Senin, 07 Januari 2013

....Barack Obama enggan mengakui Palestina...??...>>> Palestina akhirnya diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai suatu negara. Tapi sejumlah negara tidak setuju dan ada juga yang abstain. Salah satu negara yang tidak setuju adalah Amerika Serikat, negeri yang dikenal sebagai sekutu, sekaligus pelindung negeri Israel. "Kalau Amerika Serikat menjunjung tinggi demokrasi, seharusnya mereka mengakui keberadaan negara Palestina itu," kata Hidayat Nur wahid kepadaVIVAnews. ..>>>



"Amerika Seharusnya Akui Kemenangan Palestina" Mengapa pemerintahan Barack Obama enggan mengakui Palestina

Warga Palestina merayakan peningkatan status di PBB
Palestina akhirnya diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai suatu negara. Tapi sejumlah negara tidak setuju dan ada juga yang abstain. Salah satu negara yang tidak setuju adalah Amerika Serikat, negeri yang dikenal sebagai sekutu, sekaligus pelindung negeri Israel.
"Kalau Amerika Serikat menjunjung tinggi demokrasi, seharusnya mereka mengakui keberadaan negara Palestina itu," kata Hidayat Nur wahid kepadaVIVAnews. 

Sebagaimana diketahui bahwa sebanyak 138 negara anggota PBB mendukung kemenangan Palestina dalam sidang majelis umum 29 November lalu. Hanya 9 negara yang menolak termasuk Amerika dan 41 negara abstain.

Banyaknya negara yang mendukung keberadaan Palestina itu, kata Hidayat, adalah hasil nyata dari perjuangan warga Palestina selama bertahun-tahun. Kini negeri yang selalu ditekan Israel itu menjadi negara pemantau non-anggota PBB. Ini berarti Palestina telah diakui menjadi sebuah negara.

"Kita akan lihat apa yang terjadi di masa yang akan datang. Mudah-mudahan Palestina menjadi bangsa yang barsatu dan berdaulat," kata Hidayat.

Amerika Bilang Pergantian Nama Palestina Ide Buruk 
 

 
Selasa, 08 Januari 2013 

http://hidayatullah.com/read/26693/08/01/2013/amerika-bilang-pergantian-nama-palestina-ide-buruk.html
 

Hidayatullah.com—Amerika Serikat, yang tidak mau memberikan pengakuan kepada Palestina di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun kemarin, hari Senin (7/1/2013) mengatakan pergantian nama 'Otoritas Nasional Palestina' menjadi 'Negara Palestina' adalah sebuah gagasan buruk dan bersisikukuh bahwa status negara Palestina hanya bisa dicapai lewat negosiasi dengan Israel.

“Kebijakan kami terus menyebutnya sebagai Otoritas Palestina, sampai ada kesepakatan perundingan mengenai batas-batas negaranya, hal itu tidak akan berubah,” kata jurubicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland kepada para wartawan dalam konferensi pers rutin, lapor Xinhua.

Well, anda tidak bisa mendirikan sebuah negara lewat retorika dan dengan mengubah label dan nama,” ujarnya. “Anda hanya bisa mendirikan sebuah negara, dalam hal ini, melalui perundingan bilateral.”

Hari Ahad (6/1/2013) Presiden palestina Mahmud Abbas mengeluarkan dekrit berisi perintah penggunaan nama 'Negara Palestina' di semua stempel resmi, termasuk kartu identitas, surat izin mengemudi, dokumen-dokumen resmi, paspor dan kop surat resmi.

Keputusan itu merupakan langkah pertama yang diambil pemerintah Palestina dalam menindaklanjuti keputusan Sidang Umum PBB, yang memberikan status negara pengamat non-anggota bulan Nopember kemarin.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu hari Ahad yang sama langsung menyampaikan keberatannya, dengan mengatakan bahwa negara Palestina hanya bisa diwujudkan melalui perjanjian damai dengan Israel.

Nuland mengatakan, utusan khusus Amerika Serikat David Hale akan sudah sampai di Yerusalem (al-Quds) pada hari Senin malam dan akan bertemu dengan Abbas keesokan harinya.

“Kami sudah pasti akan mengatakan kepada mereka [Palestina] bahwa hal itu merupakan ide buruk dan tidak akan memberikan perubahan apapun bagi rakyat Palestina,” kata Nuland. “Dan jika mereka benar-benar ingin memberikan perubahan bagi rakyat Palestina, maka mereka harus kembali ke meja perundingan.”

Israel telah mengumumkan perluasan pemukiman yahudi di wilayah Palestina yang didudukinya, sejak Palestina mendapatkan status negara pengamat di PBB, sebuah perubahan status yang dikecam keras oleh Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Eropa.*

Rep: Ama Farah
Red: Dija
 

Zionisme Amerika: Problem Sesungguhnya[1]

Oleh Edward Said[2]


Artikel ini berbicara mengenai peran Zionisme Amerika yang dalam persoalan Palestina kerap salah dipahami dan dinilai. Dalam pandangan saya, peran kelompok-kelompok dan aktivitas-aktivitas Zionis yang terorganisasi di Amerika Serikat kurang mendapatkan sorotan yang semestinya selama berlangsungnya apa yang disebut “proses perdamaian”. Ini adalah pengabaian yang menurut saya luar biasa, mengingat kebijakan Palestina secara esensial bergantung kepada orang-orang di panggung Amerika Serikat (AS) yang minus kesadaran strategis tentang betapa kebijakan AS, sebagai akibatnya, didominasi—jika tidak dikontrol secara keseluruhan—oleh sebuah minoritas kecil dari orang-orang yang pandangannya mengenai perdamaian di Timur Tengah, dalam sebagian cara, jauh lebih ekstrim bahkan daripada orang-orang Israel di Partai Likud.

Izinkan saya memberi sebuah contoh kecil. Harian Israel Haaretz pernah mengirimkan seorang kolomnis ternama mereka, Ari Shavit, untuk berbicara dengan saya selama beberapa hari; ringkasan dari wawancara yang panjang ini hadir dalam bentuk tanya-jawab pada edisi 18 Agustus 2000 dari suplemen harian itu dengan tanpa dipotong dan disensor secara fundamental. Saya menyuarakan pandangan saya dengan sangat jelas, dengan penekanan utama kepada “hak pulang” bangsa Palestina, peristiwa-peristiwa pada 1948, dan tanggung jawab Israel atas semua itu. Saya terkejut bahwa pandangan-pandangan saya ditampilkan seperti apa yang saya sampaikan, tanpa sedikit pun penyuntingan dari Shavit, yang pertanyaan-pertanyaannya selalu sopan dan tidak konfrontatif.

Satu minggu setelah wawancara itu, muncul respon dari Meron Benvenisti, mantan wakil walikota Yerusalem di bawah Teddy Kollek. Respon itu begitu mengerikan secara personal: penuh dengan cacian dan serangan terhadap pribadi dan keluarga saya. Namun, Benvenisti tidak pernah mengingkari eksistensi bangsa Palestina, atau bahwa kami diusir dari tanah air kami pada 1948. Faktanya, dia mengatakan, “Kami menundukkan kalian, lantas mengapa kami harus merasa bersalah?” Saya menanggapi Benvenisti satu minggu kemudian di Haaretz. Apa yang saya tulis juga diterbitkan tanpa dipangkas. Saya mengingatkan para pemimpin Israel bahwa Benvenisti bertanggung jawab atas pembumihangusan (dan mungkin mengetahui pembunuhan sejumlah orang Palestina) Haret al-Magharibah pada 1967, yang di dalamnya ratusan orang Palestina kehilangan rumah-rumah mereka karena dihancurkan buldozer-buldozer Israel. Namun, saya tidak harus mengingatkan Benvenisti atau para pembaca Haaretz bahwa sebagai sebuah bangsa, kami (bangsa Palestina—penerj.) eksis dan setidaknya bisa mempertanyakan hak pulang kami (right of return). Hal itu sudah menjadi kebenaran yang diterima begitu saja (taken for granted).

Ada dua hal di sini. Pertama, keseluruhan wawancara tersebut tidak akan bisa tampil di suratkabar Amerika mana pun, dan pastinya tidak di jurnal Yahudi-Amerika mana pun. Dan kalaupun ada wawancara, maka pertanyaan untuk saya akan menjadi konfrontatif, intimidatif, penuh hinaan, seperti, mengapa anda terlibat dalam terorisme, mengapa anda tidak mengakui Israel, kenapa Haji Amin seorang Nazi, dan lain sebagainya. Kedua, orang Israel sayap kanan, seperti Benvenisti, tak peduli seberapa besar ia membenci saya dan pandangan saya, tidak akan mengingkari eksistensi bangsa Palestina yang dipaksa pergi pada 1948. Seorang Zionis Amerika sejak awal akan mengatakan bahwa tidak ada pendudukan yang terjadi atau, seperti yang diklaim Joan Peters dalam bukut terbitan 1984 yang kini menghilang dan dilupakan, From Time Immemorial (yang memenangi hampir semua penghargaan Yahudi ketika terbit di sini), bahwa tidak ada bangsa Palestina yang hidup di Palestina sebelum 1948.

Setiap orang Israel akan siap mengakui dan tahu secara persis bahwa seluruh Israel sekarang ini dulunya adalah Palestina, bahwa (sebagaimana yang juga diakui Moshe Dayan[3] secara terbuka pada 1976) setiap kota atau desa Israel dulunya memiliki nama-nama Arab. Dan Benvenisti pun mengatakan secara terbuka, “Kami menjajah, lantas apa?” “Mengapa kami harus merasa bersalah karena kemenangan kami?” Diskursus Zionis Amerika tidaklah pernah sejujur itu. Ia selalu saja berputar dan berbicara mengenai penciptaan padang pasir menjadi subur atau demokrasi Israel, dan lain-lain, sehingga benar-benar menghindari fakta-fakta esensial mengenai 1948, dimana setiap orang Israel secara aktual menyadarinya. Bagi Zionis Amerika, semua itu adalah fantasi, atau mitos, bukan realitas. Begitu tercerabut dari aktualitas dan begitu terperangkap ke dalam superioritas sebagai minoritas yang paling sukses dan digdaya di Amerika Serikat itulah Zionis Amerika, sehingga apa yang muncul seringkali adalah kecemasan yang bercampur dengan kekerasan eksplisit terhadap Arab dan ketakutan yang mendalam serta kebencian kepada mereka. Ini adalah hasil dari, tidak seperti Yahudi Israel, ketiadaan hubungan langsung yang berkelanjutan antara Zionis Amerika dengan Arab.

Dengan demikian, bagi Zionis Amerika, Arab bukanlah sesuatu yang nyata, tetapi fantasi dari segala sesuatu yang selalu bisa dijelek-jelekkan dan dibenci; terorisme dan anti-Semitisme lebih khususnya. Saya pernah menerima surat dari seorang bekas mahasiswa saya, yang memperoleh keuntungan karena mendapatkan suatu pendidikan terbaik di AS: dia masih mampu menampikan dirinya untuk bertanya kepada saya secara jujur dan sopan, mengenai mengapa, sebagai seorang Palestina, saya membiarkan seorang Nazi seperti Haji Amin bisa membentuk agenda politik saya, “Sebelum Haji Amin,” dia berkomentar, “Yerusalem tidak penting bagi Arab. Karena begitu jahat, ia membuat Yerusalem menjadi isu penting bagi Arab dengan tujuan hanya untuk menggagalkan keinginan Zionis yang selalu memandang Yerusalem penting bagi mereka.” Jelas ini bukanlah logika bagi seseorang yang pernah hidup bersama Arab dan mengetahui sesuatu yang konkret mengenai Arab. Ini adalah tentang seseorang yang membicarakan sebuah diskursus yang terorganisasi dan diarahkan oleh sebuah ideologi yang hanya memandang Arab sebagai sebuah fungsi negatif, sebagai manifestasi dari hasrat-hasrat jahat anti-Semit. Dengan sendirinya, maka Arab adalah untuk diperangi dan, jika mungkin, dibuang jauh-jauh. Tak terkecuali Dr. Baruch Goldstein, pembunuh berdarah dingin atas 29 orang Palestina yang tengah mendirikan salat dengan tenang di mesjid Hebron, adalah seorang Amerika, dan juga Rabbi Meir Kahane[4]. Alih-alih dipandang sebagai penyimpangan yang memalukan bagi para pengikut mereka, baik Kahane maupun Goldstein kini malah dihormati oleh orang-orang lain yang serupa dengan keduanya. Sebagian besar imigran (Yahudi) radikal kanan paling fanatik yang kini menduduki tanah Palestina tanpa kenal lelah berbicara tentang “tanah Israel” seolah-olah tanah itu milik mereka dan membenci serta mengabaikan para pemilik tanah dan pemukim Palestina di sekitar mereka. Dan mereka ternyata juga kelahiran Amerika. Melihat mereka melangkah di jalan-jalan Hebron, seolah-olah kota Arab itu seluruhnya kepunyaan mereka, adalah sebuah pemandangan yang menakutkan. Ini dipicu oleh sikap kasar dan penghinaan yang mereka tampilkan secara terang-terangan terhadap mayoritas Arab.

Saya mengungkapkan semua itu di sini adalah untuk menyampaikan satu hal esensial. Setelah Perang Teluk, ketika PLO mengambil keputusan strategis—yang telah ditempuh sebelumnya oleh dua negara utama Arab—untuk bekerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat dan jika mungkin dengan lobi kuat yang menguasai perdebatan soal kebijakan Timur Tengah, mereka telah membuat keputusan tersebut berdasarkan atas kepandiran yang besar dan asumsi-asumsi yang luar biasa salah. Gagasan itu, sebagaimana diungkapkan kepada saya setelah 1967 oleh seorang diplomat Arab, adalah untuk benar-benar menyerah, atau katakan saja, kami tidak ingin lagi berjuang. Kini kami bersedia menerima Israel dan juga menerima peran menentukan AS terhadap masa depan kami. Pada saat itu, dan juga kini, terdapat alasan-alasan objektif bagi pandangan semacam itu, yakni untuk apa lagi berjuang jika semua itu hanya menghasilkan kekalahan yang lebih jauh dan bahkan bencana. Namun, saya sepenuhnya percaya bahwa adalah sebuah kebijakan yang salah untuk menyerahkan kepentingan Arab di pangkuan AS, karena organisasi-organisasi utama Zionis begitu berpengaruh di mana pun di negara itu, seraya mengatakan, kami tidak akan berjuang lagi, izinkan kami bergabung dengan kalian tetapi perlakukan kami dengan baik. Harapannya adalah bahwa jika kami menerima dan mengatakan, kami tidak lagi menjadi musuh kalian, maka sebagai Arab kami akan menjadi teman kalian.

Persoalannya adalah kesenjangan kekuatan yang ada. Bagi yang kuat, perbedaan apakah yang bisa diharapkan dari strategi mereka jika musuh mereka yang lemah menyerah dan mengatakan, kami tidak akan berjuang lagi, ajaklah kami, kami ingin menjadi sekutu kalian, hanya tolong pahami kami sedikit lebih baik dan kemudian kalian akan menjadi lebih adil?

Cara terbaik untuk menjawab pertanyaan ini dalam terminologi yang praktis dan konkret adalah dengan memerhatikan proses pemilihan senator di New York, ketika Hillary Clinton bersaing dengan calon Republik Ric Lazio untuk memperebutkan kursi yang ditinggalkan Daniel Patrick Moynihan (D). Akhir tahun lalu, Hillary mengatakan bahwa dia mendukung berdirinya sebuah negara Palestina dan, dalam kunjungan resmi ke Gaza bersama suaminya, memeluk Suha Arafat. Namun, sejak memasuki persaingan kursi senat di New York, dia malah telah mengalahkan Zionis sayap kanan yang paling radikal sekalipun dalam fanatisme kepada Israel dan penentangan kepada Palestina. Lebih jauh, dia bahkan mendorong pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dan (jauh lebih ekstrem) mengkampanyekan keringanan hukuman bagi Jonathan Pollard, analis intelijen Angkatan Laut AS yang divonis sebagai mata-mata Israel karena telah mengungkapkan sejumlah data intelijen kepada Israel, dan kini menjalani hukuman seumur hidup.

Para pesaing Hillary dari Partai Republik berupaya mempermalukannya dengan menyebutnya sebagai “pecinta Arab” dengan merilis sebuah foro dimana ia memeluk Suha. Karena New York adalah pusat kekuasaan Zionis, maka menyerang seseorang dengan label semacam itu, “pecinta Arab” dan “sahabat Suha Arafat”, sama artinya dengan sebuah penghinaan terburuk yang paling mungkin dilakukan. Semua ini tentu saja terlepas dari kenyataan bahwa Arafat dan PLO justru telah menyatakan diri mereka sebagai sekutu Amerika, penerima bantuan militer dan keuangan AS, dan penikmat dukungan keamanan Dinas Intelijen Pusat CIA.

Dalam kesempatan yang berbeda, Gedung Putih pun kemudian merilis sebuah foto yang menampilkan Lazio sedang berjabat tangan dengan Arafat dua tahun yang lalu. Satu serangan tampaknya layak mendapatkan balasannya.

Fakta sebenarnya adalah bahwa diskursus Zionis merupakan diskursus kekuatan, dan Arab dalam diskursus itu adalah objek dari kekuatan—objek yang tidak termaafkan. Dengan menyerahkan posisi tawar Palestina kepada kekuatan ini sebagai bekas musuh yang menyerah, maka Palestina tidak akan pernah dipandang dalam terminologi yang setara dengan kekuatan tersebut. Karenanya, pertunjukkan yang merendahkan dan menghinakan Arafat (selalu dan selamanya dipandang sebagai simbol kebencian kepada pemikiran Zionis) telah dan terus akan digunakan dalam keseluruhan persaingan lokal di Amerika antara dua kompetitor yang mencoba membuktikan siapa di antara mereka yang lebih pro-Israel. Dan bahkan keduanya, baik Hillary Clinton maupun Ric Lazio, bukanlah Yahudi.

Apa yang hendak saya diskusikan dalam bagian selanjutnya adalah bagaimana satu-satunya strategi politik yang mungkin bagi AS sejauh terkait kebijakan mengenai Arab dan Palestina bukanlah sebuah kesepakatan dengan Zionis maupun dengan kebijakan AS. Namun, strategi itu adalah sebuah mobilisasi kampanye publik yang diarahkan kepada rakyat AS demi kepentingan hak-hak kemanusiaan, sipil, dan politik bangsa Palestina. Semua kesepakatan, apakah itu Oslo atau Camp David, akan gagal karena, sederhananya, diskursus resmi mengenai Palestina secara total didominasi oleh Zionisme dan, dengan beberapa pengecualian, tidak ada alternatif lain yang mungkin. Dengan demikian, semua kesepakatan damai yang diambil atas dasar sebuah persekutuan dengan AS adalah kesepakatan yang justru lebih menjustifikasi kekuatan Zionisme ketimbang melawannya. Untuk menyerah begitu saja kepada kebijakan Timur Tengah yang didominasi Zionis, sebagaimana yang Arab telah lakukan selama lebih daripada satu generasi, tidak akan menghasilkan stabilitas di Palestina dan juga kesetaraan dan keadilan di AS.

Ironinya adalah bahwa masih ada sejumlah besar opini yang siap beroposisi, baik kepada Israel maupun kebijakan luar negeri AS. Tragedinya adalah Arab terlalu lemah, terlalu bercerai-berai, sangat tidak terorganisasi, dan tidak peduli untuk mengambil keuntungan dari kesempatan tersebut. Saya juga akan membahas faktor-faktor penyebabnya pada bagian selanjutnya karena harapan saya tertuju kepada generasi baru yang mungkin terkacaukan dan terlemahkan oleh tempat yang memilukan, dimana kebudayaan dan masyarakat kami kini berada, dan oleh kemarahan yang konstan serta kehinaan yang kami semua alami sebagai akibatnya.

Sebuah episode kecil tapi mungkin memalukan terjadi sejak saya menulis bagian terakhir dari artikel ini dua minggu lalu. Martin Indyk, duta besar AS kepada Israel (untuk periode kedua selama masa pemerintahan Clinton), tiba-tiba dicabut jaminan keamanan diplomatiknya oleh Departemen Luar Negeri. Ceritanya karena ia menggunakan komputer jinjingnya tanpa melalui prosedur keamanan yang semestinya, dan karenanya mungkin telah merilis informasi kepada orang-orang yang tidak berwenang. Akibatnya, ia kini tidak bisa memasuki atau meninggalkan Departemen Luar Negeri tanpa pengawasan, tidak bisa tetap berada di Israel, dan seharusnya menjalani sebuah investigasi menyeluruh.

Kita mungkin tidak bisa menemukan apa yang sebenarnya terjadi. Namun, apa yang menjadi rahasia publik dan sayangnya tidak dibahas oleh media adalah skandal penunjukkan Indyk pada kali pertamanya. Menjelang pelantikan Clinton pada Januari 1993, diumumkan bahwa Martin Indyk, yang lahir di London dan menjadi warganegara Australia, telah disumpah menjadi warganegara AS berdasarkan atas kehendak langsung presiden terpilih. Prosedur-prosedur yang semestinya tidak dilalui. Ini adalah sebuah tindakan dari hak prerogatif eksekutif, sehingga, setelah memperoleh kewarganegaraan AS, Indyk dapat segera menjadi seorang anggota Dewan Keamanan Nasional AS yang bertanggung jawab dalam kebijakan Timur Tengah. Semua ini, saya percaya, merupakan skandal yang sebenarnya, bukan kecerobohan Indyk setelahnya atau atau ketidakhati-hatiannya, atau bahkan keterlibatannya dalan mengabaikan kode-kode etik yang resmi. Karena sebelum ia datang ke jantung pemerintahan AS pada puncak dan posisi yang seringkali dijalankan secara rahasia, Indyk adalah kepala Washington Institute for Near East Policy, semacam think thank yang terlibat dalam mendukung secara aktif kepentingan Israel, dan yang mengordinasikan aktivitasnya dengan AIPAC (American Israel Public Affairs Committee), lobi paling berpengaruh dan ditakuti di Washington. Patut diperhatikan bahwa sebelum datang ke pemerintahan Bush, Dennis Ross, penasehat Departemen Luar Negeri AS yang memimpin proses perdamaian Amerika, adalah juga kepala Washington Institute. Jadi, lalu-lintas antara lobi Israel dan kebijakan Timur Tengah AS sangatlah reguler, dan memang diregulasikan.

AIPAC selama bertahun-tahun menjadi begitu berpengaruh bukan hanya karena didukung oleh populasi Yahudi yang terorganisasi, terhubungkan dengan baik, sangat menonjol, sukses, dan kaya tetapi sebagian besarnya karena sedikit sekali resistensi terhadapnya. Terdapat ketakutan dan rasa hormat yang kuat bagi AIPAC di seluruh Amerika, dan khususnya di Washington, dimana dalam beberapa jam saja nyaris seluruh anggota Senat dapat digiring untuk menandatangani sebuah surat kepada presiden demi kepentingan Israel. Siapa yang mau menentang AIPAC dan melanjutkan karirnya di Kongres, atau berhadapan dengannya demi kepentingan, katakan saja, bangsa Palestina ketika tidak ada hal konkret yang dapat ditawarkan dibandingkan dengan apa yang ditawarkan kepada siapa pun yang mendukung AIPAC? Di masa lalu, satu atau dua anggota Kongres memang melakukan resistensi terhadap AIPAC secara terbuka tetapi segera setelahnya pemilihan ulang mereka diblok oleh banyak komite aksi politik yang dikendalikan AIPAC. Satu-satunya senator yang terlihat memiliki pandangan oposisi terhadap AIPAC adalah James AbuRezk, tetapi dia menolak untuk dipilih kembali dan, karena alasannya sendiri, mengundurkan diri setelah periode enam tahunnya berakhir.

Tidak ada pengamat politik yang secara jelas dan terbuka menentang Israel di AS. Seorang kolumnis liberal, seperti Anthony Lewis dari New York Times, kadang-kadang menulis kritik terhadap praktik pendudukan Israel, tetapi tidak ada yang dikatakannya mengenai 1948 dan seluruh isu tentang pengusiran Palestina yang orisinal, yang menjadi akar dari keberadaan Israel dan perilaku-perilaku setelahnya. Dalam sebuah artikel, baru-baru ini mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS, Henry Pracht, mengungkapkan adanya keselarasan opini yang luar biasa di semua sektor media Amerika, dari film, televisi, radio, suratkabar, hingga terbitan-terbitan mingguan, bulanan, kwartalan, dan harian: semuanya, lebih atau kurangnya, bersentuhan dengan garis kepentingan Israel, yang juga menjadi garis kebijakan resmi Amerika. Inilah keselarasan yang Zionisme Amerika capai sejak 1967, dan yang dieksploitasi dalam sebagian besar wacana publik mengenai Timur Tengah. Dengan begitu, kebijakan AS setara dengan kebijakan Israel, terkecuali dalam beberapa kesempatan yang teramat jarang (misalnya dalam kasus Pollard), dimana Israel melangkahi batas dan berasumsi bahwa ia mempunyai hak untuk menolong dirinya sendiri sesuai dengan apa yang dikehendakinya.
Kritik terhadap praktik-praktik Israel, karenanya, sangat terbatas pada manuver-manuver yang sporadik, yang sangat jarang hingga nyaris tidak terlihat. Konsensus utamanya benar-benar tak tersentuh kritik dan begitu kuat hingga dapat dipaksakan di mana-mana sebagai arus utama yang diterima. Konsensus ini terdiri dari ‘kebenaran’ yang anti-kritik mengenai status Israel sebagai negara demokrasi, kualitas dasarnya, hingga modernitas dan rasionalitas rakyat serta keputusannya. Rabbi Arthur Hertzberg, seorang agamawan liberal Amerika, suatu kali pernah mengatakan bahwa Zionisme adalah agama sekuler komunitas Yahudi Amerika. Ini didukung secara jelas oleh beragam organisasi Amerika yang perannya adalah untuk mengawasi kehidupan publik dari perbedaan, bahkan ketika banyak organisasi Yahudi lainnya menjalankan rumah sakit, musium, dan lembaga-lembaga riset demi kebaikan negara ini. Dualitas ini tampaknya adalah sebuah paradoks yang tak tertuntaskan dimana lembaga-lembaga publik yang mulia eksis bersama dengan lembaga-lembaga yang tak berhati nurani dan nyaris tidak manusiawi. Karenanya, sebagai contoh, Zionist Organization of America (ZOA), sebuah kelompok fanatik kecil tapi vokal, memasang sebuah iklan di New York Times pada 10 September 2000. Iklan ini ditujukan kepada Ehud Barak seolah-olah ia adalah pegawai yang digaji Yahudi Amerika. Iklan ini mengingatkan Barak bahwa enam juta Yahudi Amerika adalah lebih banyak daripada lima juta orang Israel yang telah memutuskan untuk menegosiasikan Yerusalem. Bahasa di dalam iklan itu bukan hanya bernada peringatan tetapi juga mengancam dengan mengatakan bahwa perdana menteri Israel secara tidak demokratis telah memutuskan apa yang ditentang oleh Yahudi Amerika, yang tidak rela dengan sikapnya. Tidaklah jelas siapa yang memberi kelompok fanatik kecil nan agresif ini sebuah mandat untuk menceramahi perdana menteri Israel dalam nada seperti itu. Namun, ZOA merasa mempunyai hak untuk mengintervensi urusan siapa pun. Mereka secara rutin menghubungi dan menulis surat kepada rektor universitas saya agar ia mengeluarkan atau mencekal saya karena sesuatu yang telah saya katakan, seolah-olah universitas sama dengan taman kanak-kanak dan para profesornya dapat diperlakukan layaknya para penjahat di bawah umur. Tahun lalu, mereka menggalakkan sebuah kampanye untuk menjatuhkan saya dari posisi sebagai presiden Modern Language Association, dimana 30 ribu anggotanya mereka ceramahi seolah-olah kumpulan orang bodoh. Ini adalah jenis intimidasi gaya Stalin yang paling buruk tetapi telah menjadi ciri khas Zionisme Amerika dalam kondisinya yang paling fanatik.

Demikian juga, selama beberapa bulan terakhir, para penulis dan editor Yahudi sayap kanan (seperti Norman Podhoretz, Charles Krauthammer, dan William Kristol—untuk menyebut beberapa nama propagandis yang paling kasar) melancarkan kritik terhadap Israel karena telah membuat mereka tidak rela, seolah-olah mereka lebih berhak memiliki label “Israel” ketimbang siapa pun. Nada bahasa mereka dalam artikel-artikel tersebut, dan artikel-artikel lainnya, benar-benar mengerikan: sebuah kombinasi dari selera rendah, kebodohan yang eksplisit, khotbah soal moral, dan bentuk kemunafikan paling buruk. Semua itu mereka sampaikan dalam suasana kepercayaan diri yang sempurna. Mereka berasumsi bahwa dengan adanya kekuatan organisasi-organisasi Zionis yang mendukung dan melindungi keliaran mereka, maka mereka bisa bebas begitu saja menampilkan verbalisme yang melewati batas. Namun, hal ini lebih banyak disebabkan oleh mayoritas orang Amerika yang tidak peduli kepada apa yang mereka katakan atau diintimidasi untuk bungkam sehingga membuat mereka terus melenggang dengan semua omong kosong tersebut. Hanya sedikit orang Amerika yang bersentuhan dengan aktualitas-aktualitas politik Timur Tengah yang sebenarnya. Bahkan, orang-orang Israel yang lebih sensitif kerap memandang jijik orang-orang seperti itu.

Zionisme Amerika kini telah mencapai level dari sesuatu yang nyaris murni fantasi, yakni bahwa apa yang baik bagi Zionis Amerika, dalam hegemoni mereka dan wacana fiksi mereka, adalah baik bagi Amerika dan Israel, dan tentunya bagi Arab, Muslim, dan Palestina, yang dipandang tak lebih daripada sekedar rasa gatal yang bisa diabaikan. Siapa pun yang menentang dan berani menantang mereka (khususnya ketika dia seorang Arab atau Yahudi yang mengkritik Zionisme) akan menjadi korban dari pembunuhan karakter dan kekerasan yang paling buruk, dimana semuanya bersifat personal, rasis, dan ideologis. Mereka tak pernah mengenal lelah dan benar-benar tanpa rasa kasih sayang atau kemanusiaan yang tulus. Mengatakan bahwa serangan dan analisis mereka seperti Perjanjian Lama dalam praktiknya adalah sama dengan menghina Perjanjian Lama itu sendiri.

Dengan kata lain, menjalin persekutuan dengan mereka, seperti yang coba dijustifikasi oleh negara-negara Arab dan PLO sejak Perang Teluk, adalah sebuah ketidakpedulian yang paling bodoh. Zionis Amerika secara dogmatis menentang segala hal yang Arab, Muslim, dan khususnya bangsa Palestina perjuangkan serta dengan segera akan menghancurkan segala sesuatunya alih-alih membuat kesepakatan damai dengan kita. Adalah juga benar adanya bahwa sebagian besar orang awam dikacaukan oleh antusiasme dalam nada bahasa mereka seraya tidak menyadari apa yang sebenarnya berada di balik itu. Kapan pun anda berbicara tentang Palestina dengan orang-orang Amerika yang bukan Yahudi atau Arab, dan tidak akrab dengan persoalan Timur Tengah, seringkali terdapat kemarahan yang ditunjukkan lewat sikap intimidatif, seolah-olah seluruh Timur Tengah adalah milik mereka untuk mereka ambil. Zionisme di Amerika, saya simpulkan, hanyalah sebuah fantasi yang dibangun di atas fondasi yang lemah. Tidaklah mungkin menjalin persekutuan atau melakukan pertukaran rasional dengannya. Namun, ia juga dapat dibongkar dan dikalahkan.

Berkali-kali sejak pertengahan 1980-an, saya menyatakan kepada para pemimpin PLO dan setiap orang Palestina serta Arab yang saya temui bahwa upaya PLO untuk menarik perhatian presiden AS sepenuhnya merupakan sebuah ilusi karena semua presiden AS kontemporer telah mendedikasikan dirinya kepada Zionisme. Saya mengusulkan bahwa satu-satunya jalan untuk mengubah kebijakan AS dan memperoleh hak menentukan nasib sendiri adalah dengan melalui sebuah kampanye publik yang langsung kepada rakyat Amerika tentang hak-hak asasi bangsa Palestina, yang berefek pada terbongkarnya Zionisme. Sebagai populasi yang tidak tercerahkan oleh informasi dan masih terbuka kepada rasa keadilan, orang-orang Amerika akan bereaksi seperti yang mereka lakukan terhadap rezim apartheid ANC, yang pada akhirnya mengubah keseimbangan di dalam Afrika Selatan. Secara berimbang di sini, saya harus menyebutkan bahwa James Zogby, sebelumnya adalah seorang aktivis hak asasi manusia yang energik (sebelum dia menjalin hubungan dengan Arafat, pemerintah AS, dan Partai Demokrat), dulu merupakan seorang pelopor ide tersebut. Bahwa dia mengabaikannya sekarang hanyalah tanda bahwa dia telah berubah, dan bukan tanda invaliditas ide itu sendiri.

Namun, juga menjadi jelas bagi saya bahwa PLO tidak akan pernah melakukan ide itu karena beberapa alasan. Pertama, ide itu membutuhkan kerja keras dan dedikasi. Kedua, ia berarti mencakup sebuah pandangan filosofis yang benar-benar berbasiskan pada organisasi akar-rumput yang demokratis. Ketiga, ia harus menjadi sebuah pergerakan daripada sekedar sebuah inisiatif pribadi dalam kaitan dengan pemimpin-pemimpin yang ada sekarang. Dan terakhir, ia meniscayakan sebuah pengetahuan riil, dan bukan superfisial, tentang masyarakat AS. Di samping itu, saya merasa bahwa pemikiran konvensional yang selama ini mengunci kita dalam satu posisi yang buruk adalah sesuatu yang sulit diubah, dan waktu ternyata membuktikan hal itu benar. Kesepakatan Oslo adalah sebuah penerimaan yang tak terbayangkan oleh Palestina bagi supremasi Israel-AS, alih-alih sebuah upaya untuk mengubahnya.

Bagaimanapun, setiap aliansi atau kompromi dengan Israel dalam situasi dan kondisi sekarang, ketika kebijakan AS benar-benar didominasi Zionisme Amerika, dapat dipastikan hanya memunculkan hasil yang sama bagi Arab secara umum dan bangsa Palestina pada khususnya. Israel harus dominan, kepentingan Israel lebih utama, dan ketidakadilan sistemik Israel dapat terus berlangsung. Terkecuali Zionisme Amerika diatasi dan dilucuti—sebuah tugas yang sejatinya tidak sulit, seperti yang akan saya tunjukkan pada bagian selanjutnya—maka hasilnya akan sama: kepedihan dan kehinaan bagi kami sebagai Arab.

Peristiwa-peristiwa selama empat minggu terakhir di Palestina benar-benar menjadi kemenangan bagi Zionisme Amerika Serikat untuk pertama kalinya sejak kemunculan kembali pergerakan nasional Palestina modern pada akhir 1960-an. Wacana politik dan publik dengan sangat definitif mentransformasi Israel menjadi ‘korban’ dalam beberapa konflik terakhir. Bahkan meskipun dilaporkan 140 orang Palestina meninggal dan hampir 5000 lainnya terluka, tetap saja dikatakan bahwa “kekerasan orang Palestina” adalah faktor yang menghalangi kelancaran “proses perdamaian”.

Kini ada sebuah ritual kecil dari ungkapan-ungkapan yang setiap pengamat akan mengulanginya kata demi kata atau bergantung kepadanya sebagai sebuah asumsi yang tak terkatakan; semua itu telah terukir di dalam telinga, pikiran, dan ingatan sebagai pembimbing bagi orang yang bingung; sebuah manual atau mesin untuk menghasilkan ungkapan-ungkapan yang telah menghentikan udara selama, paling tidak, satu bulan. Saya dapat membacakan kembali sebagian besar dari ungkapan itu, bahwa: Barak menawarkan konsensi yang lebih banyak di Camp David daripada perdana menteri Israel sebelumnya (90 persen wilayah dan kedaulatan terbatas atas Yerusalem); Arafat penakut dan tidak memiliki keberanian untuk menerima tawaran Israel demi mengakhiri konflik; kekerasan orang Palestina, yang diarahkan oleh Arafat, telah mengancam Israel (semua jenis variasi mengenai ini, termasuk keinginan untuk mengeliminasi Israel, anti-Semitisme, bom bunuh diri untuk tampil di televisi, dan menempatkan anak-anak di garis depan hingga mereka menjadi martir) dan membuktikan bahwa “kebencian” klasik kepada Yahudi memotivasi orang-orang Palestina; Arafat adalah seorang pemimpin lemah yang mengizinkan dan memprovokasi rakyatnya untuk menyerang Yahudi dengan merilis para teroris dan memproduksi buku-buku sekolah yang mengingkari eksistensi Israel.
Mungkin terdapat satu atau dua formula lainnya yang tidak saya kutipkan, tetapi gambaran umumnya adalah bahwa Israel dikelilingi oleh para barbarian yang melempari batu sehingga bahkan rudal-rudal, tank-tank, dan helikopter-helikopter pemburu yang digunakan untuk “membela” Israel dari kekerasan hanyalah sebuah upaya untuk mencegah kekuatan yang mengerikan itu. Perintah Bill Clinton (dengan penuh kesetiaan ditirukan menteri luar negerinya) kepada Palestina untuk “mundur” berhasil mengesankan bahwa orang-orang Palestina menginfiltrasi wilayah Israel, dan bukan sebaliknya.

Juga penting untuk disebutkan bahwa begitu berhasilnya upaya Zionisasi media ini sehingga tidak pernah ada sebuah peta pun yang diterbitkan atau ditunjukkan di televisi untuk mengingatkan para pembaca dan pemirsa Amerika—yang sangat tidak peduli dengan geografi dan sejarah—bahwa kamp-kamp, pemukiman-pemukiman, jalan-jalan, dan barikade-barikade Israel-lah yang mencacah tanah orang Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Lebih jauh, seperti di Beirut pada 1982, terjadi sebuah pengepungan riil Israel terhadap orang Palestina, termasuk terhadap Arafat dan orang-orangnya. Yang benar-benar telah dilupakan—jika ini memang benar-benar dipahami—adalah sistem wilayah A, B, dan C yang dengannya pendudukan militer Israel terhadap 40 persen Gaza dan 60 persen Tepi Barat terus berlangsung, dan yang proses perdamaian Oslo tidak pernah benar-benar dirancang untuk mengakhirinya, atau bahkan tidak memodifikasinya sama sekali.

Sebagaimana yang ditunjukkan oleh tidak adanya geografi dalam konflik yang sebagian besarnya bersifat geografis ini, maka kelemahan yang dihasilkan adalah hal yang sangat penting karena gambar-gambar ditampilkan atau dijelaskan tanpa konteks sama sekali. Menurut saya, penghapusan oleh media yang terzionisasi ini adalah tindakan yang disengaja pada awalnya dan kini lambat-laun menjadi hal biasa. Media yang terzionisasi memberikan tempat kepada para komentator palsu, seperti Thomas Friedman, untuk menjajakan komoditasnya tanpa perasaan malu sedikit pun, menyuarakan ketidakberpihakan Amerika, fleksibilitas dan kedermawanan Israel, dan pragmatismenya yang bijaksana, yang dengannya dia mengecam para pemimpin Arab dan mengejutkan para pembacanya yang membosankan. Ia tidak hanya membiarkan anggapan yang luar biasa absurd tentang Palestina yang menyerang Israel untuk tampil ke permukaan tetapi lebih jauh mendehumanisasi Palestina sebagai binatang-binatang buas yang memangsa tanpa kesadaran dan motif. Ada sedikit pertanyaan mengapa ketika catatan mengenai siapa yang tewas dan terluka disebutkan, tidak ada informasi mengenai kebangsaan mereka? Hal ini jelas untuk membiarkan orang-orang Amerika berasumsi bahwa penderitaan terbagi secara seimbang di antara “kelompok-kelompok yang bertikai”, dan pada kenyataannya menonjolkan penderitaan Yahudi dan mereduksi atau menghilangkan sama sekali perasaan orang-orang Arab, terkecuali tentu saja bagi kemarahan mereka. Kemarahan dan faktor-faktor penyebabnya tinggal menjadi satu-satunya cara mendefinisikan emosi orang-orang Palestina. Hal itu menjelaskan kekerasan, dan memang, memperlakukannya sedemikian rupa sehingga Israel harus tampil sebagai representasi dari keluhuran moral dan demokrasi yang selamanya dikelilingi oleh kemarahan dan kekerasan. Tidak ada proses lain yang secara logis bisa menjelaskan para pelempar batu itu dan keperkasaan “pertahanan” Israel.

Tidak ada yang dikatakan mengenai penghancuran rumah, perampasan lahan, penahanan ilegal, penyiksaan, dan yang sejenisnya. Tidak ada yang dikutip mengenai apa yang disebut (kecuali bagi pendudukan Jepang atas Korea) pendudukan militer terlama dalam sejarah modern; tidak ada mengenai resolusi-resolusi PBB; tidak ada tentang pelanggaran Israel terhadap seluruh Konvensi Jenewa; tidak ada yang dikatakan mengenai penderitaan sebuah bangsa dan kekeraskepalaan bangsa lainnya. Lupakan tentang bencana (Nakba) pada 1948, pembersihan dan pembantaian etnis, penghancuran Qibya, Kafr Qassem, Shabra serta Shatila, dan periode panjang pemerintahan militer bagi warga Israel non-Yahudi tidak mengatakan apa pun tentang penindasan yang terus berlangsung terhadap mereka sebagai 20 persen minoritas yang dikorbankan di dalam negara Yahudi. Ariel Sharon, dikatakan, sebagai provokator terbaik, dan bukan seorang penjahat perang sementara Ehud Barak adalah negarawan, dan bukan penjagal Beirut. Terorisme selalu menjadi catatan di pihak Palestina sementara “membela diri” adalah milik Israel.

Apa yang abai disebut Friedman dan “para pecinta perdamaian” pro-Israel ketika mereka memuji kedermawanan Barak yang tak terbayangkan sebelumnya adalah substansi sebenarnya dari hal itu. Kita tidak diingatkan bahwa komitmen Barak untuk melakukan penarikan mundur yang ketiga (dari sekitar 12 persen wilayah pendudukan) yang dibuat di Wye 18 bulan yang lalu tidak pernah terjadi. Maka, nilai apakah yang lebih daripada “konsesi” seperti itu? Kita diberi tahu bahwa Barak akan mengembalikan 90 persen wilayah. Apa yang diabaikan adalah bahwa 90 persen merupakan nilai yang Israel tidak pernah akan kembalikan. Yerusalem Raya pastinya adalah 30 persen Tepi Barat; pemukiman besar yang harus dianeksasi adalah 15 persen lagi; jalan-jalan militer di wilayah-wilayah itu belum diputuskan. Jadi setelah semua ini dideduksikan, 90 persen sama sekali bukan jumlah yang banyak.

Mengenai Yerusalem, konsesi Israel pada prinsipnya adalah mereka konon berkeinginan untuk membahasnya dan mungkin, cuma mungkin, menawarkan pembagian otoritas yang sama atas Haram asy-Syarif. Kemunafikan yang mengejutkan dari persoalan ini adalah bahwa seluruh Yerusalem Barat (mayoritasnya Arab pada 1948) telah disepakati oleh Arafat, plus sebagian besar Yerusalem Timur yang diperluas. Sebuah rincian yang lebih jauh: orang-orang Palestina yang menembakkan senjata-senjata kecil mereka ke Gilo secara rutin dibuat seakan-akan seperti kekerasan yang tak ada pemicunya, sementara tak ada seorang pun yang menyebutkan bahwa Gilo itu sendiri berdiri di atas tanah yang dirampas dari Beit Jala, tempat dimana tembakan itu berasal. Di samping itu, Beit Jala secara membabi-buta terus dihujani rudal oleh helikopter Israel untuk menghancurkan rumah-rumah penduduk sipil.

Saya melakukan sebuah survei terhadap suratkabar-suratkabar utama. Beberapa kali sejak 28 September, terdapat setidaknya antara satu hingga tiga artikel rata-rata setiap harinya di New York Times, Washington Post, Wall Street Journal, Los Angeles Times, dan Boston Globe. Dengan pengecualian, mungkin, sekitar tiga artikel yang ditulis dari sudut pandang pro-Palestina di Los Angeles Times, dan dua lainnya (satu ditulis oleh seorang pengacara Israel, Alegra Pacheco, dan yang lainnya oleh jurnalis liberal pro-Oslo asal Yordania, Rami Khoury) di New York Times, seluruh artikel yang diterbitkan—termasuk yang ditulis para kolumnis reguler seperti Friedman, William Safire, Charles Krauthammer, dan yang serupa dengan mereka—berposisi mendukung Israel, proses perdamaian yang disponsori AS, dan ide bahwa kekerasan Palestina, kurangnya kerja sama Arafat, dan fundamentalisme Islam adalah yang patut dipersalahkan. Para penulis yang dimaksud, semuanya, merupakan mantan pejabat militer dan sipil AS, pejabat dan apologis Israel, para spesialis dan ahli, serta pejabat-pejabat lobi dan organisasi pro-Israel. Dengan kata lain, peliputan media arus utama telah benar-benar berasumsi bahwa pandangan Palestina atau Arab atau Muslim mengenai persoalan-persoalan seperti taktik teror Israel terhadap penduduk sipil, kolonialisme pemukiman, dan pendudukan militer sama sekali tidak ada, atau tidak berharga untuk didengar. Hal ini terjadi bukan tanpa preseden dalam catatan jurnalisme AS, dan merupakan sebuah refleksi langsung dari pola pikir Zionis yang menjadikan Israel sebagai norma dalam perilaku manusia, yang dengan begitu mengenyampingkan pertimbangan yang setara dari eksistensi 300 juta Arab dan 1,2 milyar Muslim.

Pola pikir yang sudah saya gambarkan sungguh mengerikan dalam kesembronoannya dan, jika hal itu bukan sebuah distorsi realitas secara praktis dan juga aktual, orang bisa dengan sangat mudah berbicara tentang sebuah bentuk gangguan kejiwaan. Dan ia sangat bersesuaian dengan kebijakan resmi Israel dalam berhadapan dengan Palestina, bukan sebagai bangsa dengan sejarah tentang perampasan hak milik dimana dalam sebagian besar kasus Israel bertanggung secara langsung, tetapi sebagai suatu gangguan periodik bagi mereka yang memandang kekuatan, dan bukan pemahaman serta akomodasi penuh, sebagai satu-satunya respon yang mungkin. Segala sesuatu selain itu jelas tidak pernah terlintas dalam pikiran. Ketidakpedulian yang luar biasa ini diperparah di Amerika Serikat karena Arab dan Muslim jarang dipedulikan kecuali sebatas (seperti yang sudah saya tulis sebelumnya) menjadi objek setiap politikus yang berambisi tinggi. Beberapa hari yang lalu, Hillary Clinton mengumumkan, dengan sebuah isyarat kemunafikan yang sangat menjijikkan, bahwa dia telah mengembalikan donasi sebesar $50,000 dari sebuah kelompok Muslim-Amerika karena, Hillary berkata, mereka mendukung terorisme; hal ini sesungguhnya adalah sebuah dusta yang luar biasa, karena kelompok yang dipersoalkan hanya mengatakan bahwa mereka mendukung resistensi bangsa Palestina terhadap Israel selama periode-periode krisis, dan dengan sendirinya bukanlah posisi yang problematik tetapi tetap dipandang kriminal di dalam sistem Amerika hanya karena Zionisme yang totaliter menuntut semua—dan lebih jelasnya saya bermaksud “setiap”—kritik terhadap apa yang Israel lakukan tidak dapat ditoleransi dan termasuk ke dalam kategori anti-Semitisme. Dan hal ini terjadi meski faktanya (kembali dalam maknanya yang paling jelas) seluruh dunia mengecam kebijakan-kebijakan pendudukan militer Israel, kekejaman yang tak sebanding, dan pengepungan bangsa Palestina. Di Amerika, anda harus menahan diri untuk tidak melancarkan kritik apa pun terhadap Israel jika anda tidak ingin didakwa sebagai seorang anti-Semit yang meniscayakan penghinaan yang brutal.

Keanehan lebih lanjut dari Zionisme Amerika, yang merupakan sebuah sistem pemikiran antitesis dan distorsi gaya Orwellian, adalah bahwa tidak diizinkan untuk berbicara tentang kekejaman Yahudi, atau tindakan-tindakan Yahudi yang berkaitan dengan Israel, meskipun segala yang dilakukan Israel dilakukan atas nama Yahudi, untuk, dan oleh negara Yahudi. Fakta bahwa negara seperti itu (Israel) secara istilah tidaklah cocok, karena hampir 20 persen populasinya bukanlah Yahudi, tidak pernah disampaikan kepada publik dan hal ini juga bertanggung jawab terhadap kesenjangan yang luar biasa, dan memang disengaja, antara apa yang media sebut sebagai “Arab Israel” dengan “Palestina”: mungkin tak seorang pembaca atau pemirsa pun tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang sama, yang dalam kenyataannya dipisahkan oleh kebijakan Zionis, atau bahwa kedua komunitas itu merepresentasikan akibat dari kebijakan Israel—kasus apartheid di satu sisi, dan pendudukan militer serta pembersihan etnis di sisi lain.

Ringkasnya, Zionisme Amerika telah menciptakan setiap diskusi publik yang serius mengenai Israel, penerima bantuan asing AS terbesar yang pernah ada, baik masa lalunya maupun masa depannya, sebuah tabu yang tidak boleh dilanggar dalam situasi apa pun. Untuk menyatakan hal ini secara jelas sebagai tabu terakhir di dalam diskursus Amerika akan dipandang sebagai suatu pernyataan yang dibesar-besarkan. Aborsi, homoseksualitas, hukuman mati, bahkan anggaran militer yang suci itu telah dibicarakan dengan bebas (meski selalu harus berada di dalam batas). Bendera Amerika bisa saja dibakar di muka umum, sementara kesinambungan sistematis perlakuan Israel selama 52 tahun terhadap Palestina hampir tak terbayangkan, sebuah kisah yang tidak boleh muncul ke hadapan publik.

Konsensus ini hingga batas-batas tertentu mungkin dapat ditoleransi selama tidak menjadikan dehumanisasi yang terus berlangsung terhadap orang-orang Palestina itu sebagai sesuatu yang bermoral. Tidak pernah ada bangsa di dunia pada hari ini yang pembunuhan terhadap mereka di layar-layar televisi dipandang oleh mayoritas pemirsa Amerika untuk diterima sebagai sebuah hukuman yang wajar. Inilah yang menimpa Palestina yang kematian warganya sehari-harinya dipersepsikan di bawah judul “kekerasan dua pihak”, seolah-olah batu dan katapel anak-anak muda itu, yang lelah dengan ketidakadilan dan penindasan, merupakan kekerasan yang lebih utama alih-alih resistensi mereka yang berani terhadap perendahan nasib yang ditakar kepada mereka, bukan hanya oleh para prajurit Israeli dengan senjata buatan Amerika tetapi juga oleh sebuah “proses damai” yang dirancang untuk memenjarakan mereka di dalam Bantustan[5] dan tempat-tempat penampungan yang hanya cocok untuk binatang.

Bahwa para pendukung Israel di Amerika selama tujuh tahun merencanakan demi menghasilkan suatu dokumen yang utamanya didesain untuk memenjarakan banyak orang layaknya para pesakitan dalam sebuah tempat rehabilitasi atau penjara, adalah sebuah kejahatan yang nyata. Dan bahwa ini bisa disamarkan sebagai perdamaian alih-alih sebagai kebinasaan yang memang terjadi selama ini telah melampaui kemampuan saya untuk memahami atau cukup menggambarkannya sebagai sesuatu yang tidak lain daripada kebejatan yang tanpa batas. Hal terburuk dari semua ini adalah begitu tebalnya dinding yang membatasi wacana tentang Israel di Amerika, bahwa tidak ada pertanyaan yang dapat diajukan kepada pikiran mereka yang menghasilkan Oslo dan bahwa selama tujuh tahun rencana mereka disamarkan kepada dunia sebagai “perdamaian”. Nyaris tidak ada orang yang mengetahui manakah yang lebih jahat: mentalitas yang berpikir bahwa Palestina bukan entitas yang berhak untuk mengekspresikan perasaan ketidakadilan mereka (mereka terlalu rendah bagi hal itu) ataukah mentalitas yang terus merencanakan perbudakan atas mereka?

Apakah seluruh hal tersebut sudah cukup buruk? Namun, status kita yang menyedihkan terkait Zionisme Amerika semakin diperparah oleh tidak adanya institusi di sini atau di dunia Arab yang siap dan mampu menghasilkan sebuah alternatif. Saya cemas bahwa peliputan seputar batu yang dilemparkan para pengunjuk rasa di Bethlehem, Gaza, Ramallah, Nablus, dan Hebron tidak cukup terefleksikan di dalam kepemimpinan Palestina yang serba ragu, tidak mampu untuk mundur ataupun bergerak maju. Dan ini adalah kemalangan yang terakhir.[]



[1] Dimuat sebagai artikel berseri di Al-Ahram Weekly, 21-27 September, 2-8 November, Edisi No. 500-506.

[2] Edward Said (1935-2003) adalah teoritikus sastra Amerika-Palestina. Ia lahir dari keluarga Palestina Protestan. Posisi terakhirnya adalah Gurubesar Kesusastraan Inggris dan Komparatif pada Universitas Colombia, dan dipandang sebagai salah satu figur pelopor dalam teori posmodernisme. Dalam dunia Islam dan Ketimuran, Said dikenal sebagai salah seorang yang pertama menjelaskan dan mengkritik “Orientalisme”. Selain itu, ia juga populer sebagai aktivis pembela hak-hak bangsa Palestina. Awalnya, Said mendukung “solusi dua negara” dan masuk ke dalam Palestinian National Council (PNC) sebagai salah seorang anggotanya. Menjelang penandatanganan Kesepakatan Oslo 1993, Said mengundurkan diri dari PNC karena merasa Oslo sebagai pengkhianatan atas bangsa Palestina dan tidak akan pernah menghasilkan berdirinya negara Palestina yang berdaulat. Secara khusus, ia menyebut Yasser Arafat telah menjual “hak pulang” bangsa Palestina ke tanah air mereka. Akhirnya, ia mendukung “solusi satu negara” di tanah historis Palestina, dimana warganya, baik Yahudi, Arab, maupun lainnya, bisa hidup damai dan menikmati kesetaraan hak. Karena Leukemia kronis, Edward Said wafat pada 25 September 2003 di New York City pada usia 67 tahun. Pada 2006, seorang antropologis, David Price, berhasil membongkar kumpulan dokumen Biro Penyelidik Federal FBI, yang 147 halaman di antaranya berkaitan dengan Said. Sejak 1971, Said ternyata diawasi dan dimata-matai FBI dengan kode “IS Middle East” (IS= Israel).

[3] Moshe Dayan (1915-1981) adalah panglima militer tersukses dalam sejarah negara Israel. Ia menjadi simbol peperangan Israel.

[4] Meir David Kahane (1932-1990) adalah Rabbi Amerika-Israel yang berpandangan rasialis. Ia menyerukan berdirinya negara teokratik Israel Raya karena memandang bahwa bangsa Palestina tidak pernah eksis dalam sejarah.

[5] Bantustan adalah istilah yang merujuk kepada wilayah-wilayah yang ditetapkan bagi penduduk kulit hitam di Afrika Selatan sebagai bagian dari kebijakan apartheid rezim ANC.
Powered by Qumana

Benarkah Palestina Tanah Yang Dijanjikan Tuhan untuk Bangsa Yahudi?

Q: Di dalam Bibel, Tuhan telah menjanjikan tanah Palestina (Tanah yang Dijanjikan) kepada keturunan Ibrahim as dari Ishaq as (bangsa Yahudi), maka mengapa bangsa Palestina mengingkari janji Yang Mahakuasa?
A: Argumen seperti ini sarat dengan kelemahan. Mungkin akan lebih efektif untuk menjawab pertanyaan di atas dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
• Siapakah bangsa Yahudi itu? Apakah bangsa Yahudi berhubungan dengan ras atau agama Judaisme? Inilah pertanyaan yang paling sulit dijawab komunitas Yahudi di seluruh dunia.
• Tahukah anda, bahwa hukum di Israel memberikan status kewarganegaraan secara otomatis kepada banyak orang dari berbagai belahan dunia yang masuk agama Judaisme, sementara suku-suku Yahudi di Yaman, Palestina, dan Iraq yang telah memeluk Islam dan Kristen tidak diperbolehkan menjadi warga negara Israel? Padahal, bukankah mereka juga keturunan Ibrahim as dari Ishaq as?
• Untuk sejenak, mari kita bayangkan orang-orang Palestina secara massal berpindah agama dengan memeluk Judaisme, lantas apakah hal ini akan mengakhiri konflik Israel-Palestina? Atau dapatkah anda membayangkan pemerintah Zionis-Israel mau merevisi definisinya tentang “SIAPAKAH YAHUDI” itu?
• Tahukah anda, bahwa setengah dari jumlah orang Rusia yang berimigrasi ke Palestina pada awal Abad ke-20 menjadi “Yahudi” hanya karena dulu ibu-ibu mereka berpindah agama dengan memeluk Judaisme? Apakah anda masih percaya bahwa orang-orang ini berhak memiliki “Tanah Yang Dijanjikan” atas dasar janji Tuhan di dalam Bibel tersebut?
• Tahukah anda, bahwa “Tanah Yang Dijanjikan” di dalam Bibel mencakup wilayah-wilayah dari Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Eufrat di Iraq? Apakah ini bermakna bahwa Israel di masa depan akan mencaplok negara-negara seperti Jordan, Syria, Lebanon, Mesir, dan bagian Selatan Turki? Apakah hal ini bisa menjelaskan mengapa Israel hingga kini tidak pernah menetapkan batas-batas negaranya?
• Akhirnya, mari kita berasumsi bahwa Tuhan memang membuat janji tersebut di dalam Bibel, maka pertanyaannya adalah mungkinkah Tuhan, dalam satu titik sejarah, telah membuat sebuah janji yang rasis?
Pendek kata, tidak akan ada peradaban yang akan langgeng jika ia didasarkan atas eksklusivitas, alih-alih inklusivitas. Dan Israel hanyalah sebuah penggalan sejarah yang singkat.

Neturei Karta:Kelompok Yahudi yang 

Menolak Zionisme

anti-zionis
naturei-kartaKelompok Yahudi Neturei Karta yang berpusat di AS selama ini dikenal sebagai duri dalam daging bagi gerakan Zionisme Internasional. Walau sama-sama berdarah Yahudi, namun orientasi perjuangan antara Neturei Karta dengan Zionis-Israel amat berbeda. Jika Zionis-Israel mengagungkan dan menyucikan Talmud, maka kelompok Yahudi Ortodoks menuding bahwa Talmud adalah kitab iblis yang telah ‘mencemari kesucian’ Taurat yang diturunkan Tuhan kepada Musa.
http://www.akhirzaman.info/yahudi/133-anti-zionis/1802-neturei-karta-kelompok-yahudi-yang-menolak-zionisme-.html?fontstyle=f-smaller
Zionisme adalah sebuah gerakan kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali lagi ke Zion, bukit di mana kota Yerusalem berdiri. Gerakan yang muncul di abad ke-19 ini semula ingin mendirikan sebuah negara Yahudi di Afrika kemudian berubah di tanah Palestina yang kala itu dikuasai Kekaisaran Ottoman (Khalifah Ustmaniah) Turki.

naturei-karta1Zionisme merupakan gerakan Yahudi Internasional. Istilah zionis pertama kali dipakai oleh perintis kebudayaan Yahudi, Mathias Acher (1864-1937), dan gerakan ini diorganisasi oleh beberapa tokoh Yahudi antara lain Dr. Theodor Herzl dan Dr. Chaim Weizmann. Dr. Theodor Herzl menyusun doktrin Zionisme sejak 1882 yang kemudian disistematisasikan dalam bukunya "Der Judenstaat" (Negara Yahudi) (1896). Doktrin ini dikonkritkan melalui Kongres Zionis Sedunia pertama di Basel, Swiss, tahun 1897. Setelah berdirinya negara Israel pada tanggal 15 Mei 1948, maka tujuan kaum zionis berubah menjadi pembela negara baru ini.

Rapat Dewan Umum PBB mengeluarkan Resolusi 3379 tanggal 10 Desember 1975, yang menyamakan Zionisme dengan diskriminasi rasial. Akan tetapi pada 16 Desember 1991, resolusi tersebut dicabut kembali.

Secara berkala, Kelompok Yahudi Neturei Karta melakukan aksi unjuk rasa di seluruh dunia, terutama di Yerusalem, Inggris, dan AS, dan mensosialisasikan bahwa kaum Yahudi telah ditakdirkan Tuhan untuk diaspora dan tidak memiliki negara. “Kami tidak setuju dengan pembentukan negara Israel. Kaum Zionis telah memperkosa Yudaisme dan menungganginya untuk ambisi politik. Yudaisme tidak mengenal Talmud dan negara Israel!” tegas Rabi Yisroil Dovid Weiss, Juru Bicara Neturei Karta AS.

naturei-karta-arafatPada 24 Juli lalu, kelompok ini lagi-lagi menggelar aksi unjuk rasa. Kali ini bertepatan dengan hari kesembilan bulan Av—yang dianggap sebagai hari terkelam dalam perjalanan bangsa Yahudi di mana orang-orang Yahudi meyakini ribuan tahun silam Kuil Sulaiman telah dihancurkan oleh mush-musuh Tuhan. Ribuan kaum Yahudi Ortodoks menggelar aksi di depan Konsulat Israel di New York AS.

Juru Bicara Neturei Karta lagi-lagi dengan lantang menyerukan agar kaum Yahudi AS khususnya dan Yahudi seluruh dunia umumnya tidak lagi mendukung keberadaan negara Zionis-Israel. “Hapuskan Israel dari muka bumi!” demikian teriak mereka. Neturei Karta juga membuat situs yang memuat seluruh aksi-aksi mereka. Silakan lihat di http://www.nkusa.org.

Patut diketahui, ketika Presiden Iran dalam satu acara di Teheran menyampaikan pidato dan dengan lantang mengatakan agar dunia menghapus Israel dari peta bumi, maka kelompok Neturei Karta dengan respon yang sangat cepat mengamininya dan bergandengan tangan dengan seluruh aktivis kemanusiaan dunia untuk bersama-sama berjuang menghilangkan eksistensi negara Israel dari muka bumi sampai hari akhir.
Sumber: http://ainuttijar.blogspot.com/

Rezim Zionis dalam Perang 33 Hari

Mengalami Pukulan dan Kekalahan Telak

Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hasan Nasrullah menegaskan bahwa Rezim Zionis dalam perang 33 hari tahun 2006 yang lalu mengalami pukulan dan kekalahan telak dan sangat memalukan.

Sayid Hasan Nasrullah pada Rabu malam lalu (18/72012) ketika berpidato pada peringatan tahun ke-6 kemenangan Hizbullah dalam perang 33 hari memgemukakan, “Dalam peringatan tahun ke-6 setelah perang 33 hari ini, Israel masih merasa shock akibat kekalahan yang mereka terima dalam perang tersebut. Banyak orang Israel yang mengadakan konferensi-konferensi, menulis berbagai artikel dan menghadiri banyak pertemuan yang juga dihadiri para pejabat tinggi Zionis untuk membahas kekalahan tersebut. Cukup buat kami ketika Meir Dagan, ketua Mossad, yang ketika perang menyatakan bahwa perang ini merupakan sebuah musibah bagi Israel, dan Israel menerima pukulan yang sangat berat, atau ketika Dan Meridor yang waktu itu menjabat sebagai ketua Komite Pembaruan Perspektif Keamanan Nasional Israel, dia menyampaikan bahwa Israel sampai sekarang belum pernah menyaksikan hal seperti ini dan belum pernah merasa malu sedemikian rupa.”

Ia menambahkan, “Mereka sekarang berada dalam rawa lumpur, meski begitu mereka tetap saja bermimpi meraih prestasi untuk diri mereka, mereka mengadakan tipu muslihat dan berkoar-koar tentang keberhasilan besar yang sudah mereka raih pada perang Tammuz. Dalam rapat keamanan pada 14 juli, mereka mengaku memiliki informasi terperinci dan sangat penting juga mengetahui posisi landasan-landasan peluncuran rudal Hizbullah dan rudal-rudal buatan Iran. Menteri Pertahanan Israel mengatakan bahwa semua landasan peluncuran rudal Hizbullah sudah diketahui posisinya, mereka menyatakan bahwa jika untuk memulai operasi disetujui, maka perang akan segera berahir dan tulang punggung Hizbullah pasti akan patah. Mereka membayangkan bahwa operasi tersebut akan mengejutkan Hizbullah, dan Hizbullah tidak akan lagi mampu meluncurkan rudal-rudal mereka. Satu jam setelah disetujuinya perang, 40 pesawat tempur mereka memulai serangan dan menarget lebih dari 40 tempat, mereka melakukan operasinya dalam waktu 34 menit, kemudian Halutz menghubungi Olmert dan mengatakan bahwa Israel menang dalam pertempuran dan perang telah selesai.”

Sekjen Hizbullah menegaskan, “Pada hari kedua, Shimon Peres mengatakan bahwa Israel menang perang dan Sekjen Hizbullah melarikan diri ke Damaskus, padahal saat itu saya berada di Dhahiyah, para petinggi Israel setelah itu berusaha menyusun strategi keamanan yang meluas, mengumpulkan infomasi dan mengadakan manuver serta menggelontorkan anggaran sangat besar guna meraih sebuah kesuksesan yang diinginkan, situasi saat itu mereka anggap seperti tahun 1967, Halutz dalam langkahnya itu mengklaim bahwa 60 sampai 70 persen kekuatan rudal Hizbullah telah berhasil dijadikan target.”

Nasrullah mengatakan, “Kenyataan bahwa selalu tersadar, terjaga dan hidupnya Muqawamah ini menunjukkan bahwa otak sang direktur dan manajemen sistem pertahanan gerakan tersebut itu paham akan gerak-gerik pihak musuh berkaitan sistem rudal penghancur milik mereka, Cuma saja Muqawamah tidak mengungkapkan tentang hal itu, Muqawamah sengaja memantau gerak-gerik mereka dan bahkan ‘membantu’ mereka dalam mengumpulkan informasi, dalam salah satu kesempatan, pemimpin dan otaknya mereka, Syahid Imad Mugniya bersama saudara-saudara lainnya memberikan hantaman yang cukup kepada Israel, dan Syahid Mugnioya selalu memikirkan akan hal itu, bahwa dalam setiap peperangan, Muqawamahlah yang harus memberikan hantaman lebih dulu kepada Israel.”

Sekjen Hizbullah Lebanon itu menambahkan, “Kesuksesan pertahanan pertama yang diraih Muqawamah (Gerakan perlawanan) adalah, Hizbullah tahu bahwa Zionis telah mengetahui posisi sistem rudal kami, kemudian kesuksesan kedua adalah Muqawamah berhasil memindahkan sistem rudal tersebut dari tempat itu tanpa sepengetahuan Zionis, makanya Zionis menghujani banyak kawasan tadi dengan rudal seakan-akan rudal-rudal kami memang ada di situ, padahal semua rudal sudah dipindahkan ke tempat lain, sejak itulah Muqawamah memulai perlawanannya terhadap Zionis selama 33 hari, sampai-sampai Muqawamahpun telah siap untuk menarget Telaviz.

Sayid Hasan Nasrullah melanjutkan, “Operasi ‘Kekuatan Husus’ Zionis yang menggunakan kekuatan udara husus yang mereka bangga-banggakan itu, oleh kami beri nama ‘Operasi Ilusi Husus’ dan ‘Operasi Jatuh ke Perangkap Muqawamah’. Dan 70-80 persen kekuatan Muqawamah sampai hari terahir sudah siap siaga di medan perang untuk bertempur dan melanjutkan perlawanan.”

Nasrullah menekankan, “Jika kami merasa cukup dengan jumlah rudal yang sudah ada, saat itu kamipun mampu menembakkan lebih banyak rudal di lapangan, namun kami juga mempertimbangkan faktor waktu, dan bombandir yang kami lakukan itu pada asumsi bahwa perang sedang berlangsung. Pada perang hari kedua, saat Zionis menerima kenyataan, Halutz memasuki Komite Pertahanan untuk menyampaikan kondisi dan mengatakan, ‘sepertinya kita telah mamasuki peperangan yang berkepanjangan yang akan berlangsung selama berminggu-minggu, dalam hal ini Perez tidak sanggup memberi penjelasan dan pertanggung jawaban,’ dan memang sampai sekarangpun dia tidak bisa berkata apa-apa.”

Jika Israel menyerang maka mereka akan menerima

kejutan dari Hizbullah

Sekjen Hizbullah menyatakan, “Kami tahu dan memahami bagaimana situasi Lebanon, yang mana banyak orang mengharapkan terjadinya bentrokan, peperangan dan kekacauan di sini, itu memang hak mereka, namun yakinlah, di segala macam keributan dan kekacauan, di situ juga akan selalu ada sebuah perlawanan, para pejuang Muqawamah siang dan malam selalu siaga untuk bertempur dan berjuang melawan musuh serta membela dan menjaga negara, dalam jalannya itu, sama sekali tidak ada sesuatupun yang mampu melalaikan mereka dari tugasnya, saat ini kami juga mengetahui bahwa musuh sedang berusaha mengumpulkan informasi tentang kami, dan mereka sendirilah yang menyiapkan diri untuk menerima tamparan pertama kalinya, sebagaimana perang-perang sebelumnya yang sudah kita saksikan.”

Ia menambahkan, “Saya harap Zionis memperhatikan poin ini, dan saya katakan kepada mereka bahwa kwalitas kekuatan kalian itu cuma kekuatan kosong dan ilusi, kami sangat mengetahui bahwa di setiap peperangan yang mungkin saja terjadi di kemudian hari, pasti kalianlah yang pertama kali memulai menyerang, namun ketahuilah, saat itu juga kalian akan langsung dikejutkan oleh Muqawamah.”

Sayid Hasan Nasrullah menegaskan, “Kami berjanji pada Zionis bahwa kami akan mencengangkan mereka, namun kami berharap kepada anda semua dan negara-negara kawasan supaya yakin akan kemampuan tinggi dan kecerdasan serta ketajaman pikiran yang dimiliki Muqawamah. Ketahuilah, di Lebanon, di dunia Arab, di dunia Islam dan di kawasan ini kami memiliki otak, pikiran, hati, keinginan, harapan dan kemampuan yang sangat luar biasa yang dengan itu semua kami akan mampu memprogram, mengatur strategi dan mengadakan perlawanan, kemudian pada ahirnya kita akan meraih kemenangan, nasib dan masa depan kita akan bertolak belakang dengan seperti apa yang diusahakan dan diinginkan oleh sebagian rezim-rezim dan para penulis Arab juga media, mereka memberikan sugesti pada kita bahwa Zionis itu sangat kuat dan tidak terkalahkan. Pada perang Juni, kemudian di perang kawasan Gaza merupakan pesan paling penting yang sudah tersebar, begitulah, bahwa takdir kita adalah menang dan tak terkalahkan. Sebagaimana kemenangan yang sudah kita raih di tahun 2000 dan 2006, kita juga akan meraih kemenangan yang lebih besar lagi di setiap peperangan berikutnya.”

Sekjen Hizbullah Lebanon dalam kelanjutan pidatonya pada acara peringatan keenam kemenangan dalam perang 33 hari itu, berkaitan dengan sangsi Amerika baru-baru ini atas Iran, beliau menekankan bahwa AS dan barat telah melakukan segala yang mereka mampu untuk melawan Iran, namun Iran saat ini telah seratus kali lipat lebih kuat dari tiga puluh tahun yang lalu dan kekuatan mereka akan terus dan terus bertambah.”

Ia menambahkan, “Mereka mengembargo Iran, namun ternyata Iran malah lebih kuat, Iran adalah negara besar, dari segi sumber daya manusia, para ahli dan fasilitas materi mereka itu sangat kaya.”

Sekjen Hizbullah melanjutkan, “Beberapa tahun terahir Israel berusaha mengembargo Iran dan meneror para komandan militer serta mengadakan ledakan-ledakan yang ditujukan pada masyarakat, puluhan chanel parabola berbahasa persi berusaha memprovokasi masyarakat Iran supaya melawan pemimpin mereka, mereka memprovokasi banyak orang untuk turun ke jalan-jalan Tehran, namun dalam usaha kerusuhannya itu mereka tidak berhasil sama sekali.”

Sayid Hasan Nasrullah berkenaan dengan situasi di Suriah saat ini mengatakan, bahwa Suriah tidak hanya menyokong bantuan biaya untuk mendukung perjuangan Palestina dan Lebanon, bahkan atas jasa senjata-senjata buatan negara ini yang diberikan kepada para pejuanglah, para pejuang Palestina dan Lebanon berhasil meraih kemenangan, baik di Lebanon maupun di Gaza, dan rezim Zionis sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa.

Beliau menegaskan, “Pada saat rezim-rezim Arab gemar menimbun harta, Presiden Suriah Bashir Asad dan para martir komandan seperti Assef Shawkat, Daud Rajiha dan Hasan Turkmani, mereka semualah yang membantu dan mendukung perjuangan Palestina dan Lebanon.”

Sekjen Hizbullah kembali menegaskan, bahwa para komandan besar tersebut sangat berjasa besar terhadap Muqawamah, dan atas tragedi besar (yang menimpa Suriah), kami ikut bersimpati dan berbela sungkawa bersama dengan para komandan, para tentara dan masyarakat Suriah. Kami tegaskan, bahwa aksi ini hanya akan menguntungkan musuh, para syuhada tersebut adalah teman-teman dekat Muqawamah yang selalu berdiri melawan sang musuh besar Zionis.

Sayid Hasan Nasrullah mengatakan, “Kami yakin pasukan Suriah masih punya banyak komandan besar seperti para komandan yang telah syahid yang akan menggantikan mereka, sehingga mereka akan merubah harapan para musuh menjadi keputusasaan.”

Sayid Hasan Nasrullah dalam pidatonya pada peringatan tahun keenam kemenangan Muqawamah dalam perang 33 hari melawan Israel ketika menyerang Lebanon di musim panas tahun 2006 itu mengatakan, “Perang telah usai, dan sekarang saya akan memasuki poin kedua, orang-orang Israel dan Amerika sudah mengevaluasi peperangan dan telah megambil pelajaran, dan kita telah mamasuki babak baru. Tujuan dikobarkannya perang 33 hari adalah, memerangi Muqawamah yang di Lebanon supaya gerakan asli bisa dikalahkan, sehingga poros perlawanan yang ada di kawasan dengan mudah dimusnahkan, diantara dunia Arab yang masih berkomitmen dengan masalah Palestina dan perjuangan perebutan kembali tanah Arab, yaitu poros Iran dan Suriah hingga pergerakan-pergerakan perlawanan di Lebanon dan Palestina, namun kebanyakan dari rezim-rezim kawasan malah berada pada poros lain dan berharap supaya masyarakat Palestina melupakan masalah mereka. Sebenarnya yang mereka inginkan adalah lenyapnya poros awal dan gerakan pertama, yaitu lenyapnya Muqawamah di Lebanon, kalau Muqawamah di Lebanon sudah dikalahkan, maka peperanagn akan berlanjut ke Suriah, dengan alasan bahwa Suriah merupakan pendukung penuh Muqawamah, kemudian rencana mereka yang kedua adalah, menggulingkan pemerintahan Bashar Asad dan menghancurkan Suriah serta menundukkannya di hadapan proyek AS dan Israel. Namun kemenangan Muqawamah telah berhasil mencelupkan rencana mereka ke dalam air, karena pada hari-hari ahir peperangan, Israel berusaha untuk mencari solusi, dan pada waktu itu Perez meminta petunjuk kepada Dewan Arab yang ada di New York, Israel telah melalui semua ketentuan, dan satu-satunya yang bisa disetujui adalah Resolusi 1701, yaitu mengutuk Muqawamah, lalu prestasi apa yang didapat Israel dari perang tersebut?.”

Sayid Hasan Nasrullah mengatakan, “Saya katakan pada anda semua, jika di Lebanon terdapat solidaritas politik nasional dan politik saling ketergantungan, dan jika di Lebanon ‘belati-belati itu di sarungkan pada wadahnya bukannya di punggung kami’, maka di hari-hari ahir, kita akan mampu memperoleh banyak keuntungan dari hal negosiasi, namun sebagian kalangan yang berkecampung dalam ranah perpolitikan internal Lebanon ada yang mendukung Israel supaya rezim itu terbebas dari jalan buntu.”
Ia mengatakan, “Seorang pemuda yang tidak takut terhadap pesawat F-6 nya Israel dan menetap di Lebanon Selatan yang hatinya sama sekali tidak gemetar, itulah strategi pertahanan yang tepat. Shimon Peres berkaitan resolusi gencatan senjata 1701 mengatakan, ‘Israel tidak punya solusi lain kecuali menghentikan peperangan’, dan Cuma itulah prestasi paling baik yang dipunya Israel.”

Sayid Hasan Nasrullah menambahkan, “Orang-orang Israel memasuki tahap kedua, mereka menuju Gaza, di Gaza , meskipun bereka berhasil menyusun rencana, namun As dan Israel tidak berhasil sempurna mengoperasikannya, bahkan mereka telah memilih banyak konspirasi cadangan untuk Gaza, itu karena mereka telah mgambil pelajaran dari kenyataan perang 33 hari. Bagi mereka, Hizbullah di Lebanon merupakan sebuah problem yang sangat mendasar, sampai-sampai pembombandiran udara tidak cukup bisa menghentikan peperangan. Kemudian yang kedua adalah, operasi darat juga sangat berbahaya dan merupakan kenekatan besar. Beberapa hari sebelum dimulainya perang, Olmert mengatakan bahwa, setiap bentuk operasi darat di Lebanon kalau sampai maju lebih dari tiga kilometer, maka itu adalah kekonyolan, Shimon Peres dalam Komite Winugrad mengatakan, ‘Karena peperangan ini berlansung dari jarak jauh, maka tidak mungkin setiap pemuda umur 16 tahun bisa diburu dengan pesawat F-16 seratus jutaan dolar, pada ahirnya mereka memilih rudal anti pesawat, Peres juga mengatakan bahwa, tidak mungkin bagi kita untuk membawa tank-tank Markaway untuk sampai pada semua parit Hizbullah’.”

Sayid hasan Nasrullah dalam pidatonya di Lebanon Selatan itu, dengan menyinggung secara implisit tentang media invasi maupun non-media dari sebagian pasukan 14 Maret yang melawan Hizbullah, mengatakan, “Ketegangan intern yang terjadi di Lebanon itu mempunyai alasan, dan dalam hal ini para media punya andil, saya tidak mau membahas tentang media massa mereka, namun hendaklah mereka itu tahu akan tugas nasionalnya dan bertindak sesuai dengan itu.”

Sekjen Hizbullah seraya berharap kepada seluruh masyarakat Lebanon, hususnya para pendukung Muqawamah untuk bersabar dan tahan terhadap invasi politik, ia mengatakan,”Kita telah banyak mendengar penghinaan, namun itu tidak jadi masalah ketika pengalaman membuktikan bahwa darah kita dan anak-anak kita telah kita korbankan demi kemulyaan dan stabilitas negara, maka tidak masalah kalau kita tidak merespon pernyataan-pernyataan provokatif itu, ada orang-orang tertentu yang ingin menimbulkan konflik diantara anda sekalian, ada orang-orang yang ingin menimbulkan kerusuhan di Lebanon.”

Sekjen Hizbullah menegaskan, “Saat ini mereka tidak menginginkan adanya kebebasan di Suriah, begitu juga di Lebanon, saya harap anda semua lebih bersabar dan selalu disiplin, ada orang-orang yang berusaha untuk memecah belah masyarakat kita, mereka menciptakan konflik-konflik kelompok, kesukuan dan keagamaan, dan konflik-konflik tersebut bukanlah sesuatu yang kebetulan, bukan dikarenakan masyarakat miskin atau karena arus listrik terputus, tapi itu semua karena ada orang-orang yang membayar supaya negara kita ini seperti itu.”

Sayid Hasan Nasrullah menambahkan, “Namun dengan segala daya, kita berkomitmen untuk tidak bereaksi, kita semua tahu kalau kita tidaklah lemah, namun kita lebih mengutamakan perdamain nasional, terutama dalam tema Syiah dan Sunnah.”

Ia memaparkan, “Wahai semua yang pro-militer, wahai pemerintah Lebanon, kalau kita ingin mempunyai militer yang kuat, maka kita harus berada pada posisi yang kuat, kita tidak perlu takut kepada Amerika dan para jenderal Amerika, saat itulah kita akan bisa membentuk militer yang tangguh, tetapi jika masih saja ada senjata Amerika, dan ternyata amunisinya berada di pihak Amerika, itu berarti kwalitas militer kita masih sama seperti pasukan anti-huru hara”

Sekjen Hizbullah seraya menyinggung bahwa, AS tidak akan pernah mau memberikan senjata canggih kepada Lebanon, hal itu supaya Lebanon tidak perang dengan Israel. Beliau mengatakan, “Kami tidak butuh senjatanya Amerika, dan tidak akan pernah mengulurkan tangan kepada mereka, mereka itu tidak ingin militer kita menjadi kuat, dan mereka memang tidak ingin memasok senjata ke Lebanon. Iran bilang bahwa mereka akan menghadiahi senjata kepada militer Lebanon, atau menjualnya dengan harga yang sangat murah, itu berarti Iran lah yang ingin supaya militer Lebanon itu menjadi kuat.”

Nasrullah menekankan, “Perihal situasi Lebanon terhadap ancaman dalam dan luar, perlu dikatakan bahwa terdapat konsensus nasional tentang penguatan militer Lebanon sebagai institusi pertahanan tanah air.”

Pada ahir pidatonya, Sekjen Hizbullah mengatakan, “Selama beberapa tahun yang lalu, militer telah menunjukkan sikap nasionalisme dan obyektivitasnya serta menunjukkan bahwa mereka adalah pelindung rakyat, namun tuduhan yang menimpa militer tentang adanya misi untuk pihak-pihak tertentu merupakan hal terbesar yang mengancam kemiliteran, pada saat kita meninggalkan militer ketika pertama kali terjadi insiden intern atau ketika menghadapi Israel, itu merupakan bencana bagi kita, bahkan dalam insiden kawasan al-Adisah kita juga harus mengetahui kapasitas dan nilai militer, sebatas mana mereka membela bangsa dan negara.”

Sumber: al-Manar

Karateristik Bani Israel Menurut Taurat


Kitab yang disucikan dalam pandangan orang-orang Yahudi merupakan sebuah kumpulan kitab-kitab tebal yang dikumpulkan oleh dewan perkumpuan agung, setelah mereka kembali dari Saba, Babilonia, dan Yunani. Kumpulan kitab-kitab ini terdiri dan tiga bagian: Taurat, kitab-kitab tebal para nabi, dan lembaran-lembaran.
http://www.akhirzaman.info/yahudi/yahudi-dan-taurat/1424-karateristik-bani-israel-menurut-taurat.html

Kata Taurat berasal dan kata kerja aura dan ‘allama yang artinya ‘meriwayatkan dan mengajarkan.' ini sama seperti pengajar dan pendidikan. Kemudian, kalimat tersebut digunakan untuk menyebutkan syariat Nabi Musa Alaihissalam, sebagaimana yang tetah disebutkan dalam Al-Qur'an. Taurat dalam pandangan orang-orang Yahudi adalah lima kitab-kitab besar yang dinisbatkan kepada Nabi Musa Alaihissalam.

Kelima kitab-kitab tersebut adalah: At-Takwin (Kejadian), A1-Khuruj (Keluaran), A1-Alawiyuun (Imamat), Al-Adad (Bilangan), dan At-Tatsniyah (Ulangan).

itab Keluaran terdiri dan kumpulan kitab-kitab tebal (asfar) lainnya, yaitu Yosua, Hakim-hakim, Samuel I dan Samuel II. Adapun Raja-raja Pertama dan Raja-raja Kedua disebut dengan bagian-bagian para nabi terdahulu. Selain itu, kitab ini juga terdiri dan asfar Yaseya, Yeremia, Yehezkiel, Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habaquq, Zetanya, Hagai, Zakaria, Maleakhi; dan bisa juga digunakan untuk menyebutkan kumpulan kitab-kitab tebal (asfar) para nabi yang lainnya.

Adapun Kitab Imamat terdiri dan: Hikam (Kebijakan-kebijakan), Adab-adab, Amtsal (Misal-misal), Mazmur atau Mazamir, dan Tawarikh. Tujuh di antara kitab-kitab ini termasuk ke dalam golongan kitab-kitab besar, yaitu: Al-Mazamir (Mazmur), Amtsal (Misal-misal), Ayub, Daniel, Ezra, Nehemia, dan Cerita-cenita tentang Hari-hari Pertama dan Kedua. Kemudian, lima di antaranya kitab-kitab kecil, yaitu: Rut, Lagu-lagu dan Segala Lagu (Kidung Agung), Al-Jami'ah, Al-Maratsi (Ratapan), dan Ester.

Kumpulan kitab-kitab tebal ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, yaitu pada zaman Bathlimus Filadelfus, pada tahun 247-285 SM oleh 70 ulama Yahudi, dan bertempat di Iskandariah Kemudian, diterjemahkan lagi ke dalam bahasa Latin. Untuk pertama kalinya diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada tahun 1942 M oleh seorang ilmuwan bernama Sa'diya Al-Fayumi .

Kitab-kitab tebal ini mencakup dasar-dasar pertama bagi agama Yahudi, yang di dalamnya terdapat hukum syariat, keyakinan-keyakjnan, dan upacara-upacara keagamaan.

1. Janji-janji Palsu

Janji-janji palsu yang terus berulang-ulang dalam kitab Taurat merupakan batu pengganjal dalam diri orang-orang Yahudi yang menyebabkan penderitaan dan kesengsaraan dunia. Hal ini juga menjadikannya sebagai warisan kemanusiaan yang terus-menerus sepanjang zaman. Ia adalah penyakit yang sudah mendarah daging, sulit untuk diobati walau dengan obat apa pun.
Arus janji-janji dalam kitab Taurat ini sudah mulai bermunculan sejak zaman Nabi Ibrahim Alaihissalam , pada zaman dia memijakkan kakinya menuju Syakim yang pada saat itu ditempati oleh orang-orang Kanaan. Dalam kitab mereka disebutkan, "Ketika itu Tuhan menampakkan diri kepada Abraham dan berfirman, ‘Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu, dan setelah Lot berpisah dan Abraham, berfirmanlah Tuhan kepada Abraham, ‘Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur, barat, utara, dan selatan sebab seluruh negeri yang engkau lihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-selamanya. Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya. .." Tampak dan paragraf ini bahwa Ibrahim Alaihissalam belum mampu melihat ke arah utara, selatan, timur, dan baratnya, kecuali terbatas hanya beberapa kilometer saja sehingga mengharuskan mereka untuk mengubah janji-janji lainnya agar menjadi lebih umum dan lebih luas. Terkadang sampai ke Sungai Nil (dan arah selatan) dan Sungai Eufrat (dari arah timur) dengan tujuan untuk menyebarkan anak keturunan yang baik, yang jumlahnya banyak sekali seperti debu di daratan.... Disebutkan dalam kitab mereka, "Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abraham, serta berfirman, ‘Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar yaitu Sungai Eufrat. Yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon, orang Het, orang Feris, orang Refaim, orang Amori, orang-onang Kanaan, orang Girgasi, dan orang Yabus itu."

Sebagaimana diketahui bahwa seharusnya pada setiap perjanjian terdapat dua belah pihak yang saling berjanji. Namun, "tuhan"nya orang-orang Yahudi mengubah syarat-syarat yang harus ada di dalamnya kepada satu perjanjian yang hanya dari satu pihak saja. Ini mereka lakukan dengan tujuan untuk membebaskan mereka (orang-orang Yahudi) dari kewajiban-kewajiban yang mengekang dan mengatur kehidupan. Disebutkan dalam kitab mereka, Lalu sujudlah Abraham, dan Allah berfirman kepadanya, ‘Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: engkau akan menjadi bapak sejumlah besar bangsa ... dan Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang engkau diami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama selamanya.

Dan Nabi Ibrahim Alaihissalam, janji-janji ini mengalir kepada anaknya, Ishak. Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu Tuhan menampakkan din kepada-Nya serta berfirman, ‘Jangan engkau pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu. Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti bintang di langit. Aku memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat."

Dan dari Ishak, perjanjian-perjanjian palsu ini turun kepada anaknya, Yakub, yang keluar dan Sumur Saba, lalu pergi menuju Haron dan mendapati sebuah tempat. Kemudian, mengmap di sana, lalu bermimpi. Disebutkan dalam kitab mereka, "Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai ke langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu. Berdirilah Tuhan di sampingnya dan berfirman, ‘Akulah Tuhan Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak. Tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan képadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya."

Sepertinya mimpi itu saja belumlah cukup. Oleh karena itu, muncullah Allah kepada Yakub dan berfirman, "Namamu Yakub. Dari sekarang namamu bukan lagi Yakub, melainkan lsrail, itulah yang akan menjadi namamu .... Dan negeri ini yang telah Kuberikan kepada Abraham dan kepada Ishak, akan Kuberikan kepadamu dan juga kepada anak keturunanmu."

Kemudian, janji-janji ini pun terus mengalir sampai kepada Musa Alaihissalam . Disebutkan dalam kitab mereka, " ... Lalu Musa menutupi mukanya sebab ia takut memandang Allah, dan Tuhan berfirman, ‘Aku telah memperhatikan dengan sungguh-sunggih kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. Oleh sebab itu, Aku turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu kepada suatu negeri yang baik dan luas. Suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya ... - Kemudian Rabb berbicara kepada Musa untuk yang kedua kallnya dan mengulangi perjanjian penyerahan bumi Kanaan kepada bani Israil. Dan pada kesempatan ini, Rabb menyebutkan nama-Nya dan berkata bahwa Dia disebut dengan Yahua. Disebutkan dalam kitab mereka, "... Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak, Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku Yahua ... belum menyatakan diri. Bukan saja Aku telah mengadakan perjanjian-Ku dengan mereka untuk memberikan kepada mereka tanah Kanaan, tempat mereka tinggal sebagai orang asing...."

Namun, sepertinya perjanjian-perjanjian dan pengikat-pengikat ini saja tidak cukup untuk mendorong bani Israil mencaplok bumi Kanaan, maka keluarlah kepada mereka perjanjian-perjanjian yang dapat memotivasi mereka, yang dibarengi oleh malaikat yang berjalan di depan kekuatan mereka yang terus merangkak. Disebutkan dalam kitab mereka, "Berfirmanlah Tuhan kepada Musa, ‘Pergilah, berjalanlah dari sini engkau dan bangsa itu yang telah kau pimpin keluar dan tanah Mesir, ke negeri yang telah Kujanjikan kepada Abraham, Ishak, dan Yakub. Demikian kepada keturunanmulah Kuberikan negeni itu. Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu dan akan menghalau orang Kanaan, orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Hewi, dan orang-orang Yabus -yakni ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu . Maka, Tuhan akan menghalau segala bangsa ini dari hadapanmu sehingga kamu menduduki daerah bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat daripada kamu. Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, kamulah yang akan memilikinya mulai dari padang gurun dan Gunung Lebanon, dan dan sungai itu, yaitu Sungai Eufrat sampai laut sebelah barat akan menjadi daerahmu."
Di sini kita dapat menyaksikan bagaimana Yahua menggabungkan daerah Lebanon ke dalam daerah perjanjian, dan tampak bahwa sifat serakah telah menguasai jiwa-jiwa bani Israil ketika Musa sampai membawa mereka ke ujung-ujung bumi Kanaan. Keserakahan dan ketamakan itu mencerminkan (membuahkan) Perjanjian Baru. Perjanjian ini disebutkan dalam Taurat melalul lidah Musa yang menjelaskan tentang ketamakan-ketamakan baru, yaitu sampai mencakup negeni Lebanon, daerah Tepi Barat sampal ke Sungai Eufrat. Disebutkan dalam kitab mereka, "Tuhan Allah kita telah berfirrnan kepada kita di Horeb, demikian, ‘Cukup kamu tinggal di gunung ini, majulah, berangkatlah, pergilah ke Pegunungan Amori dan kepada semua tetangga mereka di Arab-Yordan, di pegunungan, di daerah bukit, di tanah Negeb dan di tepi pantai laut negeri orang Kanaan dan ke Gunung Lebanon sampal Eufrat sungai besar itu."

Untuk mendapatkan kebebasan dengan sempurna dan terlepas dari berbagai kewajiban apa saja di hadapan Yahua Tuhan sembahan mereka, orang-orang Yahudi mendapatkan sebuah dekrit dari-Nya. Di dalam dekrit tersebut mereka diperingatkan akan suatu keyakinan bahwa setiap bangsa yang mereka pilih untuk Tuhannya, tidaklah mereka memilihnya, melainkan karena kelebihan-kelebihan penciptaan mereka (orang Yahudi) daripada bangsa pilihannya tersebut. Bahkan, dekrit tersebut menguatkan bahwa Tuhannya telah memilih mereka dan Dia mengetahui bahwa orang Yahudi tidak memiliki keberuntungan. Disebutkan dalam kitab mereka, "Dengarlah hai orang Israil! Engkau akan menyeberangi Sungai Yordan pada hari ini untuk memasuki serta menduduki daerah bangsa-ban1gsa yang lebih besar dan lebih kuat daripadamu, yakni kota-kota besar yang kubu-kubunya sampai ke langit. Suatu bangsa yang besar dan tinggi, orang Enok, yang kau kenal dan yang tentangnya engkau dengar orang berkata, ‘Siapakah yang dapat bertahan menghadapi orang Enok? Maka ketahuilah pada hari ini bahwa Tuhan Allahmu, Dialah yang berjalan di depanmu laksana api yang menghanguskan. Dia akan memusnahkan mereka dan Dia akan menundukkan mereka di hadapanmu. Demikianlah dia akan menghalau dan membinasakan mereka dengan segera seperti yang dijanjikan kepadamu oleh Tuhan. Janganlah engkau berkata dalam hatimu, apabila Tuhan Allahmu telah mengusir mereka dari hadapanmu, ‘Karena jasa-jasakulah Tuhan membawa aku masuk menduduki negeri ini, padahal karena kefasikan bangsa-bangsa itulah Tuhan menghalau mereka dari hadapanmu. Bukan karena jasa-jasamu atau karena kebenaran hatimu engkau masuk menduduki negeri mereka, tetapi karena kefasikan bangsa-bangsa itulah Tuhan Allahmu menghalau mereka dari hadapanrriu, dan supaya Tuhan menepati janji yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak, dan Yakub. Jadi, ketahuilah bahwa bukan karena jasa-jasamu Tuhan Allahmu memberikan kepadamu negeri yang baik itu untuk diduduki. Sesungguhnya engkau bangsa yang tegar tengkuk."

Di tempat lain, keadilan ‘tuhan"nya orang-orang Yahudi dipertanyakan ketika bertoleran terhadap bangsa pilihan-Nya. Bahkan, ketika mereka meninggalkan syariat-Nya, membatalkan kewajiban-kewajiban-Nya, dan tidak menjaga wasiat-wasiat-Nya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku dan apa yang keluar dan bibir-Ku tidak akan Kuubah. Sekali Aku bersumpah demi kekudusanKu, tentulah Aku tidak akan berbohong kepada Daud. Anak cucunya akan ada untuk selama-lamanya, dan tahtanya seperti matahari di depan mata-Ku...

Ketika Musa Alaihissalam meninggal dunia, Ia digantikan oleh Yosua bin Nun. Kemudian, keluarlah janji-janji dan perintah-perintah Yahua dengan jelas dan memotivasi. Disebutkan dalam kitab mereka, "Sesudah Musa mati, berfirmanIah Tuhan kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, ‘Hamba-Ku Musa telah mati. Oleh sebab itu, bersiaplah sekarang, seberangilah Sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israil itu. Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepadamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. Dan padang gurun dan Gunung Lebanon yang sebelah sana itu sampai ke sungai besar, yaknil Sungai Eufrat, seluruh tanah orang Het, sampai ke laut besar di sebelah matahari terbenam, semuanya itu akan menjadi daerahmu."

Ketika Yosua berusia lanjut dan hari demi hari pun berlalu, maka keluarlah perintah-perintah Yahua untuk membagi negeri Kanaan kepada anak cucu bani Israil. Pembagian tersebut merata sampai kepada mereka yang belum menginjakkan kakinya di dunia ini. Yahua membagi bumi ini merata kepada bangsanya, sebagaimana yang dilakukan oleh seorang kepala agraria yang ahli dalam pengukuran tanah. Disebutkan dalam kitab mereka, "Setelah Yosua menjadi tua dan lanjut umurnya, berfirmanlah Tuhan kepadanya, ‘Engkau telah tua dan lanjut umur, dan dari negeri ini masih amat banyak yang belum diduduki. Inilah negeri yang tertinggal: segenap wilayah orang Palestina dan seluruh negeri orang Gesur. Mulai dari Sungai Sikhor di sebelah timur Mesir sampai ke daerah Ekron ke arah utara. Semuanya itu terhitung tanah orang Kanaan. Ada lima raja kota orang Palestina, yakni di Gaza, Asdad, Askelon, Gat, Ekron, dan orang Awi. Di sebelah selatan seluruh negeri orang Kanaan dan Meara, kepunyaan orang Sidon, sampai ke Afek, sampai ke daerah orang Amori. Seianjutnya, negeri orang Gebal dan seluruh Gunung Lebanon di sebelah matahari terbit, mulai dari Baal-Gad di kaki Gunung Hermon sampai ke jalan yang menuju ke Hamat. Semua orang yang diam di pegunungan, mulai dari gunung Lebanon sampai ke Misrefot, Maim, semua orang Sidon. Aku sendiri akan menghalau mereka dari depan orang Israil. Hanya undikanlah dahulu negeni itu di antara orang Israil menjadi milik pusaka mereka, seperti yang Kuperintahkan kepadamu.

Pada zaman Nabi Sulaiman sudah dipersiapkan agar kepemilikan abadi ada pada keturunannya. Disebutkan dalam kitab mereka, "... Mengenai engkau, jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud, ayahmu, dengan tulus hati dan dengan benar, dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku, maka Aku akan meneguhkan tahta kerajaanmu atas Israil untuk selama-lamanya, seperti yang telah Kujanjikan kepada Daud, ayahmu, dengan berkata, ‘Keturunanmu takkan terputus dari tahta Kerajaan lsrail."

Ketika Nabi Sulaiman tidak lagi menjaga wasiat-wasiat Yahua dan hatinya mulai condong dan berpaling dari-Nya, Yahua pun marah kepadanya. Namun, Ia melakukan tawarmenawar dengannya dan menunjukinya sebagal penghormatan kepada nenek moyangnya, Daud. Dia juga merayunya dengan cara menunda penghancuran kerajaannya sampai ia meninggal dunia. Disebutkan dalam kitab mereka, "Oleh karena itu, Tuhan menunjukkan murka-Nya kepada Salomo sebab hatinya telah menyimpang dariipada Tuhan Allah Israil, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti Allah-Allah lain. Akan tetapi, Ia tidak berpegang pada yang diperintahkan Tuhan. Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Salomo, ‘Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu darimu dan akan memberikannya kepada hambamu. Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya. Oleh karena Daud, ayahmu. Dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya. Namun demikian, kerajaan itu tidak seluruhnya akan Kukoyakkan. Satu suku akan Kuberikan kepada anakmu oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem yang telah Kupilih."
Itulah pokok-pokok janji yang banyak disebut dalam kitab Taurat dan sering pula disebutkan berulang-ulang pada tempat yang berbeda-beda. Suatu hal yang jelas tampak bagi siapa saja di antara manusia normal bahwa hal itu adalah omong kosong belaka yang disebarluadkan oleh pembohong-pembohong Yahudi dalam kitab-kitab sejarah agama mereka yang telah dikumpulkan setelah beberapa abad dari wafatnya Nabi Ibrahim, Ishak, Yakub, Musa, Daud, dan Sulaiman Alaihimussa lam.

2. Ingkar dan Berkata Kotor terbadap Allah

Dalam sebuah buku karangan seorang ilmuwan Lebanon yang muncul beberapa tahun lalu disebutkan bahwa orang-orang Yahudi tidak pernah bersatu, mereka membentuk pikiran tentang ketuhanan sesuai dengan keadaan mereka yang suka mengasingkan diri dan sesuai dengan kondisi daerah tempat mereka menetap. Ilmuwan ini menyandarkan pemikiran-pemikirannya pada penemuan terhadap kota dan gua-gua yang berpusat di Samara, di daerah Al-Ladziqiay. Kebenaran pendapat ilmuwan Lebanon ini akan terbukti dengan mengkaji dan meneilti secara seksama terhadap Kitab Taurat. Dengan melakukan hal itu akan membuat seorang peneliti netral (tidak berat sebelah). Keyakinan bahwa agama Yahudi yang mereka anut diambil dan Taurat, sungguh mengherankan. Tuhan yang mereka sembah adalah tuhan yang mengherankan; kadang pintar dan kadang juga bodoh; kadang lemah dan kadang kuat. Tuhan yang lebih mementingkan penghuni dunia daripada penghuni langit.... Tuhan yang haus dengan peperangan dan pembakaran lemak-lemak musuhnya karena aroma lemak yang dibakar dapat membangkitkan kebahagiaan dan kegembiraan dalam dirinya. Tuhan yang sangat rakus; sangat cinta terhadap emas. Tuhan yang besar kepala, yang merasa bangga dilayani oleh beribu-ribu imam. Mereka merendahkan diri kepadanya untuk mengatur berbagai ibadah dan perayaan-perayaan agama yang sungguh mengherankan, yang sama sekali tidak ada contohnya dari agama-agama lain. Mereka pernah menghitung jumlah tuhan-tuhan mereka dalam kitab Taurat, maka mereka memusatkan diri kepada Yahua, setelah mereka keluar dari negeni Mesir dan menyatakan bahwa Yahua adalah tuhan khusus bagi mereka. Namun, terkadang mereka menyebutnya tuhan Israil dan kadang juga menyebutnya sebagai tuhan tentara.

Sungguh mudah dalam pandangan kitab Taurat untuk melakukan pertemuan-pertemuan, dialog-dialog, atau memanjatkan permintaan-permintaan antara mereka dengan Yahua, Tuhan mereka. Sampai-sampai orang bisa mengatakan bahwa pertemuan dengan Tuhan itu lebih mudah danipada pertemuan-pertemuan dengan para hakim dan raja suatu negara pada zaman sekarang.
Untuk itu mari kita bersama-sama mengikuti dan menelusuri keajaiban-keajaiban agama Yahudi ini; melihat kekafiran dan hinaan mereka terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala .

Dalam kitab Taurat, orang-orang Yahudi mulai melakukan perubahan-perubahan dan menyatakan bahwa diri mereka lebih kuat dibanding dengan tuhan mereka. Ini mereka lakukan dengan maksud agar tuhannya bertindak sesuai dengan kemauan hawa nafsu mereka. Disebutkan dalam kitab mereka, "Pada malam itu Yakub bangun dan Ia membawa kedua istrinya, kedua budak perempuannya, dan kesebelas anaknya menyeberang di tempat penyeberangan Sungai Yabok. Sesudah Ia menyeberangkan mereka, Ia menyeberangkan juga segala miliknya. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat bahwa Ia tidak dapat mengalahkannya, Ia memukul sendi pangkal paha Yakub sehingga terkilir. Kemudian, kata orang itu, ‘Biarkanlah aku pergi karena fajar telah menyingsing.' Sahut Yakub, ‘Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.' Bertanyalah orang itu kepadanya, ‘Siapakah namarnu?' Sahutnya, ‘Yakub.' Lalu kata onang itu, ‘Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi lsrail sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.' Bertanyalah Yakub, ‘Katakanlah juga siapa namamu.' Tetapi sahutnya, ‘Mengapa engkau menanyakan namaku?' Lalu diberkatinyalah Yakub di situ..

Ketika telah berakhir pertemuan antara Yahua dengan Musa, Musa tidak ingin mendapatkan kehormatan tersebut sendirian tanpa yang lainnya. Oleh karena itu, Ia mengajak beberapa tokoh bani Israil. Disebutkan dalam kitab mereka, "Dan naiklah Musa dengan Harun, Nadab, Abihu, dan 70 orang dan para tetua-tetua Israil. Kemudian, mereka melihat Allah lsrail, kakinya berjejak pada sesuatu yang buatannya seperti lantai dan batu pualam dan yang terangnya seperti langit yang cerah. Tetapi kepada pemuka-pemuka orang Israil tidaklah diulurkannya tangannya, mereka memandang Allah, lalu makan dan minum. ..."

Orang-orang Yahudi menyekutukan tuhan mereka dan mengakui adanya tuhan-tuhan lain. Disebutkan dalam kitab mereka, "Sekarang aku tahu bahwa Tuhan lebih besar dari segala Allah. Sebab, ia telah menyelamatkan bangsa ini dari tangan orang Mesir karena memang orang-orang ini telah bertindak angkuh terhadap mereka." Sebagaimana bahwa Tuhan ini benci dengan kehidupan berkemah yang harus berpindah-pindah dengan bani Israil. Namun, yang Dia senangi adalah bertempat tinggal di istana-istana. Disebutkan dalam kitab mereka, "Tetapi pada malam itu juga datanglah firman Tuhan kepada Nathan, demikian, ‘Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud, ‘Beginilah firrnan Tuhan, kenapa engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? Aku tidak pernah diam dalam rumah semenjak Aku menuntun orang-orang Israil dan Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman. Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israil, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israil, yang Kuperintahkan mengembalakan umat-Ku, Israil. Demikian, mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dan kayu aras? Oleh sebab itu, beginilah kau katakan kepada hamba-Ku Daud, ‘Beginilah firman Tuhan semesta alam...

Namun, karena Daud sibuk dengan berbagai peperangan sengit, akhirnya pembangunan tempat tinggal Rabb tidak bisa selesai pada masa pemerintahannya tapi selesai pada masa pemerintahan anaknya, Sulaiman. Disebutkan dalam kitab mereka, "Pada waktu itu berkatalah Salomo, ‘Tuhan telah menetapkan matahari di langit, tetapi ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman. Sekarang, aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya."

Apakah alasannya Rabb rnempunyai keinginan bertempat tinggal di rumah tertentu dan di tempat tertentu. Disebutkan dalam kitab mereka, "Sebab, Tuhan telah memilih Sion. Dia menginginkannya menjadi tempat kedudukan-Nya. Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam sebab Aku menginginkannya. Perbekalannya akan Kuberkati dengan limpahnya, orang-orang yang miskin akan Kukenyangkan dengan roti, imam-imamnya akan Kukenakan pakaian keselamatan, dan orang-onang yang saleh akan bensorak-sorai dengan girang."

Pada zaman Sulaiman, terkuaklah keinginan Yahua tenhadap kurban, pembakaran dan aroma lemak yang dibakar. Disebutkan dalam kitab mereka, "Setelah Salomo mengakhiri doanya, api pun turun dari langit memakan habis kurban bakaran dan kurban-kurban sembelihan itu, dan kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu. Para imam tidak dapat memasuki rumah Tuhan itu karena kemuliaan Tuhan memenuhi rumah Tuhan. Ketika segenap orang Israil melihat api itu turun dan kemuliaan Tuhan meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah."

Selama Tuhan merasa puas tinggal di antara asap yang mengepul sambil menikmati aroma lemak yang terbakar, maka sudah sepantasnyalah Sulaiman bersegera untuk memenuhi kelahapan Yahua dan mérealisasikan keinginan-Nya seluas mungkin. Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu raja bersama-sama segenap Israil mempersembahkan kurban sembelihan di hadapan Tuhan sebagai kurban keselamatannya kepada Tuhan. Salomo mempersembahkan 22.000 ekor sapi dan 102.000 ekor domba. Demikianlah raja-raja dan segenap Israil menahbiskan rumah Tuhan itu. Pada hari itu juga raja-raja menguduskan pertengahan pelataran yang di depan rumah Tuhan.
Di situlah ia mempersembahkan kurban bakaran, kurban sajian, dan segala lemak kurban keselamatan. Mazbah tembaga yang di hadapan Tuhan itu terlalu kecil untuk memuat kurban bakaran dan kurban sajian dan segala lemak kurban keselamatan itu."

Setelah dihubung-hubungkan, penyembelihan-penyembelihan yang dilakukan untuk memenuhi keinginan Yahua ini dengan upacara-upacara keagamaan dan upacara-upacara penguburan jenazah , ternyata mempunyai hubungan yang sangat kental sekali. Kebanyakan acara-acara ini dilaksanakan pada waktu perjalanan keluar pada zaman Musa dan Harun. Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian, haruslah kau ambil domba jantan yang lain, lalu haruslah Harun dan anak-anaknya ke atas kepala domba jantan itu. Haruslah kau sembelih domba jantan itu. Kau ambillah sedikit dari darahnya dan kau bubuhi pada cuping telinga kanan Harun dan pada cuping telinga anak-anaknya, pada ibu jari tangan kanan dan pada ibu jari kaki kanan mereka, dan darah selebihnya kau siramkanlah pada mazbah sekelilingnya. Haruslah kau ambil sedikit dari darah yang ada di atas mazbah dan dan minyak urapan itu dan kau percikkanlah kepada Harun dan pakaiannya dan juga kepada anak-anaknya dan pada pakaian anak-anaknya; maka Ia akan kudus dan pakaiannya, dan juga anak-anaknya dan pakaian anak-anaknya. Dan domba jantan itu haruslah kau ambil lemaknya, ekornya yang berlemak, lemak yang menutupi isi perutnya, umbal hatinya, kedua buah pinggangnya, lemak yang melekat padanya paha kanannya - sebab itulah domba jantan persembahan penahbisan - kau ambillah juga satu keping roti, satu roti bundar yang bermniyak, dan satu roti tipis dari dalam berisi roti yang tidak beragi yang ada di hadapan Tuhan. Haruslah kau taruh seluruhnya ke atas telapak tangan Harun dan ke atas telapak tangan anak-anaknya dan haruslah kau persembahkan semuanya sebagai pengunjukan kepada Tuhan. Kemudian, haruslah kau ambil semuanya dari tangan mereka dan kau bakar di atas mazbah, yaitu di atas kurban bakaran sebagai persembahan yang harum di hadapan Tuhan; itulah suatu kurban bagi Tuhan." Tuhan mencukupkan diri-Nya dengan lemak yang sudah terbakar dan gumpalan adonan roti serta sehelai roti dengan sedikit minyak, sementara sisa-sisa korban tersebut diserahkan kepada para imam. Ini kewajiban mereka selamanya yang dapat menjamin hidup mereka abadi dan sejahtera. Yahua sangat senang apabila kurban-kurban yang berupa makanan yang mengundang rasa lapar dan aroma kebahagiaan ini diserahkan kepada-Nya tepat pada waktu-waktu yang sudah ditetapkan-Nya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Tuhan berfirman kepada Musa, ‘Peringatkanlah kepada orang-orang Israil dan katakanlah kepada mereka dengan setia dan pada waktu yang ditetapkan haruslah kamu mempersembahkan persembahan-persembahan kepada-Ku sebagai santapan-Ku ... dan pada bulan-bulan mulia kalian harus mempersembahkan berupa kurban api, dua anak sapi, satu ekor kibas, tujuh ekor domba jantan yang sehat dan cukup haul ... dan juga satu ekor kambing hitam sebagai kurban .... Pada bulan pertama pada tanggal 14 Tuhan berfirman ... dan kalian harus mempersembahkan kurban api kepada Tuhan, dua ekor sapi jantan dan satu ekor domba." Upacara keagamaan dan pengorbanan-pengorbanan ini terus berlanjut dalam putaran tahun, khususnya pada bulan ke-7 dan bulan-bulan mereka. Pada bulan ini mereka membawakan kurban-kurban mereka pada hati-hari pertama pada bulan tersebut. Demikian juga pada hati-hari kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam, ketujuh, kedelapan, kesembilan, kesepuluh, dan pada hari-hari kelimabelas pada bulan tersebut. Apakah Yahua sudah merasa cukup dengan darah dan lemak binatang tersebut?

Tampak dalam kitab Taurat bahwa kerakusan Yahua dan nafsu-Nya terhadap darah, mengharapkan kurban manusia. Disebutkan dalam kitab mereka, "Kebetulan datanglah salah seorang Israil membawa seorang perempuan Midian kepada sanak saudaranya dengan dilihat Musa dan segenap umat Israil yang sedang bertangis-tangisan di depan pintu kemah pertemuan. Ketika hal itu dilihat oleh Pinehas, anak Eleazar, anak Imam Harun, bangunlah Ia dari tengah-tengah umat itu dan mengambil sebuah tombak di tangannya mengejar orang Israil itu sampal ke ruang tengah dan menikam mereka berdua, yakni orang Israil dan perempuan itu pada perutnya. Kemudian, berhentilah tulah itu menimpa orang Israi1."

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu roh Tuhan menghinggapi Yefta, Ia berjalan melalul daerah Gilead dan daerah Manasye. Kemudian, melalui Mizpa di Giliead dan dan Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon. Lalu, bernazanlah Yefta kepada Tuhan. Katanya, ‘Jika engkau sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku, maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dan bani Amon, Itu akan menjadi kepunyaan Tuhan. Aku akan mempersembahkannya sebagai kurban api. Kemudian, Yefta berjalan terus untuk berperang melawan bani Amon. Tuhan menyerahkan mereka ke dalam tangannya ... ketika Yefta pulang ke Mizpa, ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan menyosong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal, selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan. Demi dilihatnya dia, dikoyaknyalah bajunya, sambil berkata, ‘Ah anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku. Aku telah membuka mulutku bernazar kepada Tuhan, dan tidak dapat aku mundur.' Tetapi jawabannya kepadanya ‘Bapak, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada Tuhan, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang engkau ucapkan itu ... dan setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu. Jadi, gadis itu tidak pernah kenal laki-laki. ." Di sannping itu, para imam pun tidak bisa selamat dan penyembelihanmu sebagai kurban bagi Yahua untuk mendapatkan keridhaan dan mengurangi kemarahan-Nya. Disebutkan dalam kitab mereka, ‘Juga segala kuil di bukit-bukit pengorbanan yang di kota-kota Samaria yang dibuat oleh raja-raja Israil untuk menimbulkan sakit hati Tuhan, dijauhkan oleh Yosia dan dalam hal ini Ia bertindak tepat seperti tindakannya di Betel. Ia menyembelih di atas mazbah-mazbah itu semua imam bukit-bukit pengorbanan yang ada di sana dan dibakarnya tulang-tulang manusia di atasnya, lalu pulanglah Ia ke Yerussalem."

Yahua adalah Rabbul junud (Tuhan pasukan), Rabbul harbi (Tuhan peperangan), dan Rabbul Yahudi (Tuhan bangsa Yahudi) adalah Tuhan yang sangat zalim lagi pendengki. Dia telah mensyariatkan sebuah kaidah hukum yang dikenal dengan hukuman imbas, yaitu seorang yang tidak berdosa dapat menanggung dosa dan kesalahan orang lain yang berdosa dan bersalah. Disebutkan dalam kitab mereka, ‘Janganlah sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya sebab aku Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapak kepada anak-anaknya, kepada keturunannya yang ketiga dan keempat akibat dan orang-orang yang membenci aku."

Sementara itu kita dapatkan pada kitab yang berjudul Zimamul Muganiyin , Daud menggambarkan Tuhannya dengan gambaran yang sangat menakutkan. Disebutkan dalam kitab mereka, ‘Asap membumbung dan hidung-Nya, api menjilat keluar dari mulut-Nya, bara menyala keluar daripada-Nya. Ia menekukkan langit, lalu turun kekelaman yang ada di bawah kaki-Nya. Ia mengendarai Kerub, lalu terbang dan melayang di atas sayap angin. Ia membuat kegelapan di sekeliIing-Nya menjadi persembunyian-Nya. Dia menjadikan pondok-Nya, air hujan yang gelap dan awan yang tebal. Karena sinar di hadapan-Nya hilanglah awan-awannya bersama hujan es dan bara api. Maka Tuhan mengguntun di langit, yang Mahatinggi memperdengarkan suara-Nya. DilepaskanMya panah-panah-Nya sehingga disebarkan-Nya kepada mereka kilat bertubi-tubi, dikacaukan-Nya mereka. Lalu, kelihatanlah dasar-dasar lautan dan tersingkaplah alas-alas dunia karena hardik-Mu ya Tuhan, karena hembusan napas dan hidung-Mu."

Kita juga mendapatkan gambaran yang lain tentang Tuhan, Ia digambarkan dengan sifat menyesal. Disebutkan dalam kitab mereka, "Setiap kali Tuhan membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka Tuhan rnenyertai hakim itu dan menyelamatkan mereka dan tangan musuh mereka selama hakim itu hidup. Sebab, Tuhan berbelas kasihan mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang menekan dan menindas mereka. Dan Allah mengutus malaikat ke Yerussalem untuk memusnahkannya. Ketika hendak dimusnahkannya, maka Tuhan melihatnya, lalu menyesallah Ia karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya itu, lalu berfirmanlah Ia kepada malaikat pemusnah itu, ‘Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu.

Para imam Yahudi berpendapat tidak ada salahnya menggambarkan Yahua, Tuhan mereka, dengan kebodohan. Mereka juga mencatat bahwa anggapan seperti itu berdasarkan pengakuan Yahua sendiri. Ketika Yahua hendak keluar untuk menelusuri negeri Mesir yang telah memerangi bangsanya, Dia meminta kepada mereka (bangsa Israil) untuk menandai pintu-pintu rumah mereka dengan darah dengan tujuan agar Dia bisa membedakan antara rumah-rumah bangsa-Nya dengan rumah-rumah orang Mesir. Disebutkan dalam kitab mereka, "Dan pada hari itu hendaklah kalian menandai pintu-pintu rumah tempat kalian tinggal. Maka tampakkanlah kepada-Ku darah, maka Aku pun akan melewati kalian sehingga pukulan kematian-Ku tidak mengenai kalian ketika Aku memerangi negeri Mesir."

3. Fanatisme dan Suka Mengucilkan Diri

Onang-orang Yahudi telah menancapkan dalam kitab Taurat mereka akar fanatisme ( taasub ) dan pengucilan diri. Mereka beranggapan bahwa mereka adalah bangsa Yahua, bangsa terpilih. Mereka adalah sebaik-baik bangsa di seluruh dunia, dan sesungguhnya Yahua memilih mereka karena Ia mencintai dan menyucikan mereka. Taasub, pengakuan, dan penipuan mereka telah sampai pada pengakuan bahwa Yahua adalah Tuhan khusus bagi mereka. Mereka menyimpan-Nya hanya untuk diri mereka sendiri dan mengharamkan bangsa-bangsa lain untuk berhubungan dengan-Nya. kitab Taurat secara bertahap telah menanamkan sifat suka mengucilkan diri dan taasub sejak zaman Ibrahim Alaihissalam , mulai dari awal sampai akhir kitab tersebut. Disebutkan dalam kitab mereka, "Berkatalah Abraham kepada hambanya yang paling tua dalam rumahnya, yang menjadi kuasa atas segala kepunyaannya, katanya, ‘Baiklah, letakkan tanganmu di bawah pangkal pahaku supaya aku mengambil sumpahmu demi Tuhan Allah yang punya langit dan yang punya bumi bahwa engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang istri dari antara perempuan Kanaan yang di antaranya aku diam." Demikian juga yang dilakukan oleh Ishak terhadap anaknya, Yakub. Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian, Ishak memanggil Yakub lalu memberkati dia serta berpesan kepadanya, ‘Janganlah mengambil istri dari perempuan Kanaan. kemudian, datang perintah Yahua kepada Nabi Musa." Disebutkan dalam kitab mereka, "Berpeganglah pada yang Kupenintahkan kepadamu pada hari ini. Lihat Aku akan menghalau dari depanmu orang Amori, orang Kanaan, orang Het, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus. Berawas-awaslah, janganlah kau adakan perjanjian dengan penduduk negeri yang kau datangi itu supaya mereka jangan menjadi jerat bagimu di tengah-tengahmu. Sebaliknya, mazbah-mazbah mereka haruslah kamu rubuhkan, tugu-tugu berhala mereka hendaklah kamu remukkan, dan tiang-tiang berhala mereka kamu tebang. Sebab, janganlah engkau sujud menyembah kepada Allah lain karena Allah cemburu. Janganlah engkau sampai mengadakan perjanjian dengan penduduk negeri itu; apabila mereka berzina dengan mengikuti Allah mereka dan mempersembahkan kurban kepada Allah mereka, maan membujuk juga anak-anakmu laki-laki untuk berzina dengan mengikuti Allah mereka." Kemudian, Yahua membuktikan kecintaan-Nya yang membara dan kelengketannya dengan bangsa pilihan. Disebutkan dalam kitab mereka, maka mereka akan mengundang engkau dan engkau akan ikut makan kurban sembelihan mereka. Apabila engkau mengambil anak-anak perempuan mereka menjadi istri anak-anakmu dan anak-anak perempuan itu akan berzina dengan mengikuti Allah mereka, maka mereka akan..

4. Kekerasan dan Kebiadaban

Yahua adalah Tuhan para tentara dan Tuhan peperangan. Tuhannya orang-orang lsrail adalah Tuhan yang keras hati, zalim, dan buas. Sebagaimana yang digambarkan oleh kitab Taurat mereka. Kekerasan hati, kezaliman, dan kebuasan itu telah menanamkan benih kekerasan, sifat menakutkan, kekejaman, dan kebiadaban dalam diri-diri mereka. Tldak mengapa bagi penulis apabila kebusukan ini menimpa hidung para pembaca dan membuat diri mereka mual dan ingin muntah karenanya. Merupakan suatu kewajiban ilmiah bagi penulis untuk menyelesaikan penelitiannya, walaupun mendalami dan mencapai akar-akarnya sulit dan berbahaya.

Kita mulai perjalanan dengan Tuhan Musa pemegang Taurat ini dan kita akan menelusuri bekas yang diakibatkan kekerasan dari kekejaman yang telah Dia rencanakan untuk bangsa pilihan-Nya, yaitu bangsa Israil. Kita akan mendapatkan bahwa Dia memerintahkan untuk membunuh siapa saja yang memakan roti beragi pada waktu-waktu diharamkannya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya. Pada hari pertama pun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan di antara Israil .... Tujuh hari lamanya tidak boleh ada ragi dalam rumahmu sebab setiap orang yang memakan sesuatu yang beragi, orang itu harus dilenyapkan dari antara jamaah orang Israil"

Selain itu, Yahua juga telah melakukan berbagai kekejaman dan penindasan tenhadap bangsa Mesir. Disebutkan dalam kitab mereka bahwa Musa berkata, "Pada waktu tengah malam Aku berjalan di tengah-tengah Mesir. Maka tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir akan mati, dan anak sulung Fir'aun yang duduk di tahtanya sampai kepada anak sulung budak perempuan yang menghadapi batu kilangan, juga segala anak sulung hewan."

Sebelum mereka rnasuk ke negeri Palestina, mereka terlebih dahulu melakukan pengorbanan demi mendapatkan keridhaan Yahua yang telah marah terhadap bangsa pilihan-Nya yang sangat mencintai emas dan bersujud kepada-Nya serta tidak mau menyembah-Nya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Baiklah, kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian kemari melalui perkemahan itu dan pintu gerbang ke pintu gerbang dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya, temannya, dan tetangganya. Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu, tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu. Kemudian, berkatalah Musa, ‘Baktikanlah dirimu mulai hari ini kepada Tuhan. Masing-masing dengan membayarkan jiwa anaknya laki-laki dan saudaranya yakni supaya kamu diberi berkat pada hari ini."

Setelah hawa nafsu Yahua terpenuhi, sambil menikmati pemandangan bangsa-Nya yang saling membunuh, Ia mengarahkan keingmnan-Nya kepada bangsa pilihan-Nya yaitu sebuah gambaran rencana pembantaian baru dan peperangan yang menakutkan. Untuk menjanjikan kepada bangsa yang dicintai-Nya sebuah tanah tanpa penghuni dari bangsa suatu kaum, tanpa perlawanan dan tanpa adanya kerusuhan dari penghuni aslinya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Apabila Tuhan Allahmu telah membawa engkau ke dalam negeri, kemana engkau masuk untuk mendudukinya, dan Ia telah menghalau banyak bangsa dari depanmu, yakni orang Het, orang Girgasi, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, tujuh bangsa yang lebih banyak dan lebih küat daripadamu. Tuhan Allahmu telah menyerahkan mereka kepadamu sehingga engkau memukul kalah mereka, maka haruslah kamu menumpas mereka sama sekali.'

Apabila engkau mendekati satu kota untuk berperang melawannya, maka haruslah engkau menawarkan perdamaian kepadanya. Apabila kota itu menerima tawaran perdamaian itu dan dibukanya pintu gerbang bagimu, maka haruslah semua orang yang terdapat di situ melakukan pekerjaan rodi bagimu dan menjadi hamba kepadamu. Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan pertempuran melawan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya. Setelah Tuhan Allahmu menyerahkannya kedalam tanganmu, maka haruslah membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang. Hanya perempuan, anak-anak, hewan, dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kamu rampas bagimu sendiri. Jarahan yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh Tuhan Allahmu, boleh kau pergunakan. Demikian harus kau lakukan terhadap segala kota yang sangat jauh letaknya dan tempatmu, yang tidak termasuk kota bangsa-bangsa di sini (Palestina). Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu menjadi milikmu. Janganlah kau biankan hidup apa pun yang bernapas, melainkan kau tumpas sama sekali, yakni orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Yebus, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan Allahmu."

Terkejutlah penduduk Midian yang merupakan bangsa Palestina karena serangan secara tiba-tiba bagaikan binatang liar yang menyerang mangsa, yang dilakukan kaum Yahudi. Mereka terkejut oleh keberanian Yahudi dalam medan tempur ketika membunuh, membantai, menawan, merampas, dan merampok tanpa adanya peringatan terlebih dahulu. Disebutkan dalam kitab mereka, "Tuhan berfirman kepada Musa, ‘Lakukanlah pembalasan orang Israil kepada orang Midian. Kemudian, engkau akan dikumpulkan kepada kaum leluhurmu. Berperanglah mereka melawan Midian, seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa, lalu membunuh semua laki-laki mereka. Selain dari orang-orang yang mati terbunuh itu, mereka pun membunuh raja-raja Midian .... Israil menawan perempuan-perempuan dan anak-anak Midian, juga segala hewan, segala ternak, dan segenap kekayaan mereka dijarah. Segala kota kediaman serta segala tempat perkemahan mereka dibakar."

Kemudian, Musa versi Taurat marah terhadap pemimpin-pemimpin pasukannya yang telah membiarkan wanita dan anak-anak hidup. Dia lalu mengusir mereka ke tanah gersang, dia memerintahkan para tentaranya untuk menyucikan diri mereka dari najis setelah mereka menyembelih wanita dan anak-anak itu. Disebutkan dalam kitab mereka, "Dan Musa berkata kepada mereka, ‘Kamu biarkankah semua perempuan hidup? Sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh ." Setelah itu, kelompok Yahudi tersebut merangkak untuk menyerang Raja Hesybon yang bernama Simon secara tiba-tiba. Juga membantai Raja yang bernama Auj, Raja Basan di sebelah selatan tanah Kanaan, serta membantai semua penduduk kedua kerajaan itu, sebagaimana yang telah diperintahkan Yahua. Disebutkan dalam kitab mereka, "Tetapi Tuhan Allah kita menyerahkan ia kepada kita sehingga kita mengalahkan dia dengan anak-anaknya dan seluruh tentaranya. Pada waktu itu kita merebut segala kotanya dan menumpas penduduk setiap kota : laki-laki, perempuan, serta anak-anak. Tidak ada seorang pun yang kita biarkan. Hanya hewan kita rampas bagi kita sendiri, seperti juga jarahan dan kota-kota yang telah kita rebut.

Dan Tuhan Allah kita menyerahkan juga Og, Raja Basari, beserta seluruh tentaranya ke dalam tangan kita dan kita mengalahkan dia sehingga tidak seorang pun luput. Pada waktu itu kita merebut segala kotanya. Tidak ada kota yang tidak kita rampas dari mereka. Enam puluh kota ... semuanya itu adalah kota berkubu, dengan tembok yang tinggi-tinggi, dengan pintu.-pintu gerbang dan palang-palangnya, lain daripada itu sangat banyak kota yang tidak berkubu. Kita menumpas seluruh penduduknya seperti yang kita lakukan terhadap Sihon, Raja Hesybon, dengan menumpas penduduk setiap kota : laki-laki, perempuan, dan anak-anak."

Setelah itu, Yosua bin Nuun menerima bendera, yaitu bendera Yahua setelah Musa mati, ketika Ia dan pasukan Yahudi tiba di pinggiran tanah Kanaan. Yosua menampakkan kepahlawanannya dengan melakukan pembantaian besar-besaran. Disebutkan dalam kitab mereka, "Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang ada di kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba, dan keledai ... dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api. Hanya emas, perak, barang-barang tembaga, dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan Rumah Tuhan. ..." Tuhannya orang-orang Yahudi terus melanjutkan pembantalan dan pemusnahan. Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Yosua, ‘Acungkanlah lembing yang ada di tanganmu ke arah Ai sebab aku menyerahkan kota itu ke dalam tanganmu. Maka Yosua mengacungkan lembing yang ada di tangannya ke arah kota itu.... Orang-orang Israil yang lain dan dalam kota menyerbu orang-orang Ai sehingga terjepit di tengah-tengah orang-orang Israil. Orang-orang Ai dibunuh sehingga tak seorang pun dan mereka yang dibiarkan terlepas atau luput. Tetapi Raja Ai ditangkap hidup-hidup dan dihadapkan kepada Yosua. Segera sesudah orang Israil selesai membunuh seluruh penduduk kota Ai di padang terbuka, maka seluruh Israil kembali ke Ai dan memukul kota itu dengan mata pedang. Jumlah semua orang yang tewas pada hari itu, baik laki-laki maupun perempuan ada dua belas ribu orang, semuanya adalah orang Ai. Dan Yosua tidak menarik tangannya yang mengacungkan lembing itu, sebelum seluruh penduduk kota Ai ditumpasnya. Hanya binatang ternak dan barang-barang kota itu dijarah oleh orang Israil, sesuai dengan firman Tuhan yang diperintahkannya kepada Yosua." Setelah Yosua membakar kota Ai dan menghancurkannya, Ia membunuh Raja Ai yang sudah disanderanya. Kemudian, menggantung mayatnya di atas piritu gerbang kota.

Kemudlian, Yosua melanjutkan pembantaian dan penumpasan besar-besaran terhadap seluruh binatang ternak Perbuatannya ini mendapat ridha dati Raabul Junud, yaitu Yahua. Disebutkan dalam kitab mereka, "Pada hari itu Yosua merebut Makeda dan kota itu dipukulnya dengan mata pedang, juga rajanya. Kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpasnya. Tidak seorang pun yang dibiarkannya lolos. Kemudian, Yosua dengan seluruh Israil berjalan terus dari Makeda ke Ubna, lalu memerangi Libna.... Yosua memukul kota itu dan semua makhluk yang ada di dalamnya ditumpasnya. Tidak seorang pun yang dibiarkannya lolos. Rajanya itu diperlakukannya seperti diperlakukannya Raja Yerikho."

Setelah menumpas Ubna, Yosua dengan seluruh Israil berjalan terus menuju Lakhis, Ajion, Hebron , dan Dubair. Kemudian, mereka menumpas semuanya beserta raja-raja mereka, sebagaimana dia juga menumpas Raja Hazor dan se}uruh rakyatnya serta semua raja-raja yang bekerja sama dengannya, kecuali Syihon dan Aksyaf. Setelah itu, Yosua membawa Hazor dan seluruh rakyatnya dan membunuh mereka semua dengan mata pedang. Telah dipaparkan secara terperinci dalam asfar Yosua tentang peperangan yang dahsyat dan terus-rnenerus dengan menyebutnya sebagal sebuah pembantaian. Dia membantai setiap yang bernyawa serta raja-raja mereka dan rakyatnya, baik dari kalangan kaum wanita, laki-laki, anak-anak, dan orang tua. Pembantaian dan penyembelihan ini terus berlanjut. Terkadang dilakukan oleh bani Israil di bagian utara; terkadang dilakukan juga oleh bani Benyamin di bagian selatan. Terkadang juga dilakukan oleh kedua bani Yahudi ini secara bersamaan terhadap bangsa Kanaan. Seorang bernama Abimelekh melakukan penipuan terhadap saudara-saudara ibunya dan membuat kesepakatan dengan mereka agar dirinya dijadikan sebagai raja. Kemudian, ia ikut serta membunuh saudara-saudaranya. Ia pergi ke rumah ayahnya di Ofra, lalu membunuh saudara-saudaranya, anak-anak Yerubaal sebanyak 70 orang di atas satu batu. Akan tetapi, Yotarn, anak bungsu Yerubaal masih hidup karena Ia menyembunyikan diri.

Watak dan sifat pembunuh serta nafsu untuk membantai dan membinasakan yang ada pada diri orang-orang Yahudi Gilead disalurkan dengan menyembelih terhadap 42.000 orang dari suku Efraim hanya karena ketidakmampuan mereka dalam melafalkan huruf syin, mereka rnenyebutnya siin. Disebutkan dalam kitab mereka, "Untuk menghadapi suku Efraim itu, maka orang-orang Gilead menduduki tempat-.tempat penyeberangan Sungai Yordan. Apabila dari suku Efraim ada yang lari dan berkata, ‘Biarkanlah aku menyeberang', maka orang Gilead berkata kepadanya, ‘Orang Efraimkah engkau?' Dan jika Ia rnenjawab, ‘Bukan', maka mereka berkata kepadanya, ‘Coba katakan dulu, ‘Syibolet.' Jika ia berkata, ‘Sibolet', berarti tidak dapat mengucapkannya dengan tepat. Kemudian, mereka menangkap dia dan menyembelihnya dekat tempat-tempat penyeberangan Sungal Yordan itu. Pada waktu itu tewaslah dan suku Efraim 42.000 orang."

Dia juga membunuh berpuluh-puluh ribu orang untuk menjalankan syariat Tuhan-Nya (Yahua) yang telah ditanamkan-Nya pada diri-diri bangsa pillhan-Nya. Suatu yang sangat gampang dan mudah sekali untuk memenuhi kehausan Yahua meminum darah. Disebutkan dalam kitab mereka, Juga bani Benyamin maju menyerang dari Gibea dan menggugurkan ke bumi 22.000 orang dari antara orang Israil pada hari itu. Kemudian, pergilah orang-orang Israil .... Bani Benyamin juga menyerang dari Gibea dan menggugurkan ke bumi 22.000 orang dari antara orang Israil pada hari itu."

Ketika kemarahan Yahua terhadap Israil telah mereda, Segera ia memerintahkan Israil untuk rnenumpas bani Benyamin. Disebutkan dalam kitab mereka, "Tuhan membuat suku Benyamin terpukul kalah oleh orang Israil. Pada hari itu orang- orang Israil memusnahkan suku Benyamin 25.100 orang, semuanya orang-orang yang bersenjatakan pedang.... Jadi, larilah mereka dari depan orang-orang Israil itu ke arah padang gunun, tetapi pertempunan itu tidak dapat dihindari. Lalu, orang-orang dari kota-kota menghabisi mereka di tengah-tengahnya. Mereka mengepung suku Benyamin itu, mengejarnya dengan tak henti-hentinya ... sampai di depan Gibea, di sebelah timur. Dan bani Benyamin tewas 18.000 orang, semuanya orang-orang gagah perkasa.... Orang-orang Israil kembali kepada bani Benyamin dan memukul mereka dengan mata pedang, baik manusia, hewan, dan segala sesuatu yang terdapat di sana . Juga segala kota yang terdapat di sana mereka musnahkan dengan api."

Tatkala Yahudi Yabesh tidak hadir menziarahi Yahua dalam pertemuan perkemahan jamaah itu, mereka diberikan ganjaran pembantaian. Disebutikan dalam kitab mereka, "Sebab itu berkatalah mereka, ‘Dari suku-suku Israil adakah satu yang tidak datang menghadap Tuhan di Mizpa?' Lalu tampaklah bahwa dari Yabesh -Gilead tidak ada seorang pun yang datang ke perkemahan jamaah itu. Oleh karena itu, perkumpulan itu menyuruh 12.000 orang-orang gagah perkasa, ‘Pergilah, pukullah penduduk Yabesh-Gilead dengan mata pedang. Juga perempuan-perempuan dan anak-anak ... Semua laki-laki dan perempuan yang telah pernah tidur dengan laki-laki harus kamu tumpas."

Ketika semangat bangsa pilihan Yahua untuk melanjutkan pembantaian sedikit demi sedikit mulai menurun, kita dapati bahwa Yahua sendiri ikut turun untuk melakukan pembantaian ini. Disebutkan dalam kitab mereka, "Dan Ia membunuh beberapa orang Betsemes karena mereka melihat ke dalam tabut Tuhan , Ia membunuh lima puluh ribu laki-laki dan tujuh puluh orang dari rakyat itu."

Jadi, Tuhan mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israil, maka tewaslah dari orang Israil 70.000 orang.

Kemudian, datanglah nabi mereka, Samuel. Dia adalah salah satu nabi yang di antara nabi-nabi mereka. Dia mencoba sebuah langkah untuk mendekati Yahua, yaitu dengan cara melakukan pembantaian. Disebutkan dalam kitab mereka, "Beginilah firman Tuhan semesta alam, ‘Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israil karena orang Amalek menghalang-halangi mereka ketika orang Israil pergi dan Mesir. Jadi, pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai..."

Ketika Samuel memberikan tugas kepada Saul untuk melaksanakan perintah Tuhan, yaitu membantai habis segenap penduduk dengan mata pedang, Saul menangkap Agag, Raja Amalek hidup-hidup dan menjadikannya sebagai sandera. Dia juga menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tidak mengizinkan mereka untuk menumpas semuanya itu bersamaan dengan penduduk tersebut. Setelah Samuel marah, lalu dia menumpahkan kemarahan Tuhannya kepada Saul karena kesalahannya tidak menjalankan ajaran Tuhan untuk membantai dengan tuntas. Ketika Saul dinobatkan sebagai raja atas orang-orang Israil karena berkat pertolongan Samuel, Saul pun segera mohon ampun kepada Tuhan atas kesalahan besar yang Ia akui telah dilakukannya, yaitu ketika ia membiarkan hidup Agag, Raja Amalek, beserta binatang ternak pilihan. Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu berkatalah Samuel, ‘Bawa kemari Agag, Raja Amalek itu.' Dengan gembira Agag pergi kepadanya sebab pikirnya, ‘Sesungguhnya kepahitan maut telah lewat... ‘Sesudah itu Samuel mencincang Agag di hadapan Tuhan Gilgal.... Kemudian, Samuel pergi ke Rama, tetapi Saul pergi ke rumahnya di Gibea Saul. Sampal hari matinya, Samuel tidak melihat Saul lagi, tetapi Samuel berdukacita karena Saul. Dan Tuhan menyesal karena Ia menjadikan Saul raja atas lsrail."

Marilah kita perhatikan Saul yang dulunya disebut oleh Samuel sebagai orang yang terlalu toleran, ketika dia memaafkan Agag (Raja Amalek) dan tidak menumpas semua binatang ternak Kita akan dapati bahwa watak kejam dan buas telah tumbuh pada dirinya. Kita lihat ia telah meminta kepada Daud untuk dipotonglcan seratus ujung zakar orang-orang Palestina untuk dia persembahkan sebagai mahar anak perempuannya, Mikhal . Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian berkatalah Saul, ‘Beginilah kamu katakan kepada Daud, ‘Raja tidak menghendaki maskawin selain dari seratus kulit ujung zakar orang Palestina sebagai pembalasan kepada musuh raja....' Waktunya belum genap, tetapi Daud sudah bersiap. Dia pergi dengan orang-orangnya dan menewaskan dari orang Palestina itu dua ratus orang serta membawa kulit ujung zakar mereka. Dalam jumlah yang genap diberikan semuanya itu kepada raja supaya Daud menjadi menantu raja. Kemudian, Saul memberilcan Mikhal, anaknya. " Kita tidak akan terkejut dengan kekejaman Saul kalau kita tidak mengetahui bahwa dia mulai membantai para imam bani lsrail, perempuan, anak-anak, serta binatang ternak. Disebutkan dalam kitab mereka, "Maka ia memerangi para imam itu. Ia membunuh pada hari itu 85 orang yang memakai baju efod dan kain linen. Juga penduduk Nob, kota imam itu dibunuh raja dengan mata pedang, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak yang menyusu, lembu, keledai, dan domba dibunuhnya dengan mata pedang.

Kemudian, datanglah nabi mereka yang paling agung, Daud, putra terhormat Yahua. Pemimpin yang telah bersumpah untuk melindungi Kerajaan Israil di bawah kakinya untuk selama-lamanya, lalu dia menetapkan penjanjian darah dengan melakukan pembantaian terhadap bangsa Palestina yang telah berbuat baik kepadanya dan telah melindunginya ketika Ia lari dari serangan sengit Saul.

Di sebutkan dalam kitab mereka, "Sesudah itu, Daud memukul kalah orang Palestina dan mendudukkan mereka. Kemudian, Daud mengambil kendali pemerintahan atas ibukota dari tangan Palestina. Dia memukul kalah orang Moab, lalu sambil menyuruh mereka berbaring di tanah, Ia mengukur tempat mereka dengan tali. Jumlah orang yang berkumpul sepanjang dua kali panjang tali itu dibunuh dan yang berada di sepanjang satu kali panjang tali dibiarkan hidup.... Selanjutnya, Daud memukul kalah Hadadezer bin Rehob, Raja Zoba. Daud menawan darinya seribu tujuh ratus orang pasukan berkuda dan dua puluh ribu orang pasukan berjalan kaki, lalu Daud menyuruh memotong urat keting segala kuda kereta, rnenyisakan seratus ekor kuda kereta. Kemudian, orang Aram dari Damsyik datang menolong Hadadezer, Raja Zoba, tetapi orang Aram itu dibunuh Daud sebanyak dua puluh dua nibu orang. Demikianlah Daud mendapat nama. Ketika ia pulang, ia menewaskan delapan belas ribu orang Edom di Lembah Asin ..., tetapi orang Aram itu lari dari hadapan orang Israil. Daud membunuh dari orang Aram itu tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang pasukan berkuda...."

Ketika Raja Daud belum puas melakukan pembantaian dengan menggunakan pedang, dia menemukan cara baru untuk melakukan pembantaian.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Dan diangkutnya banyak sekali jarahan dari kota itu. Penduduk kota itu diangkutnya dan dipaksanya bekerja dengan gergaji, penggerek besi, dan kapak. Juga dipekerjakan mereka di tempat pembuatan batu-bata. Demikinlah juga dilakukan Daud terhadap segala kota bani Amon.. ..

Setelah pembantaian yang dilakukan Daud mulai melemah, dia sudah tidak mempunyai musuh lagi, kecuali anaknya yang bernama Absalom. Kemudian, terjadilah permusuhan antara keduanya yang mengharuskannya untuk menyembelih Absalom. Disebutkan dalam kitab mereka, "Dan terjadilah pertempuran di hutan Efraim. Tentara Israil terpukul kalah di sana oleh orang-orang Daud. Pada hari itu terjadilah di sana pertumpahan darah yang dahsyat, dua puluh ribu orang tewas. Kemudian, pertempuran meluas meliputi seluruh daerah itu. Hutan itu memakan lebih banyak orang di antara tentara daripada yang dimakan pedang pada han itu.. . ."

Kemudian, datanglah Sulaiman yang bijaksana, dan mendapati bahwa suatu keharusan baginya untuk melakukan pertumpahan darah demi menyempurnakan kebijaksanaan, melengkapi ketajaman pemikiran yang ada pada dirinya, serta mengokohkan sendi-sendi kerajaan. Disebutkan dalam kitab mereka, "Tujuh hari lamanya mereka berkemah berhadap-hadapan. Tetapi pada hari yang ketujuh, mulailah pertempuran. Pada satu hari orang Israil menewaskan seratus ribu orang berjalan kaki dari orang Aram itu. Orang-orang yang masih tinggal melarikan diri ke Afek, ke dalam kota, tetapi temboknya roboh menimpa 20.000 orang yang masih tinggal itu.. .

Sepertinya tidak benar kalau kita menyepelekan bagian malaikat menurut Taurat Yahudi dalam penumpasan dan penyembelihan ini, sebagaimana yang telah disebutkan dalarn asfar Yahudi, "Pada malam itu keluarlah malaikat Tuhan, lalu dibunuhnyalah seratus delapan puluh ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Keesokan paginya tampaklah bangkai orang-orang mati belaka."

Pertikaian untuk mendapatkan keridhaan Yahua antara Yehuda dan Israil semakin memanas sehingga akhirnya terjadilah peperangan sengit di antara mereka berdua. Disebutkan dalam kitab mereka, "Dan orang-orang Yehuda memekikkan pekik perang. Pada saat orang-orang Yehuda itu memekikkan pekik perang. Allah memukul kalah Yerobeam dan segenap orang Israil oleh Abia dan Yehuda. Orang Israil lari dari depan Yehuda, tetapi Allah menyerahkan mereka ke dalam tangan Yehuda. Abia dengan laskarnya mendatangkan kekalahan yang besar kepada mereka. Dan orang Israil mati tenbunuh 500.000 ribu orang pilihan. Demikianlah orang Israil ditundukkan pada waktu itu, sedang orang Yehuda menjadi kokoh karena mereka mengandalkan diri kepada Tuhan, Allah nenek moyang mereka."

Selain itu, Yoram bin Yehuda juga membaskan pedangnya kepada saudara-saudaranya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan merasa dirinya kuat, ia membunuh semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israil dengan pedang...."

Kemudian, ibu Ahazia bin Yoram yang bernama Atalya menumpas semua keturunan kerajaan yang disucikan. Kenapa tidak? Aku mengatakan bahwa dia adalah termasuk orang-orang yang pemberani dan haus akan pertumpahan darah. Disebutkan dalam kitab mereka, "Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah Ia membinasakan semua keturunan raja dan kaum Yehuda..

Ketika para imam meramal Zakaria, mereka membunuhnya di rumah Tuhan. Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu roh Allah menguasai Zakaria, anak Imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat dan berkata kepada mereka, Beginilah firman Allah, ‘Mengapa kamu melanggar penintah-perintah Tuhan sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan Tuhan, ia pun meninggalkan kamu!' Akan tetapi, mereka mengadakan kesepakatan terhadap dia, dan atas perintah raja mereka melontari dia dengan batu di pelataran rumah Tuhan....' Pada pergantian tahun tentara Aram maju menyerang Yoas dan masuk ke Yehuda dan Yerussalem. Dan bangsa itu semua pemimpin habis dibunuh mereka.. "

Sepertiriya Yahua telah marah kepada bangsa-Nya dikarenakan pembantaian yang mereka lakukan telah mulal merosot turun, maka kemudian datanglah Amazia yang saleh, memberanikan diri mencegah kemerosotan itu. Disebutkan dalam kitab mereka, ‘Amazia mendapat keberanian, lalu memimpin rakyatnya ke Lembah Asin dan memukul kalah sepuluh ribu orang dari bani Seir. Selain itu, sepuluh ribu orang ditawan hidup-hidup oleh bani Yehuda dan dibawa ke suatu puncak bukit batu, lalu mereka dicampakkan dari puncak bukit batu itu.... Orang-orang dari pasukan yang dipulangkan Amazia, dan yang tidak diperbolehkan ikut berperang dengan dia, menyerbu kota-kota di Yehuda dari jurusan Samaria sampai ke Bet Horon, dan menewaskan tiga ribu orang penduduknya dan merampas banyak jarahan.

Bantuan terhadap Israil terus mengalir. Mereka juga mendapatkan rencana dan Yahua, dan menolong mereka dalam menghadapi Yehuda. Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian, Ia diserahkan pula ke dalam tangan Raja Israil dan mengalami kekalahan yang besar. Sebab, dalam sehari Pekah bin Remalya menewaskan di Yehuda 120.000 orang, semuanya orang-orang yang tangkas oleh karena mereka telah meninggalkan Tuhan Allah nenek moyang mereka. Pahlawan dari Efraim yang bernama Zikhri membunuh Maseya, anak raja, Azrikam, kepala istana, dan Elkana (orang kedua di bawah raja). Orang Israil menawan dari saudara-saudaranya dua ratus ribu orang, yakni wanita, anak laid-laki, dan anak-anak perempuan. Mereka merampas juga banyak harta benda dari orang-orang itu dan membawa rampasan itu ke Samania."

Kitab orang-orang Yahudi ini tidak menyembunyikan hakikat keberadaan bangsa pilihan Yahua dan kecondongan mereka menghisap darah, mematahkan tulang-belulang manusia, dan membunuh anak-anak. Bahkan, dan anak-anak golongan Yahudi sekalipun. Disebutkan dalam kitab mereka, "Lihat suatu bangsa yang bangkit seperti singa betina dan yang berdiri tegak seperti singa jantan, yang tidak membaringkan dirinya sebelum Ia memakan mangsanya dan meminum darah dari yang mati dibunuhnya.... Allah membawa meneka keluar dari Mesir. Bagi mereka seperti tanduk kekuatan lembu hutan. Bangsa-bangsa yang menjadi lawannya akan ditelannya habis dan tulang-tulang mereka akan dihancurkannya..

Nabi mereka yang bernama Armiya terkadang menentang pembunuhan dengan api terhadap anak-anak Yahudi, sebagaimana yang disebutkan dalam kitab mereka, "Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anak lelaki dan perempuannya, suatu hal yang tidak pemah kuperintahkan dan tidak pernah timbul dalam hatiku.. .." Kita dapati dia terus bersenandung mengulangi kebengisan Tuhan mereka dan kekejaman-Nya terhadap orang-orang tua, para jejaka, dan para perawan. Disebutkan dalam kitab mereka, "Engkau tadinya adalah palu godam bagi-Ku, senjata perang. Dengan engkau Aku menghancurkan bangsa-bangsa. Dengan engkau Aku memusnahkan kerajaan-kerajaan. Dengan engkau Aku menghancurkan kuda dan pengendaranya. Dengan engkau Aku menghancurkan kereta dan penunggangnya. Dengan engkau Aku menghancurkan laki-laki dan perempuan. Dengan engkau Aku menghancurkan orang tua dan muda. Dengan engkau Aku menghancurkan taruna dan dara. Dengan engkau Aku menghancurkan gembala dan kawanan dombanya. Dengan engkau Aku menghancurkan petani dan lembu pembajaknya. Dengan engkau Aku menghancurkan penguasa dan para pembesar."

Kesucian Taurat Ester, dikhususkan oleh para imam bani Israil. Asfar yang lengkap, yang datang sebagai lambang kebohongan, rencana jahat, kedustaan, pelanggaran janji, kebuasan, dan sebagai lambang kekejaman. Telah disebutkan dalam asfar ini cerita tentang Mordekhai, salah seorang penjaga pintu gerbang kerajaan Raja Ahasyweros. Kisah tentang bagaimana Yahudi ini bisa merusak hubungan Raja dengan kerajaannya dengan tujuan agar sang Raja dapat kiranya mengawinkannya dengan anak pamannya, Ester. Kisah bagaimana Haman mengatur rencana jahat terhadap bangsa Yahudi. Kemudian, ia memanfaatkan Ester untuk ikut memasukkan cerita bohong tentang rencana jahat ini ke dalam hati sang raja. Siasat busuk untuk membunuh semua musuh yang mengancam Yahudi. Dengan perintah ini, akhirnya Mordekhai sukses meraih keberhasilan yang gemilang. Kesuksesannya itu dapat dilihat dengan keberhasilannya membunuh berpuluh-puluh ribu jiwa bangsa pilihan Tuhan, yaitu bangsa Israil. Tidak seorang pun di antara mereka yang dibiarkan hidup sehingga membuktikan ketidakbersalahan bangsa yang memprihatinkan itu dan rencana jahat Yahudi, yang diciptakan oleh Mordekhai. Disebutkan dalam kitab mereka, "Ketika Haman melihat Mordekhai ada di pintu gerbang istana raja, tidak bangkit, dan tidak bergerak menghormati dia, maka sangat panaslah hati Haman kepada Mordekhai. Namun, ia mengurungkan niatnya untuk memukul Mordekhai karena mereka memberitahukan kepadanya tentang kebangsaan Mordekhai. Haman mempengaruhi raja untuk membunuh habis semua orang Yahudi yang ada di setiap wilayah kerajaan Ahasyweros. Datanglah Raja dengan Haman untuk dijamu oleh Ester, sang ratu. Pada hari yang kedua itu, sambil minum anggur, bertanyalah pula Raja kepada Ester, ‘Apakah permintaanmu hai Ratu Ester? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Bahkan, setengah kerajaan sekalipun akan kupenuhi ... maka Raja mengulurkan tongkat emas kepada Ester, lalu bangkitlah Ester dan berdiri di hadapan raja, serta sembahnya, ‘Jikalau baik pada pandangan Raja, jikalau hamba mendapat kasih Raja, hal ini kiranya dipandang benar oleh Raja, dan Raja berkenan kepada hamba, maka hendaklah dikeluarkan surat titah untuk menarik kembali surat-surat yang berisi rancangan Haman bin Hamedata, orang Agag itu, yang ditulisnya untuk membinasakan orang Yahudi di dalam semua daerah kerajaan.'

Raja Ahasyweros berkata kepada Ester, Ratu Mordekhai yang juga seorang Yahudi, Aku berikan rumah Haman untuk Ester. Adapun dia, maka Ia telah menyalibnya di atas kayu karena mengulurkan tangannya kepada Yahudi... Namun, Mordekhai belum merasa cukup hanya dengan membunuh Haman, maka dia pun merencanakan ribuan pembantaian untuk memenuhi hasrat membunuh yang memang merupakan wataknya dan melakukan balas dendam terhadap orang-orang tak berdosa.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Maka dia menulis surat atas nama Raja Ahasyweros, kemudian ia memateraikan surat itu dengan cincin materai Raja. Setelah itu, dia mengirim surat-surat itu dengan menggunakan perantaraan pesuruh-pesuruh yang berkuda ... yang isinya: Raja mengizinkan orang Yahudi di tiap-tiap kota untuk berkumpul dan mempertahankan nyawanya serta memusnahkan, membunuh, atau membinasakan segala tentara. Bahkan, anak-anak dan perempuan-perempuan dan bangsa dan daerah yang hendak menyerang mereka serta merampas harta milik mereka.... Di dalam Benteng Susan saja orang Yahudi membunuh dan membinasakan lima ratus orang. Kesepuluh anak laki-laki Haman bin Hamedata, seteru orang Yahudi, dibunuh oleh mereka ... lalu Raja bertitah kepada Ester, sang ratu, ‘Di dalam Benteng Susan saja orang Yahudi telah membunuh dan membinasakan lima ratus orang beserta kesepuluh anak Haman ... dan apakah permintaanmu sekarang, niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu lagi, niscaya dipenuhi.'

Setelah kesepuluh anak-anak Haman disulakan pada tiang sebagaimana permintaan Ester, orang-orang Yahudi berangkat melakukan pembantaian terhadap bangsa-bangsa di ternpat-tempat lain.... Orang Yahudi yang lain, yang ada di dalam daerah kerajaan, berkumpul dan mempertahankan nyawanya serta mendapat keamanan terhadap musuhnya. Mereka membunuh 70.000 orang di antara pembenci-pembenci mereka, hal in terjadi pada hari yang ke-13 dalam bulan Adar.

Pada hari yang ke-14, berhentilah mereka dan hari itu dijadikan mereka sebagai hari perjamuan dan sukacita. Disebutkan dalam kitab mereka, "Hari itu adalah hari led resmi bagi orang-orang Yahudi."

Kita tidak lupa - tatkala kita memperhatikan pembantaian-pembantaian yang sampai memakan korban ratusan ribu hanya dalam satu kali peperangan dalam waktu satu atau setengah hari saja- untuk mengingat bahwa senjata utama yang digunakan dalam pembarnaian-pembantaian pada waktu itu adalah pedang. Kita bisa membayangkan betapa tinggi tingkat kebuasan, keliaran, dan kebiadaban sebuah peperangan yang memakan korban setengah miliar nyawa tanpa menggunakan bom atom, atau bom hidrogen (zat cair), meriam, peluru, tank, pesawat pelempar rudal, dan roket (torpedo).... Kita juga bisa membayangkan tingkat peradaban yang ditunjukkan bangsa Yahudi terhadap dunia ketika kita melihat dan membandingkan malapetaka dan bencana-bencana yang muncul dari penawanan terhadap dua ratus nibu wanita-wanita dan anak-anak hanya dalam satu peperangan, itu pun setelah mereka melakukan penyembelihan terhadap ratusan ribu jiwa, baik dari kalangan para tentara atau dari kalangan orang biasa. Demi Allah, hal itu bukanlah suatu peradaban, melainkan sebuah kebiadaban dan kebuasan. Sampai kita sering keliru tatkala kita menisbatkannya kepada binatang buas dan menyebutnya suatu kebuasan. Binatang buas tidaklah mau melakukan pembunuhan, kecuali untuk mengamankan makanannya. Adapun orang-orang Yahudi itu dari dulu sampai sekarang masih tetap haus akan berbagai peperangan dalam skala besar yang belum pernah dikenal dalam sejarah manusia.

 5. Fasik dan Berakhlak Bejat
Belum pernah didapati dalam sejarah tindakan pencabulan, kejahatan, kefasikan, dan kebejatan akhlak menjadi suatu kesucian, kecuali dalam kitab Taurat Yahudi. Taurat juga telah menyusun berbagai pencabulan yang sama sekali belum pernah dikenal oleh agama-agama mana pun, kemudian dihalalkan. Demikian juga dengan kitab Taurat yang merupakan kitab pertama dalam segenap sejarah, telah memberikan pelajaran-pelajaran kebobrokan akhlak dan penghalalan Segala cara yang bertentangan dengan moral kemanusiaan. Disebutkan dalam kitab mereka, "Pergilah Lot dan Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anak perempuannya di pegunungan sebab ia tidak berani tinggal di Zoar. Kemudian, menetaplah ia dalam satu goa beserta kedua anaknya. Kata kakaknya kepada adiknya, ‘Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi. Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita. Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya, dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika bangun. Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya, ‘Tadi malam aku telah tidur dengan ayah, baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur. Masuklah engkau untuk tidur dengan dia supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.' Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya, dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. Lalu mengandunglah kedua anak Lot dan ayah mereka. Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan memberinya nama Moab. Dialah bapak orang Moab yang sekarang, yang lebih muda pun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami. Dialah bapa bani Amon yang sekarang."

Selain itu, Ruben bin Yakub telah melakukan kezaliman terhadap istri ayahnya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian, Yakub memanggil anak-anaknya dan berkata, ‘Datanglah berkumpul supaya kuberitahukan kepadamu apa yang akan kamu alami di kemudian hari. Berhimpunlah kamu dan dengarlah, ya anak-anak Yakub, dengarlah kepada Israil, ayahmu. Ruben, engkaulah anak sulungku, kekuatanku, dan permulaan kegagahanku. Engkaulah yang terutama dalam keluhuran, yang terutama dalam kesanggupan. Engkau yang membual sebagai air tidak lagi engkau yang terutama sebab engkau telah memiliki tempat tidur ayahmu. Waktu itu engkau telah melanggar kesuciannya. Dia telah menaiki petiduranku." ' Kemudian, meluaslah kezaliman ini dalam kerajaan mereka dan pada anak-anak raja mereka. Absalom bin Daud mempraktikkannya dengan seluas-luasnya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian, berkatalah Absalom kepada Ahitofel, ‘Berilah nasihat, apa yang harus kita perbuat?' Lalu jawab Ahitofel kepada Absalom, ‘Hampirilah gundik-gundik ayahmu yang ditinggalkannya untuk menunggui istana. Apabila seluruh Israil mendengar bahwa engkau telah membuat dinimu dibenci oleh ayahmu, maka segala orang yang menyertai engkau, akan dikuatkan hatinya. Maka dibentangkanlah kemah bagi Absalom di atas sotoh, lalu Absalom menghampini gundik-gundik ayahnya di depan mata seluruh Israil. Pada waktu itu nasihat yang dibenikan Ahitofel adalah sama dengan petunjuk yang dimintakan dari Allah."

Absalom bin Daud telah mewarisi akhlak bejat ini dan ayahnya, Daud versi Taurat. Yang dimaksud Daud di Sini bukan Daud yang diagungkan oleh A1-Qur'an dan dihinakan oleh orang-orang Yahudi. Daud versi Taurat ini pernah memaksa istri salah seorang perwiranya ketika perwiranya tersebut sedang tidak ada di rumah karena sibuk berperang di barisan penyerang. Kemudian, ia membuat rencana jahat untuk menghabisi perwiranya agar Ia dapat mengawini perempuan cantik temannya berzina, istri perwiranya itu.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi, perempuan itu sangat elok rupanya. Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata, ‘Itu adalah Batsyeba binti Eliem, istri Uria....' Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Lalu perempuan ftu datang kepadanya, kemudian Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihlcan najisnya. Kemudian, pulanglah perempuan itu ke rumahnya. Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahuhn kepada Daud demikian, Aku mengandung.' Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab untuk mengatakan, ‘Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku.' Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud. Ketika Uria masuk menghadap Daud, ia mengizinkannya pulang untuk bermalam di rumahnya bersama istninya dengan demikian terhapuslah kejahatan yang telah diperbuatnya menghamili istri Uria. Akan tetapi, Uria adalah seorang yang cerdik, Ia dapat memahami rencana yang sedang dijalankan

oleh Daud. Kemudian, Ia membaringkan diri di depan pintu. istana bersama-sama hamba tuannya. Ketika pada pagi hari, Daud mengetahui bahwa Uria tidak pulang ke rumahnya, ia pun bertanya apa sebabnya. Dan pada waktu itu jawaban Uria sangat tepat dan cerdik sekali. Dia mengatakan bahwa sekarang para pasukan sedang bertempur di medan peperangan, maka Ia merasa tidak enak untuk pulang ke rumahnya dan bersenang-senang dengan istrinya. Kemudian, Daud pun mengembalikannya ke medan peperangan setelah menentukan rencana untuk melepaskan diri jeratnya dengan cara mengirimnya ke medan perang bersama Panglima Yoab. Dengan demikian sukseslah rencana itu dan terlepaslah Daud dari Uria yang mati karena sebab kecantikan istrinya. Kemudian, ia mengawininya setelah selesai hari berkabung. Berita kematian Uria telah membuat terperanjat istrinya, dan Ia merasa sedih atas kematian suaminya itu. Setelah hilang sedihnya, Daud pun menjemputnya untuk tinggal bersamanya di istana sebagai istrinya, maka dari istri inilah lahir anaknya...

Kitab Taurat juga menggambarkan Daud pada hari tuanya yang senang terhadap para perawan, dia menyelirnuti diri dengan mereka ketika ia terkena penyakit demam. Disebutkan dalam kitab mereka, "Raja Daud telah tua dan lanjut umurnya. biarpun Ia selimuti, badannya tetap dingin. Lalu para pegawainya berkata kepadanya, ‘Hendaklah dicari bagi tuanku raja seorang perawan yang muda, untuk melayani dan merawat Raja. Biarlah ia berbaring di pangkuanmu sehingga badan tuanku Raja menjadi panas.' Maka di seluruh daerah Israil dicarilah seorang gadis yang cantik, dan didapatlah Abisag, gadis Sunem, lalu dibawa kepada Raja. Gadis itu amat cantik, dan ia menjadi perawat Raja dan melayani dia, tetapi Raja tidak bensetubuh dengan dia.

Benar bahwa sifat yang menjijikan ini terdapat pada diri Daud versi Taurat dan bangsanya semazhab. Mereka berenang dalam lautan dosa zina dan kehinaan semenjak 30 abad lalu sampai zaman kita sekarang ini. Kita juga tidak lupa tentang kisah Yehuda, salah seorang anak Yakub yang berzina dengan saudara perempuannya sendiri, Tamar, sebagaimana disebutkan dalam kitab Taurat.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Setelah beberapa lama matilah anak Syua, istri Yehuda. Sehabis berkabung pergilah Yehuda ke Timna, kepada orang-orang yang menggunting bulu domba-dombanya.... Ketika dikabarkan kepada Tamar, ‘Bapak mertuamu sedang di jalan menuju ke Timna untuk menggunting bulu domba-dombanya.' Maka ditanggalkannyalah pakaian kejandaannya, ia bertelekung dan bersetubuh. Kemudian, pergi duduk di pintu masuk ke Enaim dijalan yang menuju ke Timna.... Ketika Yehuda melihat dia, disangkanya dia seorang perempuan sundal ..., lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata, ‘Marilah, aku mau menghampiri engkau.' Sebab, ia tidak tahu bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu, ‘Apakah yang akan kau berikan kepadaku jika engkau menghampiriku?' Jawabnya, ‘Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dan kambing dombaku.' Kata perempuan itu, Asal engkau memberikan jaminannya, sampai engkau mengirimkannya kepadaku.. "
Kesimpulannya, Yehuda pun memberikan cincin, sapu tangan, dan tongkatnya sebagal barang jaminan, kemudian ia pun berzina dengannya. Setelah beberapa lama ia melakukan perzinaan itu, Tamar menghilang begitu saja. Ketika Yehuda mengirimkan anak kambing itu untuk mengambil kembali jaminannya, dia tidak menjumpai lagi perempuan itu.

Setelah itu, kira-kira tiga bulan dikabarkanlah kepada Yehuda bahwa Tamar telah berzina, bahkan telah mengandung dari perzinaannya itu tanpa menunggu iddah (masa menunggu) dari suaminya, yaitu anak Yehuda. Kemudian, Yehuda pun memerintahkan orang untuk membakarnya. Ketika pembakaran tersebut akan dilakukan, Tamar mengeluarkan barang-barang jaminan yang dahulu diberikan Yehuda kepadanya. Setelah melihat barang-barang jaminan itu, Yehuda pun mengakui bahwa dia adalah temannya berzina dulu, dibatalkanlah hukuman bakar itu terhadapnya. Setelah beberapa lama Tamar pun melahirkan anak kembar. Mereka dia beri nama Peres dan Zerah. Dan keturunan Peres, Ia mendapatkan cucu bernama Buiz yang kawin dengan Bruts yang merupakaa nenek moyang Moab. Dan dari keturunan mereka berdua lahirlah Daud versi Taurat. Jadi, Daud adalah seorang anak hasil perzinaan karena Moab, ayahnya, adalah seorang anak haram. Ibunya adalah anak Lot yang mengandung dari ayahnya sendiri. Buiz adalah anak keturunan Peres juga dan hasi perzinaan. Dengan demikian Daud terlahir dan keturuna pezina, menurut kitab Taurat.

Dalam kitab Taurat terdapat kejadian-kejadian yang lebih buruk dan lebih bejat dan semua yang telah kita baca tadi. Disebutkan bahwa anak Daud yang bernama Amnon berzina dengan saudara perempuannya, Tamar. Kemudian, saudara kandungnya Absalom marah dan membalaskan dendamnya melalui salah seorang anak buahnya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Amnon mempunyai seorang sahabat bernama Yonadab, anak Simea, kakak Daud. Yonadab itu seorang yang sangat cerdik. Katanya kepada Amnon, ‘Hai anak Raja, mengapa engkau demikian merana setiap pagi? Tidakkah lebih baik engkau memberitahukannya kepadaku.' Kata Amnori kepadanya, aku cinta kepada Tamar, adik perempuan Absalom, saudaraku itu.' Lalu berkatalah Yonadab kepadanya, ‘Berbaringlah di tempat tidurmu dan berbuat pura-pura sakit. Apabila ayahmu datang menengok engkau, maka haruslah engkau berkata kepadanya, ‘Izinkanlah adikku Tamar datang memberi aku makan. Apabila Ia menyediakan makanan di depan mataku sehingga aku dapat melihatnya, maka aku akan memakannya dari tangannya.' Sesudah itu berbaringlah Amnon dan berbuat pura-pura sakit. Ketika Raja datang menengok dia, berkatalah Amnon kepada Raja, ‘Izinkanlah adikku Tamar datang membuat kue di depan mataku supaya aku memakannya dari tangarinya.' Lalu Daud menyuruh orang kepada Tamar dengan pesan, ‘Pergilah ke rumah Amnon ... dan sediakanlah makanan baginya.' Setelah itu, Tamar pergi ke rumah Amnon yang sedang berbaring-baring, lalu anak perempuan itu mengambil adonan, meremasnya, dan membuat kue di depan matanya, kemudian dibakarnya kue itu. Sesudah itu gadis itu mengambil kuali dan mengeluarkan isinya di depan Amnon, tetapi ia tidak mau makan. Berkatalah Amnon, ‘Suruhlah setiap orang keluar meninggalkan aku.' Keluarlah setiap orang meninggalkan dia. Kemudian, berkatalah Amnon kepada Tamar; ‘Bawalah makanan itu ke dalam kamar supaya aku memakannya dari tanganmu.' Tamar mengambil kue yang disediakannya itu, lalu membawanya kepada Amnon, ke dalam kamar. Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya Ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya, ‘Marilah tidur dengan aku, adikku.' Gadis itu berkata kepadanya, ‘Tidak kakakku, jangan perkosa aku sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israil. Janganlah berbuat noda seperti itu.' Oleh karena itu, berbicaralah dengan Raja sebab Ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu. Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya. Dia lebih kuat daripada Tamar, diperkosanyalah dia.... Kemudian, timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu daripada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya, ‘Bangunlah, enyahlah!' Tamar menaruh abu di atas kepalanya, mengoyakkan baju kurung yang maha indah yang dipakainya dia meletakkan tangannya di atas kepalanya, dan pergilah Ia sambil meratap dengan nyaring. Berkatalah kakaknya yang bernama Absalom kepadanya, ‘Apakah Amnon kakakmu itu telah bersetubuh dengan engkau? Adikku, diamlah saja. Bukankah Ia kakakmu. Janganlah begitu memikirkan perkara itu."

Adapun Sulaiman, Taurat telah menggambarkannya sebagai seorang laki-laki hypersex yang hanya bisa puas dengan beratus-ratus istri dan gundik.
Disebutkan dalam kitab mereka, "Adapun Raja Salomo, maka Ia mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Fir'aun, Ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Anion, Edom, Sidon, dan Het. Padahal tentang bangsa-bangsa itu, Tuhan telah berfirman kepada orang-orang lsrail, ‘JanganIah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu. Sebab, sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada Allah mereka. Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta. Ia mempunyai tujuh ratus istri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik. Istri-istrinya itu lebih menarik hatinya daripada Tuhan.. .."

Sepertinya kurang tepat apabila kita menutup pembicaraan kita dalam masalah akar kefasikan dan kebejatan sebagaimana yang tertulis dalam kitab Taurat, tanpa mempelajari apa yang terdapat datam asfar mereka, yaitu asfar Kidung Agung. Penulis berharap agar pembaca jangan berpikiran yang bukan-bukan, penulis hanya menukil dan kitab Rujuus Syaikh ila Swabaahu, "Dengarlah kekasihku! Lihatlah, Ia datang, melompat-lompat di atas gunung-gunung, meloncat-loncat di atas bukit-bukit. Kekasihku serupa kijang, atau anak rusa. Lihatlah, Ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap dan melihat dari kisi-kisi. Kekasihku mulai berbicara kepadaku, ‘Bangunlah manisku, jelitaku, marilah kemari! ... Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas, bunyi tekukur terdengar di tanah kita. Pohon ara mulai berbuah dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah manisku, jelitaku. Kemarilah! ... Aku hendak bangun dan berkeliling di kota, di jalan-jalan, dan di lapangan-lapangan. Kucari dia jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. Aku temui peronda-peronda kota, ‘Apakah kamu melihat jantung hatiku?' Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku. Kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku. Kusumpahi kamu, putri-putri Yerussalem. Demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang. Jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya ...! Li hatlah, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari Pegunungan Gilead. Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada. Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu. Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu. Lehermu seperti menara Daud, dibangun untuk menyimpan senjata. Seribu perisai tergantung padanya dan gada para pahlawan semuanya. Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kijang kembar yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung. Engkau mendebarkan hatiku, dinda, pengantinku. Engkau mendebarkan hati dengan satu kejapan mata, dengan seuntai kalung dan perhiasan lehermu. Betapa nikmat kasihmu, dinda, pengantinku! Jauh lebih nikmat cintamu daripada anggur. Lebih harum bau minyakmu daripada segala macam rempah. Bibirmu meneteskan madu murni, pengantinku. Madu dan susu ada di bawah lidahmu. Bau pakaianmu seperti bau Gunung Lebanon. Aku datang ke kebunku, dinda, pengantinku. Kukumpulkan mur dan rempah-rempahku, kumakan sambang dan maduku, kuminum anggur dan susuku. Makanlah teman-teman. Minumlah, minumlah sampai mabuk cinta! Aku tidur, tetapi hatiku bangun.... Bukalah pintu dinda, manisku, merpatiku, idamanku karena kepalaku penuh embun. Rambutku penuh tetesan embun malam! Bajuku telah kutanggalkan. Apakah aku akan mengenakannya lagi? Kakiku telah kubasuh, apakah aku akan mengotorkannya pula? Kekasihku memasukkan tangannya melalui lobang pintu, berdebar-debarlah hatiku. Putih bersih dan merah cerah kekasihku, menyolok mata di antara selaksa orang. Tangannya bundaran emas, berhiaskan permata tarsis. Tubuhnya ukiran dan gading bertabur batu nilam. Kakinya adalah tiang-tiang marmar putih, bertumpu pada alas emas murni. Perawakannya manis menyenangkan. Segala sesuatu padanya menarik. Betapa indah langkah-langkahmu dengan sandal-sandal itu putri yang berwatak luhur! Lengkung pinggangmu bagaikan perhiasan karya tangan seniman, pusarmu seperti cawan yang bulat yang tak terkungkung anggur campuran. Perutmu timbunan gandum berpagar bunga-bunga bakung. Seperti dua anak rusa buah dadamu. Lehermu bagaikan menara gading. Betapa cantik, betapa jelita engkau, hal tercinta di antara segala yang disenangi. Sosok tubuhmu seumpama pohon kurma dan buah dadamu gugusannya. Kataku, ku ingin memanjat pohon kurma itu dan memegang gugusan-gugusannya.' Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan napas hidungmu seperti buah apel. Kata-katamu manis bagaikan anggur! Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya.... Akan kubimbing engkau dan kubawa ke rumah ibuku supaya engkau mengajar aku. Akan kuberikan kepadarnu anggur yang harum untuk diminum, air buah delimaku tangan kirinya ada di bawah kepalaku, dan tangan kanannya memeluk aku."

6. Zalim dan Melampui Batas

Kitab Taurat adalah kitab pertama di dunia yang membolehkan tindakan pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa. Bahkan, seorang anak dapat terkena hukuman karena kesalahan yang dilakukan orang tuanya. Taurat secara resmi menetapkan hukuman imbas yang memakan korban anak-anak kecil, orang-orang tua, dan perempuan-perempuan yang tidak berdosa. Demikian juga membolehkan tindakan pembunuhan terhadap binatang-biriatang yang tidak berakal yang belum pernah dilakukan oleh satu syariat pun di dunia. Lihatlah apa yang telah dilakukan Musa versi Taurat ketika ia menghukum orang-orang dari kaumnya sendiri yang menentang dirinya dan memohon kepada Tuhannya agar mereka ditelan oleh bumi bersama dengan perempuan dan anak-anak mereka. Disebutkan dalam kitab mereka, "Keluarlah Datan dan Abiram, lalu berdiri di depan pintu kemah mereka bersama-sama dengan istrinya, para anaknya, dan anak-anak yang kecil. Sesudah itu berkatalah Musa, ‘Dari hal inilah kamu akan tahu bahwa aku diutus Tuhan untuk melakukan segala perbuatan ini. Hal itu bukanlah dari hatiku sendiri. Baru saja ia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah tanah yang ada di bawah mereka, dan bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada korah dan dengan segala harta milik mereka. Demikianlah mereka dengan semua orang yang ada pada mereka turun hidup-hidup ke dunia orang mati. Bumi menutup mereka sehingga mereka binasa dan tengah-tengah jamaah itu."

Ketika kaum Musa versi Taurat menjumpai salah seorang sedang mengumpulkan kayu bakar pada hari Sabtu, mereka tidak memberitahukan kepadanya tentang pengharaman melakukan pekerjaan apa pun pada hari itu. Mereka malah membunuhnya.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Ketika orang Israil ada di padang gurun, didapati mereka seorang yang mengumpulkan kayu bakar pada hari Sabtu. Kemudian, orang-orang menghadapkan dia kepada Musa, Harun, dari segenap umat itu. Orang itu dimasukkan dalam tahanan karena belum ditentukan apa yang harus dilakukan kepadanya. Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Musa, ‘Orang itu pastilah dihukum mati, segenap umat Israil harus melontari dia dengan batu di luar tempat perkemahan.' Kemudian, segenap umat menggiring dia keluar tempat perkemahan dia dilontari dengan batu sehingga ia mati, seperti yang difirmankan Tuhan kepada Musa."

Tuhan Yahudi memerintahkan rnereka untuk menghukum orang yang tak berdosa karena dosa dan kesalahan orang lain.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Membalaskan kesalahan bapak kepada anak-anak dan cucu-cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat."

Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dan hukuman. Bahkan, Ia menimpakan kesalahan bapak kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.... ‘Anak-anak zina yang tak berdosa dikucilkan dari masyarakat sampai keturunan mereka kesepuluh. Disebutkan dalam kitab mereka, "Seorang anak haram janganlah masuk jamaah Tuhan, bahkan keturunannya yang kesepuluh pun tidak boleh masuk jamaah Tuhan."

Yosua bin Nuun, pengganti Musa versi Taurat, juga mengakui dan mengesahkan hukum imbas. Ia tidak merasa cukup hanya dengan menghukum pelaku pencurian, namun semua keluarganya juga harus dibunuh.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian Yosua beserta seluruh Israil mengambil Akhan bin Zerah, perak, jubah, dan emas sebatang itu, anak-anaknya yang laki-laki dan perempuan, lembunya, keledainya, dombanya, kemahnya, dan segala kepunyaannya, lalu semuanya itu dibawa ke Lembah Akhor. Berkatalah Yosua, ‘Seperti engkau mencelakakan kami, maka Tuhan pun mencelakakan engkau pada hari ini. Seluruh Israil melontari Ia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu. Sesudah itu didirikanlah di atasnya suatu timbunan batu yang besar, yang masih ada sampai sekarang. Lalu surutlah murka Tuhan yang menyala-nyala itu."

Kenapa kita harus mencela Musa dan Yosua, sedangkan mereka tidak pernah melakukan apa-apa, kecuali apa yang disyariatkan oleh Yakub yang pernah bergulat dengan Tuhannya, yang kemudian Dia menamainya Israil. Yakub versi Taurat ini telah menzalimi saudaranya yang bernama Esau dan mencuri hak kesulungan dan keberkatan adiknya. Namun, bapak mereka tidak mengingkari perbuatan rencana penipuan dan kebohongan itu. Dia juga tidak menghilangkan kezaliman yang dilakukan oleh anaknya tersebut. Bahkan, sebaliknya dia menghalalkan dan membolehkannya....

Disebutkan dalam kitab mereka, "Sahutnya, Akulah anakmu, anak sulungmu, Esau.' Lalu terkejutlah Ishak dengan sangat serta berkata, ‘Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia. Dan dia akan tetap orang yang diberkati. Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya, ‘Berkatilah aku ini juga, ya Bapak!' Jawab ayahnya, ‘Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu.' Kata Esau, ‘Bukankah tepat namanya Yakub karena Ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku.' Lalu katanya, ‘Apakah Bapak tidak mempunyai berkat yang lain bagiku?' Lalu Ishak menjawab Esau, katanya, ‘Sesungguhnya telah kuangkat dia menjadi tuan engkau, dan segala saudaranya telah kuberikan kepadanya menjadi hambanya, dan telah kubekali dia dengan gandum dan anggur. Maka kepadamu, apalagi yang dapat kuperbuat, ya Anakku?' Kata Esau kepada ayahnya, ‘Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya Bapak? Berkatilah aku ini juga ya Bapak' Dan dengan suara keras menangislah Esau. Ishak menjawab, ‘Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dan langit di atas. Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikrnu.. "

Kita sebagai seorang Muslim percaya dan meyakini bahwa Fir'aun adalah seorang raja yang zalim. Taurat memutar batik cerita Musa dengan Fir'aun mi menjadi sebuah cerita yang sangat mengherankan, yang dapat membuat sedih setiap pembaca, ketika mereka melihat kesengsaraan yang dialami Fir'aun dan kaumnya. Kitab ini berlebihan dalam mélampiaskan kemarahan dan menerapkan hukum qisas terhadap bangsa yang terzalimi yang pada waktu itu diperbudak oleh Fir'aun, sebagairnana dia memperbudak bani Israil. Kebijakan Tuhan Yahudi telah menghalalkan sungai-sungai Mesir berubah menjadi lautan darah yang dapat mematikan ikan yang ada di dalamnya dan yang berada di selokan. Membuat tanah Mesir penuh dengan katak, debu-debu bumi berubah menjadi nyamuk-nyamuk, lalat-lalat akan beterbangan menyerang rumah-rumah orang Mesir dan tidak masuk ke rumah-rumah orang Israil. Kuda, keledai, unta, maupun sapi-sapi orang Mesir diserang oleh wabah penyakit. Orang-orang Mesir diserang oleh penyakit borok dan bisul. Kemudian, Tuhan menurunkan hujan es bersamaan dengan api yang menyala-nyala yang membakar semua perkebunan, rumput-rumput dan pohon-pohon, kecuali bumi Gosen, tempat bani Israil tinggal.... Dia mengirim belalang ke tanah Mesir yang memakan semua tumbuh-tumbuhan, baik yang masih hijau ataupun yang sudah kering. Kemudian, mendatangkan kegelapan yang menutupi alam selama tiga hari, tidak seorang pun dapat mengenali saudaranya, anak-anak sulung perempuan yang ada di Mesir akan mati. Bahkan, anak sulung perempuan Fir'aun yang sedang duduk di kursinya juga mati. Demikian juga dengan anak sulung budak perempuannya yang menghadapi batu kilangan, semua anak sulung binatang juga akan binasa.

Semua malapetaka mi ditimpakan Tuhan bani Israil terhadap bangsa Mesir karena perbuatan Fir'aun yang terlambat membawa bani Israil keluar dan tanah Mesir menuju negeri penuh dengan susu dan madu ..., yaitu negeri Palestina.

7. Penipu, Pencuri, dan Tamak

Taurat versi Yahudi menghalalkan segala bentuk penipuan, pencurian, dan ketamakan serta menisbatkannya kepada para nabi. Dia menghiasi mereka dengan semua sifat jelek ini yang sama sekali tidak dapat ditenima oleh masyarakat. Bahkan, ditolak oleh penduduk pedalaman yang masih kolot dan liar, yang tidak pernah melihat seorang nabi pun semenjak dilahirkan sampai pada zaman kita sekarang ini.

Lihatlah apa yang telah dilakukan Ribka, istri Ishak, yang merupakan ibu Esau dan Yakub, ia menganjurkan anak bungsunya (Yakub) untuk mencuri berkat ayahnya dengan cara melakukan penipuan. Berkat itu seharusnya untuk Esau karena merupakan haknya sebagai anak yang paling besar.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Tetapi Ribka mendengarkannya ketika Ishak berkata kepada Esau, anaknya. Setelah Esau pergi ke padang memburu seekor binatang untuk dibawanya kepada ayahnya, berkatalah Ribka kepada Yakub, anaknya, ‘Telah kudengar ayahmu berkata kepada Esau, kakakmu, ‘Bawalah bagiku seekor binatang buruan dan olahlah bagiku makanan yang enak supaya kumakan, dan supaya aku memberkati engkau di hadapan Tuhan, sebelum aku mati. Maka sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan kepadamu.' Pergilah ke tempat kambing domba kita, ambillah dari sana dua anak kambing yang baik, maka aku akan mengolahnya menjadi makanan yang enak bagi ayahmu, seperti yang disenanginya. Bawalah itu kepada ayahmu supaya dimakannya agar dia memberkati engkau, sebelum ia mati.' Kemudian, Yakub berkata kepada Ribka, ibunya, ‘Tetapi Esau, kakakku, adalah seorang yang berbulu badannya, sedangkari kulltku licin. Mungkin ayahku akan meraba aku, maka nanti ia akari menyangka bahwa aku mau memperolok-olok dia. Dengan demikian aku akan mendatangkan kutuk atas diriku dan bukan berkat.' Tetapi ibunya berkata kepadanya, Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku, dengarkan saja perkataanku. Pergilah ambil kambing-kambing itu.' Lalu ia pergi mengambil kambing-kambing itu dan membawanya kepada ibunya. Sesudah itu ibunya mengolah makanan yang enak, seperti yang disenangi ayahnya. Lalu Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah. Disuruh Yakub mengenakannya. Dan kulit anak kambing itu dibalutkannya pada kedua tangan Yakub dan pada lehernya yang licin itu. Lalu ia memberikan makanan yang enak dan roti yang telah diolahnya itu kepada Yakub, anaknya."

Sukseslah rencana jahat tersebut dengan jalan memperdaya dan melakukan penipuan, kemudian Yakub mendapatkan barakah ayahnya, Ishak, hanya dengan usaha yang sama sekali tidak ada sulitnya. Setelah itu, Yakub pun meminum dan minuman yang ada dalam gelas yang telah dituangkan oleh saudaranya, Esau.

Demikianjuga setelah ia mencukupi masa kerjanya sebagai maskawin anak perempuannya paling kecil, Laban menipunya dengan cara mengawinkannya dengan anaknya yang paling besar. Kemudian, ia menikahkannya dengan anaknya yang paling kecil tadi dengan maskawin dia bekerja selama tujuh tahun seperti yang sudah dijalaninya.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Sesudah itu berkatalah Yakub kepada Laban, ‘Berikanlah kepadaku bakal istriku itu, sebab jangka waktuku telah genap supaya aku akan kawin dengan dia. Lalu Laban mengundang semua orang di tempat itu dan mengadakan perjamuan. Akan tetapi, pada waktu malam diambilnyalah Lea, anaknya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakub pun menghampiri dia. Lagi pula Laban memberikan budak perempuannya yang bernama Zilpa kepada Lea untuk dijadikan budaknya. Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu Lea! Berkatalah Yakub kepada Laban, ‘Apakah yang engkau perbuat terhadap aku ini? Bukankah aku mendapat Rahel bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?' Jawab Laban, Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu danpada kakaknya. Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini, kemudian anakku yang lain pun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi. Maka Yakub berbuat demikian."

Kemudian, Yakub bermaksud melakukan balas dendam kepada Laban dengan cara yang sangat cerdik sekali. Sementara itu Laban sudah berniat akan menghadiahkan kepada Yakub karena keikhlasannya itu dan menjadikannya sebagai pelayan tetapnya serta memberikan kebebasan kepadanya untuk menentukan berapa pun besar upah yang diinginkannya. Akhirnya Yakub meminta semua kambing yang bintik-bintik dan belang-belang, semua domba jantan yang berwarna gelap dan kambing kacangan yang berwarna belang dan bintik-bintik sebagai upahnya, Laban pun menyetujuinya.

Untuk lebih jelasnya, manilah kita baca rencana jahat Yakub yang telah dipersiapkannya untuk menipu tuannya, Laban.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu Yakub mengambil dahan hijau dan pohon hawar, pohon badang, dan pohon berangan, dikupasnyalah dahan-dahan itu sehingga berbenang-benang, sampai yang putihnya kelihatan. Ia meletakkan dahan-dahan yang dikupasnya itu dalam palungan, dalam tempat minum domba, tepat di depan domba itu. Adapun domba itu suka bersetubuh saat datang waktu minum. Jika kambing domba itu bersetubuh dekat dahan-dahan itu, maka anaknya berbintik-bintik dan berbelang. Kemudian, Yakub memisahkan domba-domba itu. Dihadapkannya kepala-kepala domba itu kepada yang bercoreng-coreng dan kepada segala yang hitam di antara kambing domba Laban. Demikianlah Ia beroleh kumpulan-kumpulan hewan baginya sendiri, dan tidak ditempatkannya pada domba Laban. Apabila bersetubuh domba yang kuat, maka Yakub meletakkan dahan-dahan itu ke dalam palungan di depan mata domba itu supaya bersetubuh di dekat dahan-dahan itu. Apabila datang domba yang lemah, tidak meletakkan dahan-dahan itu ke dalamnya. Jadi, hewan yang lemah untuk Laban dan yang kuat untuk Yakub. Sangatlah bertambah-tambah harta Yakub, dan mempunyai banyak domba, budak perempuan dan laki-laki, unta, serta keledai.

Musa versi Taurat belajar tentang seni menipu dan mencuri ini dari kakeknya, Yakub, sebagaimana yang digambarkan oleh Tuhan Yahudi dalam kitabnya.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Dan aku akan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa ini sehingga apabila kamu pergi, kamu tidak pergi dengan tangan hampa, tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak, emas, dan kain-kain yang akan kamu kenakan kepada anak laki-laki dan perempuanmu. Demikianlah, kamu akan merampas orang Mesir itu.

Lalu bangsa itu mengangkat adonannya sebelum diragi, dengan tempat adonan terbungkus dengan kain di atas bahunya. Orang Israil melakukan juga seperti kata Musa. Mereka rmeminta dari orang Mesir emas, perak, serta kain-kain. Tuhan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu sehingga memenuhi permintaan mereka. Demikianlah mereka merampas orang Mesir itu...."

Tuhan Yahudi ini sungguh mengherankan. Dia menghalalkan pencurian yang dilakukan bangsa pilihan-Nya terhadap harta orang lain selain bangsa pilihan-Nya. Dia juga telah mengatur langkah yang sangat jitu dan lengkap sekali yang Dia lakukan karena orang lain.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Sebab, Tuhan Allahmu membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik. Suatu negeri dengan sungai, mata air, dan danau yang keluar dan lembah-lembah dan gunung-gunung. Suatu negeri dengan gandum dan selainya, dengan pohon anggur, pohon ara, dan pohon delimanya. Suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya. Suatu negeri yang engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, engkau tidak akan kekurangan apa pun. Suatu negeri yang batunya mengandung besi dan dan gunungnya akan kau gali tembaga.... Hati-hatilah supaya engkau jangan melupakan Tuhan Allahmu. Janganlah kau katakan dalam hatimu, ‘Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini.' Haruslah engkau ingat kepada Tuhan Allahmu sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkannya dengan sumpah kepada nenek moyangmu seperti sekarang ini!."

Salah satu sumber kekuatan yang diberikan Yahua kepada bangsa pilihan-Nya adalah menghalalkan perampasan harta orang lain dengan jalan riba, janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apa pun yang dapat dibungakan. Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga supaya Tuhan Allahmu memberkati engkau dalam segala usahamu di negeri yang engkau masuki untuk mendudukinya..

Watak tamak, rakus, dan sangat mengagung-agungkan harta merupakan sifat asli pada diri orang-orang Yahudi semenjak diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dia menetapkan sifat tersebut dalam hati-hati mereka sehingga menumbuhkan rasa cinta terhadap emas dan perak.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Berfirmanlah Tuhan kepada Musa, ‘Katakanlah kepada orang Israil supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus. Dan setiap orang yang terdorong hatinya haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu. Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka: emas, perak, tembaga, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, linen halus, bulu kambing, kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit lumba-lumba, dan kayu penaga. Minyak untuk lampu, rempah-rempah untuk minyak urapan, ukupan dan wangi-wangian, perrnata krisopras, permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada. Mereka harus membuat tempat kudus bagiku supaya aku akan diam di tengah-tengah mereka. Menurut segala apa yang kutunjukkan kepadamu sebagai contoh kernah suci dan sebagai contoh perabotannya. Demikianlah kamu harus membuatnya."

Kecintaan mereka terhadap emas ini mencapai derajat penyembahan. Mereka membuat seekor lembu dari bahan emas, kemudian mereka menyembahnya. Lalu turunlah kitab Taurat yang kemudian mengada-ada, yaitu menisbatkan pembuatan lembu emas kepada Nabi Harun Alaihissalam.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu berkatahah Harun kepada mereka, ‘Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada pada telinga istrimu, anak laki-lakimu, dan anak perempuanmu. Bawalah semuanya kepadaku.' Lalu seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada pada telinga mereka dan membawanya kepada Harun. Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah anak lembu tuangan. Kemudian, berkatalah mereka, ‘Hai Israil! Inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!' Ketika Harun melihat itu, didirikannyalah mazbah di depan anak lembu itu.

Demikian juga dengan para imam Yahudi, mereka sangat mencintai emas. Disebutkan dalam kitab mereka, "Ketika tabut Tuhan itu ada di daerah orang Palestina, maka orang Palestina itu memanggil para imam dan para petenung, lalu berkata kepada mereka, ‘Apakah yang harus kami lakukan dengan tabut Tuhan itu? Beritahukanlah kepada kami bagaimana harus mengantar kembali ke tempatnya.' Lalu kata mereka, ‘Apabila kamu mengantar tabut Allah Israil itu, maka janganlah karnu mengantarnya dengan tangan hampa, melainkan hanuslah kamu membayar tebusan salah kepada-Nya, maka kamu akan menjadi sembuh dan kamu akan mengetahui, mengapa tangan-Nya tidak mundur daripadamu.... Setelah itu, bertanyalah mereka, ‘Apakah tebusan salah yang harus kami bayar kepadanya?' Jawab mereka, ‘Menurut jumlah raja-raja kota dan orang Palestina, lima borok emas dan lima tikus emas. Sebab, itulah yang sama menimpa kamu sekalian dan raja-raja kotamu. Jadi, buatlah gambar borok-borokmu dan gambar tikus yang merusak tanahmu, dan sampaikanlah hormatmu kepada Allah Israll. Mungkin ia akan mengangkat darimu, dan Allahmu, dan dari tanahmu."

Pada hari besar mereka, pada zaman pemerintahan Sulaiman, tampaklah kebesaran perhatian mereka terhadap emas yang melebihi perhatian mereka terhadap segala-galanya. Demikian juga dengan Haikal mereka yang keagungan dan kesuciannya memenuhi semua halaman dalam kitab mereka, yang bangunannya berbentuk bangunan biasa. Tidak ada sama sekali suatu yang menarik dalam arsitekturnya. Tidak ada keindahan dan kesenian sama sekali, hariya timbunan emas yang digunakan untuk membuat bangunannya itu saja yang berharga.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Adapun emas yang dibawa kepada Salomo dalam satu tahun ialah seberat 666 talenta, belum terhitung yang didapat dari saudagar-saudagar dan dari pedagang-pedagang dan dari semua raja Arab dan penguasa di negeri itu. Raja Salomo membuat dua ratus perisai besar dari emas tempaan. Enam ratus syikal emas dipakainya untuk setiap perisai besar. Ia membuat juga tiga ratus perisai kecil dari emas tempaan, tiga mina emas dipakainya untuk setiap perisai kecil. Kemudian, Raja menaruh semua itu di dalam gedung, di hutan Lebanon. Raja juga membuat tahta besar dari gading, yang disalutnya dengan emas tua...."

8. Merendahkan Martabat dan Mengadakan Perbudakan

Kitab Taurat telah mensyariatkan hukum hamba dan perbudakan sebelum hukum itu dikenal oleh sejarah, baik sejarah lama maupun sejarah yang sekarang ini. Bangsa pilihan dalam pandangan kitab ini adalah sebagai tuan dan seluruh bangsa lainnya di dunia ini selain mereka adalah sebagai budak yang melayani tuan Yahudi untuk selama-lamanya. Semenjak zaman Nuh, Taurat sudah menghalalkan perbudakan dan mempersilahkan bangsa pilihannya untuk menjadikan bangsa Kanaan sebagai budak mereka hanya karena hal yang sepele. Ini merupakan hukum zalim yang sangat mengherankan.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Nuh menjadi petani. Dialah yang mula-mula membuat kebun anggur. Setelah Ia minum anggur, mabuklah ia, dan Ia telanjang dalam kemahnya. Maka Ham, bapak Kanaan itu melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar. Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur. Mereka menutupi aurat ayahnya sambil berpaling muka sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya. Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya, berkatalah ia, ‘Terkutuklah Kanaan. Hendaklah Ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya. Katanya, ‘Terpujilah Tuhan Allah Sem. Akan tetapi, hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya. Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah Ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya."

Taurat juga menggambarkan Nabi Yusuf Alaihissalam sebagai seorang penjajah pintar. Karena kemiskinan bangsa Mesir, Ia pun membeli tanah Mesir beserta penduduknya untuk Fir'aun, dengan menukarkan emas dan binatang ternak dengan noti yang dapat mencegah kematian mereka.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Setelah lewat tahun itu, datanglah mereka kepadanya pada tahun yang kedua, serta berkata kepadanya, ‘Tidak usah kami sembunyikan kepada tuanku bahwa setelah uang kami habis dan setelah kumpulan ternak kami menjadi milik tuanku, tidaklah ada lagi yang tinggal yang dapat kami serahkan kepada tuanku selain badan kami dan tanah kami.' Mengapa kami harus mati di depan matamu, baik kami maupun tanah kami? Belilah kami dan tanah kami sebagai ganti makanan, maka kami dan tanah kami akan menjadi hamba kepada Fir'aun. Kemudian, Yusuf membeli segala tanah orang Mesir untuk Fir'aun sebab orang Mesir itu masing-masing menjual ladangnya karena berat kelaparan itu menimpa mereka. Demikianlah negeri itu menjadi milik Fir'aun. Dan tentang rakyat itu, diperhambakannyalah mereka di daerah Mesir dan ujung yang satu sampai ujung yang lain. Berkatalah Yusuf kepada rakyat itu, ‘Pada hari ini aku telah membeli kamu dan tanahmu untuk Fir'aun."

Daud versi Taurat adalah seorang yang bertindak sewenang-sewenang. Dia rnemperbudak orang-orang Yahudi dan juga yang lainnya. Pembantu-pembantunya yang selalu bergantian melayaninya berjumlah 24.000 orang setiap bulan. Setelah dihitung, jumlah semua pembantu yang mendapat kehormatan melayani anak Tuhan, yaitu Daud (versi Taurat) berjumlah 288.000 orang. Setelah kematian Daud, Sulaiman versi Taurat menikrnati dan mengembangkan peraturan perbudakan yang telah diwariskan oleh bapaknya, Daud. Ia kemudian menjajah anak-anak bangsa Palestina yang lolos dari penyembelihan dan pembantaian. Dijadikannya mereka sebagai budak-budak dalam pembangunan Haikal. Disebutkan dalam kitab mereka, "Semua orang yang masih tinggal dari orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus yang tidak termasuk orang Israil, yakni mereka yang masih tinggal di negeri itu dan keturunan bangsa-bangsa itu dan yang tidak dapat ditumpas oleh orang Israil, merekalah yang dikerahkan Salomo untuk menjadi budak. Demikianlah mereka sampai hari ini. Tetapi orang Israil tidak ada yang dijadikan budak oleh Salomo, melainkan mereka menjadi prajurit, pegawai, pembesar, perwira, atau panglima atas pasukan kereta dan pasukan berkuda. . Salomo memerintahkan untuk mendirikan suatu rumah bagi nama Tuhan dan suatu istana kerajaan bagi dirinya sendiri. Salomo mengerahkan tujuh puluh ribu kuli, delapan puluh ribu tukang paha di pegunungan, dan tiga ribu enam ratus mandor untuk mengawasi mereka itu."

Semua budak yang berasal dan bangsa Palestina berjumlah 153.600 orang. Bagaimana kita bisa mencela Sulaiman dan Daud versi Taurat ini apabila Tuhannya orang Israil menghalalkan perbudakan dan memerintahkannya.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Karena mereka itu (bangsa Israil) adalah hamba-hambaku yang Ku-bawa keluar dari tanah Mesir. Janganlah mereka dijual seperti orang menjual budak Janganlah engkau memerintah mereka dengan kejam, melainkan engkau harus takut akan Allahmu, tetapi budakmu laki-laki atau perempuan yang boleh engkau miliki adalah dari antara bangsa-bangsa yang di sekelilingmu, hanya dari antara merekalah kamu boleh membeli budak laki-laki dan perempuan. Juga dari antara anak-anak pendatang yang tinggal di antanamu, boleh kamu membelinya. Mereka yang tinggal di antaramu, yang dilahirkan di negenimu, boleh kamu membelinya. Orang-orang itu boleh menjadi milikmu. Kamu harus membagikan mereka sebagai milik pusaka kepada anak-anakmu yang kemudian supaya diwarisi sebagai milik. Kamu harus memperbudakkan mereka untuk selama-lamanya. Tetapi atas saudara-saudanamu, orang-orang Israil, janganlah memerintah dengan kejam."

Selain itu, Taurat juga menyeru kepada perbudakan abadi. Disebutkan dalam kitab mereka, "Tetapi apabila dia berkata kepadamu, ‘Aku tidak mau keluar meninggalkan engkau karena Ia mengasihi engkau dan keluargamu, baik perlakuannya padamu. Engkau harus mengambil sebuah penusuk dan penindik telinganya pada pintu sehingga Ia menjadi budakmu untuk selama-lamanya. Demikian juga kau perbuat kepada budak perempuanmu."

Taurat tidak merasa cukup hanya dengan perbudakan yang dilakukan bangsa Israil terhadap bangsa Palestina. Bahkan, dia menggiring seluruh bangsa dari umat manusia dan menjadikan mereka sebagai budak bangsa Israil.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Beginilah firman Tuhan Allah, ‘Lihat, Aku akan mengangkat tangan-Ku sebagai tanda untuk bangsa-bangsa dan memasang panji-panji-Ku untuk suku-suku bangsa, maka mereka akan menggendong anak laki-laki dan anak perempuanmu, akan didukung di atas bahunya. Raja-raja akan menjadi pengasuhmu dan permaisuri-permaisuri mereka menjadi inangmu. Mereka akan sujud kepadamu dengan mukanya sampai ke tanah dan akan menjilat debu kakimu."

"Orang-orang asing akan membangun tembokmu dan raja-raja mereka akan melayani engkau. Sebab, dalam murka-Ku Aku telah menghajar engkau. Namun, Aku telah berkenan untuk mengasihi engkau. Pintu-pintu gerbangmu akan terbuka senantiasa, baik siang maupun malam tidak akan tertutup supaya orang dapat membawa kekayaan bangsa-bangsa kepadamu dan raja-raja mereka ikut digiring sebagai tawanan. Sungguh, bangsa dan kerajaan yang tidak mau mengabdi kepadamu akan lenyap."

9. Pendengki, Ingkar Janji, dan Suka Memperdaya

Sungguh banyak sekali pelajaran tentang sifat dengki, ingkar janji, dan suka memperdaya yang telah disebutkan secara mendetail dalam kitab Taurat. Semuanya dinisbatkan kepada nabi-nabi Yahudi. Kisah tentang anak-anak Yakub dengan Sikhem yang menikah dengan saudara perempuan mereka, merupakan pelajaran pertama dalam masalah moral kemanusiaan.

Setelah memperdaya dan menipu keluarga Sikhem dan meyakinkan bahwa dengan bersunat mereka akan diberikan saudara-saudara perempuan anak-anak Yakub untuk mereka peristri sehingga dengan itu mereka menjadi ipar dan mereka akan menjadi satu bangsa. Setelah Sikhem bersunat, anak-anak Yakub pun berbalik menyerang dan menumpas habis mereka.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu anak-anak Yakub menjawab Sikhem dan Hemor (ayahnya) dengan tipu muslihat karena Sikhem telah mencemari Dina, adik mereka itu. Berkatalah mereka kepada kedua orang itu, ‘Kami tidak dapat berbuat demiklan, memberikan adik kami kepada seorang laki-laki yang tidak bersunat sebab hal itu aib bagi kami. Hanyalah dengan syarat ini, kami dapat menyetujui permintaanmu. Kamu harus sama seperti kami, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat, barulah kami akan memberikan gadis-gadis kami kepadamu dan mengambil gadis-gadis kamu, maka kami akan tinggal padamu, dan kita akan jadi satu bangsa. Hemor dan Sikhem menyetujui usul mereka. Orang muda itu itu tidak bertangguh melakukannya sebab ia suka kepada anak Yakub. Lagi pula ia seorang yang paling dihormati di antara seluruh kaum keluarganya. Lalu pergilah Hemor dan Sikhem ke pintu gerbang kota dan berbicara kepada penduduk kota itu, ‘Orang-orang itu mau hidup damai dengan kita. Biarlah mereka tinggal di negeri ini dan menjalaninya dengan bebas. Bukankah negeri ini cukup luas untuk mereka? Kemudian, kita dapat mengambil gadis-gadis mereka menjadi istri kita dan kita dapat memberikan gadis-gadis kita kepada mereka.' Usul Hemor dan Sikhem didengarkan oleh semua orang yang datang berkumpul di pintu gerbang kota itu, lalu disunatlah setiap laki-laki, yakni setiap orang dewasa di kota itu. Pada hari ketiga, ketika mereka sedang menderita kesakitan, datanglah dua orang anak Yakub, yaitu Simeon dan Lewi, kakak-kakak Dma. Setelah masing-masirig mengambil pedangnya, mereka menyerang kota itu dengan tidak takut-takut serta membunuh setiap laki-laki. Hemor dan Sikhem juga dibunuh mereka dengan mata pedang, dan mereka mengambil Dma dari rumah Sikhem, lalu pergi. Kemudian, datanglah anak-anak Yakub merampas orang-orang yang terbunuh itu, lalu menjarah kota itu karena adik mereka telah dicemari. Kambing, sapi, keledai, dan segala yang di dalam dan di luar kota itu dibawa mereka. Segala kekayaannya, semua anaknya, dan perempuannya ditawan dan dijarah mereka, juga seluruhmya yang ada di rumah-rumah."

Tidak berapa lama setelah anak-anak Yakub mendapati bahwa ayah mereka Iebih mengutamakan Yusuf dengan kasih sayangnya, mereka pun membuat rencana jahat terhadap Yusuf dan memendam rasa dengki yang menguasai diri mereka. Akhirnya, mereka pun menjalankan perbuatan jahat yang telah lama mereka rencanakan. Mereka menjual saudara mereka dengan dua puluh perak.
Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu, ‘Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? Marilah kita jual dia kepada orang Ismail ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia karena ia saudara kita, darah daging kita.' Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu. Ketika ada saudagar-saudagar Madian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismail itu dengan harga dua puluh syikal perak."

Sifat melanggar janji, mendengki, dan menipu ini turun-temurun kepada bani Israil semuanya. Mulai dan kalangan para nabi, raja, imam, hakim, dan panglima perang mereka, semuanya melakoni sifat ini. Taurat juga menggambarkan Daud yang merupakan Nabi mereka yang paling agung dan Raja mereka yang paling perkasa, sebagai seorang pendengki dan tukang penipu daya. Dia melakukan tipu daya terhadap bangsa Palestina yang telah melindungi dan menghormatinya ketika Ia lari dari kejaran musuhnya, Saul. Setelah kematian Saul, dan Daud pun diangkat menjadi raja, tersingkaplah tipu daya dan pelanggaran janjinya, dia memukul habis bangsa Palestina, yang menyangka kedatangan Daud untuk membalas budi baik mereka. Bangsa Palestina telah memberikan bendera kepemilikan kepadanya, lalu mereka gembira karena ia mau menerima bendera tersebut.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Ketika didengar orang Palestina bahwa Daud telah diurapi menjadi raja atas Israil, maka majulah semua orang Palestina untuk menangkap Daud. Tetapi Daud mendengar hal itu, lalu ia pergi ke kubu pertahanan. Ketika orang Palestina itu datang dan memencar di Lembah Refaim, bertanyalah Daud kepada Tuhan, ‘Apakah aku harus maju melawan orang Palestina itu? Akan kau serahkankah mereka ke dalam tanganku?' Tuhan menjawab Daud, ‘Majulah sebab aku pasti akan menyerahkan orang Palestina itu ke dalam tanganmu.' Lalu, datanglah Daud di Baal Perasim dan memukul kalah mereka di sana."

Pada setiap tindakan tipu daya, Taurat pasti mengeluarkan perintah-periritah yang bersifat mendukung, menghalalkan, membenarkan, serta memerintahkan untuk melakukannya. Demikian juga dengan Daud versi Taurat, dia tidak akan melakukan tipu daya terhadap bangsa yang telah menolong dan melindunginya, kecuali setelah ia meminta persetujuan Tuhannya dan Tuhan orang-orang Yahudi. Kemudian, Dia pun memerintahkannya untuk menyerang Palestina.

Sebelum Daud mati, dia tidak lupa untuk berwasiat kepada anaknya, Sulaiman (versi Taurat) untuk membunuh para ketua dan para hakim dengan cara tipu daya. Disebutkan dalam kitab mereka, "Engkau pun mengetahui apa yang dilakukan kepadaku oleh Yoab, anak Zeruya, maka bertindaklah dengan bijaksana dan janganlah biarkan yang ubanan itu turun dengan selamat ke dalam dunia orang mati. Juga masih ada padamu Simei bin Gera ... dan aku telah bersumpah kepadanya demi Tuhan. Takkan kubunuh engkau dengan pedang! Sekarang janganlah bebaskan dia dari hukuman sebab engkau seorang yang bijaksana dan tahu apa yang harus kau lakukan kepadanya untuk membuat yang ubanan itu turun dengan berdarah ke dalam dunia orang mati."

Setelah kematian ayahnya, Sulaiman tidak lupa untuk menjalankan apa yang telah diwasiatkan kepadanya. Dia memenuhi pemerintahannya dengan berbagai pertumpahan darah. Dia juga tega membunuh saudaranya sendiri, Edwin, dengan tipu daya. Setelah itu, dia juga membunuh Yoab sang panglima, walaupun ia sudah menyerah dan masuk ke dalam kemah Tuhan untuk melindungi dirinya. Yang jelas dia telah menjalankan sesuai dengan apa yang telah diwasiatkan ayahnya (Daud versi Taurat).

Kedengkian Tuhan Yahudi terhadap semua bangsa selain bangsa Yahudi sangatlah keras dan tidak bisa ditandingi.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Marilah mendekat, hal bangsa-bangsa. Dengar dan perhatikanlah hal suku-suku bangsa! Baiklah, bumi serta segala isinya mendengar, dunia dan segala yang terpancar daripadanya. Sebab, Tuhan murka atas segala bangsa dan hati-Nya panas atas segenap tentara mereka. Dia telah mengkhususkan mereka untuk ditumpas dan menyerahkan mereka untuk dibantai. Orang-orangnya yang mati terbunuh akan dilemparkan, dan dari bangkai-bangkai mereka akan naik bau busuk Gunung-gunung akan kebanjiran darah mereka."

10. Menghalalkan segala Cara

Kitab Taurat membolehkan siapa saja untuk mendapatkan apa yang diiriginkannya dengan cara apa pun, meskipun cara tersebut bertentangan dengan etika. Seorang bernama Machiavelli, yang sering digunakan sebagai perumpamaan dalam masalah penghalalan segala cara untuk mendapatkan keinginan, adalah seorang yang memang benar-benar terzalimi. Sebab, prinsip ini pada dasarnya sudah ada dalam kitab Taurat. Dalam kitab itu disebutkan bahwa para nabi versi Taurat terlebih dahulu telah menerapkan prinsip ini beribu-ribu tahun yang lalu. Lihatlah Nabi Ibrahim Alaihissalam, ia digambarkan dalam Taurat sebagai seorang yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Keinginannya adalah hidup senang, walau harus mengorbankan harga diri dan kehormatannya. Kemudian, dinisbatkanlah kepadanya bahwa dia menyia-nyiakan kehormatannya karena takut kehidupannya akan terancam.
Disebutkan dalam kitab mereka, "Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abraham ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing sebab kelaparan hebat melanda di negeri.... Pada waktu Ia akan masuk ke Mesir, berkatalah Ia kepada Sara, istrinya, ‘Memang aku tahu bahwa engkau adalah seorang perernpuan yang cantik parasnya. Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata, ‘Itu istrinya.' Jadi, mereka akan membunuh aku dan membiarkan kau hidup. Katakanlah bahwa engkau adikku supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau.' Sesudah Abraham masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat bahwa perempuan itu sangat cantik, dan ketika punggawa-punggawa Fir'aun melihat Sara, mereka memuji-mujinya di hadapan Fir'aun sehingga perempuan itu dibawa ke istananya. Fir'aun menyambut Abraham dengan baik-baik karena Ia mengingini perempuan itu, dan Abraham mendapat kambing, lembu, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina, dan unta. La1u, Abraham berangkat dan situ ke tanah Negeb dan ia menetap antara Kedesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing. Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, ‘Dia saudaraku', maka Abi Melekh, Raja Gerar, menyuruh mengambil Sara. Kemudian, Abi Melekh mengambil kambing, lembu, hamba laki-laki dan perempuan, lalu memberikan semuanya itu kepada Abraham. Istri Abraham juga dikembalikan kepadanya."

Demikian juga yang dilakukan oleh Ishak bin lbrahim ketika ia diperintahkan oleh Tuhannya untuk mengasingkan diri ke negeri Gerar.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Ketika orang-orang di tempat itu bertanya tentang istrinya, berkatalah Ia, ‘Dia saudaraku.' Sebab, ia takut mengatakan, ‘Ia istriku.' Pikirnya, ‘Jangan-jangan aku dibunuh oleh penduduk tempat ini karena Ribka elok parasnya.' Setelah beberapa lama ia ada di sana, pada suatu kali menjenguklah Abi Malekh, Raja orang Palestina itu dari jendela, maka dilihatnya Ishak sedang bercumbu-cumbu dengan Ribka, istrinya. Lalu, Abi Malekh memanggil Ishak dan berkata, ‘Sesungguhnya dia istrimu. Kenapa engkau berkata, ‘Dia saudarakau?' Jawab Ishak kepadanya, ‘Karena pikirku, ‘Jangan-jangan aku mati karena dia."

Dalam pandangan nabi-nabi versi Taurat, tujuan dapat menghalalkan segala cara. Jadi, kenapa para raja tidak menerapkannya? Lihatlah apa yang telah dilakukan Ahab, Raja Samirah. Dia merasa kagum dengan kebun anggur tetangganya, maka Ia pun berusaha untuk membelinya. Namun, Nabot tidak mau menjual kebun anggur warisan dari ayahnya tersebut, maka sedihlah hati Ahab karena keengganan Nabot menjual kebun anggur tersebut kepadanya. Setelah melihat kesedihan yang dialami suaminya, segera Izebel membantu menghilangkan kesedihan suaminya. Dia lalu membuat makar dan tipu daya yang dapat mengantarkan suaminya kepada apa yang diinginkannya. Setelah itu, Izebel pun mulai melaksanakan rencana busuknya. Dia memanggil dua orang laki-laki agar keduanya bersedia memberi persaksian bahwa Nabot telah mengutuk Allah dan juga mengutuk Raja. Kemudian, para imam melemparinya dengan batu sampai mati sehingga dengan demikian Ahab bisa menguasai kebun anggur Nabot.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Orang-orang sekotanya, yakni petua dan pemuka yang diam di kotanya itu melakukan seperti yang diperintahkan Izebel kepada mereka, seperti yang tertulis dalam surat yang dikirimkannya kepada mereka. Mereka memaklumkan kuasa dan menyuruh Nabot paling depan di antara rakyat. Kemudian, datanglah dua orang, yakni orang-orang Dursila itu, lalu duduk menghadapi Nabot. Orang-orang Dursila itu naik saksi terhadap Nabot di depan rakyat. Katanya, ‘Nabot telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu, mereka membawa dia keluar kota, lalu melempari dia dengan batu sampai mati. Segera sesuclah Izebel mendengar bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab, ‘Bangunlah. Arnblllah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi, Ia sudah mati.' Segera sesudah Ahad mendengar bahwa Nabot sudah mati, Ia bangun dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk mengambli kebun itu menjadi millknya."

Taurat, kitab orang-orang Yahudi juga mensyariatkan siasat pengintaian dan menjadikan siasat ini sebagai bagian yang mendasar sekali dalam kehidupan mereka. Dan sepertinya kalimat ‘mengintai' tidak pernah keluar dari mulut salah seorang pun di dunia ini sebelum keluar dan mulut Tuhan orang-orang Yahudi.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Tuhan berfirman kepada Musa, ‘Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israil, dan setiap suku nenek moyang mereka haruslah kau suruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka. Lalu, Musa menyuruh mereka dari Gurun Paran, sesuai dengan titah Tuhan, ‘Semua orang itu adalah kepala-kepala di antara orang IsraiI.' Setelah itu, Yosua meneruskan langkahnya menuju Yerikho dengan cara mengutus dua orang pengintai. Dia bekerja sama dengan Rahab, seorang pezina yang dirahasiakannya terhadap Raja Yerikho dan panglima-panglimanya. Kemudian, Yosua puh mengupah pezina tersebut atas jasa-jasanya serta membiarkannya hidup tanpa bangsa Yerikho yang telah ditumpasnya bersama-sama dengan pasukannya."

Disebutkan dalam kitab mereka, "Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang ada di kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba, dan keledai. Tetapi kepada kedua orang mengintai negeri itu, Yosua berkata, ‘Masuklah ke dalam rumah perempuan sundal itu dan bawalah keluar perempuan itu dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, seperti yang pernah kamu janjikan dengan bersumpah kepadanya.' Lalu, masuklah kedua pengintai muda itu dan membawa keluar Rahab, anaknya, ibunya, saudara-saudaranya, dan semua orang yang bersama-sarna dengan dia. Bahkan, seluruh kaumnya dibawa mereka keluar, lalu mereka menunjukkan kepadanya tempat tinggal di luar perkemahan orang Israil. Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api."

Kemudian, raja-raja dan para nabi Israil memanfaatkan siasat mengintai ini seluas-luasnya. Bahkan, Raja Daud menggunakan Yonatan bin Saul sebagai pengintai untuk mengintai gerak-gerik ayahnya. Demikian juga dengan Absalom telah mengutus banyak sekali pengintai-pengintai dari cucu-cucu bangsa lsrail.

11. Pengecut dan Munafik

Taurat Yahudi telah menetapkan terhadap bangsa pilihan sifat pengecut yang asli dan sifat munafik yang murni sekali. Tatkala Musa Alathissalam menggiring mereka dari negeri Mesir, kemudian mereka mehihat orang-orang Mesir mengejar mereka dari arah belakang, timbuhlah rasa takut yang amat sangat dalam diri mereka.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu sangat ketakutanlah orang-orang Israil dan mereka berseru-seru kepada Tuhan, dan mereka berkata kepada Musa, ‘Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kau perbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir, ‘Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir daripada mati di gurun ini.' Akan tetapi, berkatalah Musa kepada bangsa itu, ‘Janganlah takut ... Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."

Ketika para pengintai yang dikirim Musa untuk menyelidiki dan mencari informasi tentang keadaan bangsa itu kembali, mereka menyebarkan desas-desus bahwa negeri yang mereka intai tersebut adalah negeri yang tandus, masyarakatnya adalah orang-orang yang keras, perkasa, dan tak tertandingi.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. Bersungut-sungutlah semua orang Israil kepada Musa dan Harun, dan segenap umat itu berkata kepada mereka, ‘Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir atau di padang gurun ini! Mengapakah Tuhan membawa kami ke negeri ini supaya tewas oleh pedang, dan istri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?' Salah seorang di antara mereka berkata kepada yang lain, ‘Baiklah, kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir."

Taurat menyebutkan bahwa jumlah pasukan yang bergerak maju bersama Musa dan Yosua adalah sangat besar sekali.

Disebutkan dalam Shah Pertama dalam Safar Bilangan bahwa.pasukan yang keluar untuk berperang pada waktu itu mulai dan usia dua puluh tahun ke atas berjumlah 603.555 orang. Kita ketahui bahwa bangsa Palestina, khususnya penduduk Yerikho, jumlah mereka sangat sedikit sekali dan tidak menyadari serta tidak siap menghadapi gerakan mendadak ini sehingga dengan demikian kita dapat mengetahui bagaimana sifat pengecut ini telah menguasai hati orang-orang Yahudi.

Tidak diragukan lagi bahwa pembaca kitab Taurat akan merasa heran ketika disebutkan kalimat "Tuhan Pasukan', Tuhannya orang-orang Yahudi. Disebutkan dalam sebagian besar halaman kitab Taurat bahwa sebagai seorang pasukan yang perkasa dan bangsa pilihannya, ternyata penyebutan ini termasuk salah satu yang menunjukkan kebenaran sifat pengecut yang ada pada diri orang-orang Yahudi. Khususnya lagi dan sela-sela semua peperangan yang dilakukannya, yang merupakan lambang kekerasan, kekejaman, dan kebiadaban.

12. Cerdik dan Tidak Tahu Berterima Kasih

Isi kitab Taurat versi Yahudi membawakan tabiat orang-orang Yahudi yang cerdik dan tidak tahu berterima kasih dalam membalas kebaikan orang lain. Kisah Yusuf di negeri Mesir yang disebutkan dalam kitab Taurat, mengungkap kejelekan orang-orang Yahudi, kecerdikan, dan ketidaktahuan mereka membalas kebaikan orang lain. Kisah ini dimulai dan hari-hsri Yusuf dapat menguasai Mesir dan penduduknya karena pengaruhnya terhadap Fir'aun, dan wabah kelaparan yang menimpa seluruh negeri Kanaan. Semuanya itu menyebabkan Yusuf dapat menolong bapak beserta saudara-saudaranya dan menyelamatkan mereka dari wabah kelaparan serta membekali mereka dengan harta, makanan, anak-anak sapi, dan hewan-hewan yang dikendarai untuk mengangkut mereka ke negeri Mesir.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu berangkatlah Yakub dan Ber Syeba. Anak-anak Israil membawa Yakub beserta anak dan istri mereka. Mereka menaiki kereta yang dikirim Fir'aun untuk menjemputnya. Mereka membawa juga ternaknya dan harta bendanya, yang telah diperoleh mereka di tanah Kanaan, lalu tibalah mereka di Mesir."

Ketika Yusuf versi Taurat menemui mereka, dia sepakat dengan mereka untuk mengatakan di depan Fir'aun bahwa mereka adalah para pengembala domba dan ahli dalam bidang peternakan agar Fir'aun menempatkan mereka di tempat terpencil, yaitu Gosen. Ini adalah siasat yang memang merupakan akhlak orang-orang Yahudi yang bersumber dari kebohongan, tinggi hati, suka menyendiri, dan membenci bangsa lain seluruhnya. Karena Fir'aun pada waktu itu adalah seorang yang cerdas lagi murah hati, ia pun memberikan apa yang mereka inginkan.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu berkatalah Fir'aun kepada Yusuf, ‘Ayahmu dan saudara-saudaramu telah datang kepadamu. Tanah Mesir ini terbuka untukmu. Tunjukkanlah kepada ayahmu dan kepada saudara-saudaramu tempat menetap di tempat yang terbaik dari negeri ini, biarlah mereka diam di tanah Gosen. Jika engkau tahu di antara mereka ada orang-orang yang tangkas, tempatkanlah mereka menjadi pengawas ternakku.' Yusuf menunjukkan kepada ayah dan saudara-saudaranya tempat untuk menetap dan memberikan kepada mereka tanah di Mesir, di tempat yang terbaik di negeri itu, di tanah Ramses, seperti yang diperintahkan Fir'aun. Dan Yusuf merawat ayahnya, saudara-saudaranya, dan seisi rumah ayahnya dengan makanan, menurut jumlah anak-anak mereka."

Bani Israil terus tumbuh dan bertambah banyak di tanah Mesir karena kebebasan mereka menikmati segala kebaikan yang mereka dapatkan. Mereka tinggal dengan tenang di bawah naungan pengaruh Yusuf dan keluhurannya, bahkan sampai ia mati. Sehubungan dengan itu, wajar apabila Fir'aun baru merasa khawatir karena jumlah mereka yang begitu banyak. Untuk itulah kemudian dia mengumpulkan mereka semua dan menyerahkan kepengurusan mereka kepada diri mereka sendiri.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian, bangkitlah seorang raja baru memerintah tanah Mesir yang tidak mengenal Yusuf. Berkatalah raja kepada rakyatnya, ‘Bangsa Israil itu sangat banyak dan lebih besar jumlahnya daripada kita. Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap meraka supaya mereka jangan bertambah banyak lagi ... jangan nanti bersekutu dengan musuh kita dan memerangi kita, lalu pergi dan negeri mi."

Kemudian, muncul kisah Musa dengan Fir'aun. Kisah ini dibawakan oleh kitab Taurat dengan metode yang tumbuh dan sifat ingkar yang sangat jelas sekali, yang dapat membuat pembaca merasa pnihatin dan sedih terhadap nasib Fir'aun yang zalim, bukan terhadap Musa dan bani Israil yang tertindas.

Siapa yang tidak akan merasa kasihan tenhadap Fir'aun versi Taurat. Dalam kitab mereka itu dia digambarkan sebagai seorang yang tertarik dan merasa prihatin terhadap bangsa yang tak berdosa, ramah, dan suka menjamu tamu, diazab Tuhan Yahudi. Dia menumpahkan kemarahan dan murka-Nya kepada mereka. Dia juga menimpakan kepada bangsa Mesir berbagai macam wabah dan bencana.

Tuhan Yahudi menumpas bangsa Mesir demi memenuhi watak jahat Yahudi yang tak tahu berterima kasih. Dialah Tuhan yang mewahyukan kepada Daud versi Taurat untuk menipu orang-orang Palestina yang telah melindungi dan menjaganya ketika dia sangat membutuhkan perlindungan dan pertolongan. Dan ketika ia telah menjadi seorang raja, dia tidak mengakui mereka, mengingkari kebaikan mereka, dan tidak berterima kasih atas bantuan mereka. Bahkan, Ia menumpas dan memperbudak mereka.

13. Penjajah dan Menguasai

Hampir semua asfar dan ishah tarot tidak lepas dari penjelasan dan keterangan tentang watak dan sifat penjajah pada diri orang-orang Yahudi. Sifat yang sudah terpendam dalam jiwa-jiwa mereka semenjak hari pertama mereka berada. Bahkan, sebelum janji-janji ketuhanan dan "Tuhan tentara". Semua janji-janji yang terus berlipat dan berkembang karena sifat dan watak ini, untuk mengenyangkan nafsu gila yang menyala-nyala, tidak mungkin untuk diobati atau diredam.

Dan pengkajian kita terhadap kitab Taurat, tampaklah di hadapan kita bahwa setelah hukum Yahudi menguat di salah satu pegunungan Palestina, yaitu Yerussalem dan Samirah, di atas reruntuhan bangsa Palestina sang pemberani, Raja Daud mengumumkan bahwa Tuhan Yahudi memenintahkannya untuk mendirikan rumah tempat dia menetap. Sesungguhnya Tuhan Yahudi telah memilih Yerussalem sebagai tempat tinggal-Nya karena Dia menginginkannya.

Namun, karena kesibukannya menghadapi berbagai peperangan, Daud versi Taurat mengumumkan bahwa ia tidak bisa meneruskan pembangunan itu. Dengan demikian berpindahlah tanggung jawab pembangunan tersebut kepada anaknya, Sulaiman. Oleh karena itu, ketika Sulaiman versi Taurat menjadi raja, pun melaksanakan wasiat Daud yang merupakan perintah "Tuhan tentara", yaitu Tuhannya orang-orang Yahudi. Dimulailah pembangunan Haikal Sulaiman. Pembangunan ini merupakan suatu kezaliman, penjajahan, dan penguasaan yang paling keras dalam sejarah.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu Salomo menghitung semua orang asing laki-laki yang ada di negeri Israil, sama seperti yang pernah dilakukan Daud, ayahnya. Maka terdapatlah 153.600 orang. Di antara mereka, 70.000 dijadikan kuli, 80.000 orang tukang pahat di pegunungan, dan 3.600 orang mandor yang harus menyuruh orang-orang itu bekerja."

Janganlah para pembaca heran ketika mengetahul bahwa Haikal yang merupakan bukti kemalangan dan kesengsaraan, khususnya terhadap bangsa Yahudi dan terhadap harkat kemanusiaan pada umumnya, dibangun oleh arsitek-arsitek Lebanon yang bekerja sama dengan para pekerja Palestina. Bahan bangunannya terutama kayu aras didatangkan dari hutan-hutan Lebanon, para pekerjanya adalah para seniman yang ahli dalam pengolahan emas dan perak juga dari Lebanon. Dalam pembangunan ini, Sulaiman, bani Sulaiman, serta bani Israil tidak mempunyai andil sama sekali, kecuali hanya memakainya saja sebagai tempat melaksanakan ibadah yang memiliki cara pelaksanaan yang sangat mengherankan, seperti pembakaran lemak-lemak kurban, yang membumbungkan aroma khasnya sepanjang siang dan malam, demi memenuhi nafsu dan keinginan Yahua menghirup aroma bakaran hewan-hewan kurban tersebut.

Kisah Haikal Sulaiman dan penaklukan tenhadap bangsa-bangsa untuk membangun kembali bangunan ini terus berjalan. Pada zaman Koresh, Raja Persia, dia rnengizinkan bani Israil dan melepaskan mereka dari tawanan serta menyerahkan kepada mereka sumber daya alam milk negara untuk digunakan sebagai dana pembangunan kembali Haikal. Disebutkan dalam kitab mereka, "Dan harta kerajaan, yaitu upeti yang datang dan seberang sungai, diberikan sebagai dana kepada mereka agar mereka tidak membatalkan rencana pembangunan kembali Haikal itu. Demikian juga apa yang mereka butuhkan dan berbagai jenis binatang ternak, seperti, sapi-sapi jantan, domba, dan lembu-lembu sebagai persembahan bakaran untuk Tuhan langit. Demikian juga gandum, garam, anggur, dan minyak, sesuai dengan apa yang dikatakan para imam yang berada di Yerussalem. Semua kurban bakaran ini harus diberikan kepada mereka setiap hari, sampai mereka tidak merasa tenang. Aku telah mengeluarkan perintah bahwa setiap orang harus mengambil sebuah kayu dari rumahnya. Kemudian, digantungkan padanya salib, kemudian menempatkan sebuah mazbah dalam rumahnya sebagal tempat kayu ini."

Pada zaman pemerintahan Artahsasta, muncul seorang imam bernama Ezra. Imam ini telah berhasil mendekati raja dan mendapatkan sebuah surat yang merupakan surat pelimpahan kekuasaan paling mengherankan dan merupakan Sebuah tipu daya. Selain surat itu, dia juga mendapatkan perintah penguasaan terhadap para hakim dan wali-wali, mulai dan Babilonia sampai Yerussalem agar mereka mengolah sumber daya alam dan kekayaan negara di bawah peraturannya.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Aku telah mengeluarkan perintah bahwa setiap orang di dalam kerajaanku yang termasuk orang Israil awam, atau para imamnya, atau orang-orang Lewi, dan yang rela pergi ke Yerussalem, boleh turut pergi dengan engkau. Oleh karena engkau disuruh raja serta ketujuh orang penasihatnya untuk mengadakan penyelidikan mengenai Yehuda dan Yerussalem dengan berpedoman kepada hukum Allahmu yang menjadi peganganmu. (untuk membawa perak dan emas yang diberikan raja serta para penasihatnya sebagai persembahan sukarela kepada Allah Israil, yang tempat kediamannya di Yenussalem. Oleh karena itu, haruslah engkau dengan seksama memakai uang itu untuk membeli lembu-lembu jantan, domba-domba jantan, anak-anak domba dengan kurban sajiannya dan kurban curahannya. Haruslah semuanya itu kupersembahkan di atas mazbah di rumah Allahmu yang ada di Yerussalem. Tetapi apa yang dianggap baik olehmu dan oleh saudara-saudaramu untuk diperbuat dengan perak dan emas yang selebihnya, boleh kamu penbuat sesuai dengan kehendak Allahmu. Hanya perlengkapan-perlengkapan yang diserahkan kepadamu untuk ibadah di rumah Allahmu, sampaikanlah itu ke hadapan Allah di Yenussalem. Dan yang lain masih diperlukan unituk rumah Allahmu, yang pembayarannya menjadi tanggunganmu, itu boleh kau bayar dari perbendaharaan kerajaan. Kemudian, Raja Artahsasta mengeluarkan penintah kepada semua bendahara di daerah seberang Sungai Eufrat, ‘Segala yang diminta darimu oleh Imam Ezra, ahli Taurat Allah semesta langit, haruslah dilaksanakan dengan seksama, dengan memakai perak sampai jumlah seratus talenta, gandum sampai jumlah seratus kon, anggur sampai jumlah seratus bat, dan garam tidak terbatas....' Lagi pula kami beritahukan kepadamu bahwa tidaklah sah bila para imam, orang Lewi, penyanyi, penunggu pintu gerbang, budak di Rumah Allah, dan para hamba Rumah Allah dikenakan pajak, upeti, atau bea. .

Tindakan pemanfaatan kesempatan ini terus berulang sampai ketika muncul Imam Nehamia. Imam ini telah melakukan penipuan terhadap raja dengan cara menangis di hadapan Raja karena sedih dengan nasib yang dialami bangsa Israil di Yenussalem, yang sedang menunggu pertolongannya.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Berkatalah aku kepada Raja, ‘Jika Raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi penguasa-penguasa di daerah seberang Sungai Eufrat supaya mereka memperbolehkan aku tiba di Yehuda. Juga sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman Raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng Rumah Suci, untuk tembok kota, dan untuk rumah yang akan kudiami' Raja mengabulkan permiritaanku itu karena tangan Allahku yang murah mellndungi aku."

Sebenarnya, Nehemia tidaklah setuju dengan penyerahan harta milik negara digunakan untuk melayani kebutuhan orang-orang Yahudi dan mernbangun kembali Haikal yang kemudian membumbungkan asap bakaran kurban-kurban yang dipersembahkan kepada Tuhan Yahudi yang tinggal di Yerussalem.
Adapun penguasaan Yahudi terhadap bangsa lain di dunia, merupakan hal yang biasa. Kejahatan ini mereka katakan sebagai suatu kebenaran yang telah ditetapkan oleh Tuhan orang-orang lsrail.

Disebutkan dalam kitab mereka, ‘Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu. Anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anak perempuanmu digendong. Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati sebab kekuasaan dari seberang laut akan beralih kepadamu. Kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.... Engkau akan menghisap susu bangsa-bangsa dan akan meminum susu kerajaan-kerajaan.... Sebagai ganti tembaga, aku akan membawa emas. Sebagai ganti besi, aku akan membawa perak; sebagai ganti kayu, tembaga, batu, dan besi....

Lalu Tuhan mengulurkan tangannya dan menjamah mulutku. Tuhan berfirman kepadaku, ‘Sesungguhnya, aku menaruh perkataan-perkataanku ke dalam mulutmu. Ketahuilah bahwa pada hari ini aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan. . ..

14. Pendusta

Perbuatan dusta dalam Taurat merupakan salah satu masalah yang banyak sekali dijumpai oleh para pembaca, dalam lembaran-lembaran kitab Perjanjian Lama yang tebalnya mencapai 1.358 halaman. Dusta dan kebohongan dalam kitab ini banyak sekali ragamnya. Semuanya menggambarkan keadaan kejiwaan orang-orang Yahudi yang sakit dan imajinasi mereka yang payah serta keadaan akal mereka yang lemah. Mereka percaya dengan khurafat dan tipuan sulap. Telah kita jelaskan pada bab-bab awal dalam pasal ini, tentang janji-janji palsu yang banyak sekali, yang dihiasi dengan kebohongan-kebohongan oleh para pembual Yahudi. Oleh karena itu, kami akan memaparkan bentuk lain dan kebohongan yang sudah jelas ini, yang sama sekali tidak bisa diterima oleh akal anak kecil sekalipun. lnilah Taurat yang telah berbuat kebohongan dengan lidah Yosua....

Disebutkan dalam kitab mereka, "Lalu Yosua berbicara kepada Tuhan, pada hari Tuhan menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israil. Dia berkata di hadapan orang Israil, ‘Matahari, berhentilah di atas Gibeon. Dan engkau, bulan, di atas Lembah Ayalon!' Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam kitab orang jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. Belum pernah ada sehari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian. Tuhan mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian sebab yang berperang untuk orang Israil ialah Tuhan."

Dalam kisah Simson, kitab Taurat telah banyak sekali melakukan kebohongan. Disebutkan bahwa dalam satu kesempatan, dia dapat menangkap tiga ratus ekor anjing hutan, lalu dia mengikat ekor-ekor anjing hutan itu dengan obor-obor yang kemudian membakar tanaman-tanaman milik orang-orang Palestina.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Maka, pergilah Simson. Ditangkapnya tiga ratus anjing hutan. Diambilnya obor, diikatnya ekor dengan ekor dan ditaruhnya sebuah obor di antara tiap-tiap dua ekor. Kemudian, dinyalakannyalah obor itu dan dilepaskannya anjing-anjing hutan itu ke gandum yang belum dituai, kepunyaan orang Palestina. Terbakarlah tumpukan-tumpukan gandum, gandum yang belum dituai, dan kebun-kebun zaitun." Juga kekuatannya yang luar biasa ketika dia membunuh seribu laki-laki Palestina hanya dengan menggunakan tulang rahang keledai....

Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian, Ia menemui sebuah tulang rahang keledai yang masih baru. Diulurkannya tangannya, dipungutnya, dan dipukulnya mati seribu orang dengan tulang itu. Berkatalah Simson, ‘Dengan rahang keledai bangsa keledai itu kuhajar, dengan rahang keledai seribu orang kupukul.' Kemudian, Simson menghabiskan Taurat, ketika dia merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan kirinya, lalu membungkuklah Ia sekuat-kuatnya, maka robohlah rumah itu menimpa ribuan orang-orang Palestina itu...."

Selain itu, kebohongan Taurat dalam masalah peperangan banyak sekali. Disebutkan dalam kitab mereka, "Kemudian, Abiya memulai peperangan dengan pasukan yang gagah perkasa, dengan sebanyak 400.000 orang pasukan khusus. Demikian juga Yarobeam telah memilih pasukan khususnya berjumlah 800.000 orang pasukan gagah perkasa.... Lalu, Zaroh Al-Kusyi keluar menghadapi mereka dengan beribu-ribu bala tentaranya dan dengan tiga ratus kendaraan perang...."

Jumlah bala tentara yang jumlahnya mencapal 800.000 sampai 1.000.000 pasukan, sebagaimana yang disebutkan di atas, hanya imajinasi dan kebohongan belaka. Sebab, sarana mobilisasi tentara dan pengerahan pasukan pada zaman itu tidak mampu mempersiapkan jumlah pasukan sebanyak itu.

Daud versi Taurat adalah seorang pembohong besar. Kebohongannya tidak tertutupi, walaupun dalam Mazmur, kitabnya.

Disebutkan dalam kitab mereka, "Pada waktu Israil keluar dari Mesir, kaum keturunan Yakub dan bangsa yang asing bahasanya, maka Yehuda menjadi tempat kudus-Nya. Israil wilayah kekuasaan-Nya. Laut melihatnya, lalu melarikan dirin. Sungai Yordan berbalik ke hulu. Gunung-gunung melompat-lompat seperti domba jantan, dan bukit-bukit seperti anak domba. Ada apa hai laut sehingga engkau melarikan diri; Ada apa hai Sungai Yordan sehingga engkau berbalik ke hulu; ada apa hai gunung-gunung sehingga kamu melompat-lompat seperti domba jantan; ada apa hai bukit-bukit sehingga kamu seperti anak domba? Gemetarlah hai bumi di hadapan Tuhan, di hadapan Allah Yakub yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu yang keras menjadi mata air!"

Taurat berbohong ketika menggambarkan Daud. Dia tidak membawakan hal baru tatkala dia menyebutkan para pahlawan yang ada di sekelilingnya....
Disebutkan dalam kitab mereka, "Inilah nama para pahiawan yang mengiringi Daud, Isybaal, orang Hakhmoni, kepala Triwira. Ia mengayunkan tombaknya melawan delapan ratus orang yang tertikam mati dalam satu pertempuran.... lbisai, adik Yoab, anak Zeruya, dialah kepala ketiga puluh orang itu. Dialah yang mengayunkan tombaknya melawan tiga ratus orang yang mati ditikamnya. Dia mendapat nama di antara ketiga orang :15:15

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar