Selasa, 22 Januari 2013

........cuma satu hadis yang disebutkan oleh Abu bakar. Abu bakar berkata: “Nabi Muhammad saw bersabda : “kami para nabi tidak mewariskan suatu apapun, dan apa yang kami tinggalkan adalah sedekah”.....>>> BAGI AWAM INI ADALAH INFORMASI YANG PERLU KITA PERHATIKAN...BENAR2..>>> KALAW BENAR SABDA RASULULLAH SAWW SEPERTI DEMIKIAN.....MAKA SEYOGIANYA SIAPAPUN HARUSLAH PATUH DAN THAAT...>> ...SEDANGKAN SYD ABU BAKAR RA. ADALAH SAHABAT SENIOR DAN SANGAT DEKAT NABI SERTA BELIAU ADALAH MERTUA RASULULLAH SAWW...KARENA PUTERINYA ADALAH..ST AISYAH.RA....YANG TIADA LAIN ADALAH . ISTERI NABI YANG SANGAT BELIAU CINTAI....>> MAKA KEBENARAN HADIS TERSEBUT DAPAT DISEJAJARKAN DENGAN HADIST SHAHIH..>>> .TETAPI ANEHNYA ....MENGAPA MASIH ADA YANG BERANI.... MEMBANTAHNYA...?? ADA APA....??? DAN MENGAPA..??.....ADAKAH MEREKA MEMILIKI DASAR...ATAS BANTAHAN TERHADAP SYD ABU BAKAR R.A..?? >> SEYOGIANYA HARUSLAH ADA DALIL ATAU SEKURANG-KURANGNYA HADIS LAIN YANG MENJELASKAN PERKARA INI...>>> Ahlul sunnah tentang hal ini yakin bahwa seluruh Nabi tidak mewariskan suatu apapun, seluruh harta Nabi setelah Nabi Meninggal adalah sedekah. Dalil mereka adalah cuma satu hadis yang disebutkan oleh Abu bakar. Abu bakar berkata: “Nabi Muhammad saw bersabda : “kami para nabi tidak mewariskan suatu apapun, dan apa yang kami tinggalkan adalah sedekah”.....>>> ...Ketika sayidah Fatimah az-Zahra datang menemui Abubakar yang ketika itu sedang berada di atas mimbar. Beliau ( sayidah Fatimah ) berkata : “wahai Abubakar Apakah didalam Al-Quran terdapat ayat yang menerangkan bahwa putrimu boleh mewarisi warisan darimu sedangkan aku tidak boleh mewarisi warisan dari ayahku ?”..>>>...(setelah mendengar hal itu) maka Abubakar menyesal dan menangis kemudian turun dari mimbar dan menulis sebuah tulisan (yang menyatakan bahwa Abubakar mengembalikan tanah fadak terhadap putri Nabi saw ) untuk sayidah Fatimah, ketika selesai menulis Umar masuk menemui Abubakar dan berkata : ini apa (tulisan ini untuk siapa dan tentang apa)? Abubakar Menjawab: ini tulisan yang aku tulis untuk Fatimah tentang warisan-warisan untuknya dari ayahnya....>>>



Apakah Rasulullah saww memberi warisan kepada keluarganya atau tidak?

Ahlul sunnah tentang hal ini yakin bahwa seluruh Nabi tidak mewariskan suatu apapun, seluruh harta Nabi setelah Nabi Meninggal adalah sedekah. Dalil mereka adalah cuma satu hadis yang disebutkan oleh Abu bakar. Abu bakar berkata: “Nabi Muhammad saw bersabda : “kami para nabi tidak mewariskan suatu apapun, dan apa yang kami tinggalkan adalah sedekah”.

Dan berdasarkan hadis ini setelah meninggalnya Nabi saw mereka mengambil tanah fadak dan harta-harta Nabi saw yang lain.

Ketika sayidah Fatimah az-Zahra putrii Nabi saw meminta kembali tanah fadak yang merupakan haknya , Abubakar berkata : sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : ” kami para nabi tidak meninggal tidak meninggalkan warisan dan apa yang kami tinggalkan adalah sedekah.”

Tanpa maksud untuk berat sebelah dengan madzhab tertentu tema ini kita teliti dan kita selidiki kebenarannya.

Point pertama: dari seluruh sahabat Nabi saw hanya Abubakar yang meriwayatkan hadis di atas.  
 
Suyuti di dalam bukunya Tadrib ar-Rawi menerangkan bahwa jumlah sahabat setelah meninggalnya Nabi saw adalah 114ribu orang dan hanya Abubakar yang menukil hadis ini, dan tidak satupun dari mereka yang menukilnya. Sampai-sampai istri-istri Nabi saw tidak tau sama sekali tentang hadis ini. Sayidina Ali yang kesehariannya selalu bersabda saw tidak pernah mendengar hadis ini, dan sayidah Fatimah az-Zahra putrid Nabi saw yang merupakan kebanggaan Nabi saw dan bagian dari Nabi saw juga sama sekali tidak menukil hadis ini.

Para pembesar ahlu sunnah juga mengakui bahwa hadis ini hanya Abubakar yang meriwayatkan hadis ini.

Abul Qosim Bangwi yang meninggal tahun 317H, Abubakar Syafi’I yang meninggal tahun 354H, Ibn Asakir, Suyuti, Ibn Hajar Makki, Muttaqi Hindi, mereka semua menjelaskan bahwa selain Abubakar tidak seorangpun dari sahabat-sahabat Nabi saw yang mendengar hadis diatas dan tidak seorang pun yang menukilnya atau meriwayatkannya.

Point Kedua: sebagian ulama’ besar ahlusunnah seperti Ibn Adi pemilik kitab al-Kamil fi at-Dhuafa’,

riwayat-riwayat yang dari pandangan ahlusunnah dho’if , batil dan bohong serta buatan dinukil didalam kitabnya. Dia (Ibn Adi) tentang riwayat hadis ini berkata: “hadis ini batil, tidak benar.”

Perkataan Ibn Adi ini adalah dari ulama’-ulama’ ahlu sunnah yang mengatakan bahwa : ” قلت لابن خراج حدیث ما ترکناه الصدقة قالوا باطل”

Tentang hal ini Dzahabi di dalam kitab Tadzkiratu al-Hifadh jilid 2 halaman 683 dan di dalam kitab Sair A’lami an-Nubala’ jilid 13 halaman 510 begitu juga Ibn Hajar As-Qolani di dalam kitab Lisan al-Mizan jilid 3 halaman 44 dan di dalam kitab al-Kamil fi al-Dhuafa’ menyebutkan bahwa hadis ini (yang tersebut diatas) adalah batil dan tidak benar.

Point ketiga: perdebatan antara sayidah Fatimah az-Zahra dan Abubakar.

Setelah perampasan tanah fadak sayidah Fatimah menemui Abubakar dan berkata kepada Abubakar mengapa engkau merampas tanah fadak dari kami? Kemudian Abubakar membaca hadis diatas .

Setelah itu sayidah Fatimah az-Zahra menetapkan satu perkara islami dan dengan 2 ayat al-Quran memberikan dalil bahwa perkataan Abubakar batil dan tidak benar. Sayidah Fatimah az-Zahra berkata : “اترث اباک ولا ارث ابی” Hai Abubakar, kau mewarisi warisan dari ayahmu dan aku Fatimah (putri Nabi saw) tidak mewarisi warisan ayahku (apakah ini bisa diterima akal)?
” تزعمون ان لا ارث لي افعلی عمد ترکتم کتاب الله ونبضتموه وراء ظهورکم

Apakah kamu tidak membayangkan dengan pikiran ini kamu telah menentang kitab Allah dan perintah-perintah Allah telah kamu letakkan dibawah kakimu (kamu menentang perintah-perintah Allah ). Kamu berkata kalau para Nabi tidak meniggalkan warisan. Akan tetapi al-Quran tentang Nabi Sulaiman dan Nabi Dawud berkata: “وورث سلیمان داوود”(dan Suleiman telah mewarisi warisan dari (ayahnya) Dawud as.)

Dan juga hubungan antara Nabi Yahya dan Zakaria, Nabi Zakaria berkata :
“فهب لي من لدنک وليا يرثني ويرث من آل يعقوب” (maka anugerahilah aku dari sisimu seorang putera,yang akin mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub)

Jika seluruh Nabi tidak memberikan warisan , kenapa Nabi Zakaria meminta kepada Allah swt seorang anak yang akna mewarisi semua miliknya, dan semua milik keluraga Ya’qub?

Al-Quran mengeluarkan satu hukum yang mutlak yang ditujukan untuk seluruh orang-orang yang islam. Al-Quran berkata :
“یصیکم الله فی اولادکم للذکر مثل حظ الانثببن” surah an-Nisa ayat 11.

(Allah mensyariatkan Kepadamu tentang (pembagian pusaka/warisan untuk) anak-anakmu, yaitu bagian seorang anak laki-laki adalah sama dengan 2bagian anak perempuan….)

(فزعمتم ان لا حظ لي ولا ارث لي من ابي) (ولا ارث من ابي افحکم الله بآیة اخرج ابي منها)
 
Apa kamu berfikir kalau ada ayat yang lain yang melarang aku untuk mendapatkan warisan dari ayahku?
 
 “ام يقولون اهل ملتین لا یتوارثان

Apakah kamu meliki keyakinan kalau aku bukan seorang muslim dan telah murtad sehingga aku tidak bias mewarisi warisan ayahku?

Ini adalah perdepatan antara sayidah Fatimah az-Zahra dan Abu-Bakr , kejadian ini dinukil/diriwayatkan oleh Jauhari salah seorang ulama besar Ahlu sunnah didalam kitab as-Saqifah wa Fadak halaman 144 dan juga dinukil/diriwayatkan oleh Ibn Abi Alhadid didalam kitabnya شرخ نهج البلاغة Begitu juga Ahmad Ibn Abi Thahir Baqdadi yang tereknal dengan Ibn Thaifur dalam kitab بلاغات النساء halaman14 menukilnya

Point keempat : mengapa mereka tidak memberikan tanah Fadak kepada sayidah Fatimah az-Zahra ?

Didalam kitab السیرة الحلبیه jilid 2 halaman 485 dan jilid 3 halaman 362 disebutkan bahwa:

جائت فاطمة بنت رسول الله(ص) الی ابي بکر وهو علی المنبر فقالت : یا ابا بکر افي کتاب الله ان ترث ابنتک ولا ارث ابي؟ فاستعبر ابوبکر باکیا. ثم قال: بابای ابوک. وبابای انت. ثم نزل فکتب لها بفدک . ودخل علیه عمر فقال:ما هذا فقال:کتاب کتبته لفطة میراثها من ابیها. قال: فماذا تنفق علی المسلمین و قد حاربتک العرب کما تری
ثم اخذ عمرالکتاب فشقه

 
Ketika sayidah Fatimah az-Zahra datang menemui Abubakar yang ketika itu sedang berada di atas mimbar. Beliau ( sayidah Fatimah ) berkata : “wahai Abubakar Apakah didalam Al-Quran terdapat ayat yang menerangkan bahwa putrimu boleh mewarisi warisan darimu sedangkan aku tidak boleh mewarisi warisan dari ayahku ?”

(setelah mendengar hal itu) maka Abubakar menyesal dan menangis kemudian turun dari mimbar dan menulis sebuah tulisan (yang menyatakan bahwa Abubakar mengembalikan tanah fadak terhadap putri Nabi saw ) untuk sayidah Fatimah, ketika selesai menulis Umar masuk menemui Abubakar dan berkata : ini apa (tulisan ini untuk siapa dan tentang apa)?

Abubakar Menjawab: ini tulisan yang aku tulis untuk Fatimah tentang warisan-warisan untuknya dari ayahnya.

Umar berkata: Apa yang akan kau berikan kepada Muslimin(kalau bukan dengan tanah fadak) sedangkan semua orang arab telah melawan seperti yang telah kamu saksikan .
Kemudian Umar mengambil surat/tulisan tersebut dan merobek-robeknya.

Disini terdapat point penting dan menarik. “فماذا تنفق علی المسلمین و قد حاربتک العرب کما تری
Tulisan ini menerangkan bahwa (pada saat itu ) kabilah-kabilah arab telah bangkit melawan kita sedangkan tidak seorangpun yang membayar zakat dan pajak kepada kita. Dengan harta apa kamu ingin menjaga kekuasaan.

Kemudian pada kalimat terakhir “ثم اخذ عمر الکتاب فشقه” tulisan ini menyebutkan bahwa Umar mengambil tulisan Abubakar dan kemudian menyobeknya. Kalau Umar menghormati kekhalifahan Abubakar maka Umar tidak akin menyobek tulisan Abubakar yang merupakan pemimpinnya.
— with Nirmala Ubaidilah and 139 others.
See Translation
Photo: ‎Apakah Rasulullah saww memberi warisan kepada keluarganya atau tidak?

Ahlul sunnah tentang hal ini yakin bahwa seluruh Nabi tidak mewariskan suatu apapun, seluruh harta Nabi setelah Nabi Meninggal adalah sedekah. Dalil mereka adalah cuma satu hadis yang disebutkan oleh Abu bakar. Abu bakar berkata: “Nabi Muhammad saw bersabda : “kami para nabi tidak mewariskan suatu apapun, dan apa yang kami tinggalkan adalah sedekah”.

Dan berdasarkan hadis ini setelah meninggalnya Nabi saw mereka mengambil tanah fadak dan harta-harta Nabi saw yang lain.

Ketika sayidah Fatimah az-Zahra putrii Nabi saw meminta kembali tanah fadak yang merupakan haknya , Abubakar berkata : sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : ” kami para nabi tidak meninggal tidak meninggalkan warisan dan apa yang kami tinggalkan adalah sedekah.”

Tanpa maksud untuk berat sebelah dengan madzhab tertentu tema ini kita teliti dan kita selidiki kebenarannya.
Point per tama : dari seluruh sahabat Nabi saw hanya Abubakar yang meriwayatkan hadis di atas. Suyuti di dalam bukunya Tadrib ar-Rawi menerangkan bahwa jumlah sahabat setelah meninggalnya Nabi saw adalah 114ribu orang dan hanya Abubakar yang menukil hadis ini, dan tidak satupun dari mereka yang menukilnya. Sampai-sampai istri-istri Nabi saw tidak tau sama sekali tentang hadis ini. Sayidina Ali yang kesehariannya selalu bersabda saw tidak pernah mendengar hadis ini, dan sayidah Fatimah az-Zahra putrid Nabi saw yang merupakan kebanggaan Nabi saw dan bagian dari Nabi saw juga sama sekali tidak menukil hadis ini.

Para pembesar ahlu sunnah juga mengakui bahwa hadis ini hanya Abubakar yang meriwayatkan hadis ini.

Abul Qosim Bangwi yang meninggal tahun 317H, Abubakar Syafi’I yang meninggal tahun 354H, Ibn Asakir, Suyuti, Ibn Hajar Makki, Muttaqi Hindi, mereka semua menjelaskan bahwa selain Abubakar tidak seorangpun dari sahabat-sahabat Nabi saw yang mendengar hadis diatas dan tidak seorang pun yang menukilnya atau meriwayatkannya.

Point Kedua: sebagian ulama’ besar ahlusunnah seperti Ibn Adi pemilik kitab al-Kamil fi at-Dhuafa’,

riwayat-riwayat yang dari pandangan ahlusunnah dho’if , batil dan bohong serta buatan dinukil didalam kitabnya. Dia (Ibn Adi) tentang riwayat hadis ini berkata: “hadis ini batil, tidak benar.”

Perkataan Ibn Adi ini adalah dari ulama’-ulama’ ahlu sunnah yang mengatakan bahwa : ” قلت لابن خراج حدیث ما ترکناه الصدقة قالوا باطل”

Tentang hal ini Dzahabi di dalam kitab Tadzkiratu al-Hifadh jilid 2 halaman 683 dan di dalam kitab Sair A’lami an-Nubala’ jilid 13 halaman 510 begitu juga Ibn Hajar As-Qolani di dalam kitab Lisan al-Mizan jilid 3 halaman 44 dan di dalam kitab al-Kamil fi al-Dhuafa’ menyebutkan bahwa hadis ini (yang tersebut diatas) adalah batil dan tidak benar.

Point ketiga: perdebatan antara sayidah Fatimah az-Zahra dan Abubakar.

Setelah perampasan tanah fadak sayidah Fatimah menemui Abubakar dan berkata kepada Abubakar mengapa engkau merampas tanah fadak dari kami? Kemudian Abubakar membaca hadis diatas .

Setelah itu sayidah Fatimah az-Zahra menetapkan satu perkara islami dan dengan 2 ayat al-Quran memberikan dalil bahwa perkataan Abubakar batil dan tidak benar. Sayidah Fatimah az-Zahra berkata : “اترث اباک ولا ارث ابی” Hai Abubakar, kau mewarisi warisan dari ayahmu dan aku Fatimah (putri Nabi saw) tidak mewarisi warisan ayahku (apakah ini bisa diterima akal)?
” تزعمون ان لا ارث لي افعلی عمد ترکتم کتاب الله ونبضتموه وراء ظهورکم”

Apakah kamu tidak membayangkan dengan pikiran ini kamu telah menentang kitab Allah dan perintah-perintah Allah telah kamu letakkan dibawah kakimu (kamu menentang perintah-perintah Allah ). Kamu berkata kalau para Nabi tidak meniggalkan warisan. Akan tetapi al-Quran tentang Nabi Sulaiman dan Nabi Dawud berkata: “وورث سلیمان داوود”(dan Suleiman telah mewarisi warisan dari (ayahnya) Dawud as.)

Dan juga hubungan antara Nabi Yahya dan Zakaria, Nabi Zakaria berkata :
“فهب لي من لدنک وليا يرثني ويرث من آل يعقوب” (maka anugerahilah aku dari sisimu seorang putera,yang akin mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya’qub)

Jika seluruh Nabi tidak memberikan warisan , kenapa Nabi Zakaria meminta kepada Allah swt seorang anak yang akna mewarisi semua miliknya, dan semua milik keluraga Ya’qub?

Al-Quran mengeluarkan satu hukum yang mutlak yang ditujukan untuk seluruh orang-orang yang islam. Al-Quran berkata :
“یصیکم الله فی اولادکم للذکر مثل حظ الانثببن” surah an-Nisa ayat 11.

(Allah mensyariatkan Kepadamu tentang (pembagian pusaka/warisan untuk) anak-anakmu, yaitu bagian seorang anak laki-laki adalah sama dengan 2bagian anak perempuan….)

(فزعمتم ان لا حظ لي ولا ارث لي من ابي) (ولا ارث من ابي افحکم الله بآیة اخرج ابي منها)
Apa kamu berfikir kalau ada ayat yang lain yang melarang aku untuk mendapatkan warisan dari ayahku? “ام يقولون اهل ملتین لا یتوارثان”

Apakah kamu meliki keyakinan kalau aku bukan seorang muslim dan telah murtad sehingga aku tidak bias mewarisi warisan ayahku?

Ini adalah perdepatan antara sayidah Fatimah az-Zahra dan Abu-Bakr , kejadian ini dinukil/diriwayatkan oleh Jauhari salah seorang ulama besar Ahlu sunnah didalam kitab as-Saqifah wa Fadak halaman 144 dan juga dinukil/diriwayatkan oleh Ibn Abi Alhadid didalam kitabnya شرخ نهج البلاغة Begitu juga Ahmad Ibn Abi Thahir Baqdadi yang tereknal dengan Ibn Thaifur dalam kitab بلاغات النساء halaman14 menukilnya

Point keempat : mengapa mereka tidak memberikan tanah Fadak kepada sayidah Fatimah az-Zahra ?

Didalam kitab السیرة الحلبیه jilid 2 halaman 485 dan jilid 3 halaman 362 disebutkan bahwa:
جائت فاطمة بنت رسول الله(ص) الی ابي بکر وهو علی المنبر فقالت : یا ابا بکر افي کتاب الله ان ترث ابنتک ولا ارث ابي؟ فاستعبر ابوبکر باکیا. ثم قال: بابای ابوک. وبابای انت. ثم نزل فکتب لها بفدک . ودخل علیه عمر فقال:ما هذا فقال:کتاب کتبته لفطة میراثها من ابیها. قال: فماذا تنفق علی المسلمین و قد حاربتک العرب کما تری
ثم اخذ عمرالکتاب فشقه
Ketika sayidah Fatimah az-Zahra datang menemui Abubakar yang ketika itu sedang berada di atas mimbar. Beliau ( sayidah Fatimah ) berkata : “wahai Abubakar Apakah didalam Al-Quran terdapat ayat yang menerangkan bahwa putrimu boleh mewarisi warisan darimu sedangkan aku tidak boleh mewarisi warisan dari ayahku ?”
(setelah mendengar hal itu) maka Abubakar menyesal dan menangis kemudian turun dari mimbar dan menulis sebuah tulisan (yang menyatakan bahwa Abubakar mengembalikan tanah fadak terhadap putri Nabi saw ) untuk sayidah Fatimah, ketika selesai menulis Umar masuk menemui Abubakar dan berkata : ini apa (tulisan ini untuk siapa dan tentang apa)?
Abubakar Menjawab: ini tulisan yang aku tulis untuk Fatimah tentang warisan-warisan untuknya dari ayahnya.
Umar berkata: Apa yang akan kau berikan kepada Muslimin(kalau bukan dengan tanah fadak) sedangkan semua orang arab telah melawan seperti yang telah kamu saksikan .
Kemudian Umar mengambil surat/tulisan tersebut dan merobek-robeknya.

Disini terdapat point penting dan menarik. “فماذا تنفق علی المسلمین و قد حاربتک العرب کما تری”

Tulisan ini menerangkan bahwa (pada saat itu ) kabilah-kabilah arab telah bangkit melawan kita sedangkan tidak seorangpun yang membayar zakat dan pajak kepada kita. Dengan harta apa kamu ingin menjaga kekuasaan.

Kemudian pada kalimat terakhir “ثم اخذ عمر الکتاب فشقه” tulisan ini menyebutkan bahwa Umar mengambil tulisan Abubakar dan kemudian menyobeknya. Kalau Umar menghormati kekhalifahan Abubakar maka Umar tidak akin menyobek tulisan Abubakar yang merupakan pemimpinnya.‎ 
Whether the Messenger of saww gave to his family heritage or not?
AHL sunnah about it believe that the Prophet did not bequeath a whole treasure of any kind, the Prophet after the Prophet Died is alms. The evidence for them is only one Hadith mentioned by Abu Bakr. Abu Bakr said: "the Prophet Muhammad said:" we are the prophets did not bequeath a whatever, and what we leave behind is alms ".

And based on this Hadith after the death of the Prophet they took the land of fadak and possessions of the Prophet peace be upon him.

When ' Fatima Zahra putrii sought the Prophet back ground which is its right fadak, Abubakar said: Verily the Prophet has said: "we are not prophets died leaving no legacy and what we leave behind is alms."

Without the intent to weigh the certain order with this theme we are thorough and we find out the truth.
Point per tama: of all the companions of the Prophet peace be upon him only Abubakar who narrated the Hadith above. Suyuti in his Tadrib Al-Rawi explained that the number of companions after the death of the Prophet was 114ribu people and there was just this Hadith that Abubakar, and none of them are adapted. To the extent that the wives of the Prophet peace be upon him did not know at all about this Hadith. Sayidina Ali who works always said peace be upon him never heard this Hadith, and ' Fatima Zahra the Prophet saw which is the pride of the Prophet and part of the Prophet is also absolutely not this Hadith there.

The Princes of the people of the sunnah also admitted that this Hadith is Hadith narrated that Abubakar.

Abul Qosim Bangwi who died the year 317 h, Abubakar Shafi who died in 354H, Ibn Asakir, Suyuti, Ibn Hajar Makki, Muttaqi Hindi, they are all explained that besides Abubakar none of companions of the Prophet peace be upon him who heard the Hadith above and no one is adapted according to or.

The second Point: some scholars such as Ibn ' Adi ahlusunnah the owner of al-Kamil fi at-Disadvantaged ', a history of the history from the view-ahlusunnah dho'if, vanity and a hoax as well as comments made in his book. He (Ibn Adi) about the history of this Hadith says: "this Hadith is a false, not true."

Word Ibn Adi was from the scholars '-' people of the sunnah scholars that says: "قلت لابن خراج قالوا الصدقة ترکناه ما حدیث باطل" about it 20 in the book Tadzkiratu al-Hifadh, vol. 2 pp. 683 and in the book of Sair A'lami Al-Nubala ' Volume 13 pages of Ibn Hajar also 510 so As-Oral Qolani in the book al-Mizan volume 3 page 44 and in the book al-Kamil fi al-Disadvantaged ' mention that this Hadith (above) is false and not true.

Third Point: the debate between ' Fatima Zahra and Abubakar.

After land grabs ' fadak Fatimah meet Abubakar and told Abubakar why hast thou robbed him of the land of fadak from us? Then Abubakar read the Hadith above.

After that ' Fatima Zahra Islamic matters and set one to two verses of the Quran gives evidence that the word Abubakar vanity and not true. ' Fatima Zahra said: "اترث اباک ارث ولا ابی" Hi Abubakar, you inherit the legacy of your father and I am Fatimah (the daughter of the Prophet peace be upon him) did not inherit the legacy of my father (is this acceptable sense)?
"تزعمون لا ارث ان افعلی لي عمد کتاب ترکتم الله ونبضتموه ظهورکم وراء" would you not imagine with this in mind we have been opposed to the book of God and the commandments of God ye have put under your feet (you are opposed to the commandments of God). Ye said that the Prophet was not meniggalkan legacy. However, the Qur'an about Prophet Prophet Dawood and Sulaiman said: "سلیمان وورث داوود" (and He has inherited the legacy of (his father) Dawood as.)

And also the relationship between the Prophet and the Prophet Yahya Zakaria Zakaria said: "فهب من لي لدنک وليا من ويرث يرثني يعقوب آل" (then anugerahilah me from your side a son, which is akin to inherit I and inherited most of the family of Jacob) If the Prophet did not give a legacy, why the prophet Zechariah asked to God Almighty, a child who inherits the akna all his possessions, and all belong to keluraga Jacob?

Al-Quran issued a law that is absolutely dedicated to the people of islam. The Quran says: "یصیکم الله حظ للذکر اولادکم فی الانثببن مثل" surah an-Nisa verse 11.

(God mensyariatkan you about (inheritance/inheritance to) your children, a boy is the same as 2bagian daughter ....)

(ان فزعمتم لا حظ من لي ارث ولا لي ابي) (من ارث ولا افحکم ابي بآیة ابي اخرج الله منها)
Do you think if there's another verse that forbids me to get the legacy of my father? "يقولون لا ملتین اهل ام یتوارثان" do ye meliki conviction if I'm not a muslim apostate and so I'm not biased to inherit the legacy of my father?

This is the perdepatan between ' Fatima Zahra and Abu-Bakr, this cannot have an incident/narrated by Jauhari one cleric of the people of the sunnah in the book Al-Saqifah wa Fadak 144 pages and also comments/narrated by Ibn Abi Alhadid in his book شرخ نهج البلاغة So also Ahmad Ibn Abi Thahir Baqdadi who tereknal with بلاغات in the book of Ibn Thaifur النساء characters, adapted the fourth Point : why don't they give the land of Fadak to Fatima Zahra '?

In the book of السیرة الحلبیه vol. 2 page 485 and vol 3 page 362 stated that: فاطمة جائت بنت رسول الله (ص) الی وهو ابي فقالت المنبر علی بکر: یا ابا بکر کتاب افي الله ترث ان ابنتک ولا ارث ابي ؟ فاستعبر ابوبکر باکیا. ثم: ابوک بابای قال. وبابای انت. ثم نزل فکتب لها بفدک. ودخل علیه ما فقال: عمر فقال هذا: کتاب کتبته لفطة من میراثها ابیها. قال: فماذا علی تنفق المسلمین و قد حاربتک اخذ ثم تری کما العرب عمرالکتاب فشقه When ' Fatimah az-Zahra come meet Abubakar who are on top of the pulpit. He (' Fatima) said: "o Abubakar Is in the Quran there is a verse that explains that your daughter may inherit a legacy from you while I should not inherit the legacy of my father?"
(after hearing it) then Abubakar sorry and cried then came down from the pulpit and wrote a paper (stating that Abubakar to restore the land of fadak to the daughter of the Prophet peace be upon him) for ' Fatima, when finished writing ' Umar entered the meet with Abubakar, saying this was what (this paper to whom and on what)?
Abubakar said: this is the script I wrote for Fatimah about legacy-legacy for her from her father.
Umar said: what would you give to Muslims (if not with the land of fadak) whereas all the Arabs have against such as you have witnessed.
Then ' Umar took the writings and letters/merobek-robeknya.

Here there is an important and interesting point. "فماذا تنفق علی المسلمین و قد حاربتک العرب کما تری" this writing explained that (at the time) tribes-the tribes of Arabia had risen against us while no one paying tithes and taxes to us. With what you would like to keep power.

Later, in the last sentence "ثم اخذ فشقه الکتاب عمر" this article mentions that ' Umar took the writings of Abubakar and then menyobeknya. If He respects the Caliphate ' Umar then Abubakar is not akin to rip the writings of Abubakar, who is its leader. (Translated by Bing)  
 
http://www.facebook.com/Mpok.Aisyeh?composeropen=1
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar