Senin, 07 Januari 2013

PIDATO AWAL TAHUN 2013 DARI PRESIDEN SURIAH-BASYAR ASSAD...>>..Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu menyebut pernyataannya sebagai "pengulangan dari apa yang selalu ia katakan," sementara Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan "janji kosong reformasi tidak menipu siapa pun." Dalam pidatonya Assad menyampaikan serangkaian langkah yang ia yakini akan menjadi solusi krisis: -Kekuatan luar harus berhenti mempersenjatai "kelompok teroris" -Tentara akan menghentikan operasi militer dan mempertahankan hak untuk membela kepentingan negara -Pemerintah akan menghubungi "individu-individu dan partai politik Suriah" untuk melaksanakan konferensi dialog nasional -Konferensi itu akan membentuk kesepakatan nasional untuk dimasukkan ke dalam referendum, sebelum ada pemilu parlemen dan pembentukan pemerintah baru...>>..AS mengecam keras pidato Presiden Assad di Suriah yang menuduh oposisi sebagai "boneka Barat". Departemen luar negeri AS mengatakan rencana perdamaian yang disampaikan Assad "menyimpang dari kenyataan", dan menyebutnya sebagai "upaya rezim untuk mempertahankan kekuasaan."...>>>.Harba menegaskan bahwa dibentuk kantor khusus di Qatar yang mengurusi operasi kelompok-kelompok teroris di Suriah yang koordinasinya ditangani langsung para agen-agen Dinas Rahasia Amerika Serikat (CIA) dan Israel (Mossad). Di sisi lain, Qatar juga menandatangani kontrak pembelian senjata dengan perusahaan-perusahaan senjata Amerika Serikat dan Israel untuk melengkapi senjata para perusuh di Suriah. ...>>>...Seorang pengamat hubungan strategis Suriah, Salim Harba, juga mengungkap dimensi lain dari makar rezim Zionis Israel dan negara-negara Barat. Ditambahkannya bahwa oknum-oknum teroris dari negara-negara Teluk Persia, Irak, Lebanon, Afghanistan, Turki, dan Perancis, yang dibekuk dalam operasi militer Suriah di wilayah Baba Amr, mereka semua diatur oleh Barat dan Israel...>>...Isaac Hertzog, seorang anggota parlemen dari Partai Buruh, juga mendesak Tel Aviv menyalurkan dukungan dan bantuan lebih banyak kepada kelompok-kelompok pemberontak Suriah. Hertzog juga mengungkap hubungan Israel dengan seorang pemimpin oposisi Burhan Ghalyoun dan menegaskan bahwa sejumlah tokoh oposisi Dewan Transisi Nasional Suriah bahkan menyatakan untuk berdamai dengan rezim Zionis. Nama-nama tokoh oposisi yang menginginkan perdamaian dengan Israel itu menurut Hertzog, tidak mungkin dipublikasikan karena alasan keamanan...>>>....Berbagai laporan mengkonfirmasikan peran luas rezim Zionis Israel dalam instabilitas di Suriah sejak Maret 2011. Dalam hal ini, Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman mengatakan, "Israel siap untuk mengirim bantuan kepada kelompok-kelompok pemberontak di Suriah." Juru bicara Menlu Zionis, Tzachi Moshe mengatakan, "Israel dapat menyalurkan bantuan kepada kelompok-kelompok bersenjata di Suriah melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa atau lembaga-lembaga internasional lain." Para perusuh dan kelompok teroris bersenjata Suriah beraksi sejak Maret 2011 dengan dukungan sejumlah negara Barat, Arab, dan Israel. Hingga kini ribuan orang tewas termasuk aparat keamanan negara ini...>>>....Assad mengatakan, konflik di Suriah bukan konflik antara pemerintah dan oposisi, tapi antara "negara dan musuh-musuhnya". "Satu hal yang pasti, mereka yang kita hadapi sekarang ini adalah mereka yang menganut ideologi Al Qaeda," katanya, menegaskan statement sebelumnya bahwa "teroris asing" berada dibalik pergolakan di negaranya. "Mereka yang menginginkan perpecahan Suriah dan memperlemahnya. Tapi Suriah kuat... dan akan tetap berdaulat... dan inilah yang menggusarkan Barat."...>>>...Ia menguraikan suatu rencana transisi, namun menekankan, setiap keputusan harus murni oleh Suriah dan disahkan dengan referendum, termasuk suatu "piagam nasional" yang akan disetujui bersama dalam suatu konferensi dialog nasional. Assad mengatakan, pemerintahnya akan segera mengeluarkan rincian rencananya, yang menyerukan kepada negara-negara asing agar berhenti membiayai oposisi bersenjata, disusul dengan diakhirinya operasi militer dan mekanisme untuk memonitor kedua pihak. "Negara-negara regional dan internasional harus berhenti mendanai orang-orang bersenjata agar memungkinkan para pengungsi pulang ke rumah mereka .... setelah itu opersi militer akan dihentikan," katanya....>>>...Amerika Serikat mengutuk isi pidato Presiden Suriah, Bashar Assad yang mencela lawan-lawannya sebagai boneka Barat. Seperti diberitakan BBC, Senin (7/1), Departemen Luar Negeri AS menilai rencana perdamaian dari Assad merupakan upaya lain rezim untuk tetap berkuasa. Uni Eropa juga bereaksi. UE menegaskan Assad harus meletakkan jabatan sebagai Presiden Suriah untuk memungkinkan transisi politik. Assad muncul ke publik dan berpidato untuk pertama kalinya sejak Juni 2012, Ahad (6/1). Ia mencela lawannya sebagai musuh-musuh Tuhan dan boneka Barat. Assad juga mengatakan Suriah ingin bernegosiasi....>>>...Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon mengatakan Turki, Qatar, dan Arab Saudi bertanggung jawab atas eskalasi kekerasan di Suriah dan peningkatan jumlah korban. Sayid Hasan Nasrullah membuat pernyataan dalam pidato televisi di kota Baalbek, Lebanon selatan pada peringatan Hari Arbain Imam Husein as. Press TV melaporkan pada Kamis (3/1). Nasrullah mengatakan Turki, Qatar, dan Saudi telah mempersenjatai dan memberi bantuan finansial kepada militan untuk melawan pemerintah Damaskus. Ia menandaskan krisis di Suriah memiliki solusi politik dan memperingatkan bahwa kelanjutan dari konflik itu akan memiliki konsekuensi tragis....>>>

Presiden Suriah, Bashar al-Assad, serukan dialog

Diperbaharui 7 January 2013, 10:47 AEST
http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2013-01-07/presiden-suriah-bashar-alassad-serukan-dialog/1070462
 
Dalam pidato yang jarang, Presiden Suriah, Bashar al-Assad, menyerukan dialog nasional untuk mengakhiri konflik yang sudah berjalan 21 bulan di negaranya, tapi menekankan, ia tidak akan berbicara dengan mereka yang mengangkat senjata melawan rejimnya.
Sambil melukiskan oposisi dukungan Barat sebagai "budak" kekuatan asing dan mengakui bahwa Suriah dilanda "perang nyata", Presiden Assad mendesak para penentangnya di dalam negeri untuk bergabung dengan rejimnya mengakhiri konflik berdarah.

Ia menguraikan suatu rencana transisi, namun menekankan, setiap keputusan harus murni oleh Suriah dan disahkan dengan referendum, termasuk suatu "piagam nasional" yang akan disetujui bersama dalam suatu konferensi dialog nasional.

Assad mengatakan, pemerintahnya akan segera mengeluarkan rincian rencananya, yang menyerukan kepada negara-negara asing agar berhenti membiayai oposisi  bersenjata, disusul dengan diakhirinya operasi militer dan mekanisme untuk memonitor kedua pihak.

"Negara-negara regional dan internasional harus berhenti mendanai orang-orang bersenjata agar memungkinkan para pengungsi pulang ke rumah mereka .... setelah itu opersi militer akan dihentikan," katanya.

Setelah itu pemerintah akan menggelar suatu konferensi dialog nasional dengan pihak oposisi "dari dalam dan luar negeri, yang tidak menerima perintah dari luar negeri.

"Kita akan akan berdialog dengan budak kekuatan asing," kata Assad, yang disambut dengan  tepuk tangan meriah dari hadirin yang memenuhi Pusat Seni dan Budaya Dar al-Assad di Damaskus.

Berdasarkan rencana itu, konferensi akan menyusun suatu piagam nasional yang akan menjadi dokumen rujukan bagi masa depan politik dan ekonomi Suriah.

"Piagam ini akan disetujui lewat referendum," kata Assad.

Setelah itu, pemilu legislatif akan diselenggarakan, disusul dengan pembentukan suatu pemerintah baru.

Namun Assad menekankan, untuk melaksanakan semuanya ini "harus ada kesepakatan pada konferensi dialog nasional".

Al Qaeda dituding

Assad mengatakan, konflik di Suriah bukan konflik antara pemerintah dan oposisi, tapi antara "negara dan musuh-musuhnya".

"Satu hal yang pasti, mereka yang kita hadapi sekarang ini adalah mereka yang menganut ideologi Al Qaeda," katanya, menegaskan statement sebelumnya bahwa "teroris asing" berada dibalik pergolakan di negaranya.

"Mereka yang menginginkan perpecahan Suriah dan memperlemahnya. Tapi Suriah kuat... dan akan tetap berdaulat... dan inilah yang menggusarkan Barat."

Assad terakhir berbicara di depan publik pada tanggal 3 Juni ketika ia berpidato di Parlemen di Damaskus. Pada bulan November ia diwawancarai oleh televisi Rusia dalam mana ia menepis laporan bahwa ia akan pergi mengasingkan diri, dan mengatakan, ia akan "hidup dan mati" di Suriah.

Sejak itu ia belum berkomentar tentang konflik yang berkecamuk di negaranya, menewaskan paling sedikit 60,000 orang dalam 21 bulan sejak pergolakan dimulai Maret 2011, menurut angka PBB.

Namun dalam pidatonya pada hari Minggu, ia menghimbau seluruh rakyat Suriah untuk bersama-sama membela negara.

Presiden Assad menekankan di sepanjang pidatonya bahwa rakyat Suriah sendiri yang harus memutuskan tentang masa depan mereka dan menuduh negara-negara asing ikut campur tangan dalam konflik.

Assad mengatakan, negaranya juga terbuka terhadap "saran" dari luar tapi "tidak menerima perintah".

Sebagai penutup, ditengah sambutan gegap gempita dari hadirin, Assad mengatakan" "Saya dari rakyat dan saya akan terus menjadi bagian dari rakyat. Jabatan datang dan pergi, tapi negara tetap ada."

Siapa Sebenarnya Penjahat di Suriah, Pemerintah Assad atau Oposisi?

http://indonesian.irib.ir/fokus/-/asset_publisher/v5Xe/content/id/5024060
 



Berbagai laporan mengkonfirmasikan peran luas rezim Zionis Israel dalam instabilitas di Suriah sejak Maret 2011. Dalam hal ini, Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman mengatakan, "Israel siap untuk mengirim bantuan kepada kelompok-kelompok pemberontak di Suriah."

Juru bicara Menlu Zionis, Tzachi Moshe mengatakan, "Israel dapat menyalurkan bantuan kepada kelompok-kelompok bersenjata di Suriah melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa atau lembaga-lembaga internasional lain."
 
Para perusuh dan kelompok teroris bersenjata Suriah beraksi sejak Maret 2011 dengan dukungan sejumlah negara Barat, Arab, dan Israel. Hingga kini ribuan orang tewas termasuk aparat keamanan negara ini.

Kesiapan Israel untuk menyalurkan bantuan lebih banyak kepada kelompok teroris Suriah dikemukakan di saat sebuah kelompok yang menamakan diri (Dewan Transisi Nasional Suriah), telah menyatakan kesiapannya untuk menjalin hubungan persahabatan dengan Israel jika pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad terguling.

Isaac Hertzog, seorang anggota parlemen dari Partai Buruh, juga mendesak Tel Aviv menyalurkan dukungan dan bantuan lebih banyak kepada kelompok-kelompok pemberontak Suriah. Hertzog juga mengungkap hubungan Israel dengan seorang pemimpin oposisi Burhan Ghalyoun dan menegaskan bahwa sejumlah tokoh oposisi Dewan Transisi Nasional Suriah bahkan menyatakan untuk berdamai dengan rezim Zionis. Nama-nama tokoh oposisi yang menginginkan perdamaian dengan Israel itu menurut Hertzog, tidak mungkin dipublikasikan karena alasan keamanan.

Publikasi berita tentang hubungan kelompok oposisi dengan rezim yang bahkan memusuhi dan menjajah sebagian wilayah Suriah itu, semakin mengungkap esensi dan identitas kelompok oposisi Suriah yang menjadi boneka pihak-pihak asing.

Seorang pengamat hubungan strategis Suriah, Salim Harba, juga mengungkap dimensi lain dari makar rezim Zionis Israel dan negara-negara Barat. Ditambahkannya bahwa oknum-oknum teroris dari negara-negara Teluk Persia, Irak, Lebanon, Afghanistan, Turki, dan Perancis, yang dibekuk dalam operasi militer Suriah di wilayah Baba Amr, mereka semua diatur oleh Barat dan Israel.

Harba menegaskan bahwa dibentuk kantor khusus di Qatar yang mengurusi operasi kelompok-kelompok teroris di Suriah yang koordinasinya ditangani langsung para agen-agen Dinas Rahasia Amerika Serikat (CIA) dan Israel (Mossad).
 
Di sisi lain, Qatar juga menandatangani kontrak pembelian senjata dengan perusahaan-perusahaan senjata Amerika Serikat dan Israel untuk melengkapi senjata para perusuh di Suriah. 

Masalah-masalah tersebut mengindikasikan fakta bahwa Suriah saat ini memang menghadapi gelombang makar dari Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel, yang juga dibantu oleh negara-negara Arab.

Upaya Israel mengobarkan instabilitas di Suriah dan bahkan menyulut perang sipil di negeri itu adalah dalam rangka menyimpangkan perhatian rakyat dan pejabat Suriah dari penjajahan rezim Zionis atas wilayah-wilayah Suriah serta untuk mematenkan aksi ilegal mereka itu.

Namun pelaksanaan referendum amandemen konstitusi yang diprakarsai pemerintah Damaskus telah menjadi garis pembeda pihak-pihak yang terlibat dalam instabilitas di Suriah. Jika sebelumnya masyarakat dunia membentur keambiguan dalam menyikapi krisis Suriah. Maka pasca referendum, terungkap jelas identitas para perusuh dan apa tujuan mereka.

Hampir 60 persen dari warga yang berhak memilih ikut ambil bagian dalam referendum Ahad (26/2), dengan 7.490.319 orang (89,4 persen) mendukung dan 753.208 orang (9 persen) menolak.

Referendum tersebut merupakan bukti dukungan rakyat terhadap pemerintah Assad dan tekad mereka untuk menjaga kedaulatan dan persatuan negara. Yang jelas, dua acuan itu bertentangan dengan apa yang dituju oleh kelompok-kelompok perusuh melalui berbagai aksi brutal mereka. Lalu siapa penjahat sebenarnya? Bagaimana menurut Anda? (IRIB Indonesia/MZ)

Hizbullah: Turki, Qatar, dan Saudi Aktor Utama Krisis Suriah

Jumat, 04 Januari 2013, 13:28 WIB
ABC

http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/01/04/mg38mt-hizbullah-turki-qatar-dan-saudi-aktor-utama-krisis-suriah

Hizbullah: Turki, Qatar, dan Saudi Aktor Utama Krisis Suriah
Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah Libanon
REPUBLIKA.CO.ID,

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon mengatakan Turki, Qatar, dan Arab Saudi bertanggung jawab atas eskalasi kekerasan di Suriah dan peningkatan jumlah korban.

Sayid Hasan Nasrullah membuat pernyataan dalam pidato televisi di kota Baalbek, Lebanon selatan pada peringatan Hari Arbain Imam Husein as. Press TV melaporkan pada Kamis (3/1).

Nasrullah mengatakan Turki, Qatar, dan Saudi telah mempersenjatai dan memberi bantuan finansial kepada militan untuk melawan pemerintah Damaskus. Ia menandaskan krisis di Suriah memiliki solusi politik dan memperingatkan bahwa kelanjutan dari konflik itu akan memiliki konsekuensi tragis.


"Jika pertempuran di Suriah terus berlanjut, maka pertumpahan darah dan kehancuran akan terjadi," tegasnya. 

Nasrullah menambahkan Lebanon adalah negara yang paling besar terkena dampak di Timur Tengah oleh krisis Suriah. Dia menyerukan kepada faksi-faksi politik Lebanon untuk menahan diri dari setiap langkah yang akan menyeret negara itu ke dalam kekacauan.

Menurutnya, arus pengungsi Suriah di Lebanon mengindikasikan besarnya krisis kemanusiaan dan ini tidak boleh dipolitisasi. Sekjen Hizbullah menekankan bahwa perpecahan merupakan ancaman paling berbahaya yang dihadapi oleh bangsa-bangsa Muslim.

"Ekstremis Takfiri adalah produk Amerika Serikat dan berusaha untuk menabur perselisihan di kalangan umat Islam," ujarnya. Dia mengatakan Takfiri berada di balik pembantaian yang tak terhitung jumlahnya dan pemboman di negara-negara Muslim, khususnya Suriah.

Dia menyimpulkan bahwa meskipun AS dan Israel berupaya untuk mengisolasi, memasukkan dalam daftar hitam dan membusukkan Hizbullah, namun langkah seperti itu tidak akan pernah berhasil.
Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: irib/irna

Amerika Kutuk Pidato Assad

Senin, 07 Januari 2013, 10:09 WIB
http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/13/01/07/mg8jgg-amerika-kutuk-pidato-assad
 
 
AP
Amerika Kutuk Pidato Assad
Bashar Assad

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- 

Amerika Serikat mengutuk isi pidato Presiden Suriah, Bashar Assad yang mencela lawan-lawannya sebagai boneka Barat.

Seperti diberitakan BBC, Senin (7/1), Departemen Luar Negeri AS menilai rencana perdamaian dari Assad merupakan upaya lain rezim untuk tetap berkuasa.

Uni Eropa juga bereaksi. UE menegaskan Assad harus meletakkan jabatan sebagai Presiden Suriah untuk memungkinkan transisi politik.

Assad muncul ke publik dan berpidato untuk pertama kalinya sejak Juni 2012, Ahad (6/1). Ia mencela lawannya sebagai musuh-musuh Tuhan dan boneka Barat. Assad juga mengatakan Suriah ingin bernegosiasi.


Suriah, kata Assad, tidak menolak langkah diplomatik. Namun, dia bersikeras tidak akan bernegosiasi dengan orang-orang berpikiran teroris.

Dalam pidatonya Assad berencana menggelar dialog nasional dan referendum.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland mengatakan Assad tidak melakukan apapun untuk memenuhi keinginan rakyat Suriah akan transisi politik. Ia kembali menyerukan agar Assad meninggalkan kekuasaannya.

PBB memperkirakan lebih dari 60 ribu orang tewas dalam kekerasan internal di Suriah sejak Maret 2011.
Redaktur: Karta Raharja Ucu
Reporter: Nur Aini
 

AS kecam pidato Assad tentang 'boneka Barat'

Terbaru  7 Januari 2013 - 07:49 WIB
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/01/130107_as_kritik_assad.shtml

assad

AS mengecam keras pidato Presiden Assad di Suriah yang menuduh oposisi sebagai "boneka Barat".

Departemen luar negeri AS mengatakan rencana perdamaian yang disampaikan Assad "menyimpang dari kenyataan", dan menyebutnya sebagai "upaya rezim untuk mempertahankan kekuasaan."
Uni Eropa merespon pidato itu dengan mengatakan bahwa presiden Suriah harus "mundur dan memberi jalan bagi transisi politik."
PBB memperkirakan bahwa lebih dari 60.000 orang tewas dalam kekerasan yang dimulai pada Maret 2011 itu.
Pidato yang disiarkan televisi pada hari Minggu itu adalah pidato pertama Bashar al-Assad sejak Juni.
Ia menyebut oposisi sebagai "musuh Tuhan dan boneka Barat" dan mengatakan Suriah ingin menegosiasikan dengan "pemimpin dan bukan pelayan."
Ia mengatakan Suriah belum menolak langkah diplomatik tetapi bersikeras bahwa negara itu tidak akan berdiskusi dengan mereka yang memiliki gagasan "teroris."
Assad menyampaikan rencana yang melibatkan konferensi dialog nasional dan referendum mengenai kesepakatan nasional.

Penolakan oposisi

Di Washington, juru bicara departemen luar negeri Victoria Nuland mengatakan pidato itu "adalah upaya rezim mempertahankan kekuasaan dan tidak melakukan apa apa untuk menyukseskan tujuan rakyat Suriah yaitu transisi politik."

Ia menambahkan bahwa inisiatif itu "menyimpang dari kenyataan" dan melemahkan upaya oleh delegasi perdamaian internasional Lakhdar Brahimi. 

Ia mengulangi seruan agar Presiden Assad meninggalkan kekuasaan seperti kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton.

"Kami masih berpendapat bahwa Assad harus mundur dan memberi jalan bagi transisi politik," kata Baroness Ashton dalam sebuah pernyataan.

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu menyebut pernyataannya sebagai "pengulangan dari apa yang selalu ia katakan," sementara Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan "janji kosong reformasi tidak menipu siapa pun."

Dalam pidatonya Assad menyampaikan serangkaian langkah yang ia yakini akan menjadi solusi krisis:
-Kekuatan luar harus berhenti mempersenjatai "kelompok teroris"
-Tentara akan menghentikan operasi militer dan mempertahankan hak untuk membela kepentingan negara
-Pemerintah akan menghubungi "individu-individu dan partai politik Suriah" untuk melaksanakan konferensi dialog nasional
-Konferensi itu akan membentuk kesepakatan nasional untuk dimasukkan ke dalam referendum, sebelum ada pemilu parlemen dan pembentukan pemerintah baru

Koalisi Nasional Suriah (SNC) menolak proposal itu.
Juru bicara Walid Bunni mengatakan pada kantor berita Reuters bahwa kelompoknya tidak akan menerima apa pun selain hengkangnya Assad dan pemerintahannya.

Pasukan pemerintah Suriah kembali kuasai Homs

Terbaru  31 Desember 2012 - 07:58 WIB
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/12/121231_suriah_kembali_kuasai_homs.shtml

homs

Pasukan pemberontak terus melawan meski dilaporkan didorong keluar Homs. 

Pasukan pemerintah Suriah mendorong pasukan pemberontak keluar dari distrik Deir Baalbeh, kota Homs setelah beberapa hari terlibat pertempuran hebat.

Salah satu kelompok pegiat mengatakan lebih dari 200 warga sipil tewas oleh pasukan rezim Assad pasca pertempuran, tetapi klaim ini tidak bisa diverifikasi secara independen.
Warga Deir Baalbeh dikumpulkan dan dipaksa masuk ke pabrik petrokimia dimana mereka dieksekusi, demikian menurut Komite Kordinasi Lokal, LCC, sebuah kelompok oposisi basis Suriah.

Wanita dan anak-anak termasuk dalam korban, menurut LCC.

Kematian sepanjang pertempuran sejak Sabtu kemarin diperkirakan mencapai angka 400.
Kota Homs selama ini dikenal sebagai kota strategis dan pertempuran hebat terus berlangsung di kawasan ini sejak konflik Suriah dimulai 21 bulan lalu.

Sementara itu kelompok aktivis asal Inggris yang tergabung dalam Pengamat Suriah untuk Hak Asasi Manusia, SOHR, melaporkan kekerasan berlangsung sepanjang Sabtu di Suriah, termasuk di pinggir kota ibukota Damaskus yang selama ini terus terjadi kekerasan di saat pemerintah berupaya menyapu kehadiran pemberontak di kawasan tersebut.

SOHR mengatakan tidak bisa menembus Deir Baalbeh untuk mendokumentasikan kematian di sana.

Resiko kekacauan

Kekerasan terbaru pecah setelah utusan khusus PBB dan Liga Arab Lakhdar Brahimi memperingatan bahwa ''neraka'' bagi Suriah jika tidak ada solusi politik dibicarakan untuk mengakhiri krisis.

Berbicara usai pertemuan dengan menteri luar negeri Rusia, Brahimi mengatakan konflik telah menjadi lebih militerisasi dan sektarian.

Juga menimbulkan resiko kekacauan di kawasan dengan sejumlah negara tetangga seperti Libanon dan Yordania dipenuhi oleh para pengungsi, katanya.

Brahimi tiba di Kairo untuk pembicaraan hari Minggu dengan Presiden Mesir Mohamed Morsi.

Sejak Maret 2011 kelompok oposisi mengklaim lebih dari 44.000 warga tewas dalam kekerasan menentang pemerintahan Suriah pimpinan Presiden Bashar al Assad.

Awal bulan ini badan pengungsi PBB menyatakan lebih dari setengah juta warga Suriah telah mengungsi ke sejumlah negara tetangga.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar