Rabu, 21 Maret 2012

. SBY ketakutan Dilengserkan Mahasiswa..dan rakyat??!!>> Demonstran yang tergabung dalam massa buruh menyerbu dan berhasil mengusai Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Sepanjang jalan mereka melakukan orasi penolakan rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM. Aksi ini juga mengakibatkan keributan di depan Istana Negara. ..>> .." Ada 5 analisa yg mendasari pertemuan yg tidak biasa itu, yaitu pertama, menajamnya kisruh aneka korupsi di tubuh Partai Demokrat, kedua, konflik di internal eksekutif tentang rencana mundurnya Boediono dan 4 menteri, ketiga, niat KPK untuk membongkar Mega Korupsi Century. Ke empat adanya pertemuan ratusan kampus seluruh Indonesia yg akan disusul rencana aksi Mahasiwa besar-besaran di bulan Maret dengan di dukung berbagai elemen masyarakat, serta kelima, terkait isu adanya 5000 pasukan AS di Australia yang konon dipersiapkan untuk menyelamatkan warga AS karena adanya kemungkinan situasi genting di Indonesia dlm waktu dekat," papar Adian. >> Jakarta, Seruu.com - Ketakutan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atas isu penggulingan dirinya sebagai presiden sebelum 2014, adalah sebuah ilusi seorang pemimpin yang minim prestasi. Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan SBY menyebutkan bahwa gerakan ini memanfaatkan momentum Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Hendardi mengatakan SBY bukan takut lantaran kursi kepresidenannya yang terancam, tapi dibayangi ketakutan menjelang akhir jabatannya karena selama dua periode memimpin tidak ada prestasi signifikan. ..>>> Rizal Ramli: .."Saran saya, tidak usah menaikkan harga BBM untuk menyelamatkan keuangan negara. Tetapi, perangi korupsi dengan sungguh-sungguh. Selama ini sekitar 50 persen anggaran pembangunan habis dikorupsi oleh oknum koruptor," kata Rizal Ramli, yang juga pernah menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu, di Denpasar, Rabu (21/3/2012). >> Disaat aksi ribuan pendemo penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dari berbagai wilayah di Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta Wakil Presiden Boediono, Rabu (21/3/2012), siang tadi sekitar pukul 14.15 WIB mengadakan sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta. Ratusan bahkan jika ditotal jumlahnya sudah ribuan pendemo yang bertebaran dijalan pada setiap lokasi demo, bahkan sampai kerusuhan dan melakukan aksi teatrikal, namun tampaknya tidak dihiraukan oleh SBY dimana dalam sidang kabinet yang dihadiri oleh seluruh menteri kabinet Indonesia Besatu II dan juga beberapa pejabat negara membahas tentang rencana kerja pemerintah tahun 2013 dan juga membahas lanjutan APBN Perubahan 2012. >>.

Adian : Kumpulkan Lembaga Tinggi Negara Upaya Negosiasi Sekaligus Bukti SBY Takut Dilengserkan!

Senin, 20 Februari 2012 - 13:30 · Topik: turunkan-sby

Adian Napitupulu SH
Jakarta, Seruu.com - 

Aktivis 1998, Adian Napitupulu menilai bahwa pertemuan yang digelar oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan 5 pimpinan Lembaga Tinggi Negara di DPR RI pagi ini membuktikan kepanikan SBY dan upaya negoisasi sang Presiden untuk melanggengkan kekuasaannya hingga 2014.
"Hari ini SBY bertemu dgn Lembaga2 tinggi negara, bukan untuk bicara hutang LN, hukum, pelanggaran HAM, Korupsi dll yang bersifat darurat, mendesak dan segera tetapi untuk bicarakan PEMILU 2014 yg masih sangat lama yaitu 2,5 tahun lagi!," ujar Adian, Senin (20/2/2012).

Dalam pernyataan persnya tersebut pendiri organisasi mahasiswa Forum Kota (Forkot) tersebut juga mengutarakan sejumlah alasan dan analisa yang mendasari penilaiannya.

" Ada 5 analisa yg mendasari pertemuan yg tidak biasa itu, yaitu 
pertama, menajamnya kisruh aneka korupsi di tubuh Partai Demokrat, 
kedua, konflik di internal eksekutif tentang rencana mundurnya Boediono dan 4 menteri, ketiga,  niat KPK untuk membongkar Mega Korupsi Century. 
Ke empat adanya pertemuan ratusan kampus seluruh Indonesia  yg akan disusul rencana aksi Mahasiwa besar-besaran di bulan Maret dengan di dukung berbagai elemen masyarakat, 
serta kelima, terkait isu adanya 5000 pasukan AS di Australia yang konon dipersiapkan untuk menyelamatkan warga AS karena adanya kemungkinan situasi genting di Indonesia dlm waktu dekat," papar Adian.

Menurut Adian kelima hal itu membuat SBY sangat khawatir dan coba bernegosiasi dengan lembaga tinggi negara agar dirinya diberi kesempatan hingga 2014. "Dalam kasus ini orang-orang dekat SBY menyadari bahwa mereka sudah tidak mampu lagi melindungi SBY sehingga harus SBY sendirilah yang bernegosiasi dengan lembaga-lembaga tinggi negara lainnya," tandasnya.

Lebih lanjut, Adian melihat bahwa secara psikologis politik, pertemuan SBY dengan lembaga-lembaga tinggi negara hari ini menunjukan SBY sudah tidak percaya diri lagi. "Mungkin karena SBY sudah menyadari bahwa ia telah ditinggalkan orang-orang sekelilingnya dan sudah tidak lagi mempercayai orang-orang disekelilingnya. Ini adalah psikologi pemimpin yang dihantui kepanikan dan kebingungan yang umumnya menjadi awal dari langkah-langkah kalap yang menjadi trigger kejatuhannya," terang Adian dengan yakin.

Terkait dengan hasil pertemuan Adian sendiri memprediksikan bahwa hal tersebut hanyalah langkah mubazir dan percuma, karena SBY akan tetap dijatuhkan dengan atau tanpa melalui mekanisme konstitusional.

"Sebenarnya pertemuan hari ini merupakan negosiasi politik yang mubazir karena tidak akan merubah apa-apa selain berupaya menyebarkan ilusi pemilu pada para politisi dengan harapan politisi itu sanggup meredam gejolak politik yang bisa berujung pada penjatuhan SBY. Padahal yang ingin SBY jatuh bukan cuma politisi, tapi rakyat yang tidak pernah diperhitungkan kekuatannya oleh pemerintahan SBY dan selalu menjadi pihak yang dikorbankan sepanjang pemerintahannya," pungkas Adian.  [musashi]

Terobos Barikade, Buruh Sempat Terlibat Baku Pukul Dengan Aparat

Rabu, 21 Maret 2012 - 13:59 · Topik: demo-tolak-kenaikan-bbm
Aksi Buruh Menolak Kenaikan BBM Atau SBY Turun Di Jakarta 21 Maret 2012


Jakarta, Seruu.com - 
Demonstran yang tergabung dalam massa buruh menyerbu dan berhasil mengusai Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Sepanjang jalan mereka melakukan orasi penolakan rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM. Aksi ini juga mengakibatkan keributan di depan Istana Negara.
Polisi yang berjaga di sekitar lokasi akhirnya membuat barikade untuk memisahkan massa di depan Jl Medan Merdeka Barat dan di depan Istana Negara. Ini bertujuan agar massa tidak masuk ke dalam kawasan Istana.

Namun, para demonstran dari massa buruh ini tetap merangsek ingin masuk ke kawasan di depan Istana. Akhirnya, barikade polisi pun bertemu dengan massa buruh yang ingin menjebol barisan pertahanan itu agar bisa masuk ke kawasan Istana Negar
Tak ayal, di tengah pertemuan antara massa buruh dan polisi itu terjadi aksi saling baku pukul. Tidak berlangsung lama, petugas dan juga rekan-rekan dari para buruh itu berhasil melerai keributan itu. Setidaknya 2 petugas polisi terlihat dipapah rekannya ke pinggir karena terluka.
Kini kondisi di sekitar Istana semakin ramai dan sejumlah jalan mengalami kemacetan. Diantaranya lalu lintas menuju Harmoni sempat lumpuh. Puluhan kendaraan yang telah memasuki Jl Medan Merdeka Barat terpaksa diminta polisi untuk berputar balik menuju Bundaran Indosat.

Jumlah demonstran diperkirakan mencapai ribuan lebih. Apalagi dengan datangnya massa yang telah berkumpul dari Parkir IRTI Monas. Sekitar 21 elemen masyarakat terlihat berorasi dari 2 buah mobil yang membawa pengeras suara.
“Tolak kenaikan harga BBM! Rakyat semakin miskin,” teriak salah seorang orator, Helmi, di depan Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2012).
Hingga saat ini ribuan masa ini masih berkumpul di depan Istana Negara. Mereka masih terus melakukan orasi penolakan kenaikan harga BBM.

Sebelumnya pemerintah telah mengusulkan kepada DPR untuk menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM, Rp 1.500/liter dari harga Rp 4.500/liter. Meski kabarnya pemerintah akan memberikan kompensasi khusus untuk rakyat miskin, tapi penentangan masih terus terjadi diberbagai wilayah di Indonesia. [simon/mus]
Hendardi : Isu Penggulingan Dilontarkan Karena SBY Minim Prestasi!
Senin, 19 Maret 2012 - 23:15 · Topik: turunkan-sby

Hendardi
Jakarta, Seruu.com - 
Ketakutan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atas isu penggulingan dirinya sebagai presiden sebelum 2014, adalah sebuah ilusi seorang pemimpin yang minim prestasi. Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan SBY menyebutkan bahwa gerakan ini memanfaatkan momentum Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Hendardi mengatakan SBY bukan takut lantaran kursi kepresidenannya yang terancam, tapi dibayangi ketakutan menjelang akhir jabatannya karena selama dua periode memimpin tidak ada prestasi signifikan.

Bahkan untuk sekadar menuntaskan kemelut di tubuh Partai Demokrat sekalipun, SBY membiarkannya berlarut-larut tanpa ketegasan, sehingga mengganggu kinerja pemerintahan.
Berbagai argumentasi perihal kenaikan BBM sulit diterima akal sehat masyarakat luas. Sementara Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dijadikan penghibur bagi masyarakat, jelas bukanlah solusi cerdas mengatasi kemiskinan, karena penaikan BBM selalu diikuti kenaikan berbagai kebutuhan masyarakat dan jelas BLT tidak akan mencukupi. [rim/ms]

Rating artikel: Belum ada rating

Rizal Ramli : Berantas Korupsi, Jangan Naikan BBM!

Rabu, 21 Maret 2012 - 16:29 · Topik: pembatasan-subsidi-bbm
Rizal Ramli
Denpasar, Seruu.com - 
Rizal Ramli, mantan menteri keuangan pada pemerintahan Abdurrahman Wahid, menyarankan agar pemerintah lebih serius memberantas praktik korupsi di Indonesia daripada menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Saran saya, tidak usah menaikkan harga BBM untuk menyelamatkan keuangan negara. Tetapi, perangi korupsi dengan sungguh-sungguh. Selama ini sekitar 50 persen anggaran pembangunan habis dikorupsi oleh oknum koruptor," kata Rizal Ramli, yang juga pernah menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu, di Denpasar, Rabu (21/3/2012).

Ia menyampaikan itu di sela-sela menjadi pembicara dalam dialog bulanan bertema "Ekonomi Indonesia dan Bali, BBM Naik" yang diselenggarakan oleh Ashram Gandhi Puri, Denpasar.

"Para buruh yang mendapatkan upah sebesar upah minimum regional (UMR) akan sangat merasakan dampak kenaikan BBM, belum lagi sekitar 65 juta pengguna sepeda motor di Tanah Air," ucapnya.

Ia tidak memungkiri bahwa bukan persoalan mudah juga untuk memberantas korupsi apalagi terkait dengan persoalan pengelola minyak dan gas (migas).
Aparat menjadi tidak berani mengambil keputusan karena menerima sogokan dari mafia migas.

"Habisi mafia migas, karena mereka banyak menarik keuntungan dari impor minyak bumi dan minyak mintah di negara kita," katanya.
Rizal pun menyarankan agar di Indonesia diperbanyak pembangunan kilang-kilang minyak agar biaya produksi BBM menjadi lebih murah.

"Pemerintah sudah waktunya pula melakukan renegosiasi ekspor gas, supaya bisa lebih banyak digunakan di dalam negeri. Dengan demikian, kendaraan umum dapat diarahkan menggunakan bahan bakar gas yang lebih ramah lingkungan," ujarnya.
Di sisi lain, kata dia, pemerintah hendaknya bersungguh-sungguh membangun transportasi umum yang baik. Rakyat menjadi punya alternatif dan tidak selalu menggunakan kendaraan pribadi. "Hal ini sebagai upaya menghemat penggunaan BBM," ucapnya.

Rizal menegaskan, pemberantasan korupsi tak selalu membutuhkan waktu yang panjang. "Penghapusan mafia migas misalnya, itu bisa segera dilaksanakan. Demikian juga dengan renegosiasi gas bisa diputuskan dalam waktu dekat," katanya. [ms]
Rating artikel: Belum ada rating

Saat Demo Besar-Besaran, SBY Malah Adakan Sidang Kabinet

Rabu, 21 Maret 2012 - 16:23 · 
Topik: demo-tolak-kenaikan-bbm
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono



Jakarta, Seruu.com - 
Disaat aksi ribuan pendemo penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dari berbagai wilayah di Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta Wakil Presiden Boediono, Rabu (21/3/2012), siang tadi sekitar pukul 14.15 WIB mengadakan sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta.
Ratusan bahkan jika ditotal jumlahnya sudah ribuan pendemo yang bertebaran dijalan pada setiap lokasi demo, bahkan sampai kerusuhan dan melakukan aksi teatrikal, namun tampaknya tidak dihiraukan oleh SBY dimana dalam sidang kabinet yang dihadiri oleh seluruh menteri kabinet Indonesia Besatu II dan juga beberapa pejabat negara membahas tentang rencana kerja pemerintah tahun 2013 dan juga membahas lanjutan APBN Perubahan 2012.

Saat rapat berlangsung, massa sedang membanjiri depan Istana Merdeka Jakarta oleh perwakilan buruh.[fps]

Rating artikel: icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full (1 rates)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar