Senin, 07 Januari 2013

Obama Mengangkat Tokoh Dibenci Zionis Menjadi Menhan....????>>...Team Hagel Versus Team Anti-Hagel...>>>.Tim Anti-Hagel mengadakan panggilan konferensi biasa. Di antara keharusan saat ini anggotanya strategis: mencari tahu mana dari kritik Hagel mereka bisa mendapatkan traksi yang paling (dan bagaimana untuk membingkai mereka untuk bagian dalam dan permainan luar secara bersamaan), menyoroti pernyataan Demokrat mengekspresikan skeptisisme tentang Hagel (terutama dari Senator seperti Maryland Ben Cardin pagi ini), dan pastikan mereka tidak melewati garis yang menjadi bumerang di wajah mereka (misalnya, pastikan untuk memuji Hagel untuk layanan militer). Upaya Gedung Putih untuk mendapatkan Hagel dikonfirmasi sejauh ini tampaknya kurang jenis high-profile sherpa yang sering digunakan dalam menantang perkelahian konfirmasi (a Podesta John atau Ed Gillespie jenis). Tapi Tim Hagel telah melakukan cukup banyak jenis penelitian yang telah mendorong banyak anti-Hagel serangan sejauh ini....>>>..Partai Republik mengecam keras pilihan itu. Anggota partai itu telah berjanji untuk menanyakan kepada Hagel soal Israel dan pandangan dia yang lainnya dalam sidang konfirmasi Senat, yang harus menyetujui pengangkatannya. Lindsey Graham, senator South Carolina, Minggu (6/1) kemarin, melukiskan pilihan sebagai sebuah "nominasi yang tidak baik. Ia mengatakan kepada CNN bahwa Hagel "akan menjadi menteri pertahanan paling antagonis terhadap negara Israel dalam sejarah bangsa kita." ....>>>....Mitch McConnell, pemimpin Partai Republik di Senat, meramalkan Hagel akan menghadapi "banyak pertanyaan sulit" dari Partai Republik yang tidak puas. "Pandangannya terkait Israel, misalnya, dan Iran, dan semua posisi lain yang dia diambil selama bertahun-tahun akan banyak menjadi soal dalam proses konfirmasi," kata Senator McConnell....>>>....Presiden Barack Obama pada hari Senin akan mencalonkan Chuck Hagel sebagai sekretaris pertahanan berikutnya dan kontraterorisme penasihat John Brennan untuk memimpin Badan Intelijen Pusat, dua picks berpotensi kontroversial untuk masa jabatan kedua tim keamanan nasional nya. Hagel, bahkan sebelum dinominasikan, telah menghadapi kecaman keras dari Kongres Partai Republik yang mengatakan GOP mantan senator yang anti-Israel dan lembut terhadap Iran. Dan Brennan, seorang 25 tahun CIA veteran, menarik diri dari pertimbangan untuk pekerjaan atas agen mata-mata pada tahun 2008 di tengah pertanyaan tentang koneksi ke teknik interogasi ditingkatkan selama pemerintahan George W. Bush....>>> UMAT ISLAM HARUS TETAP SEMAKIN WASPADA DAN HATI2...TERHADAP TIPU DAYA DAN DUSTA SERTA FITNAH2... MEREKA... KAUM PENJAJAH KRIMINAL INTERNASIONAL..ITU... KARENA SEMUA BARISAN ANTI ISLAM DAN ANTI AJARAN ISLAM YANG MANA MEREKA SEDANG MENGANTUR DAN MENGKONSOLIDASI DIRI MEREKA UNTUK MEMBUAT TIPUAN2 DAN UPAYA2 MEMPERTAHANKAN SEGALA KEKUASAAN CENGKERAMAN DAN PENJAJAHAN TERHADAP NEGARA2 ISLAM...DAN MENGADU DOMBA UMAT ISLAM...?? WASPADALAH...BAGAIMANA LICIKNYA PERMAINAN MEREKA..TERHADAP PANGERAN DIPONEGORO DAN PARA PEJUANG KITA...-JUGA TERHADAP SUKARNO-MOH. NATSIR-HATTA-SUKARNI-CHAERUL SALEH DKK ....>>> BAGAIMANA SUHARTO DIJADIKAN PION2 CATUR KEKUASAAN DAN POLITIK KEPENTINGAN MEREKA UNTUK MERUNTUHKAN KEKUATAN NASIONALIS DAN ISLAMIS DI INDONESIA...DENGAN MEMUNCULKAN REGIM2 BARU...YANG PRO MEREKA DINEGARA-NEGARA ISLAM...YANG NANTI SALING MEN-CABIK2 SESAMA UMAT ISLAM...>>> WASPADALAH... DAN TETAP MEMELIHARA SILATURAHIM DAN PERSAUDARAAN MUSLIM SERTA PERSATUAN ISLAM...>> KUATKAN PERJUANGAN PARA ULAMA-KAUM CENDEKIA-MAHASISWA-PELAJAR-GURU2-DAN SEMUA KEKUATAN MASYARAKAT ISLAM DAN AJARAN ISLAM YANG LURUS DAN KOMPREHENSIF DAN JARINGAN UMAT ISLAM DENGAN SEGALA KEWASPADAAN...DAN TETAP ISTIQOMAH DAN AWASLAH TERHADAP PERMAINAN TIPU DAYA...MEREKA MEMAINKAN PARA AGEN2 DAN ANTEK2 MEREKA DAN AGENDA2 MEREKA DI SEMUA LINI DAN LAPISAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN DI NEGARA2 ISLAM...???...>>> WASPADA...DAN TETAP WASPADA...



Presiden Obama Mengangkat Tokoh Dibenci Zionis Menjadi Menhan

Washington DC (voa-islam.com) Entah apa tujuannya Presiden Barack Obama mengangkat Menteri Pertahanan baru, dan dianggap seorang  tokoh yang sering melakukan kritik terhadap Zionis-Israel.
http://www.voa-islam.com/news/analysis/2013/01/07/22660/presiden-obama-mengangkat-tokoh-dibenci-zionis-menjadi-menhan/

Hal itu, diungkapkan oleh seorang tokoh senior Partai Republik, dan  pengangkatan itu dianggap  menghina Israel. Dengan mempersiapkan seorang Menteri Pertahanan baru yang sering menentang "lobi Yahudi" sebagai sebagai penghinaan, jelasnya.

Obama secara luas diperkirakan akan mencalonkan Chuck Hagel, mantan senator dan telah lama menjadi sekutu politiknya, untuk memimpin Pentagon, menggatikan Leon Panetta yang segera akan meninggalkan pos itu.

Partai Republik mengecam keras pilihan itu. Anggota partai itu telah berjanji untuk menanyakan kepada Hagel soal Israel dan pandangan dia yang lainnya dalam sidang konfirmasi Senat, yang harus menyetujui pengangkatannya.

Lindsey Graham, senator South Carolina, Minggu (6/1) kemarin, melukiskan pilihan sebagai sebuah "nominasi yang tidak baik. Ia mengatakan kepada CNN bahwa Hagel "akan menjadi menteri pertahanan paling antagonis terhadap negara Israel dalam sejarah bangsa kita."

Walau menjadi seorang Republikan yang duduk di Senat untuk partai itu dari 1997 sampai 2009, Hagel punya pandangan yang kurang keras dalam kebijakan luar negeri dan militer ketimbang banyak mantan rekan-rekannya.

Veteran perang Vietnam itu mendukung Obama, seorang Demokrat, tahun 2008, setelah mengecam perang di Afganistan dan Irak, dan mendorong pendekatan yang kurang begitu antuasias dalam aliansi AS dengan Israel.

Dalam sebuah wawancara tahun 2006, dia mengatakan "realitas politik" di Washington adalah adanya "lobi Yahudi mengintimidasi banyak orang di sini".

"Saya bukan seorang senator Israel. Saya seorang senator Amerika Serikat," katanya tahun 2008.

Hagel (66 tahun) juga memilih untuk menentang sanksi terhadap Iran dan mendesak Israel untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Hamas, kelompok Islam yang mengontrol Gaza.

Mitch McConnell, pemimpin Partai Republik di Senat, meramalkan Hagel akan menghadapi "banyak pertanyaan sulit" dari Partai Republik yang tidak puas. "Pandangannya terkait Israel, misalnya, dan Iran, dan semua posisi lain yang dia diambil selama bertahun-tahun akan banyak menjadi soal dalam proses konfirmasi," kata Senator McConnell.

Selain ketegangan terkait program nuklir Iran, Hagel juga mungkin harus menghadapi pemotongan tajam anggaran militer yang  ditentang banyak anggota Partai Republik.

Namun pemilihan terhadap Hagel dibela Heidi Heitkamp, senator Partai Demokrat, yang menggambarkan Hagel sebagai "seorang patriot dan negarawan yang luar biasa".

Kontroversi itu muncul beberapa minggu setelah oposisi Republik memupus harapan Susan Rice, yang dilaporkan sebagai pilihan pertama Obama untuk posisi menteri luar negeri.

Langkah Obama ini belum bisa dipastikan tujuannya, yang sangat penuh dengan teka-teki. Tetapi, di periode kedua ini jabatannya ini, Obama sudah tidak lagi tergantung dengan "lobbi Yahudi", yang sering memerasnya. Obama juga mengangkat Menteri Luar Negeri, Senator John Kerry, yang dianggap sebagai tokoh yang paling vokal dibidang luar negeri. af

Barack Obama akan angkat Mentri Pertahanan baru

Muhib Al-Majdi
Senin, 7 Januari 2013 13:18:27
http://arrahmah.com/read/2013/01/07/25952-barack-obama-akan-angkat-mentri-pertahanan-baru-2.html 
WASHINGTON (Arrahmah.com) – 

Presiden Barack Obama menominasikan mantan senator Partai Republik, Chuck Hagel, sebagai Mentri Pertahanan AS pada Ahad (6/1/2013) dan kemungkinan akan mengumuman secara resmi pengangkatannya pada Senin (7/1/2013), kata seorang pembantu anggota konggres dari Partai Demokrat, laporan kantor berita Reuters.

Pembantu anggota konggres dari Partai Demokrat itu memperkirakan kebijakan Obama itu akan mengundang penentangan sengit di Senat AS mengenai apakah mantan senator Nebraska itu mendukung sekutu kunci AS, Israel, dengan sangat kuat. Hagel juga dikritik atas komentarnya yang meragukan manfaat sanksi terhadap Iran atas pengembangan program nuklirnya.

Perdebatan sengit di kalangan senat terjadi setelah pemerintahan Obama mundur dari perdebatan sengit dalam Senat AS dalam masalah pencalonan Susan Rice, duta besar AS untuk PBB semula menjadi pilihan pertama Obama untuk menggantikan Hillary Clintons ebagai Mentri Luar Negeri. Susan Rice menarik mundur namanya dari pencalonan setelah mendapat serangan gencar dari anggota Partai Republik atas komentar yang ia lontarkan mengenai misi AS di Libya setelah terjadinya serangan 11 September 2011 yang menewaskan Duta Besar AS di Benghazi, Libya.

"Pemerintahan Obama harus banyak bekerja untuk (membela) Hagel. Ia dalam posisi yang lebih lemah daripada (Susan0 Rice, sebab Rice masih bisa membawa seluruh anggota senat Partai Republik untuk mendukung di belakangnya," kata pembantu senator Partai Demokrat.

Ia menambahkan, "Pemerintahan Obama mengajukan nama Hagel, lalu pura-pura tidak tahu untuk membelanya secara efektif ketika kritikan demi kritikan membidik dirinya."   
Bulan lalu Obama memberikan dukungan kuat kepada Hagel untuk menggantikan posisi Mentri Pertahanan, Leon Panetta, yang telah menyatakan akan lebih awal meninggalkan jabatannya pada periode kedua pemerintahan Obama.

"Saya telah I've served with Chuck Hagel. Saya mengenalnya. Dia adalah seorang pahlawan. Ia adalah seorang sosok yang telah melakukan pekerjaan yang luar biasa di Senat AS dan juga sosok yang telah melayani negara ini dengan keberanian di Vietnam," kata Obama kepada stasiun TV NBC's pada Ahad (30/12/2012) lalu.

Siapa pun Mentri Pertahanan AS, kebijakan luar negeri negara penjajah salibis terbesar di dunia itu tidak pernah berubah. Perang terhadap syariat Islam dan kaum muslimin dengan mengatas namakan perang terhadap terorisme selama lebih dari dua belas tahun terakhir telah menjadi kebijakan baku AS. Dukungan totalitas secara membabi buta terhadap penjajah zionis Israel juga tidak pernah berubah dari kamus kebijakan luar negeri AS. (muhib almajdi/arrahmah.com)



Obama Taps Hagel for Pentagon, Brennan for CIA




(WASHINGTON) — 
 http://swampland.time.com/2013/01/07/obama-to-nominate-john-brennan-to-head-cia/
President Barack Obama on Monday will nominate Chuck Hagel as his next defense secretary and counterterrorism adviser John Brennan to lead the Central Intelligence Agency, two potentially controversial picks for his second-term national security team.
Hagel, even before being nominated, has faced tough criticism from congressional Republicans who say the former GOP senator is anti-Israel and soft on Iran. And Brennan, a 25-year CIA veteran, withdrew from consideration for the spy agency’s top job in 2008 amid questions about his connection to enhanced interrogation techniques during the George W. Bush administration.
Administration officials, speaking on condition of anonymity, say Obama will announce both nominations at a White House event Monday afternoon. Along with secretary of state nominee Sen. John Kerry, D-Mass., Hagel and Brennan would play key roles implementing and shaping Obama’s national security priorities in a second term. All three men must be confirmed by the Senate.
In nominating Hagel, Obama signaled he is willing to take on a tough confirmation fight. Once Hagel emerged as Obama’s likely nominee, GOP lawmakers began sharply questioning his commitment to Israel and his willingness to take a hard line with Iran over its disputed nuclear program.
Hagel, a 66-year-old moderate Nebraska Republican, has criticized discussion of a military strike by either the U.S. or Israel against Iran. He also irritated some Israel backers with his reference to the “Jewish lobby” in the United States. And he has backed efforts to bring Iran to the table for future peace talks in Afghanistan.
White House officials say Hagel’s positions on Israel and Iran have been misrepresented. They cite his Senate votes for billions in military assistance to Israel and his support for multilateral sanctions on Tehran.
Ben Rhodes, Obama’s deputy national security adviser, said Hagel will be “completely in line with the president” on both issues.
“The president has a record of unprecedented security cooperation with Israel and that’s going to continue no matter who the defense secretary is,” Rhodes said.
Hagel has also been criticized by some Democrats for saying in 1998 that a nominee for an ambassador post was “openly, aggressively gay.” He has since apologized for those comments.
Hagel is the second straight Obama favorite for a top national security post to face criticism from Capitol Hill even before being nominated. United Nations Ambassador Susan Rice withdrew her name from consideration for secretary of state amid charges from GOP senators that she misled the public in her initial accounting of the attacks on Americans at a diplomatic post in Benghazi, Libya.
Obama returned to the White House on Sunday after a truncated family holiday in Hawaii. His week will also include a visit from Afghan President Hamid Karzai. And there’s a bruising fight with Congress over spending and the federal deficit on the horizon, just days after Obama and Congress averted the fiscal cliff with a last-minute deal over the New Year’s holiday. But rounding out his national security team in his first project.
Both Hagel and Brennan have close relationships with Obama, who values loyalty in his inner circle. Brennan, as the president’s top counterterrorism adviser, was deeply involved in the planning of the 2011 raid that killed Sept. 11 mastermind Osama bin Laden. And he has led administration efforts to quell the growth of terror organizations in Yemen and elsewhere in the Middle East and North Africa.
Brennan, 57, spent a quarter-century at the CIA. He served as station chief in Saudi Arabia and in a variety of posts, including deputy executive director, during the Bush administration.
His tenure at the agency during Bush’s presidency drew criticism from liberals when Obama considered naming him CIA director after the 2008 election. Brennan denied being involved in the Bush administration’s enhanced interrogation techniques, but still withdrew his name from consideration.
In a letter to Obama at the time, Brennan said he was “a strong opponent of many of the policies of the Bush administration, such as the preemptive war in Iraq and coercive interrogation tactics, to include waterboarding.” Many people consider waterboarding and other harsh interrogation methods to be torture.
White House officials say they don’t expect Brennan to face similar trouble this time around given his four years of service in the Obama administration.
“The issue has been removed from the debate because the president and John Brennan, as his top counterterrorism adviser, brought those techniques to an end,” Rhodes said.
However, Brennan’s nomination will likely put a spotlight on the administration’s controversial drone program. Brennan was the first Obama administration official to publicly acknowledge the highly secretive targeted killing operations.
Brennan has defended the legality of the overseas drone operations and has said they protect American lives and prevent potential terror attacks.
If confirmed, Brennan will succeed David Petraeus, who resigned in November after admitting to an affair with his biographer.
Deputy CIA director Michael Morell has been serving as the agency’s acting director since Petraeus resigned and was considered by Obama for the top job. Rhodes said Morell will attend Monday’s White House event and is expected to stay at the CIA.
Hagel would replace retiring Pentagon chief Leon Panetta at a time when the Defense Department is facing potentially deep budget cuts. Hagel would also be tasked with overseeing the military drawdown in Afghanistan, where the U.S.-led war is scheduled to end in two years.
Hagel is likely to support a more rapid withdrawal of U.S. troops from Afghanistan than some military generals.
Sen. Mitch McConnell, the top Senate Republican, said Sunday he was reserving judgment on whether to support Hagel but predicted the former senator would face serious questions.
Any nominee must have “a full understanding of our close relationship with out Israeli allies, the Iranian threat and the importance of having a robust military,” McConnell said on ABC’s “This Week.”
The second-ranking Senate Republican, John Cornyn of Texas, said in a statement that making Hagel defense secretary would be “the worst possible message we could send to our friend Israel and the rest of our allies in the Middle East.”
Despite the criticism, no Republican lawmakers have threatened to try to block Hagel’s nomination.
Monday’s nominations leave Obama without a woman in line for a top administration post, a fact that has irked some Democratic women. The president will soon name a new treasury secretary, but current White House chief of staff Jack Lew is the front-runner for the post.

[(WASHINGTON) -

 
http://swampland.time.com/2013/01/07/obama-to-nominate-john-brennan-to-head-cia/Presiden Barack Obama pada hari Senin akan mencalonkan Chuck Hagel sebagai sekretaris pertahanan berikutnya dan kontraterorisme penasihat John Brennan untuk memimpin Badan Intelijen Pusat, dua picks berpotensi kontroversial untuk masa jabatan kedua tim keamanan nasional nya.Hagel, bahkan sebelum dinominasikan, telah menghadapi kecaman keras dari Kongres Partai Republik yang mengatakan GOP mantan senator yang anti-Israel dan lembut terhadap Iran. Dan Brennan, seorang 25 tahun CIA veteran, menarik diri dari pertimbangan untuk pekerjaan atas agen mata-mata pada tahun 2008 di tengah pertanyaan tentang koneksi ke teknik interogasi ditingkatkan selama pemerintahan George W. Bush.Pejabat pemerintah, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan Obama akan mengumumkan nominasi baik di sore acara Gedung Putih Senin. Seiring dengan menteri luar negeri calon Senator John Kerry, D-Mass, Hagel dan Brennan akan memainkan peran kunci menerapkan dan membentuk prioritas nasional Obama keamanan di masa jabatan kedua. Ketiga pria harus dikonfirmasi oleh Senat.Dalam pencalonan Hagel, Obama mengisyaratkan dia bersedia untuk mengambil pertarungan konfirmasi tangguh. Setelah Hagel muncul sebagai nominator kemungkinan Obama, anggota parlemen GOP mulai tajam mempertanyakan komitmennya ke Israel dan kesediaannya untuk mengambil garis keras dengan Iran atas program nuklirnya yang dipersengketakan.Hagel, seorang 66 tahun moderat Nebraska Republik, telah mengkritik diskusi tentang serangan militer baik oleh AS atau Israel terhadap Iran. Dia juga kesal beberapa pendukung Israel dengan mengacu kepada "lobi Yahudi" di Amerika Serikat. Dan dia telah didukung upaya untuk membawa Iran ke meja perundingan untuk perdamaian di masa depan di Afghanistan.Para pejabat Gedung Putih mengatakan posisi Hagel terhadap Israel dan Iran telah salah mengartikan. Mereka mengutip nya menilainya Senat untuk miliaran dalam bantuan militer kepada Israel dan dukungannya terhadap sanksi multilateral di Teheran.Ben Rhodes, Obama wakil penasehat keamanan nasional, mengatakan Hagel akan "sepenuhnya sejalan dengan Presiden" pada kedua isu.(LEBIH: Siapa yang di Skandal tersebut Petraeus David 'Love Pentagon')"Presiden memiliki catatan kerjasama keamanan dengan Israel belum pernah terjadi sebelumnya dan itu akan terus tidak peduli siapa menteri pertahanan," kata Rhodes.Hagel juga telah dikritik oleh beberapa Demokrat karena mengatakan pada tahun 1998 bahwa calon untuk pos duta itu Dia telah meminta maaf atas komentar tersebut "terbuka, agresif gay.".Hagel adalah kedua berturut-turut Obama favorit untuk pos keamanan nasional atas untuk menghadapi kritik dari Capitol Hill bahkan sebelum dinominasikan. PBB Duta Besar Susan Rice menarik namanya dari pertimbangan untuk menteri luar negeri di tengah tuduhan dari senator GOP bahwa ia menyesatkan publik dalam akuntansi awal nya serangan terhadap Amerika di pos diplomatik di Benghazi, Libya.Obama kembali ke Gedung Putih pada hari Minggu setelah liburan keluarga di Hawaii dipotong. Minggu-Nya juga akan mencakup kunjungan dari Presiden Afghanistan Hamid Karzai. Dan ada pertarungan memar dengan Kongres atas pengeluaran dan defisit federal di cakrawala, hanya beberapa hari setelah Obama dan Kongres dihindari tebing fiskal dengan kesepakatan menit terakhir selama liburan Tahun Baru. Tapi pembulatan keluar tim keamanan nasionalnya dalam proyek pertamanya.Kedua Hagel dan Brennan memiliki hubungan dekat dengan Obama, yang nilai-nilai kesetiaan di lingkaran dalamnya. Brennan, penasihat kontraterorisme sebagai top presiden, sangat terlibat dalam perencanaan serangan 2011 yang menewaskan 11 September Osama bin Laden. Dan ia telah memimpin upaya pemerintah untuk meredam pertumbuhan organisasi teror di Yaman dan tempat lain di Timur Tengah dan Afrika Utara.Brennan, 57, menghabiskan seperempat abad di CIA. Ia menjabat sebagai kepala stasiun di Arab Saudi dan dalam berbagai tulisan, termasuk wakil direktur eksekutif, selama pemerintahan Bush.Masa jabatannya di kantor selama kepresidenan Bush menarik kritik dari kaum liberal ketika Obama dianggap penamaan dia direktur CIA setelah pemilu 2008. Brennan membantah terlibat dalam teknik ditingkatkan pemerintahan Bush interogasi, tapi masih menarik namanya dari pertimbangan.Dalam sebuah surat kepada Obama pada saat itu, Brennan mengatakan ia Banyak orang menganggap waterboarding dan lainnya "lawan yang kuat dari banyak kebijakan pemerintahan Bush, seperti perang di Irak preemptive dan taktik interogasi koersif, untuk memasukkan waterboarding." metode interogasi yang kasar menjadi penyiksaan.Para pejabat Gedung Putih mengatakan mereka tidak mengharapkan Brennan menghadapi masalah yang sama kali ini dengan empat tahun pelayanan dalam pemerintahan Obama."Masalah ini telah dihapus dari perdebatan karena presiden dan John Brennan, penasihat kontraterorisme sebagai puncaknya, membawa orang teknik berakhir," kata Rhodes.Namun, nominasi Brennan kemungkinan akan menempatkan menyoroti pada program drone kontroversial pemerintah itu. Brennan adalah pertama Obama administrasi resmi untuk publik mengakui operasi pembunuhan yang sangat rahasia yang ditargetkan.Brennan telah membela legalitas operasi drone di luar negeri dan telah mengatakan bahwa mereka melindungi kehidupan Amerika dan mencegah serangan teror potensial.Jika dikonfirmasi, Brennan akan berhasil David Petraeus, yang mengundurkan diri pada bulan November setelah mengakui affair dengan penulis biografinya.Deputi Direktur CIA Michael Morell telah menjabat sebagai direktur badan akting sejak Petraeus mengundurkan diri dan dianggap oleh Obama untuk jabatan tertinggi. Rhodes mengatakan Morell akan menghadiri acara Gedung Putih Senin dan diharapkan untuk tinggal di CIA.Hagel akan menggantikan pensiun Pentagon Kepala Leon Panetta pada saat Departemen Pertahanan menghadapi pemotongan anggaran berpotensi dalam. Hagel juga akan bertugas mengawasi penarikan militer di Afghanistan, di mana perang pimpinan AS dijadwalkan akan berakhir dalam dua tahun.Hagel kemungkinan untuk mendukung penarikan lebih cepat pasukan AS dari Afghanistan dari beberapa jenderal militer.Senator Mitch McConnell, Senat atas Republik, mengatakan Minggu dia memesan penilaian pada apakah untuk mendukung Hagel namun memprediksi mantan senator akan menghadapi pertanyaan-pertanyaan serius.Setiap calon harus memiliki "pemahaman penuh hubungan erat kami dengan sekutu Israel keluar, ancaman Iran dan pentingnya memiliki militer yang kuat," kata McConnell pada ABC "This Week."Kedua-peringkat Senat Partai Republik, John Cornyn dari Texas, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa membuat Hagel menteri pertahanan akan menjadi "pesan terburuk mungkin kita bisa mengirim ke teman kita Israel dan seluruh sekutu kami di Timur Tengah."Meskipun kritik, tidak ada anggota parlemen Republik telah mengancam untuk mencoba untuk memblokir nominasi Hagel itu.Nominasi Senin meninggalkan Obama tanpa seorang wanita dalam antrean untuk pos administrasi atas, sebuah fakta yang kesal beberapa wanita Demokrat. Presiden akan segera nama menteri keuangan yang baru, namun saat ini Gedung Putih Kepala staf Jack Lew adalah terdepan untuk posting.]
___
By JULIE PACE
Associated Press writers Robert Burns, Donna Cassata and Matthew Daly contributed to this report.

Team Hagel Versus Team Anti-Hagel

http://thepage.time.com/2013/01/07/team-hagel-versus-team-anti-hagel/?iid=sl-article-arenapage

Both sides are gearing up for a confirmation fight, not knowing if they are playing almost exclusively an inside game, or if this has the potential to go wider and become an outside game too (a la Bork and Tower).
Those opposing Hagel have been organizing for a long time. They are sophisticated and have an appreciation for the dynamics of press, policy, votes and quotes, and vote counting that go into successfully defying the odds and denying an incumbent president his choice for a cabinet job when the nominee in question has no ethical issues or scandals to derail confirmation.
Team Anti-Hagel holds regular conference calls. Among its members’ current strategic imperatives: figure out which of their Hagel criticisms can get the most traction (and how to frame them for the inside and outside games simultaneously); highlight Democratic statements expressing skepticism about Hagel (particularly from Senators such as Maryland’s Ben Cardin this morning); and make sure they don’t cross any lines that backfire in their faces (for instance, making sure to praise Hagel for his military service).
The White House effort to get Hagel confirmed so far seems to lack the kind of high-profile sherpa that is often used in challenging confirmation fights (a John Podesta or Ed Gillespie type).
But Team Hagel has done a fair amount of the type of research that has driven many of the anti-Hagel attacks so far.
For instance, following Mitch McConnell’s hard-to-read comments on the Sunday shows about his posture on a Hagel nomination, Team Hagel is distributing these quotes from a 2007 McConnell fundraising trip to Nebraska on Hagel’s behalf.
McConnell not only called the Nebraskan “an indispensable member of the Republican team,” but also credited him with correctly predicting the Iraq quagmire.
“Many of the predictions Chuck Hagel made about the war came true,” the Kentucky senator said in a brief interview after his remarks at a fundraising reception.
“They have proven to be accurate.”
Hagel’s views on the war “have not diminished his effectiveness,” McConnell said, and may, in fact, increase his effectiveness over time.
The potential swing point in this fight would be if a Democratic senator came out in opposition to Hagel. The current post-Thomas dynamic in most nominations is for senators, regardless of party, to keep their powder dry until confirmation hearings are underway. If that pattern holds, both sides are likely to be fighting a meta-war until February.
The two most important senators in this nomination right now are McConnell and McCain. If Hagel has their support, he should be home free. If he loses one or both of them, and even a single Democrat, the dynamics become more challenging for the White House.
 [Kedua belah pihak bersiap-siap untuk bertarung konfirmasi, tidak tahu jika mereka bermain hampir secara eksklusif dalam permainan, atau jika ini memiliki potensi untuk pergi lebih luas dan menjadi permainan luar terlalu (a la Bork dan Tower).Mereka menentang Hagel telah mengatur untuk waktu yang lama. Mereka canggih dan memiliki penghargaan terhadap dinamika pers, kebijakan, suara dan kutipan, dan penghitungan suara yang masuk ke berhasil menentang peluang dan menyangkal presiden yang masih menjabat pilihannya untuk pekerjaan kabinet ketika calon yang bersangkutan tidak memiliki masalah etis atau skandal untuk menggagalkan konfirmasi.Tim Anti-Hagel mengadakan panggilan konferensi biasa. Di antara keharusan saat ini anggotanya strategis: mencari tahu mana dari kritik Hagel mereka bisa mendapatkan traksi yang paling (dan bagaimana untuk membingkai mereka untuk bagian dalam dan permainan luar secara bersamaan), menyoroti pernyataan Demokrat mengekspresikan skeptisisme tentang Hagel (terutama dari Senator seperti Maryland Ben Cardin pagi ini), dan pastikan mereka tidak melewati garis yang menjadi bumerang di wajah mereka (misalnya, pastikan untuk memuji Hagel untuk layanan militer).Upaya Gedung Putih untuk mendapatkan Hagel dikonfirmasi sejauh ini tampaknya kurang jenis high-profile sherpa yang sering digunakan dalam menantang perkelahian konfirmasi (a Podesta John atau Ed Gillespie jenis).Tapi Tim Hagel telah melakukan cukup banyak jenis penelitian yang telah mendorong banyak anti-Hagel serangan sejauh ini.Misalnya, mengikuti sulit dibaca Mitch McConnell komentar pada hari Minggu menunjukkan tentang postur tubuhnya pada nominasi Hagel, Tim Hagel membagikan kutipan dari perjalanan 2.007 penggalangan dana McConnell ke Nebraska atas nama Hagel itu.McConnell tidak hanya disebut Nebraskan "seorang anggota tak terpisahkan dari tim Republik," tetapi juga dikreditkan dia dengan benar memprediksi rawa Irak.Dari Lincoln Journal Bintang Laporan:

    
"Banyak prediksi Chuck Hagel dibuat tentang perang menjadi kenyataan," kata senator Kentucky dalam wawancara singkat setelah sambutannya pada resepsi penggalangan dana.

    
"Mereka telah terbukti akurat."

    
Hagel pandangan tentang perang "tidak berkurang efektivitasnya," kata McConnell, dan mungkin, pada kenyataannya, meningkatkan efektivitas nya dari waktu ke waktu.Titik ayunan potensial di laga ini akan jika seorang senator Demokrat keluar sebagai oposisi terhadap Hagel. Pasca-Thomas yang dinamis dalam nominasi terbanyak adalah untuk senator, terlepas dari partai, untuk menjaga bubuk mereka kering sampai sidang konfirmasi sedang dilakukan. Jika pola yang memegang, kedua belah pihak kemungkinan akan memerangi meta-perang sampai Februari.Dua senator paling penting dalam nominasi ini sekarang adalah McConnell dan McCain. Jika Hagel memiliki dukungan mereka, ia harus rumah gratis. Jika ia kehilangan salah satu atau keduanya, dan bahkan Demokrat tunggal, dinamika menjadi lebih menantang untuk Gedung Putih.Terkait Topik: Barack Obama, Ben Cardin, Bill Kristol, Chuck Hagel, John McCain, Mark Halperin, Mitch McConnell, Berita]


Obama to nominate Hagel as defense secretary, says aide

The former Nebraska lawmaker has concerned some regarding his stance on Israel, Iran, and homosexuality.

By Reuters | Jan.06, 2013 | 5:11 PM http://www.haaretz.com/news/world/obama-to-nominate-hagel-as-defense-secretary-says-aide-1.492286
Hagel - Reuters
Senator Chuck Hagel (R-NE) leaving a news conference in Omaha, Nebraska, March 12, 2007. Photo by Reuters


President Barack Obama will nominate former Republican Senator Chuck Hagel to be his defense secretary, and an announcement could come on Monday, a congressional Democratic aide said on Sunday. 

The choice will likely set up a confirmation battle in the Senate over whether the former Nebraska senator strongly supports key U.S. ally Israel. Hagel also has been criticized for comments he made questioning the effectiveness of sanctions on Iran for its nuclear program, and for his remark that being gay was an inhibiting factor for being an ambassador. 

This fight would come after the Obama administration backed down from a tough Senate confirmation battle over Susan Rice, the U.S. Ambassador to the United Nations who was Obama's first pick to replace Hillary Clinton as secretary of state. Rice withdrew her name from consideration after drawing heavy fire from Republicans for remarks she made in the aftermath of a Sept. 11 attack on the U.S. mission in Benghazi, Libya. 

"The administration has a lot of work to do on Hagel. He is in a weaker position now than Rice ever was because Rice would have rallied Democrats behind her," a Senate Democratic aide said. "The administration floated Hagel's name, then neglected to defend him effectively when his critics started taking shots," the aide said. 

Last month Obama offered strong support for Hagel as a possible replacement for Defense Secretary Leon Panetta, who had said he wanted to leave early in the second term. 

"I've served with Chuck Hagel. I know him. He is a patriot. He is somebody who has done extraordinary work both in the United States Senate, somebody who served this country with valor in Vietnam," Obama told NBC's "Meet the Press" on Dec. 30. 
[Presiden Barack Obama akan mencalonkan mantan Senator Republik Chuck Hagel menjadi menteri pertahanan, dan pengumuman bisa datang pada hari Senin, seorang pembantu Demokrat kongres mengatakan pada hari Minggu.

Pilihan kemungkinan akan mendirikan sebuah pertempuran konfirmasi di Senat mengenai apakah Nebraska mantan senator sangat mendukung kunci sekutu AS Israel. Hagel juga telah dikritik karena ia membuat komentar mempertanyakan efektivitas sanksi terhadap Iran karena program nuklirnya, dan pernyataannya bahwa menjadi gay merupakan faktor penghambat untuk menjadi duta besar.

Pertarungan ini akan datang setelah pemerintahan Obama mundur dari pertempuran konfirmasi Senat sulit selama Susan Rice, Duta Besar AS untuk PBB yang pertama Obama memilih untuk menggantikan Hillary Clinton sebagai menteri luar negeri. Beras menarik namanya dari pertimbangan setelah menggambar api berat dari Partai Republik untuk komentar dia dibuat setelah terjadinya serangan 11 September terhadap misi AS di Benghazi, Libya.

"Pemerintah memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan pada Hagel. Ia berada dalam posisi lebih lemah sekarang daripada Beras pernah ada karena beras akan rally Demokrat di belakangnya," kata seorang pembantu Senat Demokrat. "Pemerintah melayang Nama Hagel, kemudian diabaikan untuk membela dirinya secara efektif ketika kritik mulai mengambil gambar," kata ajudan.

Bulan lalu Obama menawarkan dukungan yang kuat untuk Hagel sebagai pengganti mungkin untuk Menteri Pertahanan Leon Panetta, yang telah mengatakan ia ingin pergi lebih awal dalam masa jabatan kedua.

"Saya sudah disajikan dengan Chuck Hagel Aku tahu dia Dia adalah seorang patriot.. Dia adalah seseorang yang telah melakukan pekerjaan yang luar biasa baik di Senat Amerika Serikat., Seseorang yang melayani negara ini dengan keberanian di Vietnam," kata Obama "NBC Meet the tekan "pada 30 Desember.]


Obama Taps Hagel for Pentagon, Brennan for CIA



(WASHINGTON) — 

President Barack Obama on Monday will nominate Chuck Hagel as his next defense secretary and counterterrorism adviser John Brennan to lead the Central Intelligence Agency, two potentially controversial picks for his second-term national security team.
Hagel, even before being nominated, has faced tough criticism from congressional Republicans who say the former GOP senator is anti-Israel and soft on Iran. And Brennan, a 25-year CIA veteran, withdrew from consideration for the spy agency’s top job in 2008 amid questions about his connection to enhanced interrogation techniques during the George W. Bush administration.
Administration officials, speaking on condition of anonymity, say Obama will announce both nominations at a White House event Monday afternoon. Along with secretary of state nominee Sen. John Kerry, D-Mass., Hagel and Brennan would play key roles implementing and shaping Obama’s national security priorities in a second term. All three men must be confirmed by the Senate.
In nominating Hagel, Obama signaled he is willing to take on a tough confirmation fight. Once Hagel emerged as Obama’s likely nominee, GOP lawmakers began sharply questioning his commitment to Israel and his willingness to take a hard line with Iran over its disputed nuclear program.
Hagel, a 66-year-old moderate Nebraska Republican, has criticized discussion of a military strike by either the U.S. or Israel against Iran. He also irritated some Israel backers with his reference to the “Jewish lobby” in the United States. And he has backed efforts to bring Iran to the table for future peace talks in Afghanistan.
White House officials say Hagel’s positions on Israel and Iran have been misrepresented. They cite his Senate votes for billions in military assistance to Israel and his support for multilateral sanctions on Tehran.
Ben Rhodes, Obama’s deputy national security adviser, said Hagel will be “completely in line with the president” on both issues.
“The president has a record of unprecedented security cooperation with Israel and that’s going to continue no matter who the defense secretary is,” Rhodes said.
Hagel has also been criticized by some Democrats for saying in 1998 that a nominee for an ambassador post was “openly, aggressively gay.” He has since apologized for those comments.
Hagel is the second straight Obama favorite for a top national security post to face criticism from Capitol Hill even before being nominated. United Nations Ambassador Susan Rice withdrew her name from consideration for secretary of state amid charges from GOP senators that she misled the public in her initial accounting of the attacks on Americans at a diplomatic post in Benghazi, Libya.
Obama returned to the White House on Sunday after a truncated family holiday in Hawaii. His week will also include a visit from Afghan President Hamid Karzai. And there’s a bruising fight with Congress over spending and the federal deficit on the horizon, just days after Obama and Congress averted the fiscal cliff with a last-minute deal over the New Year’s holiday. But rounding out his national security team in his first project.
Both Hagel and Brennan have close relationships with Obama, who values loyalty in his inner circle. Brennan, as the president’s top counterterrorism adviser, was deeply involved in the planning of the 2011 raid that killed Sept. 11 mastermind Osama bin Laden. And he has led administration efforts to quell the growth of terror organizations in Yemen and elsewhere in the Middle East and North Africa.
Brennan, 57, spent a quarter-century at the CIA. He served as station chief in Saudi Arabia and in a variety of posts, including deputy executive director, during the Bush administration.
His tenure at the agency during Bush’s presidency drew criticism from liberals when Obama considered naming him CIA director after the 2008 election. Brennan denied being involved in the Bush administration’s enhanced interrogation techniques, but still withdrew his name from consideration.
In a letter to Obama at the time, Brennan said he was “a strong opponent of many of the policies of the Bush administration, such as the preemptive war in Iraq and coercive interrogation tactics, to include waterboarding.” Many people consider waterboarding and other harsh interrogation methods to be torture.
White House officials say they don’t expect Brennan to face similar trouble this time around given his four years of service in the Obama administration.
“The issue has been removed from the debate because the president and John Brennan, as his top counterterrorism adviser, brought those techniques to an end,” Rhodes said.
However, Brennan’s nomination will likely put a spotlight on the administration’s controversial drone program. Brennan was the first Obama administration official to publicly acknowledge the highly secretive targeted killing operations.
Brennan has defended the legality of the overseas drone operations and has said they protect American lives and prevent potential terror attacks.
If confirmed, Brennan will succeed David Petraeus, who resigned in November after admitting to an affair with his biographer.
Deputy CIA director Michael Morell has been serving as the agency’s acting director since Petraeus resigned and was considered by Obama for the top job. Rhodes said Morell will attend Monday’s White House event and is expected to stay at the CIA.
Hagel would replace retiring Pentagon chief Leon Panetta at a time when the Defense Department is facing potentially deep budget cuts. Hagel would also be tasked with overseeing the military drawdown in Afghanistan, where the U.S.-led war is scheduled to end in two years.
Hagel is likely to support a more rapid withdrawal of U.S. troops from Afghanistan than some military generals.
Sen. Mitch McConnell, the top Senate Republican, said Sunday he was reserving judgment on whether to support Hagel but predicted the former senator would face serious questions.
Any nominee must have “a full understanding of our close relationship with out Israeli allies, the Iranian threat and the importance of having a robust military,” McConnell said on ABC’s “This Week.”
The second-ranking Senate Republican, John Cornyn of Texas, said in a statement that making Hagel defense secretary would be “the worst possible message we could send to our friend Israel and the rest of our allies in the Middle East.”
Despite the criticism, no Republican lawmakers have threatened to try to block Hagel’s nomination.
Monday’s nominations leave Obama without a woman in line for a top administration post, a fact that has irked some Democratic women. The president will soon name a new treasury secretary, but current White House chief of staff Jack Lew is the front-runner for the post.
___
By JULIE PACE
Associated Press writers Robert Burns, Donna Cassata and Matthew Daly contributed to this report.


Obama Tunjuk John Brennan Jadi Direktur CIA

Senin, 07 Januari 2013, 22:40 WIB
AP
Obama Tunjuk John Brennan Jadi Direktur CIA
Presiden Barack Obama terharu saat menyampaikan pidato duka cita di Gedung Putih, Washington, atas penembakan di sekolah dasar di Connecticut, AS, Jumat (14/12) waktu setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON --
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/01/07/mg9i7d-obama-tunjuk-john-brennan-jadi-direktur-cia

Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Senin, akan menominasikan penasihat kontraterorisme Gedung Putih John Brennan sebagai direktur CIA, menurut seorang pejabat pemerintah resmi.

"Brennan memiliki kepercayaan penuh dan keyakinan dari presiden," kata pejabat itu, yang berbicara dalam kondisi anonim kepada AFP. "Selama empat tahun terakhir, ia telah terlibat dalam hampir semua masalah keamanan utama nasional dan akan mampu memimpin CIA."

Nominasi itu terjadi pascasejumlah perubahan yang dilakukan oleh Obama dalam tim kebijakan luar negeri dan keamanan, setelah bulan lalu mengumumkan jika ia memilih Senator AS John Kerry untuk menggantikan Hillary Clinton sebagai Menteri Luar Negeri.

Pejabat itu juga telah menegaskan bahwa presiden pada Senin akan menunjuk mantan Senator AS Chuck Hagel sebagai menteri pertahanan baru untuk menggantikan Leon Panetta.

Pejabat AS itu mengatakan Brennan, 57, dipilih karena "pengabdian dan catatan karirnya yang luar biasa," termasuk beberapa dasawrasa bertugas di badan intelijen AS dan akan mampu menjadi "seorang direktur yang luar biasa dari CIA."

"Sejak peristiwa 9/11, ia telah berada di garis depan dalam perang melawan Alqaidah," kata pejabat itu.

"Selama empat tahun terakhir, ia telah terlibat dalam hampir semua permasalahan keamanan nasional utama, dan akan dapat memimpin CIA," kata pejabat itu yang menambahkan bahwa Brennan - yang akan mengambil alih kepemimpinan badan intelijen itu setelah pengunduran diri David Petraeus menyusul skandal seks - "memiliki kepercayaan dan keyakinan dari presiden." 
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara/ AFP

Obama Tunjuk Tokoh 'Antiperang' Jadi Menhan Baru

Senin, 07 Januari 2013, 15:25 WIB
AP
Obama Tunjuk Tokoh 'Antiperang' Jadi Menhan Baru
Chuck Hagel
Berita Terkait
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/01/07/mg8y2n-obama-tunjuk-tokoh-antiperang-jadi-menhan-baru
Calonkan Menhan dari Partai Republik, Obama Dikecam
 
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memilih Senator Nebraska, Chuck Hagel sebagai Menteri Pertahanan. Politisi senior dari partai oposisi ini akan duduk di Pentagon menggantikan, Leon Panetta yang segera pensiun.

Penujukan ini menjawab perdebatan mengenai siapa pemegang kebijakan pertahanan negara adi kuasa itu. ''Dia (Hagel) itu seorang patriot, dan telah melakukan pekerjaan yang luar biasa,'' Obama mengatakan dalam wawancaranya di NBC News, saat Ahad (6/1), dan dilansir Aljazirah, Senin (7/1).

Obama mengumumkan pilihannya tersebut saat kembali dari liburan tahun barunya di Hawai, Ahad (6/1). Dari Washington dia mengharapkan tidak ada pertikaian dalam pilihannya itu.

Pengajuan nama Hagel akan disodorkan Gedung Putih pada pertemuan tingkat Senat di Capitol Hill, saat senin (7/1). Ruang Senat akan menjadi tempat uji kompetensi bagi Hagel.

Veteran perang Vietnam itu kemungkinan akan disasar dengan materi gejolak Timur Tengah dan global. Tokoh dari Partai Republik tersebut juga akan ditanyai tentang sikapnya dengan Israel. Terutama menganai pendanaan sistem pertahanan di sekutu utama AS itu.

Senator Mitch McConnel (Republik) mengatakan, keputusan presiden memikat Hagel untuk jabatan ke duanya tidak berpengaruh atas kinerja oposan. Kata dia, parsitipasi tokoh partai oposisi di pemerintahan tetap akan mendapat pengawasan kebijakan yang sama seperti lainnya

McConnel menyatakan, partainya tidak meragukan kapasitas pria 66 tahun itu. Bagaimanapun seorang penguasa Pentagon, menurut dia harus mengutamakan  kepentingan nasional. ''Dia pasti vokal dalam kebijakan luar negeri dan pertahanan. Tapi saya pikir, kami tetap mengujinya dengan adil seperti yang lain,'' ujarnya, seperti dilansir Washington Post, Senin (7/1).

Hagel, menurut Post adalah salah satu anggota Partai Republik yang menentang keras kebijakan George Bush menginvasi Irak dan Afganistan. Hagel bahkan ikut nimbrung dalam barisan Partai Demokrat yang menghendaki pemulangan segera pasukan militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dari Afganistan. Terakhir, gertakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk melumat Iran dengan serangan militer, mendapat kritikan tajam darinya.
Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Bambang Noroyono
 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar