea Selatan, Australia, Italia, Jepang, Arab Saudi, Spanyol, Turki, Prancis, dan tentu saja Inggris.
Surat kabar the Washington Post melaporkan, Jumat (6/9), Presiden Barack Hussein Obama mengumumkan itu di detik-detik menjelang penyerbuan ke negara Presiden Basyar al-Assad. Amerika percaya Suriah telah melanggar perjanjian internasional soal penggunaan senjata kimia.
Meski kongres Amerika akhirnya merestui Obama untuk invasi ke Suriah, namun parlemen Inggris menolak Britania mengambil tindakan militer ke negara itu.
Banyak warga negara sekutu Amerika itu menolak keras ambil bagian di konflik Suriah. Mereka mengatakan sebaiknya sejagat menunggu keputusan tim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang meneliti penggunaan gas sarin itu.
Presiden Obama dipermalukan Putin di KTT G20
Kepercayaan diri Amerika Serikat yang awalnya ingin mempengaruhi para pemimpin dunia di KTT G20, Rusia untuk mendukung rencana serangan militer AS ke Suriah, berubah jadi malapateka besar bagi Presiden Barack Obama.
Di pertemuan itu, Presiden Obama benar-benar dipermalukan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin. Obama yang awalnya sangat yakin bisa merayu Putin dan mengajak pemimpin dunia lain guna memperoleh restu menyerang Suriah, malah mendapat malu besar.
Presiden AS Barack Obama menundukkan kepala saat Presiden Vladimir Putin berjalan di depannya, Aksi perang dingin itu disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (AFP)
Presiden AS Barack Obama terlihat menundukkan kepala saat Presiden Vladimir Putin berjalan di depannya setelah sebelumnya  ia berbincang sebentar dengan Barack Obama. Aksi perang dingin itu disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat pertemuan G20 di St. Petersburg, Russia. (AFP)
Selain diancam Putin terkait kesiapan Rusia membantu Suriah, pemimpin Rusia itu juga memaparkan argumentasi bahwa serangan senjata yang diklaim pemerintah AS dilakukan oleh rezim Bashar Al Assad, adalah aksi provokasi kelompok oposisi untuk menarik serangan asing ke negara itu.
“Saya tegaskan, Rusia berdiri pada posisi yang jelas. Serangan senjata kimia itu adalah aksi provokasi oposisi Suriah yang bertujuan untuk menarik serangan militer asing masuk ke negara itu. Kami tahu siapa di belakang aksi provokasi itu,” tegas Putin saat pidato makan malam terakhir di depan para pemimpin dunia di St Petersburg, dilansir Russia Today, Sabtu (07/09/2013).
Hal memalukan lain yang diderita AS adalah, Rusia sebagai tuan rumah KTT G20 juga berhasil menyingkirkan persoalan Suriah dari perhelatan KTT. Sebanyak 27 dokumen yan dihasilkan, pada halaman kesimpuan G20, tidak disebutkan soal Suriah, meski rencana serangan milter AS mendominasi diskusi selama pertemuan di ST Petersburg.
Presiden Suriah: Lucuti dulu senjata nuklir zionis Israel
http://luizcore.files.wordpress.com/2011/11/israel-nuclear-weapon.jpg?w=288&h=216Jelang perlucutan senjata kimia milik Suriah, Presiden Bashar Al Assad menebar sindiran keras kepada musuh bebuyutannya, Israel.
Dilansir Al Jazeera, Jumat (13/09/2013), Assad menegaskan kalau Israel yang seharusnya mesti dilucuti senjata pemusnah massalnya.
“Rezim penindas hak bangsa lain itu memiliki senjata pemusnah massal yang lengkap, mulai senjata nuklir, biologi dan kimia. Itu semua tersimpan di gudang-gudang mereka,” tegas Assad.
Menurut Assad, negaranya mau menyerahkan kontrol senjata kimia miliknya bukan karena gertakan ancaman serangan militer AS, melainkan karena usulan Rusia.
“Saya tegaskan, kami menempatkan senjata kimia di bawah kontrol internasional karena Rusia. Ancaman AS sama sekali tak mempengaruhi kami. Rusia sangat kami hormati sebagai sekutu kami,” pungkas Assad.

Senjata kimia Suriah untuk melawan nuklir Israel

Presiden Rusia, Vladimir Putin menegaskan kalau Amerika Serikat harus menolak opsi aksi militer terhadap Suriah agar negara itu bisa menerapkan usulan Moskow menempatkan gudang senjata kimianya di bawah pengawasan internasional.

http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/pictures/2008/07/10/iran20d.jpg 

“Sulit memaksa sebuah negara untuk melepas dan melucuti senjatanya saat sebuah serangan tengah disiapkan untuk mereka,” ujar Putin, dilansir Russia Today, Kamis (12/09/2013).
Menurut Putin, kepemilikan senjata kimia Suriah itu bukan digunakan untuk menyerang warganya sendiri, melainkan sebagai alternatif untuk menghadapi senjata nuklir Israel.
“Karena Israel punya senjata nuklir, Suriah mempersiapkan alternatif itu (senjata kimia),” bela Putin. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al- Muallem mengatakan pihaknya akan segera melaksanakan proposal Rusia itu.

Washington tunda serangan, kapal perang tetap siaga

Kapal perang AS di Mediterania tetap dalam posisi siap siaga untuk menyerang rezim Suriah jika diperintahkan oleh Presiden Barack Obama.
Dilansir AFP, Kamis (12/09/2013), saat Washington menunda kemungkinan aksi militer ke Suriah untuk mengejar solusi diplomatik, Sekretaris Angkatan Laut AS Ray Mabus menegaskan bahwa sejumlah kapal perang AS yang dilengkapi dengan rudal jelajah masih di tempatkan di Mediterania timur tanpa ada perintah untuk meninggalkan.

http://www.jurnal3.com/wp-content/uploads/2013/09/us-navy-3.jpg
Jet-jet tempur andalan Amerika Serikat di atas landasan pacu di kapal induk USS Nimitz di perairan Mediterania. (afp)

“Dua minggu lalu, ketika gambar baru mengerikan dari Suriah melintas di televisi dan streaming di iPads kami, Angkatan Laut AS dan tim Korps Marinir sudah siaga di sana, di Mediterania dan perairan Timur Tengah,” kata Mabus.
“Saya menjamin Anda bahwa jika kita dipanggil untuk menyerang, kita akan memukul keras dan kita akan menyerang dengan cepat,” Mabus menambahkan.
Pernyataan Mabus itu diutarakannya sehari setelah Obama menyampaikan pidato televisi negara saat berdebat mengenai aksi serangan terbatas jika rezim Presiden Bashar Assad menolak untuk menyerah arsenal senjata kimianya.
“Seperti kata Presiden tadi malam, serangan itu akan menargetkan kemampuan rezim Assad,” kata Mabus.

Imbangi armada tempur AS, Rusia kirim 10 kapal perang

Meski proposal Rusia sudah diterima Suriah untuk menyerahkan senjata kimia di bawah badan internasional, Kremlin tetap tidak percaya kalau AS tidak akan menyerang sekutu dekatnya itu. Untuk mengantisipasi langkah AS, sebanyak 10 kapal perang Rusia kini sudah berkumpul di perairan Mediterania timur dekat pantai Suriah.
Dilansir Ria Novosty, Sabtu (14/09/2013), Kepala Angkatan Laut Rusia, Admiral Viktor Chirkov, mengatakan, ke-10 unit kapal perang itu memiliki tujuan jelas yakni ntuk menghindari ancaman seminimum mungkin terhadap ancaman keamanan negara.
“Kita sengaja hadir saat suasana di sana sedang bergolak. Semua akan bertindak sesuai dengan rencana komando operasional zona maritim lepas pantai, kita belum tahu apa yang akan terjadi, ” kata Chirkov.
Menjawab apakah ke-10 kapal perang itu akan ikut menggempur armada perang AS jika terjadi perang AS dan Suriah, Chirkov mengatakan kapal-kapal perangnya belum menerima perintah itu. “Kami akan melaksanakan apapun perintah dari pimpinan negara,” ujar Chirkov.

http://www.jurnal3.com/wp-content/uploads/2013/09/admiral-rusia1.jpg
Kapal anti-kapal selam Admiral Panteleyev Rusia sudah tiba di perairan Mediterania timur dekat pantai Suriah.(russiatoday)
Rusia mulai membangun kekuatan militer di Mediterania pada tahun 2012, dan sejak Desember tahun lalu, Angkatan Laut itu hadir secara konstan di bagian timur Laut Mediterania.
Pada tanggal 1 Mei 2013 seluruh kapal perang Rusia beroperasi di daerah tersebut dan ditugaskan untuk gugus tugas tunggal di bawah komando khusus lepas pantai maritim daerah operasi.
Saat ini ada tujuh kapal perang yang dikerahkan di Mediterania sejak ancaman serangan militer AS mulai menguat. Ketujuh kapal perang itu diantaranya, kapal induk Alekxander Shabalin, ‘Laksamana Nevelskoy, Peresvet, Novocherkassk dan Minsk dari Armada Black Rusia dan Armada Laut Baltik, serta Neustrashimy, dan kapal anti-kapal selam Admiral Panteleyev.
Sementara itu, kapal penjelajah pembawa rudal, Moskva sudah melewati Selat Gibraltar dan akan tiba di Mediterania timur pada 16 September.
Dua kapal perang lain dari Armada Black Rusia dalah kapal berpeluncur rudal penghancur Smetlivy dan Nikolay Filchenkov, mereka meninggalkan basis mereka di Sevastopol dan Novorossiysk masing-masing pada Jumat pagi dan melewati Selat Bosphorus, menuju ke Mediterania timur.
Sementara kapal pengintai SSV-201 kapal Priazovye juga dikabarkan bergabung dengan kelompok itu di Mediterania Timur pada awal September.

Perang AS vs Suriah bakal meletus

Pasca Suriah menerima proposal Rusia untuk menyerahkan akses pengawasan senjata kimia ke badan internasional, berkembang optimisme bahwa serangan oleh Amerika Serikat (AS) tidak akan terjadi.
Namun, solusi diplomatik untuk Suriah diyakini sejumlah pihak tidak akan terjadi dan diprediksi bakal gagal. Terbukti, hingga kini, Gedung Putih masih menempatkan armada tempurnya di perairan Mediterania.
Presiden Suriah Bashar al Assad memang sudah menyatakan akan menyerahkan senjata kimianya, tapi pada saat yang sama, ia juga mengajukan konsesi yang diyakini tidak akan pernah disetujui oleh Presiden Barack Obama.
Terbukti, status siaga tempur bagin armada perang AS di perairan Mediternia hingga kini masih belum dicabut.
Disaat sama, sejumlah negara-nagara di kawasan Teluk seperti Arab Saudi, Qatar dan Turki terus mendesak Gedung Putih untuk tetap mengempur Suriah, karena mereka sudah terlanjur menginvestasikan sejumlah sumber daya besar dalam konflik yang terjadi di Suriah.

http://www.jurnal3.com/wp-content/uploads/2013/09/payung-udara-as.jpg
Dilansir WashingtonPost, Sabtu (14/09/2013), para analis menyakini perang di Suriah tingga menunggu waktu saja karena skenario Gedung Putih untuk menggulingkan Assad harus tetap dilaksanakan.

Berikut beberapa analisis yang menyebut perang akan terjadi:

1. Assad ingin mendapatkan jaminan riil, bahwa Damaskus tidak akan diserang oleh Amerika Serikat atau oleh siapapun sebelum Damaskus menyerahkan senjata kimia-nya. Dan hal ini sangat tidak mungkin terjadi.
2. Assad tidak akan menyetujui kesepakatan penyerahan senjata kimia jika AS tidak menghentikan pasokan senjata kepada kelompok Al-Qaeda melalui organisasi binaannya Tafikri dan Al Nusra yang berperang melawan pemerintah Suriah. Hal ini sangat tidak mungkin terjadi. Buktinya, AS tetap mengirim senjata ke kelompok pemberontak.
3. Arab Saudi juga sangat berharap militer AS campur tangan di Suriah. Bahkan Saudi telah menghabiskan miliaran dolar untuk mendukung pemberontakan di Suriah, dan mereka telah melobi ke berbagai negara dan kongres AS agar serangan bisa dilakukan.
4. Qatar juga bernafsu militer AS menyerang Suriah. Qatar juga telah menghabiskan miliaran dolar untuk mendukung pemberontakan di Suriah, dan menyebut bahwa negara-negara Arab bahkan menawarkan untuk membiayai semua biaya operasi militer AS asal Presiden Assad terguling.
5. Turki melalui PM Tayib Erdogan menginginkan hanya perang yang akan menghilangkan Assad untuk waktu yang sangat lama. Laporan televisi CNN, militer Turki telah memindahkan pasukannya ke perbatasan dengan Suriah untuk mengantisipasi adanya serangan.
6. Obama tidak ingin dipandang lemah dan sangat bernafsu mengobarkan perang di Suriah. Memang posisi Obama terpojok dengan langkah diplomatis Rusia. Namun Obama sudah meletakkan dasar dan membuat seolah-olah diplomasi telah gagal. Melalui Menteri Luar Negeri AS John Kerry, AS sudah menyebut apa konsekuensi yang akan terjadi ketika kesepakatan Suriah gagal.
Paul Joseph Watson, pengamat militer dan politik Timur Tengah, dilansir CNN mengatakan, saat ini Obama tetap melobi kongres untuk mendapatkan otorisasi menyerang Suriah.
“Obama dan Kerry saat ini sedang menari dan tampak terlihat seperti sedang mempertimbangkan perdamaian. Namun, mereka akan mencoba mendapatkan kesepakatan Kongres untuk mengotorisasi serangan, jika diplomasi gagal. Gedung Putih sudah tahu bahwa diplomasi akan gagal. Setelah mereka siap untuk itu, Obama akan menyatakan perang sudah ditetapkan dengan izin kongres telah terpenuhi. Dalam hitungan menit, rudal-rudal jelajah akan menghujani Suriah,” tegas Watson.

AS sabotase proposal Rusia untuk Suriah

http://www.jurnal3.com/wp-content/uploads/2013/09/obama-syria1.jpg

Pemerintah Amerika Serikat (AS) tampaknya tidak ingin agar proposal Rusia untuk penyerahan senjata kimia Suriah dibawah badan internasional sukses. Keinginan AS untuk menggempur Suriah sepertinya harus dilakukan.
Buktinya, dengan segala cara AS berupaya agar proposal Rusia gagal dilaksanakan.
Salah satunya dengan menetapkan deadline 2 minggu kepada Suriah untuk menyerahkan semua senjata kimianya kepada pengawas internasional.
Rusia, sebagai penggagas ide langsung bereaksi dan menyebut deadline yang ditetapkan AS sangat tidak masuk akal dan ingin agar proposal Rusia gagal di tengah jalan. Tujuannya, AS tetap ingin menyerang Suriah.
Alexei Pushkov, Ketua komisi Luar Negeri Parlemen Rusia,dilansir Russia Today, Sabtu (14/09/2013) menyebut sangat tidak realistis kalau AS menetapkan waktu bagi Suriah untuk menyerahkan senjata kimianya.
“Waktu dua minggu itu sangat tidak mungkin. Ini hanya akal-akalan AS supaya perang tetap bisa dilancarkan,” tuding Puskov. Menurutnya, sangat tidak mungkin bagi Suriah memenuhi deadline itu, karena ada 42 gudang penyimpanan dan beberapa diantaranya ada di lokasi pertempuran.
Presiden Putin: Israel punya nuklir, kenapa dunia diam?
Deadline dua minggu yang disyaratkan oleh Amerika Serikat (AS) kepada Suriah untuk menyerahkan semua senjata kimianya kepada pengawas badan internasional tersebut membuat Presiden Rusia, Vladimir Putin, berang.
Ia menilai keputusan AS itu hanya bagian dari upaya AS agar proposal Rusia itu gagal dan tujuan AS untuk menyerang Suriah terealisasi.

http://www.jurnal3.com/wp-content/uploads/2013/09/vladimir-putin1.jpg
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut dunia internasional diam dengan kepemilikan senjata pemusnah massal Israel

“Dunia saat ini berharap dengan proposal yang diajukan Rusia, perang di Timur Tengah tidak akan terjadi. Kami ingatkan AS, proposal Rusia akan batal jika Mr Obama tetap melancarkan serangan ke Suriah,” tegas Putin, dilansir, Al Jazeera, Sabtu (14/09/2013).
Sikap AS dinilai sangat tidak proporsional. Bahkan, begitu berangya Putin hingga dirinya menyebut AS tidak adil dalam persoalan kepemilikan senjata pemusnah massal.
“Senjata kimia Suriah itu hanya alternatif untuk melawan Israel. Sekarang kalian menuntut Suriah menyerahkan senjata itu dalam waktu cepat, ini tidak mungkin. Kenapa kalian dan dunia diam dengan senjata nuklir dan kimia Israel,” sindir Putin. “Bahaya utama dari WMD adalah senjata nuklir Israel, ” tegas Putin.
Sementara, solusi diplomatik untuk krisis Suriah dipastikan hampir batal pasca Al Jafari, diplomat senior Suriah menegaskan, pemerintah Presiden Bashar Al Assad mendesak PBB harus menempatkan senjata nuklir Israel di bawah pengawasan internasional dan menandatangani perjanjian nonproliferasi nuklir.
“Pemerintah Suriah tidak akan menghancurkan senjata kimianya, kecuai dunia juga harus fokus pada persenjataan Israel,” tegasnya.
(BBC/ Adi, Liputan6/ AFP/ the Washington Post/ Merdeka/ Al Arabiya/ Daily Mail/ jurnal3.com)
Artikel Terkait Lainnya:
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar